cover
Contact Name
Nadzirin
Contact Email
jsepfpikuho@gmail.com
Phone
+6281342713802
Journal Mail Official
jsepfpikuho@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan. Jalan HEA Mokodompit Kampus Baru UHO, Kendari Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502664X     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsep.v6i4
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan ini memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sosial Ekonomi Perikanan. Sosial Ekonomi Perikanan (sistem agribisnis, analisis biaya-manfaat dan analisis efektivitas biaya, pemasaran hasil perikanan, strategi marketing mix, lembaga pemasaran, saluran pemasaran, efektifitas pemasaran dll). Ekonomi sumber daya dan lingkungan (sumber daya dan harga valuasi barang lingkungan, dan indikator kualitas lingkungan). Sosiologi perikanan (aspek sosial masyarakat perikanan pesisir). Kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan lingkungannya (evaluasi dan pengembangan instrumen kebijakan lingkungan, analisis dampak kebijakan lingkungan sektoral, pemodelan dan simulasi, pengaturan kelembagaan, dan proses perumusan kebijakan dan aplikasi)
Articles 232 Documents
ANALISIS EKONOMI USAHA PEMBENIHAN UDANG WINDU (STUDI KASUS PERUSAHAAN DAERAH DI BALAI BENIH UDANG WINDU DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA KECAMATAN KENDARI KOTA KENDARI Hindrawati, Sitti Zarli; Ola, La Onu La; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 5, No 3 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.042 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v5i3.15053

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Balai Benih Udang Kelurahan Purirano Kecamatan Kendari Kota Kendari selama periode Mei 2018. Tujuan  penelitian adalah mengetahui proses pembenihan, besaran total biaya dan kelayakan usaha pembenihan udang windu indoor di Balai Benih mata. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan mencari keterangan-keterangan secara faktual. Jenis data diamati yaitu pengeluaran, jumlah hasil budidaya per siklus dan harga penjualan udang windu. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan keuntungan. Hasil analisis ditemukan bahwa : (1) total biaya sebesar Rp25.620.125 dan keuntungan sebesr Rp31.579.872 per siklus; (2) kelayakan dengan nilai sebesar 2,2 > 1. Kesimpulan bahwa budidaya pembenihan udang windu  di Kelurahan Purirano Kecamatan Kendari Kota Kendari memberikan keuntungan dan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci:  Balai Benih Udang, Udang Windu, Kelayakan
PENGARUH KEMITRAAN PATRON-KLIEN TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA PASSARE APUA KABUPATEN BOMBANA Awaluddin, -; Nurdiana, -; Piliana, Wa Ode
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.276 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v3i4.15111

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2017, bertempat di Desa Pasare Apua, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola kemitraan Patron-Klien, keuntungan yang diperoleh petambak bandeng mitra dan nonmitra, dan pengaruh kemitraan Patron-Klien terhadap keuntungan usaha tambak bandeng. Penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah responden 21 petambak mitra dan 17 petambak nonmitra. Data diperoleh melalui wawancara berdasarkan kuesioner. Data yang dikumpulkan antara lain, proses hubungan kerjasama Patron-Klien, jumlah produksi, dan harga jual. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Biaya total dihitung dengan rumus (TC) = TFC + TVC, sedangkan penerimaan (TR) dan keuntungan (π) yang diterima petambak masing-masing dihitung dengan rumus TR = P.Q dan π = TR – TC. Pengaruh kemitraan Patron-Klien terhadap keuntungan dihitung dengan rumus Y = b0 + b1X+ b2D + e, (Y = keuntungan, b0 = konstanta, b1, b2 = koefisien regresi parsial untuk X, X = produktifitas modal, D = kemitraan Patron-Klien, e = kesalahan pengganggu). Berdasarkan ciri-ciri proses hubungan kerjasama Patron-Klien seperti jaminan kepastian pasar, bantuan permodalan dan sarana produksi maka pola kemitraan merupakan pola Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA). Total biaya rata-rata yang dialokasikan petambak mitra dan nonmitra sebesar Rp11.449.011/siklus dan Rp7.582.429/siklus. Rata-ratapenerimaan petambak mitra dan nonmitra sebesar Rp25.376.190/siklus dan Rp19.347.059/siklus. Rata-rata keuntungan petambak mitra dan nonmitra sebesar Rp12.884.690/siklus dan Rp11.764.630/siklus. Berdasarkan analisis regresi secara bersama-sama maupun secara parsial produktivitas modal (X) dan kemitraan (D) signifikan dan berpengaruh nyata terhadap keuntungan (Y).Kata kunci: Kemitraan, keuntungan, Patron-Klien, tambak bandeng
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI DESA LAPOA INDAH KECAMATAN ANDOOLO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN Palaguna, Ikomang Nopa; Nurdiana, -; Piliana, Wa Ode
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.455 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i1.19115

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Lapoa Indah Kecamatan Andolo Barat Kabupaten Konawe Selatan selama periode bulan Juli sampai Agustus 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya ikan air tawar. Responden dalam penelitian ini sebanyak 20 pembudidaya ikan air tawar dengan menggunakan metode sensus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan R/C rasio. Usaha budidaya ikan air tawar di Desa Lapoa Indah Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan usaha diantaranya ada biaya tetap dengan rata-rata Rp26.285/produksi, biaya variabel dengan rata-rata Rp533.900/produksi dan total biaya rata-rata Rp560.185/produksi. Sedangkan rata-rata penerimaan Rp1.050.000/produksi dan rata-rata keuntungan Rp314.315/produksi, dan R/C Rasio dengan rata – rata 1,58. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan usaha budidaya ikan air tawar di Desa Lapoa Indah Kecamatan Andoolo Barat Kabupaten Konawe Selatan dilihat dari aspek kelayakan finansialnya menguntungkan atau layak untuk dikembangkan dengan perbandingan R/C Ratio tertinggi 1,84 dan terendah 1,29. Kata Kunci : Desa Lapoa Indah, Ikan Air Tawar, Kelayakan Usaha.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA PENANGKAPAN RAJUNGAN DI DESA LOLIBU KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH Siu, La; Budiyanto, -; Piliana, Wa Ode
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.62 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i1.19120

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha penangkapan. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2019 yang bertempat di Desa Lolibu Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. Populasi penelitian ini yaitu semua nelayan Rajungan yang berjumlah 30 orang nelayan dengan menggunakan metode sensus. Variabel yang diamati adalah jumlah alat tangkap (X1), pengalaman kerja (X2)  dan jumlah umpan (X3). Data dianalisis menggunakan regresi non linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama  jumlah alat tangkap, pengalaman kerja dan jumlah umpan mempengaruhi produksi usaha penangkapan Rajungan, sedangkan secara parsial, faktor yang beperngaruh positif dan signifikan adalah jumlah alat tangkap, sedangkan yang berpengaruh tidak signifikan adalah pengalaman kerja, dan jumlah umpan. Kata Kunci: Faktor Produksi rajungan, Regresi
MODAL SOSIAL PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK DI DESA TOWUA KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA Rahmadani, Zaenab; Hamzah, Awaluddin; Rosmawati, -
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.561 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i2.20274

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Desa Towua Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka selama periode bulan Februari sampai April 2019, dengan tujuan untuk mengetahui modal sosial yang terjalin antar pembudidaya. Responden dalam penelitian ini adalah petambak yang berjumlah 20 orang yang diperoleh melalui random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Variabel penelitian yang diukur dan diamati adalah jaringan, kerjasama, kepercayaan, norma sosial kewarganegaraan dan tindakan proaktif. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 5 (lima) unsur modal sosial yang ada terjalin antar pembudidaya yaitu jaringan, kerjasama, kepercayaan, norma sosial dan kewarganegaraan. Pada  unsur jaringan terjadi dalam proses jual beli dan informasi mengenai budidaya serta bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kolaka; Kerjasama, berupa saling tolong menolong antar pembudidaya; Kepercayaan, dalam hal meminjamkan uang antar pembudidaya tanpa menggunakan syarat; Norma sosial, aturan yang disepakati pembudidaya diwajibkan jika ada kegiatan bersih-bersih saluran air di sekitaran tambak dan Kewarganegaraan, sebagai pembudidaya yang baik mereka selalu memberikan hak pilihnya tiap ada pemilihan. Jaringan sebagai tempat mendapatkan informasi, kerjasama, membentuk keakraban antara pembudidaya; Kepercayaan, akan muncul ketika suatu ikatan dalam suatu kelompok semakin tinggi kemungkinan terjalinnya kerjasama dan akan berjalan dengan lama; Norma sosial, merupakan norma-norma yang informal yang sudah ada secara turun temurun yang masih ditaati oleh masyarakat dan Kewarganegaraan merupakan suatu pengakuan yang diberikan kepada pembudidaya berupa pengakuan hak pilih di masyarakat. Unsur-unsur modal sosial merupakan suatu landasan untuk mencapai suatu tujuan atau untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kata kunci : Modal Sosial, Pembudidaya, Desa Towua
ANALISIS PENDAPATAN BERDASARKAN POLA KONSUMSI NELAYAN JARING INSANG (GILL NET) DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Lorensia, Lonika; Yusuf, Sarini; Rosmawati, -
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 3 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.918 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i3.20279

