cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN DI PASAR BLAMBANGAN, BANYUWANGI TAHUN 2017 Anggraeni, Meidyas Dwi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.31 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.5206

Abstract

Sanitasi pasar merupakan pengendalian melalui kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh– pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat hubungannya dengan timbul dan merebaknya suatu penyakit.Terdapat 6 aspek kriteria pasar yang dianggap sehat, yaitu Kelaikan Lokasi Pasar; Sanitasi Ruang dan Bangunan;Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Keamanan; Kenyamanan; dan Tersedianya fasilitas lain-lain. Tujuan penelitianadalah mengetahui gambaran sanitasi lingkungan Pasar Blambangan Banyuwangi. Penelitia n ini adalahobservasional dengan menggunakan pendekatan deskriptif yakni menggambarkan kondisi sanitasi lingkungan PasarBlambangan, Banyuwangi. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan juga pengamatan langsung denganmenggunakan kuesioner. Populasi penelitian yakni Pasar Blambangan Banyuwangi dan sampel penelitian adalahsemua unit populasi Pasar Blambangan Banyuwangi. Hasil Penelitian pada Pasar Blambangan Banyuwangi padatahun 2017 yang merujuk pada Kepmenkes No. 519/MENKES/SK/VI/2008 Tentang Pedoman Penyelenggaraan PasarSehat dilihat dari segi lokasi mendapatkan skor persentase 85%, Bangunan 52%, Sanitasi 54%, Perilaku Hidup Bersihdan Sehat (PHBS) 52%, Keamanan 89%, dan dari segi Fasilitas Lain 59%. Jika dilakukan penilaian secara keseluruhanatau akumulatif dari semua aspek, Pasar Blambangan Banyuwangi mendapatkan skor persentase sebesar 55% yangartinya Pasar Blambangan tergolong pasar yang tidak sehat menurut Kepmenkes No. 519/MENKES/SK/VI/2008Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat.Kata Kunci : Sanitasi, Pasar, Lingkungan
GAMBARAN PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BLAMBANGAN BANYUWANGI Sari, Nenda Puspita
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.001 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.5208

Abstract

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) merupakan usaha untuk meningkatkan kesadaran, kemauandan kemampuan hidup bersih dan sehat bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung rumah sakit dan masyarakatsekitar rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program promosikesehatan rumah sakit di RSUD Blambangan Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam. Sebagai alat digunakan lembar check list danpanduan wawancara. Observasi dan wawancara dilakukan dengan menilai tujuh domain berdasarkan PeraturanMenteri Kesehatan Nomor 004 tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit . Hasil daripenelitian menunjukkan gambaran pelaksanaan PKRS di RSUD Blambangan dengan Peraturan MenteriKesehatan Nomor 004 tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit adalah baik dansesuai dengan sasaran pelaksanaan. RSUD Blambangan dalam pelaksanaan PKRS terus mengalami perbaikanmeskipun sudah banyak inovasi yang dibuat demi kesejahteraan masyarakat rumah sakit. Disarankan kepadapihak RSUD Blambangan dan TIM PKRS untuk saling mendukung kegiatan PKRS sebagai percontohan rumah sakitBanyuwangi.Kata kunci : Pelaksanaan,Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) ,RSUD Blambangan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PADA NELAYAN DI KELURAHAN INDUHA KECAMATAN LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2017 Zania, Elva; Junaid, Junaid; ainurafiq, ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.45 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5256

Abstract

Penyakit kulit dan subkutan lainnya merupakan peringkat ketiga dari sepuluh penyakit utama dengan 86%adalah dermatitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian dermatitis kontak pada nelayan di Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Tahun2017. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian inidilaksanakan bulan Oktober – November 2017 Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Nelayan di Kelurahan Induha Kecamatan Latambaga KabupatenKolaka yang berjumlah 76 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa ada hubungan antara hygiene personal dengan kejadian dermatitis kontak, ada hubungan antara lamakontak dengan kejadian dermatitis kontak, tidak ada hubungan antara riwayat penyakit sebel umnya dengankejadian dermatitis kontak. Diharapkan agar nelayan memperhatikan hygiene personal (kebersihan diri) agardapat mengurangi resiko terkena Dermatitis Kontak.Kata Kunci : Dermatitis Kontak, Hygiene Personal, Lama Kontak, Riwayat Penyakit Kulit Sebelumnya Nelayan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017 Rahayu, Irma; Yuniar, Nani; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.282 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5333

