cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SOCIETAL
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021): Edisi April" : 15 Documents clear
PERAN TOKOH ADAT TOLAKI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PERKAWINAN (Study Pada Masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan) Asmawati, Siti; Juhaepa, Juhaepa; Tawulo, Megawati A.
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah mengenai konflik dalam perkawinan. Masalah kawin lari ini meliputi kawin bawa lari dan kawin lari bersama.Dari dua perkara ini tentu memiliki jalan keluar serta hukuman atau sangsi yang harus di tanggung.Untuk mencapai titik temu antara pihak orangtua perempuan dan orangtua laki-laki, maka harus ada tokoh adat yang harus membantu menyelesaikannya. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan peran dalam menyelesaiakan konflik kawin lari diantaranya kawin bawa lari dan kawin  lari bersama. Dari pembahasan dua jenis pelangaran adat perkawinan bawa lari dan perkawinan lari bersama didaerah Kelurahan Kolono tersebut maka dapat ditarik kesimpulan  bahwa kedua jenis tindakan tersebut mempunyai satu kesamaan yaitu untuk melangsungkan pernikahan tanpa adanya campur tangan dari kedua orang tua masing-masing, dan keduanya juga memiliki perbedaan yaitu pada perkawinan lari bersama pernikahan biasanya dilakukan untuk menghindari uang jujur yang besar maupun upacara adat yang berat untuk dilaksanakan,  juga untuk menghindari kerabat yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut, sedangkan didalam perkawinan bawa lari ini lebih dapat diidentikkan dengan kawin lari yang sebenarnya secara harfiah apabila dikaitkan dengan hukum pidana perkawinan bawa lari inilah yang disamakan dengan tindak pidana melarikan anak gadis orang.
KONTROL SOSIAL PEMILIK RUMAH KOS TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MAHASISWA KOS (Studi di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari) Sriwulan, Windi; Bauto, La Ode Monto; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh mahasiswa kos di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. (2) Untuk mengetahui kontrol sosial pemilik rumah kos terhadap perilaku menyimpang mahasiswa kos di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Terdapat 13 informan dalam penelitian ini yakni, 4 orang pemilik kos, 2 orang  masyarakat, 7 orang mahasiswa kos. Tipe dari penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu  jenis data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung, observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh mahasiswa, dan aturan serta sanksi yang diberikan pemilik kos kepada mahasiswa kos. Kontrol sosial yang dilakukan oleh agen-agen kontrol sosial untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan yang mana dapat mengganggu keamanan, dan ketenangan di lingkungan kos-kosan. Tujuan dibuatnya peraturan agar penghuni kos-kosan lebih tertib dan tidak melangar norma sosial di dalam lingkungan kos. Berat ringannya sanksi senantiasa tergantung dari sifat pelanggarannya.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA Yuslin, Yuslin; Arsyad, Muh.; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa (DD) Di Desa Batuawu Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Batuawu Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat data kualitatif dan data kuantitatif. Penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif yaitu dengan memberikan penjelasan dan uraian secara deskriptif berdasarkan hasil penelitian dilapangan. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan dua metode pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di lapangan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan masyarakat terdapat dua persepsi. Persepsi yang pertama sebagian masyarakat berpersepsi positif (setuju) bahwa pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh bapak Jahiruddin selaku Kepala Desa Batuawu sudah cukup baik dan maksimal, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi selalu melibatkan masyarakat secara umum dan pemerintah desa mengelola anggaran Dana Desa secara terbuka. Persepsi yang kedua sebagian masyarakat juga berpersepsi negative (tidak setuju) terhadap pengelolaan Dana Desa di Desa Batuawu, mereka menganggap beberapa pembangunan di Desa Batuawu tidak tepat guna dan pemborosan anggaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan Dana Desa, yaitu faktor latara belakang pendidikan, umur, status sosial, dan kedekatan emosional.
