cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Analisis Literasi Keuangan Syariah pada Pemberdayaan Ekonomi UMKM Binaan Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur Siti Alfia Ayu Rohmayanti; Andriani Samsuri; Achmad Room Fitrianto
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3131

Abstract

AbstractThe lack of understanding of SMEs on financial management led to a lack of clear and unstructured financial statements and impacted the stalled expansion of SMEs. This needs to be done in a particular study related to financial literacy. This study aims to analyze the level of Islamic financial literacy by understanding financial knowledge, financial attitude and financial behavior in SMEs assisted by Bank Indonesia Regional Representative Office of East Java. The data is qualitatively descriptively studied with a naturalistic approach. Data collection is conducted by interviewing informants and Bank Indonesia East Java Representative Office in charge of the empowerment function of SMEs. The research results obtained are an understanding of the factors that influence MSMEs to know and practice the science of Sharia financial literacy which is also part of Bank Indonesia's mission in the Sharia Economic and Financial Blueprint. To improve sharia financial literacy and make it easier for SMEs to increase their business to achieve an empowered economy. In addition, the application of Sharia financial literacy is not only in terms of knowledge about Islamic financial institutions but also in business beliefs and behaviors, especially financial management based on Shariah. So that the thing that needs to be focused on in the empowerment of sharia financial literacy of SMEs is the habituation factor and the improvement of mindset. Because economic empowerment is not only about product improvement and marketing but also in terms of financial literacy, especially Sharia financial literacy.  Abstrak Minimnya uraian UMKM terhadap pengelolaan keuangan menimbulkan kurang jelas serta tidak terstrukturnya laporan keuangan dan berakibat pada terhambatnya perluasan UMKM. Perihal ini butuh dicoba kajian eksklusif berkaitan dengan literasi keuangan. Kajian ini memiliki tujuan guna melaksanakan analisis tingkatan literasi keuangan syariah lewat uraian financial knowledge, financial attitude serta financial behavior kepada UMKM yang dibina oleh Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur. Informasi dikaji secara kualitatif deskriptif dengan pendekatan naturalistik. Pengumpulan informasi dicoba dengan mewawancarai informan dan dari pihak Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur yang bertugas pada tugas pemberdayaan UMKM. Hasil riset yang diharapkan yakni menciptakan jawaban menimpa aspek yang pengaruhi UMKM guna lebih paham terhadap literasi keuangan syariah, perihal ini sesuai misi Bank Indonesia yang tertulis di Cetak Biru Ekonomi serta Keuangan Syariah sehingga UMKM mampu memperkuat daya saing. Dalam menerapan literasi keuangan syariah tidak hanya perihal pengetahuan lembaga keuangan syariah melainkan juga mengenai rasa percaya serta perilaku utamanya dalam hal pengelolaan keuangan berdasarkan ketentuan syariah. Oleh karena itu dalam pemberdayaan literasi keuangan syariah ini UMKM perlu fokus pada faktor pembiasaan perilaku dan perbaikan mindset mengenai literasi keuangan khususnya literasi keuangan syaria
Integrasi Perbankan dan Fintech Syariah Guna Mendukung Merger Bank Bumn Syariah dan Kesejahteraan Sektor Pertanian Indonesia Era Covid-19 M.Syaiful Padli
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.2878

Abstract

AbstractThe level of literacy and inclusion, especially Indonesian Islamic finance, is still low, evidenced by the financing of the Islamic financial industry, especially Islamic banking, which is only focused on the business and household sectors, while for other sectors it is still minimal, the agricultural sector for example, May 2020, only about 3.66% of total disbursed financing, even though this sector has a role for national development, namely the second largest contributor to GDP, as well as being resistant to the covid-19 pandemic, so the potential of this sector must be optimized. Acceleration, literacy and inclusion of Islamic finance in the agricultural sector must continue to be encouraged so that the stretching of Islamic financial growth is more comprehensive, considering the contracts in Islamic finance are very suitable when implemented in the agricultural sector. The emergence of fintech is not a threat, but is as an alternative to the limitations of bank capital problems in terms of channeling funds. The Collaboration Model is an effective concept for grounding Islamic finance and the welfare of Indonesia's agricultural sector. The purpose of this paper is to formulate a model of collaboration or integration between Islamic banking and Islamic fintech. The method used in this writing is qualitative with a descriptive approach. The data used are secondary data obtained from relevant literature. The results of the research formulate a collaboration model as an alternative financing according to the characteristics of agriculture based on the Islamic perspective. These results also have implications as a solution for acceleration, literacy and inclusion of Islamic finance in Indonesia, so that Indonesia can become a center for the development and implementation of world Islamic finance through its agricultural sector. AbstrakTingkat literasi dan inklusi khususnya keuangan syariah Indonesia masih tergolong rendah, terbukti dengan pembiayaan industri keuangan syariah khususnya perbankan syariah yang hanya tertuju pada sektor bisnis dan rumah tangga, sementara untuk sektor lain masih minim, sektor pertanian misalnya hingga Mei 2020 hanya sekitar 3,66 % dari total pembiayaan yang disalurkan, padahal sektor ini memiliki peranan bagi pembangunan nasional yakni penyumbang PDB terbesar kedua, sekaligus tahan terhadap pandemi covid-19, sehingga potensi sektor ini harus dioptimalkan. Akselerasi, literasi dan inklusi keuangan syariah pada sektor pertanian harus terus digalakkan agar geliat pertumbuhan keuangan syariah semakin komprehensif, mengingat akad-akad pada keuangan syariah sangatlah cocok diimplementasikan pada sektor pertanian. Kemunculan fintech bukanlah ancaman, melainkan sebagai alternatif keterbatasan permasalahan permodalan perbankan dalam hal penyaluran dana. Model Kolaborasi merupakan konsep efektif untuk membumikan keuangan syariah dan menyejahterakan sektor pertanian Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah merumuskan model kolaborasi atau integrasi antara perbankan syariah dan fintech syariah. Metode dalam penulisan ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari literatur relevan. Hasil penelitian merumuskan model kolaborasi sebagai pembiayaan alternatif sesuai dengan karakteristik pertanian berdasarkan perspektif syariah. Hasil ini juga berimplikasi sebagai salah satu solusi akselerasi, literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, dengan demikian Indonesia dapat menjadi kiblat perkembangan dan implementasi keuangan syariah dunia melalui sektor pertaniannya
Model Theory Of Planned Behaviour dalam Memprediksi Perilaku Konsumsi Jamu Perspektif Konsumsi Islam Serta Implikasi pada Strategi Pemasaran Sulasih Sulasih; Wiwiek Rabiatul Adawiyah; Pramono Hari Adi
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractConsumption of herbal medicine is one of the changes in people's behavior during the pandemic. This phenomenon causes the existence of herbal medicine and the habit of consuming herbal medicine to become a trend in society. Phenomena related to the consumption of herbal medicine have occurred a lot. However, it has not received much attention from researchers, especially in implicating it in marketing strategies and studying it from the Islamic consumption perspective. This study aims to overcome this gap by analyzing the relationship between attitudes, perceived subjective norms, and knowledge of the behavior of the Banyumas citizens in consuming herbal medicine in the perspective of Islamic consumption and their implications for marketing strategies. This study was carried out by quantitative methods. The sampling technique was purposive and accidental sampling with the formula of unknown populations. The data collection technique used a questionnaire compiled in Google Form, and the data analysis technique used multiple linear regressions. The results showed that attitudes and knowledge had a positive effect on the consumption behavior of the Banyumas citizens, and another finding was that subjective norms had no significant effect on people's behavior in consuming herbal medicine. The implementation of the marketing strategy is shown by segmentation of demographics, gender, and age as well as the results of attitudes and knowledge so that marketers can determine strategies for marketing herbal medicine to the Banyumas citizens. Based on the results of research studied in an Islamic perspective, the consumption behavior of Banyumas citizens is reflected in the ethics of consumption in Islam, that is by paying attention to the benefits or uses and paying attention to the kind of foods consumed are good, halal, and not excessive.  AbstrakFenomena perubahan perilaku masyarakat selama masa pandemi salah satunya terkait dengan konsumsi jamu. Fenomena tersebut menyebabkan keberadaan jamu dan budaya konsumsi jamu kembali menjadi trend ditengah-tengah masyarakat. Fenomena terkait masyarakat konsumsi  jamu sudah banyak terjadi akan tetapi belum banyak mendapatkan perhatian dari peneliti terutama mengimplikasikannya pada strategi pemasaran serta mengkajinya dalam perpektif konsumsi islam. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi kesenjangan tersebut dengan menganalisis hubungan sikap, perceived subjektive norm dan pengetahuan terhadap perilaku masyarakat Banyumas dalam mengkonsumsi jamu dalam perspektif konsumsi islam serta implikasinya pada strategi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive dan accidental sampling dengan rumus unknown populations. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk google form. Teknik analisis data dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap dan pengetahun berpengaruh positif terhadap perilaku konsumsi jamu masyarakat Banyumas, dan temuan lain bahwa subyektif norm tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku masyarakat dalam konsumsi jamu. Adapun implementasi strategi pemasaran ditunjukan dengan segmentasi demografi, jenis kelamin dan usia serta hasil dari sikap dan pengetahaun sehingga bisa ditentukan strategi yang harus pemasar lakukan dalam memasarkan jamu kepada Masyarakat Banyumas. Berdasarkan hasil temuan apabila dikaji dalam perspektif islam bahwa perilaku konsumsi jamu masyarakat Banyumas tercermin dalam etika konsumsi dalam islam yaitu dengan memperhatikan manfaat atau kegunaan serta memperhatikan jenis barang yang dikonsumsi baik dan halal serta tidak berlebih-lebihan.
Perubahan Kurikulum di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lembaga Pendidikan Islam Ahmadi Ahmadi; Yayah Chairiyah; Safiruddin Al Baqi
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3373

Abstract

AbstractQuality education today is an essential necessity in human life. The purposes of this research are to describe how the dynamics of curriculum goes on. It used a qualitative descriptive approach. The instruments of collecting data are observation, interview, and  document. The data must be analyzed by the following cycles: reduction, display and verification. It showed that; curriculum religious teacher training is different with the curriculum of Islamic High School. The implementation of the curriculum has to improve some knowledge and policy continuously, especially, to master the curriculum component system supported to the vision. Those are; setting up teachers and education staffs with the standards of educational, structuring teachers to teach according to their field of study, and involving them in any kinds of training and curriculum development policy. It faces several obstacles lacking of curriculum development experiences and theories, educational personnel should contribute more than before in curriculum development.Key words; Curriculum, education system, Islamic education, madrasah. AbstrakPendidikan yang berkualitas merupakan keperluan esensi yang amat penting dalam kehidupan manusia masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruk bagaimana dinamika kurikulum berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Gambaran fakta data diperoleh melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumen. Data dianalisa dengan siklus; reduksi, pemaparan dan simpulan. Hasil riset menunjukan; kurikulum Pendidikan Guru Agama  berbeda dengan Madrasah Aliyah, implementasi kurikulum madrasah meningkatkan pengetahuan dan komponen kurikulum yang mendukung terhadap visi. Proses tahapan tersebut; menyiapkan guru dan staff perkantoran yang  sesuai dengan kualifikasi pendidikan, guru mengajar sesuai dengan bidangnya, mengikutsertakan mereka dalam kebijakan program pelatihan dan pengembangan kurikulum. Implementasi menghadapi beberapa kendala; kurang pengalaman dalam pengembangan dan pengasaan teori, pelaksana kurikulum seharusnya dapat berkonstribusi lebih dalam pengembangannya.
Nilai-Nilai Prososial dalam Film Jembatan Pensil dan Relevansinya dalam Meningkatkan Perilaku Penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada Anak Usia Sekolah Dasar lukman hakim; Mugita Sariyasin
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3501

Abstract

AbstractThis study aims to determine the prosocial values contained in the Pencil Bridge Film directed by Hasto Broto, and determine the relevance of the prosocial values in the Pencil Bridge Film to improve the behavior of the application of Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children. This type of research is library research, using data collection techniques in the form of documentation and interviews. Documentation data was obtained from the Pencil Bridge Film scene, while some secondary data was obtained from interviews with the screenwriter and director of the Pencil Bridge Film. The data analysis technique used is content analysis technique. The results of this study are that there are prosocial values contained in the Pencil Bridge Film, including the attitude of helping, sharing, cooperation, honesty, giving, friendship, saving, and sacrifice. In addition, prosocial values have relevance to Asmaul Husna Ar-Rahman. Both are relevant because they have an element of empathy. The author tries to improve prosocial behavior and Asmaul Husna Ar-Rahman in elementary school age children through the Pencil Bridge Film. Because the two are related, it is hoped that when prosocial values can be increased, it can indirectly increase the behavior of applying Asmaul Husna Ar-Rahman. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil yang disutradarai oleh Hasto Broto, dan   mengetahui relevansi dari nilai-nilai prososial dalam Film Jembatan Pensil untuk meningkatkan perilaku penerapan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara. Data dokumentasi diperoleh dari adegan Film Jembatan Pensil, sedangkan beberapa data sekunder diperoleh dari wawancara penulis skenario dan sutradara Film Jembatan Pensil. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat nilai-nilai prososial yang terdapat dalam Film Jembatan Pensil diantaranya yaitu sikap tolong menolong, berbagi, kerjasama, jujur, berderma, persahabatan, menyelamatkan, dan pengorbanan. Selain itu nilai-nilai prososial memiliki relevansi dengan Asmaul Husna Ar-Rahman. Keduanya relevan karena memiliki unsur empati. Penulis mencoba meningkatkan perilaku prososial dan Asmaul Husna Ar-Rahman pada anak usia sekolah dasar melalui Film Jembatan Pensil. Dikarenakan keduanya memiliki keterkaitan, diharapkan ketika nilai-nilai prososial dapat ditingkatkan
Analisis Pengaruh Spin-Off Bagi Unit Usaha Syariah di Indonesia Laila Afni Rambe; Mohammad Saddam Jamaluddin Ishaq; Uswatun Khasanah
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2851

Abstract

Abstract Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mandates that every Sharia Business Unit (UUS) which becomes a sharia unit in a Conventional Commercial Bank (BUK) separates itself (spin-off). The spin-off time is no later than 15 (fifteen) years since the law is enacted, namely in 2023. If the spin-off order is not carried out by each UUS, then Bank Indonesia as the central bank will impose sanctions in the form of revocation of operating licenses. However, the problem that arises is that in facing the spin-off period, many UUS are overwhelmed in preparing capital so that they have not been able to stand on their own after separating. The purpose of this paper is to find out the impact of the spin-off on UUS by analyzing the solutions that can be offered. The results of the study indicate that it is necessary to review Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah by considering the financial condition of UUS. In addition, UUS that has carried out a spin-off by becoming a new BUS can optimize the utilization of Third Party Funds in the form of financing and other services. In order to encourage the growth of BUS, support from the government is needed, such as the provision of tax incentives and simplification of regulations on equity participation. In addition, the new BUS needs to carry out various innovations by adding financing products and developing existing products.  Abstrak Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah mengamanahkan bahwa setiap Unit Usaha Syariah (UUS) yang menjadi unit syariah pada Bank Umum Konvensional (BUK) memisahkan diri (spin-off). Waktu spin-off paling lambat 15 (lima belas) tahun sejak undang-undang tersebut diberlakukan yakni pada tahun 2023. Apabila perintah spin-off tidak dilaksanakan oleh setiap UUS maka Bank Indonesia sebagai bank sentral akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin operasional.  Namun permasalahan yang muncul adalah dalam menghadapi masa spin-off tidak sedikit UUS kewalahan dalam mempersiapkan modal sehingga belum mampu untuk berdiri sendiri setelah memisahkan diri. Tujuan dari penulisan untuk mengetahui dampak spin-off bagi UUS dengan menganalisis solusi yang dapat ditawarkan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukannya peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah dengan mempertimbangkan kondisi finansial UUS. Selain itu UUS yang telah melaksanakan spin-off dengan menjadi BUS baru dapat mengoptimalkan pemanfaatan Dana Pihak Ketiga dalam bentuk pembiayaan dan layanan lainnya. Dalam rangka mendorong pertumbuhan BUS maka dibutuhkan dukungan dari pemerintah seperti pemberian insentif pajak dan penyederhanaan regulasi pada penyertaan modal. Selain itu, BUS baru perlu melakukan berbagai inovasi dengan penambahan produk pembiayaan maupun pengembangan produk yang telah dijalankan.
PROBLEM KEHADIRAN DAN UPAYA HUKUM TERGUGAT DALAM PUTUSAN VERSTEK PERKARA PERCERAIAN PADA PENGADILAN AGAMA BANDUNG Bustanul Arifien Rusydi
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2362

