cover
Contact Name
Angga Hardiansyah, S.Gz., Msi.
Contact Email
nutrisains@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrisains@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka KM 2 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
ISSN : 25283170     EISSN : 25415921     DOI : http://dx.doi.org/10.21580/ns
Core Subject : Health,
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya is a peer-reviewed, scientific journal published biannually by Department of Nutrition, Faculty of Psychology and Health Sciences, Islamic State University of Walisongo, Semarang. Its scope encompasses original scientific research and case studies in the field of clinical nutritions and dietetics, food services, community nutrition, functional food, nutritional biochemistry, halal aspect of food, regulation and information of food and nutrition.
Articles 150 Documents
Pengaruh Pemberian Diet Rendah Protein dan Restriksi Pakan pada Pertumbuhan dan Protein Serum Tikus Lepas Sapih Mulya Agustina; Rimbawan Rimbawan; Budi Setiawan; Ainia Herminiati
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.1.4653

Abstract

This study aimed to determine the effect of low protein diet and feed restriction on growth and serum protein. This experimental study using randomized controlled group design. Twelve male Sprague dawley (21-28 days old) weighing 50-100 grams were divided into three groups (4 rats/group): normal control, low protein diet and feed restriction group. The data analyzed by ANOVA test followed by Post Hoc Duncan. The determination of total protein using spectrophotometric biuret method and albumin was BCG method. The result showed that low protein diet 5% for 21 days occured weight loss (-5.25 ± 3.3 g), an enlarged liver-to-body weight ratio (4,95%), blood serum albumin (3.22 ± 0.33 g/dl) and total protein (4.61 ± 1.21 g/dl). Feed restriction at level of 30%, 50%, and 60% consecutively for 30 days occured weight loss (-4.75 ± 2.63 g), an enlarged liver-to-body weight ratio (5.18%), and there was a rat that have edema which indicates undernourished condition. Therefore, both diet intervention was able to bring rats into undernourished condition but intervention.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diet rendah protein dan restriksi pakan terhadap albumin dan total protein serum. Penelitian eksperimental ini menggunakan desain randomized controlled group design dan rancangan acak kelompok (RAK). Dua belas tikus jantan Sprague dawley umur 21-28 hari dengan berat badan 50-100 gram dibagi menjadi tiga kelompok (4 tiap kelompok) yang terdiri dari satu kelompok kontrol normal dan dua kelompok perlakuan. Pengukuran total protein dilakukan menggunakan metode biuret, spektrofotometri dan pengukuran kadar albumin dengan metode BCG. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian diet rendah protein 5% selama 21 hari mengalami penurunan berat badan (-5,25±3,3 g), pembesaran rasio berat organ hati terhadap berat badan (4,95%), kadar albumin (3,22±0,33 g/dl) dan total protein (4,61±1,21 g/dl) serum di bawah normal. Pada restriksi pakan yakni 30%, 50% dan 60% secara berturut-turut selama 30 hari terjadi penurunan berat badan (-4,75±2,63 g), pembesaran rasio berat organ hati terhadap berat badan (5,18%), serta adanya tikus yang mengalami edema dan menandakan kondisi kurang gizi. Kedua perlakuan diet dapat digunakan untuk membuat kondisi tikus kurang gizi. 
Efektivitas Pendidikan Gizi Metode Ceramah dan Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Pencegahan Stunting pada Wanita Usia Subur Pranikah Dwi Hartanti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.1.6452

