cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Parameter Populasi Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) di Perairan Wolo Kabupaten Kolaka Rasyid, M. Abdul; Yasidi, Farid; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.484 KB)

Abstract

Ikan selar kuning merupakan salah satu spesies ikan yang menjadi tangkapan utama nelayan di perairan Wolo Kabupaten Kolaka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa parameter populasi ikan selar kuning yang meliputi sebaran frekuensi panjang, parameter pertumbuhan, mortalitas dan tingkat eksploitasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 dengan mengambil sampel dari hasil tangkapan nelayan. Selama penelitian, jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 389 individu. Ikan tertangkap hanya terdiri dari satu kelompok ukuran. Pada bulan Maret dan Mei didominasi oleh ukuran 118-126 mm sedangkan pada bulan April didominasi ukuran 126-135 mm. Analisis parameter pertumbuhan menunjukkan koefisien pertumbuhan (K) 0.97 per tahun dan panjang asimtotik (L∞) 173.8 mm. Hasil pendugaan mortalitas ikan menunjukkan mortalitas penangkapan lebih tinggi dibandingkan dengan mortalitas alami dengan tingkat eksploitasi 0,59 per tahun yang berarti telah terjadi penengkapan berlebih. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan adalah pengendalian jumlah alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan pembatasan upaya penagkapan. Kata Kunci : S. leptolepis, Pertumbuhan, Mortalitas, Ekspolitasi, Kolaka.
Analisis Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Walengkabola Kabupaten Muna Dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Maindo, Anas Salidi; Nur, Andi Irwan; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.241 KB)

Abstract

Pantai Walengkabola Terletak di Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Lokasi pantai walengkabola berjarak ± 72 km dari kota Raha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekesuaian dan daya dukung pantai Walengkabola untuk kegiatan wisata pantai  khususnya reksreasi dan berenang berdasarkan parameter wisata. Parameter wisata yang dijadikan kriteria dalam penentuan indeks kesesuaian wisata pantai kategori rekreasi dan berenang yaitu kedalaman, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, kecerahan air, ketersediaan air tawar penutupan lahan pantai dan biota berbahaya. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling serta matriks kesesuaian dan daya dukung kawasan wisata kategoti rekreasi dan berenang. Hasil yang diperoleh pada ini bahwa pantai Walengkabola memiliki indeks kesesuaian wisata pada stasiun I sebsesar 79,76%, stasiun II sebesar 76,19% , dan stasiun sebesar III 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pantai Walengkabola termasuk ke dalam kategori S1 yang berarti kawasan Pantai Walengkabola  termasuk dalam kategori sesuai untuk pariwisata pantai. Daya dukung kawasan wisata pantai walengkabola dengan panjang pantai 1300 meter dan luas 19.500 m2. Luas kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi dan berenang adalah 12.000 m2 dan  dapat menampung sebanyak 640 wisatawan/hari.Kata Kunci : Pantai Walengkabola, anlilisis kesesuaian, daya dukung
Studi Kualitas Air Kaitanya dengan Pertumbuhan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) Pada Rakit Jaring Apung Di Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara Risnawati, .; Kasim, Ma'ruf; Haslianti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.863 KB)

Abstract

Perairan  Lakeba  memiliki  potensi  pengembangan sumberdaya  rumput  laut  dan telah banyak dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat Lakeba sebagai mata pencahariannya, salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan  yaitu  Kappaphycus  alvarezii.  Penelitian  ini  dilaksanakan  di  perairan  Lakeba  pada  bulan Februari sampai  Maret  2016.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air kaitannya dengan pertumbuhan  rumpu t laut Kappaphycus alvarezii yang dipelihara dengan menggunakan metode rakit jaring apung (RAJA).   Dengan  pengambilan  sampel secara acak, pada 2 lokasi yang berbeda dengan jarak 100 m antara lokasi 1 dengan yang lainya.   Data  penelitian  dianalisis  mengunakan SPSS versi 020 yang meliputi kualitas air (fisika  dan  kimia), laju   pertumbuhan  spesifik (LPS) .  Hasil analisis laju pertumbuhan mutlak(24,8-27,2 kg), laju  pertumbuhan  spesifik  rumput  laut  menunjukan  nilai  rata-rata  yang  diperoleh  yaitu  (4,44%-4,58%).   Hasil  pengukuran  parameter  lingkungan  yang  meliputi:  Kecepatan arus  (0,05−8 cm/detik), Kecerahan 100%, Suhu 28−29,80C, Kedalaman 3−4 m, Salinitas (32−36 ppt), pH (6), Oksigen terlarut (5−6,6 mg/L), Nitrat (0,0043−0,02 mg/L), Fosfat (0,0007−0,006 mg/L), serta TSS (0,51−0,87 mg/L).Kata kunci : Laju Pertumbuhan Mutlak, Laju Pertubuhan Spesifik, Kualitas Air, Rakit Jaring Apung
Studi Kebiasaan Makan Teripang Pasir (Holothuria scabra) di Perairan Desa Alosi Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan Herfin, .; Hamid, Abdul; Haslianti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.516 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis makanan teripang pasir di Perairan Alosi, Kecamatan Kolono, Konawe Selatan dan dilaksanakan dari bulan September-Oktober  2016. Perairan ini merupakan bagian dari Teluk Kolono. Pengambilan sampel menggunakan metode koleksi bebas (random sampling). Ukuran teripang pasir yang ditemukan di perairan Alosi selama penelitan berkisar antara 8,5-22 cm. Panjang usus teripang pasir yang ditemukan di Perairan Alosi selama penelitian berkisar antara 10-36 cm. Jenis makanan yang ditemukan pada usus teripang pasir diantaranya: Diatom, Foraminifera, Detritus, Nematoda, Radiolaria, Protozoa dan Larva Crustacea. Persen komposisi kelompok makanan yang paling besar terdapat pada isi usus teripang pasir baik bulan September maupun Oktober pada setiap kelas ukuran I, II dan III adalah diatom yaitu >50%. Persen komposi makanan diatom merupakan jenis makanan yang paling banyak ditemukan dalam isi usus  teripang pasir pada seluruh kelas ukuran baik pada bulan September maupun Oktober. Kelompok makanan yang paling dominan adalah diatom.Kata kunci : Kebiasaan makan, teripang pasir, Holothuria scabra, Perairan Desa Alosi
Pola Migrasi Vertikal Harian Zooplankton pada Berbagai Kedalaman Di Perairan Pulau Bungkutoko Kecamatan Abeli Wati, Mulia; Irawati, Nur; Indrayani, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.282 KB)

Abstract

Keberadaan zooplankton di perairan sangat penting mengingat zooplankton adalah penghubung antara produsen primer dengan hewan-hewan pada tingkat tropik yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola migrasi vertikal harian zooplankton pada berbagai kedalaman di perairan pulau Bungkutoko Kecamatan Abeli Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian di lakukan pada bulan November 2017 sampai Mei 2018. Metode pengambilan sampel zooplankton dalam penelitian ini menggunakan plankton net dengan ukuran mata jaring no. 25 µm dan pompa yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 25 jenis zooplankton, dimana jenis Copepoda sp memiliki komposisi jenis tertinggi berkisar antara 25-39 % dikuti oleh Nauplius sp berkisar 25-29%. Sementara itu, kelimpahan zooplankton tertinggi pada kedalaman 0,2; 5; dan 10 m berkisar 50 ind/mL diperoleh pada pukul 06.00; 10.00; 14.00; 20.00 dan 24.00 di bulan November. Secara umum tidak terdapat pola migrasi harian zooplankton pada bulan Januari dan Mei namun pada bulan November terlihat adanya pola migrasi dimana puncak atau kelimpahan zooplankton tertinggi diperoleh pada pukul 06.00 dan 20.00 untuk kedalaman 5 dan 10 m, sementara untuk kedalaman 0,2 m puncak atau kelimpahan tertinggi diperoleh pada pukul 10.00 dan 20.00.Kata kunci : Migrasi, zooplankton, kedalaman, Pulau Bungkutoko.
Komposisi Jenis dan Kepadatan Makroalga pada Jaring Kantung Apung Dengan dan Tanpa Menggunakan Sintetik Anti Foulingdi Perairan Pantai Lakeba Kota Bau-bau Sarifa, Sitti; Kasim, Ma'ruf; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.069 KB)

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan oleh mayoritas masyarakat di perairan Pantai Lakeba. Permasalahan yang ditemukan adalah menurunnya produktivitas rumput laut disebabkan oleh banyaknya permasalahan seperti penempelan makroalga baik pada talus maupun media budidaya rumput laut. Alat budidaya jaring kantung apung merupakan salah satu media yang mudah ditempeli makroalga. Salah satu upaya untuk meminimalisir penempelan makroalga adalah dengan pemberian sintetik anti fouling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroalga pada jaring kantung apung yang menggunakan sintetik anti fouling dan tanpa sintetik anti foulingdi perairan Pantai Lakeba Kota Bau-bau. Hasil penelitian menunjukan bahwa makroalga yang menempel pada jaring kantung apung yaitu jenis E. clathrata, C. crassa, U. fasciata, J. longifurca, P. triquete dan jenis tidak teridentifikasi. Makroalga yang paling sering ditemukan adalah jenis E. clathrata pada jaring kantung apung tanpa sintetik anti fouling. Kepadatan tertinggi terdapat pada jaring kantung apung tanpa sintetik anti foulingyaitu jenis E. clathrata sebesar 0,8 ind/cm2. Hasil uji statistik diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara kepadatan makroalga pada jaring kantung apung dengan dan tanpa menggunakan sintetik anti fouling. Pengkuran parameter lingkungan selama penelitian terlihat bahwa suhu berkisar antara 28-30 oC, Kecepatan arus 0,068-0,246 m/detik, salinitas 31-32o/oo, nitrat 0,0103-0,0500 mg/L, fosfat 0,0022-0,0029 mg/L dan DO 7-7,8 mg/L.Kata Kunci : Jaring kantung apung, Kappaphycus alvarezii, Makroalga, Sintetik anti fouling
Biologi Reproduksi Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) di Perairan Wolo Kabupaten Kolaka Hestiana, .; Yasidi, Farid; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.578 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Wolo Kabupaten Kolaka pada bulan Januari 2018 – Maret 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek biologi reproduksi ikan selar kuning yang meliputi hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, fekunditas dan diameter telur. Contoh ikan diperoleh menggunakan jarring insang dengan mesh size 1,5 inch. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan sebanyak 162 ekor yang terdiri atas 50 ekor jantan dan 112 ekor betina. Masing-masing individu ikan sampel  diukur panjangnya dan ditimbang beratnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan jantan dan betina masing-masing adalah allometrik negative dan positif. Tingkat kematangan gonad ikan jantan dan betina didominasi TKG I dan II. Rata-rata IKG ikan selar kuning betina (1,16– 1,71) lebih besar dibandingkan ikan selar kuning jantan  (0,009 – 0,018). Ukuran pertama kali matang gonad ikan selar kuning  betina mengalami matang gonad yaitu pada 118 mm dan ikan selar kuning jantan matang gonad yaitu pada 140 mm. Potensi reproduksi  ikan  selar kuning  dengan  jumlah  telur  yang  dihasilkan  oleh  setiap  individu betina berkisar 4.380 –16.409 butir. Diameter telur ikan selar kuning diperoleh dengan kisaran 11,6-17 µm. Ikan selar kuning melakukan pemijahan secara bertahap sehingga tipe pemijahannya bersifat partial spawner.Kata Kunci : Selaroides leptolepis, Kematangan gonad, Fekunditas , Kolaka
Struktur Komunitas Makrozoobentos pada Terumbu Karang Buatan di Perairan Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan Nurlinda, Suriati; Kasim, Ma'ruf; Nur, Andi Irwan
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.008 KB)

Abstract

Terumbu  karang  buatan  dari sampah plastik merupakan  salah satu inovasi baru dalam pemulihan habitat. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Struktur Komunitas makrozoobentos pada terumbu karang buatan dari sampah plastik, yang berada di Peraiaran Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan  selama tiga bulan yaitu pada bulan Februari-April 2018. Pengambilan data dilakukan di kedalaman 3 m, 5 m dan 7 m menggunakan metode transek kuadrat (40x30) cm. Jumlah organisme bentos yang ditemukan yaitu sebanyak 397 individu yang terdiri dari 4 filum, 5 kelas, 10 family dan 397 individu. Keanekareagaman tertinggi pada kedalaman 5 m sebesar 2,8 (H’).  Keseragaman Tertinggi pada kedalaman 3 m sebesar 0.83 (E) , Dominansi tertinggi pada kedalaman 5 m sebesar 0,17 (C). Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan di stasiun pengamatan menunjukan kisaran normal yang menunjang bagi kehidupan makrozoobentos, suhu berkisar 28–310C, tingkat kecerahan perairan mencapai kedalaman 3-7 m, kecepatan arus berkisar 0,015–0,026 8/det, salinitas berkisar 30–34%.Kata kunci: Makrozoobentos, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi, Kepadatan, Terumbu Karang Buatan
Beberapa Parameter Reproduksi Ikan Kapas-Kapas (Gerres oyena) yang Tertangkap Pada Alat Tangkap Sero di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli, Kota Kendari Ermayana, .; Arami, Hasnia; Yasidi, Farid
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.92 KB)

Abstract

G. oyena dan juga disebut dengan ikan kapas-kapas menjadi tangkapan yang dominan di Tondonggeu khususnya pada alat tangkap sero. Tujuan dari kegiatan penelitian ini yaitu untuk mengetahui biologi reproduksi ikan kapas-kapas (Gerres oyena) yang meliputi fekunditas, tingkat kematangan gonad, (TKG), rasio kelamin jantan dan betina, dan ukuran pertama kali matang gonad di Perairan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.Penelitian ini telah dilaksanakan selama lima bulan, dimulai dari bulan April, 2016 sampai bulan Agustus 2016. Kegiatan penelitian bertempat di perairan Kelurahan Tondonggeu.  Pemgamatan Fekunditas dilakukan di Laboratorium Pengujian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu oleo. Hasil penelitian ini Menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat ikan kapas-kapas (Gerres oyena) yang diperoleh selama penelitian pada bulan April-Agustus memiliki sebaran ukuran antara 63-163 mm untuk jantan, dan betina 80-235 mm, rasio kelamin ikan jantan dan betina menunjukan keseimbangan pada bulan April, serta ketidak seimbangan pada bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus yaitu ikan jantan lebih banyak dari pada ikan betina, jumlah fekunditas berkisar antara 1.5934-5.1628 butir. Hubungan fekunditas dengan panjang total dan bobot total ikan memiliki kolerasi yang erat dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fekunditas, dan ikan kapas-kapas jantan mencapai ukuran pertama kali matang gonad lebih kecil dari pada ikan betina yaitu pada ukuran 81 mm dan betina 96 mm.Kata Kunci ; Gerres oyena, Perairan Tondonggeu, Beberapa Parameter Reproduksi
Komposisi Jenis dan Kepadatan Makrobiofouling Pada Jaring Kantung Apung Dengan dan Tanpa Menggunakan Sintetik Anti Fouling Hubungannya dengan Pertumbuhan Kappapycus alvarezii Di Perairan Pantai Lakeba Kota Baubau Didu, La; Kasim, Ma'ruf; Emiyarti, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.458 KB)

Abstract

Jaring kantung apung sering digunakan sebagai wadah untuk budidaya rumput laut khususnya pada spesies Kappapycus alvarezii. Dengan waktu penggunaanya, terdapat aktivitas lain yang terjadi pada wadah budidaya, seperti penempelan hama makrobiofouling yang menyebabkan kerusakan pada jaring kantung apung dan menurunnya produksi rumput laut. Upaya penanggulangan hama ini biasanya menggunakan avian idustrial dan marine coating sebagai bahan alternatif sintentik anti fouling. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makrobiofouling pada jaring kantung apung dengan dan atau tanpa menggunakan sintetik anti fouling (hubunganya dengan pertumbuhan  Kappapycus alvarezii). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makrobiofouling pada jaring kantung apung tanpa sintentik anti fouling yaitu Lepas anatifera 6,1 - 23,3%, Balanus sp 74,9 - 90,5%, Pinctada radiata 0,6 - 1,8%, Pteria heteroptera 0 - 1,3%, Pincatada fucata 0 - 0,8%, dengan nilai kepadatan tertinggi yaitu 1,67 - 15,16 ind/cm2 serta memiliki pertumbuhan mutlak Kappapycus alvarezii yang rendah yaitu 11,9 - 45,8 gram/hari. Sedangkan pada jaring kantung apung dengan sintentik anti fouling memiliki komposisi jenis Lepas anatifera 21,5 - 77,6%, Balanus sp 22,4 - 76,0%, Pinctada radiata 0 - 4,1%, Pteria heteroptera 0 - 4,4%,  Pinctada fucata 0 -1,7%, dengan nilai kepadatan terendah 0,49 - 4,05 ind/cm2 serta memiliki pertumbuhan mutlak Kappapycus alvarezii yang lebih tinggi yaitu 18,5 - 68,0 gram/hari. Hasil uji statistik diperoleh perbedaan yang nyata antara kepadatan makrobiofouling pada jaring kantung apung dengan dan tanpa sintetik anti fouling. Pengukuran parameter lingkungan selama penelitian diperoleh bahwa suhu berkisar 29 - 31 oC, kecepatan arus 0,080-0,215 m/detik, salinitas 30 - 32o/oo, nitrat 0,0103 - 0,0500 mg/L, fosfat 0,0042-0,0013 ppm dan oksigen terlarut 6,8-7,4 ppm.Kata Kunci : Jaring Kantung Apung, Komposisi Jenis, Kepadatan, Makro-biofouling, Anti Fouling, Kappapycus alvarezii