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian / lebih darisaluran nafas mulai hidung alveoli termasuk adneksanya (sinus rongga telinga tengah pleura). Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada Balita di Wilayah KerjaPuskesmas Soropia Kab. Konawe tahun 2017. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatancross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh balita di Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe yang berjumlah 632 orang dengansampel sebanyak 84 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian (p value = 0,007 < α), Luas Ventilasi ( p value = 0,013< α), jenis dinding (p value = 0,015 < α), langit-langit rumah (p value = 0,005 < α), paparan asap rokok (p value =0,019 < α), pemberian ASI Ekslusif (p value = 0,005 < α) dan status imunisasi (p value = 0,019 < α) dengan kejadianISPA pada balita di Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe tahun 2017.Kata Kunci : ISPA, Kondisi Fisik Rumah, Imunisasi Balita, ASI Ekslusif
STUDI PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG DI RUMAH SAKIT BAHTERAMAS TAHUN 2018 Dosi, Nurmay Purma; Suhadi, Suhadi; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.807 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5335

Abstract

Rumah Sakit Bahteramas sebagian besar memiliki pasien rujukan terbanyak baik dari Puskesmas maupunRumah Sakit Kabupaten. Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui pelaksanaan sistem rujukan berjenjang diRumah Sakit Bahteramas, ditinjau dari sistem informasi rujukan, kepatuhan petugas pada SOP rujukan, dan dasarpemilihan rujukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dimana penelitian iniadalah wawancara mendalam dengan informan bertujuan untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentangPelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang di Rumah Sakit Bahteramas. Kriteria informan biasa adalah pasien yangtelah melakukan rujukan dari tahap I,II,dan III. Sedangkan untuk kriteria informan kunci adalah yang bertugassebagai petugas kesehatan di ruangan pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem rujukan di Rumah SakitBahteramas sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan PMK No.01 tahun 2012 seperti sistem penerimaan pasien,serta kelengkapan sarana dan prasarana. Selain itu Rumah Sakit Bahteramas sudah menerapkan SOP pada setiappetugas dan proses rujukan sudah mengacu pada SOP rujukan serta proses koordinasi sesuai PMK RI No.28 Tahun2014. Namun dalam pelayanan dari petugas masih kurang dan petugas yang berhak mengantar pasien belummaksimal, serta kepatuhan petugas pada SOP rujukan untuk kesiapan petugas dari tingkat Puskesmas dan RumahSakit Kabupaten yang melakukan rujukan belum maksimal dan yang menjadi dasar pasien mel akukan rujukan diRumah Sakit Bahteramas karena kurangnya sarana dan prasarana. Saran saya untuk penelitian ini Petugas harussiap dalam melakukan rujukan tanpa ada perintah dari dokter serta sarana dan prasarana di Puskesmas atau RumahSakit Kabupaten harus diadakan.Kata kunci : Sistem rujukan, SOP rujukan, RS
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KECAMATAN ABELI TAHUN 2018 Hermawati, Hermawati; Suhadi, Suhadi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.352 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i3.5331

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernafasanbagian atas dan bagian bawah. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menimbulkan gejala ringan (batuk,pilek), gejala sedang (sesak) bahkan sampai gejala yang berat. Komplikasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)yang berat mengenai jaringan paru dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Pneumonia merupakan penyakitinfeksi penyebab kematian nomor satu pada balita. Jumlah kematian pada balita Indonesia sebanyak 151.000kejadian, dimana 14% dari kejadian tersebut disebabkan oleh pneumonia. Tujuan penelitian ini untukmengetahui adakah hubungan faktor lingkungan dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kecamatan Abeli Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitiananalitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Penentuan sampel dalam penelitianini menggunakan pendekatan Random Sampling. Dengan sampel 73 responden yang menderita penyakit InfeksiSaluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Abeli. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tidak ada hubunganyang bermakna antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)dengan nilai p-Value = 0,691. Tidak ada hubungan antara penggunaan anti nyamuk bakar dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,605. Ttidak ada hubungan yangbermakna antara penggunaan bahan bakar untuk memasak dengan kejadian penyakit Infeksi SaluranPernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value =0,254. Tidak ada hubungan yang bermakna antara keberadaanperokok dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan nilai p-Value = 0,285.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kepadatan hunian, penggunaan anti nyamukbakar, penggunaan bahan bakar untuk memasak dan keberadaan perokok dalam rumah dengan kejadianpenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Kata Kunci : Kepadatan Hunian, Penggunaan Anti Nyamuk Bakar, Bahan Bakar Untuk Memasak, KeberadaanPerokok, ISPA
GAMBARAN KESIAPAN AKREDITASI PUSKESMAS BERDASARKAN LAYANAN KLINIS YANG BERORIENTASI PASIEN DI PUSKESMAS KEMARAYA KOTA KENDARI TAHUN 2018 Cahyani, Sitti Yulia Srifian; Ahmad, La Ode Ali Imran; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.222 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5794

Abstract

Akreditasi puskesmas adalah pengakuan terhadap puskesmas yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasiyang ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa puskesmas telah memenuhi standar pelayanan puskesmas yang telahditetapkan oleh menteri untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas secara berkesinambungan.Permenkes Nomor 46 Tahun2015 tentang akreditasi puskesmas, klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter dan dokter gigi, semua puskesmas harusterakreditasi pada tahun 2019, jika tidak terakreditasi maka puskesmas tersebut tidak bisa bekerja sama dengan pihak BPJSKesehatan dan tidak bisa mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sehingga puskesmas akan dilebur. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kesiapan akreditasi padastandarlayananklinis yang berorientasipasiendi Puskesmas Kemaraya Kota Kendaritahun 2018. Informan pada penelitian ini yaitu Ketua Pelaksanapadalayananklinis yang berorientasipasien. Metode penelitianiniyaitu pendekatan fenomenologis dengan jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalamkepadainforman, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Kemaraya padalayanan klinisyang berorientasi pasien telah siap akreditasi dengan memperhatikan kebutuhan pasien dan menyesuaikannya dengan misi dansumber daya yang tersedia di puskesmas dengan sasaran keselamatan pasien dan petugas sudah diperhatikan sejak pertamapasien kontak dengan puskesmas sampai dengan tindak lanjut yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada layanan klinis yang berorientasi pasien telah siap akreditasi berdasarkan standarpelaksanaan akreditasi dengan lengkapnya semua dokumenSK dan SOP.Kata kunci: kesiapan akreditasi, puskesmas, layanan klinis yang berorientasi pasien 
GAMBARAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DI SDN 1 LATENG BANYUWANGI Islamiyah, Khofifatul
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.066 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i4.5800

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan diSDN 1 Lateng Banyuwangi. Sekolah merupakan sebuah intitusi yang memiliki kedudukan srategis dalampeningkatan derajad kesehatan masyarakat karena dalam sekolah tidak hanya terdapat siswa melainkanada guru, karyawan, dan masyarakat sekitar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi danwawancara mendalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan aspek pendidikankesehatan dalam TRIAS UKS di SDN 1 Lateng Banyuwangi. Subyek penelitian ini adalah guru Pembina UKSdi SDN 1 Lateng dan 3 perwakilan siswa sekaligus anggota Tim PMR. Observasi dilakukan untuk melihatadanya media promosi kesehatan atau kegiatan pendidikan kesehatan. Wawancara mendalam dilakukankepada petugas dan pembina UKS untuk mencari tahu kegiatan pendidikan kesehatan yang telahdilakukan. Data penelitian ini berupa data primer dari hasil observasi dan wawancara, data sekunder daridata yang dimiliki pihak sekolah. Terdapat 11 poin penilaian yaitu: 1)kegiatan pemberian materi PHBSkepada murid, 2)kegiatan pemberian materi kesehatan reproduksi kepada murid, 3)kegiatan pemberianmateri kesehatan gigi dan mulut kepada murid, 4)pemberian materi untuk pengenalan makanan sehat,5)pemberian pendidikan mengenai penyakit menular dan tidak menular, 6)pemberian materi mengenaipentingnya imunisasi, 7)terdapat ekstrakulikuler yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan, 8)tersedianya tempat kegiatan fisik siswa (halaman/aula), 9)terdapat jadwal mata pelajaran pendidikanjasmani dan kesehatan tiap seminggu sekali, dan 10)terdapat media yang memberikan informasikesehatan. Hasil dari penelitian ini adalah poin terlaksana ada 8 poin (80%) dan tidak terlaksana 2 poin(20%).Kata kunci: usaha kesehatan sekolah, pendidikan kesehatan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Asfian, Pitrah; fitriana, fitriana
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.923 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.5445