Abstract

AbstractImposing court decisions in verstek are regulated in Article 125 HIR paragraph (1) or Article 149 RBg paragraph (1). The main requirement is that the plaintiff fulfills the summons to the trial, while the defendant has never attended the trial at all until the verdict is passed. The various types of decisions passed on the grounds of the party's presence also have an impact on legal remedies that can be taken by the party objecting to the decision. This study aims to determine the interpretation and implementation of judges on the provisions of the decision making verstek. The type of research used is juridical normative, namely the statutory approach and legal theory on cases that are the object of research. The results found, that in practice at the Bandung Religious Court there are judges who have other interpretations of the terms of the requirements for the imposition of verstek decisions. The defendant who was never present during the examination of the case but was present at the reading of the verdict, the judge can still issue a verdict in verstek. The presence of the defendant at the reading of the decision is equivalent to the notification of the contents of the decision. In addition, on the verstek decision that was appealed, there was a high judge who accepted and granted the legal remedy. Even though the legal action against the Verstek decision was by verzet, not filing an appeal. AbstrakPenjatuhan putusan pengadilan secara verstek diatur dalam Pasal 125 HIR ayat (1) atau Pasal 149 RBg ayat (1). Syarat utamanya yaitu penggugat memenuhi panggilan persidangan, sedangkan tergugat sama sekali tidak pernah menghadiri persidangan sampai dengan putusan dijatuhkan. Beragamnya jenis putusan yang dijatuhkan atas alasan kehadiran pihak maka berdampak pula pada upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang keberatan atas putusan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran dan implementasi hakim terhadap ketentuan penjatuhan putusan verstek. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu pendekatan perundang-undangan dan teori hukum terhadap kasus yang dijadikan objek penelitian. Hasil yang ditemukan, bahwa pada praktiknya pada Pengadilan Agama Bandung terdapat hakim yang memiliki penafsiran lain terhadap ketentuan syarat penjatuhan putusan verstek. Tergugat yang tidak pernah hadir selama pemeriksaan perkara tetapi hadir pada saat pembacaan putusan, hakim tetap dapat menjatuhkan putusan verstek. Kehadiran tergugat pada saat pembacaan putusan disetarakan dengan pemberitahuan isi putusan. Selain itu, atas putusan verstek yang diajukan banding terdapat hakim tinggi yang menerima dan mengabulkan upaya hukum tersebut. Padahal upaya hukum terhadap putusan verstek adalah dengan verzet, bukan mengajukan banding.
Model Pengawasan Keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK Negeri I Jenangan Ponorogo Anik Rianti
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3119

Abstract

AbstractThe existence of accountability is a key element in implementing the governance of the Regional Public Service Agency (BLUD), the financial supervision mechanism in education in the regions is very important for the realization of good governance. So that the problem of irregularities and manipulating the Road Order (SPJ) with fictitious receipts can no longer be done. SMK Negeri I Jenangan Ponorogo applies a model of administrative financial supervision and a managerial supervision model solely to create accountability, both accountability from leaders to their subordinates, and accountability from leaders to local governments. This study aims to describe the supervision of the financial administration of BLUD  and supervision of BLUD managerial financial management in increasing accountability at SMKN 1 Jenangan Ponorogo. This research uses descriptive qualitative research with a case study approach. Data collection techniques through observation, interviews, in-depth and documentation. The analysis technique with an interactive model is carried out in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are firstly supervision of BLUD financial administration which includes financial supervision: BLUD services, utilization of BLUD assets, implementation and training, secondly BLUD financial managerial supervision which includes supervision of budget user officials, supervision of budget administration officials and supervision of technical officials.AbstrakKeberadaan akuntabilitas merupakan unsur pokok penerapan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mekanisme pengawasan keuangan dalam pendidikan di daerah sangat penting untuk terwujudnya pemerintahan yang baik. Sehingga permasalahan penyimpangan dan memanipulasi Surat Perintah Jalan (SPJ) dengan kuitansi fiktif tidak dapat dilakukan lagi. SMK Negeri I Jenangan Ponorogo menerapkan model pengawasan keuangan administrasi dan model pengawasan manajerial semata-mata untuk menciptakan akuntabilitas baik pertanggungjawaban dari pimpinan kepada bawahannya, dan pertanggungjawaban dari pimpinan kepada pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengawasan administrasi keuangan BLUD  dan pengawasan pengelolaan keuangan manajerial BLUD dalam meningkatkan akuntabilitas di SMKN 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis dengan model interaktif yang dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini pertama pengawasan administrasi keuangan BLUD yang meliputi pengawasan keuangan: jasa layanan BLUD, pemanfaatan aset BLUD, penyelengaraaan dan pelatihan, kedua pengawasan manajerial keuangan BLUD yang meliputi pengawasan pejabat pengguna anggaran, pengawasan pejabat penatausahaan anggaraan dan pengawasan pejabat teknis. 
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Data Pendidikan Islam Berbasis Education Management Information System Mukhibat, Mukhibat; Istiqomah, Ainul Nurhayati
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the implementation of the policy of the Directorate General of Islamic Education No. 5974 Th. 2019 concerning the management of education data based on the Education Management Information System (EMIS). This study uses library research by investigating books, literature, notes, and reports about EMIS. The results show that three steps must be taken in the EMIS policy, namely organization, interpretation, and application. EMIS-based data management has facilitated decisions and policymaking for the advancement of Islamic educational institutions. However, EMIS as an Islamic education database for policymaking has not been able to be used optimally. because the level of validity and up-to-date (updating) of the data is still not perfect. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalis implementasi kebijakan Direktorat  Jenderal Pendidikan Islam No. 5974 Th. 2019 tentang pengelolaan data pendidikan berbasis Education Management Information System (EMIS). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library research dengan melakukan penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan tentang EMIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga langkah yang harus dilakukan dalam kebijakan EMIS yaitu organization, interprestation, dan apllication. Pengelolaan data berbasis EMIS telah memudahkan dalam pengambilan keputusan maupun pengambilan kebijakan untuk kemajuan lembaga pendidikan Islam. Namun EMIS sebagai basis pangkalan data pendidikan Islam untuk pengambilan  kebijakan  belum  mampu  digunakan secara maksimal, sebab  tingkat  validitas  dan  keterkinian  (updating)  data masih belum sempurna.
Tradisi Hukum Adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak Kabupaten Kapuas Hulu Bibi Suprianto
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3195

Abstract

AbstractThis Malay customary law contains a set of rules or behavioral norms that have consequences if violated. This illustrates that customary law has big consequences if it is violated and opposed by the community. The implementation of the law is generally reflected in the dispute over the disputed land which ends with a fine, as happened in the customary law of Pati Nyawa Cross Ethnic Malay Islam and Dayak. This paper discusses the customary law tradition of Pati Nyawa Cross Ethnic Kapuas Hulu Regency. This paper aims to determine the purpose of the establishment of the Pati Nyawa customary law across ethnic Malay Islam and Dayak Kapuas Hulu Regency. This research uses descriptive-analytical method. The results of the analysis show that in customary law this symbolizes the symbol of maintaining village peace and community comfort as well as the laws described in various villages through customary law documents. The customary law covering the sub-district is about the customary law of politeness that must be obeyed by local people and immigrants who want to visit the place as well as a chapter on marriage which explains how the marriage process is, the conditions specified in marriage to be able to comply with village customs and regulations local.  AbstrakHukum adat Melayu ini memuat seperangkat aturan atau norma berprilaku yang punya konsekuensi apabila dilanggar. Hal ini menggambarkan bahwasanya hukum adat mempunyai konsekuensi yang besar jika dilanggar dan ditentang oleh masyarakat. Pelaksanaan hukum tersebut secara umum tercermin dalam perebutan tanah sengketa yang diakhiri dengan denda sebagaimana yang terjadi pada hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak. Makalah ini membahas tradisi hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Kabupaten Kapuas Hulu. Tulisan ini bertujuan mengetahui maksud dibentuknya hukum adat Pati Nyawa Lintas Etnis Melayu Islam dan Dayak Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil analisis menunjukkan dalam hukum adat ini melambangkan simbol menjaga ketentraman desa dan kenyamanan bermasyarakat dan juga hukum-hukum yang dijelaskan dalam berbagai desa melalui dokumen-dokumen hukum adat. Hukum adat yang meliputi Kecamatan tersebut tentang hukum adat kesopanan yang harus dipatuhi oleh orang setempat dan orang pendatang yang ingin berkunjung ke tempat tersebut serta bab tentang perkawinan yang menjelaskan tentang bagaimana proses perkawinan, syarat-syarat yang ditentukan dalam perkawinan untuk dapat mematuhi adat dan peraturan desa setempat.