cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PEMODELAN TSUNAMI DI KECAMATAN PACITAN DAN KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN JAWA TIMUR Ferdian Yoga Aditama; Amien Widodo; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Sugeng Pribadi
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.18056

Abstract

Selama kurun waktu tahun 1600 hingga 2007 telah terjadi kurang lebih 109 tsunami di Indonesia dengan 90% diakibatkan gempa tektonik. Pacitan berada pada daerah tunjaman (subduction) yang sangat rawan terhadap gempabumi dan tsunami. Kondisi morfologi pesisir Pacitan berpotensi besar terhadap bahaya tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan tsunami yang dibangkitkan oleh gempa hipotetik megathrust segmen Jawa Timur berkekuatan Mw 8.7. Metode yang digunakan Cornell-Multi Grid Coupled dengan software COMCOT 1.7. Sistem nested grid menggunakan 4-layer terdiri dari 1-layer GEBCO, 2-layer batimetri, dan 1-layer integrasi untuk menghasilkan pemodelan tsunami dengan resolusi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan skenario gempa hipotetik megathrust segmen Jawa Timur menyebabkan vertical displacement pada permukaan laut sebesar -4.59 m hingga 7.02 m. Propagasi tsunami ke arah utara menuju pesisir Pacitan memiliki amplitudo maksimum 33.16 m dengan waktu tempuh 23 – 29 menit kemudian menyebar ke segala arah. Jangkauan inundasi terjauh terjadi di Kecamatan Pacitan sejauh 4.19 km ke arah utara Pantai Ranuharjo, sedangkan run-up maksimum 21.82 m terjadi di Pantai Soge Kecamatan Ngadirojo. Berdasarkan peta bahaya tsunami, Kecamatan Pacitan memiliki luasan area terdampak inundasi paling luas 21.63 km2, sedangkan luasan area inundasi terkecil di Kecamatan Tulakan 0.33 km2.
ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA BUMI KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ISOLA-GUI (STUDI KASUS GEMPA BUMI MOJOKERTO, 19 JUNI 2023) Sayyidatul Khoiridah; Sri Roekminiati; Pamudi Pamudi; Sapto Pramono; Sunhari Prawiradiredja
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19934

Abstract

Jawa Timur termasuk wilayah rawan terjadi gempa bumi. Salah satu gempa di Jawa Timur yaitu gempa bumi Mojokerto, 19 Juni 2023 yang berpusat pada koordinat 7,50 LS dan 112,50BT dengan kedalaman 9 km dan magnitudo M4,2. Gempa Mojokerto ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa Mojokerto yaitu Mojokerto dengan skala III – IV MMI; Pasuruan, Surabaya, Lamongan, dan Gresik dengan skala III MMI; Sidoarjo dengan skala II – III MMI; dan Malang dengan skala II MMI. Gempa bumi Mojokerto tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga di Desa Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sebagai upaya mengurangi dampak bencana gempa bumi, maka dilakukan penelitian ini untuk menentukan karakteristik gempa bumi yang terjadi di Mojokerto melalui pemodelan mekanisme fokus. Penelitian ini menggunakan data waveform tiga komponen. Hasil dari pemodelan mekanisme fokus menunjukkan bahwa bidang patahannya yaitu berupa patahan strike slip dengan nilai nodal plane I yaitu strike = 179o, dip = 76o, rake = 178o dan nilai nodal plane II yaitu strike = 269o, dip = 88o, rake = 14o. Nilai variance reduction dari hasil penelitian ini yaitu sebesar 0,82.
PENDUGAAN POTENSI TINGKAT KOROSIFITAS LAPISAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN TEKNIK VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (Studi Kasus: Kabupaten Penajam, Kalimantan ) Emir Dzakwan Kamal Zein; Sandrila Marshela
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.19247

