cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2339269X     EISSN : 25806874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jambi Medical Journal is a Journal for Medical And Health Issues, in Scope: Medical Education, Farmakology, Mikrobiology, PUblic Health, Clinical Patology, Medical Nutrition, Clinical Medicine, Pediatric, Immunology, Patology Anatomi, Orthopedy, Obstetri and Gynekology, Internal Medicine, Endocrine and Metabolic, Genetics & Molecular Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PROFIL HISTOPATOLOGI MASTITIS KRONIS PADA SEDIAAN FORMALIN FIXED PARAFFIN EMBEDDED (FFPE) DI KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI Quzwain, Fairuz
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.493 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4119

Abstract

ABSTRAK Mastitis adalah kondisi peradangan payudara, yang mungkin atau mungkin tidak disertai dengan infeksi. Masititis kronis merupakan peradangan pada payudara yang terjadi kronis ditandai secara histopatologis adanya serbukan sel-sel radang kronis pada parenkim payudara. Di wilayah provinsi Jambi, kabupaten Sarolangun merupakan daerah endemis adanya kejadian infeksi spesifik, data yaang akurat didapatkan untuk kejadian tuberkulosis pada paru-paru, belum ada data yang signifikan untuk kejadian infeksi spesifik payudara pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi mastitis kronis dan profil klinis serta histopatologis mastitis kronis di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni menggunakan sample klinis dari pasien mastitis kronis. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok mastistis spesifik, granulomatosa dan mastitis non-spesifik. Kemudian dilakukan pemeriksaan histopatologis untuk duktuli, jenis sel radang, sel-sel epiteloid dan sel data langhanas. Kata kunci : Histopatologi, mastitis kronis, Formalin Fixed Parafin Embedded (FFPE)
PRESEPSI MAHASISWA TERHADAP LINGKUNGAN PEMBELAJARAN DI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI aurora, wahyu indah dewi; Shafira, Nyimas Natasha Ayu
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.411 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4198

Abstract

Abstract Background: In the learning environment of medical education institutions, every medical student will experience and undergo various learning activities. Therefore, medical education institutions should be able to create a comfortable learning environment for medical students without lowering the standard and quality of learning. Research Objectives: The purpose of this study is to determine student perception of the learning environment, so that it can be an input to the institution as an effort to optimize the learning environment of Medical Study Program Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University (PSKed FKIK UNJA). Method: The cross-sectional study was conducted at PSKed FKIK UNJA in April-October 2016 and involved 315 student respondents o the 2nd, 4th and 6th semesters. The perception data on the learning environment and learning strategy was obtained from the Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM) questionnaire and subsequently performed qualitative research with focus group discussion method (FGD) to confirm and explore student perception based on the questionnaire analysis result. Result: This research shows that 90% of students of PSKed FKIK UNJA have positive perception toward learning environment PSKed FKIK UNJA. From five categories of student perceptions of the learning environment, there are 13 statements that get negative response from students, this negative response indicates there are several students who are not satisfied with the elements that exist in the learning environment PSKed FKIK UNJA. Conclusion: It can be concluded that positive perception toward the learning environment shows the learning environment PSKed FKIK UNJA has been in accordance with student expectations. According to the students, the learning environment of PSKed FKIK UNJA has some drawbacks in terms of arrangement and coordination of lecture schedules by the academic and faculty members, unallocated break time of the students. The atmosphere of learning remains unconducive due to the lack and limited of infrastructure facilities, low supervision of cheating behavior, and lack of support systems for outstanding students and stressful students. Keywords: perception, learning environment, medical students Abstrak Latar Belakang: Di dalam lingkungan pembelajaran institusi pendidikan kedokteran, setiap mahasiswa kedokteran akan mengalami dan menjalani berbagai kegiatan pembelajaran yang bervariasi Oleh karena itu institusi pendidikan kedokteran harus dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang nyaman bagi mahasiswa kedokteran tanpa menurunkan standar dan kualitas pembelajaran . Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran sehingga dapat menjadi masukan kepada pihak institusi dalam upaya mengoptimalisasi lingkungan pembelajaran Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (PSKed FKIK UNJA). Metode: Penelitian cross sectional dilaksanakan di PSKed FKIK UNJA pada bulan April-Oktober 2016 dan melibatkan 315 responden mahasiswa semester 2, 4 dan 6. Data persepsi terhadap lingkungan pembelajaran dan strategi pembelajaran didapat dari kuesioner Dundee Ready Educational Environment Measure (DREEM) dan selanjutnya dilakukan penelitian kualitatif dengan metode diskusi kelompok terfokus (DKT) untuk mengkonfirmasi dan mengeksplorasi persepsi mahasiswa tersebut berdasarkan hasil analisis kuesioner. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 90% mahasiswa PSKed FKIK UNJA memiliki persepsi positif terhadap lingkungan pembelajaran PSKed FKIK UNJA. Dari lima kategori persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran , terdapat 13 pernyataan yang masih mendapatkan respon negatif dari mahasiswa , respon negatif ini menunjukkan masih terdapat mahasiswa yang tidak puas terhadap elemen-elemen yang ada pada lingkungan pembelajaran PSKed FKIK UNJA. Kesimpulan: Pada penelitian ini disimpulkan persepsi positif terhadap lingkungan pembelajaran menunjukkan lingkungan pembelajaran PSKed FKIK UNJA telah sesuai dengan harapan mahasiswa. Menurut pendapat mahasiswa, lingkungan pembelajaran PSked FKIK UNJA masih terdapat kekurangan dari segi pengaturan dan koordinasi jadwal kuliah oleh bagian akademik dan staf pengajar, waktu libur mahasiswa yang tidak teralokasi dengan baik, sarana prasarana yang masih kurang dan terbatas sehingga menyebabkan suasana pembelajaran tidak kondusif, kurangnya pengawasan terhadap perilaku mencontek, dan kurangnya sistem dukungan untuk mahasiswa yang berprestasi dan bagi mahasiswa yang mengalami stres. Kata kunci: persepsi, lingkungan pembelajaran, , mahasiswa kedokteran
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI aurora, wahyu indah dewi; Mulyani, Sri
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.178 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4199

Abstract

Abstract Background: Pregnant women must have adequate nutrition, for pregnant women essentially all require additional nutrients, but it is often a shortage of energy are protein and some minerals, such as iron. The number of iron deficiency in pregnant women in Indonesia is quite apprehensive because it reaches 40%. Thus raises fears of the loss of generations of Indonesia.To analyze knowledge and family support for compliance to consume iron tablets to pregnant women.Methods: This study is a quantitative research using analytic survey with cross sectional design. The sampling technique used is non-probability by accidental sampling with a sample of 95 respondents.Results: There was a significant relationship between the level of knowledge with adherence (p-value = 0.002) and the presence of a significant relationship between family support with adherence (p-value = 0.004).Conclusion: Of the 95 respondents who researched obtained respondents who do not comply is 73 (76.8%). Based on the data obtained can be seen that the variable knowledge and family support are factors that affect the compliance of pregnant women consume iron tablets. Keywords: Compliance, knowledge, and family support. Abstrak Pendahuluan: Ibu hamil pada dasarnya memerlukan semua zat gizi tambahan, namun yang terjadi adalah kekurangan energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi.Angka kekurangan zat besi pada ibu hamil di Indonesia cukup memprihatinkan karena mencapai 40 %.Sehingga menimbulkan kekhawatiran hilangnya generasi berkualitas Indonesia.Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi pada ibu hamil. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei analitik dengan desain Cross Sectional. Tekhnik pengambilan sampel non probability dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 95 responden. Hasil: Adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan (p-value = 0,002) dan adanya hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan (p-value =0,004). Kesimpulan: 95 responden yang diteliti didapatkan responden yang tidak patuh sebanyak 73 (76,8%). Di harapkan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang tablet zat besi dan patuh mengkonsumsi tablet zat besi. Kata Kunci: Kepatuhan, pengetahuan, dan dukungan keluarga
DETEKSI DINI OSTEOPOROSIS PASCA MENOPAUSE aurora, wahyu indah dewi; Humaryanto, Humaryanto
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.019 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4200

Abstract

Abstract                Osteoporosis occurs when the process of bone erosion and bone formation become unbalanced. The cells that cause bone erosion (osteoclasts) begin to make canals and holes in bone faster than the work of osteoblast-producing cells that create new bone to fill the hole, so bone decreases bone mass density and worsening bone microarchitecture Postmenopausal osteoporosis is caused by an estrogen deficiency. Estrogen plays a very important role in bone metabolism, affecting the activity of osteoblast cells and osteoclasts, including maintaining the work balance of both cells. Because osteoporosis is a disease that usually does not start with symptoms, the most important step in preventing and treating osteoporosis is early checking for early detection so that from this examination will be known next step. Keywords: Osteoporosis, Post menopause, Early Checking   Abstrak          Osteoporosis terjadi ketika proses pengikisan tulang dan pembentukan tulang menjadi tidak seimbang. Sel-sel yang menyebabkan pengikisan tulang (osteoklas) mulai membuat kanal dan lubang dalam tulang lebih cepat daripada kerja sel-sel pemicu pembentukan tulang (osteoblas) yang membuat tulang baru untuk mengisi lubang tersebut, sehingga tulang mengalami penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang, Osteoporosis pasca menopause disebabkan karena adanya defisiensi estrogen slot deposit 5000.  Estrogen memegang peran yang sangat penting dalam metabolisme tulang, mempengaruhi aktivitas sel osteoblas maupun osteoklas, termasuk menjaga keseimbangan kerja dari kedua sel tersebut. Karena osteoporosis merupakan suatu penyakit yang biasanya tidak diawali dengan gejala, maka langkah yang paling penting dalam mencegah dan mengobati osteoporosis adalah pemeriksaan secara dini untuk deteksi awal sehingga dari pemeriksaan ini akan diketahu langkah selanjutnya. Katakunci: Osteoporosis, Pasca Menopause, Deteksi dini
PROGRAM PELATIHAN STANDARIZED DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU OSCE aurora, wahyu indah dewi; Wijayanto, Rhendy
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.091 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4201

Abstract

Abstract A Good examination process for medical students must be able to mimic a real world situation. Decrement of number of patients, case complexity, and patient safety issue should be considered. Meanwhile using only one case with real patient does not represent competency sampling. Standardized Patient (SP) Program is a tool to facilitate medical student’s learning. SP is a normal person who is trained to portray real patient. SP can be use in both learning or assessment process of history taking, physical examination, clinical reasoning, diagnostics, therapy, and education. A well established SP system is very crucial. A sets of steps can be done to obtained a good SP system. It comprises: recruitment, training process, rehearsal, and conduction of examination. This article describes those points above while emphasizing on training process which include practical steps and general principals in order to obtain a well managed training. Keyword: standardized patient, training, clinical skill, OSCE Abstrak Proses ujian yang baik bagi mahasiswa kedokteran harus dapat menyerupai situasi nyata. Berkurangnya jumlah pasien, kompleksitas kasus, dan permasalahan keselamatan pasien harus dipertimbangkan. Sementara hanya menggunakan satu pasien sungguhan kurang dapat mewakili sampling kompetensi. Program Standardized Patient (SP) merupakan wahana untuk mendukung proses pembelajaran bagi mahasiswa. SP adalah orang normal yang dilatih untuk menggambarkan pasien sungguhan. SP dapat dipakai untuk proses belajar maupun assessment dari anamnesis, pemeriksaan fisik, penalaran klinis, diagnosis, pilihan terapi, dan edukasi. Terbentuknya sistem penyedia pasien standar dengan mutu yang konstan sangatlah penting. Serangkaian langkah dapat dilakukan untuk mewujudkan ketersediaan tersebut. Langkah tersebut meliputi: rekruitmen, training, gladiresik, dan pelaksanan ujian. Artikel ini membahas satu persatu bagian tersebut di atas dengan menekankan pada proses training yang membahas langkah demi langkah serta prinsip-prinsip utama dalam pelaksanaan training agar dapat berjalan dengan baik. Kata kunci: Pasien standar, pelatihan, keterampilan klinik, OSCE
KEMAMPUAN CLINICAL REASONING PADA UJIAN OSCE MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN KETIGA
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.04 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i2.4202

Abstract

Abstract Background: Clinical reasoning is one of the clinical skill competencies that must be owned by a doctor so it needs to be studied and tested. The OSCE is one method of assessment that can be used to assess the achievement of clinical reasoning. OSCE in the third year at Faculty of Medicine Islamic University of Indonesia (FM IUI) has been using clinical case OSCE so that can be used to assess clinical reasoning skill in addition to others clinical skills such as physical examination and clinical procedural skills. This study aimed to evaluate the clinical reasoning skills of students in the third year of the OSCE exam at FM IUI. Method: The cross sectional study method was used in this study. OSCE test result semesters 5 and 6 of the academic year 2015/2016 collected. Clinical reasoning skills of students in OSCE obtained from the score of the diagnosis ability in clinical case OSCE station. The difference between clinical reasoning skill on each OSCE station and its correlation with the written test on the corresponding block were analyzed. Result: There is differences between clinical reasoning skill in OSCE stations semester 5 and 6. There was no relationship between the score clinical reasoning skills at the OSCE with written test achievement on the corresponding block. Conclusions: The clinical reasoning skills on the OSCE semesters 5 and 6 do not illustrate the clinical reasoning skills of third-year medical students in this study. This study supports the need for further development of the assessment of clinical reasoning skills on the OSCE for medical students. Keywords : clinical reasoning, OSCE, medical student Abstrak Latar Belakang: Penalaran klinis atau clinical reasoning merupakan salah satu kompetensi keterampilan klinis yang harus dimiliki oleh seorang dokter sehingga perlu dipelajari dan diujikan. OSCE merupakan salah satu metode assessment yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian clinical reasoning. OSCE pada tahun ketiga di FK UII telah menggunakan kasus klinis untuk dapat juga menilai clinical reasoning disamping keterampilan klinis yang lain seperti pemeriksaan fisik dan tindakan prosedural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan clinical reasoning mahasiswa kedokteran pada ujian OSCE tahun ketiga di FK UII. Metode:Metode yang digunakan adalah cross sectional dari hasil ujian OSCE semester 5 dan 6 tahun akademik 2015/2016. Kemampuan clinical reasoning mahasiswa pada ujian OSCE didapatkan dari nilai kemampuan menegakkan diagnosis pada stasion OSCE yang berupa manajemen kasus klinis. Nilai OSCE direkap pada semua mahasiswa yang mengikuti ujian pada periode tersebut. Analisis dilakukan dengan melihat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar station OSCE dan menilai korelasinya dengan ujian tulis pada blok yang bersesuain . Hasil: Terdapat perbedaan kemampuan clinical reasoning antar stasion OSCE baik di semester ke 5 maupun ke 6. Tidak terdapat hubungan antara nilai kemampuan diagnosis pada ujian OSCE dengan pencapaian nilai ujian tulis blok yang berkaitan dengan konten OSCE yang diujikan. Pembahasan: Kemampuan diagnosis pada ujian OSCE semester 5 dan 6 tidak menggambarkan kemampuan clinical reasoning mahasiswa tahun ketiga pada penelitian ini. Diperlukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut mengenai penilaian dan pencapaian kemampuan clinical reasoning pada ujian OSCE bagi mahasiswa kedokteran. Kata kunci : clinical reasoning, OSCE, mahasiswa kedokteran
Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kota Jambi JMJ, Jurnal; Lipinwati, Lipinwati; Darmawan, Armaidi; Kusdiyah, Erni; Karolina, Maria Estela
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 4 No. 2 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.361 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v4i2.4498

Abstract

Abstract Background: Clean water for drinking is rare where the source has been contaminated with various kinds of waste, such as disposal of organic waste, household and toxic waste from the industry, so that ground water is also not safe to become a drinking water because it has been contaminated from the septic tank or surface water. Bottled drinking water is a choice for clean drinking water but the price of bottled drinking water is high enough and makes consumers look for the cheaper and the new alternatives such as refill drinking water. Depo drinking water refills continue to increase in line with the public needs of drinking water quality and safe for consumption, though cheaper, not all depo of drinking water refills are guaranteed product security. This study is to know quality test of the drinking water refill in Jambi City Method: This descriptive study with experimental research laboratory design was conducted in Jambi city with 62 samples from 11 sub-districts in Jambi city and conducted in Biomedical Laboratory of FKIK UNJA. Water samples were conducted by 3 stages of examination, ie the prediction test, the strengthening test and the complementary test with 5 tubes. This research was conducted in May - October 2016. Data study were shown in tables. Result: The results showed that the drinking water refill category either amounted to 20 depots (32.26%) and drinking water refill the bad category amounted to 42 depots (67.74%). of 42 samples of refill drinking water with positive probability test results, there were 16 samples (38,10%) containing faecal coliform, and 27 samples (64,29%) containing non-faecal coliform. Conclusion: Drinking Water Refills in Jambi City are not all free from koliform bacteria. Keywords: Drinking Water Refill, Bacteriological Test, Most Probable Number Abstrak Latar Belakang: Air bersih yang layak minum kian langka untuk dijumpai dimana sungai-sungai yang menjadi sumbernya sudah tercemar berbagai macam limbah, seperti buangan sampah organik, rumah tangga hingga limbah beracun dari industri. Air tanah juga sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septik maupun air permukaan. Air minum dalam kemasan (AMDK) kini menjadi pilihan pemakaian air bersih namun harga AMDK cukup tinggi dan membuat konsumen mencari alternatif baru yang murah seperti air minum isi ulang. Depo air minum isi ulang terus meningkat sejalan dengan keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi, meski lebih murah, tidak semua depo air minum isi ulang ini terjamin keamanan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji Kualitas bakteriologis Air Minum isi Ulang di Kota Jambi. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian eksperimen laboratorium ini dilakukan pada 62 sampel dari 11 kecamatan kota Jambi. Pengujian bateriologis dilakukan menggunakan Most Probable Number yang terdiri dari 3 tahap (uji penduga, uji penguat dan uji pelengkap) dengan seri 5 tabung pada sampel air minum yang dilaksanakan di Laboratorium Biomedik FKIK UNJA. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Oktober 2016. Data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil:. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa air minum isi ulang kategori baik berjumlah 20 depot (32,26%) dan air minum isi ulang kategori buruk berjumlah 42 depot (67,74%). Dari 42 sampel air minum isi ulang dengan hasil uji penduga positif, terdapat 16 sampel (38,10%) yang mengandung koliform fekal, dan 27 sampel (64,29%) yang mengandung koliform non-fekal. Kesimpulan: Air Minum isi Ulang yang ada di Kota Jambi tidak semuanya bebas dari koliform fekal. Kata Kunci: Air Minum Isi Ulang, Uji Bakteriologis, Most Probable Number
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNJA JMJ, Jurnal; Syauqy, Ahmad
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.282 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v5i1.4506

Abstract

Abstrak Gaya hidup masyarakat yang lebih senang mengkonsumsi makanan siap saji, tidak ada waktu untuk berolah raga, dan kurangnya waktu istirahat akan berdampak pada kesehatan secara personal dan juga berdampak pada indeks massa tubuh serta kebugaran seseorang. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani seseorang namun ada juga penelitian yang menunjukkan hasil sebaliknya. Kesenjangan ini mendorong peneliti untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani khusunya pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi yang umumnya kurang memperhatikan kebugaran jasmani akibat kesibukan mengikuti kegiatan akademik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional terhadap 83 mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi tahun 2017. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani adalah Harvard Step test untuk mengetahui tingkat VO2max yang kemudian dikonversikan kedalam bentuk tingkat kebugaran jasmani menggunakan tingkat kebugaran jasmani Astrand. Berdasarkan uji chi-square untuk hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani didapatkan nilai p-value 0,007. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa Program Studi kedokteran Universitas jambi tahun 2017. Kata Kunci : Mahasiswa, Indeks Massa Tubuh, Tingkat Kebugaran Jasmani
PERBEDAAN ANTARA pH SALIVA DAN AKTIVITAS ENZIM AMILASE MAHASISWA YANG MEROKOK DENGAN MAHASISWA YANG TIDAK MEROKOK Syauqy, Ahmad; Humaryanto, Humaryanto
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.249 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v6i1.4816

Abstract

ABSTRACT Introduction: Cigarettes can cause disturbances in the oral cavity. From previous research it is known that the daily consumption of cigarettes increases the decrease of salivary secretion and the content of bicarbonate. This will have an effect on the decrease of pH saliva. Low salivary pH also has an impact on decreased amylase enzyme activity. Departing from the basic theory, the researchers wanted to see if there are differences in salivary pH and amylase enzyme activity in students who smoke with non-smokers at the Faculty of Medicine and Health Sciences Jambi University. Methods This study is a case control study that compares two groups consisting of case groups ie students who smoke and control groups ie students who do not smoke with the number of research samples compared to 1: 1. For the case group, the samples were taken in total sampling from the Jambi University medical students who smoked 39 people while the control group was taken from the non-smoking students of 39 persons who chose proportional random sampling. Performed salivary pH examination and measurement of ptialin enzyme activity on respondents. The research data were tested statistically using Independent t-test to see the difference of salivary pH and amylase enzyme activity in students who smoked with non-smokers. Results Mean pH saliva of students who smoke is 6.64 ± 0.25. The mean pH of non-smoking student saliva was 7.04 ± 0.28. The average of enzyme activity of amylase student who smoke is 16,33 ± 7,51 second. The average activity of non-smoking student amylase enzyme was 4.28 ± 2.68 seconds. The P value for the Independent t test of saliva pH and amylase enzyme activity among students who smoked with non-smokers was 0.00. Conclusions: There was a significant difference between salivary pH and amylase enzyme activity among smoking students with non-smokers. Keywords: smoking, salivary pH, amylase ABSTRAK Pendahuluan: Rokok dapat menyebabkan gangguan pada rongga mulut. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa konsumsi rokok harian yang meningkat berdampak terhadap penurunan sekresi saliva dan kandungan bikarbonat. Hal ini akan berdampak pada terjadinya penurunan pH saliva. pH saliva yang rendah juga berdampak pada penurunan aktivitas enzim amilase. Berangkat dari dasar teori tersebut, peneliti ingin melihat apakah ada perbedaan pH saliva dan aktivitas enzim amilase pada mahasiswa yang merokok dengan mahasiswa yang tidak merokok di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan universitas Jambi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian case control yang membandingkan 2 kelompok yang terdiri atas kelompok kasus yaitu mahasiswa yang merokok dan kelompok kontrol yaitu mahasiswa yang tidak merokok dengan jumlah sampel penelitian berbanding 1:1. Untuk kelompok kasus, sampel diambil secara total sampling dari mahasiswa kedokteran Universitas Jambi yang merokok sejumlah 39 orang sedangkan kelompok kontrol diambil dari mahasiswa yang tidak merokok sejumlah 39 orang yang pilih secara proporsional random sampling. Dilakukan pemeriksaan pH saliva dan pengukuran aktivitas enzim ptialin pada responden. Data penelitian yang didapat diuji secara statistik menggunakan Independent t-test untuk melihat perbedaan pH saliva dan aktivitas enzim amilase pada mahasiswa yang merokok dengan mahasiswa yang tidak merokok. Hasil Rerata pH saliva mahasiswa yang merokok adalah 6,64±0,25. Rerata pH saliva mahasiswa yang tidak merokok adalah 7,04±0,28. Rerata aktivitas enzim amilase mahasiswa yang merokok adalah 16,33±7,51 detik. Rerata aktivitas enzim amilase mahasiswa yang tidak merokok adalah 4,28±2,68 detik. Nilai P untuk Independent t test dari pH saliva dan aktivitas enzim amilase antara mahasiswa yang merokok dengan mahasiswa yang tidak merokok adalah 0,00. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara pH saliva dan aktivitas enzim amilase antara mahasiswa yang merokok dengan mahasiswa yang tidak merokok. Kata Kunci: merokok, pH saliva, amilase
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETHANOL BIJI BUAH PINANG (ARECA CATECHU L.) TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCUS AUREUS SECARA IN VITRO Baiti, MIftakhul; Elfrida, Solha; Lipinwati, Lipinwati
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.093 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v6i1.4817

Abstract

ABSTRACT Background: Infectious disease is known as a global concern because of the irrational, excessive and long term use of antibiotics especially in Staphylococcus aureus infection. The unecessarily use of antibiotics can creat a resistance issue such as MSSA, MRSA, VISA and VRSA. So as a new alternative that is being developed in medicine, herbal plants are used. Areca nut (Areca catechu. L) is a herbal plant that is found in Indonesia, especially in Province of Jambi, betel nut is one of the best in the world. The aim of this study are to investigate phytochemical components and inhibition effect Staphylococcus aureus ATCC 25923 using dry ethanol extract of betel nuts at concentrations 20%, 30%, 40% and 50% in vitro. Method: Antibacterial sensitivity tests against Staphylococcus aureus ATCC 25923 were performed using dry ethanol extract of betel nuts (Areca catechu. L) with various concentrations on each group. Group I is treated nut with a concentration of 20%, Group II with a concentration of 30%, Group III with a concentration of 40%, Group IV with a concentration of 50%, the group V as a negative control (distilled) and group VI as a positive control that was given amoxicillin clavulanate 30μg. Then the inhibitory effects of these treatments are measeure and classified by the Davis and Stout classification in 1971. The data analysis began with Saphiro Wilk test and then with levent test statistic. Because distributed data is not normal, the analysis continued with Kruskal Wallis test and Post Hoc test. Results: Results of this study showed that the ethanol extract of betel nuts can inhibit the growth of S. aureus, which is a concentration of 20% with a diameter of 13,63mm, concentration of 30% with a diameter of 15mm, concentration of 40% with a diameter of 15,5mm, concentration of 50% with a diameter of 14,7mm compared to the positive control 30μg amoxicillin clavulanate in inhibiting the growth of S. aureus with a diameter of 34,25mm. Conclusion: The ethanol extract of betel nuts can inhibit the growth of Staphylococcus aureus in vitro. Areca seed extract with concentration of 40% is the optimum concentration to inhibit the growth of Staphylococcus aureus. Keywords: Staphylococcus aureus, Areca catechu. L, Sensitivity Test. ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit infeksi merupakan masalah yang menjadi perhatian global, oleh karena penggunaan antibiotik yang irasional, berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama, terurama infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Hal ini dapat menimbulkan masalah baru resistensi antibiotik seperti MSSA, MRSA, VISA dan VRSA. Maka sebagai alternatif baru yang sedang dikembangkan dalam pengobatan yaitu dengan menggunakan tanaman herbal. Pinang (Areca catechu. L) merupakan tanaman herbal yang banyak ditemukan di Indonesia terutama Propinsi Jambi, pinang ini merupakan salah satu pinang terbaik di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen fitokimia dan daya hambat ekstrak ethanol biji buah pinang terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 secara in vitro pada konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50%. Metode : Ekstrak ethanol biji buah pinang kering (Areca catechu. L) dilakukan uji sensitifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan berbagai konsentrasi pada masing – masing kelompok. Kelompok I yaitu perlakuan pinang dengan konsentrasi 20%, kelompok II dengan konsentrasi 30%, kelompok III dengan konsentrasi 40%, kelompok IV dengan konsentrasi 50%, kelompok V sebagai kontrol negatif (Aquades) dan kelompok VI sebagai kontrol positif dengan diberikan Amoksisilin Klavulanat 30µg. Kemudian diukur efek inhibisi dari perlakuan tersebut dan digolongkan berdasarkan penggolongan Davis and Stout 1971. Analisis data diawali dengan uji Saphiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Levene, oleh karena data terdistribusi tidak normal maka dilakukan uji Kruskal Wallis dan uji Post Hoc. Hasil : Hasi penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ethanol biji buah pinang dapat menghambat pertumbuhan S. aureus, yaitu konsentrasi 20% dengan diameter 13,63mm, konsentrasi 30% dengan diameter 15mm, konsentrasi 40% dengan diameter 15,5mm, konsentrasi 50% dengan diameter 14,7mm. Terdapat pengaruh Areca catechu. L dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Kesimpulan : Ekstrak ethanol biji buah pinang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro. Konsentrasi ekstrak biji buah pinang 40% merupakan konsentrasi optimum dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata Kunci : Staphylococcus aureus, Areca catechu. L, Uji Sensitifitas.

Page 6 of 38 | Total Record : 380


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 2 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 1 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): Special Issues: JAMHESIC 2020 Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2013): THE JAMBI MEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2013): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue