cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
KARATKTERISTIK SEDIMEN BERDASARKAN POLA ARUS DI PERAIRAN TELUK KENDARI Aisah, Nur; Asmadin, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19437

Abstract

Teluk Kendari merupakan perairan semi tertutup yang berbentuk cekungan yang menjorok ke daratan dan dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan alam. Daerah ini selalu menerima suplai sedimen yang tinggi akibat adanya aktivitas di daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan jenis  sedimen dasar serta untuk mengetahui pola arus yang  mempengaruhi karakteristik sedimen tersebut di perairan Teluk Kendari bagian dalam. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari 2020 di perairan Teluk Kendari. Data karakteristik sedimen diambil menggunakan grabe sampler, dianalisis menggunakan metode ayakan bertingkat. Data arus diukur menggunakan current meter dan dimodelkan menggunakan Mike21. Data sedimen tersebut kemudian dihitung persentase berat berdasarkan jenisnya menggunakan skala Wentworth dan  hubungan antara arus dengan jenis sedimen dianalisis secara deskriptif. Jenis sedimen yang ditemukan di perairan Teluk Kendari bagian dalam adalah kerikil, pasir sangat kasar, pasir agak kasar, pasir halus, pasir sangat halus, dan lumpur. Pasir halus mendominasi semua jenis sedimen pada semua stasiun. Kecepatan arus rata-rata saat pasang berkisar 0,102 m/s arah  ke Barat dan saat surut berkisar 0,107 ke arah Timur Laut dimana kategori kecepatan arus tersebut tergolong dalam arus lemah (0-0,25 m/s). Kategori kecepatan arus saat pasang maupun surut tersebut berhubungan terhadap komposisi sedimen dimana jenis pasir halus mendominasi karakteristik sedimen lokasi studi.Kata kunci: Teluk Kendari, karakteristik sedimen, pola arus
SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) PADA AIR DI PERAIRAN KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA Fitriani, Wa; Emiyarti, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20984

Abstract

Logam berat memiliki berat jenis lebih atau sama dengan 5 g/cm3. Unsur ini dikenal sebagai unsur toksik yang dapat mencemari lingkungan. Nikel merupakan salah satu jenis logam berat yang berwarna putih keperakan. Meningkatnya kadar logam berat nikel pada suatu perairan dapat menurunkan kualitas perairan terkait. Kecamatan Pomalaa memiliki cadangan sumber daya mineral berupa nikel (Ni). Sumber daya Nikel yang ada pada Kecamatan Pomalaa ini memberi dampak pada kualitas perairan kecamatan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan logam berat nikel pada Perairan Kecamatan Pomalaa. Pengambilan data ini dilakukan pada Bulan Maret-Juni 2020. Analisis kandungan logam berat dilakukan pada Laboratorium Balai Lingkunngan Hidup Kota Kendari dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom. Kandungan logam berat nikel pada perairan kecamatan pomalaa berkisar antara 0,001-0,013. Rata-rata kandungan logam berat nikel yang diperoleh berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini yaitu 0,006  mg/l.Kata kunci: Logam berat; Nikel; Kecamatan Pomalaa.
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN DAN KERANG (Pollymesoda erosa) DI DESA TOTOBO SULAWESI TENGGARA Balqis, .; Emiyarti, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21854

Abstract

Logam berat  merupakan salah satu bahan kimia yang beracun yang dapat memasuki ekosistem bahari. Logam berat seringkali memasuki rantai makanan di laut dan berpengaruh pada beberapa biota laut tertentu yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi zat kimia yang bersifat toksik. Salah satu organisme laut yang berpotensi mengakumulasi logam berat adalah kerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat (Pb) pada sedimen dan  kandungan logam berat (Pb) pada Kalandue (Polymesoda erosa) di Perairan Desa Totobo serta untuk mengetahui hubungan fraksi sedimen dengan kadar logam berat timbal (Pb) pada kerang (pollymesoda erosa) dan kadar logam berat timbal (Pb) pada sedimen. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling dan analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil dari penelitian ini, konsentrasi logam berat timbal (Pb) pada sedimen berkisar antara 7,481-92,477 mg/kg dan kerang jenis Pollymesoda erosa berkisar antara 0,096-0,389 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004, BPOM dan SEPA dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Pollymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang masih layak dikonsumsi namun dalam jumlah yang sedikit. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji kadar logam berat Timbal (Pb) pada Kerang Kalandue pada organ tertentu seperti gonad dan insang. Sehingga dapat diketahui bagian organ mana yang paling banyak terakumulasi logam berat selain daging.Kata Kunci: Atomic Absorbtion Spectrophotometry, Perairan Totobo, Pollymesoda erosa, Sedimen, Timbal.
PROFIL SUHU DAN SALINITAS SECARA VERTIKAL DI PERAIRAN TELUK KENDARI Saputri, Fera Meilani; Asmadin, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20989

Abstract

Suhu dan salinitas merupakan salah satu faktor oseanografi yang berperan penting dalam mempelajari kondisi suatu peraira. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil suhu dan salinitas secara vertikal di Perairan Teluk Kendari. Penelitian mengunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode survey yaitu dengan melakukan pengukuran, pengambilan, dan  pengamatan terhadap sampel secara langsung di lapangan.  Mengunakan data primer dan sekunder meliputi data pasang surut, suhu dan salinitas. Profil vertikal suhu di Perairan Teluk Kendari memiliki nilai suhu tertinggi pada saat pasang dan surut berada pada kedalaman 0-2 m tepatnya pada muara sungai dan tengah teluk dengan nilai suhu  yang dihasilkan 31-33 OC. Nilai suhu terendah berada pada kedalaman 7-10 m dengan  nilai suhu yang dihasilkan 29-31 OC tepatnya pada mulut teluk dan tengah teluk. Profil vertikal salinitas di Perairan Teluk Kendari memilki nilai salinitas tertinggi pada saat pasang dan surut berada pada kedalaman 3-10 m dengan nilai salinitas yang dihasilkan 31-33 ppt tepatnya pada tengah teluk dan mulut teluk, nilai salinitas terendah berada pada kedalaman 0-6 m dengan nilai salinitas mencapai 19-30 ppt tepatnya pada bagian tengah teluk.Kata kunci: Suhu, Salinitas, Pasang Surut, Teluk Kendari
KOMPOSISI DAN KEPADATAN JENIS KEPITING PADA EKOSISTEM MANGROVE BERDASARKAN FASE BULAN DI DESA LAMONTOLI KECAMATAN BUNGKU SELATAN Sofyan, Muh. Abu; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21860

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan daerah pemijahan, daerah pembesaran dan tempat berlindung bagi berbagai jenis kepiting.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kepadatan jenis kepiting pada ekosistem mangrove  berdasarkan fase bulan gelap dan fase bulan terang. Penelitian ini dilaksanakan di  perairan Desa Lamontoli selama 3 bulan. Pengambilan data mangrove dan kepiting dilakukan dengan menggunakan transek kuadrat yang ditempatkan tegak lurus garis pantai pada tiga stasiun penelitian di kawasan mangrove. Data pendukung yaitu data parameter lingkungan menunjukkan nilai parameter kualitas prairan masih mendukung kehidupan kepiting di kawasan mangrove.  Hasil penelitian didapatkan 11 spesies kepiting.  Selama penelitian ditemukan 413 ekor kepiting pada fase bulan gelap, pada fase bulan terang 256 ekor.  Komposisi jenis tertinggi pada fase bulan gelap dan bulan terang ditemukan pada spesies Uca dussumieri.  Kepadatan jenis kepiting pada fase bulan gelap berkisar 0.02 – 0.39 ind./m2 dan pada fase bulan terang berkisar 0.01 – 0.31 ind./m2, dimana kepadatan jenis tertinggi ditemukan pada Uca Dussumieri dan kepadatan jenis terendah pada Scylla serrata.Kata Kunci :Komposisi jenis, Kepadatan , Kepiting, Mangrove, Lamontoli.
HUBUNGAN PERSENTASE TUTUPAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN IKAN DI PERAIRAN UTARA KECAMATAN SIOMPU KABUPATEN BUTON SELATAN Jaludin, .; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21849

Abstract

Lamun menyerupai tumbuhan berpembuluh yang hidup di darat.  Lamun memiliki ciri berbiji satu (monokotil), memiliki akar, rimpang (rhizoma), daun, bunga, dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  persentase tutupan lamun, kelimpahan ikan, dan hubungan persentase tutupan lamun dengan kelimpahan ikan di Perairan Utara Kecamatan Siompu, Kabupaten buton selatan.  Pengambilan Data dilakukan dari bulan April sampai dengan Agustus 2020. Lokasi penelitian berada di perairan pantai utara Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Persentase tutupan lamun di Perairan Utara Kecamatan Siompu berada pada Kondisi padat, sedang dan jarang.  Kelimpahan ikan pada stasiun dengan persentase tutupan lamun padat sebesar 106 ind/75 m2, stasiun dengan persentase tutupan lamun sedang sebesar 83 ind/75 m2, dan stasiun dengan persentase tutupan lamun jarang diperoleh kelimpahan ikan sebesar 63 ind/75 m2. Persentase tutupan lamun tidak berpengaruh nyata terhadap kelimpahan ikan pada fase bulan gelap, sedangkan persentase tutupan lamun berpengaruh terhadap kelimpahan ikan pada fase bulan terang.Kata Kunci: Lamun, Ikan, Perairan Utara Kecamatan Siompu.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI Walyanse, Ria Amelia Safitri; Asmadin, .; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20985

Abstract

Komposisi jenis bahan pencemar mikroplastik penting untuk diidentifikasi dan diperhitungkan jumlah dan kelimpahannya pada setiap lapisan kedalaman perairan, karena potensial sebagai ancaman terhadap suatu ekosistem laut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi komposisi dan kelimpahan mikroplastik sesuai lapisan permukaan, kolom dan dasar perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini menggunakan pompa hidrolik yang disambungkan dengan pipa paralon diameter 30 mm dan panjang sesuai dengan lapisan kedalaman pengambilan sampel. Sampel air laut sebanyak 1 ml digunakan untuk mengidentifikasi partikel mikroplastik di bawah Mikroskop Binokuler dengan perbesaran 4 x 0.10 µ dengan pola pengamatan "zig-zag" dan menghitung jumlahnya. Metode identifikasi jenis mikroplastik menggunakan buku panduan Guide to Microplastics. Analisis kelimpahan mikroplastik diadaptasi dari analisis kelimpahan plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis mikroplastik yang ditemukan di perairan Teluk Kendari pada kedalaman 0-12 m terdiri dari empat jenis, yaitu film, fiber, fragment dan pellet. Berdasarkan total jumlah pada semua lapisan kedalaman, jenis fragment paling banyak ditemukan 786 partikel, film 762 partikel, fiber 488 partikel dan pellet 25 partikel yang paling sedikit. Jumlah total mikroplastik sebanyak 2061 partikel terdistribusi di seluruh lapisan kedalaman mulai dari permukaan, kolom hingga dasar perairan. Komposisi mikroplastik terbesar hingga terendah diperoleh pada lapisan permukaan 860 partikel, dasar perairan 632 partikel, kolom air 569 partikel. Total kelimpahan mikroplastik dari yang tertinggi ke terendah berkisar antara 72,5-165,0 Partikel/L (lapisan permukaan), 45,5-111,5 Partikel/L (dasar perairan) dan 52,0-91,0 Partikel/L (kolom perairan). Komposisi dan kelimpahan mikroplastik penting untuk meningkatkan penilaian terhadap tingkat pencemaran mikroplastik di suatu perairan estuari.Kata Kunci: Komposisi Jenis Mikroplastik, Kelimpahan, Lapisan kedalaman, Teluk Kendari, Kota Kendari
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN FRAGMEN TERHADAP PERTUMBUHAN KARANG ANACROPORA PUERTOGALERAE DI PERAIRAN DESA LALANO, KECAMATAN SOROPIA Alqadri, Muhammad Fadly; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21855

Abstract

Anacropora puertogalerae tergolong karang yang rentan berdasarkan status IUCN.  Akibat tekanan yang berasal dari aktivitas masyarakat dikhawatirkan dapat menyebabkan penurunan populasi karang ini dialam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan mutlak, dan pertambahan tunas pada karang Anacropora puertogalerae yang ditarnsplantasi dengan ukuran fragmen 3 cm, 5 cm dan 7 cm di perairan Lalanu Kecamatan Soropia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode transplantasi fragmen karang di rak transplantasi.   Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup fragmen 3, 5 dan 7 berkisar 35% - 92,50%, dimana kelangsungan hidup tertinggi pada fragmen 7 cm.  Laju pertumbuhan mutlak berkisar antara 6,502 - 16,098 cm dengan laju pertumbuhan mutlak tertinggi pada fragmen 7 cm.  Pertambahan tunas pada fragmen karang transplan berkisar 20 – 35 tunas, dimana pertambahan tunas terbanyak ditemukan pada fragmen 7 cm dengan rata2 pertumbuhan tunas sebesar 28 tunas. Laju pertumbuhan transplant pada fragmen 3 cm berbeda nyata jika dibandingkan dengan fragmen 5cm dan 7 cm.Kata Kunci: Anacropora  puertogalerae, kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, pertambahan tunas, perairan Lalanu
DISTRIBUSI DAN KEANEKARAGAMAN ASCIDIACEA DI PULAU HOGA BAGIAN BARAT PERAIRAN TAMAN NASIONAL WAKATOBI SULAWESI TENGGARA Junawir, .; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20991

Abstract

Ascidiacea diketahui memiliki berbagai manfaat, secara ekologi maupun ekonomis, Ascidiacea berperan dalam pengendalian fitoplankton dan dapat mengurangi eutrofikasi dan konsentrasi kontaminan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan bahan obat-obatan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hayati Ascidiacea, kepadatan, distribusi jenis dan preferensi substrat yang ditempati Ascidiacea di Pulau Hoga. Metode pengambilan data yang digunakan adalah line intercept transect untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan pengamatan langsung sepanjang transek sabuk dengan luas 100 m² untuk pangamatan Ascidiacea. Transek dipasang sejajar dengan garis pantai dan pada setiap zona terumbu karang dan dilakukan 2 ulangan sebanyak 3 stasiun penelitian. Hasil dari penelitian keanekaragaman Ascidiacea ditemukan 4 famili terdiri dari 9 jenis yaitu Atriolum robustum, Clavelina sp., Didemnum molle, Lissoclinum patella, Polycarpa aurata, Polycarpa sp 1, Polycarpa sp 2, Rhopaleae sp., dan Siginella signifera. Kepadatan Ascidiacea berdasarkan stasiun tertinggi pada stasiun I dan berdasarkan jenis tertinggi dari jenis Didemnum molle sebesar 54,67 individu/m² dengan nilai kepadatan rata-rata Ascidiacea yaitu 6,73 individu/m². Sementra itu substrat yang paling banyak ditempati Ascidiacea yaitu jenis death coral with alga (DCA). Kondisi terumbu karang pada lokasi penelitian dengan persentase karang hidup rata-rata 34,36 % pada slope dan 46,71 % pada flat berdasarkan satasiun tertinggi pada stasiun 3 dengan persentase 38,6 % pada slope dan 55,32 %  pada flat.Kata Kunci : Tunikata, Chordata, Terumbu Karang, Wakatobi.
SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) DALAM AIR DI PERAIRAN KECAMATAN MOLAWE KABUPATEN KONAWE UTARA Adidharma, Mohammad Afdhal; Emiyarti, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21851

Abstract

Provinsi Sulawesi Tenggara dengan potensi cadangan Nikel sebesar 97,4 miliar ton, menjadikan Nikel sebagai komoditas utama pertambangannya. Potensi yang besar ini menjadi penyebab tingginya aktifitas eksploitasi tambang nikel di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Sistem penambangan terbuka yang masih marak digunakan, menyebabkan material padat yang membawa unsur logam berat dari daratan masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat nikel pada air di Perairan Kecamatan Molawe. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Maret 2020 di Desa Tapuemea dan Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe. Sampel air dianalisis di UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil yang diperoleh kadar nikel pada air di perairan Kecamatan Molawe berkisar antara 0,003 hingga 0,017 mg/l, dan hasil tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu KMNLH No. 51 Tahun 2004.Kata kunci: Nikel, Air, Molawe.