cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN (JSTP) (e-ISSN: 2527-6271) merupakan "Open Acess Publications" yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, dengan fokus dan ruang lingkup berupa: Teknologi Pengolahan pangan, bioteknologi pangan, keamanan pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan dan teknologi industri pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 708 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN FILTRAT DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP KUALITAS FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY RUMPUT LAUT (E. cottonii) Rahman, Wasti La; Ansharullah, Ansharullah; wahab, djukrana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.031 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i6.3875

Abstract

ABSTRACT  This study aimed to determine the effect of addition of pandanus leaf filtrate to organoleptic characteristics andphysicochemical properties of seaweed jelly candy. This research used Completely Randomized Design (CRD) that theconcentration of pandan leaf filtrate (10, 20, 30 and 40%). The addition of 40% pandanus leaf filtrate was the most preferredtreatment of panelists with rating scores on color, texture, aroma and taste of 3.56, 3.46, 3.50 and 3.72, respectively. Thephysicochemical properties of jelly candy include moisture content, ash content, glucose and pH respectively 19.64%,0.789%, 8.983% and 5.43. Physical test result that the viscosity showed significant effect. Candy jelly with the addition ofpandan leaf filtrate has fulfilled the quality requirements of jelly candy so it has a good enough acceptance and  favored bypanelists. Keywords: Seaweed, Candy jelly, Pandanus Leaf. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filtrat daun pandan terhadap karakteristik organoleptik dansifat fisikokimia permen jelly rumput laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu konsentrasipenambahan filtrat daun pandan (10, 20, 30 dan 40%). Penambahan filtrat daun pandan 40% merupakan perlakuan yangpaling disukai panelis dengan skor penilaian terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa berturut-turut sebesar 3.56, 3,46, 3.50dan 3.72. Sifat fisikokimia permen jelly meliputi kadar air, kadar abu, glukosa dan pH berturut-turut sebesar 19.64%, 0.789%,8,983% dan 5,43. Hasil uji fisik yaitu kekenyalan menunjukan berpengaruh yang nyata. Permen jelly dengan penambahanfiltrat daun pandan telah memenuhi syarat mutu permen jelly sehingga memiliki daya terima yang cukup baik dan disukaioleh panelis. Kata kunci: Rumput laut, permen jelly, daun pandan.
KARAKTERISTIK FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA KROKOT (Portulaca oleracea L) Sudaryati, Sudaryati; Nusandari, Rahma
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Abstrak Krokot (Portulaca oleracea L) merupakan tanaman menjalar yang banyak terdapat di dataranrendah seperti sawah. Krokot banyak dimanfaatkan sebagai sayuran dan obat tradisional yang dapatmenyembuhkan penyakit kulit dan diare.  Selain itu banyak informasi yang menyatakan bahwa krokotmemiliki kandungan bioaktif dan kaya akan Omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian inibertujuan untuk mempelajari krokot sebagai sumber komponen bioaktif yang mempunyai kemampuanantimikroba. Penelitian yang dilakukan adalah pengujian kemampuan antimikroba ekstrak krokotterhadap dua bakteri pathogen gram negatif (Escherichia coli dan Salmonella typhimurium) dan satubakteri pathogen gram positif Staphylococcus aureus. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, uji fitokimiaberupa alkaloid, saponin, tanin, fenol dan flavonoid dan uji aktivitas antimikroba dengan metode difusi cakram kertas (paper disc) pada bakteri uji  Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Salmonellathyphimurium. Kemudian data yang diperoleh akan di tabulasi dan dianalisa secara deskriptif. Krokotyang diekstrak dengan cara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan heksana, menghasilkan ekstrakyang berbeda karakter fisik dan kandungan fitokimianya. Ekstrak krokot dengan pelarut air memilikiwarna coklat kemerahan dengan komponen bioaktif flavonoid 6,39%, fenol 1,94%, tannin 2,17%, saponin24,83% dan alkaloid 31,53%, ekstrak krokot dengan pelarut etanol memiliki warna hijau kehitamandengan komponen bioaktif flavonoid 5,97%, fenol 2,14%, tannin 3,93%, saponin 36,03% dan alkaloid42,6% dan ekstrak krokot dengan pelarut heksana memiliki warna kuning dengan komponen bioaktifyang diuji tidak terdeteksi. Aktivitas antimikrobia yang terdapat pada ekstrak krokot tertinggi padakonsentrasi 100% pada pelarut etanol terhadap semua bakteri uji (Escherichia coli, Staphylococcusaureus dan Salmonella typhimurium) yang memiliki zona hambat berturut-turut (1.69 cm, 2.3 cm dan2,74 cm).  
PENGARUH PEMAKAIAN CRYOPROTECTANT BERBEDA TERHADAP SENSORIK DAN KUALITAS KIMIA SURIMI DARI IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Suryana, Mimy Aulia
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.784 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i3.1542