MINAT LULUSAN SLTA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI (Studi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan) Efendi, Irpan; Bahtiar, Bahtiar; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. (2) Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi rendahnya minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. (3) Untuk menganalisis aktivitas lulusan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Adapun manfaat (1) Manfaat secara teoritis yaitu penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan perbandingan bagi penelitian lainnya yang berhubungan dengan minat dalam melanjutkan pendidikan serta diharapkan dapat menjadi dasar pemikiran dan motivasi bagi peneliti lainnya. (2) Manfaat secara praktis yaitu dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan  pemikiran bagi masyarakat luas khususnya lulusan SLTA dalam meningkatkan minatnya untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat.Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu cukup rendah di karenakan banyak lulusan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi yang didasari oleh kurangnya minat mereka untuk melanjutkan pendidikannya (2) faktor yang mempengaruhi rendahnya minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu (a) faktor internal berupa kurangnya motivasi serta keinginan untuk langsung bekerja, (b) faktor eksternal yaitu kurangnya dorongan dari keluarga dan keadaan lingkungan sekitar (3) aktivitas yang dilakukan lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu bekerja baik membantu atau meneruskan usaha orang tua mereka maupun mencari pekerjaan lain di kota.
UANG PANAI DALAM PERKAWINAN SUKU BUGIS (Studi Di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana) Nirmawati, Nirmawati; Bahtiar, Bahtiar; Anggraini, Dewi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana dan untuk mengetahui dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara langsung, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai dan dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai yaitu: status ekonomi, jenjang pendidikan, kehormatan, dan kondisi fisik calon istri. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap penentuan uang panai karena semakin tinggi perekonomian, pendidikan, dan semakin sempurna fisik seorang perempuan maka semakin tinggi pula uang panai yang akan dipatok oleh pihak perempuan dan merupakan kehormatan tersendiri oleh kedua belah pihak apabila perkawinan dapat terlaksana. Dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis memiliki dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yaitu timbulnya semangat kerja laki-laki yang ingin melaksanakan perkawinan. Sedangkan dampak negatif yaitu pernikahan dibatalkan, menjual harta benda dan bahkan terjadi kawin lari.
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT SUKU SUNDA DAN SUKU JAWA DI DESA WONUA RAYA KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN Elvianti, Elvianti; Juhaepa, Juhaepa; Peribadi, Peribadi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bagaimana bentuk interaksi sosial suku Jawa dan suku Sunda yang bersifat asosiatif dan Disosiatif di Desa Wonua Raya Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonua Raya Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) bentuk-bentuk interaksi sosial dalam proses asosiatif, diantaranya adalah (a) Kerjasama Yang Terbentuk Di Desa Wonua Raya, (b) Asimilasi. (2) bentuk-bentuk interaksi sosial dalam proses disosiatif yaitu (a) Persaingan, (b) Konflik.
MAKNA KAHIYAA (PINGITAN) DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PEREMPUAN (Studi di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah) Alimuddin, Alimuddin; Moita, Sulsalman; Anggraini, Dewi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui prosesi kahiyaa (pingitan) di Desa Lantongau Kecmatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. (2). Untuk mengetahui makna kahiyaa (pingitan) dalam membentuk karakter anak perempuan di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu, toko Adat serta para anggotanya, orang tua anak yang melakukan kahiyaa (pingitan), Anak gadis yang melakukan kahiyaa dan anak yang sudah melakukan kahiyaa. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi kahiyaa (pingitan) terdiri dari beberapa proses. Pertama menunjukan bahwa: 1). Prosesi pelaksanaan kahiyaa (pingitan) pada masyarakat Desa Lantongau terdiri dari tiga tahap yaitu. (a). Tahap persiapan yaitu, Pembuatan ruangan kahiyaa (kafokaumpu), Persiapan gendang (kadano ganda), Mempersiapkan mayang pinang (kalano bansa). (b). Tahap inti yaitu, Proses awal masuknya kaombo (kafofongkoha), Pengukuhan para gadis (kalempagi), Proses merapikan rambut dan alis (kabindu), Pencarian jodoh (mateano manu), Prosesi awal keluarnya kaombo (kafolimba). (c). Tahap  penutup yaitu, membersihkan ruangan kahiyaa (kaohono hewu), tari linda  peresmian anak yang melakukan kahiyaa (pingitan) yang dilakukan dilakapangan. 2). Makna kahiyaa (pingitan)  dalam membentuk karakter anak perempuan terdiri dari tujuh bagian yaitu : (a).  Kerja sama, yang dilakukan anak gadis dengan paganda (pemukul gendang). (b). Menjaga kehormatan). Dimana anak gadis (kabua-bau) akan  menjadi seorang anak dewasa (kalambe). (c). Tenggung jawab, seorang bhisa mengambil peran sebangai orang tua anak gadis dalam kaombo selama berlangsungnya kahiyaa (pingitan). (d). Disiplin, pada prosesi kahiyaa yaitu: pelaksanaan mandi baik pada waktu pembukaan maupun penutupan upacara, pelaksanaan makan dengan ukuran makan yang tertentu. (e). Mandiri yaitu, bimbingan yang dilakukan oleh bhisa kepada gadis yang di suo/kaombo, antara lain. Ketaatan dan kepatuhan kepada orang tua, kesetian terhadap suami. (f). Jujur, Setiap anak yang mengikuti prosesi kahiyaa (pingitan) dipaksa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi sebelum memasuki suo/kaombo. Kesimpulan, memperoleh kepastian tentang pembentukan karakter, khususnya pada anak perempuan dari anak remaja (kabua-bua) menjadi seorang anak dewasa (kalambe) yang dibibimbing agar kelak berumah tangga nanti memperoleh benih-benih keturunan yang berahlak muliah.
INTEGRASI SOSIAL ANTAR SUKU BANGSA DI PEMUKIMAN TRANSIGRASI (Studi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah) Rosdiana, Herlin; Hos, Jamaluddin; Supiyah, Ratna
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk integrasi antar suku bangsa di pemukiman transmigrasi dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat integrasi sosial antar suku di pemukiman transmigrasi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Dalam penelitian. Informan penelitian ini terdiri dari masing-masing suku bangsa, seperti 5 orang suku Muna, 5 orang suku Sunda, 1 orang suku Bali, 1 orang suku Bugis, 1 orang suku bajo, sehingga berjumlah 13 informan selain itu informan penelitian ini juga dari pihak pemerintah seperti Kepala Desa Wapae Jaya dan tokoh masyarakat, Sehingga informan penelitian ini berjumlah 15 orang. Dengan menggunakan tipe penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian dengan cara observasi, wawancar dan dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Integrasi soaial antar suku di pemukiman transmigrasi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat mempunyai bentuk-bentuk integrasi seperti: Beradaptasi dan interaksi sosial, Pernikahn antar suku serta rasa toleransi dan sikap saling menghargai, adapun faktor pendukung berupa bahasa dan kerjasama adapun faktor penghambat berupa perbedaan agama dan stereotip.
TRADISI KANGKILO (SUNATAN) DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MORAL DAN ETIKA ANAK Halisan, Halisan; Arsyad, Muh.; Tawulo, Megawati A.
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Tradisi Kangkilo di Desa Wasilomata II dan Upaya Masyarakat dalam mempertahankan Tradisi Kangkilo (Sunatan) pada masyarakat di Desa Wasilomatra 2 Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Adapun metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan datanya antara lain Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Menggunakan teknik observasi, wawancaara dan dokumentasi di dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian adalah kepala desa selaku informan kunci. Sedangkan informan pendukung terdiri dari dua orang tokoh adat dan 6 orang anggota masyarakat. Jadi jumlah keseluruhan informan penelitian ini adalah 9 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi Kangkilo dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika anak usia dini mencakup: Nilai Religius, Nilai Budaya, Nilai Gotong-Royong dan Nilai Etika/Moral. Sedangkan Upaya Masyarakat dalam mempertahankan upacara adat Tradisi Kangkilo pada Masyarakata Desa Wasilomata 2 yaitu: Melibatkan lembaga Keluarga, Lembaga adat dan Lembaga Pemerintah bekerjasama.
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT SUKU BALI DALAM PELAKSANAAN UPACARA NGABEN (Studi di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur) Depi, Desak Putu; Juhaepa, Juhaepa; Supiyah, Ratna
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis solidaritas sosial masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian ini yaitu  menggunakan metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan datanya yaitu studi pustaka, studi lapangan, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa solidaritas yang ada pada masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben saling membantu satu sama lain, persatuan, saling bahu-membahu, bersama dalam suka maupun duka dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda-bedakan saat pembagian pekerjaan. Bentuk solidaritas sosial masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben jika memakai kerangka pikir Emile Durkheim, penelitian ini dimasukan ke dalam jenis solidaritas sosial mekanik dan juga masuk dalam solidaritas organik. Sehingga dalam pembagian pekerjaan dalam pelaksanaan ngaben perbedaan kasta yang terdapat dalam masyarakat hindu tidak mempengaruhi kerjasama ataupun solidaritas sosial masyarakat, karena solidaritas yang terjalin didasarkan atas kesamaan keyakinan yang dianut, persatuan dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai umat hindu. Serta sanksi yang diberikanpun pada masyarakat merupakan sanksi yang tidak memberatkan masyarakat atau hanya berupa sanksi sosial.

Page 1 of 2 | Total Record : 15