cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2022)" : 5 Documents clear
INDONESIAN ISLAMIC CENTRE LONDON Reny Wulandari; Sujadi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.5832

Abstract

The efforts of Indonesian Muslims to exist among other Muslim ethnics in London from 1960s up today have not given impacts yet. Their existence has not played an important role in spreading Indonesian Islam and not lead to establish a big mosque there. Therefore, this article discusses about how was their history prior to its Indonesian Islamic Centre (IIC)?; and how far did the IIC make efforts to develop Indonesian Muslims in London? Therefore, this article aims to explore its contributions for Indonesian Muslims there, leading to contribute to the Embassy of Republic of Indonesia in the Great Britain and local ruling government there in social-cultural field. Dealing with this, historical method: heuristic, verification, interpretation, and historiography and social history approach on the great efforts of ordinary people are used. In conclusion, the efforts for an Indonesian mosque need more time in spite of having a house serving as a charity foundation and holding bold solidarity and unity for them regularly. This is inseparable from its mission as a uniting spot. Subsequently, ICC’s board members have been able to provide legal marriage service under Indonesian and British laws. All the results show that they should make more significant efforts. ABSTRAK Keberadaan Indonesian Islamic Centre (IIC) bagi komunitas muslim Indonesia di London hingga kini belum berdampak besar dalam mensyiarkan model Islam Indonesia di tengah-tengah etnis muslim lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini mendiskusikan tentang bagaimana sejarah muslim Indonesia sebelum adanya IIC?; dan sejauhmana kiprah IIC untuk mengembangkan eksistensi muslim Indonesia di London? Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kontribusi organisasi tersebut dalam memenuhi kebutuhan keagamaan dan sosial umat Islam Indonesia sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran terutama kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Inggris dan pemerintah lokal. Dalam mengkaji subyek-subyek tersebut digunakan metode sejarah yaitu metode yang menggunakan tahapan-tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi hingga historiografi dan pendekatan sejarah sosial – pendekatan yang memfokuskan pada usaha-usaha rakyat dalam perjuangannya. Setelah melakukan analisa historis, ada beberapa kesimpulan: pertama, perjuangan untuk menghadirkan masjid yang memadai untuk umat Islam Indonesia di London masih memerlukan waktu panjang walau organisasi itu sudah membeli sebuah rumah yang dijadikan yayasan amal. Kedua, IIC sudah bersaha mewadahi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial-budaya anggotanya komunitas muslim Indonesia di Inggris secara regular. Ketiga, penyelenggaraan pernikahan juga menjadi perhatian serius IIC dengan mempertimbangkan hukum-hukum pernikahan yang berlaku di Indonesia dan di Inggris. Semua hasil ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu melakukan hal-hal yang lebih berdampak.
MARKETING STRATEGY OF GHARAR BUSINESS SCHEMES: Mystery Box on E-Commerce Shopee Platform Nur Rizqi Febriandika; Nabila Putri Tsany; Tipmanee Sriplod
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6028

Abstract

ABSTRACT Mystery box sale and purchase have developed into a fraudulent area, the prices and goods obtained are not appropriate, so consumers feel at a loss. This study aims to determine the marketing strategy and sales mechanism of the mystery box. The research method used in this research is descriptive qualitative with the type of research used in this study being observation by examining mystery box products in Shopee. Based on the results of the analysis carried out on the Shopee application, two types of keywords were found. The first keyword is the Mystery Box and the second keyword is the "Misteri Box" both have different product categories. There are ±27,000 products entitled mystery box and ±14,678 products with the name mystery box. So, it can be concluded that most of the sellers use titles with the keyword "mystery box". Mystery box on the Shopee site can be categorized as a marketing strategy that uses marketing segmentation without differentiating the market (Undifferentiated Marketing) and targeting in the form of full market coverage/mass market targeting. ABSTRAK Jual beli mystery box berkembang menjadi sebuah lahan penipuan, harga dan barang yang didapat tidak sesuai sehingga konsumen merasa rugi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi marketing dan mekanisme penjualan dari mystery box. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan observasi pada produk mystery box yang ada di Shopee. Bedasarkan dari hasil analisis yang dilakukan pada aplikasi Shopee ditemukan dua jenis kata kunci, pertama adalah “Mystery box” dan kata kunci kedua adalah “Misteri Box”. Keduanya memiliki kategori produk berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27.000 produk yang muncul jika menggunakan kata kunci “mystery box” dan terdapat terdapat 7.000 produk jika menggunakan kata kunci “misteri Box”. Sehingga, dapat disimpulkan jika kebanyakan dari penjual lebih banyak menggunakan judul dengan kata kunci “mystery box”. Strategi pemasaran produk mystery box di Shopee dapat dikategorikan sebagai strategi marketing yang menggunakan segmentasi pemasaran tanpa membedakan pasar (Undifferentiated Marketing) dan targeting berupa cakupan pasar penuh (full market coverage/mass market targeting).
FEMINISM ANALYSIS OF THE TRADITION OF THE JAMASAN PUSAKA TOMBAK KANJENG KYAI UPAS IN TULUNGAGUNG REGENCY Emi Nur Hidayatuz Zuhroh; Ahmad Nurcholis
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6181

Abstract

ABSTRACT The Jamasan Heirloom tradition is an activity that is inherent in the community, namely an activity of purifying heirlooms or relics of previous ancestors. This study will review the Jamasan Heirloom tradition in Tulungagung district starting from how this tradition runs, how the procedure is carried out, and discusses why this procession can only be done and seen by men only. The role of patriarchy is very visible in this Jamasan Heirloom tradition compared to the role of women or feminists. Feminist theology will also be involved in research discussions and supported by several feminist warrior figures. A phenomenological approach is used in this work to examine social phenomena using critical analysis. Based on field observations, interviews with informants (including people who adhere to the Jamasan tradition and local community leaders), and documentation, this research uses a qualitative descriptive technique. The results of this study indicate that in the Jamasan Heirloom tradition there is injustice or inequality between the roles and status of men and women where women are placed as a second class under men. ABSTRAK Tradisi Jamasan Pusaka merupakan suatu kegiatan yang melekat pada masyarakat yaitu suatu kegiatan penyucian benda-benda pusaka atau peninggalan nenek moyang terdahulu. Penelitian ini akan mengulas tradisi Jamasan Pusaka yang ada di kabupaten tulungagung mulai dari bagaimana tradisi Jamasan Pusaka ini berjalan dan bagaimana tata cara prosesinya serta membahas mengapa prosesi ini hanya boleh dilakukan dan dilihat oleh laki-laki saja. Peran patriarki sangat terlihat dalam tradisi Jamasan Pusaka ini dibandingkan peran perempuan atau kaum feminis. Teologi Feminis juga akan disangkut pautkan dalam pembahasan yang didukung oleh beberapa tokoh-tokoh pejuang feminis. Pendekatan fenomenologis digunakan dalam karya ini untuk mengkaji fenomena-fenomena sosial dengan menggunakan analisis secara kritis. Berdasarkan observasi lapangan, wawancara dengan informan (termasuk masyarakat yang menganut tradisi jamasan dan tokoh masyarakat setempat), serta dokumentasi, penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tradisi Jamasan Pusaka terdapat ketidak adilan atau ketidak setaraan antara peran dan status laki-laki dengan kaum perempuan di mana perempuan diletakkan sebagai second class di bawah laki-laki.
THE RELEVANCE OF IBNU TAIMIYAH’S WAGE CONCEPT FOR CONSTRUCTION WORKERS IN PANGEREMAN VILLAGE Lailatul Maufiroh; Fadllan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6470

Abstract

ABSTRACT The concept of wages according to Ibn Taimiyah is the level of wages that must be given to workers. So that, they can live properly in the midst of society. Equivalent wages are remuneration in the form of money and so on which are paid to repay services. The aimed of this research is to identify the relevance of Ibnu Taimiyah’s wage concept for construction workers in Pangereman Village, Sampang Madura. This research is conducted using qualitative research method, which the data are from the literatures related with the wage concept of Ibnu Taimiyah perspective, then it is completed by interview. The obtained data becomes the relevant material with the concept offered by Ibn Taimiyah. The results of this research describe that the head of construction workers implements the concept of wages from Ibn Taimiyah's perspective, namely the concept of fair and honest wages. Employment agreements are made at the beginning and remuneration is carried out at the end. The head construction workers adjusts the quality and quantity of the performance of the workers. The better their performance quality, the higher the wages level they will get, and the more days they work, the more wages they will get. ABSTRAK Konsep upah menurut Ibnu Taimiyah adalah tingkat upah yang harus diberikan kepada pekerja agar dapat hidup layak di tengah-tengah masyarakat. Upah yang setara adalah balas jasa dalam bentuk uang dan sebagainya yang dibayarkan untuk membayar kinerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi relevansi konsep upah yang ditawarkan oleh Ibn Taimiyah dengan implementasi pengupahan buruh bangunan di Desa Pangereman, Sampang Madura . Penelitian ini mengadopsi jenis penelitian kualitatif, dimana datanya diperoleh dari kajian-kajian terkait pengupahan perspektif Ibnu Taimiyah, kemudian dilengkapi dengan hasil interview. Data yang diperoleh dijadikan bahan yang direlevansikan dengan pemikiran Ibn Taimiyah. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kepala buruh bangunan menerapkan konsep pengupahan dari sudut pandang Ibnu Taimiyah, yaitu konsep pengupahan yang adil dan jujur. Perjanjian kerja dibuat di awal dan remunerasi dilakukan di akhir. Kepala pekerja konstruksi menyesuaikan kualitas dan kuantitas kinerja pekerja. Semakin baik kualitas kinerja mereka, semakin tinggi tingkat upah yang akan mereka dapatkan, dan semakin banyak hari mereka bekerja, semakin banyak upah yang akan mereka dapatkan.
FRAMING IN THE NEWS HEADLINES OF THE SHIA SAMPANG CONFLICT IN THE NATIONAL AND LOCAL MASS MEDIA: A Critical Discourse Analysis Millatuz Zakiyah; Siti Rohmah; Yulianto
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6533

Abstract

ABSTRACT This study focuses on the news frame on the news title with the theme of the Shia conflict in Sampang. This qualitative descriptive research uses a critical paradigm. Data were obtained from Tempo.co, Kompas.com, Kabar Madura and Madura Indepth in 2011-2021. The media framed the Shia Sampang conflict in the government's frame, the Shia community's frame, and the case of intolerance. Tempo and Kompas frame the government as passive in dealing with conflicts and there is forced conversion of faith, but Kabar Madura and Madura Indepth frame the opposite. Furthermore, Tempo framed the government as being involved in intimidating Shia Sampang residents into converting their beliefs; Shia residents are framed as victims who suffer and are oppressed and peace initiators, and this conflict is a Sunni-Shia conflict. Meanwhile, Kompas framed that the government threw the responsibility for resolving the Shia Sampang conflict on other government institutions and did not anticipate the conflict; the Shia people of Sampang still empowered enough to resist; and this conflict is an internal family conflict. Kabar Madura and Madura Indepth framed that the Sampang Shia conflict had been completed, facilitated by the Sampang Regional Government and the Sampang Shia residents as citizens who were not persecuted and forced to convert. ABSTRAK Penelitian ini fokus mengkaji bingkai berita pada judul berita bertemakan konflik Syiah di Sampang. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan paradigma kritis. Data diperoleh dari media massa nasional, Tempo.co dan Kompas.com dan media massa lokal Kabar Madura dan Madura Indepth pada tahun 2011—2021. Dengan memanfaatkan pendekatan wacana kritis, ditemukan bahwa media membingkai konflik Syiah Sampang dalam bingkai pemerintah, bingkai warga Syiah, dan bingkai kasus intoleransi. Tempo dan Kompas membingkai pemerintah pasif dalam menangani konflik dan terdapat pemaksaan perpindahan keyakinan, dan Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai sebaliknya. Selanjutnya, Tempo membingkai pemerintah terlibat dalam intimidasi warga Syiah Sampang agar berpindah keyakinan; warga Syiah dibingkai sebagai korban yang menderita dan terdzolimi dan inisiator perdamaian, dan konflik ini adalah konflik Sunni-Syiah. Sementara itu, Kompas membingkai pemerintah melemparkan tanggung jawab penyelesaian konflik Syiah Sampang pada lembaga pemerintahan yang lain dan tidak mengantisipasi konflik dan warga Syiah Sampang merupakan korban yang masih cukup berdaya untuk melakukan penolakan. Konflik ini merupakan konflik internal keluarga. Kabar Madura dan Madura Indepth membingkai konflik Syiah Sampang sudah selesai difasilitasi Pemerintah Daerah Sampang dan warga Syiah Sampang sebagai warga negara yang tidak didzholimi dan dipaksa berpindah keyakinan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5