cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Model Pengambilan Kebijakan Sekolah di SDN Grobogan 2 Madiun Yustika Caprilin Costantina
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.273 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1110

Abstract

Abstract: This study aims to describe, analyze and explain Policy Making Process in SDN Grobogan 2 in: 1) Identifying Problems in SDN Grobogan 2;  2) Analizing Difficulties in SDN Grobogan 2; 3) Contracting criteria of Problem Solving in SDN Grobogan 2; 4) Develop Action Plan or Strategy in SDN Grobogan 2; 5) Pioneering Action Plan in SDN Grobogan 2. The results of this study are known that the policy-making process at SDN Grobogan 2 in accordance with the administrative model with the cycle of action through the stage: 1) Identify problems:  looking the environmental analysis and social conditions to increase the quality related to curriculum management, students, staff,  facilities and infrastructure, and financing; 2) Difficulties analysis:  the ongoing and long-term difficulties  with difficulty level of simple, middle, and complex problems; 3) Problem solving criteria:  from routine meetings, isidental meetings, two way coordination with in charged teachers, individual decisions; 4) plan or action strategy: engage the teachers in K13 workshop, K13 mentoring program, teachers required to follow KKG, procurement of K13 Book, JOB distribution for teachers is adjusted with condition, collaborate with TK, applying based religion policy, student counseling, prospecting students’ talent and interest, coaching  sustainable achievement, giving reward to the students with good achievement,  empowerment non goverment employees, infrastructures improvement, budget realization gradually, giving salary approppriate with teachers’ performance; 5) Pioneering action plan: constructing good communication and closeness between leader and employer, and policy evaluation thus obtained satisfying result.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menjelaskan Proses Pengambilan Kebijakan Sekolah di SDN Grobogan 2 dalam: 1) Mengidentifikasi Masalah di SDN Grobogan 2; 2) Menganalisis Kesulitan di SDN Grobogan 2; 3) Membangun Kriteria Pemecahan Masalah di SDN Grobogan 2; 4) Menyusun Rencana atau Strategi Aksi di SDN Grobogan 2; 5) Merintis Rencana Aksi di SDN Grobogan 2. Hasil penelitian ini diketahui bahwa proses pengambilan kebijakan sekolah di SDN Grobogan 2 sesuai dengan model administratif dengan siklus tindakan melalui tahap: 1) Identifikasi Masalah: melihat analisis lingkungan dan kondisi sosial untuk meningkatkan mutu yang berkaitan dengan manajemen kurikulum, peserta didik, ketenagaan, sarana dan prasarana dan pembiayaan; 2) Analisis Kesulitan: yang sedang dihadapi dan  kesulitan jangka panjang dengan tingkat kesulitan masalah sederhana, agak sederhana dan rumit; 3) Kriteria Pemecahan Masalah: rapat rutin, rapat isidental, koordinasi dua arah dengan guru yang diberi kewenangan, keputusan individul 4) Rencana atau Strategi Aksi: mengikut sertakan guru di dalam worksop K13, program pendampingan K13, guru wajib mengikuti KKG, pengadaan buku K13, pembagian tugas guru mengajar disesuaikan dengan kondisi, bekerja sama dengan TK, kebijakan berbasis agama, konseling siswa, penggalian bakat dan minat, pembinaan prestasi berkelanjutan, pemberian reward kepada siswa berprestasi, pemberdayaan non PNS, pembenahan prasarana, realisasi anggaran secara bertahap, memberikan gaji sesuai dengan kinerja; 5) Merintis Rencana Aksi: membangun komunikasi yang baik, membangun kedekatan antara bawahan dan atasan, dan evaluasi kebijakan sehingga diperoleh hasil yang memuaskan.
Ketimpangan Pemenuhan Hak Istri pada Pernikahan Misyar dalam Pemikiran Wahbah Al-Zuhaily Lathifah Munawaroh; Suryani Suryani
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2546

Abstract

AbstractMisyar’s marriage caused many problems from various sides. The goals of marriage: happiness dan calmness for both, husband and wife is far realized because the husband does not fulfill the responsibilities that are truly his obligation. In addition, rights and obligations do not run in a balanced manner, even though one of the principles adhered to by the Marriage Law is: The rights and position of the wife are balanced with the rights and obligations of the husband both in domestic life and in social relations. This paper discusses a problem that arises because of the permissible misyar marriage, one of which is by Wahbah al-Zuhaily. In addition, the author examined al-Zuhaily’s opinion, analyzing and criticizing the reasons used. The type of research that the author uses is a type of literature research that is research conducted by taking literature that is in accordance with the theme, by documentation methods. This paper examines al-Zuhaily’s opinion. It analyzes and criticizes the reasons used. The results of the study, that al-Zuhaily allows misyar’s marriage, because this marriage can be achieved the goal of marriage. While the author tend to reject this opinion because there are more madharat than the benefits or marital goals achieved such as that the wife were victimized, because of the her rights and children’s right was neglated by husband.AbstrakPernikahan misyār menimbulkan banyak permasalahan dari berbagai sisinya. Maqāṣid perkawinan berupa ketenangan kebahagian baik untuk suami ataupun istri jauh terealisasi karena suami tidak memenuhi tanggung jawab yang sejatinya menjadi kewajibannya. Di samping itu hak dan kewajiban tidak berjalan dengan seimbang, padahal salah satu prinsip yang dianut oleh UU Perkawinan adalah: hak dan kedudukan istri adalah seimbang dengan hak dan kewajiban suami baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam pergaulan masyarakat. Tulisan ini membahas sebuah permasalahan yang muncul dikarenakan perkawinan misyar yang dibolehkan, salah satunya oleh Wahbah az-Zuhaily. Disamping itu, penulis meneliti pendapat al-Zuhaily, menganalisis dan mengkritisi alasan yang digunakan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengambil literature yang sesuai dengan maksud penulis dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian, bahwa al-Zuhaily membolehkan jenis perkawinan misyār , karena dengan perkawinan misyār dapat tercapai maslahat perkawinan yaitu terjaganya kehormatan baik dari sisi suami ataupun istri. Sementara penulis menolak pendapat ini dikarenakan madharat yang muncul jauh lebih banyak : perempuan menjadi korban, terlantarnya hak istri dan anak-anak karena suami tidak terikat kewajiban apapun terhadapnya, penyepelean terhadap akad nikah sehingga sisi madharat lebih banyak bila dibanding dengan sisi kemaslahatan.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-ZARNUJI (Rekontruksi Epistimologi Pendidikan Modern Berbasis Sufistik-Etik) Muhammad Zaim; Ahmad Masyruhin
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2360

Abstract

AbstractRenewal of Islamic education today is faced two major issues. First, problems in education which are not able to created progressive outcome and Islamic behavior. Second, the influence of the Western education concepts that tends to be rational and empirical. Islamic education so that the world currently affected western very rational and empirical began to lose value and ethics. One of the thinkers of Islamic education that focuses on values and ethics are az-Zarnuji. Therefore, this article will reveal how to reconstruct the modern educational-ethical-based Sufi begins by reviewing az-Zarnuji’s educational epistemology. Methods of this study used literature review by tracking the primary source of Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum and other secondary sources. The results of this research education epistimologi az-Zarnuji designed and built on a foundation and framework sufistik-ethical values. The concept of education that starts from the object to the evaluation should be worth sufistik. always make God the backrest through morals, and ethics. always puts the character, morals, decency value with fellow humans or other creatures above intellectual. This was then used to reconstruct the world of modern education today by entering epistimologi az-Zarnuji educational thought in modern education. AbstrakPembaharuan pendidikan Islam saat ini di hadapkan dengan dua isu besar.Pertama, permasalahan dalam pendidikan yang belum mampu mencetakoutput yang berfikiran maju dan berprilaku Islami.Kedua, permasalahan pengaruh konsep pendidikan Barat yang cenderung rasional dan empiris semata.Sehingga dunia pendidikan Islam saat ini terpengaruh barat yang sangat rasional dan empiris sehinnga mulai kehilangan nilai dan etikanya.Adapun salah satu pemikiran tokoh pendidikan Islam yang sangat mengedapankan nilai dan etika adalah az-Zarnuji.Oleh karena itu, Artikel ini akanmengungkap bagaimana merekontruksi pendidikan modern berbasis sufistik-etik diawalidengan mengupas epistemologi pendidikan az-Zarnuji. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menelusuri sumber primerkitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqah al-Ta’allum dan sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian ini Secara epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dibentuk dan dibangun melalui pondasi kerangka nilai sufistik-etik.Konsep pendidikan dari tujuan, sampai evaluasi harus bernilai sufistik yakni selalu menjadikan Allah sebagai sandaran melalui akhlak hati, dan etik yakni selalu mengedepankan akhlak, moral, nilai kesusilaan baik dengan sesama manusia ataupun dengan makhluk lainnya diatas intelektual.Ini lah yang kemudian digunakan untuk merekontruksi dunia pendidikan modern saat ini dengan memasukkan epistimologi pemikiran pendidikan az-Zarnuji dalam pendidikan modern.
Analisis Maqasid Syariah dan Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Ijtihad Muhammadiah dalam Fatwa Tentang Haram Rokok Chabiba, Omiga; Sa'diyah, Diana Lailatus
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2849

Abstract

AbstractThe law of smoking in the view of Islamic law is still a matter of debate. This is because there is no legal basis for smoking in the Al-Qur'an and Hadith. Smoking can also endanger health both for siper smokers and those exposed to secondhand smoke (passive smoking). Thus, the Tarjih Council and the Tajdid Muhammadiyah prohibited smoking because it contradicts the elements of the objective of the Shari'a (benefit) and contains a lot of harm. The method used in this research is literature, the nature of the research is analytic descriptive (collecting research data through documents and analyzing it with current conditions). The approach used is Nortmsative-Sociological. The methods used are Deductive and Inductive. Tarjih and Tajdid Council issued a fatwa in Decision No. 6/SM/MTT/III/2010 concerning the prohibition of smoking with the intent and purpose of the Shari'a, namely, it is obligatory to immediately seek maintenance in order to realize the benefit of mankind. This fatwa is implemented gradually with ease and without complication. This is because this fatwa is binding only to the extent of being morally binding, so it still needs public awareness and understanding in order to stop smoking for the benefit of themselves and others. This fatwa is also applied to active maqasid sharia. AbstrakMerokok dalam pandangan hukum Islam masih menjadi pro dan kontra di masyarakat . Hal ini karena tidak ada landasan syariat atas permasalahan mengenai merokok dalam Al-Qur’an dan Hadis. Merokok juga dapat membahayakan kesehatan baik bagi perokok maupun orang yang berada di sekitar pe rokok (perokok pasif). Sehingga, Muhammadiyah dalam Majelis Tarjih dan Tajdid mengharamkan rokok karena bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariat (kemaslahatan) dan banyak mengandung mudharat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan, sifat penelitiannya diskriptif analitik (mengumpulkan data penelitian melalui dokumen dan menganalisis dengan kondisi yang terjadi saat ini). Pendekatan yang digunakan adalah Nortmatif-Sosiologis. Metode yang digunakan adalah Deduktif dan Induktif. Majelis Tarjih dan Tajdid mengeluarkan fatwa dalam Putusan No. 6/SM/MTT/III/2010 tentang haram merokok yang bertujuan untuk mencapai syariat yaitu, hukumnya wajib untuk  melakukan upaya-upaya pemeliharaan guna mewujudkan kemaslahatan umat manusia. Fatwa ini diterapkan secara berangsur, kemudahan, dan tidak mempersulit. Hal tersebut karena fatwa ini bersifat mengikat hanya sebatas mengikat secara moral, sehingga tetap butuh kesadaran dan pemahaman masyarakat agar berhenti merokok demi kemaslahatan diri dan orang lain. Fatwa ini juga diterapkan untuk mencapai maqasid syariah.   
PENGGUNAAN PROSES KOGNITIF BENJAMIN SAMUEL BLOOM SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PENGEMBANGAN BUKU AJAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM Hakim, Arif Rahman
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2240

Abstract

AbstractThe development of textbooks becomes something important to accompany and complete the learning resources of students. The development of educational technology textbooks for Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of IAIN Ponorogo students is also very important. In addition, there are two main reasons why the development of educational technology textbooks is important. The first is the need of aplicable  material for Instructional Technology, and the second is the need of a handbook for students that in line with the curriculum, so students will more easily attend lectures in Educational Technology courses. This research is a development research. The design model used in this research is  ADDIE model (Analiyze, Design, Development, Implimentation, Evaluation). There are two techniques used for collecting data, which are questionnaire and test. The results showed that the validity of textbooks in Educational Technology perspective of Benjamin Samuel Bloom's cognitive process was good with validation of media experts got an average score of 3.36 with very good criteria, and validation of material experts got an average score of 3.25 with good criteria. with the result of both judgement from the expert, it is declared that the product is valid and worthy for use as a complement of the learning resources of students. And the effectiveness of the development of textbooks of  Educational Technology courses in the perspective of cognitive processes Benjamin Samuel Bloom obtained an average N-Gain of 0.40, which means that the textboox is good and efective as a resourse of learning for educational technology material.  AbstrakPengembangan buku ajar Teknologi Pendidikan menjadi sebuah keharusan  bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai pendamping dan pelengkap sumber belajar mahasiswanya. Selain itu, ada dua alasan utama mengapa pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan ini menjadi penting, pertama adalah perlunya materi Teknologi Pendidikan yang sifatnya aplikatif sesuai dengan kondisi riil pembelajaran , dan yang kedua adalah perlunya buku pegangan bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah Teknologi Pendidikan yang sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan sehingga mahasiswa akan lebih mudah mengikuti perkuliahan. Penelitian ini merupakan penelitian R&D, dengan  menggunakan model ADDIE. Ada dua teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu angket dan tes. Adapun teknik analisa datanya adalah menggunakan passing grade (skor rerata) untuk data hasil penilaian ahli dan mahasiswa dan menggunakan persamaan Maltzer normalized gain (N-gain) untuk data hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom adalah baik, dimana validasi dari ahli media mendapatkan rata-rata skor 3.36 dengan kriteria sangat baik, dan validasi dari ahli materi mendapatkan skor rata-rata sebesar 3.25 dengan kriteria baik dan dari kedua penilaian tersebut produk dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Selanjutnya efektifitas pengembangan buku ajar mata kuliah Teknologi Pendidikan perspektif proses kognitif Benjamin Samuel Bloom memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 0.40, dan berdasarkan pedoman penilaian yang digunakan, termasuk dalam kategori baik atau efektif.
Pengaruh Pernikahan Usia Muda terhadap Gugatan Cerai di Pengadilan Agama Antapani Bandung Dudi Badruzaman
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2653

Abstract

AbstractMarriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family. Marriage life which is a goal that is desired by Islam. However, in reality, to realize these ideal goals, some couples experience difficulties. If the problem cannot be resolved properly, it will lead to disputes and lead to divorce. The purpose of this study is to find out young marriage registered in the Antapani Religious Court in Bandung, to find out the level of divorce in the Bandung Antapani Religious Court, and to determine the effect of young marriage on the divorce rate in the Antapani Religious Court in Bandung. The population in this study used the Simple Random Sampling Technique with 30 couples filing for divorce. The method used in this research is descriptive research method with a quantitative approach. From the results of research that has been carried out that young marriage has a positive and significant effect on the divorce rate in the Antapani Religious Court in Bandung, which means that the younger the age of a person having a marriage, the higher the divorce rate. AbstrakPerkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal. Kehidupan perkawinan merupakan satu tujuan yang sangat diinginkan oleh islam. Akan tetapi pada realitasnya untuk mewujudkan tujuan yang ideal tersebut sebagian pasangan suami istri mengalami kesulitan. Apabila permasalahan itu tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka akan menimbulkan kepada perselisihan dan berujung pada perceraian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pernikahan usia muda yang terdaftar di Pengadilan Agama Antapani Bandung, untuk mengetahui tingkat perceraian di Pengadilan Agama Antapani Bandung, dan untuk mengetahui pengaruh pernikahan usia muda terhadap tingkat perceraian di Pengadilan Agama Antapani Bandung. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan 30 pasangan yang ngajukan gugatan cerai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pernikahan usia muda berpengaruh terhadap tingkat perceraian di Pengadilan Agama Antapani Bandung, artinya bahwa semakin muda usia seseorang melakukan pernikahan maka semakin tinggi tingkat perceraian.
INOVASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL HYPNOTEACHINGDALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI ANAK PEMULUNG DI KOTA MAKASSAR Mardhiah Mardhiah; Ida Suaidah; St. Ibrah Mustafa Kamal
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2302

Abstract

AbstractThis study aims to determine the description of the implementation of the Hypnoteaching model in learning to read the Qur'an for scavenger children in Makassar City, as well as to determine the increased interest and ability to read the Al-Qur'an part of the scavenger in Makassar City through the Hipnoteaching learning model. This is a classroom action research. The research subjects are 43 TK / TPA / TB Ar-Rasyid students in Tamangapa Village, Manggala District, Makassar City. This study consisted of three cycles. One cycle of this research is given two actions in two face-to-face. Then in each cycle consists of four stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. Data were collected through observations and questionnaires. The results showed that the Hypnoteaching Method could increase the students' interest and ability to read the Koran at TK / TPA / TB Ar-Rasyid, Tamangapa village, Manggala sub-district, Makassar city. The implication of this research is the realization of an increase in interest and ability to read the Koran for scavenger children after they experience the learning process with the hynoteaching model which is very useful for them in order to continue the learning process of the Qur'an at a further stage as well as the process of education and spiritual guidance for scavenger children in Makassar city.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran pelaksanaan modelHypnoteaching dalam pembelajaran membaca al-Qur;an bagi anak pemulung di Kota Makassar, serta untuk mengetahui peningkatan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an bagianakpemulung di Kota Makassar melalui model pembelajaran Hypnoteaching.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa TK/TPA/TB Ar-Rasyid sejumlah 43 orang di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Satu siklus penelitian ini diberikan dua kali tindakan dalam dua kali tatap muka. Kemudian dalam setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui hasil pengamatan dan pemberian angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Hypnoteaching dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswaTK/TPA/TB Ar-Rasyid kelurahan Tamangapa kecamatan Manggala kota Makassar.Adapun Implikasi penelitian ini adalah terwujudnya peningkatan minat dan kemampuan membaca al-Quran bagi anak pemulung setelah mereka mengalami proses pembelajaran dengan model hynoteaching sangat bermanfaat bagi mereka dalam rangka kelanjutan proses belajar Al-Qur’an  pada tahap lebih lanjut serta proses pendidikan dan pembinaan spiritual bagi anak pemulung di KotaMakassar.
Analisis Terhadap Kontrak Ijarah dalam Praktik Perbankan Syariah Diky Faqih Maulana
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2569

Abstract

AbstractPeople who need funds can use financing services provided by Islamic financial institutions, one of which is ijarah financing. The provisions of ijarah have certainly been regulated, both theoretically and practically. However, have Islamic financial institutions implemented ijarah contract practices in accordance with existing regulations? Moreover, the clause in the contract, is each contract clause in accordance with the provisions of the ijarah contract and in accordance with Islamic principles? The results showed that the Ijarah Agreement Benefit Lease Financing Agreement Number:10669/IJR/IX/2012 as a whole is in accordance with the provisions of the DSN-MUI fatwa No.09/DSN-MUI/IV/2000 regarding ijarah financing. However, there are some clauses that do not pay attention to the principles of the contract in Islamic law such as the principle of balance (mabda 'at-tawazun fi al-mua'wadah) and the principle of benefit (not burdensome). But apart from that, this contract is in accordance with the DSN Fatwa No.43/DSN-MU/VIII/2004 regarding Compensation (Ta'widh) and Fatwa DSN No.17/DSN-MUI/IX/2000 regarding Sanctions for Customers who Delay Payment. In dispute resolution also uses the concept of al-sulh (peace) recommended in Islam, as the Word of Allah in QS Al Hujurat verse 10. As well as fulfilling the principle of freedom of contract (mabda 'hurriyyat at-ta'aqud) which still pays attention to Islamic moral principles and order general syar'i in contracting. AbstrakMasyarakat yang membutuhkan dana bisa menggunakan jasa pembiayaan yang disediakan oleh lembaga keuangan syariah, salah satunya pembiayaan ijarah. Ketentuan ijarah tentunya telah diatur, baik secara teori maupun praktik. Akan tetapi, apakah lembaga keuangan syariah telah menerapkan praktik akad ijarah sesuai dengan ketentuan yang ada? Terlebih klausul dalam kontrak, apakah setiap klausul kontrak telah sesuai dengan ketentuan akad ijarah serta sesuai dengan prinsip Islam? Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perjanjian Pembiayaan Sewa Manfaat Akad Ijarah Nomor:10669/IJR/IX/2012 secara keseluruhan telah sesuai dengan ketentuan fatwa DSN-MUI No.09/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan ijarah. Namun ada beberapa klausul yang kurang memperhatikan asas akad dalam hukum Islam seperti asas keseimbangan (mabda’ at-tawazun fi al-mua’wadah) dan asas kemaslahatan (tidak memberatkan). Namun diluar hal itu, kontrak ini telah sesuai dengan Fatwa DSN No. 43/DSN-MUI/VIII/2004 mengenai Ganti Rugi (Ta'widh) dan Fatwa DSN No.17/DSN-MUI/IX/2000 mengenai Sanksi atas Nasabah yang Menunda-nunda Pembayaran. Pada penyelesaian sengketa juga menggunakan konsep al-sulh (perdamaian) yang dianjurkan dalam Islam, sebagaimana Firman Allah dalam Q.S Al Hujurat ayat 10. Serta memenuhi asas kebebasan berkontrak (mabda’ hurriyyat at-ta’aqud) yang tetap memperhatikan kaidah akhlak Islam dan ketertiban umum syar’i dalam berkontrak. 
IDENTITAS GURU PAI ABAD 21 YANG IDEAL PADA PEMBELAJARAN FIQH DI SEKOLAH DAN MADRASAH Firman Mansir
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2343

Abstract

AbstractThis research explains that in 21st century, education is faces by some quite complex challenges. In this 21st century, advances in science and technology in all fields are increasingly narrowing the world. Compared to the previous century, in this century, professional teachers must have a wider range of competences. Teacher in 21st century must be able to improve personal skills, technical skills, social skills and pedagogical skills. Islamic Education teachers in 21st century are also expected to develop positive relationships with students and the school community using technology as a tool to raise teaching standards. Especially in learning Islamic religious education, in fiqh, an ideal or professional teacher is needed to form the skills of a teacher in building the enthusiasm of students in science, religion and technology. The ideal PAI teacher has the ability to develop and combine various learning strategies and methods to spur students' enthusiasm for learning because students nowadays know information very easily.  AbstrakPenelitian ini menjelaskan bahwa pada abad 21 ini pendidikan dihadapkan dengan berbagai tantangan yang cukup kompleks. Pada abad 21 ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang semakin mempersempit dunia. Dibandingkan dengan abad yang sebelumnya, pada abad ini guru yang profesional harus mempunyai kompetensi yang lebih luas. Guru abad 21 ini harus mampu meningkatkan keterampilan pribadi, keterampilan teknis, keterampilan sosial dan keterampilan pedagogik. Guru PAI abad 21 juga diharapkan dapat mengembangkan hubungan positif dengan peserta didik dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan standar pengajaran. Terutama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, dalam fiqih guru yang ideal atau profesional sangat dibutuhkan untuk membentuk kecakapan seorang guru dalam membangun semangat peserta didik dalam hal sains, ilmu agama dan teknologi. Guru PAI yang ideal memiliki kemampuan untuk mengembangakan dan memadukan berbagai strategi dan metode belajar untuk memacu semangat belajar peserta didik, karena pada zaman saat ini peserta didik mengetahui infomasi-informasi dengan sangat mudah.
RELASI AGAMA DAN SAINS DALAM ISLAM (Pemetaan Konteks Awal dan Varian Pemikiran Sains Islam) Ach. Maimun
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.1957

Abstract

AbstractVarious models of ideas on the relationship between religion (Islam) and science reappear recently when some UIN (Universitas Islam Negeri/State Islamic University) have been established. The thoughts of the relationship between Islam and science not only turn into integrative concept, but also seem to be more various. Apparently, the root of the variations could be retraced through previous Islamic thoughts in the history of Islam. There has been interconnected practical problem within historical context i.e. Islam had a military defeat against the West and the consciousness of being backward in sciences and technology. Furthermore, it then brings “a syndrome of catching up” which is translated as endeavours based on the relational thoughts of Islam and science. The preliminary endeavours are emphasized on practical and artificial aspect as the colonialized country. However, the next development shows that a more comprehensive endeavour appears in the form of philosophical thoughts and followed by the way how to implement them practically. In this case, there are three school of thoughts: instrumentalist, restorationist and constructionist. The last school creates four trends: bucailist, fundamentalist, adaptationist and metaphysic, while the last trendcreates three more streams: philosophic-sufistic, traditionalist and accommodationist. Each thought has its specificities and similarities. The development of all variants is influenced by different experiences, knowledges and perspectives belong to each thinker, although every thinker probably has the same socio-historical background. All of them are the valuable richness that have been appreciated by theconceptualisers of UIN. AbstrakBerbagai model gagasan tentang relasi agama (Islam) dan sains mengemuka kembali dengan lahirnya berbagai Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia. Gagasan relasi Islam dan sains terarah pada konsep integrasi yang juga memperlihatkan keragamannya. Rupanya, berbagai konsep yang beragam tersebut telah memiliki cikal bakalnya pada pemikiran Islam sebelumnya dalam sejarah Islam. Hal itu tak bisa dilepaskan dari konteks historis berupa berupa problem praktis, yaitu kekalahan militer Islam dari Barat dan kesadaran akan ketertinggalan karena ketertinggalan di bidang sains dan teknologi. Inilah yang melahirkan “sindrom pengejaran ketertinggalan” (catching up syndrom) yang diterjemahkan dalam upaya-upaya yang didasarkan pada pemikiran tentang relasi Islam dan sains. Upaya-upaya awal tersebut menekankan pada aspek kepraktisan dan artifisial sebagai negara terjajah. Hanya dalam perkembangannya, muncul upaya-upaya yang lebih mendalam dalam bentuk pemikiran filosofis dan dilanjutkan dengan penerapan praktisnya. Dalam hal ini muncul tiga madzhab pemikiran: instrumentalis, restorasionis dan konstruksionis. Madzhab terakhir terbagi menjadi empat aliran: bucailis, fundamentalis, adaptasionis dan metafisik. Aliran terakhir terbagi lagi menjadi tiga kubu: filosofis-sufistik, tradisionalis dan akomodasionis. Masing-masing pemikiran memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri di samping ada kesamaan-kesamaannya. Walaupun dilatari oleh konteks sosial historis yang hampir sama, perbedaan gagasan itu muncul disebabkan oleh pengalaman, pengetahuan dan perspektif yang berbeda pada masing-masing pemikir. Semuanya adalah kekayaan khazanah yang telah diapresiasi oleh para konseptor UIN di Indonesia.

Page 10 of 22 | Total Record : 211