Abstract

Motivasi adalah sebuah dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang yang akan mengarahkan tindakanseseorang dengan tujuan mencapai suatu hasil yang diinginkannya. Variabel motivasi kerja ini secara operasionaldiukur dengan menggunakan beberapa indikator meliputi kebutuhan, keinginan/harapan, dan lingkungan kerja.Motivasi penting karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusiasupaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuihubungan status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisi kerja dan gaji dengan motivasi kerja perawat diruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatancross sectional, jumlah sampel 45 responden yang berstatus PNS dan Non PNS yang diperoleh dari populasi 116dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dataprimer dari kuesioner yang disebarkan kepada perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 34responden (75,6% perawat) memiliki motivasi kerja tinggi dan 11 responden (24,4% perawat) memiliki motivasikerja rendah. Dari analisis bivariat antar variabel ditemukan bahwa tidak ada yang memiliki hubungan signifikandengan motivasi kerja perawat terhadap status kepegawaian, masa kerja, rekan kerja, kondisi kerja dan gaji. Saranbagi yang berwenang tinggi dalam Rumah Sakit Jiwa untuk memperhatikan perawat yang bekerja di setiapruangan, tidak hanya terpaku pada satu ruangan saja dan berlaku PNS maupun Non PNS sehingga ketepatanwaktu bekerja selalu terjaga.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Perawat
FAKTOR YANG BERPERAN DALAM KEGAGALAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI TAHUN 2018 Kemala, Dila Asti Asti; Majid, Ruslan; Bahar, Hartati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.429 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5538

Abstract

Asupan gizi yang tepat bagi anak adalah ASI Eksklusif. ASI Eksklusif merupakan makanan pertama,utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah karena mengandung berbagai zat yang dibutuhkan bayidalam proses pertumbuhan dan perkembangannya, serta dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.Berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Kendari yang tercatat dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015,yang memiliki cakupan pemberian ASI Eksklusif paling terendah di antara 15 Puskesmas yang ada di KotaKendari adalah di Wilayah kerja Puskesmas Abeli pada 3 tahun terakhir ini yaitu pada tahun 2013 sekitar31,27%, tahun 2014 sekitar 43,11%, dan tahun 2015 sekitar 57,23%, serta data Puskesmas Abeli tahun 2017menunjukan persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif hanya sebesar 46,25% danbelum mencapai target Nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yangberperan dalam kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja puskesmas Abeli tahun 2018. Jenispenelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalahseluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-24 bulan yang berjumlah 451 bayi sesuai dengan data sasaran Puskesmas Abeli Kota Kendari dengan jumlah sampel sebanyak 208 responden yang diperoleh menggunakanteknik proportional random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan ujiChi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu (p=0,023) dan dukungankeluarga (p=0,001) dengan kegagalan praktik pemberian ASI Eksklusif. Tidak terdapat hubungan antaradukungan tenaga kesehatan (p=0,976) dan promosi susu formula (p=0,855) dengan kegagalan praktikpemberian ASI EksklusifKata kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Dukungan Keluarga

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue