cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Mei 2021" : 11 Documents clear
PENUTUPAN JENIS LAMUN BERDASARKAN TIPE SUBSTRAT DI PERAIRAN KELURAHAN WAHA, KABUPATEN WAKATOBI Hermawati, .; Ira, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19424

Abstract

Lamun sebagai salah satu ekosistem pesisir yang mendiami area intertidal dan memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Secara ekologis, lamun berperan penting sebagai produsen primer pada perairan dangkal yang menyediakan sumber makanan dan zat hara bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tutupan lamun dan pengaruh tipe substrat terhadap tutupan lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai April 2020 yang bertempat di Perairan Desa Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Data lamun diperoleh dengan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m2. Lamun yang ditemukan sejumlah 6 (enam) jenis, yaitu; E. acoroides, T. hempirichii, H. pinifolia, H. uninervis, H. ovalis dan C. serrulata. Kategori tutupan lamun ditemukan bervariasi masing-masing, tutupan lamun sangat padat (87.33%), lamun padat (65.17%), dan lamun sedang (48.67%). Dari tipe substrat di lokasi studi menunjukkan tutupan lamun sangat padat memiliki tipe substrat berpasir. Selanjutnya, tipe tutupan lamun padat dan lamun sedang, memiliki tipe substrat lempung berpasir dan lempung liat berpasir.Kata Kunci: Jenis Lamun, Persen Penutupan Lamun, Tipe Substrat
KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA IKAN BUNTAL (AROTHRON MANILENSIS) Layuk, Tresia Sanda; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19433

Abstract

Kekayaan biota laut Indonesia sudah lama dikenal dan banyak yang berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa biota laut memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang tinggi untuk mempertahankan kelangsungan hidup baik sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari predator maupun perbaikan genetiknya. Salah satu organisme laut yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder adalah ikan buntal. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kandungan ekstrak senyawa metabolit sekunder ikan buntal jenis Arothron manilensis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder apa saja yang terkandung dalam hati, kulit, daging, dan organ pencernaan. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode Skrining Fitokimia dan Kromatografi lapis Tipis (KLT) untuk mendeteksi senyawa metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder pada ikan buntal (Arothron manilensis) mengandung komponen senyawa fenol, alkaloid, terpenoid, steroid, dan flavonoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada ikan buntal A. manilensis ditemukan paling banyak terkandung pada organ pencernaan dan disusul daging, kulit, dan hati. Diperlukan kembali pengujian Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), lebih lanjut mengenai tinggi dan kuatnya senyawa metabolit sekunder yang diteliti.Kata Kunci: Arothron manilensis, KLT, Metabolit sekunder, Skrining Fitokimia.
KEANEKARAGAMANDAN KELIMPAHAN MOLUSKA (GASTROPODA DAN BIVALVIA) DI PADANG LAMUN PERAIRAN LAKALIBA, KABUPATEN BUTON SELATAN Fitri, .; Ramli, Muhammad; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19425

Abstract

Moluska terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas Gastropoda dan Bivalvia. Kelompok filum ini memiliki manfaat ekologis dan banyak jenisnya yang memiliki nilai ekonomis.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda dan bivalvia di Perairan Lakaliba Kabupaten Buton Selatan, mengetahui persentase tutupan lamun, serta hubungan keanekaragaman dan kelimpahan dari gastropoda dan bivalvia terhadap persentase tutupan lamun. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret 2019 sampai Maret 2020, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data penelitian. Bahan organik, tekstur substrat,  dan  DO dianalisa di Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan FPIK UHO. Keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan 12 jenis dan keanekaragaman bivalvia yang ditemukan 6 jenis. Kelimpahan gastropoda berkisar 5,0 ind/m2 - 9,3 ind/m2, dimana kelimpahan tertinggi ditemukan pada stasiun I. Kelimpahan jenis pada bivalvia berkisar 3,5 ind/m2 - 7,4 ind/m2.  Seperti pada gastropoda, kelimpahan bivalvia tertinggi juga ditemukan pada stasiun I. Persentase tutupan lamun distasiun penelitian berkisar 47,33 % - 58,03%, dimana persentase tutupan lamun tertinggi terdapat di stasiun I.  Keanekaragaman dan kelimpahan jenis grastropoda dan bivalvia tertinggi ditemukan pada daerah lamun dengan tingkat persentase tutupan lamun yang tertinggi. Hasil pengukuran parameter fisik kimia perairan berada dalam kisaran optimal sesuai dengan standar baku mutu air laut untuk biota laut.Kata kunci: Bivalvia, Gastropoda, Lakaliba, Lamun
STUDI LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE TERHADAP KETERSEDIAAN DETRITUS MANGROVE DIDAERAH TELUK KENDARI Supriyadi, Agus; Ramli, Muhammad; Abidin, La Ode Baytul
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19434

Abstract

Mangrove memiliki peran yang khas di ekosistem pantai yakni adanya serasah daun yang mengalami dekomposisi dengan bantuan bakteri dan fungi. Dekomposisi merupakan proses penghancuran bahan organik mati yang dilakukan oleh agen biologi maupun fisika menjadi bahan-bahan mineral organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun mangrove berdasarkan waktu, serta mengetahui ketersediaan detritus berdasarkan laju dekomposisi dan banyaknya serasah daun mangrove yang jatuh di kawasan mangrove Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 s.d Januari 2020. Metode penelitian inimenggunakan jaring perangkap serasah untuk mengetahui produksi serasah dan menggunakan litter-bag untuk menyimpan serasah daun yang akan dihitung laju dekomposisinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju dekomposisi berdasarkan waktu pengamatan pada stasiun penelitian berbeda. Pada stasiun I, nilai berat kering akhir lebih kecil dibanding Stasiun II yaitu 0.12 gr/hari pada Stasiun I dan 0.25 gr/hari pada Stasiun II. Untuk produksi detritus pada stasiun penelitian tidak jauh berbeda yaitu 5,02 gram  pada Stasiun I dan 4,82 gram pada Stasiun II.Kata Kunci: detritus;laju dekomposisi; mangrove; serasah daun
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN Fadila, Siti Nening; Asmadin, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19426

Abstract

Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersumber dari gerakan angin dan pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan arah arus laut permukaan dan memetakan pola arus permukaan secara spasial. Metode penelitian untuk mengukur kecepatan arus permukaan menggunakan metode Euler. Metode untuk memperhitungkan gerak osilasi pasang surut secara periodik menggunakan Metode Admiralty. Metode untuk memperhitungkan nilai dan arah kecepatan angin menggunakan metode Wind Rose. Pola arus permukaan dianalisis menggunakan metode analisis spasial dengan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut permukaan pada kondisi pasang berkisar antara 0,023-0,183 m/s. Kecepatan arus permukaan tertinggi terjadi di sisi kanan tanjung dengan arah pergerakan menuju ke Timur Laut. Kecepatan arus permukaan terendah terjadi di sebelah kiri tanjung dengan arah pergerakan menuju ke Barat Laut. Pada kondisi surut, kecepatan arus laut permukaan berkisar antara 0,02-0,094 m/s. Kecepatan arus permukaan tertinggi terjadi di depan tanjung dengan arah menuju ke Barat Laut. Kecepatan arus permukaan terendah berada di sebelah kiri tanjung dengan arah ke Timur Laut.  Kedalaman perairan area studi relatif dangkal mencapai 31 m. Kecepatan angin yang tenang tidak berpengaruh terhadap kecepatan arus permukaan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa pola arus laut permukaan di perairan Tanjung Tiram mengikuti pola pergerakan pasang surut. Pada saat pasang arus permukaan bergerak dari Timur ke Barat sedangkan saat surut arus permukaan bergerak dari Barat ke Timur. Kata Kunci: Arus, Angin, Pasang Surut, Perairan Tanjung Tiram
IDENTIFIKASI ANEMON DI DAERAH TERUMBU KARANG PERAIRAN KASWARI, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Amirudin, .; Palupi, Ratna Diyah; Subhan, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19435

Abstract

Anemon merupakan salah satu hewan laut dari filum Cnidaria atau Coelenterata yang sering dimanfaatkan sebagai penghias akuarium dan sumber makanan bagi masyarakat pesisir Wakatobi. Berdasarkan literature, anemon telah berhasil di identifikasi sebanyak 12 jenis tersebar di seluruh dunia, 10 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan anemon pada daerah terumbu karang di perairan Desa Kasuari, Wakatobi. Pengumpulan data dilaksanakan selama 2 bulan yaitu Februari – Maret 2020. Metode pengumpulan data menggunakan metode belt transect yaitu dengan luas 200m² dengan 3 kali ulangan untuk mewakili area reef flat dan reef slope. Jenis anemon yang ditemukan di perairan Desa Kaswari yaitu Heteractis crispa dan Heteractis malu. Kelimpahan anemon di perairan Desa Kaswari pada stasiun Reef Flat adalah 0,045 individu/m² sedangkan pada stasiun Reef Slope adalah 0,065 individu/m². Hasil Uji-T diperoleh nilai t-hitung (-2.000) ≤ t-tabel (2.776). Artinya bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara nilai rata-rata individu anemon pada daerah reef flat dan reef slope meskipun berada pada zona terumbu karang yang berbeda.Kata Kunci: Kelimpahan anemon, Terumbu karang, Kaswari.
KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN BIVALVIA PADA KAWASAN MANGROVE DI PERAIRAN DESA LANGARA BAJO, KECAMATAN WAWONII BARAT, KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Alimito, .; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19431

Abstract

Bivalvia merupakan golongan kekerangan, remis, dan sebangsanya. Bivalvia memiliki fungsi ekologi penting dalam rantai makanan di kawasan hutan mangrove.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan bivalvia, kerapatan mangrove, hubungan kepadatan bivalvia dengan kerapatan mangrove pada kawasan mangrove di perairan Desa Langara Bajo.   Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 219 di perairan Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupateen Konawe Kepulauan. Bahan Organik dianalisis di Laboratorium Unit Produktivitas Lingkungan dan Perairan.  Analisis tekstur substrat di lakukan di Laboratorium Pengujian Bahan dan Kontruksi Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel bivalvia pada 3 stasiun pengamatan dilakukan dengan dua kali pengulangan.. Pengambilan dilakukan dengan meletakkan transek kuadrat ukuran 1x1 meter sebanyak 5 transek pada petak contoh 10x10 meter sebagai daerah patokan pengambilan sampel bivalvia. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis bivalvia yaitu, Anadara antiquate, Tranchycardium rogusum, Gafrarium tumidum, Gafrarium gibbia dan Barbatia decussate. Nilai komposisi jenis bivalvia berkisar antara 6% - 33%. Kepadatan jenis bivalvia berkisar antara 0,8 – 6,8 ind./m2. Jenis mangrove yang ditemukan adalah jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa dengan kerapatan jenis berkisar antara 163 – 406 pohon/ha. Tingginya kerapatan mangrove pada stasiun II mempengaruhi keberadaan bivalvia di perairan tersebut.Kata kunci : Bivalvia, Komposisi Jenis, Kepadatan, Mangrove, Desa Langara Bajo
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI PERAIRAN INTERTIDAL DESA PATUNO KABUPATEN WAKATOBI Seli, .; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19436

Abstract

Echinodermata merupakan hewan invertebrate yang memiliki duri pada kulitnya dan hidup di zona intertidal. Zona ini memiliki factor fisik dan kimia yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kehidupan semua tumbuhan dan organisme laut di lautan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi pada Echinodermata. Dan untuk mengukur parameter kualitas air di perairan intertidal  Desa Patuno Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai Juni 2019 di perairan Desa Patuno Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan data Echinodermata dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat dengan ukuran transek 1x1 m. transek garis dengan panjang 100 m yang di bentangkan tagak lurus terhadap garis pantai, yang dilakukan pada saat  air laut surut atau surut terendah. Secara teknis, trasek kuadrat pertama di letakan di dekat daratan transek berikutnya menuju kelaut dengan jarak masing-masing transek 20 meter. Data tiap stasiun di ambil sejumlah 3 kali. Parameter kualitas perairan (i.e., suhu, salinitas, Ph, dan DO) dan sampel substrat dilakukan secara langsung. Untuk sampel substrat dilakukan analisis di Lab. Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa 14 Spesis Echinodermata ditemukan pada 2 Stasiun pengamatan yang terdiri dari empat kelas meliputi Asteroidea, Holothuroidea, Echinoidea, dan Ophiuroidea. Keberadaan sepsis tersebut di perairan menunjukan indeks keanekaragaman sedang (2,51) dan indeks dominansi rendah (0,09).Kata kunci: Perairan Desa Patuno; Echinodermata; intertidal; struktur komunitas
KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI GASTROPODA DAN BIVALVIA PADA KAWASAN LAMUN DI PANTAI MARINA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Safirudin, .; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19422

Abstract

Kepadatan gastropoda dan bivalvia mempengaruhi pola distribusi gastropoda dan bivalvia di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, distribusi, kondisi tutupan lamun dan hubungan kepadatan gastropoda dan bilavalvia dengan komdisi tutupan lamun. Penelitian ini dilaksanalan pada bulan Oktober 2019 sampai Maret 2020, di Pantai Marina Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah purposif sampling dengan mengunakan transek kuadrat yang dilakukan tiga kali pengulangan pada masing-masing stasiun. Penentuan stasiun didasarkan pada persen penutupan lamun yang berbeda. Hasil pengukuran parameter lingkungan dan organisme yang ditemukan selama penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Jenis gastropoda yang ditemukan enam jenis yaitu Conomurex luhuanus, Cymbiola vespertilio, Canarium  labiatum, Gibberulus gibosus, Trochus niloticns, Turbo chrysostomus. dan tiga jenis bivalvia yaitu Anadara granosa, Anadara gubernaculum dan Callista erycina. Kepadatan gastropoda tertinggi diperoleh pada stasiun III yaitu sebesar 2,37 ind/m² dan kepadatan terendah pada stasiun I yaitu sebesar 0,97 ind/m². Kepadatann bivalvia tertinggi diperoleh pada stasiun II yaitu sebesar 2,37 ind/m² dan kepadatan terendah pada stasiun I yaitu sebesar 1,17 ind/m². Pola distribusi gastropoda selama penelitian pada stasiun I dan II yaitu mengelompok (id>1) sedangkan pada stasiun III seragam (id>1). Pola distribusi bivalvia selama penelitian pada stasiun I dan III yaitu mengelompok (id>1) sedangkan pada stasiun II seragam (id<1). Hubungan kondisi tutupan lamun dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia yaitu 0,98 dengan kriteria hubungan sangat kuat.Kata Kunci: Gastropoda, Bivalvia, Kepadatan, Pola Distribusi, Pantai Marina, Wakatobi.
KONTAMINASI JENIS MIKROPLASTIK PADA TUBUH IKAN TEMBANG (SARDINELLA FIMBRIATA) DI PERAIRAN TELUK KENDARI Hatia, .; Sara, La; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19432

Abstract

Mikroplastik merupakan bagian dari sampah plastik yang memiliki ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang terdapat di dalam perairan kemungkinan dapat ditelan organisme laut, seperti ikan tembang (Sardinella fimbriata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah setiap jenis mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan tembang di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2020. Lokasi pengambilan sampel ikan tembang berasal dari stasiun Perairan Kendari Beach, Perairan Masjid Al-Alam dan Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari menggunakan gillnet, selanjutnya sampel ikan tembang dimasukkan dalam cool box untuk mempertahankan kesegarannya. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Unit Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Pengamatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap preparasi sampel dan identifikasi menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan ada empat jenis yaitu jenis fiber, fragmen, film dan pellet. Mikroplastik paling tinggi ditemukan dalam saluran pencernaan ikan tembang pada penelitian ini adalah jenis film sebesar 208,6 partikel/individu (50,24%) dan terendah adalah jenis pellet yaitu 1 partikel/indindivu (0,24%). Berdasarkan lokasi penelitian, jumlah mikroplastik tertinggi ditemukan pada stasiun PPS Kendari yaitu 151,9 partikel/individu dan terendah didapatkan pada stasiun Masjid Al-Alam yaitu 123,7 partikel/individu.Kata Kunci: Mikroplastik, Ikan Tembang (Sardinella fimbriata), Perairan Teluk    Kendari.

Page 1 of 2 | Total Record : 11