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of different cryoprotecteur of sensory and quality of surimi from Clarias gariepinus fish. This study used Clarias gariepinus fish and cryoprtectant (sorbitol, sucrose and agar). Sensory test data were statistically analyzed using an analysis of variance (ANOVA) to determine the significant effect of cryoprotectant on the sensory continued the different significance test (LSD), quality data were analyzed descriptively. The results of sensory test color of sorbitol, agar and sucrose ie. 9.67, 9.33 and 7.75, respectively. The Aroma of sorbitol, agar and sucrose ie. 3.50 (fihsy), 3.42 (bit fishy) and 3.33 (bit fishy), respectively. Texture on sorbitol, sucrose and agar ie. 7.50 (strong), 8.08 (strong) and 4.08 (weak), respectively. The results showed that the water content of surimi with the addition of sorbitol, agar and sucrose are 80.77%, 80.55% and 76.92%, respectively. The protein content in surimi with the addition of sorbitol, agar and sucrose are 14.28%, 12.87% and 10.47%, respectively. Whereas, fat content of surimi with the addition of sorbitol, agar and sucrose are 0.89, 0.81% and 0.51%, respectively. The ash content of surimi with the addition of sorbitol, agar and sucrose are 1.94%, 1.48% and 1.28%, respectively.
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA UWI UNGU (DISCOREA ALATA L) TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN FISIKO KIMIA ES KRIM Awaliah, Reski; Ansharullah, Ansharullah; MASHUNI, MASHUNI
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.601 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v3i1.3974