Abstract

Instalasi jaringan di bawah permukaan adalah hal yang sangat penting dan bermanfaat bagi suatu wilayah untuk mendistribusikan kebutuhan air, listrik, minyak, dan gas alam melalui pipa. Bahan logam biasanya dipilih karena memiliki kelebihan salah satunya dari segi kekuatan. Namun, kekurangan dari bahan logam adalah rentan mengalami korosi bila diinstalasi pada kondisi bawah permukaan yang kurang mendukung salah satunya akibat korosif tanah. Hal tersebut berbahaya bagi keselamatan dan keamanan lingkungan karena dapat menimbulkan terjadinya kebocoran pipa atau hal lainnya. Laju korosifitas tanah dipengaruhi oleh sifat fisik, listrik, kimia dari tanah, batuan, dan kandungan fluida di dalamnya. Resistivitas adalah salah satu variabel dari sifat listrik tanah yang berpengaruh besar terhadap laju korosifitas tanah. Solusi untuk mengestimasi nilai resistivitas tanah atau batuan yakni menggunakan metode geofisika geolistrik. Pengukuran 5 titik resistivitas dilakukan di wilayah Penajam, Kalimantan dengan menggunakan teknik Vertical Electrical Sounding (VES). Prosedur pengukuran resisitivitas berdasarkan American Standart Testing and Materials (ASTM) memakai Konfigurasi Wenner dengan 4 pin elektroda. Pengolahan data mengasilkan kurva resistivity sounding, model cross section, dan model konseptual geologi bawah permukaan. Perolehan galat hasil inversi dari kelima titik VES <10% sehingga interpretasi mengenai ketebalan, kedalaman, dan nilai resistivitas batuan mendekati kondisi aslinya. Litologi dari kelima titik VES pada kedalaman 0-40 meter diduga sebagai batu lempung yang mengandung mineral konduktif lebih banyak dengan nilai resistivitas 4.88-14.29 Ωm, batu lempung yang mengandung mineral konduktif lebih sedikit dengan nilai resistivitas 70.21-158 Ωm, dan batu pasir dengan nilai resistivitas 14.3-70.20 Ωm. Interpretasi tingkat korosifitas tanah berdasarkan National Association of Corrosion Engineers (NACE) dan ASTM menghasilkan pendugaan bahwa data VES 1, VES 2, VES 3, VES 4, dan VES 5 terdiri dari enam kelompok tingkat korosifitas tanah diantaranya sangat sedikit korosif/dapat diabaikan, sedikit korosif, cukup korosif, korosif, sangat korosif, dan paling korosif
IDENTIFIKASI POTENSI PANAS BUMI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA AREA SEKITAR DANAU LINOW, KOTA TOMOHON, SULAWESI UTARA Muhammad Faiz Nugraha; Siti Navisa; M Singgih Purwanto
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.20008

Abstract

Penelitian ini fokus pada analisis lineament density menggunakan data Digital Elevation Map (DEM) area Danau Linow. DEM diunduh dari DEMNAS dan diperkaya dengan data Land Surface Temperature dari MODIS. Software ArcGIS dan Geomatica digunakan untuk pengolahan data. Hasil analisis menunjukkan struktur sesar utama, terutama Timur Laut - Barat Daya, dikontrol oleh sesar di sekitar Danau Linow. Densitas pada area dengan struktur yang kompleks mencapai 1.364 Km/Km2 , terkonsentrasi di sebelah Timur Laut danau, mengindikasikan sesar utama Malalayang. Manifestasi geothermal di sekitar Danau Linow didukung oleh kelurusan dan densitas tinggi. Anomali tinggi berada pada arah Timur Laut Danau Linow sesuai dengan lokasi sesar, diperkuat oleh peta manifestasi geothermal. Suhu permukaan berkisar 27,12-29,70 derajat, dengan suhu tinggi di arah Utara dan Selatan Danau Linow, hal ini disebabkan oleh adanya sesar yang membuat adanya rekahan dan rekahan tersebut dialiri oleh magma sehingga membuat suhu dipermukaan meningkat, kenaikan suhu ini juga berkaitan dengan padatnya bangunan dan pemukiman masyarakat di area sekitar Danau Linow. Peta Indeks Vegetasi menunjukkan area dengan potensi geothermal memiliki vegetasi rendah, tetapi area pemukiman memiliki vegetasi lebih rendah. Area dengan zona lemah (kerapatan struktur tinggi) cenderung memiliki vegetasi sedang karena pengaruh suhu permukaan dan mineral panas bumi. Temuan ini memberikan wawasan dalam pemahaman struktur geologi, manifestasi panas bumi, dan dampak terhadap lingkungan di area Danau Linow.
SUSEPTIBILITAS MAGNETIK SISTEM PANASBUMI NON VULKANIK DESA TERAK MENGGUNAKAN METODE GEOMAGNETIK Tri Kusmita; Yuant Tiandho; Yekti Widyaningrum; Umi Alawiyah
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.15563

Abstract

Geothermal in Bangka Belitung islands are classified as radiogenic type of non-volcanic geothermal. Geothermal in this area was formed due to granite rocks that have been fractured, folded or faulted. Geothemal Terak has a surface temperature of 550C - 61.80C with a water discharge of 0.2 liters/second. This research aims to identify the forming rocks of geothermal system at Terak village based on magnetic field anomalies. Data acquisition was measured using a Proton Precession Magnetometer (PPM) along 2.5 km with 100 m spacing and 500 m spacing between lines. Data processing was analyzed using diurnal correction, IGRF correction, RTE (Reduce to the Equator) correction, anomaly separation using Upward Continuation. Modeling performed by applying 2D Inverse Modeling. The results indicated that the reservoir rock in Terak area with non-volcanic geothermal system was granite with susceptibility 42 x 103 - 49 x 103. The depth of the reservoir rock was partially at a depth of 30 - 125 meters above sea level and some were exposed on the surface (0 - 80 meters above sea level). Reservoir rocks are scattered in the northwest area of the study.
GEOLOGI GUNUNG SLAMET TUA DAN GUNUNG SLAMET MUDA: KAJIAN GEOMORFOLOGI, PETROLOGI, GEOWISATA DAN BENCANA GEOLOGI Yogi Adi Prasetya; Akhmad Khahlil Gibran
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19960

Abstract

Gunung Slamet adalah gunungapi bertipe stratovulkano yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu Slamet Tua di bagian barat dan Slamet Muda di bagian timur. Penelitian geologi terdahulu hanya berfokus pada studi tentang petrologi dan geokimia batuan di Gunung Slamet. Studi ini membandingkan kondisi geomorfologi, petrologi, bencana geologi hingga geowisata Gunung Slamet Tua dan Gunung Slamet Muda dengan menggunakan metode citra satelit dan membandingkan data-data dari peneliti terdahulu. Secara geomorfologi Gunung Slamet Tua memiliki morfologi lebih curam dengan lembah yang dalam dan terjal kenampakan tekstur citra satelit lebih terlihat kasar jika dibanding Gunung Slamet Muda di sisi timur yang memiliki tekstur citra satelit yang lebih halus dengan lembah yang tidak terlalu dalam dan pada sisi barat daya Gunung Slamet terdapat morfologi yang disebut Lembah Guci. Slamet Tua memiliki komposisi batuan andesit basalt, pumice endapan piroklastik aliran, piroklastik jatuan dan piroklastik surge dengan komposisi SiO2 lebih tinggi 52,3 – 63,9 wt.%, dan Lembah Guci memiliki komposisi SiO2 yang sama dengan Slamet Muda yaitu 48,5 – 54,1 wt.%. Geowisata di Gunung Slamet terdapat beberapa air terjun baik di Gunung Slamet Tua maupun Gunung Slamet Muda, ada juga wisata berupa manifestasi air panas di Pancuran 7 Kabupaten Banyumas, dan Guci Kabupaten Tegal. Gunung Slamet memiliki tiga zona rawan bencana geologi yaitu zona I, zona II dan zona III. Lembah Guci memiliki ancama bahaya piroklastik aliran dan berada di zona bahaya I dan II.
KARAKTERISTISASI BATU BARA BERDASARKAN ANALISIS PROKSIMAT PADA PASOKAN BATU BARA DI PLTU “PELITA” PERIODE 2019 Qori Fajar Hermawan; Nanda Khoirunisa; Muhammad Riza; Zetsaona Sihotang; Wasono Wasono
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.16572

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) “Pelita” menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama. Batu bara yang dipasok ke PLTU “Pelita” berasal dari Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pasokan batu bara yang diterima dilakukan analisis proksimat dan penentuan nilai kalor yang dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan karakteristik batu bara pada PLTU “Pelita” periode 2019 berdasarkan hasil analisis proksimat dan nilai kalor. Korelasi antara nilai hasil analisis proksimat dan nilai kalor pada batu bara dilakukan berdasarkan analisis statistik menggunakan metode regresi linear. PLTU “Pelita” pada periode 2019 menerima batu bara sebanyak 17.485,537 ton dari Provinsi Kalimantan Selatan melalui dua kali pengiriman, 252.834,199 ton dari Provinsi Kalimantan Timur melalui 23 kali pengiriman dan 259.138,715 ton dari Provinsi Sumatera Selatan melalui 34 kali pengiriman. Pasokan batu bara periode 2019 ini memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban, kandungan zat terbang, kandungan abu, kandungan karbon dan nilai kalor batu bara secara berurutan sebesar 29,70%; 34,41%; 3,05%; 32,73%; dan 4.647,71 kkal/kg. Batu bara dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban sebesar 27,45%; 29,98%; dan 29,58%; kandungan zat terbang sebesar 36,74%; 35,26%; dan 33,44%; kandungan abu sebesar 4,37%; 2,70%; dan 3,30%;  kandungan karbon sebesar 31,44%; 31,94%; dan 33,60% serta nilai kalor batu bara sebesar 4.845,54 kkal/kg, 4.504,92 kkal/kg dan 4.773,68 kkal/kg. Korelasi kuat ditunjukkan oleh pengaruh nilai kelembaban (0,663) dan kandungan karbon (0,756) terhadap nilai kalor pada batu bara. Berdasarkan nilai fuel ratio, jenis batu bara yang diterima oleh PLTU “Pelita” periode 2019 adalah bituminus dengan zat terbang menengah-tinggi dan seluruh golongan subbituminus.
TEKNIK PEMISAHAN ANOMALI MAGNETIK RESIDUAL-REGIONAL BERBASIS MATLAB: STUDI KASUS GUNUNG UNGARAN Syamsurijal Rasimeng; Dewi Wijayanti; Luthfi Rahmawati; Annur Istikomah; Rahmat Catur Wibowo
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.18572

Abstract

Penelitian ini menggunakan data pengukuran magnetic di daerah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini membandingkan teknik inversi dengan persamaan polynomial orde 1, orde 2 dan orde 3 dalam pemisahan anomali residual dengan anomali regional.  Pada penelitian ini dilakukan kajian komputasi dengan membuat program komputer menggunakan software MatLab 2017. Data pengukuran magnetic yang digunakan merupakan data yang telah dilakukan koreksi sehingga telah didapatkan nilai anomali totalnya. Pemisahan anomali residual-regional ini selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi geologi sekitar daerah penelitian. Sebelumnya, telah dilakukan pemodelan kedepan (forward modeling) untuk memunculkan model sintetik pada perhitungan orde 1, orde 2 dan orde 3. Hasil forward modeling ini akan disesuaikan dengan model anomali regional yang muncul setelah diinversi. Setelah dilakukan pemisahan anomali residual-regional, selanjutnya adalah menyesuaikan antara kontur dan nilai anomali regional dengan keadaan geologi sekitar daerah penelitian. Gunung Ungaran merupakan bagian dari Pengunungan Serayu Utara yang berada pada bagian tengah Pola Jawa yang mana pada pola ini terdapat sesar naik dari arah Barat ke Timur. Dari hasil penyesuaian antara anomali regional orde 1, orde 2 dan orde 3 dengan kondisi geologi daerah sekitar didapatkan bahwa pada penelitian ini perhitungan inversi dengan orde 2 menunjukkan hasil pemisahan anomali yang paling sesuai.
PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) DI AREA PANTAI GOSONG, KABUPATEN BENGKAYANG Yusanneya Geulis; Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana
Jurnal Geosaintek Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v9i3.19418

Abstract

Sebagian besar masyarakat di sekitar area Pantai Gosong masih memanfaatkan sumur dangkal yang bersumber dari akuifer bebas dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Ketersedian air bersih pada akuifer bebas dinilai masih relatif terbatas, sehingga perlu juga dilakukan identifikasi keberadaan lapisan akuifer tertekan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan akuifer menggunakan metode Vertical Electrical Sounding (VES). Kedalaman dan ketebalan lapisan akuifer diinterpretasi berdasarkan sebaran nilai resistivitas secara sounding. Akuisisi data dilakukan pada 4 titik pengukuran menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan panjang bentangan masing-masing sejauh 500 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran nilai resistivitas secara sounding di lokasi penelitian adalah 0,17 Ωm – 43.743 Ωm, hingga kedalaman 250 m. Akuifer bebas terdapat di setiap titik pengukuran dengan kedalaman 0,36 m – 9,36 m. Sedangkan akuifer tertekan berada pada titik 1 dan titik 4, yang masing-masing berada pada kedalaman 47,82 m dan 55,45 m. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan akuifer bebas diduga berupa pasir dan pasir kerikilan, sedangkan lapisan akuifer tertekan diduga berupa pasir kerikilan.
PERBANDINGAN LUASAN PERSIL ORTOFOTO DAN DIRECT TRIANGULASI DARI PEMOTRETAN FOTO UDARA MENGGUNAKAN DRONE (STUDI KASUS : KECAMATAN LOWOKWARU, KOTA MALANG, PROVINSI JAWA TIMUR) Martinus Edwin Tjahjadi; Fransisca Dwi Agustina; Wahdianaldy Adhiatama
Jurnal Geosaintek Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v10i1.19470

Abstract

Pemetaan dengan menggunakan drone dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh data spasial yang akurat. Dengan menggunakan dua metode umum dalam pemrosesan data foto udara teknologi drone yaitu ortorektifikasi untuk dapat menghasilkan ortofoto dan direct triangulasi menggunakan data langsung dari drone. Perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi menjadi hal yang relevan pada bidang ini, karena dapat memberikan pemahaman lebih tentang keakuratan kedua metode tersebut dalam mempresentasikan luasan sebenarnya pada suatu area. Metodologi penelitian ini melibatkan akuisisi data, pemrosesan, dan analisis untuk mengevaluasi perbedaan luasan persil antara kedua metode. Untuk mengetahui akurasi spasial yang dihasilkan dari perkembangan teknologi pengolahan data foto udara dengan metode pemetaan bidang tanah menggunakan drone, maka dilakukan pengujian ketelitian yang mengacu pada Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Berdasarkan hasil dari ketelitian geometri nilai RMSE pada ortofoto teknik foto tegak 0,063 m dan ortofoto dengan teknik foto konvergen 0.53 m. Hasil RMSE metode direct triangulasi dengan teknik foto konvergen 0.066 m. Rata-rata selisih luasan ortofoto pada foto tegak 0.831 m², ortofoto pada foto konvergen 3.119 m² dan pada foto konvergen dengan metode direct triangulasi 0.936 m². Dengan melihat hasil dari perbandingan luasan persil antara ortofoto dan direct triangulasi nantinya dapat memberikan informasi pada pengembangan teknik pemetaan dengan drone dan pengguna di bidang pemetaan dan survei tanah.