cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Peer And Self Assessment Sebagai Penilaian Autentik dalam Kurikulum 2013 ratih rizqi nirwana
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.143

Abstract

Pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan dengan pendekatan scientific, dengan proses pembelajaran yang diharapkan adalah yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik (student centered active learning). Dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013, sangat dianjurkan agar guru mengutamakan penilaian kinerja (performance assessment). Akan tetapi pada praktiknya,  seorang guru akan mengalami kesulitan kaetika harus mengamati 30-40 peserta didik yang berada dalam satu kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, guru bisa berkolaborasi dengan peserta didik dalam penilaian dengan menggunakan peer and self assessment. Dengan menerapkan peer and self assessment, keuntungan yang didapatkan peserta didik antara lain Pemahaman  standar kualitas kinerja , proses belajar lebih mandiri, pengembangan keterampilan metakognitif, pengembangan kemampuan berpikir kritis, belajar lebih banyak tentang hal-hal yang dipelajari ketika peserta didik melihat kinerja teman, praktik dan pengembangan keterampilan komunikasi dan social, penanaman karakter sekaligus pengetahuan.
DESAIN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP PADA MATERI REDOKS DAN TATA NAMA SENYAWA Naila Faza Kamila; Dr. Jumaeri M.Si.
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.2.4247

Abstract

Kesulitan belajar peserta didik dalam memahami konsep kimia perlu diidentifikasi dengan sebuah instrumen evaluasi yang tepat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan pengembangan instrumen e-diagnostic test berupa three tier multiple choice (TTMC) untuk menganalisis ketercapaian kompetensi dasar ranah kognitif dan pemahaman konsep. Instrumen tersebut terdiri dari tiga tingkat, pertama mengenai jawaban, kedua mengenai alasan, dan ketiga mengenai keyakinan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan metode Plomp yang meliputi beberapa fase yaitu fase investigasi awal, desain, realisasi, tes dan evaluasi, serta implementasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan layak dengan hasil validasi isi oleh pakar dan validasi konstruk melalui uji skala kecil dan besar. Profil paham konsep tertinggi ditunjukkan oleh IKD-5 yaitu sebesar 61,02%. Profil miskonsepsi tertinggi ditunjukkan oleh IKD-4 yaitu sebesar 69,49%. Dan profil tidak paham konsep tertinggi ditunjukkan oleh IKD-3 yaitu sebesar 26,27%.  Hasil analisis profil pemahaman konsep secara keseluruhan pada materi redoks dan tata nama senyawa menunjukkan 37,85% peserta didik paham konsep, 43,84% peserta didik miskonsepsi, dan 18,30% peserta didik tidak paham konsep.
MEMBANGUN KECERDASAN FINANSIAL DENGAN MATEMATIKA KEUANGAN romadiastri, yulia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.446

Abstract

Setelah IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quo- tient), SQ (Spiritual Quotient), sekarang muncul FQ (Finan- cial Quotient) atau biasa disebut kecerdasan finansial. Hal ini dikarenakan salah satu cabang dalam ilmu keuangan yang berkembang pesat dalam beberapa tahun belakan- gan ini adalah perencanaan keuangan atau financial plan- ning. Pada prinsipnya merencanakan keuangan yang baik itu mudah dan semua orang dapat melakukannya sendiri. Untuk dapat melakukannya, seseorang hanya perlu me- mahami matematika keuangan dan memiliki pengetahuan tentang produk pasar modal dan pasar uang yang tersedia. Pemahaman   akan matematika keuangan membuat ses- eorang menjadi cerdas finansial dan memungkinkan untuk menyusun sendiri perencanaan keuangannya.
KEBERSAMAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN TIK Edi Prayitno
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.2.78

