cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 258 Documents
Analisis Fisik Kimia Perairan untuk Mendeteksi Kualitas Perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan Soraya Soraya; Zazili Hanafiah; Yuanita Windusari
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1735

Abstract

Penelitian terhadap kualitas dan kondisi perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir telah dilakukan selama Juli - November 2012. Sampel air diambil di 5 lokasi dengan 3 titik yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penentuan lokasi sampel  berdasarkan metode Purposive Random Sampling. Analisis kualitas air dilakukan secara langsung di lapangan dan di Laboratorium  kimia FMIPA  Universitas Sriwijaya. Hasil menunjukkan bahwa kondisi fisik-kimia Sungai Rambang termasuk dalam kategori baik.  Kisaran suhu cenderung sama dengan suhu udara sekitar perairan yaitu 26-31 ºC, tingkat kecerahan 7-40 %, TSS 32-161 mg/L, TDS 41-278 mg/L, DHL 18-238 µS/cm, kecepatan arus 6-13 cm/detik, DO 5,90-12,35 mg/L, BOD 0,47- 5,42 mg/L, COD ttd- 14,5 mg/L, pH 4,85-6,95, dan lemak 211-289 mg/L. Nilai-nilai parameter ini masih sesuai dengan standar Baku Mutu Air (BMA) perairan sungai tahun 2010. Kualitas fisik kimia perairan berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis dan distribusi plankton. Curah hujan mempengaruhi kondisi perairan, dan mempengaruhi jumlah serta jenis plankton dalam perairan tersebut. Pada musim penghujan, indeks keanekaragaman spesies plankton cenderung rendah  dibandingkan pada musim kemarau yaitu 1,22 – 2,26, dengan Indeks keseragaman  antara 0,31- 0,58 yang berarti tidak ada dominansi suatu populasi plankton. Kehadiran dan keanekaragaman populasi plankton merupakan indikasi kualitas lingkungan perairan. Hasil uji parameter  fisik kimia perairan yang dilakukan menunjukkan bahwa kualitas perairan sungai Rambang masih layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, namun tidak disarankan untuk digunakan sebagai sumber air minum.
Penampakan Morphologi Kulit Luar Marmut Terhadap Pemberian Minyak Atsiri Tanaman Zodia Secara Rutin Muhamat Muhamat; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1736

Abstract

Minyak atsiri zodia merupakan salah satu minyak atsiri yang mempunyai daya penolak dari aktivitas nyamuk menghisap darah.  Minyak tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan pelindung tubuh maka perlu dilakukan penelitian tentang keamanan bahan ini terhadap manusia (pemakai). Karena pemakaian berhubungan langsung dengan permukaan kulit maka penelitian ini difokuskan pada pengamatan terhadap penampakan morfologi kulit akibat pemaparan minyak atsiri zodia.  Pengujian dilakukan denga uji iritasi primer menggunakan metode Draize dengan cara mengolesi minyak atsiri konsentrasi 5% ke kulit marmut. Pengamatan dilakukan setiap hari meliputi pengamatan morfologi  kulit marmut secara makrokospis (eritema dan edema), perubahan warna kulit serta kehalusan kulit.  Pengamatan juga dilakukan terhadap  perubahan tingkah laku selama penelitian.  Hasil pengamatan terhadap semua sampel kulit marmut yang  diolesi minyak atsiri zodia  tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan kulit baik eritema maupun edema.  Kulit yang diolesi minyak atsiri menunjukkan tekstur kulit yang lembut, mengkilat dan licin, yang berbeda dari kulit yang tidak diolesi minyak atsiri. Pengamatan perilaku marmut tidak menunjukkan adanya perilaku keracunan seperti tidak punya nafsu makan, muntah-muntah, diam atau agresif.  Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah minyak atsiri zodia dengan konsentrasi 5% tidak menyebabkan inflamasi pada kulit marmot, bahkan kulit marmut menjadi lebih lembut dan halus.
Kelimpahan dan Keragaman Semut dalam Hutan Lindung Sirimau Ambon Fransina Sarah Latumahina; Musyafa Musyafa; Sumardi Sumardi; Nugroho Susetya Putra
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1755

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada areal pertanian lahan kering bercampur semak dalam Hutan Lindung Sirimau dengan tiga metode pengambilan sampel yakni hand collecting, bait trap (umpan gula dan  ikan tuna) dan pitfall trap dari bulan Juli hingga september 2011. Penelitian bertujuan mengetahui penyebaran semut pada areal pertanian lahan kering  dalam kawasan Hutan Lindung Sirimau Ambon. Hasil penelitian menemukan 1 family, 4 genus dan  19 jenis semut dengan total individu mencapai  14.456. Jenis – jenis semut yang sangat dominan dalam kawasan yakni Anoplolepis gracilipes, Pheidole sp 1, Odontoponera denticulata, Pheidole megacephala, Technomyrmex albipes, Tetramorium simillimum, Tetramorium bicarinatum, Tapinoma melanocephalum, dan Paratrechina longicornis. Kelimpahan jenis semut mencapai 0,934 tergolong sedang dengan penyebaran jumlah individu semut dan tingkat kestabilan komunitas sedang. Penyebaran semut dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari, suhu, kelembaban, angin, air dan musim. Perbedaan suhu mikro, iklim, cahaya, kelembaban, pola makan, kompetisi interspesifik, variasi ketersediaan sumber makanan, kualitas habitat dan aktivitas manusia juga ikut mempengaruhi penyebaran semut dalam kawasan.
Keragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu Endemic Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) di Hutan Gunung Slamet Jawa Tengah Imam Widhiono
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1756

Abstract

Penelitian keragaman spesies kupu-kupu endemik Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) pada berbagai tipe hutan dan ketinggian di Gunung Slamet dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2010. Tipe hutan yang diteliti meliputi hutan alam kayu lain (HAKL, hutan sekunder), hutan produski terbatas Damar (HPT Damar), hutan wisata (HW) dan agroforestry (AGF). Variasi ketinggian tempat yang diteliti hanya di hutan damar mulai ketinggian 600 m dpl, 800 m dpl, 1000 m dpl dan 1200 m dpl. Pengambilan sampel kupu-kupu dilakukan pada 4 transek tetap untuk setiap kategori. Data kekayaan spesies dan kelimpahanya dianalisis dengan Shannon-Wienner, Simpson Indeks, Indeks kemerataan (E) dan Indeks Kesamaan Jaccard dengan bantuan program BDPro 7 (Mc Neely, 1997). Hasil penelitian menemukan 10 spesies kupu-kupu endemik Jawa (71%), yaitu Cynitia iapsis Fruhstorfer, Cyrestis lutea Zinken-Sommer, Elymnias ceryx Boisduval, Euploea gamelia Hubner, Rohana nakula Moore, Tannecia trigreta Moore, Mycalesis sudra Felder, Ypthima nigricans Snellen, Neptis nisea De Niceville dan Prioneris autothisbe Hubner dengan jumlah individu 542 pada keempat tipe habitat dan 9 spesies dengan jumlah individu 781 pada keempat ketinggian berbeda. Pada semua lokasi penelitian menunjukan bahwa indeks keragaman kupu-kupu endemik sangat rendah dan didominasi oleh dua spesies yaitu Mycalesis sudra dan Ypthima nigricans dengan jumlah lebih dari 50% dari total individu spesies kupu-kupu endemik yang ditemukan. Selain kedua spesies tersebut, spesies kupu-kupu endemik kelimpahannya sangat rendah dan dapat dikategorikan sebagai “rare species”. Hutan di Gunung slamet masih mampu mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.
Kajian Etnobotani Peralatan Rumah Tangga Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas Kabupaten Sarolangun, Jambi Dwi Mairida; Bambang Hariyadi; Fachruddin Saudagar
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1757

Abstract

Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok masyarakat pedalaman hutan Jambi yang memiliki kemampuan dan kemandirian dalam membuat peralatan rumah tangga. Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) merupakan kawasan pelestarian alam yang menyediakan potensi berbagai jenis flora bagi masyarakat SAD untuk memenuhi berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk membuat kerajinan tradisional peralatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis peralatan rumah tangga yang digunakan SAD, mengkaji karakteristik dan cara pembuatan setiap peralatan, mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, serta mengkaji perubahan penggunaan peralatan rumah tangga SAD. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi partisipasi aktif dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan 11 jenis peralatan rumah tangga yang biasa digunakan oleh SAD.  Peralatan tersebut dibuat dengan memanfaatkan 21 spesies tumbuhan yang termasuk kedalam 12 famili.
Kemampuan Ganoderma dan Trichoderma Mendekomposisi Serasah Acacia mangium (The Ability of Ganoderma and Trichoderma to Decompose Acacia mangium Litter) Samingan SAMINGAN
Biospecies Vol. 8 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i1.2104

Abstract

Litter decomposition ability of fungi has an important role in forest floor ecosystem. The abilities of Ganoderma sp and Trichoderma sp to decompose Acacia mangium leaf litters at laboratory scale were observed. Litters from L and F layers in the field ca. 100 g were used as substrates in plastic bags. Each fungus was inoculating onto substrates and incubates at room temperature, then observed each month during six months. Weight losses (WL) of litter, lignin and cellulose contents during decomposition were measured. Colonization of Ganoderma in litter and PDA with litter powder were also observed. The results showed that WL of litters, lignin and cellulose by Ganoderma were low. WL of L and F litters were 3.99% and 4.57% respectively, while WL of  L and F lignin were 8.17% and 7.11% respectively, and WL of  L and F cellulose were 3.63% and F 2.59% respectively. WL of L and F litters by Trichoderma were 3.20% and 3.20% respectively, while WL of  L and F lignin were 3.83% and 3.85% respectively, and WL of  L and F cellulose were 2.43% and 3.17% respectively. The growth of Ganoderma was better at PDAS than that at PDA; therefore L litter layer was suitable for growing Ganoderma.
Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum L.) oleh Cendawan Endofit Akar Mangrove Asal Cagar Alam Pulau Dua Serang Banten (The Growth of Tomato (Lycopersicon esculentum L.) by Endophytic Fungi isolated from Roots of Mangrove Pulau Dua Sanctuary) Pipit MARIANINGSIH; Rida Oktorida KHASTINI; Deska PURI
Biospecies Vol. 8 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i1.2105

Abstract

Tomato (Lycopersicon esculentum L.) is an important horticultural crops but very susceptive in their growth. It is known that the plant growth can be influenced by microorganisms, such as symbiosis between plants and endophytic fungi. Endophytic fungi are fungi that live in the tissues of living plants and will not cause any negative effects on its host. This study aims to determine the growth of tomato plants affected by endophytic fungi isolated from Mangrove root collected from Pulau Dua Sanctuary Serang Banten, both in vitro and in vivo. There were five isolates endophytic fungi of mangrove root (CEM), collection of biology education laboratory UNTIRTA, which is used in this study: CEM 2, CEM 3, CEM 4, CEM 7, and CEM 9. The research conducted by inoculating tomato seedlings on MS medium that has been grown by endophytic fungi for in vitro growth, while the in vivo growth carried out by inoculating tomato seedlings on zeolite medium with corn as a fungi carrier. Morphological observation and plant growth parameters measured after 5 weeks incubation. The result showed that CEM 9 is the potential endophytic fungi from roots of Mangrove Pulau Dua Sanctuary Serang to increase tomato growth.
Keanekaragaman Jenis Udang Air Tawar di Danau Teluk Kota Jambi (Biodiversity of Freshwater Prawns in Danau Teluk Jambi City) Daryanto DARYANTO; Afreni HAMIDAH; Winda Dwi KARTIKA
Biospecies Vol. 8 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i1.2198

