cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA LOKASI REHABILITASI KARANG MODUL BIOREEFTEK DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM, KABUPATEN KONAWE SELATAN ., Arqam; Anadi, La; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan komposisi jenis, indeks kelimpahan, struktur komunitas ikan karang yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada modul Bioreeftek di perairan Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan pengamatan mulai bulan Oktober-Desember 2017. Pengambilan data ikan karang pada lokasi bioreeftek menggunakan teknik visual sensus dengan metode belt transek (English et al. 1997). Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan di lokasi penelitian menunjukkan kualitas perairan yang baik dan dapat menunjang kehidupan bagi biota termasuk ikan karang. Suhu berkisar 29-30 oC, kecerahan perairan mencapai kedalaman 9-14 meter, kecepatan arus berkisar 0,025-0,053 m/s, dan salinitas berkisar 31-32 ppt. Ikan karang yang telah ditemukan selama pengamatan yaitu sebanyak 14 famili, 29 genus dan 32 jenis dengan jumlah 310 individu dimana pada bulan October diperoleh yaitu 101 ind, bulan November yaitu 85 ind, dan bulan Desember yaitu 124 ind. Kelimpahan ikan karang tertinggi ditemukan pada bulan Desember sebesar yaitu 4,96 ind/m2 dengan kualitas fisika-kimia perairan yang baik dan kelimpahan terendah ditemukan pada bulan November yaitu 3,4 ind/m2 dengan kualitas fisikas-kimia perairan yang cukup buruk. Struktur kominas ikan karang dijabarkan melalui indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Perolehan nilai keanekaragaman ikan karang selama tiga bulan pengmatan menunjukkan kategori sedang dengan nilai antara 2,31-2,85, nilai keseragaman menunjukkan kategori tinggi atau stabil dengan nilai antara 0,83-0,90 dan nilai dominansi menunjukkan kategori rendah dengan nilai antara 0,07-0,13. Artinya bahwa nilai keseragaman yang dikategoriakan tinggi atau stabil mempengaruhi nilai daominansi dengan kategori rendah atau mununjukkan bahwa tidak ada spesies yang mendominasi selama pengamatan pada lokasi penelitian. Kata kunci: kelimpahan, komunitas,  ikan karang,  Tanjung Tiram
Studi Tingkat Eksploitasi Kerang Simping (Placuna placenta. Swennen 2001) di Perairan Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara ., Hajaniar; ., Bahtiar; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang simping (Placunaplacenta) merupakan bivalvia yang hidup di daerah intertidal dengan substrat berlumpur sampai lumpur lunak, yang saat ini berada dalam kondisi tertekan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang simping, tingkat mortalitas alami, tingkat mortalitas penangkapan, dan tingkat eksploitasi kerang simping.Penelitian tentang Kerang simping dilakukan di Perairan Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, yang merupakan daerah penangkapan kerang simping.Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari sampai Maret 2018.Sampel diambil secara acak sederhana (random sampling) dan pengambilannya  dilakukan manual dengan menggunakan alat bantu pisau. Data dianalisis dengan menggunakan FiSAT II versi 3.0. Hasil analisistentang ukuran kerang pada bulan Januari sampai Maret yaitu ukuran kerang minimum 4,2 cm, sedangkan ukuran maksimum yang didapat yaitu 11,2 cm. Kelompok ukuran yang banyak ditemukan pada saat penelitian yaitu 6,92–10,31 cm, dan ukuran 7,6–8,95 cm. Ukuran kerang simping 4,2–6,9 cm tidak didapatkan pada bulan Maret. Parameter pertumbuhan kerangsimping di Perairan Langere panjang maksimum (L∞) 11,44 cm, Nilai koefisien pertumbuhan(K) 2,30, Nilai pertumbuhan(to) 1,81. Nilai Mortalitas dan Eksploitasi kerang simpingdi perairan Langere adalah Laju mortalitas penangkapan (F); 0.07, Laju mortalitas alami(M); 4.09, Mortalitas total(Z); 5.64, dan Tingkat eksploitasi(E); 0.017.Kata Kunci : Kerang Simping, Tingkat Eksploitasi, Perairan Langere
Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Wisata Pantai Pulau Kondo Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana Dedy Oetama; S, Firman; Yasidi, Farid; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata pantai yang merupakan salah satu jenis pariwisata yang berkembang di Indonesia karena keindahan alammnya. Pantai Pulau Kondo merupakan destinasi wisata bahari yang diresmikan pada tanggal 16 September 2017 dalam kegiatan Sapta Pesona. Pantai Pulau Kondo berada di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombanana Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – November 2018, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian wisata pantai dan daya dukung untuk rekreasi di Pantai Pulau Kondo. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan data atau informasi serta masukan terhadap pemerintah dalam melakukan pengembangan maupun pembangunan di Pantai Pulau Kondo. Parameter yang diukur adalah kedalaman, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan, kecepatan arus, kemiringan pantai, penanganan sampah, kecerahan perairan, biota berbahaya dan ketersediaan air tawar.  Rata-rata nilai IKW Pantai Pulau Kondo adalah 78,13% serta nilai DDK 519 jiwa dengan pemanfaatan luas area 50 m2/orang untuk waktu kunjungan selama 3 jam/orang/hari sebagai acuan tetap memperhatikan kenyamanan dan kelestarian kawasan wisata pantai.Kata Kunci: Kesesuaian Wisata, Daya Dukung, Pulau Kondo
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis von Martens, 1897) DI PERAIRAN SUNGAI LANGKUMBE KECAMATAN KULISUSU BARAT KABUPATEN BUTON UTARA ., Sufrin; ., Bahtiar; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Sungai Langkumbe selama periode bulan Oktober sampai Desember 2017, dengan tujuan untuk menganalisis aspek biologi reproduksi kerang pokea. Data dianalisis untuk mengetahui nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan ukuran pertama kali matang gonad.  Hasil analisis aspek biologi reproduksi kerang pokea untuk nisbah kelamin menunjukkan jantan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan betina, dengan rasio perbandingan 1:0.­62. Tahap tingkat kematangan gonad (TKG) berdasarkan waktu penelitian baik kerang pokea jantan maunpun betina pemijahan puncak terjadi pada bulan Oktober. Nilai indeks kematangan gonad (IKG) tertinggi yaitu pada bulan Desember (30.46%) jantan dan bulan Desember (33.5%) betina. Fekunditas kerang pokea berkisar 17903-295295 butir dengan bobot gonad 0.105-1.24g. Ukuran pertama kali matang gonad kerang pokea jantan sebesar 4.0 cm dan pokea betina pada ukuran 4.3 cm.Kata Kunci : Sungai Langkumbe, Kerang Pokea, Aspek Biologi Reproduksi
KARAKTERISTIK BIOLOGIS IKAN KERAPU DI PERAIRAN KARANG, TOMIA KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA ., Ramaddin; Tadjuddah, Muslim; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karang Tomia merupakan salah satu habitat berbagai jenis ikan kerapu di Perairan Kepulauan Wakatobi yang mengalami eksploitasi penangkapan secara intensif menggunakan alat tangkap bubu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa karakteristik biologi ikan kerapu meliputi spesies, jenis kelamin, komposisi ukuran, serta hubungan panjang berat ikan kerapu di Perairan Pulau Tomia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2018. Lokasi penelitian berdasarkan tempat dimana nelayan yang menangkap di Perairan Karang Tomia mendaratkan ikannya. Ikan sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Karang Tomia menggunakan bubu. Ikan kerapu diidentifikasi dan diukur panjang beratnya menggunakan mistar dan timbangan digital. Hubungan panjang berat ditentukan dengan menggunakan rumus W= aLb. Hasil penelitian menunjukkan ikan terdiri dari 2 spesies ikan kerapu dari genus yang berbeda, yaitu kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan jumlah 57 ekor (60 %) dan kerapu sunu (Plectropoma leopardus) dengan jumlah 38 ekor (40 %). Jenis kelamin ikan kerapu dari 95 sampel yang diteliti didominasi oleh jenis kelamin betina dengan jumlah 63 ekor dengan presentasi 66,31 % sedangkan jantan 32 ekor dengan presentasi 33,69 %. Sebaran panjang mulai dari 100 mm sampai dengan 370 mm. Jumlah yang terbesar termasuk dalam kelas panjang 140-179 mm dengan jumlah 15 ekor (23,81 %), sedangkan jumlah terkecil termasuk dalam kelas panjang 180-219 mm dengan jumlah 2 ekor (3,17 %). Untuk komposisi ukuran panjang ikan kerapu jantan, diperoleh sebaran panjang mulai dari 390 sampai dengan 470 mm. Dimana jumlah terbesar dari kelas panjang 390-403 mm dengan jumlah 13 ekor (40,63 %), sedangkan jumlah terkecil terdapat pada kelas panjang 460-470 mm dengan jumlah 2 ekor (5,20 %). Hubungan panjang dan berat ikan kerapu dalam penelitian ini ditemukan pertambahan panjang lebih dominan dari pertambahan berat dengan nilai jantan b = 1,457415 untuk E. fuscoguttatus dan b=1,458818726 untuk P. leopardus, serta nilai betina yaitu dimana b=1,43599997 untuk kerapu macan dan b= 0,849820 untuk kerapu sunu. Dengan kata lain pola pertumbuhannya allometrik negatif. Demi kelengkapan informasi pengelolaan ikan kerapu di perairan ini, maka perlu adanya penelitian lanjutan di masa yang akan datang.Kata Kunci : Panjang Berat, E. fuscoguttatus, P. leopardus, Pulau Tomia
Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Ditinjau dari Aspek Teknis Operasional dan Tingkat Kepuasan Nelayan Fajar, Andi M. Nur; Alimina, Naslina; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kinerja teknis dan operasional PPS Kendari berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.8 tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan serta tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan PPS Kendari. Berdasarkan model penelitian, tingkat kinerja PPS Kendari adalah moderat namun cenderung kearah negatif (0.02% FALSE). Nilai ini merupakan nilai kompilasi dari kinerja operasional PPS Kendari 100% TRUE, kinerja teknis PPS Kendari 100% TRUE, dan tingkat kepuasan nelayan 30.3% FALSE. Artinya, secara keseluruhan kinerja PPS Kendari berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.8 tahun 2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan sudah memenuhi kriteria, namun kinerja PPS Kendari berdasarkan tingkat kepuasan nelayan menunjukkan nilai yang cenderung negatif.Kata kunci: PPS Kendari, kinerja teknis, kinerja operasional, kepuasan nelayan
Distribusi dan Kepadatan Bivalvia yang Berasosiasi pada Daerah Padang Lamun di Perairan Desa Tanjung Batu Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Rada, Satya; Bahtiar, Bahtiar; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Desa Tanjung Batu merupakan salah satu perairan yang memiliki padang lamun yang sangat luas dan subur. Bivalvia merupakan salah satu hewan yang tumbuh dan berkembang di daerah intertidal dan banyak dijumpai di daerah padang lamun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi dan kepadatan bivalvia berdasarkan kepadatan lamun. Pengambilan sampel kerang dilakukan selama 1 bulan sekali selama 3 bulan mulai pada bulan Agustus sampai Oktober 2018 dengan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m2. Hasil penelitian diperoleh kepadatan rata-rata bivalvia berdasarkan stasiun pengamatan berkisar 0,69-2,18 ind/m2. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 2,18 ind/m2, sedangkan kepadatan terendah terdapat pada stasiun I yaitu  0,69 ind/m2. Kepadatan rata-rata bivalvia berdasarkan bulan berkisar 1,22-1,57 ind/m2.  Kepadatan bivalvia tertinggi terdapat pada bulan Agustus yaitu 1,57 ind/m2, sedangkan kepadatan terendah terdapat pada bulan Oktober yaitu 1,22 ind/m2. Distribusi bivalvia pada tiga stasiun di Perairan Desa Tanjung Batu cenderung mengelompok (>1) yaitu berkisar 1.034-1.150Kata kunci : Distribusi, Kepadatan, Bivalvia, Desa Tanjung Batu,Wawonii Barat.
Studi Produktivitas Primer Fitoplankton Di Perairan Danau Motonuno Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Munirma, Munirma; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur; Halili, Halili; Nadia, La Ode Abdul Rajab; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas primer merupakan laju produksi karbon organik (karbohidrat) oleh organisme tumbuhan hijau yang memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton dengan menggunakan metode oksigen botol terang dan botol gelap di perairan Danau Motonuno. Hasil penelitian produktivitas primer fitoplankton tertinggi dan terendah adalah 48.83 mg C/m3/ jam dan 20.41 mg C/m3/ jam. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia menunjukan bahwa kisaran nitrat 0.036 -0.0425 mg/L, phosphat 0.0161-0.0241 mg/L, intensitas cahaya 167.291-603.912 Lux, suhu 25-26°C dan kecerahan 5 meter, 2 meter dan 3 meter. Parameter lingkungan yang optimum dan tipe produktivitas primer fitoplankton yang diperoleh memberikan dampak positif terhadap kesuburan perairan.Kata Kunci: Produktivitas Primer Fitoplankton, Danau Motonuno, Parameter fisika dan Kimia Perairan.
Musim Penangkapan Ikan Layang (Decapterus spp.) yang didaratkan di Kota Kendari B, Jumriani; Alimina, Naslina; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layang (Decapterus spp.) dikategorikan ke dalam kelompok pelagis kecil yang tersebar di seluruh perairan Indonesia dan tergolong jenis ikan ekonomis penting.  Efektivitas dan efisiensi pemanfaatan ikan layang dapat ditingkatkan apabila operasi penangkapannya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan musim penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan  musim penangkapan ikan layang di Kota Kendari berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan pada PPI Sodohoa dan PPS Kendari.  Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tantang pola musim penangkapan ikan layang sehingga pemanfaatannya lebih dapat optimal. Penelitian ini dilakukan  pada bulan Mei sampai Juni 2019. Musim penangkapan ikan layang ditentukan dengan menggunakan analisis  Indeks Musim Penangkapan (IMP). Berdasarkan jumlah hasil tangkapan per upaya penangkapan atau Catch per Unit Effort (CPUE) runtun  waktu (times series analysis) minimal selama 5 tahun terakhir (tahun 2014 sampai 2018). pukat cincin (purse seine) digunakan sebagai alat tangkap utama yang mendaratkan jenis ikan layang baik pada PPI Sodohoa  maupun PPS Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim penangkapan ikan layang di Kota Kendari terjadi mulai bulan Maret sampai September dengan puncak musim penangkapan terjadi pada bulan Juli dan Agustus dengan nilai IMP berturut-turut adalah 148,56 dan 143,19 %. Secara parsial nilai IMP ikan layang tertinggi pada PPI Sodohoa terjadi pada bulan Agustus dan Desember, Sedangkan PPS Kendari juga pada bulan Juli dan Agustus. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh daerah penangkapan ikan yang berbeda antara armada pukat cincin yang mendaratkan hasil tangkapan di PPS Kendari dan PPI Sadohoa. Kata Kunci : Ikan layang, indeks musim penangkapan, PPI Sodohoa, PPS Kendari
Keanekaragaman dan Distribusi Spesies Makroalga Berdasarkan Kedalaman di Perairan Pantai Kampa Kabupaten Konawe Kepulauan Rahmat, Fitra; Kasim, Ma`ruf; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga adalah tumbuhan tingkat rendah yang tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas Cholorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga coklat) dan Rhodophyta (alga merah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi spesies makroalga berdasarkan kedalaman di perairan Pantai Kampa Desa Wawobili Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan.  Hasil penelitian makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Kampa berjumlah 34 jenis terdiri dari 16 jenis dari kelas Cholorophyta (alga  hijau), 5 jenis dari kelas Phaeophyta (alga coklat) dan 13 jenis dari kelas Rhodophyta (alga merah). Beberapa jenis makroalga yang ditemukan memiliki nilai ekonomis, diantaranya Caulerpa sp., Padina sp., dan Turbinaria sp. Kepadatan jenis tertinggi makroalga setiap kedalaman didominasi dari kelas Chlorophyta.  Kedalaman 1,5 m memiliki total kepadatan 45,7 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi jenis Halimeda discoidea 14,2 ind/m2, kedalaman 3 m memiliki total kepadatan 60 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi jenis 14,3 ind/m2 Caulerpa lentilifera dan kedalaman 5 m memiliki total kepadatan 48,7 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi 14,3 ind/m 2 Cladolophora vagabunda .  Keanekaragaman jenis makroalga dikategorikan sedang diangka 1,7-2,4. Dominansi jenis berkisar 0,19-0,25 yang dikategorikan rendah. Distribusi jenis makroalga bersifat merata/seragam berkisar 0,35-0,36. Analisis korelasi keanekaragaman dan distribusi makroalga menunjukan hasil yang kuat dan positif, dimana parameter lingkungan perairan (suhu, kecerahan, kecepatan arus, intensitas cahaya, ph, salinitas nitrat dan fosfat) sangat mempengaruhi keberadaan jenis makroalga di perairan Pantai Kampa.Kata kunci: Makroalga, Keanekaragaman, Distribusi, Dominansi, Kepadatan