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the lecture and audio-visual nutrition education methods on knowledge and attitudes related to stunting prevention in women of childbearing age. This research is true experimental design with One Group Pretest Posttest Design. The sample was 77 female students of the Psychology Study Program, Faculty of Psychology and Health, UIN Walisongo, ranging in age from 18-25 years. The intervention was using nutrition education with combination of lecture and audiovisual methods. Knowledge and attitudes were measured using a questionnaire that has been assessed validity and reliability. Statistic Test was using Paired t-test. There was a significant difference between the average scores of knowledge and attitudes of subjects before the intervention (pretest) and after the intervention (posttest). The maverage score of the subject's knowledge before the intervention was 8.97 (59.8% of the questions were answered correctly) and the maverage score of the subject's knowledge after the intervention was 12.57 (83.8% of the questions were answered correctly). The average score of the subject's attitude before the intervention was 43.2% and 81.1% after the intervention. The conclusion is that there is a significant influence on the average differences of knowledge and attitudes score before and after the intervention. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan gizi metode ceramah dan audio visual terhadap pengetahuan dan sikap terkait pencegahan stunting pada wanita usia subur. Penelitian dengan desain true experimental dengan rancangan one group pretes-postest design. Sampel adalah mahasiswi perempuan Prodi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo sebanyak 77 subyek dengan rentang usia 18-25 tahun. Intervensi berupa pendidikan gizi dengan metode ceramah dan audiovisual. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji beda dilakukan menggunakan Uji paired t-test. Hasil statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rerata skor pengetahuan dan sikap subjek sebelum intervensi (pretest) dan setelah intervensi (posttest). Rerata skor pengetahuan subjek sebelum intervensi adalah 8,97 (59,8% pertanyaan dijawab benar) dan rerata skor pengetahuan subjek setelah intervensi adalah 12,57 (83,8% pertanyaan dijawab benar). Rerata skor sikap subjek sebelum intervensi adalah 49,2% dan 81,1% setelah dilakukan intervensi. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang bermakna terhadap perbedaan rerata skor pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah intervensi.
Kajian Karakteristik Keluarga dan Penerapan Kadarzi pada Keluarga Balita di Wilayah Tembalang, Kota Semarang Rachma Purwanti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.1.5163

Abstract

This study aims to identify the implementation of Kadarzi under five years old children family in Tembalang area, Semarang City based on family characteristics. This study uses a cross-sectional design with the type of survey research in 40 families. The variables include family characteristics and 5 Kadarzi. Data analysis includes univariate and bivariate analysis (Mann Whitney, Chi-square, and Fisher exact tests based on the fulfillment of test requirements). The 5 Kadarzi indicators have been implemented by 25% of families with under-five children in the Tembalang area, Semarang City. Another 75% of families have not whole applied the Kadarzi indicator. Father's education and mother's education had a correlation with Kadarzi's 5th indicator, which is supplement consumption accordingly its recommendation (p = 0.004 and p = 0.009). The family category according to per capita income relates to exclusive breastfeeding for 6 months (p = 0.05). Other family characteristics variables (mother's work status and family size) are not related to the 5 Kadarzi indicators. The implementation of 5 Kadarzi indicators is carried out by 25% of families with under-five children in the Tembalang area, Semarang City. The implementation of Kadarzi needs to be continuously optimized to achieve the optimal nutritional status of toddlers and families. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan Kadarzi pada keluarga balita di wilayah Tembalang, Kota Semarang berdasarkan karakteristik keluarga. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jenis penelitian survei pada 40 keluarga balita. Variabel penelitian meliputi variabel bebas yaitu karakteristik keluarga dan variabel terikat yaitu 5 indikator Kadarzi. Analisis data secara univariat dan bivariat digunakan uji Mann whitney, Chi square, dan Fisher exact berdasarkan pemenuhan syarat uji). Penerapan 5 indikator Kadarzi telah dilaksanakan oleh 25% keluarga balita di wilayah Tembalang, Kota Semarang. Sebesar 75% keluarga lainnya belum menerapkan indikator Kadarzi secara keseluruhan. Pendidikan ayah dan pendidikan ibu berhubungan dengan indikator ke-5 Kadarzi yaitu konsumsi suplemen sesuai anjuran (p=0,004 dan p=0,009). Kategori keluarga menurut pendapatan per kapita berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan (p=0,05). Variabel karakteristik keluarga lainnya (status pekerjaan ibu dan besar keluarga) tidak berhubungan dengan 5 indikator Kadarzi. Penerapan 5 indikator Kadarzi dilaksanakan oleh 25% keluarga balita di wilayah Tembalang, Kota Semarang. Penerapan Kadarzi perlu terus dioptimalkan untuk mencapai status gizi balita dan keluarga yang optimal.
Karakteristik Bubur Instan Berbasis Ubi Jalar Kuning sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk Pencegahan Stunting Naura Delfi Meisara; Tita Rialita; Ainia Herminiati
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.1.5269

Abstract

This study aims to determine the proper pregelatinization time for producing an instant porridge of yellow sweet potato flour, which complied with SNI 01-7111.1-2005. The research method was a Randomized Block Design of three treatments pregelatinization time of 6, 8, 10 minutes with four replications. The selection treatment is determined by the best effectiveness index, which is the treatment of 10 minutes pregelatinization time resulted water adsorption capacity 2.47 g/mL, bulk density 0.49 mL, rehydration time 26.5 second, brew test 31.75 mL/g, 8.67% protein, 417.03 kcal total energy, 5.58 ɥg/g β-carotene (46.50 RAE/100 g), 2.64 % ash, 2.08 % moisture, 7.18% fat, 79.44 % carbohydrate, and 3.54 Log CFU/g TPC, has a sweet taste, high viscosity, soft texture, less bright color and a bit stronger aroma. This study concluded that yellow sweet potato-based instant porridge as complementary food can be one of nutrition-specific intervention aimed for stunting prevention. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu pragelatinisasi yang tepat untuk menghasilkan bubur instan berbahan baku tepung ubi jalar kuning yang sesuai SNI 01-7111.1-2005. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan waktu pragelatinisasi selama 6, 8, dan 10 menit, dengan masing-masing empat pengulangan. Pemilihan perlakuan ditentukan dari index efektivitas terbaik, yang dalam studi ini adalah bubur instan dengan waktu pragelatinisasi 10 menit dengan daya rehidrasi 2,47 g/mL, densitas kamba 0,49 mL, waktu rehidrasi 26,5 detik, dan uji seduh 31,75 mL/g, kadar protein 8,67 %, total energi 417,03 kkal, kadar β-karoten 5,58 ɥg/g (46,50 RAE/100 g), kadar abu 2,64 %, kadar air 2,08 %, kadar lemak 7,18 %, kadar karbohidrat 79,44 %, ALT 3,54 Log CFU/g, rasa manis, kekentalan tinggi, tekstur halus, warna agak tidak cerah, dan aroma yang agak kuat. Bubur instan berbasis ubi jalar kuning sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dapat menjadi salah satu bentuk intervensi gizi spesifik yang dapat dilakukan untuk pencegahan stunting.
Keterkaitan Persentase Lemak Tubuh, Asupan Serat, dan Rasio Lingkar Pinggang Pinggul dengan Tekanan Darah Lansia Hapsari Sulistya Kusuma; Mirza Nursania Widanti; Salsa Bening; Sufiati Bintanah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.1.7429

Abstract

This study aims to determine the relationship between the percentage of body fat, fiber intake and hip waist circumference ratio with blood pressure of elderly. This type of research used an analytic observational study with a cross sectional approach. It was conducted on 46 elderly people selected by purposive sampling method. The data collected includes blood pressure, measurements using a sphygmomanometer. Measurement of body fat percentage using the BIA instrument. Measurement of fiber intake with a 2x24 hour food recall instrument. As well as measuring the ratio of waist to hip circumference with metline instruments. Testing the relationship between variables was analyzed using the chi-square test. The result 52.2% of the sample had a higher percentage of body fat. 60.9% of the sample had less fiber intake. 58.7% of the sample had a higher waist to hip ratio. 52.2% of the sample had hypertension I. There was a relationship between the percent of body fat (pvalue0.001), fiberintake (p value 0.001), and ratio of waist to hip circumference (p value 0.001) with blood pressure. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persentase lemak tubuh, asupan serat, dan rasio lingkar pinggang pinggul (RLPP) dengan tekanan darah lansia. Jenis penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan terhadap 46 orang lanjut usia dengan purposive sampling. Pengukuran persentase lemak tubuh dengan instrumen BIA. Pengukuran asupan serat dengan instrumen food recall 2x24 jam, RLPP dengan instrumen metline, tekanan darah dengan sphygmomanometer. Uji hubungan yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,2% sampel memiliki persen lemak tubuh yang lebih. Rerata persen lemak tubuh laki-laki dan perempuan adalah 20,20% dan 25,29%. Sebanyak 60,9% sampel memiliki asupan serat yang kurang. Rerata asupan serat sebesar 22,59 gram per hari. 58,7% sampel memiliki rasio lingkar pinggang pinggul yang lebih. Rerata RLPP laki-laki dan perempuan adalah 0,92 dan 0.84. 52,2% sampel mengalami hipertensiI. Rerata tekanan darah sebesar 158/98 mmHg. Terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh (p value = 0,000), asupan serat (p value = 0,000), dan rasio lingkar pinggang pinggul (p value =0,000) dengan tekanan darah.
(RETRACTED) Effect of Sarang Semut (Myrmecodia pendans) Herbal Drink with Cinnamon Powder Against Blood Glucose in Sprague Dawley Rats with Type 2 Diabetes Mellitus Rulla Ullaya Nazhifah; Fathimah Fathimah; Hafidhotun Nabawiyah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is retracted due to authors-editorial team's missunderstanding.
Pengaruh Pendidikan Gizi dengan Media Komik Isi Piringku terhadap Sikap dan Asupan Serat pada Anak Gizi Lebih Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.2.5310

Abstract

This study aims to analyze the effect of nutrition education to the attitudes and fiber intake of overweigt children. This was a quasi experimental study with control group using pretest and posttest design involving 60 students that were taken by simple random sampling technique. The subjects were divided into two groups, the first group was given education with comic Isi Piringku and the second group was given education without comic Isi Piringku. The attitude data were measured using an attitude assessment questionnaire. Fiber intake data uses the 2x24 hour food recall method. The attitudes and fiber intake data in two groups were then analyzed by paired T-test. The result showed that the highest attitudes enhancement occurred in the treatment group with a delta of 4.3 points, while the control group was 2.4 points. The average fiber intake before treatment was 11.56 gram and increased to 15 gram after given education using comic Isi Piringku. The results showed that there were significant differences in the enhancement of attitudes and fiber intake before and after nutrition education between the control group and the treatment group with p-value 0.05. Nutrition education using comic Isi Piringku has been proven to be effective in improving children's attitudes and fiber intake. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media komik isi piringku terhadap sikap dan asupan serat pada anak gizi lebih. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan control group pretest-posttest. Subjek diambil dengan simple random sampling sebanyak 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok dengan edukasi komik isi piringku dan kelompok edukasi tanpa komik isi piringku. Data sikap diukur dengan menggunakan kuesioner Data asupan serat diukur dengan menggunakan metode food recall 2x24 jam. Analisis data sikap dan asupan serat pada kedua kelompok diuji menggunakan uji paired T-test. Hasil analisis menunjukan terdapat peningkatan sikap paling tinggi terjadi pada kelompok perlakuan dengan delta 4,3 poin, sedangkan kelompok kontrol sebesar 2,4 poin. Rata-rata asupan serat sebelum perlakuan sebesar 11,56 gram dan mengalami peningkatan setelah pemberian edukasi komik sebesar 15 gram. Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada peningkatan sikap dan asupan serat sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p 0,05). Pendidikan gizi dengan media komik isi piringku terbukti efektif memperbaiki sikap dan asupan serat anak.
Snack Bar Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) sebagai Camilan Sumber Serat Pangan Aulia Adha Arzaqina; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Nanang Nasrullah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.2.6303

Abstract

This study aims to utilize local food products and determine the nutritional content, dietary fiber content, and sensory acceptance of snack bars made of elephant foot yam flour and red bean flour. In order to obtain the best formulation, the Completely Randomized Design (CRD) method with three different formulations was used. Determination of the best formulation was carried out by organoleptic test on 30 nutrition students and analyzed by Kruskal Wallis test followed by Mann-Whitney test. The organoleptic test results showed that the variations in the mixture of both elephant foot yam and red bean had a significant effect (p 0.05) on the taste level of snack bars’ texture. The snack bar F2 (50:50) was the best formulation with the highest level of preference, which contains 22.79% water, 2.93% ash, 10.66% protein, 11.42% fat, 52.21% carbohydrate, and 17.73% dietary fiber. The dietary fiber content can meet 59% of the adequacy of dietary fiber for the general public, so that it can be used as an alternative snack source of dietary fiber, which is good for people with diabetes mellitus and people who want to control their weight. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan produk pangan lokal dan mengetahui kandungan gizi, kadar serat pangan, serta daya terima konsumen terhadap snack bar tepung suweg dan tepung kacang merah. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian eksperimental dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan untuk mendapatkan formulasi terbaik. Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan uji organoleptik terhadap 30 orang mahasiswa gizi dan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji organoleptik menunjukkan variasi campuran suweg dan kacang merah berpengaruh nyata (p 0,05) terhadap tingkat kesukaan tekstur snack bar. Snack bar F2 (50:50) merupakan formulasi terbaik yang mempunyai tingkat kesukaan tertinggi, yang mengandung 22,79% air, 2,93% abu, 10,66% protein, 11,42% lemak, 52,21% karbohidrat, dan 17,73% serat pangan. Kandungan serat pangan tersebut dapat memenuhi 59% kecukupan serat pangan masyarakat umum, sehingga dapat dijadikan alternatif camilan sumber serat pangan, yang baik bagi penderita diabetes melitus dan orang yang ingin mengontrol berat badannya.
Morfologi Sel-Sel Pulau Langerhans Tikus Putih Sprague Dawley Diabetes Melitus pasca Terapi Fraksi Etil Asetat Sinom Campuran Jeruk Nipis dan Madu Ni Ketut Wiradnyani; Dessy Restia Yuningsih; Purwaningtyas Kusumaningsih
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.2.6457

Abstract

This study aims to determine changes in the morphology, the number, and diameter of Langerhans Islets cells in White Sprague Dawley rats with diabetes mellitus after treatment of ethyl acetate fraction synom lime and honey mixture. This study is an experimental study which divided into 5 groups, the control group (negative and positive control), the treatment group induced by alloxan and were then given the ethyl acetate fraction of mixed sinom, lime, and honey with a dose of 50; 100; 150; and 200 mg/kg. The histopathological features were observed by HE staining. The results of statistical tests on the average number of cells at a dose of 150 mg/kg BW showed a significant difference (p0.05) from other doses, as well as the observation of the morphology of the islets of Langerhans cells showed the best regeneration of islets of Langerhans in the treatment group with the ethyl acetate fraction of mixed synom drink. Lime and honey are characterized by an increase in the size of the islets of Langerhans, a uniform endocrine cell shape and an almost normal spherical cell nucleus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi sel pulau Langerhans, jumlah, dan diameter pulau Langerhans dari tikus putih Sprague Dawley diabetes melitus pasca terapi fraksi etil asetat sinom campuran jeruk nipis dan madu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terbagi dalam 5 kelompok, kelompok kontrol (kontrol negatif dan kontrol positif), kelompok perlakuan yang telah diinduksi alloxan kemudian diberikan hasil fraksi etil asetat minuman sinom campuran jeruk nipis dan madu dengan dosis 50; 100; 150; dan 200 mg/kgBB. Gambaran histopatologi diamati dengan pewarnaan HE. Hasil uji statistik rerata jumlah sel dosis 150 mg/kgBB menunjukkan perbedaan nyata (p0,05) dari dosis lainya, demikian juga terhadap pengamatan morfologi sel pulau Langerhans menunjukkan adanya regenerasi sel pulau Langerhans paling baik pada kelompok perlakuan hasil fraksi etil asetat minuman sinom campuran jeruk nipis dan madu ditandai dengan peningkatan ukuran pulau Langerhans, bentuk sel endokrin yang seragam serta intil sel berbentuk bulat hampir mendekati normal.
Pengaruh Kombinasi Vitamin C pada Suplementasi Zat Besi terhadap Kadar Hemoglobin: Meta-Analisis Hamidah Nur Aini; Debby Endayani Safitri
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2021.5.2.6683

Abstract

This study was conducted to determine the effect of iron supplementation with a combination of vitamin C on hemoglobin levels. This study is a meta-analysis of research published between 2010 and 2020. The identification of research articles using the Medline®, PNRI, and Google Scholar databases. The dependent variable of this study was hemoglobin levels with the independent variable iron with and without vitamin C. The analysis carried out in the study was homogeneity test, combined mean, and sensitivity test. The results of the study with the homogeneity test showed that the research data was heterogeneous, the difference in the combined average in the study was 0.79 (95% CI: -0.60-1.40). After the sensitivity test was carried out, the combined mean obtained values that were much different. Based on the meta-analysis conducted, iron supplementation combined with vitamin C was able to increase hemoglobin by 0.79 higher than iron supplementation without vitamin C. Iron supplementation for anemia prevention is more effective with vitamin C. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh suplementasi zat besi dengan kombinasi vitamin C terhadap kadar hemoglobin. Penelitian ini merupakan meta-analisis terhadap penelitian yang dipublikasikan pada rentang tahun 2010 hingga 2020 dengan studi eksperimental. Identifikasi artikel penelitian menggunakan basis data Medline®, PNRI, dan Google Scholar. Variabel dependen penelitian ini adalah kadar hemoglobin dengan variabel independen zat besi dengan dan tanpa vitamin c. Analisis yang dilakukan pada penelitian adalah uji homogenitas, mean gabungan, dan uji sensitivitas. Hasil penelitian dengan uji homogenitas menunjukkan data penelitian heterogen, perbedaan rata-rata gabungan pada penelitian adalah 0,79 (95% CI: -0,60-1,40). Setelah dilakukan uji sensitivitas, mean gabungan mendapatkan nilai yang jauh berbeda. Berdasarkan hasil meta-analisis yang telah dilakukan, suplementasi zat besi dikombinasikan dengan vitamin C mampu meningkatkan hemoglobin sebanyak 0,79 lebih tinggi dibandingkan suplementasi zat besi tanpa vitamin C. Suplementasi zat besi untuk pencegahan anemia lebih efektif dilakukan dengan disertai vitamin C.

Page 10 of 15 | Total Record : 150