cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Analisa Hasil Pengolahan Citra Terrasar-X dan Landsat 8 untuk Pemetaan Geologi Lembar Mojokerto (1508-62) Jawa Timur Yulianti Puspitasari; Bangun Muljo Sukojo; Ipranta Ipranta
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.248 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i1.1231

Abstract

Peta geologi merupakan peta yang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal seperti perencanaan dan pembangunan contohnya waduk, jembatan, jalan, terowongan dan lainnya. Peta yang dibutuhkan dalam hal ini tentunya adalah peta dengan skala menengah yaitu skala 1:50.000 (Noor,2011). Namun karena saat ini peta geologi yang tersedia masih skala kecil yaitu skala 1:250.000 sampai 1:100.000, tentu harus dilaksanakan proses pemetaan untuk menghasilkan skala menengah. Jika pemetaan geologi dilakukan secara manual untuk memetakan dengan skala 1:50.000, bukan hanya membutuhkan waktu yang sangat lama namun juga membutuhkan sumber daya manusia yang banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memetakan geologi menggunakan metode dan data penginderaan jauh. Data yang digunakan adalah citra Landsat 8 yang memiliki resolusi spektral sedang, citra TerraSAR-X Ortho Rectifiied Radar Image dan Digital Surface Model yang memiliki resolusi spasial tinggi. Data tersebut dilakukan proses pengabungan dan dilakukan analisis untuk mendapatkan formasi batuan di wilayah penelitian. Analisa tersebut menggunakan unsur interpretasi citra (rona/warna, tekstur, pola, bentuk) ditambah dengan unsur morfologi dan pola aliran sungai. Analisa ini juga membutuhkan data tambahan berupa peta geologi 1:100.000 dan data lapangan berupa titik pengamatan. Hasil dari penelitian ini berupa peta geologi hasil interpretasi citra skala 1:50.000 yang berisi formasi batuan. Hasil interpretasi dari citra Landsat dan citra TerraSAR-X menghasilkan formasi-formasi batuan di antaranya: Formasi Ledok (Tml), Formasi Lidah (Qtl), Formasi Mundu (Tpm), Formasi Kabuh (Qpk), Endapan Aluvium (Qa), Formasi Notopuro (Qpn), Formasi Sonde (Tpso), Formasi Kalibeng (Tmpk), Formasi Pucangan (Qtp). Peta geologi merupakan peta yang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal seperti perencanaan dan pembangunan contohnya waduk, jembatan, jalan, terowongan dan lainnya. Peta yang dibutuhkan dalam hal ini tentunya adalah peta dengan skala menengah yaitu skala 1:50.000 (Noor,2011). Namun karena saat ini peta geologi yang tersedia masih skala kecil yaitu skala 1:250.000 sampai 1:100.000, tentu harus dilaksanakan proses pemetaan untuk menghasilkan skala menengah. Jika pemetaan geologi dilakukan secara manual untuk memetakan dengan skala 1:50.000, bukan hanya membutuhkan waktu yang sangat lama namun juga membutuhkan sumber daya manusia yang banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memetakan geologi menggunakan metode dan data penginderaan jauh. Data yang digunakan adalah citra Landsat 8 yang memiliki resolusi spektral sedang, citra TerraSAR-X Ortho Rectifiied Radar Image dan Digital Surface Model yang memiliki resolusi spasial tinggi. Data tersebut dilakukan proses pengabungan dan dilakukan analisis untuk mendapatkan formasi batuan di wilayah penelitian. Analisa tersebut menggunakan unsur interpretasi citra (rona/warna, tekstur, pola, bentuk) ditambah dengan unsur morfologi dan pola aliran sungai. Analisa ini juga membutuhkan data tambahan berupa peta geologi 1:100.000 dan data lapangan berupa titik pengamatan. Hasil dari penelitian ini berupa peta geologi hasil interpretasi citra skala 1:50.000 yang berisi formasi batuan. Hasil interpretasi dari citra Landsat dan citra TerraSAR-X menghasilkan formasi-formasi batuan di antaranya: Formasi Ledok (Tml), Formasi Lidah (Qtl), Formasi Mundu (Tpm), Formasi Kabuh (Qpk), Endapan Aluvium (Qa), Formasi Notopuro (Qpn), Formasi Sonde (Tpso), Formasi Kalibeng (Tmpk), Formasi Pucangan (Qtp).
Estimasi Energi Gelombang Laut Menggunakan Satelit Altimetri Jason-2 Studi Kasus: Selatan Pulau Jawa Muhammad Rizka Arief Pratama; Lalu Muhamad Jaelani; Albertus Sulaiman
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.606 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i1.1233

Abstract

Data tinggi muka air laut (SSH) sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi permukaan laut di suatu perairan. Dari data tersebut dapat diketahui di antaranya kontur permukaan laut dan karakteristik gelombang permukaan yang dipengaruhi angin atau gravitasi. Pengembangan energi terbarukan sangatlah penting untuk membantu pasokan listrik Indonesia yang hingga saat ini masih bergantung terhadap fossil fuel (energi tidak terbarukan). Data tinggi muka laut ini dapat membantu Indonesia sebagai negara maritim dunia untuk mengeksplorasi potensi lautnya terutama dalam bidang energi. Altimetry Radar (Radar Altimetri) adalah salah satu jenis sensor penginderaan jauh yang sedang berkembang, dimana dapat memonitor dan memetakan tinggi permukaan air laut secara akurat dan efektif. Pengolahan data titik nadir satelit altimetri dapat dilakukan di aplikasi pengolah matriks, Matlab setelah mengalami proses pengolahan awal pada software BRAT. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data satelit altimetry Jason-2 pada tahun 2012, dengan hasil menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2012, di perairan Selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia memiliki panjang gelombang dominan sebesar 2319,208 dan 4638,417  m dan periode sebesar 33,7480 dan  74,9808 sekon yang memenuhi syarat menjadi sebuah swell yaitu di antara 30-300 sekon. Terdapat 3 spot potensial yang memiliki estimasi energi gelombang laut cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.
Karakterisasi Reservoir Gas Biogenik Pada Lapangan “TG” Dengan Menggunakan Atribut Inversi IA Dan Dekomposisi Spektral Natassa Adi Putri; Dwa Desa Warnana; Priatin Hadi Wijaya
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.785 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1923

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas yang relatif dangkal terbentuk pada ekosistem lautan yang dangkal. Telah banyak ditemukan hidrokarbon dengan jenis gas biogenik di Indonesia, salah satunya adalah di Lapangan “TG”. Oleh karena itu, dibutuhkan karakterisasi reservoir pada lapangan ini untuk memvalidasi keterdapatan hidrokarbon dan mengetahui reservoir dari lapangan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode inversi seismik model based dengan parameter hard constraint untuk mengetahui properti fisik dari reservoir Lapangan “TG” dan dekomposisi spektral dengan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) untuk mengetahui akumulasi dari gas biogenik di reservoir tersebut. Inversi seismik kemudian dikorelasikan dengan porositas sehingga membentuk penampang porositas pada daerah yang menjadi ketertarikan studi (interest) dan memiliki indikasi keterdapatan gas biogenik. Didapatkan bahwa Impedansi Akustik tinggi yang menjadi daerah interest merupakan reservoir karbonat dengan IA bernilai 4800-5300 (m/s)*(g/cc) dan dominan frekuensi pada frekuensi 16 Hz.
Geotechnical Identification Using Resistivity Method for Determining Grounding Locations Ayi Syaeful Bahri; Pegri Rohmat Aripin; Robi Alfaq Abdillah; Dwiyanto Hadi P
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.741 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2965

Abstract

Digunakan metode resistivitas untuk menetukan lokasi grounding dengan memanfaatkan respon batuan terhadap aliran listrik. Berdasarkan nilai resistivitas hasil pengukuran akan diketahui lokasi grounding dengan nilai resistivitas dibawah 5 ohm.m. Dalam penelitian ini menerapkan konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan panjang masing-masing lintasan 32 meter untuk 2D dan 40 meter untuk 1D. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lokasi grounding berdasarkan penampang 1D terletak pada kedalaman 4 meter dengan nilai tahanan jenis 5,47 ohm.m, pada penampang 2D dapat diketahui lokasi grounding terletak pada kedalaman 2,5-4 meter dengan nilai tahanan jenis 2-7 ohm.m. Berdasarkan interpretasi lithologi, daerah tersebut merupakan lempung.
Pemetaan Bawah Permukaan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo Dengan Menggunakan Metoda Ground Penetrating Radar (GPR) Elfarabi Elfarabi; Amien Widodo; Firman Syaifudin
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1810.52 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2955

Abstract

Pengukuran dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR) dilakukan di kawasan lumpur Sidoarjo tepatnya di daerah Tanggulangin, Sidoarjo, agar dapat memetakan bawah permukaan di daerah ini. Ground Penetrating Radar adalah metoda geofisika yang dikembangkan sebagai salah satu alat bantu untuk penelitian geologi bawah permukaan dangkal dengan menggunakan prinsip dari gelombang elektromagnetik dan memiliki hasil yang rinci. Penelitian ini dilakukan di utara pusat semburan lumpur dengan mengambil data sebanyak 8 lintasan, setelah itu data di olah menggunakan software MatGPR R3-5. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bawah permukaan pada daerah penelitian sudah tidak stabil hal ini dikarenakan efek dari semburan Lumpur Sidoarjo.
Analisis Peta Struktur Domain Kedalaman dengan Interpretasi Seismik 3D dalam Studi Pengembangan Lapangan “Kaprasida”, Blok “Patala”, Energi Mega Persada Tbk Fahmi Aulia Rahman; Ayi Syaeful Bahri; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1848.78 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2108

Abstract

Pengembangan lapangan migas masih sangat digencarkan, khususnya pada Lapangan “Kaprasida”. Pada lapangan ini dilakukan studi pengembangan terhadap reservoar sekunder, yaitu pada Formasi Transisi, Upper Menggala, dan Lower Menggala. Reservoar sekunder masih menyimpan beberapa struktur jebakan hidrokarbon yang perlu analisis lebih dalam. Oleh karena itu, pada lapangan ini dilakukan proses reinterpretasi terhadap patahan dan lapisan tersebut, sehingga menghasilkan peta struktur domain waktu dan domain kedalaman. Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan reinterpretasi yang menghasilkan peta struktur domain waktu dan kedalaman, sehingga dapat melakukan analisis pada peta struktur. Setelah dilakukan analisis pada peta struktur domain kedalaman ketiga lapisan, didapatkan beberapa zona target berupa beberapa struktur antiklin. Zonasi struktur antiklin terdapat pada wilayah barat TG2, selatan TG2, timur TG2, barat TG4, dan utara TG1. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan struktur jebakan hidrokarbon baru untuk kegiatan pengembangan Lapangan “Kaprasida”.
Potensi Air Tanah Di Bagian Beach Ridge Daerah Labuhan Bajau Dan Sekitarnya, Kabupaten Simeuleu Berdasarkan Analisis Pengukuran Geolistrik Wisnu Arya Gemilang; Gunardi Kusumah; Guntur Adhi Rahmawan
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.388 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3738

Abstract

Akuifer yang terdapat di wilayah pesisir sangat berkaitan dengan bentuk lahan serta mula jadi lingkungan pengendapannya sehingga akan berbeda-beda di tiap-tiap wilayah pesisir. Wilayah pesisir Labuhan Bajau, Teupah Selatan Kabupaten Simeulue, yang memiliki bentukan morfologi beach ridge atau beting gisik. Bentukan morfologi tersebut digunakan sebagai kawasan pemukiman dan aktifitas laut, sehingga diperlukannya penelitian identifikasi potensi air tanah di bagian beach ridge. Pendugaan keberadaan potensi airtanah pada daerah penelitian menggunakan geofisika dengan metode Geolistrik 2D konfigurasi Pole-Dipole untuk pendugaan keberadaan akuifer di bentukan morfologi beach ridge.Hasil interpretasi data geolistrik berupa profil penampang resistivitas bawah permukaan sebanyak 2 lintasan menunjukkan adanya prospek airtanah yang terperangkap pada sistem akuifer lapisan endapan alluvial pantai. Keberadaan akuifer terdapat pada kedalaman 0 - < 30m dari permukaan tanah dengan litologi berupa material lepas berupa batupasir berukuran sedang hingga kasar.
Determination Of Source Rock Potential Using Toc Model Log, Ngimbang Formation, North East Java Basin Yosar Fatahillah Fatahillah; Widya Utama; Anik Hilyah; Kukuh Suprayogi
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.472 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1928

Abstract

Ngimbang Formation is known as one major source of hydrocarbon supply in the North Eastern Java Basin. Aged Mid-Eocene, Ngimbang is dominated by sedimentary clastic rocks mostly shale, sandstone, including thick layers of limestone (Mostly in Lower Ngimbang), with thin layers of coal. Although, laboratory analyses show the Ngimbang Formation to be a relatively rich source-rocks, such data are typically too limited to regionally quantify the distribution of organic matter. To adequately sample the formation both horizontally and vertically on a basin–wide scale, large number of costly and time consuming laboratory analyses would be required. Such analyses are prone to errors from a number of sources, and core data are frequently not available at key locations. In this paper, the authors established four TOC (Total Organic Carbon Content) logging calculation models; Passey (1990), Schmoker-Hester (1983), Meyer-Nederloff (1984), and Decker/ Density Cross plot Model (1993) by considering the geology of Ngimbang in North Eastern Java Basin. Three wells data along with its available core data was used to determine the most suitable model to be applied in the formation, as well as to compare the accuracy of these TOC model values. Cutoff value of 1.5 in deviation was applied to quantify the minimum amount of acceptable error. This cutoff value was applied based on the standardized TOC model to core deviation used for qualitative interpretation column to scaling ratio. Since, Meyer-Nederloff model couldn’t be used to determine the TOC value as other three models, this model was only used as standard comparison model.
Pemetaan Lingkungan Korosi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Self-Potensial Berdasarkan Native Potential pada Daerah Unit 7 Dan 8 PT.IPMOMI Masruro Amalia; Widya Utama; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.584 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2970

Abstract

Korosivitas tanah merupakan salah satu masalah yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan infrastruktur. Pipa yang terletak pada subsurface menjadi salah satu contoh dari infrastruktur yang rentan terhadap korosi, maka dari itu pemetaan subsurface sangat dibutuhkan untuk mengetahui keadaan lingkungan korosif bawah permukaan. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian mengenai pemetaan lingkungan korosi bawah permukaan dengan menggunakan metode Self Potensial pada daerah unit 7 dan 8 PT.IPMOMI. Pengukuran self potensial dilakukan 2 kali yaitu pada awal penelitian dan 15 hari setelahnya. Dari hasil pengukuran SP kemudian dikorelasi dengan nilai native potensial sehingga didapat range nilai korosivitas tanah. Nilai SP -120 hingga 40 memiliki tingkat korosivitas sedang, dan nilai SP 40220 memiliki tingkat korosivitas yang sangat tinggi. Pada lokasi penelitian tingkat korosivitas yang sangat tinggi berada pada sisi utara dari lintasan dan semakin rendah pada sisi selatan yang disebabkan oleh adanya intrusi air laut pada sisi utara dari lokasi penelitian.
Analisis Petrofisika Dan Perhitungan Cadangan Gas Alam Lapangan “Kaprasida” Formasi Baturaja Cekungan Sumatera Selatan M. Iqbal Maulana; Widya Utama; Anik Hilyah
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.022 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1918

Abstract

. Analisis petrofisika dilakukan untuk evaluasi parameter petrofisika pada Formasi Baturaja. Identifikasi porositas, kandungan serpih, saturasi air dan permeabilitas dilakukan pada empat sumur. Estimasi kandungan serpih dilakukan dengan menggunakan log Gamma Ray, estimasi porositas efektif dilakukan dengan menggunakan gabungan log densitas dan log neutron, Saturasi air dihitung dengan menggunakan persamaan Indonesia, dan permeabilitas dihitung dengan menggunakan persamaan Timur. Rata-rata nilai kandungan serpih tiap sumur adalah 18,2 %, 12,55 %, 20 %, dan 40 %. Nilai rata-rata nilai porositas pada tiap sumur adalah 16,4 %, 14,6 %, 15,3 %, 12,7 %. Rata-rata nilai saturasi air pada tiap sumur adalah 40 %, 62 %, 67 %, dan 64 %. Rata-rata nilai permeabilitas pada tiap sumur adalah 34,65mD, 61,15mD, 157,3mD. Selanjutnya dilakukan lumping dengan mengggunakan nilai penggal (cut-off) sebagai berikut VShale ≤ 0,7, PHIE ≥ 8 %, SW≤ 70 %, Permeabilitas ≥ 1mD. Cadangan gas alam pada 2 kompartemen reefal diestimasi. Batas atas Volume untuk perhitungan cadangan adalah Peta Top Surface formasi Baturaja. Sedangkan batas bawahnya adalah data kedalaman Gas Water Contact (GWC). Data kedalaman GWC merupakan data perusahaan yang didapatkan dari pressure test dan uji kandung lapisan. Kompartemen utara dilewati oleh sumur MI-1, sedangkan kompartemen selatan dilewati oleh sumur MI-2, MI-3, dan MI-6. Perhitungan cadangan pada kompartemen utara menggunakan parameter petrofisika hasil analisis pada sumur MI-1. Hasil perhitungan cadangan pada kompartemen Utara adalah sebesar 5 BSCF dan kompartemen Selatan sebesar 6 BSCF. 

Page 2 of 20 | Total Record : 200