cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23026979     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media publikasi penelitian untuk Dosen dan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012" : 15 Documents clear
ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS (Studi kasus : Ruas Jalan Dari Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Siligita sampai Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Gopala) Suratmaja, I Putu; Frederika, Ariany; Wedagama, D.M Priyantha
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.929 KB)

Abstract

Abstrak : Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu ruas jalan dengan fungsi Arteri Primer. Sepanjang ruas jalan dari persimpangan Jl. I Gusti Nguarh Rai – Jl. Siligita sampai persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Gopala sering terjadi masalah tundaan dalam perjalanan. Hal tersebut mempengaruhi nilai waktu dan biaya operasional kendaraan (BOK) yang berdampak terhadap biaya perjalanan. Penelitian ini menganalisis kinerja ruas jalan dan biaya perjalanan akibat tundaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Data primer diperoleh melalui survei lapangan selama 12 jam dari pukul 07.00 – 19.00. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Sedangkan pada analisis biaya perjalanan terdiri dari nilai waktu kendaraan yang dihitung berdasarkan data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Provinsi Bali dan untuk BOK kendaraan ringan dan berat menggunakan metode PCI (Pasific Consultant International) serta untuk BOK sepeda motor menggunakan metode DLLAJ Provinsi Bali Konsultan PTS 1999. Kinerja ruas jalan pada segmen 1 menghasilkan  tingkat pelayanan jalan B, sedangkan pada segmen 2 menghasilkan tingkat pelayanan A. Pada ruas jalan tidak terdapat tundaan lalu lintas dan tinjauan dilakukan pada wilayah Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dengan biaya perjalanan Rp 156.847,34,- per hari atau Rp 57.249.279,83,- per tahun.
PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) DENGAN RSNI 03-1726-xxxx Rudiatmoko, Restu Wiro; Wiryasa, Ngakan Made Anom; Budiwati, I.A.M
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.65 KB)

Abstract

Abstrak : Lokasi Indonesia yang berada diantara empat sistem tektonik aktif menyebabkan Indonesia memiliki tingkat resiko gempa yang cukup tinggi. Dalam kondisinya terjadinya gempa kuat diharapkan bangunan pusat pelayanan utama yang penting terhadap penyelamatan setelah gempa terjadi seperti bangunan rumah sakit, bangunan penyimpanan air dan bangunan lainya yang non gedung, tidak boleh mengalami kerusakan yang berat sehingga tidak berfungsi. Salah satunya bangunan gedung rumah sakit perlu direncanakan untuk memiliki ketahanan terhadap gempa. Daktilitas penuh menjadi alternatif dalam perencanaan struktur tahan gempa dan syarat pendetailan dibutuhkan yang detail. Tujuan dari studi ini adalah dapat memahami penggunaan gedung tahan gempa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan RSNI 03-1726-xxxx. Rencana lokasi gedung ini adalah di wilayah Denpasar dan termasuk wilayah gempa kuat berfungsi sebagai gedung rumah sakit, ukuran denah 12,25 m x 20,75 m, dengan 4 lantai struktur dan tinggi gedung 15,55 m. Perencanaan gedung meliputi perencanaan pelat atap, pelat lantai, tangga, balok, kolom dan pondasi. Gaya-gaya dalam akibat beban mati, hidup, air hujan, dam gempa dilakukan dengan bantuan software SAP 2000 v.11 dalam bentuk analisa struktur portal 3 dimensi.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN TABANAN Astina, Dhian C. Nur; Widhiawati, Ida Ayu Rai; Joni, I G. Putu
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.405 KB)