Abstract

The aim of this research is to measure biodiversity of freshwater prawns in Danau Teluk Jambi City. This is a quantitative descriptive research, the samples were taken purposively from three stations. The collected data were analyzed to obtain biodiversity index and dominance index.  Some nvironmental parameters were also measure including temperature, water depth, pH, DO (Dissolved Oxygen), COD (Chemical Oxygen Demand), and BOD (Biochemical Oxygen Demand). The research found 170 individual freshwater prawns belonging to 3 species: Macrobrachium rosenbergi, Macrobrachium lanchesteri, and Macrobrachium sintangense. Biodiversity index (H’) in stations I, II, and III were 0.85, 1.0, and 0.74 respectively and dominance index were 0.51, 0.39, and 0.51 respecytively. The value of physical and chemical water factors of the the three station were: water depth 0.6-2.6 m, temperature 28-31°C, pH 6.49-6.72, BOD 16-20 mg/l, COD 36-43 mg/l, and DO 6.61-6.63mg/l. The result indicated that biodiversity of freshwater prawns in Danau Teluk Jambi City was relatively low  and there was species that dominated the water (Macrobrachium lanchesteri).
Kemampuan Tumbuh Anakan Tumbuhan Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) pada Berbagai Taraf Penggenangan (The Growth Ability of Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Seedling to Various of Flooding Levels) Norsamsi NORSAMSI; Siti FATONAH; Dyah IRIANI
Biospecies Vol. 8 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i1.2199

Abstract

This study aims to observe the response of nyamplung seedling to various of flooding levels, using a randomized block design with a single factor of five inundation treatments (control, 0 cm or equal the solil surface, 4 cm, 8 cm, 12 cm). Flooding treatment was carried out for 30 days. The observed parameters were growth rate, morphological adaptation, and injury index. Data were analyzed using ANOVA and Duncan Multi Range Taste (DMRT) in the level of 5%.  The results showed that flooding treatment reduce the growth of nyamplung seedling (fresh weight, height, stem diameter, number of leaves, leaf area, and fesh root weight). Seedling of nyamplung able to survive on equal ground flooding level and 4 cm above the soil surface, classified as moderately tolerant plants. Seedlings were not able to survive in the flooding level of 8 cm and 12 cm, classified as sensitive plants. Morphological adaptations such as lenticels formed by 20% on equal ground surface flooding level and 60%  on the flooding level of 4 cm.
Pemanfaatan Acetobacter xylinum terhadap Peningkatan Kualitas Nata de Banana Skin (Utilization of Acetobacter xylinum to improve the quality of Nata de Banana Skin) Harlis HARLIS; Pinta MURNI; Muswita MUSWITA
Biospecies Vol. 8 No. 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v8i1.2200

Abstract

Banana (Musa sp.) is the most widely consumed fruits since the children age up to the elderly. This is because bananas have quite complete nutrient content such as carbohydrates, proteins, vitamins and minerals, making it beneficial for the human body. People normally only consume and discard any banana skin. Therefore; it needs solutions to deal with the banana peel waste. Banana peels contain high enough nutrients that are carbohydrate 18.5%, phosphorus 28 mg, water 72 g, and some other chemical substances. The high nutrient content on the banana peel is potential to be used as food, one of which is in the form of nata. Nata is a product of microbial fermentation using Acetobacter xylinum. Nata can be made from coconut water waste, liquid waste or waste bark out pineapple and banana peel waste (Nata de Banana Skin). This study aimed to determine the effect of various types of banana peels using A. xylinum on the quality of nata de banana skin. The results showed that different types of banana peel affect the quality of Nata de Banana Skin, both on its flavor and its yield of Nata de Banana Skin. The pisang raja skins give the most optimal results for nata thickness and also perform the best organoleptic values.