cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
PENGARUH MINAT DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPUTUSAN WANITA MUSLIM BERWIRAUSAHA Nurudin, Nurudin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.347 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2085

Abstract

Entrepreneurship is the creative and innovative ability that is used as the basis, the tips and resources to find opportunities for success. Currently, many women are moved to create a variety of businesses that can be used as a foundation of life. Entrepreneur­ship is based on interest and family environment. Interest is the source of motivation that encourages a person to do the dream. Furthermore, the business experience of the family will provide an indirect experience to a person to have an entrepreneurial interest.The purpose of this study is to determine the influence of family interest and environment on the decision of Muslim women entrepreneurship. The population in this study is all Muslim women who entrepreneurship in the Village Sukodono Bonang District Demak District with a total sample of 30 respondents. Analytical techniques in this study using multiple linear regression analysis techniques.The results showed that the interest (X1) has a significant effect on the decision of Muslim women entrepreneur­ship with p value (sig) of 0.048 below 0.05. Similarly, the family environment variable (X2) has a significant influence on the decision of Muslim women entrepreneurship, this is indicated by p value (sig) of 0.004 below 0.05._________________________________________________________Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Saat ini, wanita pun banyak yang tergerak untuk membuat berbagai macam usaha yang dapat dijadikan tumpuan hidup. Kewirausahaan dilatar belakangi oleh faktor minat dan lingkungan keluarga. Minat merupakan sumber motivasi  yang men­dorong seseorang untuk melakukan hal yang diimpikan. Selanjut­nya, pengalaman usaha dari keluarga akan memberikan peng­alaman secara tidak langsung kepada seseorang untuk me­miliki minat berwirausaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat dan lingkungan keluarga terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita muslim yang berwirausaha di Desa Sukodono Ke­camatan Bonang Kabupaten Demak dengan jumlah sampel se­banyak 30 responden. Teknik analisa dalam penelitian ini meng­gunakan teknik analisa regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Minat (X1) berpengaruh signifikan terhadap ke­putusan wanita muslim berwirausaha dengan dengan p value (sig) sebesar 0,048 di bawah 0,05. Begitu juga variabel lingkungan keluarga (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha, hal ini ditunjukkan dengan p value (sig) sebesar 0,004 di bawah 0,05.
KONSEP-KONSEP TENTANG GENDER PERSPEKTIF ISLAM Maslamah, Maslamah; Muzani, Suprapti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.513 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.636

Abstract

Islam selalu menempatkan semua hal pada posisi yang se­imbang. Islam juga menempatkan Laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki posisi seimbang dan sama. Meskipun demikian, masih banyak anggapan membedakan peran dan ke­dudukan laki-laki dan perempuan. Faktor penyebab pem­beda­an kedudukan ini diantaranya adanya kesalahan pemahaman dalam mengkonstruksi peran sosial antara laki-laki dan per­empuan sebagai akibat dari interpretasi teks suci al-Qur’an secara particular dn terkesan tidak utuh. Hal ini tentu meng­akibatkan terjadinya konsepsi-konsepsi yang tidak se­imbang dalam me­nempatkan posisi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan masyarakat. Islam telah meletakkan dasar filosofis dan argu­men­tative dalam menempatkan kedudukan laki-laki dan per­empuan secara seimbang. Oleh karenanya, meletakkan keduduk­an laki-laki dan perempuan secara se­imbang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan menjadi salah satu upaya jalan tengah yang harus ditempuh para Muslim dan Muslimat.
STRATEGI SEMIOTIK KAMPANYE IKLAN SUSU FORMULA SETELAH LAHIRNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI PEREMPUAN Nugroho, Panji Suryo
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.063 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.670

Abstract

Rendahnya angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia diduga kuat salah satu penyebabnya karena gencarnya promosi susu formula yang salah satunya melalui iklan di berbagai media massa. Strategi semiotik yang dibangun ternyata mampu meng­hambat kampanye ASI di Indonesia. Bagaimana strategi semio­tik itu tampak dalam iklan yang akan menjadi fokus tulisan ini. Metoda yang digunakan adalah analisis semiotik yang diharap­kan dapat menangkap makna sekaligus menguak strategi semiotik iklan susu formula melalui sistem pertandaan yang di­bangunnya. Hasil penelitian menunjukkan dua strategi tampak dalam iklan susu formula yaitu pertama dengan adanya janji atau mimpi bagi para orang tua untuk mampu memenuhi mitos menjadi orang tua sempurna dengan salah satu keberhasilannya adalah mempunyai anak sempurna alias anak bintang. Strategi semiotik kedua adalah dengan brand tunggal untuk susu formula bayi dan balita sehingga menjadikan konsumen tidak awas akan perbedaannya. Kedua strategi ini terbukti dapat me­lumpuhkan tingkat pem­berian ASI di Indonesia sehingga berada di titik yang meng­khawatir­kan. Penelitian lanjutan yang di­saran­kan dapat berupa studi lapangan tentang bagaimana modus pemasaran dijalankan di tataran praktek melalui kegiatan-kegiatan di berbagai sekolah atau pusat perbelanjaan yang disponsori oleh perusahaan susu formula, kegiatan pe­nelitian dan seminar-seminar yang dibiayai oleh perusahaan susu formula, hingga wawancara dengan tenaga ahli kesehatan terutama para bidan di daerah tentang praktek pemasaran lang­sung yang dijalankan perusahaan susu formula terutama setelah lahirnya PP ASI.
STRATEGI PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK Zamroni, Amin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.742 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1544

Abstract

Moral education for children should be done as early as possible. So when they grow into adult, they have good personality. Parents especially mother has the most important role to educate their children because she is the first madrasah for her children. A child is like a clean white paper with no stain, while parents have freedom to paint any colors as they want. Good and bad morality depends on the education provided by their parents. Therefore, parents and teachers should have such methods to educate their children at home and school in order to become a shalih-shalihah children. The moral education methods include habituation, exem­plary method, advice and attention. Further­more, moral education strategy is divided into two namely direct and indirect educations. Direct education includes exemplary, suggestion, and practice. While in­direct education includes prohibition, punish­ment, reward and supervision._________________________________________________________Pendidikan akhlak pada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Sehingga ketika dewasa anak tersebut mempunyai akhlak yang mulia. Orang tua terutama ibu mempunyai peran paling penting dalam mendidik anaknya, karena ia merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang anak ibarat kertas putih bersih tanpa noda, sedangkan orang tua mempunyai kebebasan untuk mem­beri­kan warna apapun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Baik dan buruknya akhlak anak tergantung pada pendidikan yang diberi­kan oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua maupun guru yang akan mendidik anak di rumah maupun disekolahan harus mem­­­­punyai metode, agar nantiya bisa mendidik anak dengan baik dan menjadi anak yang shalih-shalihah. Metode pendidikan akhlak diantaranya adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode nasihat dan metode perhatian. Kemudian untuk strategi pendidikan akhlak­nya ini dibagi menjadi dua yaitu pendidikan langsung dan pendidikan tidak langsung. Pendidikan langsung di­antaranya adalah keteladan­an, anjuran, latihan. Pendidikan tidak langsung diantara­nya adalah larangan, hukuman, hadiah dan peng­awasan.
The Reciprocal Paradigm of Tafsīr al-Miṣbah and Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr on Surah al-Baqarah verse 222 about Menstruation Blood Millati, Halya
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.395 KB) | DOI: 10.21580/sa.v16i1.7404

Abstract

Misogynistic interpretation of women on their menstruation period as "a dirt" that emerged from pre-Islamic Arab society and some classical commentators opened vast space for critics. One of the critics is the interpretation of al-Baqarah verse 222 as an effort to maintain reproduction health. This paper compares the inter­pretation of al-Baqarah verse 222 in Tafsīr al-Miṣbaḥ by Quraish Shihab, and Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, by Ibn 'Āshūr. These two interpretations are taken because they have relatively similar interpretations when interpreting al-Baqarah verse 222, even though the author's historical setting is different. With the comparative method and theory of qirā’ah mubādalah, this paper answers how the interpretation of Quraish Shihab and Ibn 'Āshūr on al-Baqarah verse 222 and how the linearity of that inter­pretation is. This paper finds, firstly, that Quraish Shihab and Ibn 'Āshūr agree in interpreting al-Baqarah verse 222 with the prohibition of intercourse, while the wife is on her period to maintain re­production health and interpret adhā as an uncomfortable condition. It's just that Quraish Shihab defines adhā as distur­bance, while Ibn 'Āshūr means al-ḍarr (injury or danger). Secondly, the two interpretations use a reciprocal paradigm with the evidence of the meaning of adhā as a disturbance or risk that can be occurred both women and men.
MELINDUNGI ANAK DARI KONTEN NEGATIF INTERNET: STUDI TERHADAP PERAMBAN WEB KHUSUS ANAK Ulinnuha, Masyari
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.077 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.661

Abstract

Dunia teknologi dan internet berkembang sangat pesat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Imbasnya, jumlah pengguna internet saat ini semakin besar dan bertambah terus setiap harinya. Sebagian dari pengguna internet tersebut adalah anak-anak. Sementara banyak sekali situs web yang tidak layak men­jadi konsum­si anak-anak. Untuk itu diperlukan pembatasan bagi anak-anak dalam mengakses situs web.Tulisan ini mem­bahas be­berapa peramban web khusus anak. Ada 4 peramban yang dibahas yaitu KidZui, Hoopah Kidview Computer Explorer, Peanut Butter PC dan NoodleNet. Keempat peramban tersebut dengan segala ke­lebihan­nya bisa menjadi alternatif untuk mem­batasi anak dari dunia internet yang sangat luas. Namun keempat peram­ban tersebut tetap mempunyai kelemahan se­hingga peran orang tua tetap di­perlu­kan agar anak tidak ter­jebak ke dalam situs yang tidak layak.
PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU TERHADAP PEMILIHAN PONPES SEBAGAI TEMPAT PENDIDIKAN BAGI ANAK Nurkhasanah, Yuli
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.243 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1465

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menarik yang terjadi di Pondok Ngruki Surakarta. Maraknya pemberitaan berbagai media massa tentang Pondok Ngruki yang dikaitkan oleh berbagai aksi teror di Indonesia dan berujung pada terbentuknya asumsi negatif publik bahwa Pondok Ngruki merupakan sarang teroris, tidak menyurutkan para orang tua untuk tetap menyekolahkan anaknya di pondok ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi dan motivasi para orang tua terhadap pemilihan Pondok Ngruki sebagai tempat pen­didikan anak di tengah asumsi publik tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme. Penelitian kuali­tatif ini menggunakan teknik analisis des­kriptif, dan teknik pemerolehan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menyebutkan bahwa persepsi para orang tua terhadap asumsi dan pemberitaan berbagai media umum tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme yang terjadi di Indonesia adalah negatif, hal itu disebabkan oleh hasil persepsional mereka yang dibentuk media berbanding terbalik dengan hasil persepsional atau penginderaan mereka secara langsung. Proses Belajar Mengajar (KBM) dan kegiatan-kegiatan di asrama berjalan normal dan wajar, sebagaimana yang terjadi di pesantren-pesantren lain. Motivasi terkuat para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di Pondok Ngruki adalah motivasi internal yang bersifat mental, yaitu dorongan untuk mendapatkan kebaikan dan kebenaran pada anak. Kebaikan supaya anak mereka menjadi anak salih yang mempunyai bekal ilmu agama dan umum, serta kebenaran- supaya anak mereka memahami kebenaran ajaran agama Islam dan mampu mengamalkan dalam kehidupan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa persepsi para orang tua terhadap asumsi dan pemberitaan media tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme; negatif dan persepsi mereka tentang KBM; positif, sehingga mereka mempunyai motivasi internal yang kuat untuk menyekolahkan anak di Pondok Ngruki.
Reclaiming Identity: Women, Social Exclusion, and Resistance in Bumi Manusia Sofi, Muhammad Jauhari; Basiri, Nasim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.891 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i2.6646

