cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 2 (2023)" : 8 Documents clear
Melampaui dari Sebuah Simbol Semangka: Memahami Konflik Palestina-Israel dalam Instagram Henky Fernando; Yuniar Galuh Larasati
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4486

Abstract

Diseminasi isu-isu konflik Palestina-Israel dalam media sosial Instagram tidak hanya merupakan sebuah ekspresi simbolik, tetapi juga memuat orientasi makna yang begitu kompleks dan kontekstual. Namun konteks tersebut belum dibahas secara ilmiah dalam studi-studi yang pernah dilakukan sebelumnya. Selain merespon kekurangan dari studi-studi yang pernah dilakukan, studi ini juga didasarkan pada pertanyaan bagaimana orientasi makna konflik Palestina-Israel yang diseminasikan dengan menggunakan simbol-simbol semangka dalam Instagram. Untuk merefleksikan dan menjawab pertanyaan tersebut studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam mengivestigasi situasi, kondisi, dan preferensi makna konflik Palestina-Israel yang diseminasikan dalam tagar #semangka dalam Instagram. Studi menyoroti tiga temuan penting; Pertama, diseminasi isu-isu konflik Palestina-Israel dalam Instagram dengan menggunakan simbol-simbol semangka berorientasi pada makna-makna yang bersifat evaluatif terhadap implikasi konflik. Kedua, diseminasi isu-isu konflik Palestina-Israel dalam Instagram dengan menggunakan simbol-simbol semangka berorientasi pada makna-makna yang bersifat rekomendatif sebagai resolusi konflik. Ketiga, diseminasi isu-isu konflik Palestina-Israel dalam Instagram dengan menggunakan simbol-simbol semangka berorientasi pada makna-makna yang bersifat progresif sebagai preferensi hidup pasca konflik.
Konsep Tuhan dan Ajaran Agama Yahudi Muhamad Hilmi Pauzian
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4564

Abstract

Membahas tentang konsep ketuhanan dan ajaran agama Yahudi. Tulisan ini menggunkan penelitian Library Research (studi pustaka) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan begitu peneliti mengumpulkan informasi dan data penelitian ini dengan mendalam berbagai litelatur, buku , artikel jurnal dan referensi lainnya yang relevam dengan objek penelitian ini. Hasil dan pembahasan meliputi Asal-usul agama, sejarah Yahudi, Tuhan agama Yahudi, kitab-kitab ajaran agama Yahudi, dan upacara keagamaan agama Yahudi. Penelitian ini menyimpulkan Monoteisme, atau kepercayaan pada satu tuhan yang maha kuasa, merupakan konsep ketuhanan Bangsa Yahudi. Kata Tuhan dalam agama Yahudi adalah YHWH, yang diucapkan “Yahweh”. Akan tetapi kalo melihat sejarah  orang Yahudi tidak mengenal dan menyembah Tuhan seperti yang diperintahkan oleh para nabi. penyembahan terhadap YHWH terbagi kedalam tiga fase yaitu penyembahan sebelum didirikan Haikal, YHWH dan Hikal, dan penyembahan setelah kehancuran Haikal. Ajaran-ajaran Agama Yahudi bersumber dalam kitab-kitab suci yaitu pertama, kitab lama (Old Testament) yang terdiri dari Tauret, Nevi’im, Kethuvin. Kedua,Talmud. Upacara keagamaan yang dilakukan oleh Agama Yahudi yaitu Paskah, Pantekosta, Sabath, Hag Hammassot, Hig  Holiy Days,Tahun baru Rakyat  ( Rosh Hashanah),Fesival perdamaian (Yom Kippur), Festival pondok daun (Sukkot),Festival sukacita Taurat, Hanukkah, Pesta Undin  (Purim), Hari Duka Nasional (Tesha be-AB).
The Impact of COVID-19 Pandemic on Spirituality of Muslim and Christian Youth in Banjarmasin Dewi Agustina; Basrian; Muhammad Sandi Rosyadi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4650