Abstract

Semangat kebersamaan merupakan salah satu karakter yang mendukung kesiapan sumber daya manusia menghadapi Masyarakan Ekonomi ASEAN. Pembelajaran matematika yang kooperatif dengan bantuan TIK mendukung peningkatan semangat kebersamaan di antara para peserta didik. Simpulan ini diperoleh dari hasil penelitian pemanfaatan TIK dalam pembelajaran matematika di SMA 4 Semarang tahun 2014. Pola pembelajaran mengalokasikan 2/3 waktu (60 menit) pembelajaran untuk kegiatan kolaboratif mandiri dalam bentuk kerja kelompok. Pembelajaran menampilkan kompetensi dasar “Penentuan volume benda putar”. Guru sepenuhnya bertindak sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran. Dalam kerja kelompok para peserta didik berkolaborasi memahami uraian kompetensi dasar, memahami konsep benda putar, memahami konsep volum benda putar dan berlatih menyelesaikan soal. Interaksi selama kerja kelompok dilaksanakan menurut rambu-rambu yang telah ditentukan guru. Rambu-rambu dibuat untuk menghindari munculnya dominasi interaksi oleh satu atau beberapa peserta didik yang lebih dominan dalam kemampuan berkomunikasi atau dalam kemampuan penguasaan materi. Tiap kelompok kerja terdiri dari 3-4 peserta didik dengan kemampuan yang beragam, mulai dari yang paling menguasai materi prasyarat sampai yang paling tidak menguasai materi. Rambu-rambu antara lain menyebutkan bahwa dalam diskusi kelompok peserta didik secara bergantian mendapat giliran pertama mengutarakan pendapat atau menjawab pertanyaan; giliran untuk menanggapi pembicara pertama juga dilakukan oleh peserta didik secara bergantian sesuai rotasi yang telah ditentukan. Selain untuk menjaga kebersamaan, rambu-rambu ini juga menjamin hak dan kewajiban yang sama kepada seluruh anggota kelompok untuk mempersiapkan materi dan bertanggung jawab atas nama kelompok dalam memberi jawaban atau mengungkapkan pendapat.
KONTRIBUSI MATHEMATICS ANXIETY TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN KALKULUS Rifqi Hidayat; Jajang Rahmatudin
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2018.8.2.2496

Abstract

This reseach comprehending on the relation between mathematics anxiety and the academic competence of the first level students. This research is constituted by the performance of most students of the early study program of mathematics education still feel anxiety when dealing with mathematical problems in the learning of calculus, the emerging discomfort felt by the students. The method of this research is survey with corelation technique. The use of this method is to see how strong and how far the influence of mathematics anxiety on the students academic competence. The population of this research is the students of Mathematics Department faculty of teacher training and education in  Muhammadiyah University of Cirebon in the academic year 2016/2017. The sample of the research is purposive sampling which consists of 20 students who contracted differential calculus subject. The instrument  used in this research is mathematics anxiety scala. The result of the research shows that there is a negative relation between mathematics anxiety and students’ academic competence. The mathematics anxiety gives a contribution 35% to the students’ academics competence, and 65% influenced by other factors not examined in this study.
PENERAPAN CRITICAL REVIEW ARTIKEL PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI p parmin
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2014.4.1.127

Abstract

The aims of this research is to improve students’ ability in develop- ing a proposal thesis by applying critical review of scientific articles come from journals. The research is designed by class action research. The results showed 63% of students thesis proposals on Research Methodology course scored above 80. Based on the results obtained it can be concluded that the application has been critical review or critical study of scientific articles can enhance students’ ability in preparing research proposals.
ANALISIS KORELASI KEMAMPUAN MEMAHAMI DENGAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENT BASED SCIENCE INQUIRY Agus Budiyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.1.4539

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan korelasi kemampuan memahami dengan kemampuan berargumentasi siswa pada materi elastisitas dengan menggunakan model pembelajaran Argument-Based Science Inquiry (ABSI). Metode dalam penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan desain The one group pretest-posttest. Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas XI IPA 2 di Madrasah Aliah Negeri Pamekasan 2 Kabupaten Pamekasan Jawa Timur pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Adapun instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa dari tes kemampuan memahami dan tes kemampuan berargumentasi siswa. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis data diperoleh besar korelasi kemampuan memahami dengan kemampuan berargumentasi siswa sebesar 0,73 dengan taraf signifikansi sebesar 0,01 yang berarti bahwa dalam taraf kepercayaan 95 % kemampuan memahami berhubungan secara signifikan  terhadap kemampuan berargumentasi, yaitu memiliki korelasi tinggi. Dengan kata lain kemampuan memahami sangat tinggi pengaruhnya terhadap kemampuan berargumentasi siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH joko budi poernomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bentuk perangkat perkuliahan Fisika dengan democratic approach melalui problem posing pada Dinamika Gerak. Metode pe- nelitian adalah penelitian pengembangan perangkat pem- belajaran yang meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Bahan Ajar. Draft perangkat yang dihasilkan divali- dasi oleh Dosen Mitra, Kaprodi, pakar pendidikan Fisika dan diujicobakan pada siswa di Perkuliahan Fisika Dasar 1 Tahun Akademik 2010-2011. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian  validitas isi Satuan Acara Perkuliahan para ahli 4,42; yang tergolong valid; penilain terhadap keterlaksanaan perkuliahan oleh observer 4,45; termasuk kategori baik, dan  penilain ketuntasan perkulia- han Fisika Dasar 1 mencapai 86 %, serta 88% mahasiswa memberi respon positip.
Perbandingan Aktivitas Pemodelan dengan Pendekatan Analitik dan Pendekatan Konstruktif untuk Siswa SMA di Yogyakarta Anggi Catur Saputri Florentina Nova Andriani
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2017.7.1.1489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara pendekatan analitik dan konstruktif dalam aktivitas pemodelan suatu masalah matematika serta melihat pendekatan mana yang dapat membuat siswa berpikir logis, kritis dan sistematis. Penelitian ini, dilakukan dengan mengambil 7 siswa sebagai sampel random dari populasi siswa kelas XI SMA di Yogyakarta kemudian membagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menyelesaikan masalah yang diberikan dengan pendekatan analitik sedangkan kelompok lain menggunakan pendekatan konstruktif. Data hasil penelitian ini berupa deskripsi proses penyelesaian masalah matematika dan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kedua kelompok. Hasil dari penelitian ini, siswa yang menggunakan pendekatan analitik terlihat logis, sistematis namun kurang kritis karena terlalu banyak bertanya dan menunggu arahan. Siswa tidak memeriksa kembali hasil pekerjaannya. Sedangkan, siswa dengan pendekatan konstruktif cukup logis, kritis namun terkadang kurang sistematis. Siswa mengerjakan berdasarkan pemahamannya terhadap masalah yang diberikan. Setelah menyelesaikan soal siswa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.
MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATERI EFEK FOTOLISTRIK Restina Muji Mulyanti; Agus Yulianto; Budi Astuti
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2018.8.1.2493

Abstract

An understanding of the photoelectric effect is the key to understanding the basics of quantum physics. The photoelectric effect can explain the quantization of energy that cannot be explained using classical physics theory. This study aims to determine the level of understanding of the concept of sixth semester physics education students of Semarang State University about the photoelectric effect. The data collection method used is a test method that contains a number of questions to reveal the students' conception of the photoelectric effect. Data analysis techniques in this study are quantitative and qualitative analysis. The results showed that as many as 61% -64% of students still had difficulty in distinguishing the effect of the frequency and intensity of light on the photoelectric effect. In addition, more than 83% of students have not been able to understand the function of the potential difference given between the cathode and anode plate in the photoelectric effect experiment. Based on the results of this study, it can be concluded that the level of understanding of the concept of students is still low, which is characterized by the existence of several types of misconceptions about the photoelectric effect.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue