cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA PADA SUBSTRAT YANG BERBEDA DI PERAIRAN WANDOKA, KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Yusriana, .; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10953

Abstract

Makroalga merupakan kelompok tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang, bunga dan  daun sejati. Makroalga termasuk tumbuhan yang bernilai ekonomis dan memiliki peranan penting secara ekologis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2019, dengan tujuan untuk mengetahui struktur komunitas makroalga pada substrat yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode transek garis, dengan jarak 50 m. Masing-masing transek garis disimpankan transek kuadrat  (1 x 1 m) dengan jarak ukuran kuadran 10 m. Pengambilan data di setiap stasiunnya dilakukan sebanyak 3 sub stasiun, dengan interval 20 m. Jenis makroalga yang didapatkan pada lokasi penelitian yaitu 20 jenis yang terdiri dari 8 jenis Chlorophyta, 7 jenis Rhodophyta dan 5 jenis Phaeophyta. Komposis jenis tertinggi terdapat pada stasiun III dari jenis Dicthyota dichotoma dengan presentase 59%. Kepadatan makroalga berkisar antara 21,667-32,056 ind/m2, indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,121- 2,169, indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,626-0,905 dan Dominansi (D) berkisar antara 0,130-0,424.Kata kunci: struktur komunitas, makroalga, substrat, Wandoka
HUBUNGAN KONDISI TUTUPAN KARANG HIDUP DENGAN KEBERADAAN IKAN FAMILI CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN ATOWATU Anshari, La Ode; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12163

Abstract

Ikan famili Chaetodontidae merupakan salah satu komunitas pada ekosistem terumbu karang yang berperan penting dalam aliran energi dan menjaga kestabilan ekosistem. Sebaran ikan famili Chaetodontidae sangat ditentukan oleh kondisi dan variasi habitat terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi tutupan karang hidup dengan keberadaan ikan famili Chaetodontidae di perairan Atowatu. Pengambilan data kondisi terumbu karang digunakan metode transek garis atau Line Intercept Transect (LIT), sedangkan pengambilan data ikan Chaetodontidae digunakan metode belltransek yang dilakukan secara visual sensus (sensus langsung), sepanjang 70 meter dengan luas pengamatan 2 x 2,5 meter yang dilakukan 2 kali ulangan yang mewakili zona reef flat dan reef slope pada tiap stasiun. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa ko ndisi terumbu karang di Perairan Atowatu dalam kondisi sedang. Stasiun 3 merupakan stasiun dengan presentase tutupan karang hidup tertinggi sebesar 38,93% (kategori sedang). Kelimpahan jenis ikan Chaetodontidae tertinggi sebesar 0,06 ind/m2 terdapat pada stasiun 3. Hubungan antara persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikanChaetodontidae menggunakan analisis regresi linear sebesar 0.9576, artinya adanya hubungan yang kuat antara tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan Chaetodontidae.Kata kunci : Chaetodontidae, kelimpahan, keragaman jenis, Perairan Atowatu, tutupan karang,
DISTRIBUSI SPASIAL LAMUN BERDASARKAN TIPE SUBSTRAT DI PERAIRAN DESA LEFUTO KABUPATEN WAKATOBI Majid, .; Ira, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17555

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2019 - Februari 2020 dengan tujuan untuk mengetahui distribusi spasial lamun berdasarkan tipe substrat serta mengetahui parameter lingkungan perairan yang mempengaruhi distribusi spasial lamun di Perairan Desa Lefuto Kabupaten Wakatobi. Pengambilan sampel lamun menggunakan transek kuadrat ukuran 1 m x 1 m di wilayah penelitian yang ditentukan berdasarkan tipe substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Enhalusacoroides, Thalassiahemprichii, dan Cymodoceaserrulata. Persentase tutupan lamun tertinggi berada pada stasiun III yaitu sebesar 51,00% yang termasuk dalam kategori padat dengan substrat berpasir. Persentase tutupan lamun sedang berada  pada stasiun II yaitu sebesar 27,94% yang termasuk dalam kategori sedang dengan substrat berpasir dan persentase tutupan lamun terendah ditemukan pada stasiun I yaitu sebesar 21,06% atau kategori jarang dengan substrat pasir berlempung. Hasil semua pengukuran parameter lingkungan yakni suhu, arus, pH dan salinitas berada pada kisaran normal untuk kehidupan lamun. Tipe substrat dan kecepatan arus merupakan faktor yang paling mempengaruhi distribusi jenis lamun di lokasi studi.Kata kunci : Jenis lamun, persen penutupan, tipe substrat, distribusi
PENUTUPAN JENIS LAMUN BERDASARKAN TIPE SUBSTRAT DI PERAIRAN KELURAHAN WAHA, KABUPATEN WAKATOBI Hermawati, .; Ira, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19424

Abstract

Lamun sebagai salah satu ekosistem pesisir yang mendiami area intertidal dan memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Secara ekologis, lamun berperan penting sebagai produsen primer pada perairan dangkal yang menyediakan sumber makanan dan zat hara bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tutupan lamun dan pengaruh tipe substrat terhadap tutupan lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai April 2020 yang bertempat di Perairan Desa Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Data lamun diperoleh dengan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m2. Lamun yang ditemukan sejumlah 6 (enam) jenis, yaitu; E. acoroides, T. hempirichii, H. pinifolia, H. uninervis, H. ovalis dan C. serrulata. Kategori tutupan lamun ditemukan bervariasi masing-masing, tutupan lamun sangat padat (87.33%), lamun padat (65.17%), dan lamun sedang (48.67%). Dari tipe substrat di lokasi studi menunjukkan tutupan lamun sangat padat memiliki tipe substrat berpasir. Selanjutnya, tipe tutupan lamun padat dan lamun sedang, memiliki tipe substrat lempung berpasir dan lempung liat berpasir.Kata Kunci: Jenis Lamun, Persen Penutupan Lamun, Tipe Substrat
KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA IKAN BUNTAL (AROTHRON MANILENSIS) Layuk, Tresia Sanda; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19433

Abstract

Kekayaan biota laut Indonesia sudah lama dikenal dan banyak yang berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa biota laut memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang tinggi untuk mempertahankan kelangsungan hidup baik sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari predator maupun perbaikan genetiknya. Salah satu organisme laut yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder adalah ikan buntal. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kandungan ekstrak senyawa metabolit sekunder ikan buntal jenis Arothron manilensis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder apa saja yang terkandung dalam hati, kulit, daging, dan organ pencernaan. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode Skrining Fitokimia dan Kromatografi lapis Tipis (KLT) untuk mendeteksi senyawa metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder pada ikan buntal (Arothron manilensis) mengandung komponen senyawa fenol, alkaloid, terpenoid, steroid, dan flavonoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada ikan buntal A. manilensis ditemukan paling banyak terkandung pada organ pencernaan dan disusul daging, kulit, dan hati. Diperlukan kembali pengujian Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), lebih lanjut mengenai tinggi dan kuatnya senyawa metabolit sekunder yang diteliti.Kata Kunci: Arothron manilensis, KLT, Metabolit sekunder, Skrining Fitokimia.
PREVALENSI DAN KELIMPAHAN PENYAKIT KARANG DI PERAIRAN DESA BUTON KABUPATEN MOROWALI SULAWESI TENGAH Safitri, Ayu; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17542

