cover
Contact Name
Yatin Mulyono
Contact Email
yatin.mulyono@iain-palangkaraya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edusains@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika
ISSN : 23384387     EISSN : 25803247     DOI : -
Core Subject : Education,
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika (p-ISSN 2238-4387; e-ISSN 2580-3247) is peer-reviewed journal published biannually in June and December. The Journal is published by Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PENGGUNAAN MODEL SINEKTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA PADA SISWA KELAS XI SMAN Fathul Zannah
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.33 KB) | DOI: 10.23971/eds.v2i1.17

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran biologi di SMA Negeri 12 Banjarmasin saat ini belum begitu berpusat kepada siswa sehingga keterampilan proses siswanya masih kurang. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan ini dengan menggunakan model Sinektik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mengetahui peningkatan pemahaman siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru serta respon siswa. Penelitian terbagi menjadi 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 12 Banjarmasin yang berjumlah 23 orang siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa indikator yang belum tercapai dalam penelitian tentang penggunaan model Sinektik pada siswa kelas XI SMA Negeri 12 Banjarmasin pada konsep Sistem Peredaran Darah pada Manusia ini. Indikator keberhasilan proses belajar siswa ditunjukkan dari aktivitas siswa yang sudah terfokus pada kegiatan model sinektik sehingga hasil selama proses pembelajaran meningkat dari siklus 1 ke siklus 3 menjadi kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus 1 pada pre test 0% menjadi 13,63% pada post tes, pada siklus 2 hasil pre test 39,13% menjadi 91,30% pada post test dan pada siklus 3 hasil pre test 28,57% menjadi 57,14% pada post test. Hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan dan mencapai ketuntasan klasikal namun pada siklus 3 mengalami penurunan, tetapi setelah dilakukan analisis perbutir soal diketahui kalau penurunan tersebut bukan karena soal sinektik. Dari segi pengelolaan pembelajaran oleh guru sudah termasuk kategori baik walaupun guru masih belum bisa melepas dominansinya.Kata kunci: Model Sinektik, Sistem Peredaran Darah pada Manusia, PemahamanSiswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA KELAS X DEVELOPMENT OF BIOLOGY LEARNING MODULE BIODIVERSITY MATERIAL TO BOOST SCIENCE PROCESS SKILLS AND LEARNING RESULT FOR GRADE HIGH SCHOOL Susilawati Susilawati; Liswara Neneng; Yula M
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2016
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.423 KB) | DOI: 10.23971/eds.v4i2.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) analisis kebutuhan modul pembelajaran biologi hasil pengembangan, 2) bentuk modul hasil pengembangan pembelajaran biologi, 3) peningkatan keterampilan proses sains dan 4) peningkatan hasil belajar siswa dan 5) efektivitas penggunaan modul terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa SMA. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan perangkat ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Modul pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati dianalisis sesuai kurikulum 2013 baik kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), tujuan dan indikator untuk ranah kognitif, psikomotorik dan afektif, serta keterampilan proses sains. Bentuk hasil pengembangan modul keanekaragaman hayati dilengkapi dengan gambar-gambar yang bersifat kontekstual untuk melatih keterampilan proses sains (KPS). Hasil pengembangan modul pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA Kelas X, dengan nilai N-gain sebesar 0,57 kategori sedang, peningkatan ini tidak berbeda signifikan dengan kelas kontrol yakni sebesar 0,51 kategori sedang. Hasil pengembangan modul pembelajaran biologi materi keanekaragaman hayati dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Kelas X, dengan nilai N-gain sebesar 0,60 kategori sedang, peningkatan ini tidak berbeda signifikan dengan kelas kontrol yakni sebesar 0,55 kategori sedang. Persentase efektivitas keterampilan proses sains dan hasil belajar pada eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.Kata Kunci: Modul, Keterampilan Proses Sains, Hasil Belajar, Keanekaragaman Hayati
HUBUNGAN ANTARA KETRAMPILAN PROSES SAINS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI POLUSI LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA Rohani Rohani
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.935 KB) | DOI: 10.23971/eds.v1i2.7

Abstract

Abstrak
PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP HASIL KOGNITIF, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA PADA MATERI HUKUM NEWTON DI SMPN 3 PALANGKA RAYA Etik Susanti; Suhartono Suhartono
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.259 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i2.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guided inquiry pada materi hukum Newton, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guided inquiry pada materi hukum Newton, (3) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan sikap ilmiah siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guidedinquiry pada materi hukum Newton.Penelitian ini menggunakan model rancangannonequivalent control group design.Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif siswa, tes keterampilan proses sains dan lembar pengamatan sikap ilmiah siswa. Populasi penelitian adalah kelas VIII semester 1 SMPN 3 Palangka Raya, sampel penelitian adalah kelas VIII-3 berjumlah 36 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-1 berjumlah 34 orang sebagai kelas eksperimen. Analisis data pretest danposttest THB Kognitif, keterampilan proses sains dan Sikap ilmiah siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkananalisis hipotesis pada posttest, gain dan N-gain hasil belajar kognitif menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yangdiajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest 0,960 > 0,05, (2) berdasarkan analisis uji hipotesis pada posttest keterampilan proses sains menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan modelguided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest 0,231 > 0,05. Analisis hipotesis gain dan N-gain keterampilan proses sains menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, (3)berdasarkananalisis hipotesis pada nilai rata-rata sikap ilmiah siswa menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan modelguided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi sikap ilmiah 0,793 > 0,05.
KETERTERAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SKILL DI SMAN 1 KANDANGSERANG Yatin Mulyono
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.483 KB) | DOI: 10.23971/eds.v4i1.248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterterapan perangkat pembelajaran dengan pendekatan scientific skill di SMAN 1 Kandangserang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimental dengan one shotcase study melalui intrumen lembar observasi, angket respon peserta didik. Pembelajaran ditekankan pada praktikum untuk mengembangkan scientific skill peserta didik dan mengkonstruk pemahaman konsep melalui pengalamannya dalam praktikum, kemudian mengembangankan pengetahuan dan kecakapan tersebut untuk pemecahan masalah (problem solving). Perangkat pembelajaran dengan pendekatan scientific skill yaitu meliputi silabus, RPP, bahan ajar, lembar diskusi peserta didik (LDPD), dan lembar penilaian scientific skill. Hasil penelitian menunjukkan 86,67% merespon dengan baik, dan penilaian keterterapan oleh praktisi diperoleh rerata skor 97,60%. Hal ini menunjukkan perangkat pembelajaran praktis diterapkan. Berdasarkan hasil penelitian, perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan scientific skill memiliki tingkat keterterapan yang baik, sehingga dapat digunakan untuk membekali scientific skill peserta didik.
PENERAPAN METODE DISCOVERY DALAM PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DAN GERAK HARMONIK SEDERHANA PADA SISWA KELAS XI SEMESTER 1 SMAN-2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2011/2012 Sunawan Sunawan; Atin Supriatin
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.249 KB) | DOI: 10.23971/eds.v1i1.24

Abstract

AbstrakTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji masalah-masalah mendasar sebagai berikut: Bagaimana aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery? dan Bagaimana ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery?. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran fisika pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery, dan (b) untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Elastisitas dan Gerak Harmonik sederhana setelah diterapkan metode Discovery.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dalam pengumpulan data. Instrumen yang digunakan adalah (a) lembar observasi (pengamatan aktivitas guru dan siswa, pengamatan keterampilan afektif dan psikomotorik), dan (b) tes hasil belajar (THB) kognitif sebanyak 34 soal dari 50 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya.Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IA-4 SMAN-2 Palangka Raya yang berjumlah 35 siswa. Subyek diajarkan materi pokok Elastisitas dan Gerak Harmonik Sederhana dengan menerapkan metode Discovery. Subyek diberikan tes akhir pada akhir pembelajaran, untuk mengetahui hasil belajar siswa pada aspek kognitif.Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut: 1a) Aktivitas guru dengan penerapan metode Discovery terlaksana sangat baik dengan rata-rata total skor 129,75, 1b) Aktivitas siswa terlaksana dengan kriteria sangat baik dengan rata-rata total skor 1654,25, dan 2) Siswa tuntas pada THB kognitif sebanyak 24 siswa (68,57%) dari 35 siswa, ketuntasan TPK sebesar 57,14% (tidak tuntas), ketuntasan hasil belajar afektif siswa sebesar 92,86% (tuntas), dan ketuntasan hasil belajar psikomotorik siswa sebesar 85% (tuntas).Kata Kunci: Metode Discovery, Pembelajaran Fisika.
PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN SOAL KOGNITIF BERORIENTASI PADA REVISI TAKSONOMI BLOOM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Sri Fatmawati
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.561 KB) | DOI: 10.23971/eds.v1i2.13

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan revisi taksonomi Bloom dan mengaplikasikannya pada pembelajaran fisika terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran fisika dan menyusun butir soal kognitif fisika. Metode penulisan yaitu kajian literatur terhadap Revisi Taksonomi Bloom. Revisi Taksonomi melakukan pemisahan yang tegas antara dimensi pengetahuan dengan dimensi proses kognitif. Dimensi pengetahuan dibedakan dalam empat jenis/dimensi pengetahuan yaitu Faktual, Konseptual, Prosedural dan Metakognif, sedangkan dimensi proses kognitif terdiri dari 6 (enam) proses yaitu Mengingat (C1), Memahami (C2), Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5) dan Mencipta (C6). Dimensi proses kognitif ini masing-masing diklasifikasikan dalam kategori-kategori. Fokus aplikasi revisi taksonomi Bloom dalam tulisan ini adalah mengkonstruksi tujuan pembelajaran fisika dan butir soal kognitif. Bagaimanapun para guru/calon guru membutuhkan contoh konkrit dalam mengaplikasikan revisi taksonomi Bloom dalam pembelajaran fisika. Salah satu topik fisika ditingkat sekolah menengah pertama yaitu listrik dinamis diambil untuk menjadi contoh dalam tulisan ini. Kata Kunci: Revisi taksonomi Bloom, pembelajaran fisika, listrik dinamis
PENGARUH PENDEKATAN DISCOVERY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN TANGGUNG JAWAB SISWA MATERI SALING KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ratmita Ningsih
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.079 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i2.338

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa keterampilan proses sains siswa tidak tumbuh dengan baik hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran materi saling ketergantungan dalam ekosistem dengan menggunakan metode ceramah dan hanya difokuskan pada aspek kognitif saja. Selain itu banyak dijumpai siswa yang kesulitan dalam berpartisipasi sebagai wujud tanggung jawab seperti tidak mengerjakan tugas yang diberikan, bahkan ada yang tidak mengerjakan sama sekali, malas belajar dan ribut dikelas. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat pengaruh pendekatan discovery terhadap keterampilan proses sains dan tanggung jawab siswa materi saling ketergantungan dalam ekosistem dengan pembelajaran konvensional kelas VII SMP Muhammadiyah palangka raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh pendekatan discovery terhadap keterampilan proses sains materi saling ketergantungan dalam ekosistem 2) keterampilan proses sains selama pembelajaran menggunakan pendekatandiscovery materi saling ketergantungan dalam ekosistem, 3) tingkat tanggung jawab siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan discovery materi salingketergantungan dalam ekosistem. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen dengan teknik random sampling (sampel acak), Pretes-Postest NonEquivalent Control Group Design. Instrument yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains, lembar observasi keterampilan proses sains dan angket tanggung jawab siswa. Populasi penelitian ini adalah kelas VII SMP Muhammadiyah Palangka Raya tahun jaran 2014/2015, sampel penelitian adalah kelas VII-1 berjumlah 32 orang siswa sebagai kelas kontrol dan kelas VII-3 berjumlah 32 orang siswa sebagai kelas eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa: a) Uji hipotesis dengan menggunakan rumus Ujit menunjukkan pendekatan discovery berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran yang digunakan disekolah (model konvensional). Hal ini dapat dilihatberdasarkan nilai thitung sebesar 5,876 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 5% sebesar 2,024 atau thitung > ttabel. Demikian dalam hal ini didapat ketentuan bila thitung > ttabel maka Haditerima dan Ho ditolak, artinya pendekatan discovery berpengaruh terhadap keterampilan proses sains dan tanggung jawab siswa. b) keterampilan proses sains dalam penelitian ini meliputi mengamati/observasi, memprediksi, merancang percobaan, melakukan percobaan dan mengklasifikasikan dengan kategori tinggi. c) tanggung jawab siswa tergolong dalam kategori baik meskipun ada beberapa sikap tanggung jawab siswa yang jelek.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF ADOPSI DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MTSN PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN DI MTSN 1 MODEL PALANGKA RAYA Susilawati Susilawati; Jumrodah Jumrodah
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.878 KB) | DOI: 10.23971/eds.v3i1.253

Abstract

Konsep sistem pencernaan sangat kompleks dan rumit yang bersifat hapalan sehingga sulit dipahami siswa. Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif adalah pembelajaran yang menggunakan komputer dengan programmacromedia flash 8 untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar dan animasi dengan alat bantu dan koneksi (tool dan internet link), sehingga pengguna dapat berinteraksi, dan berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar siswa dengan menggunakan multimedia interaktif adopsi pada konsep sistem pencernaan di MTsN 1 Model Palangka Raya, (2) hasil belajar siswa dengan menggunakan multimedia interaktif MTsN pada konsep sistem pencernaan di MTsN 1 Model Palangka Raya, (3) ada atau tidaknya perbedaan penggunaan multimedia interakti adopsi dengan multimedia interaktif MTsN pada konsep system pencernaan di MTsN 1 Model Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode comparative (Perbandingan). Subyek penelitian terdiri dari dua kelas VIII yaitu kelas VIII-3 dengan menggunakan multimedia interaktif adopsi dan kelas VIII-2 dengan menggunakan multimedia interaktif MTsN. Penelitian dilakukan di laboratorium komputer MTsN 1 Model Palangka Raya. Multimedia interaktif yang digunakan dikemas dalam bentuk CD. Data dikumpulkan dengan metode tes, dan dokumentasi. Data hasil tes dianalisis dengan uji-t.Dari hasil analisis data diperoleh: (1) rata-rata hasil belajar siswa menggunakan multimedia interaktif adopsi adalah 76, (2) rata-rata hasil belajar siswa menggunakan multimedia interaktif MTsN adalah 74, (3) tidak terdapat perbedaan penggunaan multimedia interaktif adopsi dengan multimedia interakti MTsN pada konsep sistem pencernaan di MTsN 1 Model Palangka Raya dapat dilihat dari nilai t0 = 3,4 lebih besar dari nilai tt 0,05 (3,4 > 2,021), maka Hoditerima dan Ha ditolak. Konsep sistem pencernaan dapat diajarkan dengan menggunakan multimedia interaktif adopsi maupun multimedia interaktif MTsN di MTsN 1 Model Palangka Raya, sehingga pembelajaran lebih menarik, bermakna dan menjadikan siswa lebih aktif dalam proses belajar.
METODE SEDERHANA PENENTUAN JUMLAH UNIT PENGULANGAN GLUKOSA DALAM AMILOSA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI KARBOHIDRAT Fitri Diana Wulansari
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.565 KB) | DOI: 10.23971/eds.v1i1.29

Abstract

AbstrakAmilosa merupakan salah satu komponen terbesar penyusun pati selain amilopektin. Amilosa memiliki monomer D-glukosa yang membentuk rantai lurus dengan ikatan glikosida pada posisi α pada atom C1 dan C4. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah unit pengulangan glukosa dalam amilosa dengan metode sederhana sehingga dapat diaplikasikan sebagai media pembelajaran dalam materi karbohidrat. Amilosa yang digunakan bersumber dari pati talas. Metode penelitian diawali dengan isolasi pati dari umbi talas, isolasi amilosa dari pati talas, serta penentuan jumlah unit pengulangan glukosa dalam amilosa yang dilakukan berdasarkan analisis kestabilan I2 dalam amilosa. Analisis spektrometer IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsi yang terdapat dalam amilosa sedangkan analisis UV/UV-Vis dilakukan untuk menentukan absorbansi larutan kompleks amilosa-I2. Hasil analisis dan perhitungan menunjukkan bahwa satu unit amilosa terdiri dari 5 unit glukosa, atau massa molekul rantai amilosa sebesar 810. Pemanasan amilosa yang tinggi menyebabkan beberapa rantai amilosa terputus sehingga massa molekulnya berkurang.Kata kunci: amilosa, glukosa, unit pengulangan.

Page 11 of 26 | Total Record : 251


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): VOLUME 13 NUMBER 2 DECEMBER 2025 Vol 13 No 1 (2025): VOLUME 13 NUMBER 1 JUNE 2025 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12 NOMOR 2 DESEMBER 2024 Vol 12 No 2 (2024): VOLUME 12 NOMOR 2 DESEMBER 2024 Vol 12 No 1 (2024): VOLUME 12 NOMOR 1 JUNI 2024 Vol 11 No 2 (2023): VOLUME 11 NOMOR 2 DESEMBER 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2023 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10 NOMOR 2 DESEMBER 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2022 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2021 Vol 8, No 2 (2020): VOLUME 8 NOMOR 2 DESEMBER 2020 Vol 8, No 1 (2020): VOLUME 8 NOMOR 1 JUNI 2020 Vol 7, No 2 (2019): VOLUME 7 NOMOR 2 DESEMBER 2019 Vol 7, No 1 (2019): VOLUME 7 NOMOR 1 JUNI 2019 Vol 6, No 2 (2018): VOLUME 6 NOMOR 2 DESEMBER 2018 Vol 6, No 1 (2018): VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2018 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5 NOMOR 1 JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5 NOMOR 1 JUNI 2017 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4 NOMOR 2 DESEMBER 2016 Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Volume 4 nomor 1 Juni 2016 Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015 Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Desember 2015 Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 Nomor 1 Juni 2014 Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013 Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 Nomor 2 Desember 2013 Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 Nomor 1 juni 2013 More Issue