cover
Contact Name
Slamet Hariyanto
Contact Email
publiciana@unita.ac.id
Phone
+6285259884770
Journal Mail Official
publiciana@unita.ac.id
Editorial Address
Jl. Kimangunsarkoro Beji, Jl. Dusun Krajan, Dusun Krajan, Sobontoro, Kec. Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66233
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Publiciana
ISSN : 19790295     EISSN : 25027336     DOI : https://doi.org/10.36563/p.vxx.ixx.xxx
Core Subject : Social,
Publiciana adalah jurnal ilmu-ilmu sosial yang diterbitkan oleh Universitas Tulungagung. Jurnal Publiciana diterbitlan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan November dan Juni. Jurnal Publiciana memuat artikel ilmiah berupa kajian teoritis dan praktis,hasil penelitia ,dan kajian masalah sosial,politik dan humaniora.Jurnal Publiciana bertujuan untuk mewadahi civitas akademika fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Tulungagung serta praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi
Articles 154 Documents
Analisa Implementasi Budaya Organisasi Guna Menciptakan Perkembangan Perusahaan Kurniawan, Taufik; kusmayati, Nindya; kurniawati, yuli; suwangsi, iwang
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1198

Abstract

Maksud dari penelitian ini yaitu guna mengkaji implementasi budaya organisasi dalam rangka menciptakan perkembangan perusahaan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode telaah literatur di perusahaan. Data dikumpulkan melalui pencarian di media digital seperti jurnal yang sudah terbit di Google Scholar. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi yang kuat dan selaras dengan visi serta misi perusahaan berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan perusahaan. Implementasi nilai-nilai budaya yang konsisten, partisipasi aktif karyawan serta kepemimpinan yang mendukung merupakan faktor-faktor kunci dalam memperkuat budaya perusahaan. Adanya penelitian ini memberikan wawasan tentang perlunya dan penting peran budaya organisasi dalam menciptakan lingkup kerja yang kondusif serta mendukung perkembangan perusahaan terus menerus. Rekomendasi untuk perusahaan termasuk memperkuat komunikasi internal, melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan meningkatkan program pengembangan budaya organisasi. Kata Kunci : Implementasi Budaya Organisasi, Perkembangan
vm PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STUNTING PADA BALITA (STUDI KASUS: NAGARI LUMPO KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN: PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP STUNTING PADA BALITA (STUDI KASUS: NAGARI LUMPO KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Viona, meri; Karia, Waza; Rahayu, Sri
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1199

Abstract

This research was motivated by the extent of the community’s perception of stunting among This research was motivated by the extent of the community's perception of stunting among toddlers in Nagari Lumpo, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency. The aim of this research is to describe the public's perception of stunting in toddlers (Case Study: Nagari Lumpo, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency). This research uses functional structural theory according to Talcott Parsons. This discussion of functionalism will begin with the four AGIL schemes. The results of research on Community Perceptions of Stunting in Toddlers in Nagari Lumpo, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency, there are two community groups, namely; First, the perception of communities related to stunted toddlers, which includes; Stunting is a disease, stunting makes families feel ashamed and stunting makes children's families feel excluded. Second, the general public's perception (not having a family relationship with a stunted toddler) includes; Stunting is malnourished children, stunting is parents who cannot take care of their children and stunting comes from families that don't live a clean life. Keywords: Perception, Stunting, Society, Toddlers
Collaborative Governance Dalam Proses Pengembangan Desa Migran Produktif Di Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Saputro, Ratno
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1207

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian dari pelaksanaan kolaborasi multi sektor yang melihatkan beberapa aktor kolaborasi diantaranya pemerintah, privat sektor dan masyarakat dalam pengembangan desa migran produktif di Desa Betak Kalidawir Tulungagung Jawa Timur. Adapun yang melatar belakangi tesis ini adalah adanya kompleksitas permasalahan di Desa migran yang indikasinya berasal dari warga desa yang mejadi pekerja migran serta anggotra keluarga yang ditinggakan di rumah.. untuk menganalisis permasalahan diatas, peneliti menggunakan rujukan teori collaborative governance yang dikembangkan oleh Gash N anshel 1980 dalanm buku Collaborative Governance dalam Perspektif Administrasi Publik, Retno Sunu Astuti,2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan induktif terhadap seluruh proses penelitian untuk mendapatkan hipotesis dan temuan-temuan baru serta sesuai dengan teori para ahli yang relevan dengan konteks permasalahan penelitian Hasil penelitan menunjukkan bahwa Collaborative Governance Dalam Proses Pengembangan Desa Migran Produktif di Desa Betak Kalidawir yang melibatkan pemerintah desa, pihak terkait , privat sektor dan masyarakat berlangsung dengan baik dan mampu menciptakan sinergi dalam pengembangan program. Masing -masing aktor yang terlibat dalam pelaksanaan program Desmigratif menunjukkan perannya dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ketersediaan berbagai prasarana yang dibangun atas hasil kolaborasi memberikan dukungan tersendiri bagi kesuksesan program. Pemerintah desa berperan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program, peran stake holders memainkan perannya dengan penuh tanggung jawab, peran privat sektor juga memainkan peranya dengan profesional kemudian masyarakat (civil society ) sebagai sasaran program berperan sebagai partisipan sekaligus menjadi bagian program yang ikut berkontribusi mendukung suksesnya program. Hal yang paling menonjol adalah bahwa Pemerintah Desa Betak masih menugaskan petugas desa khusus dalam upaya pengembangan Desa Migran Produktif.
Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah (Studi pada Destinasi Wisata Balong Kawuk Desa Sumberejo Kulon Kabupaten Tulungagung). Nurhalimah, Zulfaisya
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1208

Abstract

Didalam penelitian kajian ini penulis memfokuskan ada tiga aspek/elemen utama yang ad ada didalam kebijakan pengembangan ekowisata yang ada di Wisata Balong Kawuk Desa Sumberejo Kulon Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan pada studi implementasi sebelum adanya pandemic Covid 19 di Indonesia. Dilihat dari segi teorities, dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori Edward III sebagai grand teori ekowisata. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data primer adalah hasil dari wawancara dan sumber data sekunder adalah berubpa file file dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis data Miles dan Huberman.. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa kendala seperti belum adanya monitoring dan juga evaluasi progam diklat oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Tulungagung, jumlahnya anggaran operasional yang masih sedikit didalam pengembangan pariwisata daerah yang ada di Kabupaten Tulungagung. Akan demikian, secara umum implementasi yang terjadi sudahlah cukup baik, dan diwujudkan dalam bentuk pengembangan pariwisata baik destinasi wisata maupun pendukung wisata yang ada.
Peran Pasar Tradisional Desa Bendilwungu Dalam Meningkatkan Perekonomian Menuju Kesejahteraan Masyarakat Desa Andri Wahyudi; Fauzi, Puguh Achmad
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1211

Abstract

Peranan Pasar Tradisional Desa harus terus dijaga eksistensinya. Dengan berkembangnya Pasar Tradisional Desa memberikan peluang untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat ditengah-tengah kehidupan masyarakat desa. Pasar Tradisional Desa berusaha untuk membangun perekonomian masyarakat termasuk didalamnya adalah upaya untuk meningkatkan pendapatan pedagang serta masyarakat desa sekitar pasar. Namun demikian dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia perdagangan dewasa ini, hal ini membuat pedagang dan masyarakat desa sekitar Pasar Tradisional mengalami kesulitan untuk mendapatkan penghasilan yang memadai dengan berdagang di Pasar Tradisional Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisa Peran Pasar Tradisional Desa Bendilwungu dalam meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat desa, serta beberapa faktor yang mempengaruhi.Penelitian ini dilakukan di Pasar Tradisional Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang diapakai menggunakan analisa data model interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah Peran Pasar Tradisional Desa sesuai Peraturan Menteri no.20 tahun 2012 mencakup tiga hal yakni Fasilitas Pasar Tradisional Desa, Transaksi Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat. Sedangkan faktor yang mempengaruhi adalah Regulasi Pemerintah, pemeliharaan sarana dan prasarana Pasar Tradisional Desa.
Evaluasi Kesesuaian Program Pelatihan pada UPT BLK Tulungagung Nurul Hakim, Annisa; Riza, Ahmad Ibnu; Hapsari, Reni Sri
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1239

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian antara kegiatan pelatihan yang telah diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Tulungagung dan bagaimana strategi untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Tulungagung melalui UPT BLK Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelusuran data dilakukan pada 138 alumni peserta pelatihan di UPT BLK Tulungagung. Penelusuran data difokuskan pada wilayah yang terdata memiliki jumlah alumni pelatihan terbanyak, yaitu pada Kecamatan Kedungwaru, Kauman, dan Boyolangu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan UPT BLK Tulungagung terdapat kesesuaian antara program pelatihan alumni dengan pekerjaan alumni sebesar 70%. Hal ini menunjukkan efektivitas program pelatihan pada unit kerja tersebut cukup baik dan dapat menyesuaikan kebutuhan pasar kerja. Rekomendasi untuk transformasi UPT BLK Tulungagung dalam meningkatkan efektivitas pelatihan kepada pencari kerja dilakukan dengan menerapkan konsep 6R, yaitu rekolaborasi, redesain materi pelatihan, reformasi kelembagaan, reorientasi sumberdaya manusia, rebranding reputasi UPT BLK, serta revitalisasi fasilitas sarana dan prasarana.
Urgensi Keamanan Dan Pertahanan : Implementasi Kebijakan Kamtibmas Pada Tempat Wisata Desa Miru Nurany, Fierda; Agustina, Laili Dwi; Kirana, Annastya Putri; Winar, Devira; Renata, Irma; Naufal, Ananda; Ismah, Rifdah Dwi
Publiciana Vol. 17 No. 02 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v17i02.1240

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan mengkaji implementasi kebijakan Kamtibmas pada Tempat Wisata Desa Miru dalam perspektif teori Van Meter & Van Horn. Sistem pertahanan dan keamanan yang dilaksanakan oleh Tempat Wisata di Desa Miru masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang strategis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu Wisata Desa Miru. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik observasi, forum grup diskusi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, standar kebijakan Kamtibmas dalam sistem keamanan dan pertahanan di Tempat Wisata Desa Miru belum berjalan dengan optimal sebab masih belum memiliki SOP secara khusus baik itu dari Kepala Desa maupun dari pihak-pihak yang terlibat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kedamean. Dengan demikian, demi terwujudnya kondisi Kebijakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang optimal dan kondusif, maka anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di tiap-tiap sudut Tempat Wisata Desa Miru harus menjalankan tugas di desa binaannya dengan efektif lagi demi terciptanya situasi Kamtibmas desa yang kondusif.
Etika Pelayanan Publik dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kelurahan Babakan Kota Tangerang Anisa, Rizky
Publiciana Vol. 18 No. 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v18i01.1200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika pelayanan publik dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Babakan Kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika pelayanan publik dalam pelayanan administrasi kepndudukan di Kelurahan Babakan Kota Tangerang berdasarkan 4 indikator etika pelayanan terutama dari segi keadilan dan kesetiaan masih belum cukup baik dan perlu ditingkatkan. Hal ini didasarkan dari beberapa pernyataan masyarakat yang masih merasakan nepotisme dalam pelayanan serta pegawai yang kurang disiplin ketika jam kerja berlangsung. Namun dari segi persamaan hak dan pertanggungjawaban sudah cukup baik, hal tersebut didasarkan dari puasnya masyarakat dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh pegawai.
Public Service Motivation Pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung Wulandari, Yayuk
Publiciana Vol. 18 No. 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v18i01.1201

Abstract

Pada aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung masih terdapat kemungkinan ketidakpuasan pasien atas pelayanan yang belum sesuai dengan keinginan masyarakat. Pegawai Rumah Sakit Bunda Sejati, tidak semua dari pegawai memiliki Public Service Motivation yang baik, meskipun jika dilihat dari kewajiban dan tanggung jawabnya dituntut untuk melayani masyarakat dan kepentingan publik secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung dan ingin mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi pada Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung. Masalah dalam penelitian ini adalah Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung dan hambatan-hambatan yang terjadi pada Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisisi kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggunakan pengamatan pengguna objek penelitian ini pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang terlihat atau sebagaimana adanya. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pihak Rumah Sakit sangat mengupayakan dalam keberhasilan Public Service Motivation sesuai dengan 5 indikator pemenuhan kebutuhan sendiri, kewenangan pengambilan keputusan, minat terhadap publik, keterkaitan melayani, perasaan yang menunjukkan simpatik yaitu : 1) mengupayakan pemenuhan kebutuhan sendiri yang baik antara pegawai serta memberikan yang terbaik kepada pegawai dan pasien, 2) mengambil keputusan dengan berjenjang yaitu dari pelaksana, penanggung jawab atau koordinator dan manajer, 3) minat terhadap publik sudah cukup baik terhadap pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada masyarakat atau pasien, 4) keterkaitan melayani yang ada di Rumah Sakit Bunda Sejati adalah dengan mengumpulan angket, survei dan kotak saran, 5) melayani pasien dengan tagline 4C (cihuy cepatnya, cihuy mudahnya, cihuy nyamannya, cihuy ramahnya). Adapun hambatan yang ditemui yaitu dari segi pengetahuan masyarakat atau pasien, komunikasi antara pegawai dan perbedaan pendapat.Pada aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung masih terdapat kemungkinan ketidakpuasan pasien atas pelayanan yang belum sesuai dengan keinginan masyarakat. Pegawai Rumah Sakit Bunda Sejati, tidak semua dari pegawai memiliki Public Service Motivation yang baik, meskipun jika dilihat dari kewajiban dan tanggung jawabnya dituntut untuk melayani masyarakat dan kepentingan publik secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung dan ingin mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi pada Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung. Masalah dalam penelitian ini adalah Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung dan hambatan-hambatan yang terjadi pada Public Service Motivation pada Layanan Rumah Sakit Bunda Sejati Jatiuwung. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisisi kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggunakan pengamatan pengguna objek penelitian ini pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang terlihat atau sebagaimana adanya. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pihak Rumah Sakit sangat mengupayakan dalam keberhasilan Public Service Motivation sesuai dengan 5 indikator pemenuhan kebutuhan sendiri, kewenangan pengambilan keputusan, minat terhadap publik, keterkaitan melayani, perasaan yang menunjukkan simpatik yaitu : 1) mengupayakan pemenuhan kebutuhan sendiri yang baik antara pegawai serta memberikan yang terbaik kepada pegawai dan pasien, 2) mengambil keputusan dengan berjenjang yaitu dari pelaksana, penanggung jawab atau koordinator dan manajer, 3) minat terhadap publik sudah cukup baik terhadap pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada masyarakat atau pasien, 4) keterkaitan melayani yang ada di Rumah Sakit Bunda Sejati adalah dengan mengumpulan angket, survei dan kotak saran, 5) melayani pasien dengan tagline 4C (cihuy cepatnya, cihuy mudahnya, cihuy nyamannya, cihuy ramahnya). Adapun hambatan yang ditemui yaitu dari segi pengetahuan masyarakat atau pasien, komunikasi antara pegawai dan perbedaan pendapat.
Motivasi Pelayanan Publik Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa Tegal Kunir Kidul Kabupaten Tangerang Pradana, Indah Agustin Pradana
Publiciana Vol. 18 No. 01 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/publiciana.v18i01.1202

Abstract

Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih kurangnya kecepatan pelayanan dan kurangnya disiplin pegawai, yang mengindikasikan masalah dalam memenuhi kebutuhan diri sendiri sebagai salah satu dimensi motivasi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi pelayanan publik dalam pelayanan publik di Desa Tegal Kunir Kidul Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan teori James L. Perry yang dikembangkan oleh Xiaohua (2008). Dengan menggunakan Lima dimensi motivasi pelayanan publik yaitu Pemenuhan kebutuhan diri sendiri (self-fulfillment), Kewenangan pengambilan keputusan (policy-making), Minat terhadap publik (public interest), Ketertarikan melayani (attraction to service), Perasaan yang menunjukkan simpatik (compassionate) . Guna mendapatkan data di lapangan, dengan cara penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis data secara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian dimensi pemenuhan kebutuhan diri sendiri masih kurang baik, yang ditandai dengan rendahnya kedisiplinan dan keterlambatan dalam pelayanan. Sementara itu, dimensi lainnya menunjukkan hasil yang lebih positif, seperti Kewenangan pengambilan keputusan, minat terhadap publik, Ketertarikan melayani dan Perasaan yang menunjukkan simpatik yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa perlunya adanya peningkatan kesadaran pegawai terhadap pemenuh kebutuhan diri sendiri untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik di Desa Tegal Kunir Kidul Kabupeten Tangerang.