cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 258 Documents
Peran Hormon Dalam Metamorfosis Serangga Lukman, Aprizal
Biospecies Vol. 2 No. 1 (2009): Januari 2009
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v2i1.692

Abstract

Perkembangan pasca lahir dari beberapa hewan terjadi secara langsung dan tidaklangsung. Perkembangan secara langsung ini melibatkan semacam perpanjangan periodapertumbuhan yang mungkin berlangsung dengan lancar dan cepat Sebagai contoh, antara lain darikelompok mamalia dan aves. Perkembangan tidak langsung adalah melalui satu atau lebih tadiumlarva, sebelum mencapai keadaan dewasanya. Salah satu contoh kelompok hewan yang melakukanperkembangn secara tidak langsung yaitu serangga. Semua proses perkembangan ini diatur olehhormon.
Pengaruh Rootone F dan Pupuk Bayfolan terhadap Pembentukan Akar dan Pertumbuhan Anakan Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw.) Gustini, Dessi; Fatonah, Siti; Sujarwati, Sujarwati
Biospecies Vol. 5 No. 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v5i1.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Rootone F dan pupuk Bayfolanterhadap pembentukan akar dan pertumbuhan anakan salah pondoh. Penelitian terdiri dari dua faktoryang disusun secara arak lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone F yang terdiri dari empattaraf (0, 50, 100 and 150 mg/anakan). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk cair Bayfolan yang terdiridari 4 taraf (0; 1,5; 3 and 4,5 ml/l). Rootone F diberikan dalam bentuk pasta dan dioleskan pada bagianpangkal batang pada saat awal perlakuan. Pupuk Bayfolan diberikan dengan cara penyemprotan keseluruh bagian tanaman dengan frekuensi pemberian seminggu sekali. Interaksi antara Rootone F danBayfolan berpengaruh nyata terhadap jumlah akar dan luas daun. Pembentukan akar, tinggi anakan danluas daun tertinggi didapatkan pada anakan yang mendapatkan perlakuan 150 mg/anakan Rootone Fdan 4,5 ml/L Bayfolan.
Dugaan Cadangan Karbon Biomassa Tumbuhan Bawah dan Serasah di Kawasan Suksesi Alami Pada Area Pengendapan Tailing Pt Freeport Indonesia Windusari, Yuanita; Sari, Nur AP; Yustian, Indra; Zulkifli, Hilda
Biospecies Vol. 5 No. 1 (2012): Februari 2012
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v5i1.694

Abstract

Kawasan suksesi alami pada area pengendapan tailing Tanggul Ganda berpotensi besarsebagai sumber cadangan karbon. Estimasi stok karbon biomassa vegetasi hutan suksesi alami TanggulGanda telah dilakukan selama Pebruari-Mei 2010.Sampel tumbuhan bawah dan serasah diambil dari 7blok yang masing-masing terdiri atas 6 sub plot. Hasil analisis memperlihatkan bahwa stok karbon dikawasan suksesi alami blok B4BL dan B5BL adalah 38,84 ton/ha berasal dari 23,87 ton/ha tumbuhanbawah dan 5,9 ton/ha serasah. Stok karbon di blok B1BB, B4BB, B9BB, B10BB, dan B12BB adalah112,4 ton/ha berasal dari 98,6 ton/ha tumbuhan bawah 13,81 ton/ha serasah. Nilai biomassa dan stokkarbon serasah yang lebih rendah dari tumbuhan bawah diduga berkaitan dengan proses dekomposisibahan organik yang berlangsung lebih cepat pada serasah. Setiap vegetasi menghasilkan kualitasbiomassa yang berbeda. dan sisa biomassa menjadi sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkanuntuk memperbaiki kualitas tanah.
Kemampuan Bakteri Pelarut Fosfat Isolat Asal Sei Garo dalam Penyediaan Fosfat Terlarut dan Serapannya pada Tanaman Kedelai Lestari, Wahyu; Linda, Tetty M.; Martina, Atria
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.708

Abstract

Bakteri pelarut fosfat dari tanah gambut asal Sei. Garo telah diuji potensinya padamedium Pikovskaya dan tanah PMK. Delapan isolat berhasil didapatkan, 3 diantaranya memilikikriteria tinggi melarutkan fosfat. Isolat dengan kriteria tinggi dan campurannya diuji potensinya dalampenyediaan fosfat pada medium Pikovskaya cair dan tanah PMK. Kemampuan tertinggi melarutkanfosfat pada medium Pikovskaya cair adalah isolat GGO1 (I1) yaitu 0,4736%. Secara keseluruhan adakecenderungan bahwa inokulum memiliki kemampuan dalam penyediaan fosfat pada tanah PMKnamun hasil menunjukkan tidak ada interaksi antara tanah dan inokulum terhadap kandungan fosfattersedia tanah dan serapannya pada tanaman. Perlakuan tanah tanpa sterilisasi berpengaruh nyataterhadap kandungan fosfat tersedia tanah.
Induksi Kalus Cabai (Capsicum annuum L.) secara in vitro Muswita, Muswita
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.709

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi auksin dansitokinin dalam menginduksi kalus dari anter cabai secara in vitro. Penelitian disusun menggunakanrancangan acak lengkap dengan dengan 2 faktorial dan 5 ulangan. Faktor pertama adalah kultivarcabai yaitu cabai keriting cemeti, cabai keriting laris, cabai besar tombak dan cabai besar LV 2319.Faktor ke dua adalah konsentrasi auksin dan sitokinin yaitu tanpa 2,4 D dan kinetin, 0,01 mg/l 2,4 D +0,01 mg/l kinetin; 0,1 mg/l 2,4 D + 0,1 mg/l kinetin; 0,5 mg/l 2,4 D + 0.5 mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 2mg/l kinetin; 2 mg/l 2,4 D + 0,2 mg/l kinetin; 0,2 mg/l 2,4 D + 2 mg/l kinetin.Parameter yang diamatiadalh persentase terbentuknya kalus dan plantlet. Hasil penelitian menunjukan 2,4 D dan kinetinpada media dapat menginduksi kalus dan planlet. Pengaruh 2.4 D dan kinetin ini tergantung kepadakonsentrasi yang diberikan dan kultivar cabai yang digunakan. Kultivar Tombak lebih responsifdibandingkan dengan kultivar lainnya dalam pembentukan kalus. Planlet didapatkan dari kultivar laris.
Ekstrak Biji Nimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai Insektisida nabati berpotensi terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F) di Pertanaman Kedelai (Glycine Max L) Sayuthi, Muhammad
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.711

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura F) merupakan salah satu hama utama tanaman kedelaiyang perlu penanganan secara cepat dan tepat, dengan memanfaatkan ekstrak biji nimba(Azadirachta indica A Juss) sebagai pestisida non sintetik yang ramah lingkungan. Penelitian inibertujuan untuk mempelajari keefektifan ekstrak biji nimba (A. indica) terhadap hama Ulat Grayak (S.litura), dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Kegiatan penelitian inidilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nangroe Aceh Darussalam (BPTP) Bandaaceh. Menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan 5 ulangan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji nimba efektif untuk mengendalikan hama S. litura denganhasil tertinggi dijumpai pada perlakuan D (ekstrak biji nimba 20cc/l) dibandingkan perlakuan E(Decis). Insektisida sintetik (Decis) dengan konsentrasi anjuran efektif digunakan pada saat larva S.litura masih isntar I dan II. Apabila telah melewati instar tersebut lebih efektif digunakan dosis yanglebih tinggi.
Studi Segregasi dan Pewarisan Marka-marka RAPD pada Tanaman Karet Hasil Persilangan PB 260 dengan PN Novalina, Novalina; Sagala, Aidi D.
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.712

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pola pewarisan sertasegregasi marka-marka RAPD pada tanaman karet hasil persilangan PB 260 dengan PN. Tanamankaret yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas dua populasi turunan pertama yaitu populasi A(PB260 x PN 7) dan populasi C (PB260 x PN7111) serta masing-masing tanaman tetua jantan dantetua betina. Berdasarkan hasil analisis segregasi dapat diketahui bahwa sebagian besar markaRAPD bersegregasi pada tanaman turunan pertama populasi A dan C, dan diwariskan mengikuti polapewarisan Mendelian.
Trichoderma sp. dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat Novita, Trias
Biospecies Vol. 4 No. 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v4i2.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Trichoderma sp dalam pengendalianpenyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca FakultasPertanian Universitas Jambi, perlakuannya terdiri dari : t0 = tanpa Trichoderma sp; t1 = 25 gTrichoderma sp/8 kg media; t2 = 50 g Trichoderma sp/8 kg media; t3 = 75 g Trichoderma sp/8 kgmedia; dan t4 = 100 g Trichoderma sp /8 kg media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichodermasp berperan dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. TakaranTrichoderma sp yang paling baik dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomatadalah pada perlakuan 50 g Trichoderma sp/8 kg media.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik pada Rastrelliger sp. Cut Yulvizar
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.884

Abstract

Probiotik merupakan mikroba menguntungkan yang bermanfaat untuk memperbaiki keseimbangan mikroba di dalam saluran pencernaan. Isolasi bakteri probotik dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bakteri yang berpotensi sebagai probiotik pada ikan kembung (Rastrelliger sp.). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima isolat bakteri yang berpotensi sebagai probiotik. Hasil uji fisiologis untuk identifikasi bakteri menunjukkan adanya tiga genera (Micrococcus, Staphylococcus dan Bacillus) dan satu spesies bakteri (Hafnia alvei) yang berpotensi sebagai probiotik pada ikan kembung (Rastrelliger sp.).
Pengaruh Penyemprotan Inhibitor Sintetik Maleic Hydrazide Terhadap Daya Simpan Ubi Jalar (Ipomoea batatas, L. var. Wamena) Linus Yhani Chrystomo; Maklon Warpur; Aditya Krishar Karim
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.885

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.var. Wamena) merupakan makanan pokok dan hasil pertanian yang paling besar di Provinsi Papua terutama di distrik Wamena (Jayawijaya). Selain digunakan sebagai makanan pokok secara turun-temurun, ubi jalar juga digunakan sebagai makanan hewan ternak babi dan sebagian lainnya dijual. Penyimpanan ubi jalar secara tradisional dilakukan dengan ditimbun dedaunan yang hanya dapat bertahan selama 1 bulan pada suhu kamar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyemprotan ubi jalan dengan zat penghambat sintetik maleic hydrazide pada konsentrasi 5% memberikan efek yang signifikan dalam menghambat munculnya tunas dan akar . Penggunaan maleic hydrazide pada konsentrasi tersebut dapat memperbaiki masa penyimpanan ubi jalar sampai umur 2,5 bulan.