cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
EFEKTIVITAS KOMBINASI GINGER AROMATHERAPY DENGAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH PASIEN KEMOTERAPI DI SMC RS TELOGOREJO Nur Kholifah, Putri Agustina; Kristyawati, Sri Puguh; Arief, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian kanker tertinggi pada tahun 2013 yaitu terdapat pada provinsi DI Yogyakarta, disusul dengan provinsi Jawa Tengah dan disusul dengan provinsi Bali. Kanker merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati dengan baik. Salah satu pengobatan kanker yaitu dengan kemoterapi, kemoterapi mempunyai beberapa efek samping diantaranya yaitu mual muntah. Upaya untuk mencegah serta mengurangi mual muntah pasien kemoterapi dapat dilakukan dengan pemberian ginger aromatherapy dan relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi pemberian gingeraromatherapy dengan relaksasi autogenik terhadap penurunan mual muntah pasien kemoterapi di SMC RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group pre test and post test design. Jumlah sampel sebanyak 42 responden dengan teknik acidental sampling. Dari uji mann whitney didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (0,05) sehingga kombinasi pemberian ginger aromatherapy dengan relaksasi autogenik lebih efektif dibandingkan hanya dengan relaksasi autogenik dalam menurunkan mual muntah pasien kemoterapi di SMC RS Telogorejo.
KESADARAN AKAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIV/AIDS MENDORONG PSK UNTUK MELAKUKAN VCT Tyas, Nila Titis; Handayani, Fitria
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VCT merupakan suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV, memberi dukungan moral, informasi, serta dukungan lainnya kepada ODHA, keluarga, dan lingkungannya. Salah satu tujuan utama konseling HIV/AIDS dalam proses VCT adalah mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. Pelayanan klinik VCT bagi para PSK yang meliputi screening berkala yang dikombinasikan dengan tambahan informasi mengenai cara pencegahan IMS dilaporkan telah meningkatkan penggunaan kondom dan mengurangi prevalensi IMS dan HIV di antara para PSK. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 7 PSK yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Lokalisasi Dukuh Sukosari RT 06 RW VI Kelurahan Berokan, Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisa data yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para PSK memutuskan untuk menjalani VCT karena menyadari akan faktor-faktor risiko pekerjaan yang mereka jalani. Kesimpulan penelitian ini adalah VCT dianggap sangat bermanfaat bagi PSK dan mampu mengubah paradigma PSK akan kesehatan serta mampu meningkatkan kewaspadaan dan proteksi diri PSK akan faktor-faktor risiko yang ada. Pemerintah dan LSM terkait hendaknya turut memfasilitasi para PSK untuk mempertahankan perilaku hidup bersih sehat setelah melakukan VCT dengan screening berkelanjutan.
PENGARUH MOBILISASI DINI ROM PASIF TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASKA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI UMUM DI SMC RS TELOGOREJO Sriharyanti, Daru Eko; -, Ismonah; Arif, Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani dengan membuat sayatan dan dalam pembedahan serta memerlukan tindakan anestesi. Salah satu pengaruh dari agens anestesi adalah dapat menghambat impuls saraf parasimpatis ke otot usus, sehingga memperlambat atau menghentikan gelombang peristaltik.Upaya untuk membantu memulihkan peristaltik usus dapat dilakukan tindakan mobilisasi dini ROM pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini ROM  pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo. Rancangan penelitian menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian pretest- posttest design with control dan tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Uji statistik yang digunakan menggunakan Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh mobilisasi dini ROM pasif terhadap pemulihan peristaltik usus pada pasien paska pembedahan dengan anestesi umum di SMC RS Telogorejo dengan nilai p = 0,000. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan menghomogenkan jenis pembedahan sehingga didapatkan hasil lebih baik.
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU (STUDI KASUS DI RW X KEL, GEMAH SEMARANG) Asih Wilangsari, Yuninda
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jawa Tengah tahun 2006 terdapat 2.046 kasus balita dengan kematian 17 anak dan 1.108 anak dapat disembuhkan. Tahun 2007 di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon dari 5831 balita rata-rata kedatangan ke posyandu perbulannya 5023 balita (86,1 %). Sedangkan di kel. Gemah saja pada tahun 2007 tingkat kunjungan ke posyandu sebesar 83,1 % atau dari 998 balita yang aktif datang sebanyak 830 anak. Berdasarkan data tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan faktor umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap kunjungan balita ke posyandu di RW 10, kel. Gemah, kec. Pedurungan, Semarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan umur, pengetahuan ibu tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap keteraturan ibu membawa balitanya ke posyandu di RW 10 kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Metodologi penelitian dalam ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan menganalisa hubungan umur, pengetahuan tentang posyandu, tingkat pendidikan dan status ekonomi dengan kunjungan balita ke posyandu di RW X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang. Sampel ditentukan melalui porposive sampling, dan data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner selanjutnya diolah menggunakan analisa statistik Chi Square melalui program SPSS. Hasil penelitian: ada hubungan yang signifikan antara usia ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,004 (p 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 1 (p 0,05). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Semarang dengan p = 0,554 (p 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kunjungan balita ke posyandu di Rw X, Kel. Gemah, Kec. Pedurungan, Semarang dengan p = 0,048 (p 0,05).Kata kunci : Umur, pengetahuan, tingkat pendidikan, status ekonomi, perilaku.
PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP PENINGKATAN PEMENUHAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS DI RSUD AMBARAWA Ayu Wulansari, Ni Made; -, Ismonah; -, Shobirun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien post operasi khususnya post operasi fraktur ekstremitas mengalami peningkatan ketergantungan pemenuhan Activity of Daily Living (ADL). Ambulasi dini adalah salah satu cara untuk membantumengurangi ketergantungan dalam pemenuhan ADL. Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang danditentukan sesuai jenis dan luasnya. Operasi tulang untuk menyambung dua bagian tulang atau lebih denganmenggunakan alat-alat fiksasi dalam seperti plate, screw, nail plate, wire/K-wire. Ambulasi dini adalahtindakan keperawatan yang paling signifikan untuk mengurangi komplikasi post operasi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ambulasi Dini terhadap Peningkatan Pemenuhan Activity of DailyLiving (ADL) pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Di RSUD Ambarawa. Desain penelitian iniadalah one group pre dan post test design. Teknik sampling penelitian ini adalah purposive samplingdengan jumlah sampel 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ambulasi diniterhadap peningkatan pemenuhan Activity of Daily Living (ADL) pada pasien post operasi frakturekstremitas dengan nilai P sebesar 0,00 (0.05). Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukanpeneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan penelitian dengan memperhatikan faktor dukungan sosial (keluarga) yang mempengaruhi keinginan untuk ambulasi dini.
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA MENGHADAPI KEPULANGAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Wisanti, Julia; Suerni, Titik; -, Kandar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, angka kejadian skizofrenia pada tahun 2013 mencapai 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1000 penduduk. Peran keluarga merupakan salah satu unsur penting bagi pasien skizofrenia dalam proses kesembuhan serta pemulihan, baik saat masih berada di rumah sakit maupun ketika sudah kembali ke lingkungan masyarakat. Namun di era sekarang ini lingkungan masyarakat masih menstigma orang yang mengalami skizofrenia bahkan tidak hanya individunya saja namun keluarga juga dipandang sebelah mata sehingga ketika ada rencana kepulangan anggota keluraga setelah menjalani pengobatan di RSJ membuat keluarga khawatir apakah nantinya anggota keluarganya dapat diterima kembali dan dapat menyesuaikan diri di masyarakat. Kekhawatiran ini adalah salah satu faktor yang memicu timbulnya kecemasan pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga menghadapi kepulangan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa data yang digunakan yakni analisis univariat yakni dengan menampilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa keluarga mengalami kecemasan ketika menghadapi kepulangan anggota keluarganya setelah di rawat di RSJ yakni sebanyak 28 keluarga (48,3%) mengalami kecemasan ringan, 27 keluarga (46,6%) mengalami kecemasan sedang, dan 3 keluarga (5,2%) mengaalami kecemasan berat. Kata kunci : Kecemasan, Skizofrenia, Keluarga
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI (STUDI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Bartiah, Margaretha; Andhiyani, Arvina; Dewi, Desy Rusyana; Dwi, Devinta; Kiswanti, Erika Dwi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit tidak menular yang berlangsung kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Salah satu penyakit degeneratif di antaranya hipertensi. Hipertensi disebut sebagai pembunuh gelap “Silent Killer”, karena termasuk penyakit yang mematikan, tanpa disertai dengan gejala-gejalanya terlebih dahulu sebagai peringatan bagi penderita. Kekhawatiran akan timbulnya masalah-masalah baru pada hipertensi akan menyebabkan gangguan mental emosional yang banyak ditunjukan dengan gangguan kecemasan. Salah satu modifikasi gaya hidup yang mampu menanggulangi hipertensi adalah dengan menganjurkan untuk lebih rileks. Salah satu alternatif rileksasi pada penderita hipertensi adalah terapi tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegandan Semarang. Penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu variabel independen adalah pengaruh terapi tertawa dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan jenis penelitain quasi eksperimen dengan rancangan penelitian The Non Equivalent Control Group Design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 74 responden. Hasil pengukuran tingkat kecemasan didapatkan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi sebelum terapi tertawa terbanyak adalah kecemasan berat 32 responden (86.5%), sesudah terapi tertawa terbanyak kecemasan sedang 23 responden (60.1%). tingkat kecemasan kelompok kontrol pada pengukuran pertama (pre) terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 19 responden (51.4%), pada pengukuran kedelapan (post) terbanyak adalah kecemasan berat sebanyak 27 responden (73.0%). Hasil kenormalan data menunjukkan data berdistribusi normal pada kelompok intervensi dan data berdistribusi tidak normal pada kelompok kontrol, analisis yang digunakan adalah uji non parametrik test Uji Mann-Whitney dengan α 5%. Dari hasil analisis didapatkan nilai signifikansinya adalah 0.000 yang artinya p 0.05 maka H0 ditolak, yang artinya ada pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Dari hasil penelitian ini diharapkan terapi tertawa dapat diberikan kontribusi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi, sehingga tekanan darah penderita hipertensi dapat terkontrol.
PENGARUH LATIHAN RANGE of MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT, LUAS GERAK SENDI DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PASIEN STROKE DI RS SINT CAROLUS JAKARTA Astrid, Maria; -, Elly; -, Budiharto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah sindrom klinis berupa gangguan fungsi otak sebagian atau seluruhnya yang diakibatkan oleh gangguan suplai darah ke otak. Stroke dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh, di antaranya adalah defisit motorik berupa hemiparese. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh latihan ROM terhadap kekuatan otot, luas gerak sendi (LGS) dan kemampuan fungsional pasien stroke di RS Sint Carolus Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pre dan post test design dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian 30 responden terdiri dari 15 orang pasien stroke dalam kelompok intervensi yang diberikan penanganan standar rumah sakit dan latihan ROM 4 kali sehari selama 7 hari dan 15 orang pasien stroke dalam kelompok kontrol yang hanya diberikan penanganan standar rumah sakit tanpa diberikan tambahan latihan ROM 4x sehari selama 7 hari. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji test independen dan uji t-test dependen. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan otot meningkat (p=0,000) dan kemampuan fungsional meningkat (p=0,000) secara signifikan setelah diberikan latihan ROM. Karakteristik demografi jenis kelamin tidak berhubungan dengan kekuatan otot namun berhubungan dengan kemampuan fungsional. Sedangkan umur, frekuensi stroke dan jenis stroke tidak berhubungan dengan kekuatan otot dan kemampuan fungsional. Kesimpulan penelitian ini adalah latihan ROM berpenganth terhadap peningkatan kekuatan otot dan kemampuan fungsional. Saran peneliti yaitu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, dan penggunaan latihan ini sebagai intervensi mandiri dalam asuhan keperawatan pasien stroke.Kata kunci: stroke, hemiparese, latihan ROM, kekuatan otot, LGS, kemampuan fungsional.
ANALISIS ALASAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG Luluilmaknun, Khumairoh; -, Machmudah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan wanita usia subur dalam memilih metode kontrasepsi di Puskesmas Bandarharo Semarang Tahun 2014. Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden. Hasil dalam penelitian ini dari 52 responden, ada 29 (55,8%) responden yang memilih metode kontrasepsi suntik. Alasan memilih metode kontrasepsi yang digunakan responden adalah praktis dan sederhana sebanyak 14 (26,9%), sedangkan alasan menolak metode kontrasepsi yang tidak digunakan oleh responden adalah terdapat efek samping sebanyak 15 (28,8%), dan alasan responden untuk menggganti metode kontrasepsi adalah karena lebih aman sebanyak 33 (63,5%). Rekomendasi dari penelitian ini adalah pelayanan kesehatan lebih sering memberikan penyuluhan khususnya mengenai KB.Kata kunci : wanita usia subur, metode kontrasepsi
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL OLEH PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN MENGGOSOK GIGI KELAS 4 DAN 5 DI SDN KALICARI 01 SEMARANG Megawati, Riris Risca; Hartati, Elis; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi karies pada tahun 2007 yaitu dari 43,4% (2007) menjadi 53,2% (2013). Kemampuan menyikat gigi secara baik dan benar merupakan kunci untuk pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Perawat komunitas berpartisipasi membantu kesehatan anak di sekolah. Fungsi perawat komunitas di sekolah adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang menggosok gigi. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan memerlukan media, seperti media audiovisual karena mudah dimengerti oleh anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5 di SDN Kalicari 01 Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental dengan rancangan pre and post test without control. Populasi penelitian ini dengan jumlah 121 siswa. Sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh (total sampling). Penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks test. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil p-value 0,0001 (p-value 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audiovisual oleh peer group sangat efektif terhadap pengetahuan menggosok gigi kelas 4 dan 5. Pendidikan kesehatan lebih berpengaruh jika dilakukan oleh Peer Group karena anak usia sekolah lebih mudah belajar hal yang baru dari teman sebayanya, terutama jika diberikan secara berulang kali karena akan meningkatkan tingkat kesadaran siswa terhadap masalah kesehatan gigi.Kata Kunci : media audiovisual, peer group, pengetahuan menggosok gigi

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue