cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2020)" : 33 Documents clear
PUSAT KULINER DAN KERAJINAN DI KABUPATEN MUNA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Rahmat M, Alfayed; Kadir, Ishak; Al Ikhsan, Ainussalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri meningkatkan potensi pasar bagi produk di daerah tujuan wisata,salah satu daerah yang memanfaatkannya adalah Kabupaten Muna. Berdasarkan riset data, terjadi peningkatan padakunjungan wisatawan, industri kuliner dan kerajinan setiap tahunnya yang tersebar luas di Kabupaten Muna. Oleh karenaitu, diperlukan suatu wadah informasi kuliner dan kerajinan dalam rangka peningkatan sektor pendapatan daerah. Penelitianini menggunakan model penelitian kualitatif-deskriptif, dimana data primer diperoleh dari obeservasi dan wawancara. Datasekunder diperoleh dari studi literatur untuk mendapatkan teori-teori yang dibutuhkan, studi komparasi sebagaiperbandingan suatu perancangan terkait bangunan serta sumber data yang telah diolah lainnya. Tahapan perancangandimulai dengan menentukan lokasi perancangan yaitu berada di daerah pengembangan insdustri yang didukung olehkawasan strategis pariwisata, yaitu jalan poros Raha-Waara. Kemudian tahapan perancangan bangunan di desain denganproses transformasi konsep ke dalam bentuk desain bangunan dengan mengelompokkan kegiatan sesuai dengan fungsinya,yaitu kelompok ruang utama (kuliner dan kerajinan), kelompok ruang penunjang (ruang pelatihan dan produksi), dankelompok ruang pendukung (ruang servis dan pengelola). Desain bangunan menerapkan konsep arsitektur ekologi denganpemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami berupa penerapan sky light, bukaan dan ruang terbuka serta penerapankonsep arsitektur lokal pada bangunan.Kata Kunci: Pusat kuliner, Kerajinan, Muna, Arsitektur Ekologi.ABSTRACTDomestic and foreign tourists increase the market potential for products in tourist destinations, one of the areas thatuses it is Muna Regency. Based on data research, there is an increase in tourist visits, the culinary and handicraft industryevery year which is widespread in Muna Regency. Therefore, we need a place for culinary and handicraft information inorder to increase the regional income sector. This study used a qualitative-descriptive research model, where primary datawere obtained from observations and interviews. The Secondary data were obtained from literature studies to obtain therequired theories, comparative studies as a comparison of a building-related design and other processed data sources. Thedesign stage begins by determining the location of the design, which is located in the industrial development area which issupported by a strategic tourism area, namely the Raha-Waara axis road. Then the building design stage is designed with aconcept transformation process into the form of a building design by grouping activities according to their function,namely the main room group (culinary and crafts), the support room group (training and production room), and thesupport room group (service room and manager). The building design applies the concept of ecological architecture byutilizing natural lighting and ventilation in the form of the application of sky light, openings and open spaces as well as theapplication of local architectural concepts to buildings.Keywords: Culinary Center, Handicraft, Muna, ecological architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU PADA SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA KENDARI Bayu, Dwy; Kotta, M. Husni; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekolah Islam Terpadu (SIT) adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang pendidikan umumdan pendidikan agama Islam. Pendirian SIT di kota Kendari terbilang masih sedikit, terutama pada satuan pendidikansetingkat SMP hanya ada satu sekolah yakni SMPIT Al-Qalam yang berdiri sejak tahun 2014. Perencanaan desainbangunan Sekolah Islam Terpadu ini juga harus mampu menjadi sebuah sekolah moderen baik dari segi bangunan maupundari segi tampilan. Pembanguna gedung sekolah sangat diperlukan untuk memperhatikan aspek lingkungan, baik dalam halmaterial, cara membangun, maupun bentuk dari bangunan itu sendiri. Persoalan desainnya adalah bagaiana dapatmenerapkan konsep arsitektur yang hemat energi pada bangunan sebagai usaha pengurangan energy dan biaya namun tetapnyaman digunakan sebagai tempat pembelajaran siswa. Tujuan dari perancanaan ini adalah untuk mengurangi dampak darikerusakan lingkungan sebelum pembangunan, ketika dalam tahap pembangunan, dan setalah pembangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif yaitu pengambilan data dengan studi pustaka, survei data, wawancara, dan studi banding.Hasil dari penelitian ini berupa lokasi sekolah yang sesuai fungsi bangunan sebagai Sekolah Islam Terpadu denganPendekatan Arsitektur Hijau serta dapat menampung semua aktifitas pengguna bangunan dalam penerapananya sebagaibanguna dengan konsep arsitektur hijau.Kata kunci: Sekolah islam terpadu, arsitektur hijau.ABSTRACTIntegrated Islamic School (IIS) is an ideal facility as a place for learning about general education and Islamiceducation. Constraction of IIS in Kendari is still few, especially in the High School-level education unit, there is only oneschool, namely Al-Qalam which was built in 2014. Design for the building of the Integrated Islamic School must be able tobecome a modern school both in terms of buildings and from appearance. Construction of school buildings is needed tokeep environmental aspects, both in terms of materials, how to build, and the shape of the building itself. The designproblem is how to apply energy-efficient architectural concepts to buildings as an effort to reduce energy and costs but stillbe comfortable to use as a place for learning. The aim of this planning is to reduce environmental damage beforedevelopment, during the development stage, and after development. This research uses qualitative methods, namely datacollection with literature study, survey data, interviews, and comparative studies. The result of the research is a schoollocation that suitable for the building function as Integrated Islamic School with a Green Architectural Approach and cancapture all activities of building users in its application as building with green architectural concept.Keywords: Integrated islamic school, green architecture.
PENERAPAN GAYA ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA GEDUNG PUSAT MUSIK DI KOTA KENDARI Suharyadi, Anggi; Kadir, Ishak; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari Perancangan Gedung Music Center adalah sebagai wadah untuk mengapresiasi para musisilokal serta meningkatkan minat dan potensi masyarakat Kendari terhadap musik yang di desain denganmemperhatikan fungsi, kebutuhan dan pelaku kegiatan dalam bangunan yang direncanakan. Metode penelitianyang digunakan untuk mendapatkan informasi dalam perencanaan ini adalah metode kualitatif yaknimelakukan teknik wawancara langsung dan melakukan riset melalui jurnal-jurnal dan artikel yangberhubungan dengan perencanaan ini. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi tapak berada diantara Jl. BrigjendMadjied Joenoes dan Jl. Antero Hamra dengan luas tapak ±3,50 Ha. Kebutuhan ruang bangunan Music Centerterdiri dari 2 ruang utama yakni concert hall serta ruang kelas dan terdapat ruang penunjang yakni studiomusik,studio rekaman,toko penjualan alat musik, perpustakaan dan ruang pengelola. Bentuk dasar bangunanmerupakan hasil transformasi dari 3 bentuk dasar yakni persegi,segitiga dan lingkaran sedangkan tampilanbangunan dibuat terlihat menanjak yang merupakan sebuah penggambaran semangat dan juga harapan bagimusisi lokal. Prinsip-prinsip pendekatan Arsitektur Kontemporer dalam perencanaan ini yakni denganmanghadirkan facade bangunan yang ekspresif dan dinamis serta optimalisasi cahaya alami yang masuk kebangunan dengan menerapkan jendela besar dan skylight menggunakan material kaca namun tetapmemperhatikan fungsi ruang pada bangunan.Kata Kunci: Music center, kontemporerABSTRACTThe purpose of designing the Music Center Building is as a forum for appreciating local musicians andincreasing the interest and potential of the Kendari community towards music that is designed by taking intoaccount the functions, needs and actors of activities in the planned building. The research method used toobtain information in this planning is a qualitative method, namely conducting direct interview techniquesand conducting research through journals and articles related to this planning. The result of this research isthat the site is located between Jl. Brigjend Madjied Joenoes and Jl. Antero Hamra with a footprint area of ±3.50 Ha. The space needed for the Music Center building consists of 2 main rooms, namely a concert hall andclassrooms and there are supporting rooms, namely a music studio, recording studio, musical instrumentsales shop, library and management room. The basic shape of the building is the result of the transformationof 3 basic shapes, namely squares, triangles and circles, while the appearance of the building is made to lookupward which is a depiction of the spirit and hope of local musicians. The principles of the ContemporaryArchitecture approach in this planning are by presenting an expressive and dynamic building façade andoptimizing the natural light that enters the building by applying large windows and skylights using glassmaterial but still paying attention to the space function of the building.Keywords: Music center, contemporary
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA KAWITE-WITE KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA Musran, Musran; Halim, Halim; Belinda, Siti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermukiman pesisir adalah permukiman yang terdiri dari tempat tinggal atau hunian sebagai kawasan permukimanbeserta sarana dan prasarananya, kawasan tempat bekerja, dalam hal ini berupa area alamiah tempat nelayan bekerja yaknilautan dan sarana buatan tempat melakukan kegiatan ekonomi lainnya yang menunjang atau berkaitan dengan kegiatanekonomi. Kawasan permukiman pesisir pada umumnya merupakan kawasan dengan tingkat pelayanan akan pemenuhankebutuhan prasarana dan sarana dasar lingkungan yang sangat terbatas, khususnya keterbatasan untuk memperolehpelayanan sarana air bersih, drainase dan sanitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan dan menata konseparsitektur berkelanjutan pada penataan permukiman masyarakat pesisir desa Kawitewite sehingga dapat meningkatkankualitas lingkungan. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkandata yakni mengumpulkan teori-teori dari berbagai literature, survey lapangan dan studi literatur. Permukiman pesisirdidesain dengan menggunakan pendekatan arsitektur berkelanjutan dan mengambil standar penataan PUPR, yaitubangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air bersih, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaanpersampahan, proteksi kebakaran, dan ruang terbuka hijau.Kata kunci : Berkelanjutan, permukiman pesisir, Kawite-wite.ABSTRACTCoastal settlements are settlements consisting of dwellings or dwellings as residential areas along with their facilitiesand infrastructure, work areas, in this case in the form of natural areas where fishermen work, namely the ocean andartificial facilities where to conduct other economic activities that support or relate to economic activities. Coastalsettlement areas in general are areas with a level of service to meet the needs of infrastructure and basic facilities of theenvironment is very limited, especially limited to obtain services of clean water facilities, drainage and sanitation. Thepurpose of this research is to apply and organize the concept of sustainable architecture in the arrangement of coastalcommunity settlements in Kawitewite village so as to improve the quality of the environment. The discussion method used isa descriptive method that is done by collecting data that collects theories from various literature, field surveys and literstudies.Coastal settlements are designed using a sustainable architectural approach and take pupr structuring standards,namely building buildings, environmental roads, clean water supply, environmental drainage, wastewater management,waste management, fire protection, and green open space.Keywords: Sustainable, coastal settlements, Kawite-wite.
PENERAPAN ARSITEKTUR TRADISIONAL MUNA PADA KAWASAN RESORT PANTAI WALENGKABOLA DI KABUPATEN MUNA Rizkal, Rizkal; Rianty, Hapsa; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan Ini bertujuan untuk menata pengolahan tata masa bangunan Kawasan resort untuk menunjangkegiatan wisata pantai dengan memperhatikan kearifan lokal di kawasan yg di rencanakan. Metode yangdigunakan untuk mendapatkan data dan informasi pada penelitian ini adalah metode kualitatif denganmengumpulkan data yakni dengan melakukan survey lapangan secara langsung ke lokasi, serta di tunjangdengan teori-teori dari berbagai artikel dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan perencanaaan Resort ini.Hasil dari penelitian ini adalah lokasi perencanaan ini berada di Kawasan Pantai Walengkabola Desa OempuKabupaten Muna dengan luas lahan ± 30 Ha. Pengolahan tata masa bangunan mengadopsi pola permukimanmasyarakat Muna yakni membentuk pola grid memanjang mengikuti jalan dengan pengembangan daneksplorasi pada rancangan tapak. Pendekatan konsep arsitektur tradisional Muna di terapkan pada semuabangunan yakni bentuk rumah panggung , atap membentuk segi tiga memanjnag ke belakang/ pelana denganbentuk sederhana, dan dinding membentuk pola vertical.Kata kunci : Wisata pantai , Resort, Arsitektur tradisional MunaABSTRACTThis planning aims to organize the processing of the resort area building layout to support coastal tourismactivities by paying attention to local wisdom in the planned area. The method used to obtain data andinformation in this study is a qualitative method by collecting data, namely by conducting field surveysdirectly to the location, and supported by theories from various articles and journals related to planning thisResort. The results of this study are the location of this planning is in the Walengkabola Beach Area, OempuVillage, Muna Regency with a land area of ± 30 hectares. The processing of the building period adopted thesettlement pattern of the Muna community, namely forming a longitudinal grid pattern following thedevelopment and exploration of the site design. The traditional Muna architectural concept approach isapplied to all buildings, namely the shape of the house on stilts, the roof forms a triangular extendingbackward / saddle with a simple shape, and the walls form a vertical pattern.Keywords: Beach Toursm, Resort, Muna Traditional Architecture
PENERAPAN KONSEP CITYWALK PADA PERENCANAAN PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA KENDARI Hariddin, Iza Azbar; Nurjannah, Irma; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProses perancangan ini bertujuan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk pusat perbelanjaan di kotaKendari, mewujudkan rancangan pusat perbelanjaan yang bisa menjadi wadah kegiatan berbelanja maupunkegiatan rekreasi dan hiburan, dan mewujudkan kawasan pusat perbelanjaan yang menerapkan konsepcitywalk di dalamnya. Perancangan bangunan dilakukan berdasarkan data yang di peroleh melalui metodesurvei lapangan serta studi literatur. Lokasi perencanaan berada di jalan Malaka, kecamatan Kambu yangmerupakan bagian dari kawasan strategis Teluk Kendari dengan rencana pengembangan sebagai kawasanuntuk kegiatan ekonomi jasa dan perdagangan. Selain sarana untuk berbelanja, pusat perbelanjaan ini jugadilengkapi dengan sarana untuk kegiatan rekreasi dan hiburan yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung.Pada bangunan diterapkan konsep citywalk untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkandan menciptakan suasana yang berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya. Konsep citywalk diterapkan padaarea plaza dan koridor utama dalam bangunan yang menggunakan atap skylight untuk menghadirkan kesanluas dan suasana seolah tengah berada di ruang terbuka yang terdapat bangunan-bangunan diseklilingnya.Kata kunci: Pusat perbelanjaan, citywalk, berbelanja, hiburan, rekreasiABSTRACTThe design process aims to determine the right location for a shopping center in the city of Kendari, torealize a shopping center design that can be a place for shopping activities as well as recreational andentertainment activities, and also to create a shopping center area that applies the citywalk concept inside it.The building design is based on data obtained through field survey methods and literature studies. Theplanning location is on Malacca Street, Kambu sub-district which is part of the strategic area of Kendari Baywith a development plan as an area for economic services and trade activities. Besides shopping facilities,the shopping center is also equipped with facilities for recreational and entertainment activities that can bean attraction for visitors. The citywalk concept is applied to the building in order to provide a pleasantshopping experience and create an atmosphere that is different from other shopping centers. The citywalkconcept is applied to the plaza area and main corridors in the building that uses a skylight roof to present abroad impression and an atmosphere as if you are in an open space with buildings around it.Keywords: Shopping center, citywalk, shopping, leisure, recreation
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA KENDARI Bayu, Dwy; Kotta, M. Husni; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekolah Islam Terpadu (SIT) adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang pendidikan umumdan pendidikan agama Islam. Pendirian SIT di kota Kendari terbilang masih sedikit, terutama pada satuan pendidikansetingkat SMP hanya ada satu sekolah yakni SMPIT Al-Qalam yang berdiri sejak tahun 2014. Perencanaan desainbangunan Sekolah Islam Terpadu ini juga harus mampu menjadi sebuah sekolah moderen baik dari segi bangunan maupundari segi tampilan. Pembanguna gedung sekolah sangat diperlukan untuk memperhatikan aspek lingkungan, baik dalam halmaterial, cara membangun, maupun bentuk dari bangunan itu sendiri. Persoalan desainnya adalah bagaiana dapatmenerapkan konsep arsitektur yang hemat energi pada bangunan sebagai usaha pengurangan energy dan biaya namun tetapnyaman digunakan sebagai tempat pembelajaran siswa. Tujuan dari perancanaan ini adalah untuk mengurangi dampak darikerusakan lingkungan sebelum pembangunan, ketika dalam tahap pembangunan, dan setalah pembangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif yaitu pengambilan data dengan studi pustaka, survei data, wawancara, dan studi banding.Hasil dari penelitian ini berupa lokasi sekolah yang sesuai fungsi bangunan sebagai Sekolah Islam Terpadu denganPendekatan Arsitektur Hijau serta dapat menampung semua aktifitas pengguna bangunan dalam penerapananya sebagaibanguna dengan konsep arsitektur hijau.Kata kunci: Sekolah islam terpadu, arsitektur hijau.ABSTRACTIntegrated Islamic School (IIS) is an ideal facility as a place for learning about general education and Islamiceducation. Constraction of IIS in Kendari is still few, especially in the High School-level education unit, there is only oneschool, namely Al-Qalam which was built in 2014. Design for the building of the Integrated Islamic School must be able tobecome a modern school both in terms of buildings and from appearance. Construction of school buildings is needed tokeep environmental aspects, both in terms of materials, how to build, and the shape of the building itself. The designproblem is how to apply energy-efficient architectural concepts to buildings as an effort to reduce energy and costs but stillbe comfortable to use as a place for learning. The aim of this planning is to reduce environmental damage beforedevelopment, during the development stage, and after development. This research uses qualitative methods, namely datacollection with literature study, survey data, interviews, and comparative studies. The result of the research is a schoollocation that suitable for the building function as Integrated Islamic School with a Green Architectural Approach and cancapture all activities of building users in its application as building with green architectural concept.Keywords: Integrated islamic school, green architecture.
PENERAPAN KONSEP RUANG PUBLIK PADA PERENCANAAN PUSAT PERTUNJUKAN SENI DI KOTA KENDARI Fajri, Dini Al; Noraduola, Dwi Rinnarsuri; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya manusia mempunyai kemampuan dan kepekaan terhadap keindahan dan dengan naluriyang dimilikinya manusia mewujudkan keindahan tersebut melalui karya seni. Dalam suatu batasan yangsempit, pertunjukan kesenian seperti seni tari, seni teater dan seni musik sudah semakin kurang diminati olehmasyarakat, apalagi bagi kaum milenial. Kemungkinan itu disebabkan karena mereka sibuk dengan sosialmedia dan bermain game online. Disamping itu masih banyak produk perancangan arsitektur yang belumbegitu memikirkan ruang publik. Desain yang ingin diterapkan mempunyai strategi untuk menarik pengunjungagar masuk kedalam bangunan melalui desainnya yang membuat pengunjung secara tidak langsung dapatberinteraksi dengan seni. Dengan membuat sebuah akses ditengah bangunan. Serta menciptakan sebuah ruangterbuka dengan ornamen yang dapat mencerminkan citra bangunan arsitekturnya yang dapat menarikmasyarakat untuk berkunjung. Fenomena itulah yang melatarbelakangi pemikiran penulis untuk melakukanpenelitian terhadap pembangunan gedung pertunjukan seni dengan pendekatan ruang publik. Denganmenggunakan pendekatan ruang publik diharapkan masyarakat khususnya kaum milenial, dapat mengunjungiruang publik di area gedung pertunjukan sehingga perlahan-lahan akan menimbulkan keinginan untuk masukke dalam gedung pertunjukan.Kata Kunci: Pertunjukan Seni, Ruang Publik, Kota KendariABSTRACTBasically, humans have the ability and sensitivity to beauty and with their instincts, humans manifest this beautythrough works of art. Within a narrow boundary, art performances such as dance, theater and music are less and lessattractive to the public, especially for millennials. Maybe it's because they are busy with social media and playing onlinegames. Besides, there are still many architectural design products that have not really thought about the public space. Thedesign that wants to be applied has a strategy to attract visitors to enter the building through its design that makes visitorsindirectly interact with art. By making an access in the middle of the building. As well as creating an open space withornaments that can reflect the image of the architectural building that can attract people to visit. This phenomenon is thebackground of the author's thought to conduct research on the construction of an art performance building with a publicspace approach. By using a public space approach, it is hoped that the community, especially millennials, can visit publicspaces in the performance building area so that it will slowly cause the desire to enter the performance building.Keywords: Performing Art, Public Space, Kendari City
PENERAPAN ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PADA GEDUNG PUSAT PENELITIAN DAN PELATIHAN ILMU KONSTRUKSI DAN TEKNOLOGI BANGUNAN DI KOTA KENDARI Wahyuni, Armila Inny; Halim, Halim; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi dan tapak yang tepat, merencanakan ruang-ruang yangdibutuhkan, serta bagaimana arsitektur dekonstruksi diterapkan pada bangunan.Teknik pengumpulan datayaitu dengan cara dokumentasi dan observasi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data dengan caraidentifikasi, tabulasi data, komparasi, dan interpretasi yang menghasilkan konsep perancangan, gambar kerja,serta maket. Hasil dari penelitian ini berupa bangunan Pusat Penelitian dan Pelatihan Ilmu Konstruksi danTeknologi Bangunan yang memfasilitasi kegiatan terkait sesuai kebutuhan pengguna, dengan lokasi yangtepat dan penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruksi pada tampilannya. Sehingga dengan adanyabangunan ini dapat menunjang keberhasilan pemerintah dan masyarakat terkait dalam menghasilkan tenagakerja yang tersertifikasi serta pengembangan ilmu konstruksi dan teknologi bangunan di Kota KendariKata kunci: Penelitian, ilmu konstruksi, arsitektur dekonstruksi.ABSTRACTThe purpose of this research is to determine the exact location and site, plan the required spaces, and howthe deconstruction architecture is applied to the building. Data obtained by documentation and observation.Then proceed with data analysis with identification, data tabulation, comparison, and interpretation thatproduce design concepts, shop drawings, and models. The result of this research is the building design of theConstruction Science and Building Technology Research and Training Center which facilitates activitiesrelated to the proper location and the application of architectural deconstruction to the visuals of thebuilding. So, this building can support the success of the government and the community involved inproducing a certified workforce and the development of construction science and building technology inKendari City.Keywords: Research, construction science, desconstruction architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR EKSPRESIONISME PADA PERENCANAAN GALERI SENI DI KOTA KENDARI Jurisno, Retno; Halim, Halim; Ihksan, Ainussalbi Al
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yang pertama yaitu untuk merencanakan desain bangunan yang dapat mewadahi kegiatangaleri seni di kota Kendari. Kedua, untuk mewujudkan penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Ekspresionisme padaperancangan galeri seni di kota Kendari. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu model penelitiankualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurutpandangan manusia yang diteliti. Lokasi tapak tapak terletak di kiota kendari tepatnya di kecamatan kadia,antara jalan antero hamra dan jalan brigjen m. Yunus by pass degan luas lahan ±2,8 ha. Desain perancangan fisikGedung Galeri Seni Di Kota Dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionisme merupakan gedung yang berfungsi utamanyasebagai pusat pameran karya seni yang mampu meberikan hiburan tersendiri bagi penikmat seni, dapat dilihat dari bentukdasar bangunan eksplorasi lengkung pada bangunan (filosofi: uniformal-abstrak, imajinatif-ilusif, psikologis-emosi).Merepresentasikan ide ruang yang komunikatif dan menampilkan suasana ruang yang ekspresif ( pengalaman ruang ).Kata Kunci :Galeri, Seni, Arsitektur Ekspresionisme.ABSTRACTThe first objective of this research is to plan a building design that can accommodate art gallery activities in the cityof Kendari. Second, to realize the application of the principles of Expressionism Architecture in the design of art galleriesin the city of Kendari. The method used in this research is a qualitative research model. Qualitative research aims to obtaina complete picture of something according to the human perspective being studied. The location of the tread is located inKiota Kendari to be precise in Kadia sub-district, between the antero Hamra road and Jalan Brigjen M. Yunus by passwith a land area of ± 2.8 ha. The physical design design of the City Art Gallery Building with an ExpressionistArchitectural Approach is a building that functions primarily as a center for art exhibition that can provide its ownentertainment for art lovers, it can be seen from the basic form of the building's curved exploration of the building(philosophy: uniformal-abstract, imaginative- illusive, psychological-emotional). Represents a communicative space ideaand displays an expressive spatial atmosphere (spatial experience).Keywords: Galleries, Art, Architectural Expressionism.

Page 1 of 4 | Total Record : 33