Abstract

This paper aims to unveil the gender-based prejudice and the colonial state's policies that systematically exclude Native women by considering Pramoedya A. Toer's Bumi Manusia. It focuses on how women are excluded from useful social life participation and resist such unfair treatment to reclaim their own identity. A close textual analysis with postcolonial and feminist discourses was used in this literary study to interpret particular feelings, experiences, and events in the novel. After a comprehensive examination, the study found that women during the Dutch occupation in Java were denied their rights, freedom, and opportunities crucial to their social integration; they had to live their lives according to the interests of the ruling classes, i.e., the men and the white Europeans. Various forms of resistance, ranging from the lowest opposition mode to open rebellions, have been articulated as a response to the said social exclusion. In this sense, the novel exposes a female character that can take on a new form of existence. The insights gained from this study might be of assistance to confirm the awakening of women's conscious­ness in struggling against the oppressive power of sexism and racism in early twentieth century Java.
PENANGANAN BERBASIS RUMAH SAKIT TERHADAP KORBAN KEKERASAN BERBASIS GENDER Kusmanto, Thohir Yuli
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.107 KB) | DOI: 10.21580/sa.v7i2.652

Abstract

Kekerasan berbasis gender telah ada dan menjadi bagian dari kehidupan umat manusia selama peradaban ini ada. Beragam faktor yang melatar belakanginya. Namun persoal­an tersebut hingga saat ini masih kurang menjadi perhatian publik. Bahkan cenderung diisolasi agar tidak menjadi konsumsi publik. Mayoritas korban tindak kekerasan ber­basis gender adalah perempuan dan anak-anak. Perempu­an rentan menjadi korban tindak kekerasan karena mereka lemah dan tidak berdaya, akibat dari relasi gender yang tidak adil dan setara. Laki-laki cen­derung dominan dalam relasi gender. Fenomena tersebut bisa dilihat dalam ber­bagai data baik di media ataupun lembaga sosial yang punya perhatian menangani kasus ini. Dalam per­kembang­an saat ini, terutama pasca reformasi perhatian publik ter­hadap persoalan tindak kekerasan berbasis gender me­ningkat. Banyak lembaga sosial kemasyarakatan dan juga lembaga layanan publik yang memberikan layanan pe­nanganan korban tindak kekerasan berbasis gender, diantaranya Pusat Krisis Terpadu (PKT) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. PKT RSCM merupakan pioner dari lembaga pe­nanganan korban kekerasan ber­basis gender yang berbasis rumah sakit. Dalam makalah ini penulis berupaya mengemukakan dinamika PKT RSCM dalam perjuangannya untuk menangani korban kekerasan berbasis gender.
RELEVANSI PEMIKIRAN FEMINIS MUSLIM DENGAN FEMINIS BARAT Mahfud, Dawam; Nazmi, Nafatya; Maula, Nikmatul
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.134 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1448

Abstract

Konstruksi gender dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh agama dan ideologi yang dianutnya, maka wacana teologi gender mulai bergulir. Anggapan bahwa pemahaman agama bias gender membuat arah baru gerakan feminisme, dimana para feminis mulai menawar­kan pemaknaan baru terhadap agama sekaligus membongkar dogma-dogma agama yang telah mapan dan dianggap membelenggu kaum perempuan. penulis akan membahas tentang apa saja yang diberikan penjelasan relevansi antara pemikiran feminis Islam dengan pemikiran feminis Barat. kedudukan kaum perempuan di Barat sangat ter­kungkung, baik dalam kehidupan rumah tangga sebagai istri maupun yang berkenaan dengan hak-hak kemasyarakatan. Posisi kaum perempuan pada saat itu tak begitu jauh bedanya dengan kedudukan perbudakan yang diperlakukan semena-mena, pada waktu itulah timbul di benua Eropa gerakan perempuan yang dinamakan gerakan emansipasi. Ketika wacana teologis tentang perempuan dibuka dan menjadi diskursus yang cukup ramai, maka pembahasan dogma-dogma agama mulai muncul dan berkembang.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol 18, No 2 (2023): October Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 16, No 1 (2021): April Vol 15, No 2 (2020): October Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue