cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
NGAJHI KA LANGGHÂR: The Educational Nursery of Moderation of Islam in Madura Istikhari, Naufil; Rahmah, Ulfatur
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i2.2278

Abstract

The existence of langghâr in Madura has been the most important cultural heritage of Muslim society after pesantren. This research aims to explore and analyze that the langghâr in Madura has not been only functioned as both a place to pray together and learn holy Qur’an among Muslim children, but also can be functioned as a field of shaping deep Islamic character. The practice of ngajhi ka langghâr in Desa Gapura Timur and Desa Lembung Timur, langghâr has been used as an object in this research, has not been only functioned in learning a holy Qur’an, but also —this is the most crucial— as a field to study some Islamic jurisprudences and basic literature of sufism. By using Pierre Bourdieu’s theory of field and habitus, this research found an important thesis that ngajhi ka langghâr can be declared as the most primordialistic sub-culture, outside of pesantren, that contributes to creating an educational nursery of moderation of Islam in Madura.[Keberadaan langghâr di Madura telah menjadi warisan budaya terpenting masyarakat muslim setelah pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis bahwa langghâr di Madura tidak hanya difungsikan sebagai tempat salat berjemaah dan belajar Al-Qur’an di kalangan anak-anak muslim, tetapi juga dapat difungsikan sebagai medan pembentukan karakter Islam yang mendalam. Praktik ngajhi ka langghâr di Desa Gapura Timur dan Desa Lembung Timur, langghâr yang dijadikan objek dalam penelitian ini, tidak hanya difungsikan dalam pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga —inilah yang paling krusial— sebagai bidang studi beberapa fikih Islam dan literatur dasar tasawuf. Dengan menggunakan teori lapangan dan habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini menemukan tesis penting bahwa ngajhi ka langghâr dapat dinyatakan sebagai sub-budaya paling primordialistik, di luar pesantren, yang berkontribusi dalam menciptakan pembibitan pendidikan moderasi Islam di Madura]
ISLAM DAN DEMOKRASI Rohmah Iftitah, Naili
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.556

Abstract

Demokrasi merupakan istilah yang selalu hangat diper-bincangkan oleh berbagai kalangan baik kalangan politisi, akade-misi maupun rakyat kalangan atas sampai kalangan bawah. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan berbagai persolan dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bernegara bahkan beragama. Dalam kaitan-nya dengan agama, khususnya agama islam, demokrasi marak di-perbincangkan. Sehingga tulisan ini mencoba menjelaskan tentang Islam dan demokrasi, mulai dari pengertian demokrasi, hubungan agama dan demokrasi, islam dan demokrasi, serta Islam, demokrasi dan pendidikan kaitannya dengan demokratisasi pendidikan islam.
PENGUJIAN HADIS AHAD SEBAGAI SUMBER HUKUM Syawqi, Abdul Haq
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.1219

Abstract

In the discourse of hadith science, hadith ahad is in a unique position. This is said because the hadith ahad seems to be seen as the second source of law after the mutawatir tradition. Therefore, in a position, mutawatir tradition does not need to be tested for its truth. So that the truth is worthy of the hadith ahad. Companions, hadith experts, and fiqh experts have different ways of testing the authenticity of hadith. Some friends test the hadith with the Qur'an and hadith with other traditions that are stronger or famous which are sometimes reinforced by rational arguments in the form of analogies. Unlike some friends, hadith experts add other criteria, namely the testing of hadith with sirah nabawiyah which is valid, reason, senses, and history. Rigorous testing criteria carried out by fiqh experts, such as the testing of ahad traditions with the Koran, famous hadith, charity friends, qiyas jali, 'general al-balwa, and al-ushul al-‘ammah. With the descriptive method, this article seeks to unravel the testing of hadith ahad as a source of law, so that the standard of validity of the hadith can be described and the hadith is worthy of being a source of law.[Dalam diskursus ilmu hadis, hadis ahad berada pada posisi yang unik. Dikatakan demikian karena hadis ahad seakan-akan dipandang sebagai sumber hukum kedua setelah hadis mutawatir. Oleh karena itu, secara posisi, hadis mutawatir tidak perlu diuji lagi kebenarannya. Sehingga yang layak dijuji kebenarannya adalah hadis ahad. Para sahabat, ahli hadis, dan ahli fikih mempunyai cara berbeda dalam pengujian otensitas hadis. Sebagian sahabat menguji hadis dengan Alquran dan hadis dengan hadis lain yang lebih kuat atau masyhur yang terkadang diperkuat dengan argumen rasional dalam bentuk analogi. Berbeda dengan sebagian sahabat, ahli hadis menambahkan kriteria lain, yaitu pengujian hadis dengan sirah nabawiyah yang sahih, akal, indra, dan sejarah. Kriteria pengujian yang ketat dilakukan oleh ahli fikih, seperti pengujian hadis ahad dengan Alquran, hadis masyhur, amal sahabat, qiyas jali, 'umum al-balwa, dan al-ushul al-‘ammah. Dengan metode deskriptif, artikel ini berusaha mengurai pengujian hadis ahad sebagai sumber hukum, sehingga standar kesahihan hadis dapat dideskripsikan dan hadis layak dijadikan sebagai sumber hukum]
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBAL -, Mashudi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.561

Abstract

Tujuan pendidikan Islam sebagaiman pendapat Ahmad Tafsir adalah memanusiakan manusia. Pendidikan Islam harus membimbing anak didik dalam perkembangan dirinya, baik jasmani maupun rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama yang didasarkan pada hukum-hukum islam. Ini bisa dirialisasikan pada zaman keemasan Islam itu sendiri. Namun seiring berjalannya waktu pendidikan Islam tidak lagi sejaya sejarahnya, pendidikan Islam pada masa sekarang (Era Global), mengalami banyak kemunduran karena beberapa faktor. Pendidikan Islam tidak luput dari problematika yang muncul di era global ini, terdapat dua faktor dalam problematika tersebut, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengembalikan kejayaan Islam maka, ikuti artikel ini.
ISLAM DAN KESEHATAN Fuadi Husin, Achmad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.567

Abstract

Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, begitu juga dalam mengatur tatanan kehidupan di bumi guna menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Agama Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman. Kesehatan merupakan hak asasi manusia serta sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah serta memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Maka dari itu, sebagai hamba Allah Swt. hendaknya kita selalu menjaga kesehatan tubuh kita. Karena dengan tubuh yang sehat, jiwa menjadi kuat serta pikiran dan hati kita akan selamat dari godaan syaitan yang dilaknat oleh Allah Swt.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Hanafi, M.
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.572

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah suatu proses kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan agama Islam. Ada empat asas dalam pengembangan kurikulum yaitu asas filosofis, sosiologis, organisatoris dan psikologis. Selain itu, terdapat empat pendekatan dalam pengembangan kurikulum di antaranya, yaitu pendekatan subjek akademik, pendekatan humanistic, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi social. Untuk mening-katkan mutu PTAI, maka kurikulum yang diterapkan perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan asas-asas pengembangan kurikulum di atas. Pengembangan kurikulum PTAI harus berbasis kompetensi, agar lulusannya memiliki kompetensi handal sesuai bidang garapannya.
ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA Maisaroh, Maisaroh
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.665

Abstract

Islam sebagai ajaran yang komprehensif telah meng-ajarkan kepada umatnya akan HAM. Hal ini tercermin dalam tujuan disyari’atkannya Islam untuk memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara kehormatan atau keturunan, dan memelihara harta. Tujuan tersebut senada dengan pengertian HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang bersifat universal yang wajib dihor-mati serta dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Sehingga Islam dan HAM adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan bersumber pada al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran agama Islam. Dunia Barat juga memiliki konsep tentang HAM dengan formulasi HAM PBB yang bersifat sekular sehingga menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan umat Islam, yaitu pandangan yang menolak secara total konsep HAM PBB, pandangan yang menerima total HAM PBB, serta pandangan yang terakhir dengan pandangan yang ambigu.
INTEGRASI ILMU AGAMA DAN SAINS (Kajian atas Pemikiran al-Ghazālī) Yaqin, Ainol
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.946

Abstract

Tulisan ini difokuskan dalam mengkaji konsep yang digagas oleh al-Ghazālī mengenai integrasi ilmu pengetahuan. Sebagai seorang ulama’ besar, ia berupaya membangun konsepsi ilmu dari berbagai pendekatan disiplin ilmu. Menurutnya, mempelajari, meng­kaji dan mengembangkan ilmu sains tergolong fardu kifayah sejajar dengan mempejari ilmu ushul fiqh, tafsir, hadits, ekonomi, politik, dan ilmu keislaman lainnya. Dalam arti, kewajiban mem­pelajari ilmu semacam ini mengikat pada semua umat Islam, tetapi kewajiban tersebut dapat gugur apabila sudah terdapat sebagian umat Islam yang membidanginya. Walaupun termasuk fardu kifayah, al-Ghazālī mene­kankan ilmu semacam ini jangan sampai dikesam­ping­kan, karena hasil akhir/muara segala ilmu bertitik temu menuju Tuhan. Selain itu, jalan menuju Tuhan yang diawali dengan menge­tahui eksistensi-Nya dapat ditempuh dengan dua bukti, yakni dengan ayat-ayat qur’aniyah dan ayat-ayat kauniyah.
TUJUAN, MATERI, DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBN KHALDŪN Mannan, Abd
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.952

Abstract

Ibn Khaldūn merupakan salah satu tokoh pemikir Islam yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pe­ngetahuan. Ibn Khaldūn lebih banyak dikenal sebagai ahli sejarah dan sosial. Meskipun demikian, ia juga layak disebut sebagai tokoh pendidikan Islam. Hal ini dapat dibuktikan dalam kitab Muqad­dimah yang tidak hanya membahas kajian sejarah dan sosiologi, tetapi juga mengkaji persoal­an pendidikan. Bahkan hampir se­pertiga kitab Muqaddimah membahas tentang pendidikan. Pan­dangan Ibn Khaldūn tentang pendidikan berpijak pada konsep dan pendekatan filosofis-empiris. Melalui pendekatan ini, ia mengurai pandangannya tentang tujuan, isi, dan metode pendidikan Islam secara teoretis dan praktis.
PERAN AGAMA ISLAM DALAMPERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT Sa'diyah, Halimatus
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1152

Abstract

Page 2 of 25 | Total Record : 250