cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD DI PT. UBS SURABAYA Suhartini, Suhartini; Ahrori, Ahrori
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.431 KB)

Abstract

Pada saat ini persaingan bisnis yang semakin ketat sebagian besar perusahaan mempunyai strategi untuk dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Baik dari segi mutu, model dan strategi pemasaran. Untuk mencapai semua itu diperlukan adanya kinerja perusahaan yang baik. Pengukuran Kinerja yang digunakan di PT. UBS masih dilihat dari financial perusahaan. Penelitian ini akan menggunakan metode Balanced scorecard dalam mengukur kinerja perusahaan. Nilai pengukuran yang dilakukan pada periode Januari-Desember 2013 mencapai sebesar 73,35% pada periode Januari-Desember 2014 mencapai sebesar 75,5% dan pada periode kedua Januari-Desember 2015 mencapai sebesar 81,23% dan pada periode Januari-Desember 2016 mencapai sebesar 77,49%. Berdasarkan analisa untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan adalah memberikan pelatihan terhadap karyawan perusahaan baik dari segi produksi hingga pemasaran agar mencapai hasil yang terbaik dan dapat bersaing dengan kompetitor perusahaan lainnya. Kata kunci : Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, Key Performance Indicators
USULAN PERBAIKAN KONDISI KERJA YANG ERGONOMIS GUNA MENURUNKAN KELELAHAN OPERATOR PADA PEMBUATAN GUCI (STUDI KASUS: MUGEN CRAFT) Isna Oesman, Titin; Damar Witjaksono, Stevanus Haryo; ., Winarni
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.68 KB)

Abstract

Mugen Craft bergerak di industri kerajinan pembuatan gerabah, berlokasi di Desa Kasongan, Bantul, Yogyakarta, salah satu hasil produksi adalah guci. Pekerjaan dilakukan secara manual oleh operator sehingga mengalami kelelahan dan keluhan pada bagian tubuh dari dampak beban kerja yang ditimbulkan. Hal ini diketahui dengan dengan dilakukan pendahuluan dengan menggunakan kuesioner 30 itemkelelahan subjektif (dari IFRC). Penelitian ini difokuskan pada tingkat kelelahan operator dari dampak proses kerja bagian pembuatan guci. Penelitian menentukan pengaruh beban kerja terhadap tingkat kelelahan subjektif operator dengan menggunakan denyut nadi, %HR Reserve, %CVL, dan NORDIC, serta kondisi lingkungan kerja. Hasil pengukuran dan pengolahan data digunakan untuk merencanakan usulan alternatif mengurangi tingkat kelelahan operator. Hasil penelitian menunjukan rata-rata denyut nadi kerja pada rentangan umur 25-43 tahun adalah 108,12 dpm (beban kerja berat) dan didapatkan rata-rata %CVL operator adalah 32,54% (diperlukan perbaikan). Pengukuran kelelahan kerja subjektif dari IFRC didapatkan kelelahan 62%. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri paling sering muncul selama 12 bulan terahkir adalah 87,5% bagian leher, 75% pergelangan tangan kanan, 100% punggung atas, 75% pinggang, 100% lutut, dan 87,5% pergelangan kaki. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri hingga tidak dapat bekerja secara normal selama 12 bulan terahkir paling sering muncul adalah 25% bagian leher, 25% bahu kanan, 25% pergelangan tangan kanan, 50% punggung atas, 37,5% lutut, dan 37,5% pergelangan kaki. Pengukuran NORDIC diperoleh keluhan nyeri paling sering muncul selama 7 (tujuh) hari terahkir adalah 62,5% leher, 50% pergelangan tangan kanan, 75% punggung atas, 62,5% pinggang, 75% lutut, dan 87,5% pergelangan kaki. Pengukuran lingkungan kerja terhadap intensitas cahaya sebesar 207 Lux (aktivitas kerja kurang teliti), sedangkan pengukuran suhu udara didapatkan 30,3°C-33,4°C (suhu udara panas), dari dampak lingkungan kerja memberikan beban tambahan pada tingkat kelelahan operator. Diperlukan alternatif perancangan kondisi kerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi yaitu suatu kondisi kerja yang meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja. Kata Kunci: beban kerja, lingkungan kerja, kelelahan kerja, nordic
KAJIAN KARAKTERISTIK KORIDOR JALAN PAHLAWAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KOTA SEMARANG Maya Purboraras, Ajeng
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.268 KB)

Abstract

Lokasi Jalan Pahlawan yang berdekatan dengan landmark Kota Semarang yaitu Kawasan Simpang Lima menjadi daya tarik tersendiri bagi pejalan kaki untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahuai karakteristik koridor Jalan Pahlawan sebagai daya tarik wisata Kota Semarang. Metode ini menggunakan analisis deskritip kualitatif untuk mengetahui daya tarik wisata dengan menggunkaan perhitungan Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) guna memberikan penilaian terhadap potensial tidaknya suatu koridor Jalan Pahlawan yang mampu menarik pengguna dan aktivitas disepanjang jalur pejalan kaki. Analisis yang dilakukan adalah analisis jalur pejalan kaki yang dilihat dari analisis aktivitas pejalan kaki berdasarkan tujuan, analisis pengguna jalur pejalan kaki berdasarkan pekerjaan di hari-hari tertentu. Dan analisis daya tarik wisata yang berdasarkan perhitungan ODTW. Sebagai tempat public yang dituju pada saat berkunjung di Kota Semarang, Jalan Pahlawan menjadi suatu daya tarik wisata yang potensial dan mampu memberikan kenikmatan dan kepuasan tersendiri bagi para pengunjung yang datang. Kata kunci: karakteristik, jalur pedestrian, daya tarik wisata
PENGARUH PELAYANAN FRONT OFFICE STAFF TERHADAP KELUHAN TAMU DI PANDANARAN HOTEL SEMARANG Rosyid, Azis Nur; Fajar Pradapa, Sri Yulianto; Prasastono, Ndaru
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.564 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengaruh Pelayanan Front Office Staff Terhadap Keluhan Tamu Pandanaran Hotel Semarang. Saat ini kondisi persaingan hotel semakin ketat, dengan permintaan dan harapan tamu yang semakin variatif, muncul banyak keluhan dari tamu. Front office dituntut untuk dapat bersikap cekatan dalam menjadi problem solver. Objek penelitian dari peneliti adalah Pandanaran Hotel Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara secara langsung dengan salah satu Front Office Department Staff Pandanaran Hotel Semarang, selain itu juga didukung dengan beberapa data dari studi pustaka dan dokumentasi. Data yang diperoleh dijelaskan secara kualitatif dan dijelaskan dalam bentuk uraian yang disusun secara detail dan sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan keluhan tamu di Front Office Department Pandanaran Hotel sudah baik karena sesuai dengan teori penulis, solusi yang diberikan sudah sesuai dengan keluhan tamu. Kata Kunci : Front Office Staf dan Keluhan Tamu
IDENTIFIKASI TIPOLOGI DESTINASI WISATA DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PARIWISATA KABUPATEN KARANGASEM BERBASIS WISATA KONSERVASI Wyana Lokantara, I Gede; Rafi'i, Muhammad
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.734 KB)

Abstract

Karangasem regency is one of nine districts in Bali, which has tourism potential and can be developed into an attractive destination. But now the development of tourism destinations in the district is still not optimal so that requires a strategy in its development efforts. The purpose of this research is to identify the potential of tourism in Karangasem Regency by making the analysis of class / level and identify the cluster of tourist destinations based on the type of tourism, the availability of facilities and facilities and tourist visits, and make the development through SWOT cluster analysis which in the future can be a reference In developing conservation based tourism area in Karangasem regency. The method used is a mix method that combines qualitative and quantitative research analysis. The results of this research is the class / order of tourism destinations in karangasem district shows that the level of development of the destination is still in the middle to lower level, the number of indicators that have not been met make the pattern of development is still in the order of 3-6. Based on the survey results there are clusters of tourist destinations in Karangasem regency consisting of: nature tourism (nature) & beach (coastal), heritage tourism, and agro. Based on the above, it is necessary to make efforts and strategies to develop tourism destinations in Karangasem Regency such as tourism product development strategy based on tourism and conservation tourism, technology utilization in promotion strategy, tourism product strengthening and human resources quality improvement strategy for tourism management in Karangasem regency. Kata Kunci: Cluster of Tourism, conservation based tourism, tourism product.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN BERBASIS BELIMBING MANIS (Averhoa carambola L.) DI AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO KECAMATAN KALITIDU BOJONEGORO ., Muhtadi; Rauf, Rusdin; Susila, Ihwan; Dwi Priyono, Kuswaji
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.15 KB)

Abstract

Daerah agrowisata kebun belimbing Ngringinrejo kecamatan Kalitidu Bojonegoro merupakan salah satu tempat wisata yang ada di kabupaten Bojonegoro. Kebun agrowisata ini memiliki luas ± 20,4 hektar, yang dikelola oleh 80 petani, dan sangat potensial untuk dikembangkan. Kegiatan pendampingan yang dilakukan meliputi pengembangan aneka produk olahan dari belimbing manis (Averhoa carambola L.). Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan potensi buah segar belimbing dan produk olahannya menjadi produk-produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, yang dapat dipromosikan sebagai produk unggulan dan menjadi oleh-oleh khas agrowisata belimbing dari kabupaten Bojonegoro. Hasil kegiatan pendampingan yang telah dilakukan, dihasilkan produk olahan berupa sari buah, sirup/ madu sari buah dan egg roll dari buah belimbing yang masing-masing telah dikemas dalam tampilan kemasan yang menarik untuk dapat dipasarkan secara luas. Perbaikan proses produksi, peningkatan nilai tambah dan perbaikan tampilan kemasan dari pengembangan produk olahan dari belimbing ini, diharapkan dapat memberikan multifier effect tumbuhnya unit-unit bisnis baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat keunggulan produk lokal khas dari kabupaten Bojonegoro. Kata kunci: Agrowisata belimbing, Ngringinrejo, produk olahan dari belimbing manis, produk khas Bojonegoro. 1. PENDAHULUAN KabupatenBojonegoromemilikiluas wilayahyaitu mencapai230.706Ha dansecaraadministratif memilikibataswilayahyaitu sebagaiberikut: Sebelah Utara : Kabupaten Tuban Sebelah Timur : Kabupaten Lamongan Sebelah Selatan : Kabupaten Madiun, Nganjuk dan Jombang Sebelah Barat : Kabupaten Ngawi dan Blora (Jawa Tengah). Sebelumtahun2011wilayahKabupatenBojonegoroterdiridari 27 kecamatan, kemudian pada tahun 2011 terjadi pemekaran 1 kecamatan baru diKabupatenBojonegoroyaituKecamatanGayamyangterdiri dari 12 desayangsebelumnyamerupakanbagian dari2 kecamatanyaituKecamatan KalitidudanNgasem. Pemekarantersebut ditetapkanberdasarkan Peraturan DaerahNo. 22Tahun2011TentangPembentukanKecamatanGayamdi KabupatenBojonegoro. Sehingga secaraadministrasiKabupatenBojonegoro saatiniterbagimenjadi28kecamatandengan419desadan11kelurahan. Produk DomestikRegionalBruto (PDRB)KabupatenBojonegoroselama kurunwaktu2008s/d2012menurut harga berlakumengalami peningkatandaritahun ketahun.Padatahun2008PDRBDenganMigas atasdasarhargaberlakusebesarRp. 13.708.107,95jutasedangkandi tahun2012meningkatmenjadiRp. 30.043.184,71juta. Tigasektoryangmenjadi penyumbang utamaPDRBKabupaten Bojonegoro tahun2012adalah sektor pertambangan danpenggalian (42,02%) disusulsektor Pertanian (19,55%) dansektorPerdagangan, HoteldanRestoran(13,62%). Sektor pertanian di kabupaten Bojonegoro memiliki potensi yang sangat besar, dan telah menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu kabupaten Lumbung Pangan Nasional di Indonesia. Produksi padi di Bojonegoro mencapai 856 ribu ton, melebihi (surplus) dari kebut padi/tahunnya. Kabupaten Bojonegoro juga memiliki produk-produk unggulan yang khas seperti ledre pisang, rengginang singkong, belimbing manis dan salak Wedi. Pengembangan produk-produk unggulan berbasis produk/hasil pertanian lokal, seperti belimbing manis sangat menarik dan
EFFECT OF PRICE, QUALITY PRODUCTS AND BRAND IMAGE PURCHASE DECISIONS GETUK PISANG "SARI MADU" KEDIRI Prasastono, Ndaru; Rahmawati, Ema; Fajar Pradapa, Sri Yulianto
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.716 KB)

Abstract

This study was conducted to examine and analyze the effect of price, product quality and brand image on purchasing decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri, either partially or simultaneously. The method used in this research is explanatory method, by taking a sample of 100 consumers, data collection techniques such as observation, questionnaires, and literature.The results of data analysis showed that the price of partial influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.781, or 78.1%, product quality influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.892 or 89.2%, while the brand image influence on purchase decisions with standardized beta coefficient of 0.950 or 95.0%. While simultaneously indicated by the coefficient of determination adjusted R Square of 0.978, which means that the variable price, product quality and brand image are able to explain 97.8% change in purchasing decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri, the remaining 2.2% is influenced by other factors out of the study.While the most dominant influence on purchase decisions getuk pisang "Sari Madu" Kediri is the price variable is the standardized beta coefficient of 0.766 or 76.6%. Keywords: Price, Quality Product, Brand Image, Purchase Decision
THE CHALANGEOF VOLUNTOURISMFOR BALI TOURISM Turker, Sidhi
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.148 KB)

Abstract

The growth of the tourism product development, alternative and special interest developed nowdays for example religious, sport tourism, and is rapidly growing these days is voluntourism.It is a form of tourism product interest the tourist especially from the wealth countries which have the awareness to support quality development in countries that are developing that made sustainable tourism development benefit and a real advantage for the local community.Bali as a growing tourism destination is not paying attention to tourism product opportunities for voluntourism as enriching the tourim product diversification. The object of this article isto answer whether voluntourism-if develop in BALI-can provide the benefits and advantages that are fair for the local community and contribute to the improvement of the quality of sustainable tourism development in the region. To answer the question, raised three problems namely first, how toplan the development of voluntourism as one of the leading alternative tourism in Bali; second, how shall make the voluntourism as a type of tourism product that supports the development of sustainable tourism in Bali;third, how shall the comfort and safety of voluntourists while doing their activity in Bali? The development of voluntourism in Bali should refer to the concept of sustainable tourism development management which must be touched in order that can meet the needs of the future and therefore the concept of development of voluntourism in accordance to the principles of sustainable tourism must be able to make stakeholders of the tourism industry in Bali to see volun-tourism has a promising future and has good prospects moreover role voluntourism organizations are growing rapidly and professionally in organizing programs for voluntourist both short term and longterm. In its approach the development of sustainable tourism, voluntourism, which is based on characterizing the existence of development cooperation from the stakeholders to conduct in-depth studies (from an economic, social, cultural, environmental, etc.) that situational to the emergence of activities that support the development of sustainable tourism The managers of tourist destinations provide education and training to stake holders related based on needs that can accelerate the course of the implementation of the programme of work especially when the very security approach for determining the direction of the area especially when the region rely on tourism as a major industry that support the entire public life not only at the local level but also on a national level. Keywords: voluntourist, voluntourism, alternative tourism, tourism destination, sustainable tourism development.
PENGEMBANGAN UPACARA ADAT TUNGGUL WULUNG SEBAGAI WISATA TRADISI DI KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN Hadi Atmoko, T. Prasetyo
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.06 KB)

Abstract

Upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Minggir adalah Upacara Adat Tunggul Wulung sebagai ucapan syukur atas panen dan memohon keselamatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan, dampak serta penanggulangan pengembangan Upacara Adat Tunggul wulung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Data yang diperoleh akan diolah secara deskriptif kualitatif. Pada awalnya ritual Tunggul Wulung diadakan secara sederhana, atas peran pemerintah daerah Kabupaten Sleman ritual ini menjadi sebuah tradisi yang dilaksanakan rutin setiap Jumat Pon di bulan Agustus dilaksanakan secara meriah. Upacara Adat Tunggul Wulung dipublikasikan melalui pembuatan buku sejarah Upacara Adat Tunggul Wulung, buku panduan pelaksanaan Upacara Adat Tunggul Wulung, dan promosi melalui Website. Pengembangan Upacara adat ini berdampak positif terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, yaitu meningkatnya kesejahteraan, terbukanya cara pandang masyarakat terhadap pariwisata, dan terbukanya lapangan kerja dan usaha masyarakat. Sedangkan dampak negatif dari pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung yaitu Adanya persaingan industri pariwisata karena banyak orang ingin menunjukkan potensinya, wingit orang, serta nilai sakral menjadi tontonan masyarakat umum. Penanggulangan dampak negatif pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung adalah adanya peran pemerintah dalam pengelolaan pengembangan Upacara Adat Tunggul Wulung sebagai wisata tradisi. Kata Kunci : Pengembangan, Upacara Adat Tunggul Wulung, Wisata Tradisi
ANALISIS INFLASI DI INDONESIA Santosa, Agus Budi
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.569 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis kasus inflasi di Indonesia, alasan yang mendasari penelitian adalah masalah kanaikan tingkat harga (inflasi) merupakan masalah klassik dalam perekonomian. Pada penelitian ini model yang dipakai untuk menganalisis adalah model vitaliano dimana variabel dalam model yang digunakan untuk menjelaskan variabel inflasi adalah jumlah uang beredar, pendapatan nasional dan pengeluaran pemerintah. Alat analisis yang dipakai adalah ordinary least square. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa variabel jumlah uang beredar dan pendapatan nasional berpengaruh terhadap inflasi, sedangkan variabel pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh. Kesimpulan ini memberikan gambaran bahwa kebijakan moneter berupa pengelolaan jumlah uang beredar berperan dalam pengendalian inflasi di Indonesia. Kata Kunci : Inflasi, Vitaliano, Kebijakan Moneter, Jumlah Uang Beredar, Ordinary Least Square.

Page 53 of 123 | Total Record : 1228