cover
Contact Name
Johan Arifin
Contact Email
attaqaddum@walisongo.ac.id
Phone
+6285727512933
Journal Mail Official
attaqaddum@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penjaminan Mutu, UIN Walisongo Semarang Jln. Walisongo, No 3-5, Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
At-Taqaddum
ISSN : 19794703     EISSN : 25279726     DOI : 10.21580/at
AT-TAQADDUM, adalah Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam, terbit setahun 2 kali oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Jurnal ini menekankan kedalaman pembahasan, mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian, dan mensosialisasikan kajian-kajian kontemporer tentang studi islam dan kemanusiaan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 2, November 2014" : 24 Documents clear
TAREKAT SEBAGAI ORGANISASI TASAWUF (MELACAK PERAN TAREKAT DALAM PERKEMBANGAN DAKWAH ISLAMIYAH) Riyadi, Agus
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.042 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.716

Abstract

Tarekat yang semula berkiprah dalam bidang pendidikan spiritual muslim yang concern dalam pembentukan mental salih yang sering dipahami sebagai sebuah kelompok tertutup dan cenderung mengasingkan diri, maka pada abad ke-13 M menemui momentumnya untuk mengembangkan peran dan kiprahnya membentuk dalam sebuah organisasi yang militan. Hal itu, ditunjukkan ketika kekuatan politik Islam yang menjadi andalan dalam penyebaran Islam runtuh karena serangan dahsyat tentara Mongol, sehingga tarekat tampil menggantikan fungsi politik untuk memandu dan bertanggung jawab atas kelangsungan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia, walaupun dengan menggunakan paradigma dan pendekatan dakwah yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai peran tarekat dalam mengembangkan dakwah Islam dengan berbagai macam cara diantaranya adalah dengan peran pendidikan, peran sosial dan ekonomi, serta peran sosial-politik dan militer. Kalau dilihat lingkup yang diperankan tarekat dalam panggung kehidupan sosial-historik ini cukup kompleks, dan juga berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
KONSEP PEMBIAYAAN PEMILIKAN EMAS PADA PERBANKAN SYARIAH (STUDI DI BANK MANDIRI SYARIAH SEMARANG) Zaenuri, Zaenuri
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.159 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.721

Abstract

Pembiayaan Kepemilikan Emas (PKE) merupakan salah satu produk  perbankan syariah. Dasar hukum bagi produk ini yaitu Fatwa No. 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai dan Surat Edaran BI No. 14/16/DPbS/2012 perihal Produk Pembiayaan Kepemilikan Emas Bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah. Terkait dengan PKE, Bank Mandiri Syariah telah meluncurkan produk BSM Cicil Emas, yang menggunakan akad murabahah dengan jaminan diikat dengan  rahn (gadai).Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata konsep pembiayaan BSM Cicil Emas secara umum sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Fatwa MUI dan Surat Edaran BI terkait. Namun dalam operasionalnya  ditemukan beberapa permasalahan yuridis, yaitu : BSM mengharuskan penggunaan emas objek PKE sebagai agunan,sedangkan Fatwa MUI terkait secara implisit membolehkan penggunaan agunan lain ;Dengan uang muka minimal 20%, nasabah PKE dapat menjadikannya sebagai agunan; Agunan PKE diasuransikan dan dibayar oleh nasabah PKE,hal ini tidak diatur dalam Fatwa MUI dan SEBI terkait; dan Pengenaan sanksi terhadap nasabah PKE yang terlambat membayar cicilan.
REKONSTRUKSI PESAN PROFETIK BERDASARKAN KOLEKSI HADIS DAN SIRAH NABAWIYAH Musyafiq, Ahmad
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.447 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.712

Abstract

Ada problem parsialitas dalam memahami pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, yang berakibat antara lain pada pemahaman yang cenderung ekslusif dan destruktif, seperti paham radikalisme. Pemahaman ini tentu tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar Islam, sehingga tidak hanya tidak layak diterapkan dalam konteks bangsa yang homogen sekalipun, tetapi juga dalam konteks bangsa yang heterogen seperti Indonesia. Dalam konteks global, pemahaman ini lebih menunjukkan ketidaklayakannya.Salah satu faktor yang melatarbelakangi parsialitas ini adalah kecenderungan menangkap pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, hanya berdasarkan koleksi-koleksi Hadis saja, tanpa melibatkan koleksi-koleksi Sirah; salah satu sebabnya karena koleksi-koleksi Sirah  dianggap profan, tidak sakral sebagaimana koleksi-koleksi Hadis. Padahal, banyak informasi penting yang disajikan oleh koleksi-koleksi Sirah.Tulisan singkat ini akan mencoba membandingkan antara Hadis dan Sirah dalam rangka mengintegrasikan keduanya sebagai bahan yang tidak bisa dipisahkan untuk menangkap pesan profetik. Model penangkapan pesan profetik yang utuh berdasarkan koleksi-koleksi Hadis dan Sirah ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar menjawab problem transformasi global, khususnya problem disintegrasi bangsa yang diakibatkan oleh paham keagamaan yang kurang proporsional.
TAWARAN METODE PENAFSIRAN TEMATIK HASSAN HANAFI Zuhry, Muhammad Syaifuddien
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.562 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.717

Abstract

Metode penafsiran al-Qur?an yang disodorkan oleh Hassan Hanafi adalah sebuah kekayaan intelektual yang perlu diberi apresiasi positif. Karena, semangat yang dibawa oleh Hasan Hanafi ini adalah adanya sebuah kesadaran empiris terhadap kondisi riil umat/ Negara Islam.  Dia menyadari betul, bagaimana keadaan Negara Islam bila dihadapkan dengan kemajuan Negara Barat. Negara-negara Islam menjadi obyek imperalisme, zionisme dan kapitalisme. Hal ini diperparah lagi dengan kondisi internalnya yang terbelakang, miskin serta penuh konflik. Untuk keluar dari kondisi ini, maka harus ada usaha keras dan terus menerus dengan basis nalar dan pergerakan yang kuat.Untuk itu, sebagai bagian dari usahanya, ia menawarkan cara ?pembacaan? dan pemahaman terhadap al-Qur?an dengan tafsir tematiknya. Ia ingin membangun tafsir perspektif (asy-syu?uri) agar al-Qur?an mampu mendeskripsikan manusia, hubungannya dengan manusia lain, kedudukannya dalam sejarah, membangun sosial dan politik.  Ia tidak ingin penafsiran al-Qur?an hanya sekedar menafsir dari ayat ke ayat, dari surat ke surat yang terkesan fragmentatis dan mengulang-ngulang. Dia ingin membangun tafsir tematik dengan cara menghimpun ayat-ayat yang satu tema dan di analisa begitu rupa sehingga muncul konsepsi universal tentang Islam, dunia, manusia dan sistem sosial.
MODEL REHABILITASI SOSIAL GELANDANGAN PSIKOTIK BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI PONPES/PANTI REHSOS NURUSSLAM SAYUNG DEMAK) Hasan, Karnadi; Al-Kundarto, Sadiman
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.437 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.722

Abstract

Ponpes/Panti REHSOS ?Nurusssalam? Sayung Demak yang menjadi lokus dari penelitian ini merupakan salah satu panti rehabilitasi sosial yang dikelola langsung oleh masyarakat dan patut menjadi model rujukan bagi rehabilitasi sosial para gelandangan-psikotik di Jawa Tengah atau bahkan bisa menjadi rujukan ?Nasional?. Riset ini menyimpulkan bahwa hasil rehabilitasi sosial terhadap gelandangan psikotik yang diberikan di Ponpes/Panti REHSOS ?Nurusssalam? Sayung Demak lebih komprehensip dibanding 2 (dua) panti lain yang menjadi pembanding karena rehabilitasi yang diberikan di sini meliputi; bimbingan sosial, medik, herbal, fisik, rekreatif dan pemberdayaan di bidang ekonomis produktif dengan terapi religius model pondok pesantren lebih manusiawi, karena memandang manusia secara utuh meliputi : fisik, mental maupun sosial, berdampak positif pada upaya secara langsung menghilangkan stigma masyarakat, sehingga tingkat kambuh kembali relatif kecil;Selain itu, tingkat penyembuhan klien di Panti Nurusslam lebih optimal, terlebih-lebih setelah difasilitasi Hydrotherapy by shower lebih efektif dan efisien. Karena terdapat kenaikan jangkauan pelayanan dari model manual hanya bisa melayani 30 orang per malam dengan 3 shower bisa menjadi 90 orang ( 300 % ) per malam.Penggunaan Hydrotherapy by shower dapat merangsang kesadaran syaraf sensoris, sehingga klien dapat mudah tidur dan selanjutnya merangsang tingkat kesadaran diri yang tinggi yang berdampak positif untuk mudah disembuhkan.
DEMOKRASI PESANTREN : MENEBAR FORMAT POLITIK YANG DAMAI Yahya, Imam
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.819 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.713