Abstract

ABSTRACT The objective of the study was to observe the organoleptic assessment of ice cream added with purple yam paste. Thisstudy used a completely randomized design of one factor with three treatments, i.e., P1= 270 g purple yam paste, P2 = 315g purple yam paste, and P3 = 360 g purple yam paste. The treatments were repeated three times, then continued with leastsignificant difference test. The best result for organoleptic assessment was obtained by the sample with 270 g purple yampaste, 52 g full cream milk, 35 g whipping cream, 0.4 g salt, and 46 g sugar. The favorite rating scores of color, aroma,taste, and texture were 2.60 (like), 3.85 (like), 3.77 (like), and 3.39 (like). The ice cream sample required 23 minutes to bemelt. The nutritional values were 0.4 fat content (%db), and 3.79 protein (%db), with storage temperature of -4oC. Theresults show that the ice cream was accepted by panelists; therefore, it was expected to be favorable to the widercommunity as a product without artificial additives. Keywords: Purple yam Ice cream ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penilaian karakteristik organoleptik es krim dengan penambahan pasta uwi ungu.Penelitian ini menggunakan desain rangcangan acak lengkap (RAL) kemudian dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT),dimana perlakuan sebanyak 3 dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari P1 = pasta uwi ungu 270 g, P2 =pasta uwi ungu 315 g, dan  P3= pasta uwi ungu 360.  Hasil penilaian organoleptik menunjukkan bahwa pada ujiorganoleptik  terpilih oleh panelis terdapat pada komposisi pasta uwi 360 g, susu full cream 52 g, whipping cream 35 g,garam 0,4 g, dan gula 46 g. Dengan skor penilaian terhadap warna 2,60% (disukai), aroma 3,85% (disukai), rasa 3,77%(disukai), tekstur 3,39% (disukai) dan pada uji sifat fisik kecepatan meleleh pada es krim selama 23 menit. Nilai gizi: kadarlemak 0,4 (%db), dan kadar protein 3.79 (%db), dengan suhu penyimpanan -4oC. Hasil penelitian menunjukan bahwaproduk  es krim uwi ungu disukai dan diterima oleh panelis sehingga diharapkan dapat menjadi produk es krim yangditerima secara luas dan menjadi pangan fungsional tanpa mengandung bahan tambahan pangan sintetis. Kata kunci:  Es krim uwi ungu  PENDAHULUAN
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN DAN KONSENTRASI FIKSATOR PADA PEWARNAAN KAIN MORI BATIK MENGGUNAKAN ZAT WARNA ALAMI BIJI PINANG (Areca catechu L.) Rahmah, Nur Lailatul; Wijana, Susinggih; Susanti, Siti
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan bahan dan konsentrasi fiksator terhadap intensitas warna dan ketahanan luntur warna kain mori batik menggunakan pewarna alami biji pinang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah bahan fiksator yaitu tawas, kapur tohor, dan tunjung. Faktor kedua adalah konsentrasi fiksator yaitu 10%, 15%, dan 20% (b/v). Hasil perlakuan terbaik menggunakan Multiple Attribut, yaitu perlakuan fiksator kapur tohor dengan konsentrasi 15% (b/v) dengan rerata nilai intensitas warna yaitu nilai L* (tingkat kecerahan) sebesar 40.2, nilai a* (warna merah) sebesar 19.55, dan nilai b* (warna kuning) sebesar 15.9. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses fiksasi atau penguncian warna memberikan pengaruh besar terhadap nilai intensitas warna (L*, a*, dan b*). Rerata nilai uji ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering dan gosokan basah menunjukkan nilai penodaan warna sebesar 8 (cukup) dan 21.5 (kurang). Rerata uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian nilai stainning scale dan grey scale menghasilkan nilai yang sama sebesar 2.4 (cukup baik). Semakin rendah nilai GS dan SS maka ketahanan luntur warnanya semakin bagus (tidak mudah pudar). Kata kunci: Fiksasi, Intensitas warna, Ketahanan luntur. 
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN DAN SUHU PEMANASAN TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN KUALITAS SIRUP AIR KELAPA RISMAYANTI, RISMAYANTI RISMAYANTI
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.823 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i1.2117

Abstract

Air kelapa sangat berpotensi dijadikan bahan baku makanan dan minuman dengan memanfaatkan air kelapa sebagai bahan baku pada pembuatan sirup air kelapa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan gula aren dengan suhu pemanasan yang berbeda terhadap organoleptik dan kualitas mutu dari sirup air kelapa. Peneltian ini di menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiridari 2 faktor, factor pertama penambahan gula aren (G) yang terdiri dari dua taraf yaitu G1=60%, G2=70%, dan faktor kedua yaitu suhu pemanasan (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S1=80°C, S2=90°C, dan S3=100°C. G2S3 merupakan produk terbaik dengan komposisi gula aren 70% dan perlakuan suhu pemanasan 100°C. UJi organoleptik menunjukkan score terhadap warna, aroma, rasa dan kekentalan berturut-turut yaitu4,4% (suka), 4,06% (suka), 4,34% (suka) dan 4,22% (suka). Kadar glukosa dan viskositas produk G2S3 berturut-turut sebesar 34,416% dan 7,633 cp.Kata Kunci: Air kelapa, glukosa, gula aren, organoleptik, viskositas.
ANALISIS PENILAIAN ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI KUE TRADISIONAL BAGEA SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) Hasriani, Eva; Ansharullah, Ansharullah; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.581 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v3i1.3979

Abstract

ABSTRACT This study aimed to investigate the effect of substitution of purple sweet potato starch on the organoleptic characteristics andnutritional value of bagea cake. This research used Completely Randomized Design (CRD) with one factor (variationconcentration of purple sweet potato) of 10%, 20%, 30%, 40%. Organoleptic analysis including color, aroma, texture andtaste was carried out in this study. Nutritional content analysis including water content, ash, fat, protein and carbohydratewas also done. The results showed that the substitution treatment of purple sweet potato starch had a very significant effecton organoleptic color, aroma, taste and texture. The substitution treatment of purple sweet potato flour of 20% was the mostpreferred treatment of panelists with the score of favorite assessment on the color, aroma, texture and taste of 3.78 (ratherlike), 4.02 (like), 3.63 (rather like) and 3.83 (rather like). Nutritional content including water content, ash, fat, protein andcarbohydrate were 7.87%, 2.61%, 23.78%, 5.16% and 60.55%, respectively. Bagea cake with purple sweet potato floursubstitution had nutritional value according to standard and had a good enough acceptance and was favored by panelists. Keywords:  Bagea cake, sago flour, purple sweet potato flour. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik organoleptik dannilai gizi kue bagea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasitepung ubi jalar ungu (10%, 20%, 30%, 40%).  Analisis organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa telah dilakukanpada penelitian ini. Analisis kandungan gizi meliputi kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat juga telah dilakukanpada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh sangatnyata terhadap organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu 20% merupakanperlakuan yang paling disukai panelis dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa berturutturutsebesar  3.78 (agak suka), 4.02 (suka), 3.63 ( agak suka) dan 3.83 (agak suka). Analisis kandungan gizi meliputikadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat berturut-turut sebesar 7.87%, 2.61%, 23.78%, 5.16% dan 60.55%. Kuebagea dengan substitusi tepung ubi jalar ungu memiliki nilai gizi sesuai standar dan memiliki daya terima yang cukup baikserta disukai oleh panelis. Kata kunci: Kue bagea, tepung sagu, ubi jalar ungu.
PENGEMBANGAN ALAT PENCACAH (CHOPPER) BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU SILASE Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Limbah jagung dapat menjadi alternatif terbaik untuk menjadi bahan baku pakan ternak. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah dengan mengolah limbah tersebut menjadi silase. Silase merupakan hijauan yang di awetkan dengan cara difermentasi. Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan ukuran dari batang jagung yang lebih kecil sehingga memudahkan dalam pembuatan silase dan dicerna oleh ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pencacah (chopper) batang jagung sebagai bahan dasar silase dan melakukan uji kerja terhadap alat pencacah ini.Pengujian dilakukan dengan lima kali ulangan dengan berat beban 5 kg untukmasing-masingulangan.Hasil dari uji kinerja alat meliputi,kapasitascacahan 217 kg/jam denganputaran poros pencacah 1262,2 rpm,kehilangan bahan 0,16 kg,rendemen pencacahan 96,8%,hasil cacahan terbanyak pada ukuran 5 – 7 cmdan kebutuhan bahan bakar 0,42 liter solar untuk 1 jam pengerjaan. Kata kunci: pencacah, silase, jagung, ternak. 
DAYA TERIMA, SIFAT KIMIA DAN KANDUNGAN ANTIOKSIDAN (LIKOPEN DAN BETA KAROTEN) COOKIES UBI JALAR (Ipomoea batatas) UNTUK PENDERITA HIPERKOLESTEROLEMIA Nurlaela, Euis
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.234 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i1.2125

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas) memiliki kandungan serat pangan yang sejenis karbohidrat dan digolongkan dalam kelompok karbohidrat yang tidak dapat dicerna, sehingga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang salah satunya adalah cookies. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya terima, sifat kimia (kadar air, protein, lemak, karbohidrat dan serat kasar) dan kandungan antioksidan (likopen dan beta karoten) cookies ubi jalar pada formula perlakuan dan kontrol bagi penderita hiperkolesterolemia. Desain penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain posttest control design dan menggunakan metode eksperimen laboratorium Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor berupa variasi formula yaitu perbandingan campuran tepung ubi jalar. Untuk masing-masing perlakuan dibuat 2 kali ulangan sampel dan 2 ulangan analisa. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya terima panelis terhadap produk cooikes ubi jalar terbaik adalah cookies formulasi C3 (penambahan tepung ubi jalar 50%), dengan kadar air 4,90%, kadar serat kasar 0,52%, protein 7,51%, lemak 4,02% dan karbohidrat 76,31%. Sedangkan kadar likopen sebesar 470,5 SI (C3) dan kadar betakarotein 2661,5 SI Kata kunci : Daya terima, kandungan kimia dan antioksidan, kue tepung ubi jalar, hiperkolesterolemia
PENGARUH METODE GRANULASI KERING DALAM PEMBUATAN GRANUL EFFERVESCENT BUBUK KOPI TORAJA (Coffea arabica) TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN UJI ORGANOLEPTIK Utami, Nadya; Tamrin, Tamrin; Asyik, nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.105 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v3i1.3984

Abstract

ABSTRACT  This study aimed to determine the effect of dry granulation method in the production of effervescent powder granule ofToraja Coffee (Coffea arabica) on the physicochemical and organoleptic test. This study used Completely RandomizedDesign (RAL), with coffee powder variation of 10% (P1), 15% (P2), 20% (P3) and 25% (P4). The results showed that theconcentration of coffee powder in effervescent granule process did not significantly effect (P> 0,05) on organoleptic score ofaroma and taste with average of 3,41 (rather like) and 2,41 (dislike) (P <0.05) and color with a range of 3.56. Effervescentgranules had flow time, soluble time, pH and moisture contents around of 1.30 - 1.50 seconds, 73.50 seconds, 6.40 and0.17%. Effervescent granule formulation on flavor, taste, soluble, and water content test was not significantly effect, whilecolor analysis, flow time and pH showed improvement with increasing of coffee powder concentration.Keywords: Effervescent granules, coffee powder, dry granulation.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh metode granulasi kering dalam pembuatan granul Effervescent bubukKopi Toraja (Coffea arabica) terhadap sifat fisikokimia dan uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL), dengan variasi penggunaan bubuk kopi 10% (P1), 15% (P2), 20% (P3) dan 25% (P4). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa konsentrasi bubuk kopi pada proses pembuatan granul Effervescent tidak berpengaruh nyata (P>0,05)terhadap penilaian organoleptik aroma dan rasa dengan rata-rata 3,41 (agak suka) dan 2,41 (tidak suka) namunberpengaruh nyata (P<0,05) terhadap organoleptik warna dengan kisaran 3,56. Granul Effervescent mempunyai waktu alir1,30, waktu larut, pH dan kadar air berturut-turut sebesar detik – 1,50 detik, 73,50 detik, 6,40 dan 0,17%. Formulasi granulEffervescent pada uji aroma, rasa, waktu larut, dan kadar air berpengaruh tidak nyata, sedangkan analisis warna, waktu alirdan pH menunjukkan peningkatan dengan semakin meningkatnya konsentrasi bubuk kopi. Kata kunci: Granul Effervescent, Bubuk Kopi, Granulasi Kering.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Vol 8, No 6 (2023): Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 5 (2023): Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 6 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 5 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 5, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 6 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 5 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 3 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 6 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017 Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 4 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN More Issue