cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
MERANGSANG PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU Hidayati, Ani
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.227 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1473

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang sama yakni keduanya mengalami perubahan, tetapi secara khusus istilah per­tumbuhan berbeda dengan perkembangan. Pertumbuhan (growth) adalah perubahan-perubahan biologis, anatomis dan fisiologis manusia, sedangkan perkembangan(development)adalah perubahan-perubahan psikis dan motorik manusia. Pembelajaran tematik terpadu merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa materi pembelajaran yang dipadukan dalam satu tema dimana tema tersebut sebagai wadah yang me­ngandung konsep sehingga pembelajaran tersebut menjadi bersifat holistik, bermakna, dan otentik. Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari me­rupakan materi yang nyata (kontekstual) dan ber­makna bagi anak. Pada anak usia sekolah perkembangannya berada pada tahap operasi konkret, mulai menunjukkan perilaku yang mulai memandang dunia secara objektif, reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, mulai berpikir secara operasionaluntuk mengklasifikasikan benda-benda, membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubung­­­an sebab akibat. Oleh karena itu pembelajaran yang tepat adalah dengan mengaitkan konsep materi dalam satu kesatuan yang berpusat pada tema. Kegiatan pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman, memberikan rasa aman, bersifat kontekstual, anak mengalami langsung sesuatu yang di­pelajarinya, hal ini akan diperoleh melalui pembelajaran tematik terpadu.Pembelajaran ini relevan dengan tingkat perkembangan anak sehingga dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Back Matters: Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover Sawwa, Admin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.584 KB)

Abstract

BABY SMOKER: PERILAKU KONSUMSI ROKOK PADA ANAK DAN STRATEGI DAKWAHNYA Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.168 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.635

Abstract

Anak merokok merupakan fenomena yang dianggap wajar oleh sebagian besar orang tua. Anak merokok dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, diantaranya faktor yang ber­sifat internal maupun eksternal, baik karena watak ke­biasa­an, maupun pengaruh dari lingkungan khususnya media massa. Pada beberapa kasus anak merokok memiliki dampak negative dalam perkembangan kehidupannya diantaranya efek berupa sakit fisik maupun psikologis, dan perilaku malasuai. Kondisi ini perlu diminimalisir agar perilaku merokok anak dapat di­mini­ma­li­sir. Salah satu upaya yang diduga dapat dilakukan untuk mengurangi peningkatan perilaku merokok adalah dengan upaya dakwah Islam dengan mengoptimalkan bentuk kegiatan dakwah yaitu irsyad, tabligh, tadbir, dan tathwir.
GERAKAN DAKWAH AKTIVIS PEREMPUAN ‘AISYIYAH JAWA TENGAH Susanto, Dedy
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.025 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.660

Abstract

Gerakan dakwah diartikan setiap aktivitas dalam rangka me­laksana­­kan dakwah Islam untuk mengajak manusia kepada ke­baik­an, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mun­kar, adapun secara khusus, gerakan dakwah sering disebut se­bagai gerakan Islam (al-harakah al-Islamiyah) atau juga di­sebut jamaah dakwah atau juga disebut kutlah da’wah (ke­lom­pok dakwah), yaitu sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang bersama-sama melaksanakan dakwah dalam satu ke­­satuan kerja dan koordinasi. Gerakan dakwah para akti­vis per­empuan ‘Aisyiyah Jawa Tengah sudah dilakukan dengan peng­­gerakan orga­­nisasi yang ideal, hal ini dapat dilihat dari berbagai koordi­nasi dan kerja sama antar lem­baga dalam organisasi. Solidnya kerja­sama yang dilaku­kan men­jadikan ‘Aisyiyah dapat mengaplikasikan kegiatan dakwah­nya di m­asya­rakat. Kegiatan dakwah yang dilakukannya secara lang­sung dapat berdampak positif bagi anggota dan masyarakat luas dari berbagai bidang kehidupan.
KENAKALAN REMAJA DAN KEDISIPLINAN: Perspektif Psikologi dan Islam Rahmawati, Nikmah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.742 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1458

Abstract

Kedisiplinan dan kenakalan remaja itu memang ada keterkaitan yang erat. Banyak yang membuktikan hal itu melalui berbagai penelitian yang telah disebutkan dalam pembahasan di atas. Dalam hal ini, kedisiplinan itu berkorelasi terbalik dengan kenakalan remaja. Artinya, jika seorang remaja itu disiplin dan menerapkan kedisiplinan tersebut di dalam berbagai aspek kehidupannya, maka remaja tersebut akan berkurang tingkat kenakalannya yang bersifat destruktif, bahkan akan tereliminasi sama sekali. Karena itulah, faktor terpenting dalam menghentikan kenakalan remaja adalah bagaimana menerapkan kedisiplinan pada diri remaja di dalam berbagai aspek kehidupannya. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI Nisa, Lulu Choirun
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.382 KB) | DOI: 10.21580/sa.v7i2.651

Abstract

Beberapa tahun terkahir ini anak usia dini dituntut untuk menguasai kemampuan berhitung sebelum masuk SD/MI. Sementara menurut psikologi mate­matika, keterampilan ber­hitung diijinkan untuk dipelajarkan ke anak asalkan konsep dasar pen­dukung­nya sudah dikuasai. Adapun kon­sep dasar pen­dukung dari keterampilan berhitung adalah ke­mampuan meng­urutkan, membandingkan, meng­umpul­kan, konsep him­pun­an, korespondensi satu-satu, dan bilang­an kardinal. Sebagaimana yang disampaikan oleh Piaget bahwa anak usia dini masuk pada tahapan sensorimotor dan praoperasi dimana pada tahapan ini anak belum mampu meng­gunakan aturan yang jelas atau logis, maka pembelajaran konsep berhitung dan pen­dukungnya tidak dapat di­sampai­kan secara formal. Oleh karena itu penggunaan media mutlak di­perlukan. Salah satu media yang dapat menjadi alternatif adalah media berbasis teknologi. Media ini mem­punyai banyak kelebihan, antara lain kemudah­an akses, tahan lama, mudah menyimpan­nya, serta dapat didesain secara fleksi­bel sesuai kebutuhan anak.Teknologi informasi juga sangat tepat untuk anak usia dini karena dapat orangtua/ pendidik dapat memasukkan unsur warna, musik, atau kari­katur yang sesuai dengan kesukaan anak. Adapun untuk menunjang keterampilan berhitung, anak dapat dikenalkan dengan kalkulator, Microsoft PowerPoint, internet, atau mobile teknologi seperti handphone dan tablet.
PEMIKIRAN GENDER MENURUT PARA AHLI: Telaah atas Pemikiran Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Engineer, dan Mansour Fakih Arbain, Janu; Azizah, Nur; Sari, Ika Novita
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.051 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1447

Abstract

Ajaran agama memiliki potensi dominan dalam penerapan ideologi gender yang bias. Dalam konteks itu pula, agama bisa memberikan inspirasi dan dorongan munculnya ketidakadilan gender. Bagaimana mungkin agama bisa berpotensi menimbulkan ketidakadilan? Tentu saja potensi ketidakadilan itu bukan bersumber dari prinsip agama, melainkan karena proses perkembangan agama yang didominasi oleh budaya patriarkhat. Untuk itu, ajaran agama harus ditinjau kembali dan dianalisis secara krisis, terutama ajaran tentang faktor kodrati atau ilahi dan faktor yang bukan kodrati.Pada dasarnya, setiap agama mengajarkan bahwa manusia diciptakan sama derajatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Terdapat beberapa pemikir yang memiliki perhatian besar atas persoalan gender telah mengupas secara teo­retis, dan metodologis, diantaranya Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Engineer, dan Mansour Fakih. 
ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM NIKAH SIRI Khoiriyah, Rihlatul
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.673 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2094

Abstract

Marriage that is not registered to the office of religious affairs (KUA) is considered as Siri marriage. It often occurs in the society while invites pros and cons among them.  The perpetrators usually have different motivations to commit this kind of marriage. Un­fortunately, marriage law does not set unequivocally about the legal status of Siri marriage. But it emphasizes the importance of registered marriage as a legal event. The registration of marriage has significance to the various events that are resulted from the marriage: the administration of population and the guarantee of civil rights for the concerned parties. The occurrence of Siri marriage will cause problems for the perpetrators and their families, both legal and social problems. Nevertheless there are positive and negative values in this marriage. So, the aspects of maslahat and madlarat should be considered in order to realize the legitimate purpose of marriage._________________________________________________________Perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dikenal sebagai kawin siri. Perkawinan ini sering terjadi dalam masyarakat dan mengundang pro dan kontra diantara mereka. Pe­laku kawin siri mempunyai berbagai ragam motivasi yang ber­beda satu dengan lainnya. Sayangnya, hukum perkawinan tidak meng­atur secara tegas tentang status hukum kawin siri. Hukum per­kawin­an hanya menekankan arti pentingnya pencatatan per­kawinan sebagai sebuah peristiwa hukum. Pencatatan perkawinan ini mempunyai arti penting terhadap berbagai peristiwa yang di­timbulkan sebagai akibat adanya perkawinan baik administrasi kependudukan maupun jaminan hak-hak keperdataan bagi para pihak yang berkepentingan. Terjadinya kawin siri akan menimbul­kan problematika bagi para pelakunya dan keluarganya, baik pro­blematika hukum maupun problematika sosial. Meskipun demikian terdapat nilai positif dan negatif pada kawin siri tersebut. Oleh karena itu harus dipertimbangkan aspek maslahat dan madlarat agar perkawinan siri tersebut sesuai dengan tujuan di­syari’at­kan­nya perkawinan.
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK DALAM DAY CARE Hikmah, Siti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.302 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.640

Abstract

Pengasuhan anak menjadi salah satu persoalan yang banyak dialami terutama oleh para ibu yang bekerja di sektor publik. Kesulitan untuk mencari pengasuh (baby sitter) yang sesuai harapan menjadikan day care menjadi pilihan alternatif. Persoalannya tidak semua day care memenuhi harapan para orang tua. Memilih day care yang baik dan memenuhi standar menjadi sebuah keharusan bagi orang tua. Jika tidak, maka perkembangan psikologis anak menjadi taruhannya. Day care menjadi sebuah pilihan yang tepat apabila mampu memainkan perannya sebagai ‘pengganti orang tua’ dalam proses perkembang­an anak dalam berbagai dimensinya baik per­kembang­an bahasa, fisik, sosial, emosi dan psikologisnya.
MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK: Antara Mengembangkan Bakat dan Ekploitasi Nihayah, Ulin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.066 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1429

Abstract

Pengembangan potensi anak melalui pengembangan bakat minat salah satunya dilakukan dengan mengikuti acara ajang pencarian bakat minat ditelevisi. Hal ini menimbulkan dilematis, dengan tujuan ingin mengembangkan potensi yang ada, anak lebih cepat terkenal dan mendapatkan karir dalam dunia hiburan anak juga menjadi korban eksploitasi. Ironisnya mereka tidak tahu atau mungkin tidak sadar atas apa yang telah hilang di kehidupan mereka, kesempatan untuk belajar secara optimal dan masa-masa bermain mereka karena terlalu terfosir dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan itu saja, pengembangan potensi anak dengan beberapa ajang ter­sebut, dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang lumrah, bahkan di­jadikan alasan bagi pendidikan anak agar mampu mandiri di masa dewasanya kelak, padahal hal tersebut merupakan sebuah eks­ploitasi anak.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol 18, No 2 (2023): October Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue