cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 258 Documents
Penentuan Waktu Pembukaan Stomata Pada Gulma Melastoma malabathricum L. Di Perkebunan Gambir Kampar, Riau Siti Fatonah; Dwijowati Asih; Desi Mulyanti; Dyah Iriani
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu pembukaan stomata yang paling optimal pada gulma Melastoma malabathricum L. di  perkebunan gambir desa Tanjung Kecamatan XIII Koto Kampar. Sampel daun diambil dari pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB. Setiap 1 jam diambil 1 sampel daun pada tiga tanaman yang berbeda. Sampel daun difiksasi dan dibuat preparat untuk pengamatan jumlah dan ukuran pori stomata yang membuka.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan diuji lanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, stomata terdapat pada permukaan daun bagian bawah. Daun yang diambil pada jam 09.00 dan jam  10.00 menunjukkan jumlah stomata yang membuka paling banyak (879,34 per mm2 and 876,64 per mm2) dan ukuran pori stomata paling besar (2,49 µm and 2,23 µm).   Jumlah stomata paling rendah sekitar 75,76 per mm2 dan ukuran pori paling kecil  sekitar  0,28 µm teramati pada saat jam  12.00.
Karakter Makromorfologi dan Mikromorfologi Duku, Kokosan, Langsat dalam Penentuan Status Taksonomi pada Kategori Infraspesies Laila Hanum; Rina Sri Kasiamdari; Santosa Santosa; Rugayah Rugayah
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.887

Abstract

Duku, kokosan dan langsat merupakan buah-buahan yang populer dan memiliki nilai ekonomi yang penting. Secara morfologi duku, kokosan dan langsat  hampir mirip satu sama lain sehingga menyulitkan dalam penentuan pada tingkat infraspesies bagi para pemulia tanaman. Berbagai pendekatan untuk penentuan morfologi ini telah banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini menentukan status taksonomi duku, kokosan dan langsat pada ketegori infraspesies berdasarkan karakteritik makro dan mikromorfologi. Berbagai variasi duku, langsat dan kokosan dikoleksi dari beberapa pusat pertanaman di Indonesia, meliputi wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Preparasi herbarium tumbuhan meliputi koleksi sampel, persiapan, penempelan dan identifikasi. Analisis morfologi menggunakan metode pengamatan dan deskripsi, pengukuran karakter morfologi dilakukan baik pada organ generatif dan vegetatif meliputi bunga, batang, biji dan buah, dan semua sampel didokumentasikan dengan menggunakan foto. Hasil penelitian ini menunjukkan ditemukan 29 variasi dari duku, kokosan, dan langsat yang terdiri dari 19 duku, 2 kokosan dan 8 langsat dari semua wilayah. Hasil karakterisasi makro dan mikromorfologi menunjukkan duku, kokosan, dan langsat dari berbagai daerah di Indonesia dapat dinyatakan duku, kokosan, dan langsat merupakan marga Lansium, untuk kategori jenis adalah L. domesticum Correa dan pada kategori infraspesies dapat dibagi menjadi dua group yaitu group duku dan group kokosan-langsat.
Penilaian Sumberdaya Terumbu Karang dan Persepsi Masyarakat Tentang Daerah Perlindungan Laut di Ujong Pancu, Aceh Besar Edi Rudi
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.889

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan maksud menyediakan data dan informasi yang memadai tentang potensi sumberdaya terumbu karang dan persepsi masyarakat tentang daerah perlindungan laut. Penilaian potensi sumberdaya terumbu karang meliputi kondisi tutupan karang keras serta keragaman dan kelimpahan ikan karang.  Data diambil di tiga stasiun bertempat di ekosistem terumbu karang di wilayah Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Propinsi Aceh.  Metode Point Intercept Transect digunakan untuk menilai tutupan karang, sedangkan Teknik Underwater Visual Census digunakan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan ikan karang.  Di bagian lain, persepsi masyarakat tentang daerah perlindungan laut diperoleh dengan Metode Kuesioner. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Ujong Pancu dalam keadaan baik, dengan tutupan karang keras lebih dari 50%. Dalam tiga tahun terakhir tidak terjadi perubahan besar dalam persentase tutupan karang.  Komunitas karangnya didominasi oleh genus Acropora, Pocillopora dan Porites.  Dalam penelitian ini ditemukan 158 spesies ikan karang dari 40 famili dengan kepadatan berkisar 162 – 180 individu/transek (100m2).  Hasil survai tingkat pemahaman dan persepsi tentang daerah perlidungan laut menunjukkan adanya keinginan yang tinggi dari responden untuk melestarikan lingkungan melalui pembentukan daerah perlindungan laut, walaupun mereka memiliki pengetahuan yang terbatas tentang sumberdaya pesisir dan laut. Dari kajian yang telah dilakukan ini diharapkan adanya upaya lebih lanjut dari Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar untuk membentuk daerah perlindungan laut di wilayah Ujong Pancu.
Pengaruh Beberapa Ukuran dan Jenis Ikan sebagai Inang Terhadap Densitas Penempelan Glokidia Kijing Taiwan (Anodonta woodiana Lea) Afreni Hamidah
Biospecies Vol. 6 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v6i2.890

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh beberapa ukuran dan jenis ikan sebagai inang terhadap densitas penempelan glokidia Anodonta woodiana Lea telah dilakukan di Laboratorium Biologi PMIPA FKIP Universitas Jambi dimulai dari April-Juni 2006. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor A berupa jenis ikan inang (ikan mas, ikan sepat dan sepatung) dan faktor B berupa ukuran ikan dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata antara ukuran dan jenis ikan inang yang digunakan dengan densitas penempelan glokidia. Densitas penempelan tertinggi terdapat pada ukuran terbesar dari ikan  inang. Densitas penempelan tertinggi terdapat pada ikan sepat dan nyata berbeda dibandingkan jenis ikan inang lainnya. Glokidia pada ikan mas dengan ukuran kecil memiliki densitas penempelan terendah.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit Pada Tanaman Teh (Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Produktif dan Belum Menghasilkan Klon GMB 7 Dataran Tinggi Eko Pranoto; Gilang Fauzi; Hingdri Hingdri
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1489

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bakteri endofit pada tanaman tehbelum menghasilkan klon GMB 7 pada dataran tinggi di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung.Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi PPTK Gambung. Isolasi dilakukan dengancara metode sebar dan metode tuang. Sumber isolat diambil dari bagian daun, batang, dan akartanaman. Media yang digunakan adalah media TSA (Trypic Soy Agar). Pengamatan morfologimakroskopik dilakukan untuk mengamati bentuk koloni bakteri endofitik tersebut. Dari hasilpenelitian diperoleh jumlah isolat bakteri endofit pada TBM sebanyak 13 isolat, yaitu isolat padabagian daun terdapat lima isolat, empat isolat pada bagian batang dan bagian akar. Dari hasilpengamatan terdapat satu isolat dengan karakteristik yang hampir sama pada setiap jaringan(daun, batang, dan akar) tanaman. Selain itu juga terdapat isolat bakteri yang memiliki filamenfilamendi sekitar koloni yaitu isolat yang berasal dari bagian akar tanaman teh yang belummenghasilkan. Sedangkan bakteri endofit pada TM sebanyak 11 isolat, yaitu pada bagian daunterdapat tiga isolat, pada bagian batang tiga isolat dan pada bagian akar lima isolat. Dari hasilpengamatan terdapat satu isolat dengan karakteristik yang hampir sama pada setiap jaringan(daun, batang, dan akar) tanaman. Dan juga terdapat isolat bakteri yang memiliki filamen-filamendi sekitar koloni yaitu isolat yang berasal dari bagian akar tanaman teh menghasilkan, sama halnyadengan tanaman teh belum menghasilkan.
Perubahan Indeks Kenyang Caplak Haemaphysalis bispinosa (Acari, Ixodidae) Selama Masa Makan Winaruddin Winaruddin
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1490

Abstract

The objective of this research was to know various engorgement indices and durationof attachment of female Haemaphysalis bispinosa. Two feeding experiment were designedusing the following female-male ratio 1:1 and 30:1. At same time every day up to detachmentthe body length, width and depth of females were measured using a caliper to the determine ofbody volume. Fed body weights of the females were weighed on a electric balance. The resultof this research indicates that rate of engorgement indices in females (1:1 ratio) and (30:1 ratio)increased with increasing duration of attachment (P< 0.05) and the relationship betweenduration of tick attachment was above 92%. The feeding rate of females of the 30:1 ratio waslower than that of 1:1 ratio ones up to the 72 hours in the duration attachment.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Isolat Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) yang Ditanam pada Tanah Bekas Tambang Batu Bara Lizawati Lizawati; Elis Kartika; Yulia Alia; Rajjitha Handayani
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1492

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberiankombinasi isolat fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan vegetatiftanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada tanah bekas tambang batu bara.Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengansatu faktor yaitu kombinasi beberapa isolat FMA : yang terdiri dari Glomus-sp 3, 6, 15dan 16 dengan dosis 20 gr per polybag. Hasil penelitian menunjukkah bahwa pemberianisolat FMA Glomus-sp 3, Glomus-sp 15, Glomus-sp 16 masing – masing sebanyak 6.67g diduga merupakan kombinasi terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif bibit jarak pagarumur 4 bulan setelah tanam pada tanah bekas tambang batu bara.
Keanekaragaman Kepiting Biola (Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat Dawam Suprayogi; Jodion Siburian; Afreni Hamidah
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1493

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kepiting biola(Uca spp.) di Desa Tungkal I Tanjung Jabung Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Maretsampai Juni 2012, di Desa Tungkal I pada tiga stasiun. Sampel diambil dengan cara transecsampling. Data lingkungan yang diambil meliputi suhu, pH, jenis substrat, dan salinitas. Datadianalisis secara deskriptif analitik. Identifikasi dilakukan di Laboratorium CrustaceaWidyasatwaloka LIPI Cibinong Bogor. Dari 3 stasiun di Desa Tungkal I, diperoleh 172 individudari 3 jenis kepiting biola yang termasuk Sub Genus Tubuca yaitu jenis Uca forcipata (Adams &White, 1848), U. rosea (Tweedie, 1937), dan U. dussumieri (H. Milne Edwards, 1852). Indekskeanekaragaman jenis kepiting biola pada ketiga stasiun di Desa Tungkal I Tanjung JabungBarat tergolong rendah karena berkisar antara 0-1,5. Kondisi habitat Kepiting Biola pada ketigastasiun yaitu tersusun atas tanah agak asam (pH 6,38-6,41), suhu antara 23-29oC, salinitas air16,33-20,0 ppt, tekstur tanah pada stasiun 1 adalah liat, stasiun 2 adalah lempung berpasir, danstasiun 3 adalah liat berdebu.
Pengaruh Hormon Giberelin (GA3) Terhadap Daya Kecambah dan Vigoritas Calopogonium caeruleum Revis Asra
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon giberelin (GA3) terhadapdaya kecambah dan vigoritas Calopogonium caeruleum. Penelitian menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama konsentrasi GA3 (G) terdiri dari 6 tarafG0 = 0 ppm, G1 = 100 ppm, G2 = 200 ppm, G3 = 300 ppm, G4 = 400 ppm, G5 = 500 ppm,sedangkan faktor ke dua adalah lama perendaman, terdiri dari 3 taraf yaitu T1 = 6 jam, T2 = 12jam dan T3 = 24 jam, sehingga didapat 18 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 3kali. Parameter yang diamati meliputi persentase daya kecambah (%) dan vigoritas (%). Analisisdata menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan nyatadilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwainteraksi konsentrasi GA3 dan lama perendaman memperlihatkan pengaruh yang nyata(P<0,05) terhadap persentase perkecambahan dan vigoritas Calopogonium caeruleum.Perlakuan yang terbaik dalam menghasilkan persentase perkecambahan Calopogoniumcaeruleum tertinggi adalah G5T3 (GA3 500 ppm dengan lama perendaman 24 jam) yaitusebesar 57,33%.
Pengaruh Penambahan Beberapa Cairan Rumen Terhadap Produksi Biogas dari Kotoran Sapi Sri Suciati Ningsih; Yuni Ahda; Dezi Handayani
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1734

Abstract

Pengembangan teknologi bahan bakar alternatif perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil. Salah satu teknologi bahan bakar alternatif yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan adalah biogas. Penambahan biostarter dapat memaksimalkan produksi biogas. Cairan rumen dapat dijadikan sebagai biostarter yang baik karena di dalamnya terdapat bakteri selulolitik dan metanogenik. Penelitian ini mengenai pengaruh penambahan beberapa cairan rumen terhadap produksi biogas dari kotoran sapi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan menggunakan cairan rumen sapi (P1), kerbau (P2), kambing (P3), dan tanpa penambahan cairan rumen (P0). Fermentor berisi substrat dengan perbandingan kotoran sapi:air:cairan rumen adalah 1:1:1 difermentasi selama 7 hari. Variabel yang diukur adalah volume balon penampung biogas (cm3) dan lama nyala biogas (dt). Berdasarkan hasil uji ANOVA (P<0,05) dan uji lanjut DNMRT diketahui bahwa penambahan cairan rumen berpengaruh signifikan terhadap produksi biogas dari kotoran sapi. Penambahan cairan rumen sapi, kerbau, dan kambing pada fermentor yang difermentasi selama 7 hari dapat meningkatkan volume biogas dibandingkan tanpa penambahan cairan rumen. Rerata volume maksimal biogas P1 sebanyak 71,97 cm3, P2 sebanyak 80,26 cm3 sedangkan P0 sebanyak 2,88 cm3. Volume biogas tertinggi diperoleh dari penambahan cairan rumen kambing dengan rerata volume 102,7 cm3 pada hari ke-4.