cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN RAROWATU UTARA KABUPATEN BOMBANA Faisal, Mohamad Fitrah; Asmadin, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17557

Abstract

Aktivitas yang dilakukan di sekitar pantai dapat menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai jika tidak dilandasi dengan pengetahuan tentang dinamika pantai, karena lingkungan pantai merupakan lingkungan yang rentan terhadap perubahan terutama perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk memantau perbahan garis pantai pada Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Metode penelitian menggunakan mengunakan metode digitasi dan tumpang susun citra satelit Landsat 5 TM 1988 dan Landsat 8 OLI 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah pesisir Kecamatan Rarowatu Utara mengalami abrasi pantai dengan nilai rata-rata perubahan garis pantai akibat abrasi berkisar antara 3.31 sampai dengan 5.58 meter/tahun. Ketinggian gelombang laut pada perairan daerah pesisirnya yaitu dengan berkisar antara 0 – 1.17 meter yang berlangsung pada perairan musim Timur dan Barat. Perubahan peruntukan lahan pesisir akibat alih fungsi lahan kawasan mangrove sebagai pemecah ombak dan perangkap sedimen meningkatkan perubahan garis pantai yang signifikan.Kata Kunci : Garis Pantai, Gelombang, Penginderaan Jauh, Perairan Rarowatu Utara.
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN Fadila, Siti Nening; Asmadin, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19426

Abstract

Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersumber dari gerakan angin dan pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan dan arah arus laut permukaan dan memetakan pola arus permukaan secara spasial. Metode penelitian untuk mengukur kecepatan arus permukaan menggunakan metode Euler. Metode untuk memperhitungkan gerak osilasi pasang surut secara periodik menggunakan Metode Admiralty. Metode untuk memperhitungkan nilai dan arah kecepatan angin menggunakan metode Wind Rose. Pola arus permukaan dianalisis menggunakan metode analisis spasial dengan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut permukaan pada kondisi pasang berkisar antara 0,023-0,183 m/s. Kecepatan arus permukaan tertinggi terjadi di sisi kanan tanjung dengan arah pergerakan menuju ke Timur Laut. Kecepatan arus permukaan terendah terjadi di sebelah kiri tanjung dengan arah pergerakan menuju ke Barat Laut. Pada kondisi surut, kecepatan arus laut permukaan berkisar antara 0,02-0,094 m/s. Kecepatan arus permukaan tertinggi terjadi di depan tanjung dengan arah menuju ke Barat Laut. Kecepatan arus permukaan terendah berada di sebelah kiri tanjung dengan arah ke Timur Laut.  Kedalaman perairan area studi relatif dangkal mencapai 31 m. Kecepatan angin yang tenang tidak berpengaruh terhadap kecepatan arus permukaan. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa pola arus laut permukaan di perairan Tanjung Tiram mengikuti pola pergerakan pasang surut. Pada saat pasang arus permukaan bergerak dari Timur ke Barat sedangkan saat surut arus permukaan bergerak dari Barat ke Timur. Kata Kunci: Arus, Angin, Pasang Surut, Perairan Tanjung Tiram
IDENTIFIKASI ANEMON DI DAERAH TERUMBU KARANG PERAIRAN KASWARI, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Amirudin, .; Palupi, Ratna Diyah; Subhan, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19435

Abstract

Anemon merupakan salah satu hewan laut dari filum Cnidaria atau Coelenterata yang sering dimanfaatkan sebagai penghias akuarium dan sumber makanan bagi masyarakat pesisir Wakatobi. Berdasarkan literature, anemon telah berhasil di identifikasi sebanyak 12 jenis tersebar di seluruh dunia, 10 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan anemon pada daerah terumbu karang di perairan Desa Kasuari, Wakatobi. Pengumpulan data dilaksanakan selama 2 bulan yaitu Februari – Maret 2020. Metode pengumpulan data menggunakan metode belt transect yaitu dengan luas 200m² dengan 3 kali ulangan untuk mewakili area reef flat dan reef slope. Jenis anemon yang ditemukan di perairan Desa Kaswari yaitu Heteractis crispa dan Heteractis malu. Kelimpahan anemon di perairan Desa Kaswari pada stasiun Reef Flat adalah 0,045 individu/m² sedangkan pada stasiun Reef Slope adalah 0,065 individu/m². Hasil Uji-T diperoleh nilai t-hitung (-2.000) ≤ t-tabel (2.776). Artinya bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara nilai rata-rata individu anemon pada daerah reef flat dan reef slope meskipun berada pada zona terumbu karang yang berbeda.Kata Kunci: Kelimpahan anemon, Terumbu karang, Kaswari.
KEANEKARAGAMAN DAN POLA SEBARAN MAKROALGA DI DAERAH INTERTIDAL DI PERAIRAN PANTAI LAKALIBA KABUPATEN BUTON SELATAN Fatimah, Khusnul; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17552

Abstract

Makroalga merupakan tanaman tingkat rendah yang tumbuh melekat atau menancap pada substrat tertentu seperti pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan pola sebaran makroalga pada daerah intertidal di Lakaliba, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Desember 2019 yang  meliputi  pengambilan  data  dan  pengelolaan  data. Pengumpulan data menggunakan metode transek garis yang dibentangkan tegak lurus dari garis pantai ke arah laut sepanjang 100 m. Masing-masing transek garis diletakkan transek kuadrat ukuran (1 x 1 m2) dengan jarak ukuran kuadrat 10 m dengan cara zig-zag atau selang seling. Pengambilan data di setiap stasiun dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada saat air surut. Jenis makroalga yang didapatkan pada lokasi penelitian yaitu 17 jenis yang terdiri dari  7 jenis dari kelas Chlorophyta, 6 jenis dari kelas Rhodophyta dan  4 jenis dari kelas Phaeophyta. Keanekaragaman jenis makroalga berada pada kategori sedang, dimana stasiun I dengan nilai 2,409, stasiun II 2,354 dan stasiun III berjumlah 2,156. Pola sebarannya merata yakni stasiun I dengan nilai 0,291, stasiun II dengan nilai 0,439 dan stasiun III dengan nilai 0,282.Kata kunci: Keanekaragaman, Pola Sebaran, Makroalga dan Daerah Intertidal.
PEMETAAN HABITAT BENTIK PERAIRAN DANGKAL DI PESISIR PULAU TIGA (SELAT TIWORO) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2A Mukrimin, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17558

Abstract

Penelitian pemetaan habitat bentik di Pulau Tiga masih sangat kurang dilakukan, sehingga ketersediaan data spasial habitat bentik di daerah ini sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk; memberikan informasi kelas tutupan habitat bentik perairan laut dangkal di Pulau Tiga dalam pendekatan OBIA dan menghitung tingkat akurasi citra satelit terhadap habitat bentik perairan laut dangkal di Pulau Tiga dalam pendekatan OBIA. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Selat Tiworo khususnya perairan Pulau Tiga. Penelitian ini menggunakan data satelit Sentinel-2A dengan resolusi 10x10 m2 dan pengambilan data lapangan dilakukan pada bulan juni 2020. Klasifikasi citra dengan metode OBIA dengan klasifikasi terbimbing menggunakan algoritma klasifikasi yaitu support vector machine (SVM) dengan imput data lapangan diperoleh hasil klasifikasi habitat bentik sebanyak 6 kelas  yaitu karang hidup, karang mati, rubble, lamun, makro alga dan pasir, dengan penerapan optimasi skala segmentasi yaitu scala 10, shape 0.5 dan compactness 0,5. Berdasarkan metode OBIA, habitat bentik dapat dipetakan dengan tingkat akurasi sebesar 88%  pada citra klasifikasi dengan algoritma SVM.Kata Kunci: Habitat Bentik, Tutupan Habitat Bentik, OBIA
KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN BIVALVIA PADA KAWASAN MANGROVE DI PERAIRAN DESA LANGARA BAJO, KECAMATAN WAWONII BARAT, KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Alimito, .; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19431

Abstract

Bivalvia merupakan golongan kekerangan, remis, dan sebangsanya. Bivalvia memiliki fungsi ekologi penting dalam rantai makanan di kawasan hutan mangrove.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan bivalvia, kerapatan mangrove, hubungan kepadatan bivalvia dengan kerapatan mangrove pada kawasan mangrove di perairan Desa Langara Bajo.   Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 219 di perairan Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupateen Konawe Kepulauan. Bahan Organik dianalisis di Laboratorium Unit Produktivitas Lingkungan dan Perairan.  Analisis tekstur substrat di lakukan di Laboratorium Pengujian Bahan dan Kontruksi Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel bivalvia pada 3 stasiun pengamatan dilakukan dengan dua kali pengulangan.. Pengambilan dilakukan dengan meletakkan transek kuadrat ukuran 1x1 meter sebanyak 5 transek pada petak contoh 10x10 meter sebagai daerah patokan pengambilan sampel bivalvia. Hasil penelitian ditemukan 5 jenis bivalvia yaitu, Anadara antiquate, Tranchycardium rogusum, Gafrarium tumidum, Gafrarium gibbia dan Barbatia decussate. Nilai komposisi jenis bivalvia berkisar antara 6% - 33%. Kepadatan jenis bivalvia berkisar antara 0,8 – 6,8 ind./m2. Jenis mangrove yang ditemukan adalah jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa dengan kerapatan jenis berkisar antara 163 – 406 pohon/ha. Tingginya kerapatan mangrove pada stasiun II mempengaruhi keberadaan bivalvia di perairan tersebut.Kata kunci : Bivalvia, Komposisi Jenis, Kepadatan, Mangrove, Desa Langara Bajo
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI PERAIRAN INTERTIDAL DESA PATUNO KABUPATEN WAKATOBI Seli, .; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19436

Abstract

Echinodermata merupakan hewan invertebrate yang memiliki duri pada kulitnya dan hidup di zona intertidal. Zona ini memiliki factor fisik dan kimia yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kehidupan semua tumbuhan dan organisme laut di lautan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi pada Echinodermata. Dan untuk mengukur parameter kualitas air di perairan intertidal  Desa Patuno Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai Juni 2019 di perairan Desa Patuno Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan data Echinodermata dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat dengan ukuran transek 1x1 m. transek garis dengan panjang 100 m yang di bentangkan tagak lurus terhadap garis pantai, yang dilakukan pada saat  air laut surut atau surut terendah. Secara teknis, trasek kuadrat pertama di letakan di dekat daratan transek berikutnya menuju kelaut dengan jarak masing-masing transek 20 meter. Data tiap stasiun di ambil sejumlah 3 kali. Parameter kualitas perairan (i.e., suhu, salinitas, Ph, dan DO) dan sampel substrat dilakukan secara langsung. Untuk sampel substrat dilakukan analisis di Lab. Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa 14 Spesis Echinodermata ditemukan pada 2 Stasiun pengamatan yang terdiri dari empat kelas meliputi Asteroidea, Holothuroidea, Echinoidea, dan Ophiuroidea. Keberadaan sepsis tersebut di perairan menunjukan indeks keanekaragaman sedang (2,51) dan indeks dominansi rendah (0,09).Kata kunci: Perairan Desa Patuno; Echinodermata; intertidal; struktur komunitas
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PESISIR DESA KASWARI KECAMATAN KALEDUPA SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Birana, Yelsi; Ramli, Muhammad; Arami, Hasnia
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i1.17554

Abstract

Ekosistem lamun memiliki produktivitas tinggi yang mendukung kehidupan beragam jenis ikan. Kawasan padang lamun menjadi tempat untuk mencari makan, tempat bertelur serta sebagai daerah untuk berlindung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem lamun dan kondisi struktur komunitas ikan yang ada pada kawasan padang lamun, serta menganalisis hubungan kelimpahan jenis ikan dengan persentase tutupan lamun. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2020 di Perairan Pesisir Desa Kaswari Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan adalah ramdom sampling dengan alat tangkap jaring insang. Analisis yang digunakan yaitu komposisi jenis, kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi serta analisis korelasi pearson. Jenis lamun yang ditemukan yaitu E. acoroides, T. hemprichii dan  C. rotundata. Komunitas ikan yang tertangkap sebanyak 286 individu yang terdiri dari 28 spesies dan 12 famili, diantaranya famili Siganidae, Mulidae, Holocentidae, Chaetodontidae, Lethrinidae, Nemiptiridae, Caesionidae, Leiognathidae, Achanturidae, Scaridae, Labridae dan Balistidae.  Struktur komunitas ikan pada Perairan Desa Kaswari menunjukkan komunitas stabil tanpa adanya dominansi jenis ikan, didukung oleh kualitas perairan yang optimal mampu menunjang kehidupan dan pertumbuhan sumberdaya ikan. Analisis hubungan korelasi  yang sangat kuat menunjukkan bahwa persentase tutupan lamun sangat berpengaruh terhadap  kelimpahan  ikan.Kata Kunci : Ikan, Lamun, Struktur Komunitas, Desa Kaswari, Wakatobi
KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI GASTROPODA DAN BIVALVIA PADA KAWASAN LAMUN DI PANTAI MARINA KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Safirudin, .; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19422

Abstract

Kepadatan gastropoda dan bivalvia mempengaruhi pola distribusi gastropoda dan bivalvia di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, distribusi, kondisi tutupan lamun dan hubungan kepadatan gastropoda dan bilavalvia dengan komdisi tutupan lamun. Penelitian ini dilaksanalan pada bulan Oktober 2019 sampai Maret 2020, di Pantai Marina Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah purposif sampling dengan mengunakan transek kuadrat yang dilakukan tiga kali pengulangan pada masing-masing stasiun. Penentuan stasiun didasarkan pada persen penutupan lamun yang berbeda. Hasil pengukuran parameter lingkungan dan organisme yang ditemukan selama penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif. Jenis gastropoda yang ditemukan enam jenis yaitu Conomurex luhuanus, Cymbiola vespertilio, Canarium  labiatum, Gibberulus gibosus, Trochus niloticns, Turbo chrysostomus. dan tiga jenis bivalvia yaitu Anadara granosa, Anadara gubernaculum dan Callista erycina. Kepadatan gastropoda tertinggi diperoleh pada stasiun III yaitu sebesar 2,37 ind/m² dan kepadatan terendah pada stasiun I yaitu sebesar 0,97 ind/m². Kepadatann bivalvia tertinggi diperoleh pada stasiun II yaitu sebesar 2,37 ind/m² dan kepadatan terendah pada stasiun I yaitu sebesar 1,17 ind/m². Pola distribusi gastropoda selama penelitian pada stasiun I dan II yaitu mengelompok (id>1) sedangkan pada stasiun III seragam (id>1). Pola distribusi bivalvia selama penelitian pada stasiun I dan III yaitu mengelompok (id>1) sedangkan pada stasiun II seragam (id<1). Hubungan kondisi tutupan lamun dengan kepadatan gastropoda dan bivalvia yaitu 0,98 dengan kriteria hubungan sangat kuat.Kata Kunci: Gastropoda, Bivalvia, Kepadatan, Pola Distribusi, Pantai Marina, Wakatobi.
KONTAMINASI JENIS MIKROPLASTIK PADA TUBUH IKAN TEMBANG (SARDINELLA FIMBRIATA) DI PERAIRAN TELUK KENDARI Hatia, .; Sara, La; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19432

Abstract

Mikroplastik merupakan bagian dari sampah plastik yang memiliki ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang terdapat di dalam perairan kemungkinan dapat ditelan organisme laut, seperti ikan tembang (Sardinella fimbriata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah setiap jenis mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan tembang di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2020. Lokasi pengambilan sampel ikan tembang berasal dari stasiun Perairan Kendari Beach, Perairan Masjid Al-Alam dan Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari menggunakan gillnet, selanjutnya sampel ikan tembang dimasukkan dalam cool box untuk mempertahankan kesegarannya. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Unit Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Pengamatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap preparasi sampel dan identifikasi menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan ada empat jenis yaitu jenis fiber, fragmen, film dan pellet. Mikroplastik paling tinggi ditemukan dalam saluran pencernaan ikan tembang pada penelitian ini adalah jenis film sebesar 208,6 partikel/individu (50,24%) dan terendah adalah jenis pellet yaitu 1 partikel/indindivu (0,24%). Berdasarkan lokasi penelitian, jumlah mikroplastik tertinggi ditemukan pada stasiun PPS Kendari yaitu 151,9 partikel/individu dan terendah didapatkan pada stasiun Masjid Al-Alam yaitu 123,7 partikel/individu.Kata Kunci: Mikroplastik, Ikan Tembang (Sardinella fimbriata), Perairan Teluk    Kendari.

Page 11 of 21 | Total Record : 205