cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemuda
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Tumbuh di Indonesia: Pengalaman dan Keragaman dalam Transisi Pemuda* Jurnal Studi Pemuda
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.441 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32062

Abstract

-
Pemuda Lereng Merapi: Agensi Perubahan yang Tak Terlihat Nindyo Budi Kumoro
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.324 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32053

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai bagaimana pemuda Lereng Gunung Merapi berpartisipasi secara signifi kan dalam memunculkan obyek wisata Volcano Tour. Tak seperti obyekwisata kebanyakan, Volcano Tour mampu memberi asupan ekonomi rumah tangga korban yang kosong setelah bencana. Letusan Gunung Merapi 2010 membuat struktur ekonomiwarga yang bersandar pada peternakan sapi perah luluh lantak. Di sini pemuda berperan mengubah pola ekonomi masyarakat setempat yang sebelumnya agraris menjadi berbasis kepariwisataan. Dalam konteks pemuda sebagai agen perubahan, tulisan ini mencoba menawarkan wacana yang berbeda di mana perspektif agensi tidak harus diterjemahkandalam seting politik negara, hierarki sosial, ideologi, sub-kultur, patologi sosial maupun identitas. Lebih jauh tulisan ini ingin menunjukkan bahwa pemuda manapun sama-sama memiliki modal untuk menjadi agen perubahan. Bukan karena intelektualitasnya, bukan pula semangat pemberontakannya, melainkan lebih pada energi yang tersimpan dalam setiap individu muda.Kata Kunci: Volcano Tour, perubahan ekonomi, energi pemuda.
Gaya Komunitas Pemuda: Studi Kasus Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta Ekamara Ananami Putra
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.733 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32044

Abstract

Artikel ini berupaya mengulas dan memberikan gambaran tentang salah satu komunitas pemuda di Yogyakarta, yaitu Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta. Fokus pembahasan yaitu manajemen organisasi dan strategi gerakan dari KOPHI Yogyakarta. Hal tersebut diangkat karena walaupun KOPHI Yogyakarta merupakan “anak baru” dalam pergaulan komunitas di Yogyakarta, khususnya komunitas pemuda yang bergerak di bidang lingkungan hidup, tetapi telah mendapatkan nama dan tempat tersendiri di pergaulan komunitas kepemudaan. Akan semakin menarik karena kemampuan KOPHI Yogyakarta dalam melakukan dua hal di atas, tentu tidak lepas dari kapasitas pengurus dan anggotanya yang notabene para pemuda dalam mengelola organisasi.Kata kunci: KOPHI Yogyakarta, manajemen organisasi dan strategi gerakan, pemuda
Youth Language, Gaul Sociability, and the New Indonesian Middle Class * Nancy J. Smith-Hefner
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3915.238 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32076

Abstract

Artikel ini mengkaji bentuk linguistik dan fungsi-fungsi sosial bahasa gaul sebagaimana digunakan oleh para mahasiswa dan dalam berbagai publikasi yang ditujukan untuk anak kelas menengah di Indonesia. Bahasa gaul meregistrasi modernitas anak muda baik dalam aspek-aspek positif maupun yang diperselisihkan. Selain mengekspresikan aspirasi anak muda dalam mobilitas ekonomi dan sosial, bahasa gaul juga mencerminkan budaya anak muda nasional yang semakin bercorak kosmopolitan. Selain itu, mungkin yang terpenting, bahasa gaul mengartikulasikan hasrat anak muda Indonesia mengenai bentuk-bentuk baru identitas sosial melalui formulasi hubungan yang lebih egaliter, cair dan interaktif serta lebih ekspresif secara personal dan lebih mempribadi secara psikologis.
Penyuluhan tentang HIV dan AIDS terhadap Sikap Remaja pada Orang dengan HIV dan AIDS Yohana Dian Natalia; Nining Tunggal Sri Sunarti; Ida Rumawat Astuti
Jurnal Studi Pemuda Vol 3, No 1 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.831 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32035

Abstract

Adanya stigma pada orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang dihubungkan dengan perilaku menyimpang di kalangan masyarakat merupakan salah satu penyebab penularan HIV dan AIDS. Karena stigma sangat menyangkut sikap seseorang, maka dibutuhkan upaya untuk pencegahan penyebaran pada generasi muda Indonesia yang rentan terhadap pergaulan bebas, narkoba dan kenakalan remaja lainnya. Penelitian kali ini menggunakan metode penyuluhan sebagai upaya preventif agar remaja dapat memiliki sikap positif terhadap ODHA di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang HIV dan AIDS terhadap sikap remaja pada ODHA, di SMA N 8 Yogyakarta, tahun 2014. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan randomized pre-test and post-test with control group. Populasi adalah siswa siswi SMA N 8 Yogyakarta, tahun 2014. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan 63 responden. Kenaikan rerata sikap pada kelompok eksperimen sebesar 3,85 dan penurunan rerata sikap pada kelompok kontrol sebesar 0,20. Berdasarkan hasil analisis sikap siswa kelas XI SMA N 8 Yogyakarta didapatkan hasil nilai p value= 0,01, (p value<0,05). Ada pengaruh penyuluhan tentang HIV dan AIDS terhadap sikap remaja pada ODHA, di SMA N 8 Yogyakarta, tahun 2014.Kata kunci : penyuluhan, sikap, remaja, HIV, AIDS
Migran Muda dan Transisi dari Pendidikan ke Dunia Kerja di Pontianak, Kalimantan Barat* Wenty Marina Minza
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1692.786 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32067

Abstract

Mayoritas mahasiswa perguruan tinggi di Pontianak, Kalimantan Barat, adalah pendatang dari daerah lain. Tulisan ini menyajikan hasil survei kecil tentang para migran muda tersebut. Kebanyakan mahasiswa berasal dari keluarga kelas menengah bawah. Anak muda kelas bawah maupun menengah bawah mempunyai akses pada pendidikan tinggi di ibu kota provinsi, walaupun banyak yang merasa pendidikan tinggi di daerah lebih rendah kualitasnya dibanding dengan pendidikan di Jawa atau luar negeri. Tulisan ini memaparkan bagaimana sebagian besar migran muda memandang Pontianak sebagai kota “transit”— yaitu batu lompatan bagi mobilitas menaik melalui jalur sekolah dan kerja temporer sebelum mereka pulang ke kampung halaman mencari pekerjaan yang mapan. Keputusan migrasi ini sering dipengaruhi oleh identitas etnis. Banyak anak muda yang mengungkapkan ambiguitas mobilitas sosial dalam transisi mereka dari pendidikan ke pekerjaan.
Aplikasi Gay: Perjuangan dan Ruang Negosiasi Identitas bagi Kaum Gay Muda di Yogyakarta Puji Rahayu; Rina Satriani; Hamada Adzani Mahaswara
Jurnal Studi Pemuda Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.218 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32026

Abstract

Persoalan homoseksualitas masih menjadi perdebatan di masyarakat. Ketidaksesuaian dengan nilai dan norma yang berlaku membuat mereka dianggap menyimpang. Kondisi ini membuat kelompok dengan orientasi seksual berbeda seperti gay menjadi rentan diskriminasi. Kekhawatiran kaum gay untuk membuka diri dan identitas di ranah publik mendorong mereka bergabung dalam komunitas, terhubung dalam jaringan hingga yang terbaru, aktif dalam media sosial khusus gay. Aplikasi seperti Jack’d, Grindr, Hornet memungkinkan mereka untuk berinteraksi dalam ruang yang lebih egaliter dan bebas intervensi. Dalam proses penyusunannya, tim penulis menggunakan dua metode yakni observasi partisipatoris dan wawancara mendalam terhadap enam orang gay muda di Yogyakarta yang berasal dari berbagai daerah. Tim penulis juga berusaha melakukan komparasi antar aplikasi untuk mengetahui fungsi, keanggotaan dan persebaran jaringan. Ditemukan bahwa keberadaan aplikasi membuat kaum gay lebih diakui, dapat berinteraksi luas, memfasilitasi keingintahuan serta kebutuhan mereka. Aplikasi menjadi salah satu media penegasan identitas dan negosiasi ruang. Keberadaan aplikasi, dapat dikatakan tidak lagi mendudukan mereka dalam ruang yang eksklusif dan berjarak, namun membuka akses informasi dan keterbukaan terhadap siapapun yang ingin mengakses.Kata kunci: gay muda, identitas sosial, interaksi, ruang publik
Ben Urip Tetep Semeleh Dinamika Pemuda Kelompok Banyumili Dusun Gadingsari Desa Mangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang Ciptaningrat Larasati
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.702 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32058

Abstract

Artikel ini berupaya untuk mengulas keseharian hidup pemuda kelompok Banyumili yang berada di dusun Gadingsari, desa Mangunsari Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Secara turun menurun, sebagian besar masyarakat dusun Gadingsari menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Kondisi alam dusun Gadingsari yang subur menjadikan wilayah ini menjadi salah satu basis pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Magelang. Sebagaian besar wilayah dusun Gadingsari merupakan lahan pertanian produktif. Di sisi lain, kondisi ini tak lantas membuat masyarakat dusun Gadingsari lepas dari himpitan ekonomi. Sebagian besar masyarakat dusun Gadingsari hidup dibawah garis kemiskinan. Hampir 90% petani di dusun Gadingsari merupakan petani penggarap. Sejauh ini lahan produktif hanya dapat diakses dan dimiliki oleh sebagian masyarakat saja. Persoalan lain terkait pengelolaan sektor pertanian adalah intervensi modal investor hortikultura dariKorea Selatan yang membuat kondisi sosial ekonomi petani penggarap semakin terpuruk. Kondisi ini berimplikasi pada tingginya arus urbanisasi yang dilakukan masyarakat dusunGadingsari. Ditengah tingginya arus urbanisasi, pemuda melalui kelompok Banyumili hadir membangun sumber ekonomi alternatif di desa dengan mengembangkan budaya ikan lele menggunakan terpal. Sejak berdiri pada tahun 2010 , tercatat 16 orang pemuda sudah menjadi anggota kelompok ini. Selain diyakini strategi alternatif pengelolaan lahan tidak produktif seperti pekarangan rumah, budidaya ikan lele menggunakan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dusun Gadingsari.Kata kunci : kelompok Banyumili, pemuda, pengelolaan lahan, budidaya lele
Menggugat Tirani Usia Budi Irawanto
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.39 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32049

Abstract

Membincangkan kaum muda acapkali memerangkap kita dalam silang sengketa ihwal usia. Kita tahu, usia telah menjadi rezim pengklasifikasi yang membelah umat manusia ke dalam dua kategori: “orang muda” dan “orang tua.” Pembelahan ber basiskan usia ini menciptakan stratifi kasi, diskriminasi, hegemoni dan tak jarang mengejawantah dalam kebijakan publik. Dengan kata lain, kita tengah berhadapan dengan sejenis ideologi bernama “usia” (ageism) yang barangkali masih kalah pamornya ketimbang seksisme, rasisme dan belakangan fundamentalisme. “Usia” menjadi cara baru, baik yang dilakukan secara spontan maupun sistematis, dalam memperlakukan sebagian warga dari umat manusia secara berbeda dan tak jarang semenamena.
Queer Youth Cultures Maulida Raviola
Jurnal Studi Pemuda Vol 3, No 1 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.278 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32040

Abstract

Page 2 of 18 | Total Record : 173


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): Kaum Muda, Gaya Hidup, dan Fluiditas Vol 12, No 2 (2023): Pemuda dalam Budaya Populer Vol 12, No 1 (2023): Pemuda, Krisis, dan Digitalisasi Vol 11, No 2 (2022): Konstruksi Identitas dan Budaya pada Pemuda Vol 11, No 1 (2022): Kaum Muda dan Kerentanan di Era Pandemi Vol 10, No 2 (2021): Generasi Muda, Kerja dan Aspirasi Masa Depan Vol 10, No 1 (2021): Kaum Muda, Identitas, dan Kerja di Era Digital Vol 9, No 2 (2020): Perubahan Pemuda, Pernikahan, dan Keluarga Vol 9, No 1 (2020): Kaum Muda dan Karier Subkultural Vol 8, No 2 (2019): Pemuda, Risiko, dan Malapetaka Lingkungan Global Vol 8, No 1 (2019): Pemuda di Era Post-Fordisme: Melihat Kerja dalam Konteks yang Berubah Vol 7, No 2 (2018): Sociopreneur Muda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif Vol 6, No 2 (2017): Pemuda Milenial: Antara Kreativitas, Perlawanan, dan Kerja Vol 6, No 1 (2017): PEMUDA DAN BONUS DEMOGRAFI Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 3, No 1 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi More Issue