cover
Contact Name
Angga Hardiansyah, S.Gz., Msi.
Contact Email
nutrisains@walisongo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nutrisains@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka KM 2 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya
ISSN : 25283170     EISSN : 25415921     DOI : http://dx.doi.org/10.21580/ns
Core Subject : Health,
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya is a peer-reviewed, scientific journal published biannually by Department of Nutrition, Faculty of Psychology and Health Sciences, Islamic State University of Walisongo, Semarang. Its scope encompasses original scientific research and case studies in the field of clinical nutritions and dietetics, food services, community nutrition, functional food, nutritional biochemistry, halal aspect of food, regulation and information of food and nutrition.
Articles 156 Documents
Hubungan Asupan Kalsium, Vitamin D, dan Paparan Sinar Matahari dengan Status Gizi pada Balita Usia 3-5 Tahun Juli Septianggreini; Nurmasari Widyastuti; Martha Ardiaria; Deny Yudi Fitranti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.2.7338

Abstract

The purpose of the study was to analyze the relationship between calcium intake, vitamin D intake, and sun exposure with the nutritional status of children aged 3-5 years. This was an observational study with a cross-sectional design. Thirty-six subjects were selected by consecutive sampling. Nutritional status was categorized based on weight-for-height z-score (WHZ). Food intake was assessed using the semi-quantitative food frequency questionnaire, sun exposure data was determined by the sun exposure questionnaire, and physical activity was obtained through the Early Years Physical Activity Questionnaire. This study showed no significant relationship between calcium intake (p = 0.541), vitamin D intake (p = 0.267), and sun exposure (p = 0.568) with the nutritional status of children aged 3-5 years. Intake of protein, fat, fiber, and physical activity also showed no significant relationship with the nutritional status of children, whereas energy and carbohydrate intake showed a significant relationship with the nutritional status of children. This study showed no significant relationship between calcium intake, vitamin D intake, and sun exposure and the nutritional status of children aged 3-5 years. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan kalsium, vitamin D dan paparan sinar matahari dengan status gizi balita usia 3-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Tiga puluh enam subjek dipilih dengan consecutive sampling. Status gizi dikategorikan berdasarkan z-score berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Data asupan diperoleh melalui wawancara dengan instrumen Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data paparan matahari didapatkan menggunakan kuesioner paparan sinar matahari, aktivitas fisik diperoleh melalui Early Years Physical Activity Questionnaire. Data dianalisis menggunakan uji Pearson (parametrik) dan Rank-Spearman (non-parametrik). Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan kalsium (p=0,541), asupan vitamin D (p=0,267), dan paparan sinar matahari (p=0,568) dengan status gizi balita usia 3-5 tahun. Asupan protein, lemak, serat, dan aktivitas fisik juga menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan dengan status gizi balita. Sebaliknya asupan energi dan karbohidrat menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan status gizi balita. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium, asupan vitamin D dan paparan sinar matahari dengan status gizi balita usia 3-5 tahun.
Pengaruh Senam Aerobik dan Konseling Gizi terhadap Profil Kolesterol Total Wanita Obesitas Chamida Nur Muslicha; Dina Sugiyanti; Dwi Hartanti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.2.8611

Abstract

The aim of this study was to determine the difference of obese women’s cholesterol after being given combination of aerobic exercise and nutritional counseling interventions. This pre-experimental study with one group pretest and posttest design was done in Ngadiluwih Village, Matesih Sub-district, Karanganyar District and involved 18 womens who have IMT greather than 25 kg/m2 and selected by purposive sampling technique. The interventions that given to the samples are combinations between 60 minutes aerobic three times a week and nutritional counseling once a week. The data taken were pre-post cholesterol total and analyzed with Wilcoxon test of IBM SPSS Statistics 25 Commuter License. The average of sample’s cholesterol before interventions was 209.56mg / dL while after intervention decreased by 15mg / dL to 194.56mg / dL (p = 0.001). This value indicated that there was a  difference in sample’s cholesterol after interventions. Aerobic exercise three times a week and nutritional counseling once a week can be used as an alternative treatment for hypercholesterolemia in obese women.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi berupa  senam aerobik dan konseling gizi terhadap profil kolesterol wanita obesitas. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan one group pretest and posttest. Berdasarkan hasil perhitungan sampel dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 18 orang wanita yang memiliki nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas 25 kg/m2. Penelitian ini dilakukan di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Sampel penelitian diberikan kombinasi intervensi berupa senam aerobik 3 kali seminggu selama 60 menit dan konseling gizi 1 kali seminggu. Data yang diambil adalah profil kolesterol total pretest-posttest dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon pada IBM SPSS Statistics 25 Commuter License. Rerata profil kolesterol sampel sebelum intervensi yakni 209,56 mg/dL sedangkan setelah intervensi mengalami penurunan sebesar 15 mg/dL menjadi 194,56 mg/dL (p0,001). Nilai p yang diperoleh (p0,001) tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan profil kolesterol total sampel setelah diberikan kombinasi intervensi. Kombinasi intervensi berupa senam aerobik 3 kali seminggu dan konseling gizi 1 kali seminggu dapat dijadikan alternatif dalam menangani hiperkolesterolemia pada wanita obesitas.
Analisis Kandungan Gizi, Sifat Organoleptik, dan Cemaran Mikroba Biskuit dengan Penambahan Tepung Alpukat sebagai Alternatif Makanan Pendamping Air Susu Ibu Wahyu Dwi Suzanti; Denas Symond; Risti Kurnia Dewi
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.2.8984

Abstract

This study aims to determine the optimal biscuit formula with the addition of avocado flour based on its organoleptic quality, nutritional content, and microbial contamination as an alternative to complementary foods for breast milk. The research design was experimental with completely randomized design (CRD). There were 1 control formula (F0) and 3 modified formulas (F1,F2,F3) with 2 repetitions. Each formulation consists of wheat flour, avocado flour and soy protein isolate with a ratio of F0(100:0:15), F1(90:10:15), F2(80:20:15), F3(70:30:15). Organoleptic test was carried out on 30 untrained panelists. The data were analyzed by using SPSS 26 with Kruskal Wallis test and further tested with Mann Whitney test. The results showed that the biscuits that the panelists liked the most were F1 biscuits with the addition of 10% avocado flour. F1 biscuits contained 405.24 kcal of energy, 8.75 grams of protein, 7.8 grams of fat, 75.01 grams of carbohydrates, 2.15253 mg of iron, and 2.2657 mg of zinc with characteristics of yellowish brown colored, medium aroma, with a slightly bitter taste and crunchy texture. and TPC 9×101 colonies/gr, Salmonella Sp. Negative/25gram, Escheria. Coli 3 APM/gram. The formula chosen in this study was the F1 biscuits with the addition of 10% avocado flour. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal biskuit dengan penambahan tepung alpukat berdasarkan mutu organoleptik, kandungan gizi, dan cemaran mikrobanya sebagai alternatif makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Desain penelitan ini adalah Eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 1 formula kontrol (F0) dan 3 formula modifikasi (F1, F2, F3) dengan 2 kali penggulangan. Masing-masing formulasi terdiri dari tepung terigu, tepung alpukat dan isolat protein kedelai dengan perbandingan yaitu F0 (100:0:15), F1 (90:10:15), F2 (80:20:15), F3 (70:30:15). Uji organoleptik dilakukan kepada 30 orang panelis tidak terlatih. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Kruskal Wallis dan diuji lanjut dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit yang paling disukai panelis yaitu biskuit F1 dengan penambahan tepung alpukat sebanyak 10%. Biskuit F1 mengandung energi 405,24 kkal, protein 8,75 gr, lemak 7,8 gr, karbohidrat 75,01 gr, besi 2,15253 mg, dan seng 2,2657 mg. Warna biskuit coklat kekuningan, aroma sedang, rasa agak pahit, dan tekstur renyah. ALT sebesar 9 × 101 koloni/gr, Salmonella Sp. Negatif/25gram, E. Coli 3 APM/gram. Formula terpilih pada penelitian ini yaitu biskuit F1 dengan penambahan tepung alpukat sebanyak 10%.
Stunting dan Perkembangan Balita Usia 36-59 Bulan di Jakarta dan Papua Desi Intan Sari; Indah Purnama Sari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.2.9183

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stunting and child development of aged 36-59 months in Jakarta and Papua. This study used secondary data from the 2018 Indonesia Basic Health Survey with a cross-sectional design. The target population was mothers who have toddlers aged 0-59 months in Indonesia. The sample was mothers who have toddlers aged 36-59 months in Jakarta and Papua (335 children in Jakarta and 453 children in Papua). Samples were selected using the multistage random sampling method. This study used the Chi Square Test on bivariate analysis and the Multiple Logistic Regression Test on multivariate analysis with an alpha of 5%. The results showed that there was no significant relationship between stunting and child development in Jakarta (p=0.468). Meanwhile, the results of a study in Papua showed that there was a relationship between stunting and the development of children aged 36-59 months (PR=3.078; 95% CI=1.619-5.852) after controlling for age, sex, mother's education, environmental sanitation, and infectious disease. The recommendations in this study were increasing access to environmental sanitation and health as an effort to prevent stunting and developmental delays in children. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stunting dan perkembangan anak usia 36-59 bulan di Jakarta dan Papua. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dengan desain cross-sectional. Populasi target adalah ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan di Indonesia. Sampel adalah ibu yang memiliki balita usia 36-59 bulan di Jakarta dan Papua dengan jumlah 335 anak di Jakarta dan 453 anak di Papua. Pemilihan sampel dengan teknik multistage random sampling. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square pada analisis bivariat dan Uji Regresi Logistik Ganda pada analisis multivariat dengan alpha 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara stunting dan perkembangan anak di Jakarta (p=0,468). Sementara itu, hasil penelitian di Papua menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stunting dan perkembangan anak usia 36-59 bulan (PR=3,078; 95% CI=1,619-5,852). Hal itu didapatkan setelah dikontrol oleh umur, jenis kelamin, pendidikan ibu, sanitasi lingkungan, dan penyakit infeksi. Rekomendasi dalam penelitian ini yakni peningkatan akses sanitasi lingkungan dan kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting dan keterlambatan perkembangan pada anak.
Sering Konsumsi Kudapan Asin Berkaitan dengan Kenaikan Indeks Massa Tubuh Dewasa Muda Aodrey Amelia Rania Nur Hanifah; Dudung Angkasa; Yulia Wahyuni; Mury Kuswari; Harna Harna
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.15037

Abstract

The current study is aimed at examining the relationship between exposure to fast food promotion, consumption of obesogenic food, and body mass index in early adulthood. This cross-sectional study involved 76 respondents aged 26–35 years. Those with personal mobile phones and social media accounts are included in this study. Exposure to fast food promotion (FFP) was assessed by structured questionnaires, while obesogenic food consumption (OBC) was determined by a semi-quantitative food frequency questionnaire. Body mass index (BMI) was drawn from weight and height measurements. A Spearman analysis was performed to find the correlation. This study found that neither the total score in FFP nor the total grams in OBC were associated with BMI. Interestingly, upon item analysis, one item in OBC (highly salted food) was significantly associated with BMI (r = 0.230, p-value = 0.046). Nutrition and health education specific to the reduction of salty foods should be promoted among young adults to prevent obesity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan promosi makanan cepat saji, konsumsi makanan obesogenik, dan indeks massa tubuh pada masa dewasa awal. Studi menggunakan rancangan potong lintang yang melibatkan 76 responden berusia 26-35 tahun yang dipilih secara purposive. Mereka yang memiliki ponsel pribadi dan media sosial termasuk dalam penelitian ini. Paparan promosi makanan cepat saji dinilai dengan kuesioner terstruktur yang terdiri dari tujuh item (nomor) pertanyaan tervalidasi sedangkan konsumsi makanan obesogenik ditentukan oleh Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Indeks massa tubuh (IMT) diambil dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis korelasi Spearman dilakukan untuk menemukan hubungan. Penelitian ini menemukan bahwa baik skor total dalam paparan promosi makanan cepat saji maupun total konsumsi makanan obesogenik tidak terkait dengan IMT. Menariknya, setelah analisis item, satu item dalam perilaku konsumsi makanan obesogenik (konsumsi kudapan asin) secara signifikan dikaitkan dengan IMT (r= 0,230, p-value = 0,046). Pendidikan gizi dan kesehatan terkait pembatasan konsumsi kudapan asin harus dipromosikan di kalangan orang dewasa awal untuk mencegah obesitas.
Air Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Mahasiswi Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor Farida Farida; Fitri Komala Sari; Hafidhotun Nabawiyah; Afifah Istiqomah; Fathimah Fathimah
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.7258

Abstract

The aim of this study was to analyze the effect of giving tamarind water on cholesterol levels in early adulthood at the Postgraduate Girls of Darussalam Gontor University. This research was a quasi-experimental research. The research design used a one group pre-posttest design, namely a pre-test before the treatment and a post-test after the treatment. In this study, the samples used were those that met the inclusion criteria, and one group was treated by giving tamarind water for 14 days. Normality data analysis used Shapiro wilk and has a normal data distribution. In the bivariate analysis test using the paired t-test to determine whether there is an effect of giving tamarind on cholesterol levels. The average cholesterol level before giving tamarind water was 180.55 ± 31.263 m/dL and after giving tamarind water, it was 160.77 ± 34.493 m/dL. There was a significant effect on cholesterol levels before and after giving java water (p = 0.018). It can be interpreted that there has been an effect of giving tamarind water on reducing cholesterol levels in postgraduate female students at Darussalam Gontor University. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian air asam jawa terhadap kadar kolesterol mahasiswi di Pascasarjana Putri Universitas Darussalam Gontor. Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan model one group pre- postest design. Dilakukan pre-test sebelum adanya perlakuan dan post-test sesudah dilakukannya perlakuan. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswi putri Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. Intervensi diberikan kepada 31 sampel yang tergabung dalam satu kelompok. Perlakuan berupa pemberian air asam jawa selama 14 hari. Uji normalitas data menggunakan Shapiro wilk dan didapatkan hasil bahwa data rerata kadar kolesterol mempunyai sebaran data normal. Adapun analisis bivariat dilakukan dengan uji paired t-test, untuk melihat efektifitas pemberian asam jawa yang dilihat dari perbedaan rata-rata kadar kolesterol sebelum dan sesudah perlakuan. Rata-rata kadar kolesterol sebelum dilakukan pemberian air asam jawa adalah 180,55±31,263 m/dL dan setelah pemberian air asam  jawa 160,77±34,493 m/dL. Terdapat     pengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol sebelum dan setelah  pemberian air asam jawa (p = 0,018). Dapat  diartikan bahwa air asam jawa efektif dalam menurunkan kadar kolesterol mahasiswi putri Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor.
Yoghurt Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Menurunkan Kadar Kolesterol dan Trigliserida Kelompok Dewasa dengan Hiperkolesterolemia Hasneli Hasneli; Kasmiyetti Kasmiyetti; Farhinza Oktriani; Putri Praleori
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.11122

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of probiotic dragon fruit juice yogurt on the levels of profil lipids in hypercholesterolemic patients. The research design was quasi-experimental with a pre-post test design. The total sample was 30 people, selected using purposive sampling. Data collection was carried out for 21 days by recalling 3 x 24 hours of laboratory examination of profil lipid levels (total cholesterol, HDL, LDL, and triglycerides). Statistical tests used Paired and Independent T-Tests. Based on the results of the study, there was a significant difference in total cholesterol levels at the beginning and end of the treatment sample (p 0.05), and there was a significant difference in triglyceride levels at the beginning and end of the treatment sample (p 0.05). There was no difference in the initial HDL and LDL levels with the final HDL and LDL levels of the treatment samples (p 0.05). There was no significant difference in the initial profillipid and triglyceride levels compared to the final control samples (p 0.05). There was no significant difference in the final prolipid and triglyceride levels between the treatment samples and the control samples (p 0.05). The research concluded that dragon fruit juice yogurt can reduce cholesterol and triglyceride levels in sufferers of hypercholesterolemia.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik yoghurt sari buah naga terhadap kadar profil lipid penderita hiperkolesterolemia. Desain penelitian adalah quasi eksperimental with pre-post test design. Total sampel 30 orang dewasa, dipilih  menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama 21 hari. Data konsumsi makanan diambil dengan melakukan recall 3 x 24 jam. Pemeriksaan laboratorium kadar profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida) dilakukan sebelum dan setelah perlakuan. Uji statistik yang digunakan adalah Paired dan Independent T-Test. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang bermakna kadar kolesterol total  awal  dan akhir sampel  perlakuan (p 0,05), serta terdapat perbedaan yang bermakna  kadar trigliserida  awal dan akhir  sampel perlakuan  (p 0,05).  Tidak terdapat perbedaan kadar HDL dan LDL awal dengan HDL dan LDL akhir sampel perlakuan  (p 0,05). Tidak ada perbedaan yang bermakna kadar profil lipid awal dengan akhir sampel kontrol  (p 0,05). Tidak ada perbedaan yang bermakna kadar profil lipid akhir sampel perlakuan  dengan sampel kontrol  (p 0,05). Dapat disimpulkan bahwa yoghurt sari buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida penderita hiperkolesterolemia.
Efektivitas Jus Kurma dan Sari Kacang Hijau terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Eli Irmawati; Rizki Natia Wiji; Rini Harianti
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.9714

Abstract

The study aimed to compare the effectiveness of date palm and mung bean juice on increasing hemoglobin levels in pregnant women in the working area of Tapung Health Center. It was a quasi-experimental with a non-randomized control group design involving 24 pregnant women, 12 in the experimental group (given date palm juice) and 12 in the control group (given green bean juice), each given for seven days. The data was analyzed with t-test. The results showed an increase in the average Hb level after being given date juice from 9.72 to 10.06, and green bean juice with an averages Hb level of 9.15 to 10.22. The result by paired t-test obtained a p-value = 0.004 that indicates the effectiveness of date palm juice in increasing Hb levels of pregnant women in the experimental group, as well as in pregnant women who were given mung bean juice, which indicates an increase in Hb levels (p-value = 0.004). Consumption of mung bean juice by anemic pregnant women is more effective in increasing their Hb level than date palm juice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jus kurma dan sari kacang hijau terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tapung. Jenis penelitian quasi experimental dengan pendekatan non-randomized control group design dengan 24 sampel ibu hamil yang dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan, yakni 12 ibu hamil kelompok eksperimen (diberi jus kurma) dan 12 ibu hamil kelompok kontrol (diberi sari kacang hijau). Intervensi secara rutin selama 7 hari di masing-masing kelompok. Analisis data dilakukan dengan t-test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rerata kadar Hb setelah diberi jus kurma dari 9,72 g/dL menjadi 10,06 g/dL. Begitu juga untuk sari kacang hijau dengan rerata Hb dari 9,15 g/dL menjadi 10,22 g/dL. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test diperoleh nilai p= 0,004 yang menunjukkan keefektivan jus kurma dalam meningkatkan kadar Hb ibu hamil di kelompok eksperimen, dan untuk ibu hamil yang diberi sari kacang hijau juga diperoleh nilai p= 0,000 yang menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb. Konsumsi sari kacang hijau oleh ibu hamil anemia lebih efektif dalam meningkatkan kadar Hb dibandingkan jus kurma.
Analisis Faktor yang Terkait dengan Kejadian Obesitas Sentral pada Wanita Dewasa Desiani Rizki Purwaningtyas; Namira Permata Tanjung; Devieka Rhama Dhanny
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.10771

Abstract

This research aimed to analyze factors including energy and macronutrient intake, physical activity, and sleep quality in relation to the incidence of abdominal obesity in adult women. The study design was cross-sectional. The population consisted of adult women in Rawa Buaya, West Jakarta. The sample consisted of 80 adult women aged 40–60 who were drawn using the purposive sampling technique. The collected data included waist circumference, consumption data using the 2x24-hour recall method, physical activity data using the 2x24-hour physical activity recall questionnaire, and sleep quality data using the Pittsborough Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data were statistically analyzed using Chi-Square with a significancy level of 95% (α = 0.05). The results showed that 87.5% of women had central obesity. Sampels had 55.0% less energy adequacy, 40.0% less protein adequacy, 41.2% less fat adequacy, 68.7% less carbohydrate adequacy, 70.0% less physical activity, and 67.5% poor sleep quality. The results showed a relationship between physical activity and sleep quality and central obesity (p 0.05). However, energy, protein, fat, and carbohydrate adequacy had no relationship with central obesity (p 0.05). Controlling sufficient physical activity and maintaining good sleep quality can prevent central obesity in adult women. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beberapa faktor yang meliputi asupan energi dan zat gizi makro, aktivitas fisik, serta kualitas tidur dengan kejadian obesitas sentral pada wanita dewasa. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian adalah wanita dewasa di Rawa Buaya Jakarta Barat. Sampel wanita dewasa berusia 40-60 tahun berjumlah 80 orang diambil melalui teknik purposive sampling. Data lingkar pinggang diambil dengan melakukan pengukuran langsung; data konsumsi makan melalui metode food recall; data aktivitas fisik menggunakan kuesioner physical activity recall; dan data kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburhg Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 87,5% wanita mengalami obesitas sentral. Terdapat 55% sampel kekurangan energi, 40,0% kurang protein, 41,2% kurang lemak, 68,7% kurang karbohidrat, 70% aktivitas fisik rendah, dan kualitas tidur buruk 67,5%. Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan obesitas sentral (p 0,05). Kecukupan energi, protein, lemak dan karbohidrat tidak berhubungan signifikan dengan obesitas sentral (p0,05). Mengontrol aktivitas fisik yang cukup dan menjaga kualitas tidur yang baik dapat mencegah obesitas sentral pada wanita dewasa.
Modifikasi Makanan Enteral Tinggi Asam Amino Essensial Natalia Desy Putriningtyas; Listiyani Eka Tyastuti; Sri Purwaningsih
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.1.11759

Abstract

This study aims to produce enteral formulations with good taste, proper texture, osmolality, and nutritional value suitable for cancer patients. This study used an experimental design. The preparation of enteral formula was carried out at the Nutrition Laboratory of the Department of Public Health Sciences, Universitas Negeri Semarang, followed by proximate testing at the Food Technology Laboratory of Soegijapranata Catholic University. The sensory test was conducted at a hospital nutrition installation in Semarang city. The panelists in this study were a group of trained panelists totaling 24 nutritionists in the hospital. Statistical analysis uses descriptive analysis by describing organoleptic test data based on the percentage of hedonic level. The results showed that 18 people (75%) liked the color of the product; 13 people (54.2%) liked the taste; 21 people (87.5%) liked the aroma; and the texture of the enteral formula produced was liked by 16 people (66.7%). The resulting enteral formula has an energy content of 1199.8 kcal; protein 161.2 grams; fat 4.8 grams; carbohydrates 107.8 grams; branch chain amino acid (BCAA) 36.8 grams per 1000 ml. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi makanan enteral dengan rasa enak, tekstur tepat, osmolalitas dan nilai gizi sesuai bagi penderita kanker. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Pembuatan formula enteral dilaksanakan di Laboratorium Gizi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. Uji proksimat dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Katholik Soegijapranata. Uji sensori dilakukan di instalasi gizi rumah sakit wilayah kota Semarang. Panelis pada penelitian ini adalah kelompok panelis terlatih sejumlah 24 ahli gizi di rumah sakit. Analisis statistik menggunakan analisis deskriptif dengan memaparkan data uji organoleptik berdasarkan persentase tingkat hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang (75%) menyukai warna produk yang dihasilkan, 13 orang (54,2%) menyukai rasa, 21 orang (87,5%) menyukai aroma dan tekstur formula enteral yang dihasilkan disukai oleh 16 orang (66,7%). Formula enteral yang dihasilkan memiliki kandungan energi 1199,8 kkal, protein 161,2 gram, lemak 4,8 gram, karbohidrat 107,8 gram, asam amino rantai cabang (BCAA) 36,8 gram setiap 1000 ml.