cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
PEMAKNAAN TOLERANSI DAN KEBEBASAN BERAGAMA PERSPEKTIF TAFSIR BI AL-MA’TSUR (Studi terhadap Tafsir Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran, Tafsir al-Quran al-Adzim dan al-Durru Al-Mantsur fi Tafsir bi al-Ma’tsur) Dina Mardiana
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1775

Abstract

Kebebasan beragama merupakan salah satu hak yang paling asasi bagi setiap manusia. Di sisi lainnya, agama seakan bermakna sebagai ritus publik yang harus dikontrol sehingga seseorang tidak mudah untuk berpindah dari satu agama ke agama yang lain. Tarik ulur ini yang kemudian penulis kaji dengan melakukan penelusuran terhadap tafsir bi al-ma’tsur yang ditulis oleh Thabari, Ibn Katsir dan Jalaluddin al-Suyuti dalam menafsirkan ayat tentang kebebasan beragama. Pemilihan tafsir bi al-ma’tsur sebagai fokus kajian karena tafsir ini dianggap sebagai tafsir yang lebih qualified dibandingkan tafsir bi al-ra’yi. Melalui studi kepustakaan dengan metode analisis isi dan pendekatan komparatif diperoleh satu kesimpulan bahwa tafsir bi al-ma’tsur yang ditulis oleh tiga tokoh mufassir ini memperlihatkan kecenderungan terhadap teologi yang bersifat inklusif, hal ini sangat dipengaruhi oleh sosok baginda Nabi saw. yang memberikan teladan kepada para sahabatnya dalam menerima realitas tentang keberagaman keyakinan.The freedom of religion is one of most fundamental rights of human being. On the other side, religion seems to mean as a public rite that must be controlled so that it will not easy for anyone to move from a religion to another. This what the research reviewed by tracing tafseer bi al-ma’thour arranged by Thabari, Ibn Katheer and Jalaluddeen al-Suyuti who were interpreting verses about the freedom of religion. Tafseer bi al-ma’thour was selected as focus of the study since it was considered as more qualified tafseer than tafseer bi al-ra’yi Through this literature study, using content analysis method and comparative approach, it was concluded that tafseer bi al-ma’thour arranged by the three interpreters (mufassir) showed a tendency to be an inclusive theology. This was fully influenced by the figure of the Great Prophet PBUH, which set examples for his companions to accept the reality of the diversity of believes.
TIPOLOGI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM (Membangun Sebuah Paradigma Pendidikan Yang Mampu Menjadi Wahana Bagi Pembinaan Dan Pengembangan Peserta Didik) Matrapi Matrapi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1822

Abstract

Tipologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengelompokan berdasarkan tipe atau jenis secara lebih spesifik. Pendidikan Islam adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kemasyarakatannya dan dalam alam sekitarnya melalui proses pendidikan yang dilandasi dengan nilai-nilai Islam. Pemikiran pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam dan berupaya untuk membangun sebuah paradigma pendidikan yang mampu menjadi wahana bagi pembinaan dan pengembangan peserta didik secara paripurna. pemikiran pendidikan Islam memiliki empat tujuan, salah satunya yaitu membantu menemukan masalah-masalah pendidikan dan sekaligus memberikan cara untuk mengatasinya berdasarkan cara kerja yang sistematik, radikal, universal, mendalam, spekulatif dan rasional. Tipologi pemikiran pendidikan Islam sangat beragam dan memiliki pandangan masing-masing terhadap pelaksanaan serta proses pendidikan.
TAFSIR BURHANI AYAT EKONOMI: Rekontruksi Penafsiran terhadap Sumber Ekonomi Islam Zainal Abidin
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1840

Abstract

The reconstruction of thought in Islamic economics will provide significant space to absorb all existing entities, both from Islam and conventional economics. The reconstruction method that can be offered is a burhani interpretation of Muhammad Abid al-Jabiri’s concept of thought. So far, the interpretation of al-Qur’an is still dominated by the concept of bayani which still places texts as something sacred, thus losing a harmonious relationship with the context. The emphasis of research on the burhani method is a reconstruction of the bayani method which only emphasizes on istibanthiyah. The convergence between the two methods, between bayani and burhani will give to a living interpretation of al-Qur’an. So, the Qur'an is not only a reading that adorns Islam but is also a way of life or known as hudan according to the function of the descent of the Qur'an, including in economic context.[Rekontruksi pemikiran dalam ekonomi islam akan memberikan ruang yang signifikan untuk menyerap semua entitas yang ada, baik dari Islam maupun ekonomi konvensional.. Metode rekonstruksi yang bisa ditawarkan adalah tafsir burhani dari konsep pemikiran Muhammad Abid al-Jabiri. Selama ini ranah penafsiran ini masih didominasi konsep bayani yang masih menempatkan teks-teks sebagai sesuatu yang sakral sehingga kehilangan hubungan yang harmonis dengan konteksnya. Penekanan adanya research dalam metode burhani merupakan sebuah rekontruksi terhadap metode bayani yang hanya menekankan pada istibanthiyah  semata. Konvergensi antara kedua metode tersebut yaitu antara bayani dan burhani akan melahirkan sebuah penafsiran yang hidup sehingga Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang menghiasi Islam tetapi sekaligus way of life atau dikenal sebagai hudan sesuai dengan fungsi diturunkannya Al-Qur’an termasuk dalam konteks ekonomi]
TEORI BELAJAR HUMANISTIK DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Telaah Materi Dan Metode Pembelajaran Mohammad Muchlis solichin
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1856

Abstract

Teori belajar Humanistik merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada memanusiakan siswa, dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan siswa dalam belajar. Tulisan ini berupaya menelaah paradigm pembelajaran humanistik dan penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang meliputi materi/sub meteri akidah, al-Qur’an Hadith, Fiqh, Akhlak Tasawwuf dan Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam Pendidikan Agama Islam teori belajar humanisme bisa digunakan sebagai cara untuk menyampaikan materi PAI. Penarapan teori belajar humanistik dalam materi PAI dapat dilakukan dengan memberikan alasan-alasan (bukti-bukti) rasional terhadap ajaran Islam, memberikan kesempatan siswa untuk berpikir kritis, kreatif terhadap materi PAI yang disampaikan, menghubungkan materi PAI dengan dunia nyata siswa. Strategi pembelajaran PAI sebagai aplikasi teori humanistik dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran aktif, kreatif, menyenangkan, koperatif, kontekstual, dan inquiry- discovery.
PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM STUDI ISLAM Fu'ad Arif Noor
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1904

Abstract

PendekatanIntegratifadalahkajian yang menggunakancarapandangdanataucaraanalisis yang menyatudanterpadu, analisisintegratifdapatdikelompokkanmenjadidua. Pertama, integratifantarseluruhnash yang terkaitdenganmasalah yang sedangdikupasataudibahas. Kedua, integratifantaranashdenganilmu lain yang terkaitdenganmasalah yang sedangdibahas.Ilmu-ilmu ke-Islaman adalah produk ijtihad para ilmuan (ulama/mujtahid). Dengan penempatan pada level yang demikian, maka ilmu-ilmu ke-Islaman yang  kenal sekarang ini adalah tidak identik dengan wahyu.  Dan bukan rahasia lagi bahwa praktek pendidikan dan pengajaran agama Islam selama ini terlalu menekankan pada sumber dan kebenaran tekstual. sehingga melupakan kenyataan bahwa ketika gagasan pemikiran, ide yang menjelma menjadi keyakinan dan keimanan yang berlandaskan teks itu dipraktekkan dan dioperasionalisasikan di lapangan, maka secara otomatis muncul berbagai pemahaman dan interpretasi.Integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama itu pada dasarnya dilandaskan pada tauhidiq system, yakni menempatkan Allah sebagai awal dan akhir dari segalanya. Karena keyakinan tauhid dan juga keyakinan akan nilai-nilai agama bisa lahir dari ilmu apa saja termasuk ilmu yang selama ini digolongkan pada ilmu umum. Sebagai masyarakat akademisi tentunya menjadi suatu tantangan untuk mewujudkan bahwa Islam adalah rahmat seluruh alam, yang tetap memiki arah kemaslahatan dunia dan akhirat.Maka bukanlah sesuatu hal yang mustahil apabila PTAI kelak menjadi kiblat ilmu pengetahuan dengan syarat ada kesungguhan untuk mengadakan perubahan yang mendasar, diantaranya reinterpretasi ajaran Islam, mereformasi posisi beberapa dari segi pengajarannya, sampai dengan pengembangannya, merekontruksi yang diawali dengan dekontruksi kajian Islam, serta mengembangkan ilmu-ilmu keislaman
KONSEP ISLAM DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL mulyadi mulyadi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1906

Abstract

Secara bahasa Islam dimaknai antara lain: Al-Istislam (berserah diri), As-Salamah (suci bersih), As-Salam (selamat dan sejahtera), As Silmu (perdamaian), dan Sullam (tangga, bertahap, atau taddaruj). Konsep Islam dalam Al-Qur’an dimaknai dalam dua teknik interpretasi yaitu dipahami secara tekstual dan kontekstual. Kedua perspektif ini memiliki fokus yang berbeda, Islam dalam pemahaman tekstual lebih terfokus pada teks apa adanya dalam pengertian sebuah keyakinan, akidah, dan doktrin yang telah baku, melembaga, dan bersifat holistik, yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Sedangkan kontekstual selain memperhatikan teks juga mempertimbangkan unsur konteks yang melingkupi teks yang merupakan sebuah instrumen agama dengan seperangkat doktrin yang bersifat universal dan progresif, dimaknai dalam pengertian sesuai dengan fitrahnya sebagai agama rahmatan li al-‘alamin, tidak mungkin bersifat kaku atau statis. Oleh karena itu Islam semestinya bersifat terbuka, progresif, dan dinamis. Ayat yang paling krusial dan menimbulkan perdebatan di kalangan kaum muslim, yaitu ayat yang terdapat pada Q.S. Al-Ma’idah : 3. Penggalan ayat ini menjelaskan tentang agama (din) yang telah disempurnakan, dan Islam diakui sebagai agama (din) yang diridhai Allah. Sebut saja dua penafsir yang mewakili kedua aliran ini, Sayyid Qutb dan Rasyid Rida. Makalah ini akan menguraikan secara singkat mulai dari arti islam secara bahasa hingga penggunaannya di beberapa ayat beserta pandangan beberapa tokoh dan ulama tentang makna Islam baik secara tekstual maupun kontekstual
Islam dan Pembangunan Manusia di Era Globalisasi as'ad bukhari
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1907

Abstract

Di era globalisasi membuat manusia semakin terus besaing dan meningkatkan kemampuan untuk dapat menjadi manusia yang produktif.Pembangunan manusia merupakan hal utama dalam melakukan perubaan serta kemajuan dalam kehidupan.Dalam pembahasan Pembangunan manusia di era globalisasi yang merupakan program dunia melalui persatuan bangsa-bangsa tidak terlepas dari kajian Islam.Sehingga Islam sebagai agama dapat masuk untuk menjadi pembahasan yang sangat penting dalam isu-isu pembangunan tentunya.Pembangunan nasional menjadi tugas utama pemerintah dari tingkat daerah sampai provinsi, sehingga mempersipakan sumberdaya manusia sebagai bentuk peggerak dan pengelolanya.Kebijakan terhadap pembangunan sumberdaya manusia selalu mengalami dinamika dan perkembangnnya dari segi sosiologi, antropologi dan budaya.Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia menjadi penentu dan memiliki pengaruh besar terhadap isu pembangunan secara nasional.Islam dan pembangunan manusia di era globalisasi menjadi hal terpenting untuk membangun Indonesia menjadi negara yang berbudaya, berkarakter dan berkemajuan. Dengan demikian proses pembangunan menjadi bagian utama untuk merekonstruksi infrastuktur, manusia, jaringan dan setiap aspeknya. Konstruksi dalam pemikiran agama yakni pemikiran studi Islam dalam proses pembangunan menjadi tujuan agar tercipatanya pembangunan di era globalisasi. Hal tersebut juga sebagai bentuk memajukan masyarakat dan pola pikir manusia yang melek digital serta sadar akan ilmu pengetahuan, teknologi, pembangunan dan kehidupan di era globalisasi dalam bentuk hubungan internasional
REVITALISASI NILAI-NILAI QUR’ANI DALAM PENDIDIKAN ISLAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Siswanto Siswanto; Yuli Anisyah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2076

Abstract

The existence of the 4.0 industrial revolution is seen as having a negative impact on the nation's morality. Given the latest western strategy in universalizing western civilization and its values. Through the Revolution 4.0 narrative wrapped in technological sophistication, it was intentionally designed for the acceleration of the industrialization of public demand so that the world depends on the west and there is hegemony in every aspect of life. Revitalizing the values of the Koran in the Islamic education system is a solution to maintain the swift flow of globalization and shifting values. If the Koran education continues to be developed, then the values of the Qur'an will become a spiritual capital to fortify itself from the impact of the 4.0 Industrial Revolution.[Keberadaan revolusi industri 4.0 dipandang akan memberikan dampak buruk bagi moralitas bangsa. Mengingat strategi terkini Barat dalam menguniversalkan peradaban Barat dan nilai-nilainya. Melalui narasi Revolusi 4.0 yang berbalut kecanggihan teknologi, sengaja dirancang bagi percepatan industrialisasi hajat publik agar dunia tergantung pada Barat dan terjadilah hegemoni dalam setiap aspek kehidupan.Revitalisasi nilai-nilai Alquran dalam sistem pendidikan Islam merupakan langkah solutif untuk mempertahankan derasnya arus globalisasi danpergeseran  nilai. Jika pendidikan Alquran terus dikembangkan, maka nilai-nilai Alquran akan menjadi modal spiritual untuk membentengi diri dari dampak Revolusi Industri 4.0 tersebut]
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA KELAS UNGGULAN DI STAIN PAMEKASAN Bunai Bunai
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2082

Abstract

The article results of this study describe learning management in the superior class at STAIN Pamekasan. There are three focus in this research, namely: (a) how is the preparation of learning in the superior class at STAIN Pamekasan ?; (b) how are the learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan ?; and (c) how to evaluate learning in the superior class at STAIN Pamekasan? The purpose of this study was to describe and explain learning preparation in the superior class at STAIN Pamekasan, learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan, and evaluating learning in the superior class at STAIN Pamekasan. The results of this study indicate that first, the lecturers in giving lectures to the superior classes at STAIN Pamekasan had made preparations before giving lectures such as: seeing silabi, making course outlines, Lecture Event Units (SAP). Second, the lecturers were able to teach the excellent classes at STAIN Pamekasan well, starting to open until closing the lesson. Third, the lecturers were able to carry out learning evaluations on the superior classes at STAIN Pamekasan with various forms of evaluation well.[Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Ada tiga fokus dalam penelitian ini yaitu: (a) bagaimana persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; (b) bagaimana kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; dan (c) bagaimana pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, da pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, para dosen dalam memberi kuliah pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan telah melakukan persiapan sebelum memberi kuliah seperti: melihat silabi, membuat course outline, Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Kedua, para dosen mampu mengajar pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan baik, mulai membuka sampai menutup pelajaran. Ketiga, para dosen mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan berbagai bentuk evaluasi secara baik]
PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL DI LANGGHAR AL-HIDAYAH DAN LANGGHAR AL-IKHWAN ORAY PAMAROH KADUR PAMEKASAN Zainal Abidin
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2083

Abstract

Langghar as two non-formal education institutions deserves to be maintained and developed. Among the aspects that need to be maintained is the method of traditional Islamic education in Langghar in order to always instill Islamic values from an early age. Whereas among the aspects that need to be developed are facilities and infrastructure so that the implementation of Islamic education in Langghar continues. The results show that: first, the method used in Langghar al-Hidayah is a collaborative method. The method used in Langghar al-Ikhwan is a traditional method. Second, the reason Langghar al-Hidayah still maintains the method because it is able to instill Islamic values in the santri, while the reason for the Langghar al-Ikhwan is because the method is able to educate students to memorize the basics of aqeedah, fiqh and morals. While the inhibiting factors are the same, namely the santri stops or is lazy to recite when he wants to continue his education to junior high school, the level of delinquency of the santri and the intelligence of the different santri. While the supporting factors are in Langgharal-Hidayah, namely the teacher's experience and the book used. Whereas in Langghar al-Ikhwan, there is a free teacher experience.[Langghar sebagai dua lembaga pendidikan nonformal layak untuk dipertahankan dan dikembangkan. Di antara aspek yang perlu dipertahankan adalah metode pendidikan Islam tradisional di Langghar agar senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Sedangkan di antara aspek yang perlu dikembangkan adalah sarana dan prasarana agar pelaksanaan pendidikan Islam di Langghar tetap berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, metode yang digunakan di Langghar al-Hidayah adalah metode kolaboratif. Adapun metode yang digunakan di Langghar al-Ikhwan adalah metode tradisional. Kedua, alasan Langghar al-Hidayah tetap mempertahankan metode tersebut karena mampu menanamkan nila-nilai keislaman dalam diri santri, sedangkan alasan Langghar al-Ikhwan karena metode tersebut mampu mendidik santri menghafal dasar-dasar akidah, fikih dan akhlak. Sedangkan faktor penghambatnya sama, yaitu santri berhenti atau malas mengaji ketika sudah mau melanjutkan pendidikan ke SMP, tingkat kenakalan santri dan kecerdasan santri yang berbeda. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu kalau di Langgharal-Hidayah yaitu pengalaman guru dan kitab yang digunakan. Sedangkan di Langghar al-Ikhwan yaitu pengalaman gurudan gratis]