Abstract

Penyakit karang sekarang ini sudah menjadi perhatian utama para peneliti karang. Banyak kasus dilaporkan penyakit karang menjadi penyumbang terbesar kematian karang di sebuah perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kelimpahan penyakit karang di Perairan Desa Buton, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Metode pengambilan data prevalensi dan kelimpahan penyakit karang menggunkan belt transect (transek sabuk) dengan luas 180m2 yang ditarik sejajar garis pantai pada 3 (tiga) titik stasiun. Hasil penelitian menunjukan ditemukan sebanyak 5 (lima) jenis penyakit karang (White Band Disease, Brown Band Disease, Ulcerative White Spot, Bleaching, dan Black Band Disease dan 3 (tiga) jenis gangguan kesehatan karang (Fish bites, Crown-of-Thorn-Starfish (COTS), dan Tube formers). Secara umum total prevalensi penyakit karang di lokasi penelitian sebesar 78,7% (52,3% penyakit karang dan 26,4% berupa gangguan kesehatan karang) dengan kasus tertinggi terdapat di stasiun 1 (satu). lebih lanjut kelimpahan rata-rata penyakit karang sebesar 0,65 koloni/m2. Kelimpahan penyakit karang tertinggi ditemukan pada stasiun I yaitu sebesar 0,32 koloni/m2.Kata Kunci: Penyakit Karang, Prevalensi, Kelimpahan, Perairan Desa Buton
KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN MAKROZOOBENTHOS DI PERAIRAN DESA OLLO SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Nurhia, .; Ira, .; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17556

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengkaji karakteristik lingkungan (parameter suhu, pH tanah, sedimen/substrat, dan bahan organik sedimen) di perairan Desa Ollo Selatan kabupaten wakatobi; 2) untuk mengkaji kelimpahan dan pola sebaran makrozoobentos di perairan Desa Ollo Selatan kabupaten wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari – juni 2019 di Perairan Desa Ollo Selatan Kabupaten Wakatobi. Pengambilan sampel substrat dan makrozoobentos menggunakan pipa paralon dengan dengan cara acak / rendom sapling. Dengan pengambilan sampel sebanyak tiga kali ulangan pada setiap stasiun. pengambilan data substrat dan  makrozoobenthos ini dilakukan pada surut terendah. Data-data yang telah diperhitungan dan ditabulasi, selanjutnya dilakukan analisis deskriptif terkait dengan kelimpahan dan pola sebaran makrozoobentos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kelimpahan makrozoobentos tertinggi ditemukan didaerah lamun bersubstrat lempung berpasir yakni jenis Telebraria palustris dan kelimpahan terendah pada daerah pasir berlempung yakni jenis Holothuria scabra. Indeks Pola sebaran makrozoobentos berada dibawah 1. Hal ini menunjukkan pola penyebaran makrozoobentos disetiap stasiun penelitian bersifat seragam. 2) Jenis substrat yang ditemukan pada penelitian ini adalah lempung berpasir dan pasir berlempung.Kata kunci: Kelimpahan, Pola sebaran, Makrozoobentos
KEANEKARAGAMANDAN KELIMPAHAN MOLUSKA (GASTROPODA DAN BIVALVIA) DI PADANG LAMUN PERAIRAN LAKALIBA, KABUPATEN BUTON SELATAN Fitri, .; Ramli, Muhammad; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19425

Abstract

Moluska terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas Gastropoda dan Bivalvia. Kelompok filum ini memiliki manfaat ekologis dan banyak jenisnya yang memiliki nilai ekonomis.  Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda dan bivalvia di Perairan Lakaliba Kabupaten Buton Selatan, mengetahui persentase tutupan lamun, serta hubungan keanekaragaman dan kelimpahan dari gastropoda dan bivalvia terhadap persentase tutupan lamun. Penelitian ini berlangsung dari bulan Maret 2019 sampai Maret 2020, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data penelitian. Bahan organik, tekstur substrat,  dan  DO dianalisa di Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan FPIK UHO. Keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan 12 jenis dan keanekaragaman bivalvia yang ditemukan 6 jenis. Kelimpahan gastropoda berkisar 5,0 ind/m2 - 9,3 ind/m2, dimana kelimpahan tertinggi ditemukan pada stasiun I. Kelimpahan jenis pada bivalvia berkisar 3,5 ind/m2 - 7,4 ind/m2.  Seperti pada gastropoda, kelimpahan bivalvia tertinggi juga ditemukan pada stasiun I. Persentase tutupan lamun distasiun penelitian berkisar 47,33 % - 58,03%, dimana persentase tutupan lamun tertinggi terdapat di stasiun I.  Keanekaragaman dan kelimpahan jenis grastropoda dan bivalvia tertinggi ditemukan pada daerah lamun dengan tingkat persentase tutupan lamun yang tertinggi. Hasil pengukuran parameter fisik kimia perairan berada dalam kisaran optimal sesuai dengan standar baku mutu air laut untuk biota laut.Kata kunci: Bivalvia, Gastropoda, Lakaliba, Lamun
STUDI LAJU DEKOMPOSISI SERASAH DAUN MANGROVE TERHADAP KETERSEDIAAN DETRITUS MANGROVE DIDAERAH TELUK KENDARI Supriyadi, Agus; Ramli, Muhammad; Abidin, La Ode Baytul
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19434

Abstract

Mangrove memiliki peran yang khas di ekosistem pantai yakni adanya serasah daun yang mengalami dekomposisi dengan bantuan bakteri dan fungi. Dekomposisi merupakan proses penghancuran bahan organik mati yang dilakukan oleh agen biologi maupun fisika menjadi bahan-bahan mineral organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju dekomposisi serasah daun mangrove berdasarkan waktu, serta mengetahui ketersediaan detritus berdasarkan laju dekomposisi dan banyaknya serasah daun mangrove yang jatuh di kawasan mangrove Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 s.d Januari 2020. Metode penelitian inimenggunakan jaring perangkap serasah untuk mengetahui produksi serasah dan menggunakan litter-bag untuk menyimpan serasah daun yang akan dihitung laju dekomposisinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa laju dekomposisi berdasarkan waktu pengamatan pada stasiun penelitian berbeda. Pada stasiun I, nilai berat kering akhir lebih kecil dibanding Stasiun II yaitu 0.12 gr/hari pada Stasiun I dan 0.25 gr/hari pada Stasiun II. Untuk produksi detritus pada stasiun penelitian tidak jauh berbeda yaitu 5,02 gram  pada Stasiun I dan 4,82 gram pada Stasiun II.Kata Kunci: detritus;laju dekomposisi; mangrove; serasah daun
KARAKTERISASI BIOKIMIA DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI PADA MAKROALGA Padina australis DARI PERAIRAN PANTAI TANJUNG TIRAM Ayu, .; Ramli, Muhammad; Abidin, La Ode Baytul
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17551

Abstract

Padina australis merupakan salah satu makroalga yang memiliki potensi sebagai antibiotik. Sifat antibiotik yang dimiliki diduga tidak hanya bersumber dari makroalga tersebut namun juga dihasilkan oleh bakteri simbion pada inangnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan identifikasi isolat bakteri yang dikultur dari makroalga P. australis berdasarkan pengamatan morfologi bakteri dan karakter biokimia. Sampel makroalga P. australis diambil dari Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan menggunakan metode koleksi bebas (free handpacking). Sampel makroalga dihaluskan dan diencerkan hingga 10-5, kultur bakteri dilakukan dari pengenceran sampel 10-4 dan 10-5. Bakteri dikultur dengan menggunakan metode cawan sebar pada media agar zobell selama 2x24 jam pada suhu 35oC. Koloni bakteri yang tumbuh dipurifikasi dengan cara dikultur kembali sebanyak dua kali pengulangan dengan metode gores. Kultur murni bakteri yang diperoleh kemudian dibiakkan pada media agar miring zobell. Isolat bakteri yang tumbuh dari sumber pengenceran sampel 10-4 dan 10-5 selanjutnya dikarakterisasi berdasarkan pengamatan morfologi dan uji biokimia. Kedua isolat bakteri dari makroalga P. australis memiliki ciri morfologi yang sama, namun terdapat perbedaan pada karakteristik biokimia yaitu pada uji motility, OF (oksidatif/fermentatif), TCBS (Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose), ornitin, gelatin, uji produksi asam pada media berbahan D-manose, maltose, rhammose, urease dan citrase. Berdasarkan identifikasi jenis bakteri yang merujuk pada Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology diketahui bahwa isolat bakteri simbion makroalga P. australis teridentifikasi sebagai bakteri Halomonas salina dan Vibrio alginolyticus.Kata Kunci : Padina australis, karakterisasi, bakteri simbion

Page 10 of 21 | Total Record : 205