Abstract

COVID-19 cases in South Kalimantan have reached a peak of the most cases, specifically around 70 thousand cases in 2021. The data had shown that there were new obstacles and challenges for the youngsters to maintain their spirituality and religiosity. Initially, the youngsters could participate in religions and spiritual congregate traditions, but during the pandemic all of these activities were restricted. This research aims to find out the pattern of Muslim and Christian youth’ religious worship activities that were felt during the COVID-19 pandemic in Banjarmasin and knowing the increase or decrease in spirituality. This research uses field research with phenomenological approach. This research concludes the pattern of worship activities for Muslim youngsters’ increases in terms of quantity, but for the Christian youngsters the sense of togetherness in worship tends to decrease because it is carried out by virtual meeting. The COVID-19 pandemic has a deep meaning for some of them that is being able to spend more intensive time with their family. The impact of COVID-19 on spirituality of the youngsters has increased, normal and decreased from prayer fulfilment, universality and connectedness aspect Keyword: COVID-19 in Banjarmasin; Spirituality; Muslim; Christian
Konsep Monoteisme Agama: Personifikasi dan Simbolisasi Tuhan dalam Kitab Suci Agama-Agama An-Najmi Fikri; Rahmad Ir. Limbong; Juwanda Adi Kusuma; Muhammad Ghifari Makarim
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana simbol atau personifikasi dapat menjembatani hal-hal yang profan dari Tuhan ke dalam realitas manusia. Simbol-simbol agama sebagai perwujudan Tuhan memiliki nilai sakralitas yang tertinggi karena terbangun oleh struktur-struktur ajaran agama yang berasal dari teks kitab suci. Penelitian ini dibatasi pada tiga agama karena memiliki konsep teologis yang sama yaitu monoteisme dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan berbasis library research dengam sumber yang terkait terutama sebagai data primer adalah kitab suci masing-masing agama yaitu Veda, Tipitaka dan Al-Qur’an. Sebagai alat analisis bantu membandingkan simbolisasi Tuhan dalam kitab suci, teori semiotik digunakan untuk menganalisis simbol dari masing-masing agama. Hasil penelitian ini ditemukan, konsep teologis monoteisme dalam simbol agama Hindu, Budha dan Islam memiliki persamaan dan terdapat perbedaan pada agama Islam yang tidak menyimbolkan Tuhan ke dalam bentuk simbol atau bentuk. Pada hal perbedaan tersebut disebabkan karena faktor pola struktur keyakinan, peribadahan, dan komunal dalam ajaran kitab suci dari masing-masing agama.
Sumbangsih Pemikiran Robert Bellah Mengenai Civil Religion Terhadap Moderasi Beragama di Nusa Tenggara Timur (NTT) Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4687

Abstract

Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi ini sudah lama dikenal sebagai daerah yang tinggi angka toleransinya. Masing-masing umat beragama menerima sesamanya yang berbeda tanpa pandang bulu. Ini adalah suatu prestasi yang harus terus-menerus dipertahankan. Melalui tulisan ini, akan dilihat bagaimana sinergitas umat beragama merawat persatuan dengan memakai teori Civil Religion, Bellah pisau bedah. Civil Religion yang dikemukakan oleh Bellah selalu relevan untuk dihidupi dalam konteks kemajemukan. Menariknya, Civil Religion tidak menjadikan agama sebagai titik pijak tetapi kearifan lokal atau nilai-nilai kemanusiaan yang dikembangkan. Hal ini sejalan dengan lahirnya moderasi beragama yang mengedepankan dialog dan penerimaan positif pada sesama yang beragama lain. Untuk bisa mencapai target akhir penulis, maka pendekatan kualitatif, yaitu penelitian berdasarkan kepustakaan akan menjadi metode yang dipilih dalam tulisan ini. Akhirnya, semoga dengan diselesaikannya tulisan ini, pikiran Bellah bisa dikenal dan terus dihidupi.
Pesantren dan Moderasi Beragama: Studi Terhadap Pesantren Mahasiswa Sharif Hidayatullah Kota Kediri M Thoriqul Huda; Riyadus Sholichin Dudus; Nur Maria Setyorini; Maharani Laila Putri Warma; Alrista Qhori Asmonah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha menjelaskan mengenai moderasi beragama di Pesantren Sharif Hidayatullah Kota Kediri. Pesantren merupakan salah satu gerbang dalam mewujudkan kajian ilmu keislaman. Salah satu contoh di pesantren ini mengajarkan bagaimana cara mewujudkan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyyah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan library research. Sedangkan teknik dalam mengumpulkan data yakni menggunakan teknik wawancara dan observasi lapangan. Dengan teknik wawancara, kami mengambil narasumber yakni pengasuh dan beberapa santri pesantren Sharif Hidayatullah. Teknik observasi dilakukan dengan mengamati model sikap pengasuh dan santri pondok pesantren dalam kehidupan sehari-hari. Adapun temuan penelitian bahwa pengasuh pondok pesantren selain memberikan pembelajaran wasathiyyah kepada santri, beliau juga menerapkan nilai-nilai moderasi beragama/wasathiyyah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini ditunjukkan dengan terlibatnya pengasuh pondok menjadi pembicara di kalangan aliran yang berbeda dengan-Nya. Tujuan dari pembelajaran moderasi beragama/wasathiyyah ini adalah agar para santri tidak memiliki sikap mudah membid’ahkan atau menyalahkan orang lain. Dengan adanya pembelajaran moderasi beragama/wasathiyyah, santri yang sebelumnya tidak mengenal konsep tersebut menjadi paham mengenai nilai-nilai dan makna moderasi beragama
Literasi Agama dan Literasi Digital: Kasus Lagu Havenu Shalom Aleichem Zainal Pikri
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4779

Abstract

Abstrak Kontroversi nyanyian Havenu Shalom Aleichem (HSA) di Pondok Al-Zaytun memicu sebagian umat Islam mencari informasi tentang lagu ini. Hasil pencarian informasi ini kemudian dijadikan berita dan landasan fatwa. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber informasi digital tentang lagu HSA dalam pemberitaan Republika dan fatwa Bahtsul Masail (BM) Ma'had Aly Andalusia. Dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis dokumen pemberitaan oleh Republika dan dokumen BM berdasarkan teori literasi agama dan literasi digital. Kajian ini menemukan Republika dan BM menyatakan bahwa lagu HSA adalah nyanyian dalam ibadah agama Yahudi. Informasi ini tidak akurat dan timbul dari pengambilan informasi digital tanpa evaluasi yang memadai. Sumber yang otoritatif menjelaskan lagu HSA adalah lagu sekuler bukan nyanyian dalam ibadah agama Yahudi. Penelitian ini menunjukkan dari sisi literasi agama, bagi umat Islam Indonesia, yang terpenting untuk diketahui adalah pengetahuan tentang ibadah agama lain. Kata kunci: literasi agama, literasi digital, lagu, ibadah. Abstract The controversy over the singing of Havenu Shalom Aleichem (HSA) at Pondok Al-Zaytun triggered some Muslims to seek information about this song. The results of this information search are then used as news and the basis for a fatwa. The aim of this research is to identify and evaluate digital sources of information about HSA song in Republika reporting and Bahtsul Masail (BM) Ma'had Aly Andalusia's fatwa. Using a case study approach, this research analyzes news documents by Republika and BM documents based on theories of religious literacy and digital literacy. This study found that Republika and BM stated that the HSA song was a song in Jewish worship or liturgy. This information is inaccurate and arises from the browsing of digital information without adequate evaluation. Authoritative sources explain that HSA songs are secular songs, not songs in Jewish religious services. This research shows that in terms of religious literacy, for Indonesian Muslims, the most important thing to know is knowledge about the ritual of other religions. Key words: religious literacy, digital literacy, song, liturgy.
Menyelami Allah Melalui Pengalaman:: Pemikiran Teologi Divinitas Karl Rahner Royke Maringka; Milton T Pardosi; Alvyn Hendriks
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4797

Abstract

Eksistensi Allah dapat dikenali dan diselami dengan berbagai cara. Teologi divinitas meramu metodologi yang dapat menolong manusia untuk mengetahui eksistensi Allah yang ilahi. Gagasan Karl Rahner sehubungan dengan teologi divinitas memberikan alternatif kontribusi bagi percakapan mengenai Allah. Artikel ini berpendapat bahwa gagasan Rahner mengenai pengalaman manusia, Kristologis-Pneumatologis dan teori teologi simbol merupakan cara yang ditawarkan yang bisa menjadi opsi bagi para pencari Allah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis kritis, penelitian ini mengumpulkan data dari buku dan artikel jurnal yang menjadi tulang punggung utama membangun ide-idea teologis. Sebagai kesimpulan, pemikiran Rahner memberikan peluang baru bagi diskusi teologi divinitas namun berpeluang menghilangkan partikularitas Kekristenan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8