cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
PERAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI Rusydiyah, Evi Fatimatur
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i1.1354

Abstract

Schools/madrasahs have a vital role in cultural transition. The role is very significant in changing the culture of society through the next generation of Indonesian people who are still sitting in school. This role can not be separated from the managerial aspect of principal in supporting the reading culture program in schools/madrasahs. This study focuses on: (1) how is the application of literacy culture in schools/madrasah headed by women?; (2) how is the special program of cultural literacy development implemented in schools/madrasahs that have women principals? The writing is a qualitative descriptive research.
STUDI ANALISIS KOMPARATIF METODE MUTAKALLIMÎN DAN AHNÂF DALAM MENYELESAIKAN PERTENTANGAN DALIL HUKUM Jalil, Abdul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i1.1349

Abstract

Study of methodology istinbâth of Islamic law, good flow of madhhab Ushul Fiqh and expert of Islamic law termed with ta'ârud al-adillah, ta'âdul al-adillah and taqâbul al-adillah. In addressing ta'ârud al-adillah, the flow of Mutakallimîn and Ahnâf takes unequal steps and methods; First, the stages and methods pursued by Mutakallimîn's flow in resolving the first prefix, al-jam'û wa al-taufîq; Second, al-tarjîh; Third, al-naskh and the last with tasâqut al-dalîlain. While the Ahnâf flow, stages and methods of settling the contradictory propositions use steps; First, al-naskh; Second, al-tarjîh; Third al-jam'u wa al-taufîq and fourth, tasâqut al-dalîlain. Secondly, the similarity of the Mutakallimîn and Ahnâf flows when encountering the arguments of the theorem, both of which use the same method, which is different at the stage of step or stage they are used. Stages and methods adopted by the first Mutakallimin flow of al-jam'u wa al-taufîq, while the first stage and method of Ahnâf flow of the naskh. The flow of Mutakallimîn takes precedence over al-jam'u wa al-taufîq rather than doing tarjîh, while the Ahnâf tarjîh school takes precedence rather than compromise the proposition or al-jam'u wa al-taufîq.
PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Ayyuhâ al-Walad Mukorrobin, M.; Fattah, Abdul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i1.2201

Abstract

The learning process in al-Ghazâlî's perspective, known as “rabbânî al-ummah” (community educator), is good to be used as a benchmark for the success of learning processes and supporting factors for the success of the learning process, especially if compared with other educational thinkers to be relevant to education in globalization era. This research is a library research using a descriptive-qualitative and analytical-critical approach to Ayyuhâ al-Walad by al-Ghazâlî about the learning process. This research succeeded in revealing the learning process in the perspective of al-Ghazâlî in Ayyuhâ al-Walad is a series of theocentric learning processes, which are different from Western perspectives that are anthropocentric, so that learning is considered valuable if the goal is to get closer to God and motivation in learning in order to revive the sharia of the Prophet and subdue lust.[Proses belajar dalam perspektif al-Ghazâlî, yang dikenal dengan “rabbânî al-ummah” (pendidik umat), baik untuk dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan proses belajar dan faktor penunjang keberhasilan proses belajar yang tepat, terutama jika dikomparasikan dengan para pemikir pendidikan lain agar relevan dengan pendidikan era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analitis-kritis terhadap Ayyuhâ al-Walad karya al-Ghazâlî tentang proses belajar. Penelitian ini berhasil mengungkap proses belajar dalam perspektif al-Ghazâlî dalam Ayyuhâ al-Walad adalah rangkaian proses belajar yang bersifat teosentris, yang berbeda dengan perspektif Barat yang bersifat antroponsentris, sehingga belajar yang dianggap bernilai bila tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah serta motivasi dalam belajar demi menghidupkan syariat Nabi dan menundukkan hawa nafsu]
DAKWAH KULTURAL BATHORO KATONG DI PONOROGO Rofiq, Ahmad Choirul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i2.1593

Abstract

Islam merupakan agama yang luhur bagi seluruh umat manusia demi mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, setiap Muslim diharuskan berdakwah agar menganut agama Islam. Berkat kegiatan dakwahi, akhirnya agama Islam menjadi agama yang dipeluk oleh mayoritas masyarakat Ponorogo, Jawa Timur. Di antara tokoh utama yang dapat menyebarkan agama Islam di Ponorogo adalah Bathoro Katong, pendiri Kota Ponorogo. Keberhasilannya dalam melakukan Islamisasi di Ponorogo dipengaruhi oleh metode persuasifnya ketika berdakwah di Ponorogo. Dia mendirikan masjid sebagai sarana pengajaran Islam, menikahi Niken Gandini, dan juga memodifikasi kesenian reog Ponorogo dalam rangka Islamisasi Ponorogo. Dengan demikian, Bathoro Katong terbukti telah sukses menerapkan prinsip dakwah Islam sebagaimana dituntunkan oleh al-Qur’an dan teladan Nabi Muhammad SAW.
KOMIK ISLAM DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: Dakwah Kreatif Melalui Komik Romario, Romario; Aisyah, Lisda
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2588

Abstract

This article aims to examine the Islamic comic on Instragram, exactly @iqomic account initiated by Sandy Priyono Utomo since August 2015. Currently, this account is a popular Islamic comic on Instragram. Methodologically, the data of this study were taken from @iqomic account and several sources of documentation related to Islamic comic. They were analyzed  based on literature relevant to this study. The result shows that the @iqomic account which is based on the hadith of “convey from me even a single verse” always displays popular piety discourse that is reposted from Muslim comic artists, thus the cover of Islam which is dominated by the trend of “hijrah” and piety makes generation Z, the active social media users, are terribly impressed. [Artikel ini mengkaji komik Islam di ruang media sosial Instagram pada akun @iqomic yang diprakarsai oleh Sandy Priyo Utomo sejak Agustus 2015. Saat ini, akun ini merupakan akun komik Islam populer di Instagram. Secara metodologis, penelitian ini berdasarkan data dari akun @iqomic dan beberapa sumber dokumentasi yang terkait dengan komik Islam. Data ini dianalisis berdasarkan literatur yang relevan dengan topik penelitian ini. Penelitian ini menunjukan bahwa akun @iqomic, yang berlandaskan pada hadis ‘sampaikanlah walau satu ayat’ ini, selalu menampilkan wacana kesalehan populer yang dire-post dari para komikus muslim, sehingga wajah Islam yang didominasi oleh narasi tentang tren “hijrah” dan kesalehan membuat generasi Z, pengguna aktif media sosial, terkesan]
MODEL PEMBENTUKAN KECERDASAN MORAL SPIRITUAL SISWA SMP PLUS NURUL HIKMAH PAMEKASAN Hadi, Saiful
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.656

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kebijakan pengembangan kecerdasan moral spiritual di SMP Plus Nurul Hikmah, proses pem-bentukan kecerdasan moral spiritual, dan keberhasilan pembentu-kan kecerdasan moral spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, diketahui bahwa kebijakan pengem-bangan kecerdasan moral spiritual dilakukan dengan menyiapkan kebijakan kurikulum integratif (antara kurikulum nasional, muatan lokal, dan kurikulum kelembagaan). Proses pembentukan kecer-dasan moral spiritual dilakukan aktifitas keagamaan yang sangat ketat dan padat agar terjadi penguatan pengetahuan dan pengalaman keagamaan pada anak didik. Keberhasilan pembentukan kecerdasan moral spiritual siswa terlihat dari rendahnya pelanggaran disiplin, perilaku keagamaan yang kuat, dan terwujudnya budaya akhlak karimah.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF TEKSTUALIS NORMATIF DAN KONTEKSTUALIS HISTORIS Karimullah, Karimullah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i2.1557

Abstract

This paper seeks to describe the dichotomic-paradoxical perspectives surrounding Islamic religious education. On the one hand, the character of Islamic religious education has a normative textual perspective which has implications for the realization of an autistic Islam that gave birth to radicalism. On the other hand, historical contextual perspectives that emphasize religious dialectics with local cultures with the implications of respecting plurality and are highly anti-relying on authenticity. This paper itself suggests the need for maturity, maturity, attitude of responsibility and awareness in determining the choice of each of the two.
THE CONTEMPORARY THOUGHT ON THE QUR’AN: The Discourse of Muhammad Syahrûr’s al-Kitâb wa al-Qur’ân Zulfikar, Eko
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2542

Abstract

New methodologies and approaches in the study of the Qur’an are very much carried out by contemporary reviewers. This is actually influenced by the understanding of the Qur’an which always experiences dynamics in the times. This paper specifically addresses Muhammad Syahrûr’s contemporary thinking about the Qur’an in al-Kitâb wa al-Qur’ân. By descriptive-analytical study, the writer concludes understanding the Qur’an according to Syahrûr can be done by contextualizing the Quranic verses with a linguistic structure and scientific, philosophical, historical, psychological, and sociological approaches. He wants the content of the Qur’an to be in harmony with current social dynamics, the readers always actualize themselves extensively by not resting on the products of classical thought that have been considered established and sacred, and the Qur’an as if it had just been revealed, so that it can deconstruct and reconstruct the scientific knowledge of the Qur’an which has been considered final.[Metodologi dan pendekatan baru dalam studi Al-Qur’an marak dilakukan oleh para pengkaji kontemporer. Hal ini sejatinya dipengaruhi pemahaman tentang Al-Qur’an yang selalu mengalami dinamika dalam perkembangan zaman. Artikel ini secara spesifik mengulas pemikiran kontemporer Muhammad Syahrûr tentang Al-Qur’an dalam al-Kitâb wa al-Qur’ân. Dengan telaah deskriptif-analitis, penulis menyimpulkan bahwa pemahaman Al-Qur’an menurut Syahrûr dapat dilakukan dengan cara mengkontekstualisasikan Al-Qur’an dengan struktur linguistik serta pendekatan saintifik, filosofis, historis, psikologis, dan sosiologis. Dia menginginkan kandungan Al-Qur’an selaras dengan dinamika sosial kekinian, para pembaca senantiasa mengaktualisasikan diri secara ekstensif dengan tidak berpijak pada produk pemikiran Islam klasik yang telah dianggap mapan dan sakral, dan memosisikan Al-Qur’an seakan-akan baru saja diwahyukan, sehingga dapat mendekonstruksi sekaligus merekonstruksi tradisi keilmuan Al-Qur’an yang selama ini telah dianggap final]
INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW Kosim, Mohammad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.651

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.
TAFSIR BURHANI AYAT EKONOMI: Rekontruksi Penafsiran terhadap Sumber Ekonomi Islam Abidin, Zainal
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1840

Abstract

The reconstruction of thought in Islamic economics will provide significant space to absorb all existing entities, both from Islam and conventional economics. The reconstruction method that can be offered is a burhani interpretation of Muhammad Abid al-Jabiri’s concept of thought. So far, the interpretation of al-Qur’an is still dominated by the concept of bayani which still places texts as something sacred, thus losing a harmonious relationship with the context. The emphasis of research on the burhani method is a reconstruction of the bayani method which only emphasizes on istibanthiyah. The convergence between the two methods, between bayani and burhani will give to a living interpretation of al-Qur’an. So, the Qur'an is not only a reading that adorns Islam but is also a way of life or known as hudan according to the function of the descent of the Qur'an, including in economic context.[Rekontruksi pemikiran dalam ekonomi islam akan memberikan ruang yang signifikan untuk menyerap semua entitas yang ada, baik dari Islam maupun ekonomi konvensional.. Metode rekonstruksi yang bisa ditawarkan adalah tafsir burhani dari konsep pemikiran Muhammad Abid al-Jabiri. Selama ini ranah penafsiran ini masih didominasi konsep bayani yang masih menempatkan teks-teks sebagai sesuatu yang sakral sehingga kehilangan hubungan yang harmonis dengan konteksnya. Penekanan adanya research dalam metode burhani merupakan sebuah rekontruksi terhadap metode bayani yang hanya menekankan pada istibanthiyah  semata. Konvergensi antara kedua metode tersebut yaitu antara bayani dan burhani akan melahirkan sebuah penafsiran yang hidup sehingga Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang menghiasi Islam tetapi sekaligus way of life atau dikenal sebagai hudan sesuai dengan fungsi diturunkannya Al-Qur’an termasuk dalam konteks ekonomi]

Page 3 of 25 | Total Record : 250