cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 249 Documents
KONTROVERSI MAKNA DAN KONSEP JIHAD DALAM ALQURAN TENTANG MENCIPTAKAN PERDAMAIAN Deni Irawan
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2014.1001-05

Abstract

The word jihad is inter preted in various meaning. Some inter prets it in a nega- tive and destructive connotations, others inter pret it as noble actions. The de- bate on the meaning of jihad are endless as long as there is no clear definition and restrictions which actions are considered as jihad and which ones are not. In order to find the true meaning of jihad, this paper examines the word jihad, both from the Qur’anic perspective and academia discourses.
NEW AGE DAN PENDEKATAN ‘GADO-GADO’ TERHADAP AGAMA (MENCERMATI GERAKAN SPIRITUAL ANAND KRISHNA) Faiz, Fahruddin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 1 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2004.%x

Abstract

Fenomena New Age merupakan modern life symptom yang berakar dari ketidakpuasan. Unsur utama yang menjadi akar ketidakpuasan tersebut adalah keringnya dunia modern dari spiritualitas. Hidup modern terlalu diwarnai oleh fenomena materialistik. Munculnya New Age merupakan “alternatif” bagi agama yang “kurang” mewarnai kehidupan modern. Salah satu gerakan New Age di Indonesia yag paling presstisius adalah Anand Ashram yang dipimpin oleh Anand Krishna. Artikel ini mencoba menelusuri bagaimana gerakan New Age  melihat. Dengan pendekatan filosofis penulis ingin memunculkan spirit baru dari gerakan New Age diantara Agama-Agama yang telah ada sebelumnya.Kata kunci: New Age, gerakan Symptom, Anand Krisna
LEGITIMASI KEKUASAAN ELIT AGAMA DI KEDIRI Khaerul Umam
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2017.1302-04

Abstract

The role of religious elites (read: religious leaders) in the City of Kediri cannot be separated from its influence as a bearer of religious teachings. Religion as an institution that teaches values requires humans to bring it so that it can be conveyed to all humans. The role of religious leaders is dialectical with the needs of society. Although on the one hand he teaches religion, which has strict rules and restrictions, but in practice, these elites must be able to read the socio-cultural dynamics that exist in society, so that religion and society can go hand in hand without having to negate one another. On the other hand, the community is either voluntary or forced to recognize the power possessed by religious elites, in addition to fulfilling spiritual needs that can only be obtained from the elites, as well as an effort to maintain the values agreed upon by the community.
Pajak Kepala bagi Non-Muslim (Jizyah) dan Tarif Bea Cukai ('Usyur) dalam Ekonomi Islam Fajri, Rahmat
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2007.%x

Abstract

Secara finansial, sumber pendapatan negara yang masuk ke Baitul Mal antara lain adalah jizyah dan 'ushur. Seluruh pendapatan oegara ditujukan untuk menjamin terwujudnya kesejahteraan sosial seluruh penduduk, baikmuslim maupun non muslim. Adapun pajak kepala yang dikenakan kepadapenduduk non-muslim (jiVab) dipungut dari penduduk kafir zimmi sebagaikompensasi terhadap jaminan keamanan yang dia dapatkan. Jaminan iniberupa perlindungan kehidupannya yang meliputi hara benda, ibadahkeagamaan, dan pembebasan dari dinas militer. Analog dengan pungutanjizyah, terhadap masing-masing individu muslim adalah dikenakannya zakatfitri. Adapun 'usyur adalah paiak yang dikenakan pada barang daganganekspor-impor ketika melintasi wilayah Islam (bea cukai). Pajak ini tidaksaja dikenakan kepada pedagang kafir harbi, tetapi juga dikenakankepada pedagang zimmi dan pedagang muslim, meskipun dalam prosentasiyang berbeda.
[RESENSI] TEORI KAJIAN BUDAYA DAN TERAPANNYA Ahmad Buhori
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2014.1002-08

Abstract

Judul Buku: Cultural Studies di PTAI, Teori dan PraktekEditor: Ustadi Hamzah, Fahruddin Faiz, MuryanaTebal: 226 halaman (termasuk Cover)Penerbit: Laboratorium Religi dan Budaya Lokal (LABeL) Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran IslamCetakan Pertama: Tahun 2014
RELEVANSI AJARAN ETIKA SUNDA WIWITAN DI ERA MODERNITAS: STUDI ATAS NASKAH SANGYANG SIKSAKANDANG KARESIAN Novi Nur Azizah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2019.1502-03

Abstract

Etika Sunda Wiwitan merupakan sebuah nilai lokal yang mengajarkan tentang kehidupan kepada masyarakat Sunda. Dalam naskah Sangyang Siksakandang Karesian diajarkan tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia sebagai pribadi, dan manusia dengan masyarakatnya. Peneliti berasumsi bahwa ajaran nilai tersebut masih relevan untuk diaktualisasikan di era modern saat ini. Mengingat bahwa di era modern orang bisa menemukan jati dirinya; bisa mencari guru yang sesuai dengan keinginannya. Namun yang terjadi justru membentuk perilaku menyimpang dari ajaran dalam naskah Sangyang Siksakandang Karesian, misalnya perilaku egois, menyendiri, tidak suka bergaul, dan semacamnya. Penelitian ini mencoba mencari keterkaitan nilai ajaran dalam naskah Sangyang Siksakandang Karesian dengan budaya modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ajaran dalam naskah Sangyang Siksakandang Karesian memiliki nilai universal yang bisa diterapkan dalam budaya modern, seperti nilai untuk mencari guru yang baik dalam beretika dan berilmu tinggi, bersikap saling menghormati antar manusia, dan selalu menjaga dari sikap buruk.AbstractSundanese Ethics Wiwitan is a local value that teaches Sundanese people about life. In the text Sangyang Siksakandang Karesian is taught about human relations with humans, humans as individuals, and humans with their communities. Researchers assume that the teachings of these values are still relevant to be actualized in the current modern era. Given that in the modern era one can find one's true self; can find a teacher in accordance with his wishes. But what happens is that it forms deviant behavior from the teachings in the Sangyang Siksakandang Karesian manuscript, for example selfish behavior, being alone, not sociable, and the like. This research tries to find the correlation between teaching values in the Sangyang Siksakandang Karesian manuscript with modern culture. The results of this study indicate that the teaching values in the Sangyang Siksakandang Karesian manuscript have universal values that can be applied in modern culture, such as the value of looking for good teachers in ethics and high knowledge, being respectful between people, and always guarding from bad attitudes.Keyword: Sunda Wiwitan, Sangyang Siksakandang Karesian, modernitas.
PERAN SOSIAL VIHARA BUDDHA PRABHA DALAM MEMELIHARA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI YOGYAKARTA (STUDI PERAN ORGANISASI GENERASI MUDA CETIYA BUDDHA PRABHA [GMCBP] PERIODE 2016-2017) Sekar Wijayanti
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2017.1302-07

Abstract

Yogyakarta disebut dengan kota toleransi, tetapi saat ini justru tingkat intoleran di Yogyakarta semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat melalui berbagai kasus di Yogyakarta yang berlatarbelakang SARA, seperti penyerangan rumah ibadah, penutupan rumah ibadah, dan lain-lain. Salah satu cara untuk memelihara kerukunan umat beragama di Yogyakarta yaitu melalui peran sosial rumah ibadah. Vihara Buddha Prabha merupakan salah satu rumah ibadah di Yogyakarta yang memiliki peran sosial. Peran sosial Vihara Buddha Prabha yaitu sebagai tempat untuk menumbuhkan keharmonisan antar pemeluk agama dan memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama melalui berbagai macam kegiatan sosial. Kegiatan sosial di Vihara Buddha Prabha terbuka untuk masyarakat di Yogyakarta tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, dan budaya. Peran Vihara juga menunjukkan pada keterlibatan organisasi dalam melakukan usaha-usaha menciptakan kerukunan antar umat beragama melalui kegiatan vihara. Kegitan sosial yang terdapat di vihara diantaranya yaitu membersihkan vihara, talk show kesehatan bagi mahasiswa, donor darah, pembagian sembako, perpustakaan, dan meditasi. Melalui berbagai macam kegiatan sosial yang berhubungan dengan masyarakat dengan tidak membeda-bedakan agama, maka vihara mempunyai peran sosial sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan sosial seperti kerukunan, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori fungsionalisme Emile Durkheim.Kata Kunci : peran sosial, vihara, organisasi, dan kerukunan umat beragama
TEOLOGI PERDAMAIAN (LANDASAN HIDUP TANPA-KEKERASAN) Baidlowi, Ahmad
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 2, No 1 (2003)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2003.%x

Abstract

Perdamaian dan kekerasan merupakan dua sisi dari mata uang. Di dalam agama perdamaian merupakan inti dari ajaran yang ditawarkannya. Nilai-nilai itu muncul dalam konsep yang berbeda tetapi tetap mengusung ruh yang sama, yaitu perdamaian. Di dalam Islam, konsep perdamaian itu termanifestasikan dalam konsep salam, yang mempunyai konsekuensi yang luas di dalam setiap lini ajaran secara keseluruhan. Dari sisi manapun konsep ini berarkar dan berujung pada makna dari kata itu sendiri, sehingga konsep dasar Islam adalah salam. Dari perspektif inilah artikel ini mencoba menelusuri akar-akar konsep ini dari yang paling mendasar, kemudian secara teoretis dijabarkan dalam sebuah “teologi” yang selalu mengedepankan salam. Di samping itu, juga mengeliminir semaksimal mungkin aspek penafsifan yang polemis tentang perdamaian dan kekerasan.
BERAGAMA DALAM DUNIA ROH CYBER PANDANGAN JOHN D. CAPUTO Ngarjito Ngarjito
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2015.%x

Abstract

MAHASISWA DAN HUBUNGAN ANTARAGAMA (KAJIAN ATAS SIMPUL IMAN COMMUNITY YOGYAKARTA) Diki Ahmad
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2020.1602-07

Abstract

This article discusses Simpul Iman Community Yogyakarta as an organization formed from the results of dialogue. Simpul Iman Community Yogyakarta is a student organization with different religious university backgrounds that is UIN Sunan Kalijaga as a representation of Islam, UKDW as a representation of Christianity, and USD as a representation of Catholicism. This organization was born in response to the rise of violence in the name of religion and the number of students involved in it. This organization was formed as a forum for cooperation between students of different religions with scientific backgrounds in the religious studies and theology who would later become agents of change in the future. Therefore, as an organization formed from the results of dialogue, how the implementation of cooperation is realized in social life, and how the influence of Simpul Iman Community on social change.