Abstract

Abstrak : Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana. Berdasarkan latar belakang ini, penelitian dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor–faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi dan subfaktor yang mempengaruhi pada masing-masing faktor keterlambatan. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tabanan dengan cara penyebaran kusioner kepada responden. Penentuan peringkat keterlambatan pada sebelas (11) faktor didasarkan pada perolehan nilai RI (Relatif Indeks) tertinggi dan teknik analisis data yang digunakan untuk mencari subfaktor yang paling berpengaruh pada setiap faktor adalah analisis skor faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor dominan penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan proyek konstuksi adalah faktor tenaga kerja, dengan nilai RI sebesar 0,769, faktor perubahan dengan nilai RI sebesar 0,753 dan faktor karakteristik tempat dengan nilai RI sebesar 0,748. Sedangkan untuk subfaktor yang paling berpengaruh pada sebelas (11) faktor keterlambatan  berdasarkan analisis faktor adalah  subfaktor keahlian tenaga kerja yang kurang mumpuni, subfaktor keterlambatan pengiriman barang, subfaktor ketersediaan peralatan yang kurang memadai/sesuai kebutuhan, subfaktor akses ke lokasi proyek, subfaktor kesulitan pembayaran oleh pemilik, subfaktor hal-hal yang tak terduga seperti kebakaran, banjir, cuaca buruk, tanah longsor, badai/angin rebut, gempa bumi, dan tanah longsor, subfaktor terjadinya perubahan desain oleh pemilik, subfaktor keterlambatan pemilik dalam menentukan bahan, subfaktor  komunikasi antara wakil pemilik dan kontraktor.
PENENTUAN NILAI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG PADA RUAS JALAN PERKOTAAN Juniarta, I Wayan; Negara, I. N. Widana; Wikrama, A.A.N.A. Jaya
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.224 KB)

Abstract

Abstrak: Arus lalu lintas pada ruas jalan terdiri dari berbagai tipe kendaraan dengan karakteristik berbeda. Arus lalu lintas ini dinyatakan dalam satuan mobil penumpang (smp) dengan nilai konversi yang disebut nilai ekivalensi mobil penumpang (emp). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Raya Sesetan yang termasuk jalan dua lajur dua arah tak terbagi. (2/2 UD). Tujuan studi ini adalah menemukan nilai emp serta membandingkannya dengan nilai emp MKJI 1997. Penentuan nilai emp menggunakan metode analisis regresi. Dari analisis regresi diperoleh emp  untuk interval waktu 3 menitan: KB = 1,88, dan SM = 0,11. Interval waktu 15 menitan: KB = 1,75, dan SM = 0,10. Dan interval waktu 1 jaman: KB = 2,58, dan SM = -0,11. Sedangkan nilai emp dalam MKJI: KB = 1,2, dan SM = 0,25. Nilai emp 3 menitan dan 15 menitan bersesuaian dengan MKJI 1997.
EVALUASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, LINGKUNGAN, DAN MUTU (K3LM) PROYEK KONTRUKSI PADA PT. WASKITA KARYA (Studi Kasus Pada Proyek DSDP II ICB 1) Putra, A.A. Bayu Maha Kesuma; Widhiawati, Ida Ayu Rai; Adnyana, Ida Bagus Rai
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.667 KB)

Abstract

Abstrak : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Mutu (K3LM) merupakan suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap kontraktor dalam memberikan jasa kepada pemilik proyek, baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa produksi. Pengertian K3LM dalam konteks industri jasa konstruksi dapat didefinisikan melalui berbagai pendekatan, tetapi pada prinsipnya adalah conformance to requirement, yaitu hasil yang dikerjakan sesuai dengan apa yang sudah diisyaratkan atau yang distandarkan. Namun tingkat kepedulian perusahaan jasa konstruksi di Indonesia terhadap K3LM masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perusahaan jasa konstruksi yang hanya memperhatikan K3 atau mutu saja tanpa memperdulikan lingkungan. OHSAS 18001:2007 tentang K3, ISO 14001:2004 tentang Lingkungan, dan ISO 9001:2000 tentang Mutu merupakan suatu standar internasional yang mengatur mengenai sistem K3LM. PT. Waskita Karya sebagai suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa konstruksi telah mendapatkan sertifikat OHSAS 18001:2007, ISO 14001:2004, dan ISO 9001:2000 dan dapat menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi. Dalam tugas akhir ini, permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penerapan K3LM dan faktor-faktor apa yang menjadi kendala dalam penerapan K3LM pada proyek pembangunan DSDP II ICB 1. Untuk mengetahui penerapan standar K3LM dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut, maka dilakukan observasi pada pelaksanaan konstruksi dan wawancara dengan personil yang terkait dalam pelaksanaan proyek konstruksi tersebut. Penilaian penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001:2007, lingkungan 14001:2004, dan mutu 9001:2000 ini didapat dengan metode skor audit dan skala pengukuran variable menggunakan skala likert. Dari hasil analisis data pada PT. Waskita Karya di proyek DSDP II ICB 1 penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001:2007 persentase rata-rata sebesar 89,96% termasuk dalam kategori baik sekali, penerapan standar lingkungan ISO 14001:2004 persentase rata-rata sebesar 84,43% termasuk dalam kategori baik sekali, penerapan standar mutu ISO 9001:2000 persentase rata-rata sebesar 87,26% termasuk dalam kategori baik sekali. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapan K3LM adalah faktor tenaga kerja (SDM), metode atau prosedur kerja, dan material berupa form atau dokumen sehingga penerapan K3LM tidak mencapai 100%.
ANALISIS KEBISINGAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN ARTERI (STUDI KASUS JALAN PROF. DR. IB. MANTRA PADA KM 15 s/d KM 16) Wardika, I Ketut; Suparsa, I Gusti Putu; Wedagama, D.M. Priyantha
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.981 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bermula dari pengamatan volume lalu lintas di Jalan Prof. DR Ida Bagus Mantra  yang bertambah padat serta banyaknya tanjakan yang dijumpai sepanjang jalan tersebut. Sebagai contoh Pada segmen kilometer 15 sampai dengan kilometer 16 berupa tanjakan dengan kelandaian 2,3% yang dijadikan sebagai objek penelitian, hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap volume lalu lintas, kecepatan kendaraan dan kebisingan yang terjadi. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat kebisingan kendaraan akibat lalu lintas pada jalan Prof. DR Ida Bagus Mantra, membuat suatu model matematis yang menyatakan hubungan antara tingkat kebisingan dengan volume kendaraan dan menganalisis ekivalensi kebisingan kendaraan akibat lalu lintas. Analisis data  menggunakan metode Regresi Linier Berganda pada program SPSS 17.0 for Windows. Data yang dihasilkan dari proses analisis meliputi :  Nilai Korelasi (hubungan) antara variabel bebas  dengan variabel tidak bebas, Tingkat Keberartian (signifikansi) dari  masing-masing koefisien regresi, Model Tingkat Kebisingan, Uji Kenormalan Data dan Koefisien Determinasi. Berdasarkan hasil analisis maka tingkat kebisingan kendaraan pada jalan Prof. DR Ida Bagus Mantra adalah sebesar 81,0 dBA. Bentuk model tingkat kebisingan lalu lintas terbaik adalah Y4 = L90 = 53,512 + 0,019X1 + 0,043X2 + 0,010X3 dengan nilai R2= 0,853, dimana nilai X1 adalah volume sepeda motor, X2 volume kendaraan ringan dan X3 volume kendaraan berat. Nilai ekivalensi kebisingan dari masing-masing kendaraan adalah untuk sepeda motor : 1,9 ; kendaraan ringan : 1 dan kendaraan berat : 0,12. Model tingkat kebisingan lalu lintas tersebut berlaku untuk  jalan arteri dengan kelandaian memanjang 2,3% dengan kecepatan rata-rata 75 Km/jam.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PENGAJUAN KLAIM PELAKSANAAN KONSTRUKSI OLEH KONTRAKTOR Putri, I.A. Praniti Tresna; Adnyana, I.B. Rai; Wiranata, A.A.
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.86 KB)

Abstract

Abstrak : Seringnya terjadi keterlambatan waktu penyelesaian, perbedaan spesifikasi, dan perubahan desain dari yang disepakati dalam kontrak proyek konstruksi dengan pelaksanaan di lapangan berpotensi menjadi klaim.Klaim yang diajukan oleh kontraktor dilakukan untuk memperoleh kompensasi penambahan biaya dan atau waktu pelaksanaan proyek dari ketentuan yang telah disetujui dalam kontrak konstruksi. Faktor-faktor penyebab timbulnya klaim pada pelaksanaan proyek konstruksi dikelompokkan ke dalam empat faktor yaitu akibat dari tindakan pemilik proyek (owner), konsultan perencana, konsultan pengawas, serta faktor eksternal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dan subfaktor apa yang paling mempengaruhi pengajuan klaim pelaksanaan konstruksi oleh kontraktor. Metode analisis data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik dengan menggunakan analisis Kendall W (uji ‘n’ sampel berhubungan)  yang dioperasikan dengan program SPSS 16.0 for windows. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada 30 responden yang mewakili kontraktor gred 4, 5, 6, dan 7 yang berdomisili di kota Denpasar dan kabupaten Badung.Dapat disimpulkan bahwa kategori faktor yang mempunyai tingkat keselarasan/kesesuaian yang paling dominan adalah faktor yang diakibatkan tindakan pemilik proyek/ownerdengan subfaktorperubahan desain. Hal ini ditunjukkan dengan nilai statistik hitung 37,986 > 12,592 statistik tabel dan probabilitas 0,000 < 0,005, serta nilai Kendall W = 0,211.
PREDIKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI NUSA DUA DENGAN ONE-LINE MODEL Purnaditya, Ngakan Putu; Dharma, I Gusti Bagus Sila; Dirgayusa, I Gusti Ngurah Putra
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.227 KB)

Abstract

Abstrak : Prediksi perubahan garis pantai Nusa Dua bertujuan untuk mengetahui perubahan bentuk profil garis pantai yang terjadi setelah dilakukan pemasangan groin dan pengisian pasir pada awal tahun 2004. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pada seluruh segmen groin terjadi perubahan garis pantai dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil studi refraksi dan gelombang pecah, arus sepanjang pantai dominan terjadi dari arah selatan menuju arah utara.  Pemodelan perubahan garis pantai dilakukan dengan One-Line Model yang mensimulasi secara numerik pergerakan posisi garis pantai dengan berasumsi bahwa bentuk profil  garis pantai tidak berubah selama proses erosi dan akresi terjadi. Hasil simulasi hingga tahun 2030 menunjukkan perubahan garis pantai yang cenderung mengalami keseimbangan antara maju dan mundurnya garis pantai pada segmen groin G0-G1, G1-G4, G4-G5, G5-GN1, G9-G10, G10-UG1, UG1-GN2, dan GN2-G12. Pada segmen GA8-G0 diprediksi akan mengalami pemunduran garis pantai yang cukup besar pada ujung groin G0. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa pada bagian tengah-tengah segmen groin GA2-GA3, GA3-GA8 dan G12-Nusa Kecil tidak terjadi perubahan garis pantai yang signifikan.
ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS ( Studi kasus : Ruas Jalan Dari Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Kampus Udayana sampai Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Perum Taman Griya) Nasution, Abdawal Pratama; Frederika, Ariany; Priyantha W., D.M
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.164 KB)

Abstract

Abstrak : Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu ruas jalan dengan akses penting dalam provinsi yang menghubungkan bandara dan pelabuhan dengan fungsi Arteri Primer. Sepanjang ruas jalan dari persimpangan Jl. I Gusti Nguarh Rai – Jl. Kampus Udayana sampai persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Perum Taman Griya sering terjadi masalah tundaan dalam perjalanan. Hal tersebut mempengaruhi nilai waktu dan biaya operasional kendaraan (BOK) yang berdampak terhadap biaya perjalanan. Penelitian ini menganalisis kinerja ruas jalan dan biaya perjalanan akibat tundaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Data primer diperoleh melalui survei lapangan selama 12 jam dari pukul 07.00 – 19.00. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Sedangkan pada analisis biaya perjalanan terdiri dari nilai waktu kendaraan yang dihitung berdasarkan data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Provinsi Bali dan untuk BOK kendaraan ringan dan berat menggunakan metode PCI (Pasific Consultant International) serta untuk BOK sepeda motor menggunakan metode DLLAJ Provinsi Bali Konsultan PTS 1999. Kinerja ruas jalan pada segmen 1 menghasilkan  tingkat pelayanan jalan B, sedangkan pada segmen 2 menghasilkan tingkat pelayanan C. Pada ruas jalan tidak terdapat tundaan lalu lintas dan tinjauan dilakukan pada wilayah Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dengan biaya perjalanan mencapai Rp 594.303,03,- per hari atau Rp 216.920.605,66,- per tahun.
MANAJEMEN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN KUTA KABUPATEN BADUNG Pratama, I Gusti Bagus Gede Wahyu Dwi; Sudipta, I Gusti Ketut; Adnyana, Ida Bagus Rai
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.21 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk manajemen pengangkutan sampah di Kecamatan Kuta  yang berkaitan dengan jumlah armada yang dibutuhkan dan rute-rute yang dilalui dan terkait dengan waktu pengangkutan sampah yang dibutuhkan. Adapun  diperlukan data-data diantaranya adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data survei pengangkutan yang  bertujuan untuk mencari data mengenai kapasitas bak, waktu memuat, menurunkan sampah, waktu perjalanan, jarak perjalanan, kecepatan perjalanan dan rute perjalanan. Data sekunder yang diperlukan yaitu Peta Kecamatan Kuta, rute kendaraan pengangkut, jumlah alat angkut dump truck, jumlah penduduk dan jumlah pasar. Pada Kecamatan Kuta terdapat tiga Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yaitu TPS VIII, TPS VI dan TPS Legian. Untuk memproyeksi pertumbuhan penduduk digunakan metode geometrik. Berdasarkan hasil analisis maka besar timbulan sampah permukiman yang dihasilkan di Kecamatan Kuta sebesar 170,373 m3/hari (2012) yang terdiri dari TPS VIII 28,487 m3/hari, TPS VI 80,739 m3/hari, TPS Legian 61,147 m3/hari dan akan menjadi 174,338 m3/hari pada tahun 2016 yang terdiri dari tiga TPS yaitu TPS VIII 29,150 m3/hari, TPS VI 82,619 m3/hari, TPS Legian 62,569 m3/hari. Kebutuhan armada pengangkutan sampah tahun 2012 sampai 2016 dari TPS ke TPA pada TPS VIII adalah 2 unit dump truck, untuk TPS VI adalah 4 unit dump truck dan untuk TPS Legian adalah 3 unit dump truck dengan jumlah trip dari tahun 2012 sampai tahun 2013 adalah 25 trip untuk TPS VIII 4 trip, TPS VI 12 trip dan TPS Legian 9 trip. Sedangkan dari tahun 2014 sampai tahun 2016 bertambah menjadi 26 trip, untuk TPS VIII 5 trip, TPS VI 12 trip dan TPS Legian 9 trip. Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA dibagi menjadi 2 (dua) shift, yaitu shift pagi dari pukul 06.00 sampai 11.00 dan shift sore dari pukul 16.00 sampai 19.00. Waktu pengangkutan sampah dalam penelitian ini yaitu selama 8 (delapan) jam kerja per hari. Kelebihan jam kerja dari jam kerja rencana dianggap lembur.

Page 1 of 2 | Total Record : 15