cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CERMIN TERHADAP KEMAMPUAN BICARA PADA PASIEN STROKE DENGAN AFASIA MOTORIK DI SMC RS TELOGOREJO -, Suharti; Munifatul, Siti; Ariyani, Tryas; Haryono, Wahyuni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kematian yang disebabkan penyakit non infeksi. Sebanyak 5% orang Indonesia berusia di atas 65 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali serangan stroke. Bila terdapat lesi di area broca, pasien akan mengalami gangguan bicara dan menimbulkan afasia motorik. Salah satu penanganannya yaitu dengan latihan di depan cermin untuk latihan gerakan lidah, bibir, dan mengucapkan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas penggunaan cermin terhadap kemampuan bicara pada pasien stroke dengan afasia motorik di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian yang digunakan adalah true exsperiment selama 7 hari dengan perlakuan 2 kali sehari terapi wicara tanpa menggunakan cermin (kelompok kontrol) dan dengan menggunakan cermin (kelompok perlakuan). Sampel yang diambil sebanyak 18 responden dengan menilai tingkat kemampuan bicara sebelum dan setelah dilakukan terapi wicara untuk kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Hasil uji statistik Independent TTest diperoleh nilai p-value 0,000 (0,05), sedangkan nilai t hitung 7,159 nilai t tabel 1,73. Sehingga dapat disimpulkan terdapat efektivitas penggunaan cermin terhadap kemampuan bicara pada pasien stroke dengan afasia motorik. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai program pemulihan pasien stroke yang mengalami gangguan bicara (afasia motorik) serta sebagai bahan masukan dalam proses pendidikan ilmu keperawatan dan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya.
PELAKSANAAN INTERVENSI CAKUPAN INFORMASIKU MELALUI PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA Lestari, Puspita Hanggit; Setiawan, Agus; Widyastuti, Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual berisiko pada remaja dapat berdampak negatif pada kondisi fisik, psikologis, ekonomi dan sosial remaja. Dukungan keluarga dapat membantu remaja untuk mencegah perilaku seksual berisiko. Intervensi Cakupan Informasiku (Kecakapan Hidup, Informasi, Motivasi Dan Perilaku) melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga dilaksanakan sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengaruh Pelaksanaan Intervensi Cakupan Informasiku sebagai bentuk intervensi keperawatan keluarga pada remaja. Desain penelitian ini adalah studi kasus.. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan melibatkan 10 keuarga yang ditentukan melalui tehnik purposive sampling. Hasil penelitian  menunjukkan adanya perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan keluarga mengenai pencegahan perilaku seksual serta terjadi peningkatan tingkat kemandirian keluarga. Intervensi Cakupan Informasiku dapat dilaksanakan sebagai intervensi keperawatan keluarga untuk pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
PENGARUH KOMBINASI IMAJINASI TERBIMBING DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN PASCA BEDAH DENGAN GENERAL ANESTESI DI RS TELOGOREJO SEMARANG Untari, Via; Kristiyawati, Sri Puguh; Arif, M. Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan yang menggunakan teknik invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan yang diakhiri dengan penumpan dan penjahitan luka. Dalam melakukan prosedur pembedahan diperlukan anestesi untuk mengurangi rasa nyeri, salab satunya dengan general anestesi. Pada saat pasien sadar dari anestesi general maka rasa nyeri menjadi sangat terasa. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang dimanifestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata, ancaman, dan fantasi luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi imajinasi terbimbing dan aroma terapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pretest-Posttest Design, dilakukan pada 23 responden dengan teknik Accidental sampling. Uji yang digunakan menggunakan paired sampel t-test. Hasil: Hasil uji menunjukkan ada pengaruh kombinasi imajinasi terbimbing dan aroma terapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang dengan p-value 0,0000,05. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan terapi non-farmakologi lainnya dan menggunakan sampel penelitian yang lebih besar lagi sehingga didapatkan hasil lebih baik.Kata Kunci : Pembedahan, Nyeri, Relaksasi Imajinasi Terbimbing, Aroma Terapi Lavender
PENGARUH PENGGUNAAN OBAT NYAMUK SEMPROT TERHADAP SPERMATOGENESIS Marwaningsih, V. Ririn
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat nyamuk di Indonesia sangat tinggi, sedangkan piretroid yang banyak digunakan dalam obat nyamuk diyakini sebagai zat kimia yang berdampak pada kesehatan reproduksi terutama pada saat masa perkembangan organ reproduksi. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan obat nyamuk semprot terhadap spermatogenesis tikus jantan.Penelitian ini menggunakan desain randomized post test only control group pada 24 ekor tikus Wistar usia 3-5 hari. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok:P1 (3ml) P2 (4ml), P3 (5ml)  dan kelompok kontrol. Perlakuan dilakukan selama 28 hari, dipelihara sampai usia reproduksi dan  dilakukan terminasi pada hari ke 50 untuk dilakukan analisa sperma untuk melihat fungsi organ reproduksi dalam proses spermatogenesis.  Hasil analisa menggunakan uji Anova didapatkan motilitas dan abnormalitas morfologi sperma pada kelompook paparan lebih rendah dibanding kelompok kontrol (p0,001). Hasil analisa menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan jumlah sperma pada paparan obat nyamuk lebih rendah dibanding kelompook kontrol (p = 0,04). Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pengetahuan kepada masyarakat untuk   kewaspadaan penggunaan obat nyamuk sehari-hari terhadap kesehatan reproduksi pada anak-anak.Kata kunci : obat nyamuk, spermatogenesis.
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPM ISTI SEMARANG Naristiyanti, Ike; -, Rusmiyati; -, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Angka Kematian Ibu (AKI) di indonesia yang mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup. World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan diseluruh dunia. Dari jumlah ini, 20 juta perempuan mengalami kesakitan akibat kehamilan. Nyeri persalinan kala I merupakan proses fisiologis yang disebabkan oleh proses dilatasi serviks, hipoksia otot uterus saat kontraksi, iskemia korpus uteri, peregangan segmen bawah rahim dan kompresi saraf serviks. Teknik untuk mengurangi nyeri persalinan dapat dilakukan dengan slow deep breathing (SBD) dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SBD dengan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Isti Semarang. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan rancangan one-grup pretest-posttest design. Responden pada penelitian ini adalah 30 ibu bersalin normal pada kala I fase aktif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Uji statistik menggunakan marginal homogenity menunjukkan hasil bahwa p value sebesar 0,000 atau 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh SBD dengan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di BPM Isti Semarang.
PENYULUHAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER SERVIK METODE IVA DAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA PUGUH KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL Riswanti, E. Wiwiek; Primawati, Fanny Ismu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik deteksi yang akan dilakukan dengan teknik IVA (inspeksi visual asam asetat) yaitu pemeriksaan screening kanker serviks dengan melihat secara langsung  perubahan pada serviks setelah dipulas dengan asam asetat 3-5%. Menggunakan metode IVA, juga dapat diidentifikasi lesi pra kanker serviks. Metode screening IVA ini relatif murah dan dapat dilakukan oleh dokter umum, bidan, atau perawat yang telah terlatih. Berdasarkan hal tersebut tim pengabdian masyarakat mengadakan penyuluhan tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks lewat IVA. Target pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pentingnya pemeriksaan IVA. Luaran yang diharapkan semua wanita usia subur dapat terdeteksi secara dini jika terjadi CA Serviks. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan pemeriksaan langsung IVA. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan pemeriksaan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 20 peserta yaitu wanita usia.   Kata Kunci : penyuluhan, pemeriksaan IVA
PENGARUH KOPING KLIEN DAN SUPPORT SISTEM KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KLIEN PRE OPERASI JANTUNG DI RS TELOGOREJO SEMARANG -, Anjas Surtiningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa camas muncul seiring dengan adanya tekanan luar yang mengakibatkan adanya gangguan-gangguan psikis maupun fisik. Pada klien penyakit jantung bahwa vonis tindakan operasi merupakan stresor yang kuat akan timbul kecemasan. Tanpa pengendalian diri atau koping klien yang konstruktif dan dukungan keluarga yang besar maka rasa kecemasan tersebut akan sangat sulit terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran faktor psikologis (mekanisme koping klien dan support system keluarga) yang mempengaruhi tingkat kecemasan klien yang akan menjalani operasi jantung. Untuk melihat sejauhmana koping klien dan support system keluarga berpengaruh terhadap tingkat kecemasan dilakukan analisa dengan pendekatan deskriptif korelasi, dengan responden sebanyak 15 klien yang akan menjalani operasi jantung di RS. Telogorejo Semarang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner dengan metoda pengambilan data teknik observasi dan wawancara mengenai kecemasan yang dialami, koping klien dan support system keluarga. Hasil studi diperoleh gambaran bahwa koping klien yang destruktif ada 2 orang dengan tingkat kecemasan ringan. Koping yang konstruktif terdapat 4 orang dengan tingkat kecemasan ringan dan 9 orang dengan kecemasan sedang. Dari support system keluarga diperoleh gambaran 100% mendukung dengan 6 orang mengalami cemas ringan dan 9 orang mengalami cemas sedang. Dilihat dari korelasi pearson diperoleh nilai korelasi koping klien adalah r = 0,3047 dan nilai korelasi pearson untuk support system terbesar r = 0,2015, sedangkan nilai meannya masing-masing 42,133 untuk koping klien dan support system adalah 40,66. Dari angka tersebut dapat dikatakan bahwa koping klien memiliki korelasi lebih tinggi dan nilai meannya dari support system keluarga. Dapat disimpulkan bahwa koping klien yang terjadi adalah cemas ringan sampai sedang dan support system keluarga adalah mendukung. Korelasi yang terjadi terhadap tingkat kecemasan adalah koping klien lebih besar pengaruhnya dibandingkan support system keluarga. Dari hasil studi dapat diperoleh pemahaman bahwa rasa cemas klien pre operasi dapat diturunkan namun tergantung pada pengalaman, pendidikan, koping klien terhadap masalah dan dukungan keluarga untuk menyelesaikan masalah klien (Taylor, 1988). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian ulang pada klien pre operasi jantung, khususnya mengenai koping klien secara mendalam, dengan mempergunakan intrumen penelitian yang lebih sahih dan realibel sehingga hasilnya lebih signifikan.Kata kunci: koping, support sistem keluarga, tingkat kecemasan, klien pre operasi jantung
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN STANDAR CARE OF PATIENT SESUAI AKREDITASI JCI DI RUMAH SAKIT AWAL BROS TANGERANG Ginting, Bertharia; Komariah, Siti; Bandur, Agustinus
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus utama penelitian ialah mengenai peran kepemimpinan transformasional dalam mempertahankan standar Care Of Patient sesuai akreditasi JCI. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi persepsi kepemimpinan transformasional dalam mempertahankan standar Care of Patient sesuai akreditasi JCI di rumah sakit Awal Bros Tangerang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatifetnografi dengan partisipasi 11 informan kunci koordinator keperawatan. Tehnik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam direkam dengan audio-digital recorder dan hasil wawancara kemudian ditranskip verbatim sebelum dimasukkan ke dalam software Nvivo 11 Plus untuk tujuan analisis data. Tehnik analisis data dalam penelitian ini adalah tehnik analisis eksploratif. Dalam tehnik tersebut,peneliti melakukan tehnik koding dan analisis isi untuk mendapatkan tema utama. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan tema utama dalam kepemimpinan transformasional adalah: stimulasi intelektual, pertimbangan individual, inspirasional motivasi, pengaruh yang ideal, dan hambatan yang dihadapi koordinator dalam menjalankan kepemimpinan. Kepemimpinan transformasional dengan pendekatan teorikeperawatan Human Caring Jean Watson dapat membantu koordinator dalam memberikan perhatian terhadap stafnya dan menghadirkan nilai caring pada staf di dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Untuk dapat terus mengembangkan kepemimpinan transformasional dalam keperawatan disarankan perlunya evaluasi pelaksanaan kepemimpinan transformasional, meningkatkan dan mengembangkan pendidikan formal maupun informal terhadap seluruh koordinator, dan evaluasi terhadap implementasi standar akreditasi rumah sakit.
STUDI DESKRIPTIF : GAMBARAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KOMPLIKASI DI KELURAHAN TAWANG MAS KECAMATAN SEMARANG BARAT -, Ismonah; Ryandini, Felicia Risca; Megawati, Riris Risca
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang berlangsung kronik, dimana pasien diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sehingga terjadilah kelebihan gula didalam darah dan biasanya baru dirasakan ketika terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuh, yaitu penyakit pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (kebutaan), pembuluh darah koroner (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (penyakit ginjal kronik), pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh). Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan pasien diabetes mellitus dengan komplikasi di wilayah keluarahan tawang mas kecamatan semarang barat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif yang menggambarkan keadaan secara objektif. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar responden mengalami komplikasi kronik neuropati diabetik yaitu sebesar 70% (40 orang).   Kata kunci : diabetes mellitus, komplikasi kronik, neuropati
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN DALAM KEGIATAN PENJARINGAN KESEHATAN ANAK SEKOLAH DASAR DI PUSKESMAS KABUPATEN DEMAK Ninik S, Cicilia; Mawarni, Atik; Sriatmi, Ayun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting keberhasilan sistem penjaringan kesehatan anak SD adalah peran manajemen Puskesmas dalam pengelolaan program tersebut. Peran manajerial Puskesmas terkait program tersebut adalah dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.  Berdasarkan data dari DKK Kabupaten Demak, cakupan penjaringan kesehatan anak SD tahun 2011 adalah 100%. Penelusuran lebih lanjut ternyata hasil cakupan yang dihitung adalah hanya berdasarkan jumlah SD yang dilakukan program penjaringan yaitu 683 SD. Berdasarkan petunjuk teknis dari program penjaringan kesehatan anak sekolah, seharusnya perhitungan cakupan berdasarkan jumlah murid SD yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah murid SD dan setingkat pada suatu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama dikalikan 100%. Langkah persiapan Tim Penjaringan, Puskesmas dan DKK Kabupaten Demak belum menyusun perencanaan yang baik dan terstruktur. Pelaksanaannya juga belum baik, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan belum dilaksanakan, pencatatan-pelaporan akhir kegiatan juga belum berjalan. Akibat aspek input yang belum dikelola baik maka akan berpengaruh terhadap berjalannya fungsi manajemen di Puskesmas, yang akhirnya menentukan ouput dan outcome dalam sistem penjaringan kesehatan tersebut.Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara mendalam. Informan utama penelitian ini adalah 8 orang terdiri 4 penanggung jawab UKS dan 4 orang pelaksana UKS dan informan triangulasi terdiri dari 4 orang Kepala Puskesmas, 4 orang Guru UKS, 4 orang Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan, 1 orang Kasi UKS DKK yang diambil secara purposive. Pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan metode content analysis.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam sistem manajemen penjaringan kesehatan anak SD di Puskesmas Kabupaten Demak pada 1) aspek input, a) petugas yang terlibat langsung masih kurang, baik perawat, perawat gigi, petugas gizi, petugas laboratorium, petugas promosi kesehatan, dan guru/wali kelas; belum pernah ada yang mengikuti pelatihan. Kendalanya jadwal penjaringan bersamaan dengan program yang lain atau undangan rapat ke DKK sehingga tim tidak lengkap dalam melaksanakan kegiatan; b) dana khusus untuk penjaringan dari dana BOK untuk transportasi tim; c) sarana prasarana berupa set THT, set gigi, timbangan, tensimeter, stetoskop, alat periksa mata, senter yang dimanfaatkan baik sehingga penjaringan tetap berjalan; sarana dikelola oleh bendahara barang namun tidak dilakukan pemeliharaan berkala dan kalibrasi; d) tim berpedoman pada buku petunjuk teknis penjaringan kesehatan anak SD yang telah disosialisasikan ke Tim dan dipahami. 2) Aspek proses : a) perencanaan dilakukan melalui lokakarya mini dengan pembentukan tim, menyusun anggaran, penyusunan jadwal dan pengumpulan alat-alat dilakukan oleh penanggung jawab program penjaringan. b) pengarahan dan sosialisasi penjaringan kepada Tim dilakukan oleh Kepala Puskesmas saat lokakarya mini, Koordinasi antara Kepala Puskesmas dengan Tim dilakukan ketika ada surat edaran penjaringan. Penanggung jawab UKS mempersiapkan rencana kegiatan di wilayah Puskesmas masing-masing. Motivasi oleh Kepala Puskesmas kepada tim dengan pemberian uang transport kegiatan, sedangkan motivasi semangat kerja tidak pernah diberikan. Tim melakukan pemeriksaan keadaan umum, fisik, gigi dan mulut, penilaian status gizi, pemberian obat cacing untuk semua anak dan pemeriksaan mental emosional, namun tidak melakukan pemeriksaan anemia dan kecacingan, mental emotional, kesegaran jasmani, pemberian garam beryodium. Apabila tim tidak lengkap/berhalangan maka tugasnya dikerjakan oleh anggota tim yang hadir. Kepala Puskesmas sebagai supervisor jarang melakukan pemantauan langsung kegiatan. c) Mekanisme pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan dilakukan dengan merekap kegiatan tersebut sesuai dengan format dalam petunjuk teknis dan dilaporkan ke DKK oleh penanggung jawab program Puskesmas. Tidak semua Kepala Puskesmas supervisi dan monitoring pelaksanaannya. 3) Aspek output, penyakit yang ditemukan pada penjaringan adalah ISPA, penyakit kulit, gigi caries, penyakit gondok. Kendalanya pada pengisian format pencatatan dan pelaporan hasil penjaringan perlu waktu lama,  tim tidak hadir semua saat kegiatan dan masih ada siswa yang tidak masuk sekolah.

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue