cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Kemampuan Manusia (Qudratul Insan) dalam Pendidikan Islam Abdul Mun'im Amaly; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2855

Abstract

AbstractThe current pandemic phenomenon demands further education to be able to develop and innovate one of them with educational technology, but there are still many education users, namely teachers who have not responded to educational technology, especially Islamic Education teachers, therefore researchers intend to reveal and describe Teacher Skills. PAI in Optimizing Educational Technology-Based Learning. Researchers used descriptive qualitative methods with data collection techniques interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that Islamic Education teachers at SMA Darul Falah Cihampelas can use and even optimize educational technology properly, seen from the learning process that can be integrated with various other technologies either with hardware such as computers/laptops or smartphones, both with software such as self-made applications. or open source applications. Optimization is also carried out among the ways, namely Understanding Learning Material Content, Adjusting the Scope of Learning Strategies, and Developing Knowledge Insights.  AbstrakPerkembangan dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam dewasa ini terlihat stagnan dan lambat berkembang terutama di masa pandemi covid-19, padahal seharusnya sebagai objek dan subjek pendidikan manusia berusaha untuk berkembang maju dalam berbagai situasi kondisi apapun, karena sejatinya manusia telah dianugerahi oleh Allah kemampuan (Qudratul) tersebut dengan berbagai potensi yang dimiliki. Tujuan dari penelitian dan pengkajian ini untuk mengungkap kemampuan manusia (Qudratul insan) dan potensi yang dimilikinya berkenaan dengan pendidikan Islam, dengan menggunakan metode metode  Library Research, selanjutnya dilakukan analisis bacaan dengan menggunakan metode Contect Analyisis. Hasil dari pengkajian menunjukkan bahwa manusia diberikan kemampuan (Qudratul) oleh Allah SWT dengan berbagai potensi, yakni potensi akan untuk berpikir dengan benar, jasmani  meliputi seluruh indra yang dimiliki untuk menangkap berbagai fenomena, dan potensi hati yakni intuisi yang mengarahkan mana positif dan negatif, dengan adanya potensi tersebut manusia mampu untuk berkembang dan mengembangkan pendidikan Islam agar berkembang maju yang merupakan salah satu fungsinya sebagai khalifah di muka bumi untuk memelihara, mengembangkan dan memakmurkannya. Begitu juga sebaliknya manusia perlu dikembangkan berdasarkan potensinya agar dapat menjalannya peranannya sebagai khalifah di muka bumi 
URGENSI AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN (Tinjauan atas Qonun Assasy Ahlu Sunnah Wal Jama’ah karya Rois Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari) Asep Awaluddin
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2301

Abstract

AbstractAqidah ahlu sunah wal jama'ah in Islam is a very vital understanding, especially in our country. Because its existence is embraced by the majority of Indonesian Muslims. Ahlu Sunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah which was coined by KH. Hasyim Asy'ari became a milestone in the struggle for independence for the Unitary Republic of Indonesia since before the proclamation of independence. Nowadays, groups have emerged that also claim to practice ahlu sunah wal jama'ah, but in fact they have divided the unity among Muslims. What is the nature of the understanding of ahlu sunah wal jamaah and why is the understanding of ahlu sunah waljama'ahan-Nadhliyah useful for the Indonesian people ?. This research is based on literature, data analysis using content analysis and hermeneutical methods. The result of this research is that aqidah ahlu sunnah wal jamaah appears to answer the problems of many Islamic religious traditions, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah is the most appropriate aqidah for national education now and in the future.  AbstrakAqidah ahlu sunah wal jama’ah dalam Islam menjadi faham yang sangat vital khususnya di negeri kita.Sebab keberadaannya dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.Ahlu Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi tonggak perlawanan perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak sebelum proklamasi kemerdekaan. Dewasa ini bermunculan kelompok yang juga mengaku beraqidah ahlu sunah wal jama’ah namun justru memecah belah persatuan diantara umat Islam. Bagaimanakah hakikat faham ahlu sunah wal jamaah dan mengapa faham ahlu sunah waljama’ahan-Nadhliyahbermanfaat untuk bangsa Indonesia?.Penelitian ini berbasis kepustakaan, analisis data menggunakan metode analisis isi dan hermeunetika. Hasil penelitian ini adalah aqidah ahlu sunnah wal jamaah muncul menjawab problematika banyaknya aliran keagamaan Islam, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah adalah aqidah yang paling sesuai untuk pendidikan kebangsaan sekarang dan masa yang akan datang.
Konsep Sukuk Wakaf dalam Perspektif Fatwa DSN-MUI Selamet Hartanto; Devid Frastiawan Amir Sup
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2767

Abstract

AbstractFor Muslims in Indonesia, the basic concept of waqf in Islam has been known for a long time, and more than that, in practice if it is explored further, there will be many waqf assets in Indonesia. However, there are still many waqf assets that have not been maximally managed which have the potential to be productive so that more benefits (maslahah) can be obtained. One way of developing these waqf assets is through waqf sukuk. In Indonesia, the provisions of the waqf sukuk are based on the Fatwa DSN-MUI. This study aims to describe the concept of sukuk waqf in the perspective of Fatwa DSN-MUI. This study used a qualitative-descriptive-literature method with the Fatwa DSN-MUI as the main subject of this study. The conclusion, the issuance of sukuk may only be based on the benefits of waqf assets and business activities on waqf assets, while waqf assets cannot be used as the basis for issuing sukuk. The schemes of ‘aqd used in the issuance of waqf sukuk are mudharabah, ijarah, wakalah bil al-istitsmar, musyarakah, or other ‘aqd in accordance with sharia principles. AbstrakBagi umat Muslim di Indonesia, konsep dasar wakaf di dalam Islam sudah sangat mendalam dipahami, dan lebih dari itu, dalam praktiknya jika ditelusuri lebih jauh maka akan banyak ditemukan aset-aset wakaf di Indonesia. Namun demikian, masih banyak aset wakaf yang belum maksimal pengelolaannya yang sebenarnya dapat lebih diproduktifkan lagi sehingga menghasilkan kemaslahatan yang lebih besar. Salah satu cara pengembangan aset wakaf tersebut adalah melalui sukuk wakaf. Di Indonesia ketentuan sukuk wakaf didasarkan kepada Fatwa DSN-MUI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sukuk wakaf dalam perspektif Fatwa DSN-MUI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif-kepustakaan dengan Fatwa DSN-MUI sebagai bahan utama kajiannya. Kesimpulan yang didapat, penerbitan sukuk hanya boleh didasarkan kepada manfaat aset wakaf dan kegiatan usaha pada aset wakaf, sedangkan aset wakaf tidak boleh dijadikan dasar penerbitan sukuk. Skema akad yang digunakan dalam penerbitan sukuk wakaf adalah akad mudharabah, ijarah, wakalah bil al-istitsmar, musyarakah, atau akad lain yang sesuai dengan prinsip syariah. 
Pembatalan Perkawinan dalam Tinjauan Sadd Al-Zari’ah Agus Hermanto; Siti Nurjanah; Mahmudin Bunyamin
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2787

Abstract

AbstractCancellation of marriage is something that often happens in our society, this can be due to a violation of customary law or because of other problems such as not getting permission from parents, even though a marriage can be canceled when there is a problem that causes prohibitions such as a lineage or deception which caused the marriage to be canceled. The problem is, how is the construction of marriage annulment in normative and positive legal studies in Indonesia, while this objective is to examine more deeply the concept of normative and positive law on the cancellation of marriage in Indonesia.This research is a type of library research research with a socio-philosophical approach to the prohibition patterns that exist in society and then also reviews the laws and regulations in Indonesia. Marriage cancellation can be done if it does not meet the requirements and harmony, this can be proposed by either the prospective husband or the prospective wife, this is also in line with law number 1 of 1974 concerning marriage in article 72. Which is the legas regulation applied in Indonesia. AbstrakPembatalan perkawinan menjadi sesuatu yang kerap terjadi di masyarakat kita, hal ini bisa disebabkan karena adanya pelanggaran hukum adat atau karena adanya problem lain seperti tidak mendapatkan ijin dari orang tua, bahwan suatu perkawinan dapat dibatalkan manakala ada problem yang menyebabkan keharaman seperti adanya nasab atau adanya pembohongan yang menyebabkan perkawinan tersebut dibatalkan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana konstruksi pembatalan perkawinan dalam kajian hukum normatif dan positif di Indonesia, adapun tujuan ini adalah menela’ah lebih mendalam terhadap konsep hukum normatif dan positif terhadap pembatalan perkawinan di Indonesia.Penelitian ini merupakan jenis penelitian library reseach dengan pendekatan sosial filosofis terhadap corak larangan yang ada di masyarakat lalu kemudian dikaji tinjau pula dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Pembatalan perkawinan dapat dilakukan apabila tidak memenuhi syarat dan rukunnya, hal ini dapat diajukan baik oleh calon suami atau calon istri, hal ini juga seirama dengan undang undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan pada pasal 72. Yang merupakan peraturan legas yang diterapkan di Indonesia.
KEPEMIMPINAN KOLEKTIF BERBASIS CONTINUAL IMPROVEMENT DI SMAIT ABU BAKAR BOARDING SCHOOL KULON PROGO Akhsanul Fuadi
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2361

Abstract

AbstractThis research explores management patterns as the strategy of the SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo School (SMAIT ABBS KP) in realizing to become superior schools, SMAIT ABBS KP has challenges in making it happen. This School applies the principle of collective leadership with a continuous improvement strategy to realize new schools that have excellence predicate in accreditation and are leading in the achievements, where management is based on local excellence namely the power of human resources to create new schools that excel in accreditation.This research is a qualitative study that describes in detail and in depth all conditions in a context, about something that happens in the field. The results showed that the SMAIT ABBS KP implements collective leadership with a continual improvement strategy to create a superior school, so that even though it was only established in 2017, a lot of achievements were achievedby SMAIT ABBS KP. Some of them are: (1) schools with a predicate with an accred itation score of 94 (A) (2) getting various kinds of championships, both in academic, religious and other non-academic fields, (3) the realization of a compact and harmonious work team as provision to achieve progressive achievements AbstrakPenelitian ini menggali pola managemen sebagai strategi SMAIT Abu Bakar Boarding School Kulon Progo (SMAIT ABBS KP) dalam mewujudkan sekolah yang unggul, karena sebagai sekolah baru, SMAIT BBS KP mempunyai tantangan dalam mewujudkannya. SMAIT ABBS KP menerapkan prinsip kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah baru yang berpredikat unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi, di mana manajemen tersebut dilandaskan pada keunggulan lokal yaitu kekuatan SDM untuk mewujudkan sekolah baru yang unggul dalam akreditasi dan terdepan dalam prestasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mendeskripsikan secara rinci dan mendalam segala potret kondisi dalam suatu konteks, tentang sesuatu yang terjadi di lapangan.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa SMAIT ABBS KP menerapkan kepemimpinan kolektif dengan strategi continual improvement untuk mewujudkan sekolah yang unggul, sehingga walaupun baru berdiri tahun 2017 banyak prestasi yang sangat mengembirakan dan membanggakan di raih oleh SMAIT ABBS KP, karena sebagai sekolah yang baru 3 (tiga) tahun, telah berhasil meraih prestasi. Beberapa di antaranya adalah: (1) sekolah berpredikat unggul dalam akreditasi dengan meraih nilai 94 (A) (2) memperoleh berbagai macam kejuaraan, baik dalam bidang akademik, keagamaan dan non akademik lainnya, (3) terwujudnya tim kerja yang kompak dan harmonis sebagai bekal untuk melejitkan prestasi yang progressive. 
Perencanaan Pembelajaran Thinking Skills di Pesantren Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Yuliana M.Pd.I; Aan Hasanah; Mohamad Erihadiana; Bambang Samsul Arifin
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2847

Abstract

AbstractCurrent learning tends to be focused a lot on developing memory for the content of information, not yet on efforts to train students' thinking skills to find solutions in solving a problem or making a decision. A learning process like this requires planning which is a form of teacher preparation before teaching. This study aims to identify learning planning at the Darussalam Kunir Subang Islamic Boarding School which combines the education system and teaching of the pesantrenan (salaf / traditional) with modern education. The qualitative approach with descriptive method was used to identify, describe, and analyze information needs regarding learning planning in the pesantren under study. Data collection was carried out by interview, observation, and documentation. Data analysis includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results revealed that the lesson planning at the Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang was in the form of i'dad tadris which is a teaching preparation prepared by Asatidz. The implementation of this educational institution is based on the Ministry of Religion for the administration of Madrasah Tsanawiyah (MTs) and Madrasah Aliyah (MA) education units. In addition, this pesantren also has a distinctive curriculum that adopts the Kuliyyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) system from the Gontor Modern Islamic Boarding School.AbstrakPembelajaran saat ini cenderung masih banyak difokuskan pada pengembangan daya ingat terhadap isi informasi, belum sampai pada upaya melatih keterampilan berpikir peserta didik untuk mencari solusi dalam memecahkan suatu masalah atau mengambil suatu keputusan. Proses pembelajaran seperti ini memerlukan perencanaan yang merupakan bentuk persiapan pendidik sebelum mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perencanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang yang memadukan sistem metodologi pendidikan dan pengajaran kepesantrenan (salaf/tradisional) dengan pendidikan modern. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis kebutuhan informasi mengenai perencanaan pembelajaran di pesantren yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang berupa i’dad tadris yang merupakan persiapan mengajar yang disiapkan oleh asatidz. Penyelenggaraan lembaga pendidikan ini menginduk ke Kementerian Agama untuk penyelenggaran unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Selain menginduk kepada institusi tersebut, pesantren ini juga memiliki kurikulum khas yang mengadopsi sistem Kuliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dari Pondok Pesantren Modern Gontor. 
PEMBERDAYAAN EKONOMI KOMUNITAS MUSLIM (STUDI PADA MAJELIS TA’LIM AL-MUTHMAINNAH DI KABUPATEN PONOROGO) Silvina Choirotul Fahmi; Luhur Prasetiyo
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2365

Abstract

AbstractThe objective of thisstudy is to describe the patterns and strategies of society economic empowerment that are used by the management of the Islamic Board of Trustees and empowerment is ongoing before and after conducting empowerment. Besides, it describes the factors that influenced the empowerment activity.These three problem formulations were examined with the theory of society empowerment and social change because it related to changes that occur in society. The study was conducted in Pohijo, Sampung, Ponorogo. This study adopts a qualitative approach through field research on productive activities for a society based on data collected by interviews, observation, and document analysis.This study describes the results of this empowerment activity in terms of culinary, society can make pentol and meatballs with good taste. In terms of animal husbandry, society can breed goats properly so that the number of goats is increasing every year. In terms of agriculture, society can grow shallots with a good method, so that the harvest never fails. A Changing in attitudes and habits of the society from the results achieved from society empowerment activities have more helped the economy of the Talim Assembly congregation, especially empowerers. AbstrakTulisan bertujuan mengungkap pola dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digunakan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Muthmainnah di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogodan pemberdaya sebelum, sedang berlangsung dan sesudah melakukan pemberdayaan serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dalam kegiatan pemberdayaan ini.Sesuai dengan tujuan tersebut,data dikaji menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial karena berhubungan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Studi dilakukan di Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan tentang kegiatan yang produktif bagi masyarakat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen.Studi ini mengungkapkan hasil dari kegiatan pemberdayaan ini yakni dari segi kuliner, masyarakat mampu membuat pentol dan bakso dengan citarasa yang enak. Dari segi peternakan, masyarakat mampu berternak kambing dengan baik hingga kian tahun kian bertambah jumlah kambingnya. Dari segi pertanian, masyarakat mampu bertanam bawang merah dengan metode yang baik sehingga setiap kali panennya tidak pernah gagal. Perubahan sikap serta kebiasaan masyarakat dari hasil yang sudah dicapai dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini sedikit banyak sudah membantu perekonomian jama’ah Majelis Ta’lim khususnya pemberdaya.
Ajaran Kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan Relevansinya dengan Pendidikan Izzuddin Rijal Fahmi
Muslim Heritage Vol 6, No 1 (2021): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i1.2810

Abstract

AbstractOne result of culture is literature. As a cultural heritage, old literature can also reveal information about past cultural outcomes through classical texts that can be read in relics in the form of writing or texts. In Java, manuscripts that are still in the form of handscript text or that have been in the form of copies are referred to as serat. The contents of the Javanese script (serat) mostly contain teachings (piwulang), so it is called a didactic literature. The teachings contained in the Javanese text range from Islamic mysticism esoterism (Sufism) to leadership ethics. One of the Javanese texts containing the teachings of leadership is Serat Nitisruti. This research’s goals are: (1) to identify the Serat Nitisruti, and (2) to analyze the Javanese leadership didactic in Serat Nitisruti and its relevance to Islamic education. Using the philological method consisting of: (1) manuscript inventory, (2) manuscript description, (3) text edits, (4) text translation, and (5) content analysis. AbstrakSalah satu hasil dari budaya adalah karya sastra. Sebagai warisan kebudayaan, sastra lama juga dapat mengungkapkan informasi tentang hasil budaya pada masa lampau melalui teks klasik yang dapat dibaca dalam peninggalan-peninggalan yang berupa tulisan atau naskah. Di Jawa, naskah yang masih berupa teks tulisan tangan atau yang sudah dalam bentuk salinan disebut sebagai serat. Isi dari naskah Jawa (serat) itu sebagian besar memuat ajaran (piwulang), sehingga disebut naskah didaktik (didactic literature). Ajaran-ajaran yang dimuat dalam naskah Jawa terentang mulai dari esoterisme mistik Islam (tasawuf) hingga etika-moralitas kepemimpinan. Salah satu naskah Jawa yang memuat ajaran kepemimpinan adalah Serat Nitisruti. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi naskah Serat Nitisruti, dan (2) menganalisis ajaran kepemimpinan Jawa dalam Serat Nitisruti dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Menggunakan metode filologi yang terdiri dari: (1) inventarisasi naskah, (2) deskripsi naskah, (3) suntingan teks, (4) terjemahan teks, dan (5) analisis isi.
IMPLEMENTASI HUKUMAN QISAS SEBAGAI TUJUAN HUKUM DALAM AL-QUR’AN Devi Nilam Sari
Muslim Heritage Vol 5, No 2 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i2.2342

Abstract

AbstractIn Islam the punishment for the perpetrators of murder and persecution is called qisas, namely giving the same treatment to the perpetrators. The existence of qisas is not a cruel act but it is an alternative for the creation of life and life according to Divine provisions. Unfair legal practices are reconstructed by the Qur'an, so that the objectives of a just law and the peace of life of the people can be realized. This research will be discussed regarding the law of qisas the word of Allah SWT in al-Qur’an letter al-Baqarah: 178-179 as forms and purpose of law in acts of murder. This research is a literature study, with the nature of descriptive implementation of the qisas punishment as a legal objective in the al-Qur’an specifically in surah al-Baqarah: 178-179 research analysis to describe and explain systematically about the research findings. o find out the 9 which deals with the punishment for the violation of murder. The results show that Qisas is the law of origin, which is enforced from the beginning, while diyat is the second law, and forgiveness is the most commendable thing from the sentence in QS al-baqarah: 179 confirms the basic purpose of the implementation of qisas law to maintain human survival. The fuqaha 'formulate the level of murder as well as the sentence as the implementation of the qisas penalty which contains the value of restorative justice with a civil settlement, but in positive law emphasizes more on pure criminal law because of the principle of legal certainty.  AbstrakDalam Islam hukuman terhadap pelaku pembunuhan dan penganiayaan disebut qisas, yaitu memberikan perlakuan yang sama kepada pelaku. Adanya qisas bukan sebagai tindakan yang sadis namun ini sebuah alternatif demi terciptanya hidup dan kehidupan sesuai ketentuan Ilahi. Praktik hukum yang tidak adil direkontruksi oleh al-Qur’an, agar tujuan hukum yang adil dan kedamaian hidup masyarakat dapat terwujud. Penelitian ini akan dibahas mengenai hukum qisas sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Baqarah: 178-179 sebagai bentuk-bentuk dan tujuan hukum pada tindakan pembunuhan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan, dengan sifat penelitian deskriptif analisis untuk menggambarkan dan menjelaskan secara sistematis mengenai hasil temuan penelitian. Untuk mengetahui implementasi hukuman qisas sebagai tujuan hukum dalam al-Qur’an terkhusus dalam surat al-Baqarah: 178-179 yang membahas mengenai hukuman bagi pelanggaran pembunuhan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qisas merupakan hukum asal, yaitu diberlakukan sejak semula, sedangkan diyat adalah hukum kedua, dan memaafkan adalah hal paling terpuji dari hukuman tersebut. dalam QS al-baqarah: 179 menegaskan tujuan dasar diberlakukannya hukum qisas untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Para fuqaha’ merumuskan tingkatan pembunuhan sekalligus hukumannya sebagai implementasi hukuman qisas yang mengandung nilai keadilan restoratif dengan penyelesaian secara perdata, namun dalam hukum positif lebih menekankan pada hukum pidana murni karena adanya asas kepastian hukum.
Konsep Pendidikan Pembiasaan Perspektif Ibnu Miskawaih Eka Putra Romadona
Muslim Heritage Vol 6, No 2 (2021): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v6i2.3308

Abstract

AbstractCurrently, discussions related to moral education are being discussed very hotly. As a scholar as well as a Muslim philosopher who was quite famous in his time, Ibnu Miskawaih had his own concept regarding how to cultivate good morals in students. As it is known that he is a scholar as well as a Muslim philosopher who pays more attention to the field of sahsiah. This research is intended so that we can understand the concept of the best moral education in the perspective of Ibnu Miskawaih in instilling good morals in students as objects of education. This literature research focuses on the formation of the Muslim personality based on the perspective of Ibnu Miskawaih. The author tries to dig deeper into the literature related to the moral philosophy that was initiated by Ibnu Miskawaih, which is then compared and a conclusion is drawn. In this study, it was found that the core of all moral inculcation activities in students is habituation. Because human nature can develop according to the environment and time in life. However, it cannot be denied that genetics also has its own role in shaping one's character. Therefore, it is appropriate that Ibnu Miskawaih is called the father of Islamic ethics with a progressive view. He does not deny the existence of genetics in his moral concept, on the contrary he also does not consider that genetics is absolute. He believes that a person's character can be formed with the help of aspects outside the individual.AbstrakDewasa ini diskusi terkait pendidikan akhlak sedang sangat hangat dibicarakan. Selaku cendekiawan sekaligus seorang ahli filsafat muslim yang cukup terkenal pada masanya, Ibnu Miskawaih memiliki konsep tersendiri terkait cara memupuk akhlak baik dalam diri peserta didik. Sebagaimana diketahui bahwa beliau adalah seorang cendekiawan sekaligus seorang ahli filsafat muslim yang memberikan perhatian lebih pada bidang sahsiah. Penelitian ini ditujuankan agar kita dapat memahami konsep terbaik perspektif Ibnu Miskawaih untuk menanamkan akhlak baik pada diri siswa selaku objek pendidikan. Penelitian yang bersifat kepustakaan ini memfokuskan kepada pembentukan peribadi muslim berdasarkan persepektif Ibnu Miskawaih. Penulis berusaha menggali lebih dalam literatur-literatur yang berkaitan dengan filsafat akhlak yang dicetuskan oleh Ibnu Miskawaih, yang kemudian dilakukan komparasi dan dibina sebuah kesimpulan. Pada penelitian ini, ditemukan inti dari seluruh aktivitas penanaman akhlak pada peserta didik adalah pembiasaan. Karena sejatinya watak manusia itu dapat berkembang sesuai dengan lingkungan dan waktu dalam kehidupannya. Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa genetika juga membawa peran tersendiri dalam pembentukan watak seseorang. Oleh itu, pantaslah jika Ibnu Miskawaih disebut sebagai Bapak Etika Islam yang berpandangan progresif. Beliau tidak menafikan adanya genetika dalam konsep akhlak beliau, sebaliknya beliau juga tidak menganggap bahwa genetika itu bersifat mutlak. Beliau percaya bahwa karakter seseorang dapat dibentuk dengan bantuan aspek-aspek di luar diri individu tersebut.

Page 11 of 22 | Total Record : 211