cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN (JSTP) (e-ISSN: 2527-6271) merupakan "Open Acess Publications" yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, dengan fokus dan ruang lingkup berupa: Teknologi Pengolahan pangan, bioteknologi pangan, keamanan pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan dan teknologi industri pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 708 Documents
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KERIPIK BONGGOL PISANG KEPOK (Musa acuminate balbisiana colla) Sardi, Ari
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.996 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i2.1263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman dan pengeringan terhadap karakteristik organoleftik dan nilai gizi keripik bonggol pisang kepok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola factorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu perendaman dalam larutan kapur sirih dan faktor kedua yaitu suhu pengeringan. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf yaitu perendaman 12 jam (P1), 24 jam (P2), dan 36 jam (P3), sedangkan faktor kedua memiliki tiga taraf yaitu suhu pengeringan 40°C (K1), 60°C (K2), dan 80°C (K3), masing-masing sampel diulangi tiga kali, setiap faktor memiliki 9 sampel sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode perendaman menggunakan kapur sirih memberikan berpengaruh sangat nyata pada karakteristik organoleptik rasa. Suhu pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata pada karakteristik organoleptik warna, tekstur dan rasa. Interaksi perlakuan terbaik yaitu pada perendaman larutan kapur sirih 1,84% selama 24 jam dan pengeringan dengan suhu 80°C selama 12 jam untuk karakteristik organoleftik warna 3,436 (Agak suka), aroma 3,333 (Agak suka), tekstur 3,2310 (Agak suka), rasa 3,385 (Agak suka) dan rasa 3,385 (Agak suka), kadar air 4,75%, kadar abu 8,57%, kadar protein 3,58% dan kadar serat kasar 68,32%.Kata kunci: keripik bonggol pisang kepok, metode perendaman, pengeringan.
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA KACANG TANAH DAN PERBEDAAN SUHU TEMPERING TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK COKELAT BATANG Sudirman, Nirwan; Tamrin, Tamrin; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.169 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3743

Abstract

ABSTRACT  Chocolate is one of the processed products made from cocoa beans favored because of its sweet taste and texture that melts in the mouth. This study aimed to analyze the effect of peanut paste and different tempering temperature on thecharacteristics of the chocolate bar. This study used two-factorial complete randomized design (CRD. The first factor was thetempering temperature with three levels, T1 (tempering 29-31 OC) and T2 (tempering 33-36 C). Meanwhile, the secondfactor was the peanut paste concentration with three levels, K1 (20% peanut paste), K2 (40% peanut paste), and K3 (60%peanut paste). Each level was combined and repeated four times; therefore, there were 24 experimental units, The resultsshow that the best product was obtained in T2K2 treatment (tempering temperature of 33-36 OOC and 40% peanut paste) withfavorite rating scores of color, aroma, taste, and texture reached 4.10 (like), 4.00% (like), 4.06% (like), and 3.85%(moderate). The selected chocolate bar had a melting point in the range of 33-36 C, 0.68% water content, and 42.34% fatcontent. The peanut paste concentration and tempering temperature had a significant effect on chocolate bars’ physicalcharacteristic but mixed effect the on organoleptic characteristic. The peanut paste concentration had a significant effect oncolor, aroma, and taste, but it had no significant effect on texture. Meanwhile, the tempering temperatures had a significanteffect on color, aroma, taste, and texture of chocolate bars.Keywords: Chocolate bars, characteristics, peanut paste, tempering. ABSTRAK OCokelat merupakan salah satu produk olahan berbahan baku biji kakao yang laris dipasaran karena rasanya yang manis dantekstur yang meleleh ketika berada di mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pasta kacangtanah dan penggunaan suhu tempering yang berbeda terhadap karakteristik cokelat batang sehingga dapat menghasilkancokelat batang dengan karakteristik yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2faktorial, dimana faktor pertama yaitu penggunaan suhu tempering yang terdiri 2 taraf T1(Tempering 29-31°C) dan T2(Tempering 33-36°C) dan faktor kedua yaitu penambahan pasta kacang tanah terdiri dari 3 taraf yaitu K1 (pasta kacangtanah 20%), K2 (pasta kacang tanah 40%) dan K3 (pasta kacang tanah 60%), masing – masing perlakuan di kombinasikandan di ulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkanbahwa perlakuan terbaik produk cokelat batang yaitu perlakuan T2K2 (suhu tempering 33-36°C dan pasta kacang tanah40%) dengan rata – rata kesukaan terhadap warna sebesar 3,63% (suka), aroma sebesar 4,33% (suka), rasa sebesar4,33% (suka) dan tekstur sebesar 3.00% (agak suka). Berdasarkan analisis yang dilakukan pada cokelat batang terpilihdiperoleh titik leleh sebesar 33-36C, kadar air rata-ratasebesar 1,260% dan kadar lemak rata-rata sebesar 37,25%.Penambahan pasta kacang tanah berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik cokelat batang, tingkat kesukaan tertinggipanelis terhadap penilaian karakteristik fisik cokelat batang yang meliputi warna, aroma dan rasa, namun tidak berpengaruh °nyata terhadap tekstur dan penggunaan suhu tempering yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik fisikdan organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur cokelat batang. Kata Kunci: Cokelat batang, karakteristik, pasta kacang tanah, tempering.
PERBANDINGAN KADAR MYRISTICIN MINYAK ESENSIAL DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) DARI BEBERAPA METODE PENGERINGAN Sipahelut, Sophia G.; Rejeki, Sri; Patty, John
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menetapkan kadarmyristicinminyak esensial daging buah pala daribeberapa metode pengeringan bahan.  Sampel minyak esensial daging buah pala (Myristica fragransHoutt) diperoleh melalui metode distilasi air-uap,kemudian dianalisis bobot jenis dan indeksbias.Kandungan myristicin dalam minyak esensial daging buah pala dianalisis secara kualitatif dankuantitatif dengan menggunakan GC-MS.  Analisis menggunakan GC-MS–QP  2010S  Shimadzu (kolomHP – 5MS, panjang 30 meter, ID  0,25 mm, gas pembawa helium, pengionan EI 70 Ev.  Suhu kolom70˚C; injection 290ºC, injection mode split, pressure 13.7 kPa, total flow 100 mL/min, column flow 0.50mL/min, linear velocity 25.9 cm/sec, purge flow 3 mL/min, split ratio 193, Ion source 250ºC, interface300ºC).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot jenis minyakesensialdaging buah pala berkisar pada0.8896-0.9105dan indeks bias berkisar pada 1.484-1.488.  Kadar myristicin dalam minyak esensial dagingbuah pala dari beberapa metode pengeringan, yaitu kering-angin (18.8%), kering matahari (13.1%),kering cabinet dryer (15.6%), sedangkan segar tidak terdeteksi. Kadar myristicin minyak esensial dagingbuah pala merupakan komponen khas dan memenuhi persyaratan SNI minyak pala.  Kata kunci : daging buah pala, metode pengeringan, minyak esensial, GC-MS, myristicin
ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA SAUS TOMAT DI PASAR TRADISIONAL ANDOUNOHU KOTA KENDARI Isran, Isran
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.51 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i2.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa zat pengawet natrium benzoat dalam produk saus tomat terutama yang diperdagangkan di pasar tradisional Andounohu kota Kendari. Natrium benzoat diekstraksi dengan kloroform dan untuk mengetahui kadarnya dianalisis menggunakan sistem biuret. Hasil penelitian secara kualiatif menunjukkan bahwa semua sampel saus tomat mengandung pengawet natrium benzoat. Secara kuantitatif sampel A mengandung natrium benzoat yaitu 5990,4 ppm, sampel B yaitu 6451,2 ppm, sampel C yaitu 6796,8 ppm dan sampel D yaitu 8928 ppm. Nilai kandungan natrium benzoat tersebut tidak aman untuk dikonsumsi sesuai Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) Nomor 36 Tahun 2013 tentang batasan maksimum penggunaan bahan tambahan pangan pengawet pada saus tomat hanya diperbolehkan pada 1,000 g/kg untuk bahan pangan.Kata Kunci : Saus Tomat, Natrium Benzoat, Zat Aditif
PENGARUH PENAMBAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP PENIALAIAN ORGANOLEPTIK MIE WIKAU MAOMBO Maslin, Shintya; Wahyuni, Sri; Ansharullah, Ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.431 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3747

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of the addition of seaweed slurry and xanthan gum on theorganoleptic assessment of wikau maombo noodles.The study used a completely randomized design (CRD) with six treatments of combination of wikau maombo flour, seaweed, and xanthan gum (wikau maombo flour : wheatflour : seaweed : xanthan gum) M1=60% : 37% : 2% : 1%, M2=60% : 35% : 4% : 1%, M3= 60% : 33% : 6% : 1%,M4= 60% : 31% : 8% : 1%, M5= 60% : 29% : 10% : 1%, and M6= 98% : 2%.The organoleptic assessment resultsshow that in the aspects of color, aroma, taste, and texture, the best treatment was obtained at M1 with a score of4.68 (really like) in color quality rating, 4.70 (really like) in aroma, 4.56 (really like) in taste, and 4.63 (really like) intexture. Meanwhile, the sensory test results show that the best treatment was obtained at M1, which had a yellowwhitecolor, interesting aroma, and chewy texture. Therefore, it can be concluded that the addition of seaweedslurry and xanthan gum had a significant effect on the organoleptic assessment of wikau maombo noodles. Keywords: Wikau maombo, seaweed, organoleptic, wet noodle. ABSTRAK  Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan bubur rumput laut dan xanthan gumterhadap penilaian organoleptik mie wikau maombo. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian iniadalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi antara tepungwikau maombo, rumput laut dan xanthan gum (tepung wikau maombo : terigu : rumput laut : xanthan gum )M1=60% : 37% : 2% :  1%, M2= 60% : 35% : 4% : 1%, M3= 60% : 33% : 6% : 1%, M4= 60% : 31% : 8% : 1% , M5=60% : 29% : 10% : 1%, M6= 98% : 2%.  Hasil penilaian organoleptik menunjukkan penilaian hedonik warna,aroma, rasa dan tekstur, perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan M1 = (60 g wikau maombo, 37 g terigu , 2 grumput laut  dan 1 g xhantan gum) dengan nilai organoleptik warna 4,68 (sangat suka), aroma 4,70 (sangat suka),rasa 4,56 (sangat suka) dan tekstur 4,63 (sangat suka). Hasil penilaian uji sensorik warna, aroma dan teksturmenunjukkan penilaian terbaik diperoleh pada perlakuan M1 dengan penilaian organoleptik warna mendapatkankualifikasi (putih kekuningan), aroma (menarik) dan tekstur (kenyal). Sehingga dapat disimpulkan bahwaPenambahan bubur rumput laut dan xanthan gum berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptikproduk mie basah wikau maombo.Kata Kunci : Wikau maombo, rumput laut, organoleptik, mie basah.
ANALISIS KINERJA USAHA KELOMPOK WANITA TANI DI KABUPATEN KEDIRI Lestari, Endah Rahayu; Amelia, Linda Citra
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan salah satu bentuk kelembagaan petani. Kabupaten Kediri memiliki KWT yang telah mempunyai usaha produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kebijakan pemerintah, pasar kompetitif, dan kualitas sumberdaya kinerja usaha yang dilakukan oleh KWT. Penelitian menggunakan kuesioner yang diisi oleh pengelola KWT. Total kuesioner 30 buah. Persaman model struktural dirancang untuk menguji hubungan dalam model. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pemerintah berupa bantuan mesin dan permodalan, serta pelatihan yang diberikan kepada KWT di Kabupaten Kediri dan kualitas SDM terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha, akan tetapi pasar kompetitif tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya saing. Kata kunci: Kebijakan pemerintah, kinerja usaha, kualitas sdm, KWT, pasar kompetitif. 
ORGANOLEPTIK TEPUNG KELADI ( Xanthosoma Sagittifolium) DARI HASIL FERMENTASI RAGI TAPE, RAGI ROTI DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Pricilia, Putri Alya
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v1i3.1541

Abstract

Xanthosoma sagittifolium is local food that has not been utilized optimally and can be used as raw material for substitution of wheat flour. The aim of this study was to determine the best organoleptic characteristics of the modified Xanthosoma sagittifolium flour fermented tape and bread yeast and lactic acid bacteria. This study used a completely randomized design with two factorial ie. one factor, the use of three types of yeast namely tape yeast (F1), bread yeast (F2) and lactid acid bacteria (F3). The second factor, the time of fermentation namely one day (T1), two days (T2), three days (T3). The results showed that the sweet bread products produced with the highest score of preferred are 3,93%, 3,84% and 3,80% for color, aroma and flavor, respectively on substitution treatment of Xanthosoma sagittifolium flour with wheat flout modified lactic acid bacteria (70%:30%).
APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA SIMPAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Erviani, Uni; Ansharullah, Ansharullah; wahab, djukrana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.677 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i6.3869

Abstract

ABSTRACT  Red chili pepper is a horticulture crop with a high price in the market and is needed in large quantities, but it has a short shelflife. Therefore, we used edible coating to extend shelf life and maintain the quality at room temperature, as well as theaddition of filtrate ginger as an antimicrobial to prolong the shelf life. This study used a completely randomized design (CRD),with five treatments of ginger filtrate concentration, which were J0 (0%), J1 (1%), J3 (3%), J5 (5%), and J7 (7%) with triplereplications. The samples were stored for 3, 6, 9, 12 and 15 days. The samples then tested with sensory tests (color, texture,and aroma) and vitamin C analysis during storage. The results show that there was a decrease of sensory quality in red chilipepper during storage using edible coating and the addition of ginger filtrate, but it was not as significant as the samplewithout the addition of ginger filtrate. The best result was obtained by the J7 sample (7% ginger filtrate) in the sensory test(color, texture, and aroma) during storage. This sample also had the lowest decrease of vitamin C levels during storagecompared to the red chili peppers without edible coating and ginger filtrate.  Keywords: Edible coating, sago starch, ginger filtrate.  ABSTRAK  Cabai merah merupakan tanaman holtikultura yang memiliki harga cukup tinggi di pasaran dan dibutuhkan dalam jumlahyang besar namun memiliki umur simpan yang singkat sehingga perlu adanya penanganan lebih lanjut yaitu denganmenggunakan edible coating untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu pada suhu ruang, sertapenambahan filtrat jahe sebagai antimikroba agar memperpanjang masa simpan. Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan  J0 (0%), J1 (1%), J3 (3%), J5 (5%) dan J7 (7%) filtrat jahe dengan 3 kali ulangan,buah disimpan selama 3, 6, 9, 12 dan 15 hari. Metode pengujian yang dilakukan yaitu uji sensori meliputi (warna, tekstur danaroma) serta uji kadar vitamin C selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terjadi penurunan mutu sensoripada buah cabai merah selama penyimpanan menggunakan edible coating dengan penambahan filtrat jahe, namunpenurunan mutu   sensori cabai merah  tidak sesignifikan dibandingkan tanpa penambahan filtrat jahe. Perlakuan J7 yaitupenambahan filtrat jahe 7% memberikan hasil yang lebih baik terhadap uji sensori ( warna, tekstur dan arom) selamapenyimpanan dibandingkan dengan penambahn 0%.  Selain itu hasil uji kadar vitamin C perlakuan terbaik J7 (7%) selamapenyimpanan memiliki penurunan yang tidak sesignifikan cabai merah  yang tanpa menggunakan edible coating denganpenambahan filtrat Jahe selama peyimpanan. Kata kunci: Edible coating, pati sagu, filtrat jahe.
KAJIAN UMUR SIMPAN PRODUK COOKIES WIKAU MAOMBO DENGAN METODE ASLT (ACCELERATED SHELF LIFE TESTING) Wahyuni, Sri; Ansharullah, ansharullah; Muzuni, muzuni; Utami, Andi Pratiwi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menentukan umur simpan produk cookies dari tepung wikaumaombo tanpa penambahan terigu dan produk cookies hasil formulasi tepung wikau maombo 85%dengan tepung terigu 15%. Penentuan umur simpan produk cookies menggunakan metode acceleratedlife testing (ASLT) dengan pendekatan kurva sorpsi isotermis (kadar air kritis). Metode tersebutmenggambarkan penambahan atau kehilangan kandungan air dari suatu bahan pangan pada suhu dankelembaban (RH) yang konstan. Penelitian dilakukan dengan tahapan penentuan kadar air awal, kadar airkritis, dan kadar air kesetimbangan dari cookies yang terbuat dari tepung wikau maombo tanpapenambahan terigu dan  denga penambahan terigu. Kadar air awal dan kadar air kritis  yaitu berturut-turutsebesar 3,39%; 3,22%, 6.79%; 6.99%  . Kurva sorpsi isotermis terpilih yaitu model persamaan Hasleyuntuk produk cookies wikau maombo tanpa terigu dan model persamaan Caurie untuk produk cookieswikau mapmno dengan terigu (15%) dan permeabilitas kemasan polipropilena yang digunakan sebesar0,08 g/m2.hari.mmHg. Hasil penelitian menunjukkan produk cookies dari tepung wikau maombo tanpasubtitusi terigu diperoleh umur simpan selama  283 hari (9 bulan, 10 hari) dan cookies dengan subtitusiterigu memiliki umur simpan selama 395 hari (1 tahun, 1 bulan).  Kata Kunci : umur simpan, cookies, tepung wikau maombo, isoterm sorpsi
ANALISIS SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG GADUNG (Dioscorea hispida Dennst.) TERMODIFIKASI OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) ASAL ISOLAT WIKAU MAOMBO Nafilawati, Waode
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.809 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i3.1548

Abstract

The purpose of this stusy was to investigate the effect of application of lactic acid bacteria (LAB) to organoleptic of gadung flour consist of taste, colour, aroma, and texture. This research based on completely randomized design (CRD) with four treatment that variation of fermentation time consist of treatment without fermentation (F0), fermentation in 1 day (F1), fermentation in 2 days (F2) and fermentation in 3 days (F3). The result of organoleptic showed that gadung flour with fermentation treatment for 3 days (F3), there was significant effect to organoleptic assessment of taste 3,653% (preferred), colour 3,638% (preferred), aroma 3,531% (preferred) and texture 3,683% (preferred).

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Vol 8, No 6 (2023): Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 5 (2023): Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 6 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 5 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 5, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 6 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 5 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 3 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 6 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017 Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 4 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN More Issue