Abstract

Dalam bahasa KH Abdurrahman Wahid, Pesantren merupakan sebuah sub kultur budaya masyarakat Indonesia. Kyai sebagai  pengasuh Pesantren menjadi tokoh sentral tidak saja sebagai pengeloa Pesantren tetapi Kyai juga sebagai tokoh dan panutan masyarakat Pesantren. Bahkan ada yang menyatakan bahwa Kyai di Pesantren bagaikan Raja-raja kecil yang mempunyai kekuasaan penuh atas masyarakat yang memberikan mandat kepadanya.Namun dalam dunia politik ketokohan Kyai tidak bisa disamakan dalam posisinya sebagai tokoh Pesantren. Hal ini bukan karena Kyai tidak layak untuk menjadi panutan dalam berpolitik, tetapi dalam dunia politik, Pesantren menggunakan perspektif sunni, di mana kekuasaan adalah kewajiban kelompok (fardu kifayah), sehingga politik dijadikan sebagai wasilah/media bukan ghoyah/tujuan dalam rangka mencapai kemashlahatan ummat.Banyaknya praktek politik yang mengatasnamakan politik Islam seperti khilafah Islamiyah di timur tengah semacam al-Qaedah, ISIS dan sejenisnya, menjadikan kesan politik Islam yang arogan dan menakutkan. Sementara berpolitik ala pesantren mencerminkan politik Islam yang penuh kedamaian dan persahabatan.
PELESTARIAN LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF SUNNAH Masruri, Ulin Niam
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.844 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.718

Abstract

Ajaran Islam menawarkan kesempatan untuk memahami Sunnatullah serta menegaskan tanggung jawab manusia. Ajaran Islam tidak hanya mengajarkan untuk mengambil manfaat dari sumberdaya alam, tetapi juga mengajarkan aturan main dalam pemanfaatannya dimana kesejahteraan bersama yang berkelanjutan sebagai hasil keseluruhan yang diinginkan. Salah satu sunnah Rasulullah saw menjelaskan setiap warga berhak untuk mendapatkan mafaat dari suatu sumberdaya alam milik bersama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya sepanjang tidak melanggar, menyalahi, dan menhalangi hak-hak yang sama pada diri orang lain. Penggunaan sumberdaya alam yang langka harus tetap mendapat pengawasan dan perlindungan yang baik.Menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus diterapkan di tengah-tengah kehidupan manusia. Hal ini, untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di dunia dan menjauhkan kerusakan dan bencana yang terjadi karena ulah sebagian manusia. Rosulullah sebagai seorang Nabi telah memberikan perintah yang tegas kepada umatnya untuk menjaga alam ini dan tidak membuat kerusakan di dalamnya.
KESIAPAN MADRASAH DALAM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 Taruna, Mulyani Mudis
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.528 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.723

Abstract

Secara umum kesiapan guru MTs Negeri di Jawa Tengah dilihat dari aspek penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berada pada kategori BAIK (81,59). Apabila dibedakan antara kesiapan guru mapel umum dengan guru mapel PAI, maka terdapat perbedaan, yaitu kesiapan guru mapel dalam penyusunan RPP terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah Lebih Baik (84,84 / Baik) dari pada guru mapel PAI (78,13 / Cukup). Adapun dilihat dari kesiapan guru MTs Negeri di Jawa Tengah dari aspek pelaksanaan pembelajaran di kelas berada pada kategori Cukup(78,26). Apabila dibedakan antara kesiapan guru mapel umum dengan guru mapel PAI, maka terdapat perbedaan, yaitu kesiapan guru mapel dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan menggunakan kurikulum 2013 adalah Lebih Baik (81,45) dari pada guru mapel PAI (74,66)Faktor pendukung dalam kesiapan pelaksanaan kurikulum 2013 adalah 1). adanya sosialisasi kurikulum 2013 untuk kepala madrasah, pengawas dan guru serta mengadakan koordinasi dengan KKM, MGMP, Pokjawas secara mandiri dan intens, 2). menciptakan suasana kelas yang standar dengan tuntutan kurikulum 2013, 3). SDM guru cukup baik terutama guru yang sudah mengikuti sosialisasi kurikulum 2013 sebagai peserta inti dari pusat dan siap bekerjasama. Adapun faktor Penghambat adalah 1). dari aspek waktu, materi, dan narasumber ketika sosialisasi, workshop, dan diklat kurang proporsional, 2). Buku pegangan guru dan peserta didik belum terpenuhi terutama untuk buku PAI, 3). tidak semua guru memiliki atau terampil dalam mengoperasikan laptop, 4). Tidak semua alat peraga maupun perlengkapan laboratorium IPA tersedia sesuai dengan tuntutan materi, 5). Belum tersedianya ruangan khusus bagi guru untuk mengadakan evaluasi maupun sharing pembelajaran, 6). Mindset Guru di mana guru masih menggunakan metode klasik dengan ceramah yang lebih dominan, dan 7). Faktor pendampingan bagi guru yang dilakukan oleh pengawas tidak berjalan dengan baik.
MELACAK PEMIKIRAN TAREKAT KYAI MUSLIH MRANGGEN (1912-1981 M) MELALUI KITABNYA : YAWAQIT AL-ASANI FI MANAQIB AL-SYEIKH ABDUL QADIR AL-JILANI Masrur, Mohammad
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.633 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.714

Abstract

Sebelum wafat (2007), Kyai Luthfi Hakim bin Muslih bin Abdirrahman yang menyerahkan sebuah manuskripYawaqit al-Asani Fi Manaqib al-Syeikh Abdul Qadir al-Jilani kepada Kyai Chumaidi Kendal, salah seorang murid dekat Kyai Muslih untuk menerjemahkannyaSetelah divalidasi oleh Kyai Chumaidi dan Kyai Rofi?i Kebonbatur Mranggen serta sejumlah murid dekat Kyai Muslih lainnya, diyakini bahwa kitab tersebut adalah karya Kyai Muslih. Lalu pada tahun 2009, setelah diterbitkan oleh Karya Toha Putra Semarang, kitab tersebut di-launching disertai dengan ijazah ?ammahPersoalannya, bagaimana menggunakan kitab tersebut, sementara selama ini manaqib yang biasa dibaca adalah al-Lujain al-Dani  karya al-Barzanji. Kyai Muslih sendiri juga sangat menaruh perhatian terhadap kitab ini, dengan menulis terjemahnya dalam dua jilid yang diberinya judul al-Nur al-Burhani.Untuk menjawab persoalan penting ini, perlu dilacak pemikiran tarekat Kyai Muslih dengan menjadikan kitab Yawaqit sebagai core-nya.Hasil penelitian ini menyimpulkan : Pertama, penyusunan kitab ini terkait dengan upaya beliau untuk menyuguhkan manaqib yang lebih simple pembacaannya, tetapi secara ruhiyah tidak kurang dari manaqib yang telah ada. Kedua, pendekatan interteks, ditemukan, bahwa Yawaqit merupakan media puncak dari pemikiran beliau di bidang tarekat. Hal ini ditunjukkan oleh karya-karya beliau di bidang tarekat, mulai dari penulisan al-Nur al-Burhni fi Tarjamah al-Lujain al-Dani dalam dua jilid, Risalah Tuntunan ariqah Qadiriyyah wa Naqsyabandiyah dalam dua jilid, Munajat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah wa Ad?iyatuha dan al-Futuhat al-Rabbaniyyah.Ketiga, pendekatan sejarah sosial.Dengan pendekatan ini ditemukan bahwa Yawaqit juga merupakan media puncak dari gerakan tarekat beliau.Kesimpulan ini didasarkan pada sejumlah aktifitas beliau, dimulai dari keaktifan beliau bertarekat, keaktifan beliau menjadi mursyid tarekat dan keaktifan beliau dalam organisasi tarekat.
FENOMENA SPIRITUALITAS TERAPAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL Muthohar, Sofa
At-Taqaddum Volume 6, Nomor 2, November 2014
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.984 KB) | DOI: 10.21580/at.v6i2.719

Abstract

Fenomena spiritualitas terapan seperti aliran pranana, energy spiritual nusantara, hypno, psichotronika, transfer energy dll sebagai fenomena pola spiritualitas yang mampu mengisi sebagian ruang kegelisahan  orang-orang modern. Berbeloknya manusia modern yang mulai lelah dengan hanya mengandalkan pola berfikir materialis positifis menuju spiritualitas sebagai keseimbangan fithri manusia ternyata tidak serta merta mereka membutuhkan agama yang di dalamnya berisi ke imanan terhadap Allah SWT, Tuhan semesta alam. Namun ternyata spiritualitas terdiri dari banyak ragamnya. Setidaknya ada tiga pola dasar spiritualitas yaitu spiritualitas yang berdasar psikologi/diri manusia, alam dan agama. Dua macam spiritualitas yang pertama hakikatnya sama dengan ilmu-ilmu sain yang mendasarkan pada keyakinan bahwa pusat energi adalah manusia dan alam (anthropo centre dan natural centre) yang juga akan sampai pada titik kehampaan dan keterbatasan manusia dan alam dan berbuah kegelisahan dan keputusasaan. Spiritualitas agama seharusnya bisa tampil ke permukaan, disampaikan dengan metode dan strategi pendidikan agama khususnya Islam yang mudah dipahami dan di aktualisasikan sesuai dengan globalisasi sehingga bisa menjadi solusi bagi kegersangan manusia modern akan hakikat hidup yang serba kompleks, cepat dan majemuk. Spiritualitas agama Islam dengan demikian bisa diharapkan menjadi fondasi baru peradaban mendatang.

Page 1 of 3 | Total Record : 24