cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemuda
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Kolaborasi Menuju Resiliensi: Pengalaman Pemuda Ende dalam Pengurangan Risiko Bencana Lubabun Ni'am; Hendra Try Ardianto
Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.258 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pemuda dalam proses merancang-bangun sistem tanggap bencana yang khas dikembangkan komunitas dalam konteks pengurangan risiko bencana di Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Paupanda. Peran tersebut dilihat dari segi proses maupun hasil dalam dinamika penanggulangan bencana di Ende. Temuan penelitian ini menempatkan pemuda dalam aktivitas pengorganisasian karena mereka merupakan bagian dari entitas yang ada dalam masyarakat. Mereka terlibat aksi-aksi pengurangan risiko bencana secara kolaboratif sesuai peranan yang tepat bagi mereka. Realitas bencana di Ende menandakan kaitan antara kerentanan lingkungan hidup warga, kebijakan yang dipaksakan dari atas, dan keterbatasan akses penghidupan warga secaraekonomi. Merespons kondisi ini, para pemuda menjadi inisiator untuk memfasilitasi dialog antara warga dengan para pengambil kebijakan. Dalam situasi dan kondisi demikian, maka pemuda dalam konteks kebencanaan tidak dapat dipisahkan sebagai entitas yang ada dalam masyarakat. Kerja pemuda juga tidak mungkin hanya dibaca sebagai heroisme kelompok dan kontribusinya dalam kehidupan komunitas, tetapi semua proses sosial itu berlangsung serta terjalin secara kolaboratif diantara pemuda dan seluruh komponen di dalam masyarakat.Kata kunci: pemuda, resiliensi, risiko, bencana.
Pengembangan Wirausaha Muda Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta Lak Lak Nahat El Hasanah
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36812

Abstract

Saat ini pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Indonesia perlu ditingkatkan. Ekonomi kreatif Indonesia sebagai kekuatan baru menuju 2025 tidak hanya sebatas semangat tetapi juga mission statement untuk berkreasi dengan mengatasnamakan identitas budaya Indonesia pada setiap karya kreatif yang diciptakan oleh anak bangsa. Perkembangan ekonomi kreatif juga tidak dapat terlepas dari generasi muda sebagai gudang kreativitas. Generasi muda adalah sumber daya produktif yang dengan ide kreatifnya dapat membuka sebuah usaha (wirausaha) yang juga membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di angkatan kerja produktif. Semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula  produktivitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya  perkembangan ekonomi nasional. Analisis SWOT yang lakukan menghasilkan kegiatan pengembangan wirausaha muda dalam ekonomi kreatif berbasis budaya melalui program pelatihan, pengembangan serta pemodalan.
SIPKADES (Sistem Informasi Potensi Kreatif Desa) Merintis Institusi Menjadi Mandiri : Belajar Mengelola Potensi Desa Bersama Teman Muda Gregorius Ragil Wibawanto
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36818

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk mengurai pengalaman semasa belajar mengelola potensi desa bersama dengan teman – teman muda Brosot. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah participatory action research  di mana peneliti berposisi sebagai partner dalam merefleksikan kondisi yang mengitari teman – teman muda di Brosot. Pendekatan teoretik dalam praktik tersebut berlandaskan perangkat pikir institutional entrepreneurship yang memandang aktivitas entrepreneurship memiliki relasi bolak – balik yang intens dengan kecenderungan institusional yang bersinggungan. Tujuan akhir dari keseluruhan kegiatan ini adalah sebuah karya bersama yang dapat meningkatkan partisipasi teman – teman muda dalam pengambilan keputusan di level desa sekaligus mempersiapkan alternatif-kreatif bagi masa depan mereka.
Analisis Resepsi Pemain Terhadap Serial Video Game Grand Theft Auto Haryo Pambuko Jiwandono
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36730

Abstract

Meskipun memiliki jumlah pemain yang tidak sedikit, video game di Indonesia belum mendapatkan atensi publik layaknya film atau program televisi. Masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa video game hanya merupakan permainan anak-anak. Tidak sedikit pula yang memandang konten video game, yang memang sarat kekerasan, sebagai determinan utama perilaku menyimpang dalam masyarakat, terutama kaum muda.Tidak dapat dipungkiri bahwa konten kekerasan dalam video game merupakan hal yang lumrah saat ini. Pada hampir semua video game dapat ditemukan konten kekerasan dalam kadar ringan hingga berat sekali. Ini ditambah oleh fakta bahwa berbagai video game yang meraih kesuksesan baik oleh kritikus, secara finansial, ataupun keduanya didominasi oleh mereka yang sarat akan konten kekerasan. Meskipun konten kekerasan bukanlah determinan utama dalam menciptakan sebuah video game yang bermutu tinggi, terdapat indikasi bahwa konten kekerasan dalam video game memiliki daya tarik tinggi bagi para pemain.Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 terhadap lima pemuda dengan rentang usia 15 hingga 27 tahun mengenai pemaknaan mereka terhadap konten kekerasan dalam Grand Theft Auto V serta bagaimana mereka mereproduksi pesan yang diterima, mencoba memberi sudut pandang serta informasi baru terhadap video game dalam kaitannya dengan pemuda sebagai pemain, orangtua sebagai pengawas, dan negara sebagai pemberi regulasi.
Institutional Entrepreneurship Pemuda dalam Mengembangkan Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran Luthfi Nurwafi Fatchurrohman
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36813

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang peran institutional entrepreneurship (kewiralembagaan) pemuda dalam mendorong terbentuknya kelompok sadar wisata pada masyarakat Desa Nglanggeran. Kehadiran wisatawan di destinasi wisata pedesaan telah membuka peluang dan tantangan untuk dihadapi secara tepat dan menguntungkan semua yang terlibat di Desa Wisata Nglanggeran. Sering terjadi dengan adanya destinasi wisata, maka masyarakat menggunakan kesempatan itu untuk meningkatkan pendapatan dengan adanya kegiatan pariwisata tersebut. Pembentukan sebuah lembaga sangat penting sebagai wadah masyarakat untuk mengelola dan mengatur fungsi-fungsi pelaksanaan kegiatan kepariwisataan sehingga terwujud mekanisme yang teratur, jelas, dan kuat. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa mengenai Institutional Entrepreneurship Pemuda dalam Mengembangkan Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran. Unit analisis dari penelitian ini adalah kelompok sadar wisata Desa Wisata Nglanggeran. Informan dari penelitian ini merupakan masyarakat atau aktor dalam pembentukan desa wisata dan kelompok sadar wisata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori pembentukan kelompok yang dicetuskan oleh Wheelan dan Kewiralembagaan yang digagas oleh DiMaggio dan disempurnakan oleh Kusworo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda yang dimotori oleh Sugeng Handoko berhasil memberdayakan masyarakat Desa Nglanggeran untuk aktif dalam pembentukan desa wisata sehingga masyarakat dapat mengambil manfaat yang didapatkan dari kegiatan kepariwisataan. Masyarakat dilibatkan dalam musyawarah, menyelesaikan permasalahan serta menentukan rencana pengembangan Desa Nglanggeran sebagai desa wisata langkah yang ditempuh adalah membangun struktur pengelolaan kelompok dan menciptakan jejaring kerja sama dengan stakeholder. Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran memiliki dinamika, mulai dari munculnya aktor, berkembangnya jaringan, hingga prestasi. Dinamika tersebut berdampak positif pada pengembangan desa wisata.
Menjadi Warga ASEAN: Anak Muda dan Politik Kewargaan di Asia Tenggara Rizky Alif Alvian
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36670

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mendiskusikan bagaimana kewargaan anak muda di ASEAN dikonstruksi dan dipraktekkan. Dengan menganalisis sejumlah dokumen ASEAN serta menelaah sejumlah kasus, tulisan ini berpendapat bahwa kewargaan anak muda ASEAN dapat dipahami sebagai hasil dari tegangan antara dua kutub. Di satu sisi, terdapat kecenderungan untuk menuntut anak muda menjadi aktor yang relatif pasif. Anak muda diarahkan untuk mematuhi otoritas dan generasi tua, mengutamakan harmoni dan konsensus, menjauhi konflik serta kritik, serta mengutamakan nilai-nilai Timur di atas konsepsi Barat mengenai HAM dan demokrasi. Di lain sisi, terdapat kecenderungan di antara anak muda untuk menjadi lebih aktif. Anak muda menjadi aktor yang mengkritisi status quo, berani melakukan konfrontasi dengan otoritas, serta memperjuangkan demokrasi dan HAM.
Musisi Muda, Institusi Pendidikan dan Komunitas Musik Oki Rahadianto Sutopo
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36819

Abstract

-
Literasi Digital Pelajar SMA : Kemampuan Berkomunikasi dan Berpartisipasi Pelajar SMA Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta Melalui Internet Rezha Rosita Amalia
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36733

Abstract

Bagi kaum muda (remaja) internet merupakan bagian pokok dari kehidupan bersosial mereka. Sparks (2001) menyebutkan bahwa seringkali tujuan remaja bermedia adalah untuk membangun pertemanan, pelarian diri, kebiasaan, menunjang proses pembelajaran, menghabiskan waktu luang, dan sekedar relaksasi. Kehadiran beragam media sosial semakin meningkatkan intensitas hubungan sosial remaja secara online. Hal yang perlu diperhatikan dalam kemampuan sosial pemuda digital ialah bagaimana kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan berpartisipasi melalui internet dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku, yang merujuk pada penerapan netiket (netter etiquette). Penelitian ini berusaha mengelaborasi salah satu komponen Literasi Media yang disebutkan oleh European Commission dalam individual competences framework yang digunakan untuk melihat literasi media dengan konsep netiket menggunakan tolak ukur: Kemampuan membangun relasi sosial melalui media sosial, Kemampuan membangun relasi sosial yang menerapkan netiket (etiket selama berinternet), Kemampuan kaum muda dalam menggunakan metode kolaboratif yang terdiri dari: tagging, sharing, commenting, media site likes, Kemampuan Berpatisipasi dalam beberapa gerakan sosial online, dan Kemampuan mengkreasi konten internet. Penelitian ini dijalankan menggunakan  metode survei kuantitatif dengan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data utama ialah kuesioner. Kuesioner penelitian disebarkan kepada 293 pelajar SMA Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesimpulan yang dapat diketahui dari hasil penelitian ialah pengetahuan terhadap netiket sudah mereka ketahui dengan baik dan mereka terapkan dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan pengguna internet lain. Keaktifan mereka dalam membangun relasi sosial menggunakan media sosial pun sangat tinggi. Upaya untuk berpartisipasi dalam masyarakat menggunakan gerakan sosial online juga sudah dijalankan oleh beberapa di antara mereka, meskipun dari hasil penelitian terlihat bahwa sebagian besar memilih untuk tidak berpartisipasi.
Kewiralembagaan dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Bank Sampah Gemah Ripah, Badegan, Bantul Dhina Rohmawati
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36814

Abstract

Kajian institutional entrepreneurship, kemudian dialihbahasakan oleh Kusworo (2015) sebagai kewiralembagaan, bukanlah hal baru dalam lingkup ilmu sosial. Sejak pertama dicetuskan oleh Di Maggio pada 1988, ilmuwan sosial yang bergelut dengan studi ini cukup banyak. Sayangnya, semua akademisi tersebut memiliki latar belakang ilmu ekonomi sehingga sasaran kajian lebih banyak diarahkan untuk manajemen organisasi demi mengurangi keterlibatan manusia dan menambah laba. Institutional entrepreneurship kental dengan nuansa ilmu sosial, khususnya dalam pembentukan lembaga dengan tujuan sosial. Kajian ini sesungguhnya mampu mengkerangkai aktivitas-aktivitas inovasi atau penemuan institusi. Aktivitas-aktivitas tersebut selama ini hanya dimaknai sebagai aktivitas sosial yang bersumber dari kepedulian yang harus dilakukan tanpa diteorisasikan. Pengenalan terhadap kajian teoritis akan membuat institutional entrepreneurship dapat dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan. Tulisan ini adalah rangkuman hasil penelitian yang dilakukan penulis. Bermula dari rasa penasaran akan “gagal”nya beberapa inisiasi pengelolaan sampah, tulisan ini mengambil fokus pada pembentukan Bank Sampah “Gemah Ripah” di Badegan, Bantul, DIY. Penulis kemudian menemukan bahwa terdapat praktik institutional entrepreneurship yang membuat bank sampah di Badegan terbentuk, terlaksana, berkembang, bahkan menjadi inspirasi untuk kegiatan lain. Temuan lapangan menunjukkan bahwa bank sampah adalah program kerja dari organisasi bernama Balai Kerja Kesehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat (BKKLBM). Pembentukan organisasi tersebut, termasuk bank sampah, adalah muara dari hubungan aktor dan struktur (eksternalitas yang menaungi aktor) yang terjadi di Badegan. Hubungan dapat terjadi lantaran adanya kapasitas wiralembagawan yang dipenuhi secara kolektif, termasuk oleh pemuda. Hasil dari hubungan aktor-struktur adalah institusi baru yang memiliki tiga elemen yakni fungsi, formasi, dan tujuan. Ketiganya selalu berubah seiring dengan dinamika hubungan aktor-struktur yang terjadi.
Mencermati Logika Politik Pemuda dari Pola Menikmati Musik Michael Raditya
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36669

Abstract

-

Page 6 of 18 | Total Record : 178


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Kaum Muda, Identitas, dan Transformasi Sosial di Era Digital Vol 13, No 1 (2024): Kaum Muda, Gaya Hidup, dan Fluiditas Vol 12, No 2 (2023): Pemuda dalam Budaya Populer Vol 12, No 1 (2023): Pemuda, Krisis, dan Digitalisasi Vol 11, No 2 (2022): Konstruksi Identitas dan Budaya pada Pemuda Vol 11, No 1 (2022): Kaum Muda dan Kerentanan di Era Pandemi Vol 10, No 2 (2021): Generasi Muda, Kerja dan Aspirasi Masa Depan Vol 10, No 1 (2021): Kaum Muda, Identitas, dan Kerja di Era Digital Vol 9, No 2 (2020): Perubahan Pemuda, Pernikahan, dan Keluarga Vol 9, No 1 (2020): Kaum Muda dan Karier Subkultural Vol 8, No 2 (2019): Pemuda, Risiko, dan Malapetaka Lingkungan Global Vol 8, No 1 (2019): Pemuda di Era Post-Fordisme: Melihat Kerja dalam Konteks yang Berubah Vol 7, No 2 (2018): Sociopreneur Muda Vol 7, No 1 (2018): Angkatan Kerja Muda Inklusif Vol 6, No 2 (2017): Pemuda Milenial: Antara Kreativitas, Perlawanan, dan Kerja Vol 6, No 1 (2017): PEMUDA DAN BONUS DEMOGRAFI Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas Vol 5, No 1 (2016): PEMUDA DAN RADIKALISME Vol 4, No 2 (2015): PEMUDA DAN NEW ENTREPENEURSHIP Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK Vol 3, No 2 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 3, No 1 (2014): EDISI KHUSUS: Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Anak Muda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi Vol 2, No 1 (2013): Pemuda Diantara Ruang Transisi Vol 1, No 2 (2012): Ragam Transisi Pemuda : Pengalaman Bertumbuh di Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi More Issue