cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Analisis Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Zona Water Content di Desa Olak Alen Kecamatan Selorejo, Blitar Maulidah Aisyah; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.985 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2961

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor yaitu adanya zona water content atau zona tersaturasi air dimana terdapat kondisi terakumulasinya air pada suatu lapisan tanah yang sukar meloloskan air. Kondisi tersebut dapat diketahui dengan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger karena dapat menerjemahkan kondisi bawah permukaan secara horizontal maupun lateral dengan baik berdasarkan nilai resistivitas. Nilai zona water content yang terlihat yaitu antara 4,39 – 9,29 Ωm. Berdasarkan peta rawan bencana yang telah dibuat, faktor penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, tutupan lahan, dan kelerengan. Hasil pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Kecamatan Selorejo merupakan salah satu daerah yang kerawanan longsornya bernilai sedang, yakni diantara 24,03.
Identifikasi Intrusi Air Laut Pada Air Tanah Menggunakan Metode Resistivitas 2D Studi Kasus Surabaya Timur Rizky Rahmadi Wardhana; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.443 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2946

Abstract

Kawasan Surabaya Timur telah mengalami intrusi air laut dan berdampak pada akuifer air tanah sehingga memiliki kualitas air dengan adanya kadar garam yang terdapat pada sumur penduduk sekitar. Masalah adanya dugaan intrusi air laut ini telah diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger yang terletak di kawasan Surabaya Timur yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya intrusi air laut. Pengambilan data telah dilakukan pada kawasan Surabaya Timur saja. Data sumur juga dilakukan pengambilan sampel untuk mendapatkan hasil parameter air berupa elevasi muka air tanah, Salinitas, TDS, pH, dan Konduktivitas. Akuisisi data geolistrik dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu Sutorejo, Klampis, dan ITS dengan menggunakan metode Resistivitas 2D dan Induced Polarization. Tahapan dari pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Berdasarkan hasil interpretasi pada daerah peneltian Sutorejo, pada kedalaman 0.6-3,5 meter atau pada perlapisan paling atas diduga terjadi intrusi air laut dengan nilai resistivitas 0.734-6.31 ohm.m yang terdapat pada bagian tengah hingga Timur Laut. Dugaan ini juga didukung dari hasil penelitian dari metode Induced Polarization yang menujukkan nilai 0.202 msec pada kedalaman 0.6 - 3.5 meter.
Estimasi Karakteristik Durasi Rupture Pada Gempa Pembangkit Tsunami Studi Kasus: Gempa Bumi Nias, 28 Maret 2005 Sayyidatul Khoiridah; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.336 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2101

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi durasi rupture pada gempa bumi Nias, 28 Maret 2005 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dari gempa bumi pembangkit tsunami. Lokasi Nias dipilih pada penelitian ini karena dampak yang diakibatkan oleh gempa bumi Nias sangat dan dapat berpotensi terjadi tsunami. Data yang digunakan adalah wave form dengan komponen vertikal yang memiliki coverage yang baik dan noise-nya kecil. Hasil dari estimasi durasi rupture pada gempa Nias di masing-masing stasiun yaitu FURI 129,28 detik, KMI 51,93 detik, WRAB 90,25 detik, DGAR 151,15 detik, dan GUMO 105,30 detik. Hasil estimasi durasi rupture tersebut berpotensi kuat terjadi tsunami karena lebih dari 50 detik.
Pemodelan 3D Data Gaya Berat Untuk Mengidentifikasi Sumber Panas Daerah Panas Bumi Sipoholon, Sumatera Utara Jobit Parapat; Anik Hilyah; Widya Utama; Tony Rahadinata
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.933 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i3.3215

Abstract

Daerah Sipoholon, yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, berdasarkan manifestasi permukaan dan pola geologinya merupakan daerah yang berpotensi adanya sumber daya panas bumi. Potensi ini belum dikembangkan untuk keperluan pembangkit listrik karena belum adanya model konseptual, informasi sistem kerja, dan jenis sumber panas di daerah ini. Survei gaya berat telah dilakukan di daerah ini pada tahun 2005. Terdapat 230 data gaya berat telah diukur di daerah ini dengan cakupan luas pengukuran sekitar 14 km x 16 km. Oleh karena itu, penulis telah melakukan pemodelan 3D pada data gaya berat tersebut untuk mengidentifikasi sumber panas daerah penelitian berdasarkan distribusi densitas batuan secara tiga dimensi (3D). Pemodelan ini memanfaatkan teknik inversi 3D menggunakan perangkat lunak Grablox yang menggabungkan 2 metode inversi yaitu inversi singular value decomposition (SVD) dan inversi Occam. Hasil pemodelan ini memperlihatkan bahwa adanya blok batuan berdensitas tinggi dengan nilai antara 2,80 – 3,00 g/cm3 yang berada di bagian selatan dan timur dengan kedalaman > 2 km. Blok batuan ini diinterpretasikan sebagai tubuh batuan beku intrusi dan diduga berperan sebagai sumber panas dari sistem panas bumi Sipoholon. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam pembuatan model konsptual sistem panas bumi daerah Sipoholon.
Karakterisasi Reservoir Karbonat Dengan Aplikasi Seismik Atribut Dan Inversi Seismik Impedansi Akustik Ridho Fahmi Alifudin; Wien Lestari; Firman Syaifuddin; M. Wahdanadi Haidar
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.294 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1924

Abstract

Analisis reservoir sangat penting dalam dunia minyak dan gas pada suatu wilayah untuk mengetahui cadangan maupun karakter dari reservoir itu sendiri. Oleh karena itu adanya analisis seismik atribut dan aplikasi seismik inversi dapat membantu interpreter mempermudah dalam menganalisis reservoir.  Dari data seismik, geologi dan data sumur, peneliti dapat menganalisis prospek keberadaaan hidrokarbon pada daerah penelitian. Metodologi pengerjaan penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data log dan seismik, interpretasi horizon dan fault, pembuatan time & depth structure map, analisis atribut seismik dan inversi seismik. Reservoar Karbonat pada lapangan penelitian mempunyai nilai impedansi yang tinggi yaitu 35392 – 48482 ((ft/s)*(g/cc)), namun terdapat potensi hidrokarbon pada reservoar dengan nilai impedansi lebih rendah yaitu 30717 – 34645 ((ft/s)*(g/cc)).
Identifikasi Percepatan Tanah Maksimum (PGA) dan Kerentanan Tanah Menggunakan Metode Mikrotremor Jalur Sesar Kendeng Anindya Putri R; M. Singgih Purwanto; Amien Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.154 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2966

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk memprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa bumi dapat diketahui dengan menganalisa data mikrotremor yang berguna untuk mengidentifikasi PGA di daerah yang dilewati sesar Surabaya, sehingga nantinya didapatkan peta Peak Ground Acceleration atau PGA. Selain itu dilakukan pula analisa kerentanan tanah akibat gempa bumi yang nantinya didapatkan peta kerentanan seismic yang menggambarkan tingkat kerawanan terhadap gempa bumi untuk keperluan rencana tata ruang dan wilayah maupun konstruksi bangunan tahan gempa. Data mikrotremor dianalisis dengan metode HVSR dengan software Easy HVSR untuk mendapatkan nilai Ao dan Fo yang nantinya digunakan untuk perhitungan Kg. Sedangkan pada pengukuran PGA didapatkan dari rumus atenuasi Fukusima dan Tanaka yang parameternya berupa jarak, Magnitute, dan parameter sumber gempa yaitu sesar Surabaya-Kendeng dan Surabaya-Waru. Dari pengolahan data didapatkan nilai Amplifikasi rata-rata sebesar 2.8. Nilai fo rata-rata adalah sebesar 1.7 Hz. Nilai Kg terendah adalah sebesar 7.7. Nilai PGA terhadap batuan dasar berdasarkan sesar Surabaya-Kendeng terbesar adalah 4.3 g, sedangkan berdasarkan sesar Surabaya-Waru nilai PGA terhadap batuan dasar terbesar adalah sebesar 0.9g.
Pengolahan Data Seismik Pada Daerah Batuan Vulkanik Raden Bagus Fauzan; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1393.148 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2959

Abstract

Eksplorasi sumber daya energi minyak dan gas sudah banyak dilakukan di berbagai macam lingkungan. Salah satunya reservoir minyak dan gas yang dapat terbentuk di lingkungan batuan beku (sub-vulkanik), dimana karena sifat alami batuan beku, gelombang yang menjalar melewati permukaan batuan tersebut akan terpantul atau mengurangi amplitudo seismik, sehingga data seismik yang terbaca akan mengalami banyak gangguan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Pengolahan Data Seismik Pada Daerah Batuan Vulkanik” yang bertujuan untuk mengetahui tahapan pengolahan data seismik dan pengaruh dari hadirnya reflektor batuan beku terhadap hasil dari pengolahan data seismik. Tahapan yang digunakan dalam pengolahan dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu Pre-Processing, Processing, dan Pre-Conditioning kemudian terakhir dilakukan migrasi menggunakan metode Post-Stack F-K Migration. Setelah dilakukan pengolahan data seismik, didapatkan penampang stacking seismik yang memperlihatkan event seismik pada rentang waktu 1000 – 3500 ms dan hilang pada CDP 100-500 yang merupakan lapisan sub-vulkanik, sehingga pengaruh dari reflektor sub-vulkanik terhadap data seismik adalah memiliki kecepatan yang sangat besar daripada lingkungannya, gelombang frekuensi tinggi yang tidak dapat menembus lapisan tersebut, dan elevasi pada daerah lapisan sub-vulkanik yang tinggi. Sehingga Pengolahan data seismik konvensional yang digunakan belum dapat memperlihatkan event seismic tepat pada reflektor sub-vulkanik
Survei Sub Bottom Profile (SBP) untuk Mengidentifikasi Lapisan Sedimen pada Muara Sungai Bengawan Solo Menggunakan Stratabox Marine Geophysical Instrument Innanda Rizqiani Putri; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.188 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2107

Abstract

Pengendapan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo cukup besar, hal ini dikarenakan Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini membawa banyak material sedimen sehingga akan terakumulasi pada muara sungai, yaitu pada muara Sungai Bengawan Solo di Pangkah - Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa ketebalan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo dan juga mengidentifikasi kedalaman muara sungai. Ketebalan sedimen dan kedalaman muara dapat diidentifikasi dengan melakukan survei Sub Bottom Profile (SBP). Survei SBP ini memanfaatkan gelombang akustik yang ditembakkan ke bawah permukaan air. Bedasarkan data SBP yang telah dilakukan analisa, maka dapat diperoleh kedalaman sungai berkisar 0.5 - 6 meter, kedalaman muara sungai berkisar 0.3 - 0.8 meter, dan kedalaman muara sungai menuju ke laut berkisar 5 - 7 meter. Berdasarkan peta kontur ketebalan sedimen, dapat dianalisa bahwa ketebalan sedimen sekitar 1 meter.
Identifikasi Arah Persebaran Sedimentasi Menggunakan Analisis Mikrotremor Studi Kasus Kawasan Sumur Tua Kecamatan Wringinanom, Gresik Putra P fikri Muhammad; Nizar Riyantiyo; Muhammad Noor; Dwa Desa Warnana; Firman Syaifuddin; Wien Lestari; Juan Pandu Gya Nur Rochman; anik hilyah
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.66 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3739

Abstract

Jawa timur bagian utara merupakan daerah prospek dalam industri Minyak dan Gas Bumi. Sebagai zona RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Subala). Cekungan Jawa Timur utara memiliki kerangka geologi didominasi oleh graben, half-graben, dan sesar lain akibat fase rifting pada periode ekstensional  zaman  Paleogen  dan  arah  sedimentasi  berawal  sisi  utara  cekungan,  seiring  terbentuknya gunung api hasil subduksi lempeng dibagian selatan maka sedimen terendapkan dari bagian selatan cekungan. Secara regional terdapat potensi reservoar yang terbentuk dari batuan pasir dan karbonat. Berlatarbelakang sumur tua yang terletak di desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Indikasi awal daerah tersebut memiliki petroleum system sehingga, penelitian bertujuan mengidentifikasi arah persebaran sedimen dalam tinjauan awal eksplorasi kembali pada daerah tersebut. Data yang digunakan adalah data primer pengukuran metode mikrotremor berdimensi 36.000 m2  (122 titik)  selama 6 hari, dengan frekuensi natural 4-8 Hz.
Inventarisasi Potensi Kawasan Karst Pamekasan, Madura Utara Widya Utama; Krishna Wijaya; Raden Aldi; Hasibatul Farida R; Budi -; Suto -
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.092 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2109

Abstract

Kawasan karst memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti menyediakan air bersih, material alam berbasis kapur, dan pengendali perubahan iklim. Meskipun sangat berperan dalam ekosistem, kawasan karst rentan terhadap gangguan dinamika sosial ekonomi masyarakat yang tidak terarah. Salah satu kawasan karst yang terancam keberadaannya adalah di Kabupaten Pamekasan akibat adanya kegiatan pertambangan di kawasan tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian di kawasan karst guna mendukung penyusunan kebijakan mengenai perlindungan dan pemanfaatan kawasan karst. Penelitian ini bermaksud memetakan potensi kawasan karst dan membuat zonasi kawasan yang mengarah kepada pemanfaatan ekonomi namun mendukung upaya pelestarian kawasan karst di wilayah Pamekasan Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan primer, pembuatan data base, analisis data, dan pembuatan peta zonasi dan potensi kawasan karst. Hasil survei menunjukkan bahwa kawasan karst berada di daerah sekitar Antiklin Tempajung dan Sinklin Eden di atas formasi Tmtn (Formasi Ngrayong). Karst yang ditemukan memiliki morfologi yang beraneka ragam, misalnya kerucut karst (lokasi: Tengah Kabupaten Pamekasan), gua (lokasi: Gunung Waru, Bongagung, dan Paseset), dan sungai bawah tanah. Selain itu, kawasan karst juga memiliki banyak potensi, di antaranya flora, fauna, sumber daya air, dan pariwisata. Melihat potensi kawasan karst maka akan lebih bermanfaat jika kawasan karst dilestarikan dari pada dijadikan daerah tambang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kawasan karst di Pamekasan Utara tergolong ke dalam merokarst, potensi kawasan karst di wilayah tersebut terbagi menjadi dua yaitu potensi sebagai sumber daya alam dan potensi pariwisata, serta penataan ruang kawasan karst dikelompokkan menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya.

Page 3 of 20 | Total Record : 200