cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding SENDI_U
Published by Universitas Stikubank
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,228 Documents
PEMBELAJARAN WISATA MICE (MEETING, INCENTIVE, CONFERENCE AND EXHIBITION) UNTUK MENCIPTAKAN SDM MICE DI KALANGAN MAHASISWA PERHOTELAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Septemuryantoro, Syaiful Ade; Dima, Cindy Citya
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.905 KB)

Abstract

Pariwisata MICE merupakan salah satu motor penggerak dalam memenuhi kebutuhan akan penyelenggaraan pariwisata di Indonesia. Pemerintah mencanangkan target kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta pada tahun 2019. Kemajuan teknologi pada era globalisasi menyebabkan persaingan yang semakin kompleks sehingga banyak diselenggarakan forum-forum serta pertemuan baik skala nasional maupun internasional dan merupakan salahsatu prospek industri MICE yang menjanjikan. Kota Semarang dicanangkansebagai salah satu dari 10 kota MICE, dimana MICE tersebut tentunya membutuhkan SDM MICE dalam mendukung kegiatan penyelenggaraan event pariwisata.Manajemen Perhotelan Universitas Dian Nuswantoro termasuk salah satu program studi yang mengaplikasikan pembelajaran MICE di dalam salah satu mata kuliah Introduction of Meeting, Incentive, Conference and Exhibition. SDM MICE saat ini sangat dibutuhkan dalam mendukung wisata MICE di Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Ketiga siklus tersebut digunakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pengetahuan MICE serta menjadi SDM MICE di kalangan mahasiswa Manajemen Perhotelan. Mahasiswa manajemen perhotelan Universitas Dian Nuswantoro mempunyai bekal dan mampu menyelenggarakan kegiatan Meeting, Incentive, Conference and Exhibition dalam skala kecil dilingkungan kampus. Adanya SDM MICE yang sudah terbentuk nantinya dapat mendukung serta menyelenggarakan suatu event yang jauh lebih besar di kota Semarang dan pastinya dapat mendukung pariwisata MICE di Kota Semarang.
PENGEMBANGAN DESIGN DESTINASI ZAMAN NOW UNTUK MENGOPTIMALKAN MICE KOTA SEMARANG DENGAN MEDIA DIGITAL RESERVATION VENUE MICE 2020 Dima, Cindy Citya; Septemuryantoro, Syaiful Ade
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.192 KB)

Abstract

Destinasi zaman now yaitu ada pada segitiga PDB (Positioning, Differentiating, Branding) yang di dalamnya ada digital tourism (3T Revolution) yang selalu disosialisasikan oleh Kementrian Pariwisata Indonesia. 3T yang sesuai adalah perpaduan Tourism dan Digital menjadi platform umum untuk kebutuhan Kota Semarang menarik wisatawan MICE di Kota Semarang khususnya wisatawan mancanegara. Era revolusi digital dimana setiap individu baik itu personal traveller maupun PIC (person in charge) untuk grup yang memegang penuh suatu keputusan dengan hanya klik. Gambaran pemesanan kamar hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, bahkan tiket bioskop pun sudah di pesan via online. Reservasi dengan digital merupakan solusi yang memberikan keuntunganuntuk calon tamu MICE, via OTA (Online Travel Agent), atau direct hotel booking dan travel agen. Dari fakta tersebut dapat diaplikasikan untuk digital reservation MICE via OTA atau direct reservation MICE booking khususnya untuk menarik wisatawan MICE mancanegara. Fenomena life style untuk MICE dikemas dengan apik yaitu Brand dengan tagline no.1 MICE digital reservation, Positioning MICE kota Semarang yang di dukung oleh teknologi canggih dan konten informasi MICE dikemas nge-link dengan website pariwisata Kota Semarang, sertadifferentiation adalah formula yang baik untuk menjadi beda dari yang lain dengan pemesanan via online (one stop service dan one stop leisure) untuk booking room, booking tempat MICE , booking perjalanan wisata, kuliner,serta informasi lainnya, sehingga calon tamu sangat dibantu untuk efisien waktu dalam merencanakan pertemuan di Kota Semarang untuk individu maupun membawa keluargannya dengan kesiapan dan tersebarnya informasidengan mudah untuk halfday city tour package/one day city tour package/ based on guest request untuk mengoptimalkan MICE secara digital. wisatawan MICE yang merupakan salah satu dari 7 minat khusus wisata unggulan (wisata alam, sejarah, budaya, olah raga, belanja, dan kuliner).
STRATEGI PENGEMBANGAN PERTANIAN GARAM PALUNGAN SEBAGAI LIVING MUSEUM BERBASIS PARIWISATA BUDAYA DAN EDUKASI DI DESA TEJAKULA Widhiarini, Ni Made Ayu Natih; Ariastini, Ni Nengah; Permanita, Ni Putu Feby Devira
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.351 KB)

Abstract

Pertanian garam Palungan merupakan komoditas unggulan yang masih ditekuni masyarakat pesisir di Desa Tejakula. Namun, sejak tahun 2010 jumlah petani garam Palungan mengalami degradasi dari 200 petani menjadi 21 petani. Hal tersebut mengakibatkan produksi garam Palungan mengalami penurunan. Disisi lain, garam merupakan kebutuhan pokok masyarakat untuk dikonsumsi dan kebutuhan industri. Pada tahun 2011, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pemerdayaan garam rakyat melalui PUGAR, namun sampai saat ini pelaksanannya belum maksimal. Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan pertimbangan dalam upaya mengkonservasi kearifan lokal agar bersinergi dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Tujuan khususnya, yaitumengidentifikasi implementasi living museum pada pertanian garam Palungan dalam pengembangan pariwisata budaya dan edukasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan input data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam dengan 6 orang narasumber yang terdiri dari petani garam, stakeholder pariwisata, nelayan, dan tokoh masyarakat, dan studi banding terhadap 3 museum sebagai data primer, serta studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis IFAS, EFAS, dan SWOT.Hasil penelitian ini, yaitu living museum dapat diimplementasikan pada pertanian garam Palungan dalam pengembangan pariwisata budaya dan edukasi dengan memprioritaskan strategi stabilitas, yaitu meminimalisir kelemahan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki.
STRATEGI PENGEMBANGAN MEPANTIGAN SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA DALAM MENDUKUNG SPORT TOURISM DI BALI Ariastini, Ni Nengah; Widhiarini, Ni Made Ayu Natih; Oktaviani, Putu Eni
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.973 KB)

Abstract

Mepantigan merupakan seni pertunjukan budaya Bali yang mengkolaborasikan tarian kecak, gamelan gong, dan rindik dengan seni bela diri judo, karate dan pencak silat secara berkelompok antara 10 50 orang diatas lumpur persawahan. Mepantigan menjadi atraksi yang berpeluang untuk mendukung pengembangan sport tourism. Namun, banyak wisatawan dan masyarakat lokal belum sepenuhnya mengetahui keberadaan Mepantigan sebagai atraksi wisata budaya di Bali. Tujuan penelitian ini, yaitu menghasilkan strategi pengembanganMepantigan sebagai wisata budaya dalam mendukung sport tourism. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan input data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, penyebaran kuesioner terhadap masyarakat maupun wisatawan yang dijadikan sebagai responden, dan wawancara mendalam dengan 5 orang narasumber yang terdiri dari pencipta Mepantigan, pengelola Mepantigan, dan wisatawan sebagai data primer, serta studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian ini yaitu teridentifikasi strategi pengembangan Mepantigan sebagai atraksi wisata budaya untuk mendukung sport tourism dengan strategi Stabilitas, yaitu meningkatkan nilai-nilai budaya Bali, meningkatkan pemasaran dan peran pemerintah, serta meningkatkan kenyammanan dan keamanan wisatawan. Dengan demikian, wisata budaya dan wisata olahraga dapat bersinergi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan sebagai upaya pelestarian lingkungan, sosial budaya, dan pemerdayaan masyarakat.
ENAM WATAK MANUSIA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF BELA NEGARA, KONFLIK SOSIAL DAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT Ridhuan, Syamsu
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.204 KB)

Abstract

Sebagian manusia Indonesia lebih suka disebut demokratis, reformis dan agamis. Fakta sering terlihat penampakan tidak konsisten, tidak amanah dan tidak sesuai dengan norma Pancasila. Tujuan penelitian menguji teori Mochtar Lubis empat puluh tahun lalu tentang enam watak manusia Indonesia: munafik, enggan bertanggung jawab atas perbuatan, percaya tahayul, berjiwa feodal, artistik dan berkarakter lemah. Apakah masih relevan dengan kondisi kehidupan masa kini. Desain penelitian kualitatif menggunakanpendekatan etnografi. Guna mengkaji mendalam persepsi, sikap, budaya, keyakinan dan norma manusia Indonesia.Lokasipenelitian di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sampel 33 komunitas anjungan provinsi mewakili etnis, ditambah etnis Betawi dan empat etnis keturunan: Tionghoa, Arab, India dan Eropa yang bermukim di wilayah DKI. Hasil penelitian memperkuat teori Mochtar Lubis. Ternyata Enam watak manusia Indonesia masih relevan dengan dinamika sosial, budaya, politik, ekonomi dan ideologi. (1) Manusia munafik, enggan bertanggung jawabatas perbuatan, berwatak lemah dan berjiwa feodal tidak ikhlas bela negara, yang artistik ikhlas bela negara, dan yang percaya tahayul separuh ikhlas bela negara. (2) Manusia munafik dan enggan bertanggung jawab atas perbuatan, suka konflik social, yang percaya tahayul, artistik dan berwatak lemah tidak setuju konflik sosial, yang berjiwa feodal separuh setuju konflik sosial. (3) Manusia munafik, enggan bertanggung jawab atas perbuatan dan percaya takhayul tidak suka pembangunan masyarakat. Sebaliknya manusia artistik, berwatak lemah, berjiwa feodal setuju pembangunan masyarakat membuat menjadi cerdas, berpenghasilan layak dan bahagia.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM AKUN INSTAGRAM SELEBRITI INDONESIA Valentine, Christanty Indah Noor; Rismaniar, Natalia Sekar; Paramitha, Annisa Widya
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.818 KB)

Abstract

Bahasa bukan hanya sebagai sarana untuk mengomunikasikan suatu objek, tetapi juga membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain (Trudgill, 1974). Dalam berkomunikasi generasi muda Indonesia telah banyak terekspos dengan bahasa Inggris. Kemajuan teknologi informasi dalam bidang media sosial juga berkontribusi dalam penggunaan bahasa Inggris. Penelitian ini membahas tentang alih kode dan campur kode pada penulisan caption dalam akun instagram milik Maudy Ayunda dan Gita Gutawa. Sumber data penelitianberasal dari instagram karena di era digital anak muda sering menggunakan instagram untuk mengekspresikan diri selain itu instagram juga merupakan media sosial yang paling banyak digunakan. Data diambil dari caption sebuah foto atau video dari bulan Juni hingga Oktober 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penulisan caption dalam akun instagram milik Maudy Ayunda dan Gita Gutawa ditemukan banyak yang menggunakan jenis alih kode inter-sentential, intra-sentential, dan emblematic serta bentuk campur kode insertion dan alternation. Alasan penggunaan alih kode dan campur kode karena mereka ingin mengungkapkan topik tertentu, mempertegas sesuatu, untuk menyampaikan kejutan atau emosi atau untuk mendapatkan perhatian, menyatakan identitas kelompok, serta mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rani Frisilia Kalangit (2016).
KEMAMPUAN SINTAKSIS PADA ANAK DENGAN GANGUAN BICARA: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR DON BOSKO SEMARANG Nabila, Almira; Teresa, Ade; Wijayanto, Guruh Praja
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.369 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan sintaksis pada anak dengan gangguan bicara. Objek penelitian ini adalah siswa kelas I (usia 7 tahun) Sekolah Dasar Pangudi Luhur Don Bosko yang mengalami gangguan bicara sejak dini. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan perekaman data. Observasi dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Wawancara dilakukan dengan wali kelas untuk mengetahui kemampuan anak di keas. Perekaman dilakukan di rumah anak pada saat beraktivitas sehari-hari. Hasil menujukkan bahwa kemampuan sintaksis pada anak yang mengalami gangguan bicara hanya terbatas pada kemampuan mengucapkan frasa, misalnya belum mampu merangkai kata menjadi sebuah klausa atau kalimat. Penelitian ini perlu dilakukan agar dapat menjadi model untuk menangani anak-anak yang berkebutuhan khusus, terutama gangguan bicara.
ANALISIS PEMAHAMAN MEMBACA LITERAL MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA DI SURAKARTA Marginingsih, Marginingsih; Halim, Chandra
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.8 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman membaca literal mahasiswa Teknik Informatika STMIK Duta Bangsa Surakarta dan STMIK Sinar Nusantara Pemahaman membaca literal mahasiswa berdasarkan tiga indikator yaitu; (1) menemukan informasi rinci yang tersurat, (3) menemukan makna kata, dan (3) menemukan kata rujukan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakant tiga tingkat pemahaman membaca. Nilai rata-rata diatas 60 % dikategorikan tingkat mandiri, nilai rata-rata 40 60 % dikategorikan tingkatintruksional, dan nilai rata-rata dibawah 40 % dikategorikan tingkat frustasi.Analisis data meliputi uji validitas dan uji reliabilitas instrumen soal pilihan ganda dengan menggunakan software An Soft 1.0. Setelah hasil analisis soal tersebut valid dan reliabel, soal diujikan ke responden untuk mengetahui hasil rata-rata nilai mahasiswa dari setiap indikator pemahamaman membaca literal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil rata-rata mahasiswa proragm studi Teknik Informatika STMIK Duta Bangsa dalam menemukan informasi yang tersurat adalah 63 %, sedangkan mahasiswa STMIK Sinar Nusantara adalah 42,9 %. Hasil rata-rata mahasiswa STMIK Duta bangsa dalam menemukan makna kosakata 54,2 %, sedangkan mahasiswa STMIK Sinar Nusantara adalah 30,7 %. Hasil rata-rata mahasiswa STMIK Duta Bangsa dalam menemukanrujukan kata 60,9 %, sedangkan mahasiswa STMIK Sinar Nusantara adalah 43,5 %. Dari hasil tersebut mahasiswa masih perlu diberikan latihan membaca pemahaman literal dalam proses pembelajaran.
PEMANFAATAN TEORI APPRAISAL DI MEDIA INFORMASI PARIWISATA BILINGUAL: UPAYA UNTUK MEMBANGUN MODEL PENERJEMAHAN BERBASIS LSF Suryaningtyas, Valentina Widya
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.548 KB)

Abstract

Media Informasi Pariwisata bertujuan memberikan informasi yang positive terhadap wisatawan mancanegara. Dalam kajian linguistik, khususnya linguistik fungsional sistemik atau LFS mampu menciptakan pandangan positif ataupun negative dari sebuah teks yang dipelajari dalam kajian teori appraisal. Teori tersebut menekankan pada posisi seorang penulis dan pembaca dalam sebuah teks. Akan tetapi, pada saat berhubungan dengan teks bilingual, pergeseran makna dapat terjadi karena dalam menerjemahkan Bahasa sumber mungkintidak memiliki ciri ciri appraisal yang sama seperti attitude, engagement dan graduation. Oleh karena itu, dalam pembuatan model penerjemahan berbasis LFS ini penulis membutuhkan landasan terori appraisal agar dalam proses penerjemahan sesorang mampu membuat terjemahan yang memiliki makna sesuai dengan Bahasa sumber yang diterjemahkan.
PROTOTYPE M-CULTURE SOLO Halim, Chandra; Nugroho, Novemy Triyandari
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.043 KB)

Abstract

Solo adalah kota budaya. di samping itu solo memiliki memiliki pula keanekaragaman pariwisata dan juga budaya yang sayang jika tidak dipublikasikan. Hal yang masih menjadi hambatan bagi penyediaan informasi tentang budaya kota solo adalah bagian penyajian informasi, sehingga mempersulit pengenalan budaya kota solo kepada para wisatawan dan juga pada masyarakat luas. Sarana penyajian informasi yang digunakan saat ini hanya melalui media konvensional seperti buku sejarah kota solo dan juga arsip arsip . Dalam hal ini penulis berinisiatifuntuk membuat sebuah Aplikasi penyedia layanan informasi yang dikhususkan pada keanekaragaman budaya kota Solo yang diharapkan dapat membantu dalam pengenalan, dan pemberian informasi, serta dapat memberikan dampak keingintahuan wisatawan tentang budaya kota Solo. Metode yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah dengan menggunakan metode prototype. Kemudian perancangan dilakukan dengan proses UML (Unified Modelling Life Cycle). Dengan use case, activity diagram, flowchart, sequence diagram.

Page 64 of 123 | Total Record : 1228