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi nelayan jaring insang dan untuk mengetahui besarnya pendapatan berdasarkan pola konsumsi nelayan jaring insang di Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, pada Bulan Maret sampai April 2020. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 16 orang. Variabel penelitian yang diukur dan diamati adalah pola konsumsi pangan, non pangan, dan konsumsi tambahan nelayan. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan nelayan dihitung berdasarkan pengeluaran pola konsumsinya dengan total rata-rata jumlah pengeluaran sebesar Rp46.622.625/tahun. Pola pengeluaran konsumsi menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran konsumsi untuk pangan rumah tangga nelayan sebesar Rp21.533.563/tahun rata-rata pengeluran konsumsi untuk non pangan sebesar Rp24.784.063/tahun serta pengeluaran tambahan sebesar Rp305.000/tahun. Kata Kunci : Jaring Insang, Pendapatan, Pola Konsumsi
ANALISIS EFISIENSI BIAYA DAN KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA IKAN KUWE MENGGUNAKAN KERAMBA JARING TANCAP DI DESA MEKAR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Hamsah, Muh.; Ola, La Onu La; Piliana, Wa Ode
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.082 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i1.19116

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji besaran biaya yang dikeluarkan dan  efisiensi biaya  dalam menghasilkan setiap 1 Kg Ikan Kuwe (Caranx sp.) dan keuntungan yang diperoleh para pelaku usaha budidaya.  Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019 di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Budidaya Ikan Kuwe adalah mata pencaharian sampingan dari nelayan di desa  ini.  Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya Ikan Kuwe yang menggunakan karamba tancap yang berjumlah 18 orang. Populasi dikelaskan berdasarkan jumlah kotak keramba menggunakan metode klaster yakni responden yang mempunyai 1, 2, 3 dan 4 kotak keramba. Selanjunya sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling sehingga jumlah sampel pada penelitian ini diperoleh sebanyak 4 responden yang mewakili masing-masing kelas. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Analisis efisiensi biaya dan keuntungan dilakukan untuk satu siklus panen yaitu 9-11 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha budidaya Ikan Kuwe untuk setiap 1 kg Ikan Kuwe yang menggunakan 3 kotak keramba sebesar Rp37.692/Kg/siklus, 2 kotak keramba sebesar Rp31.593/Kg/siklus, 1 kotak keramba sebesar Rp32.249/Kg/ siklus dan 4 kotak keramba sebesar Rp36.784/Kg/siklus. Keuntungan usaha budidaya Ikan Kuwe dengan menggunakan 1 kotak keramba jaring tancap persiklus budidaya adalah sebesar Rp4.553.978, 2 kotak sebesar Rp6.442.332, 3 kotak sebesar Rp4.437.813, dan 4 kotak sebesar Rp6.607.887. Dari hasil penelitian bahwa pelaku usaha budidaya Ikan Kuwe yang efisien adalah 2 kotak dan paling menguntungkan adalah menggunakan 4 kotak keramba persiklus usaha budidaya. Kata Kunci : Efisiensi Biaya, Ikan Kuwe, Keuntungan, Keramba Jaring Tancap
EFISIENSI DISTRIBUSI TERASI BOMBANA DI KELURAHAN LAMPOPALA KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN BOMBANA Defriyadi, L.M.; Yusuf, Sarini; Mansyur, Akhmad
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.566 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i1.19121

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia selama periode bulan Maret sampai Juni 2019, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses distribusi, seberapa besar biaya total pendistribusian dan apakah saluran distribusi terasi bombana telah efisien. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap teori ekonomi dalam aplikasinya pada pemasaran hasil komoditas perikanan khususnya terasi bombana serta dapat memberikan masukan bagi pemerintah agar dapat mengatasi masalah distribusi pada produk terasi bombana di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana. Responden dalam penelitian adalah pebisnis terasi bombana yang berjumlah 11 orang. Penentuan sampel dilakukan secara sengaja atau purpossive sampling, sebanyak 6 sampel. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, karakteristik usaha, dan biaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis efisiensi distribusi. Terdapat 2 (dua) saluran distribusi terasi bombana pertama produsen ke konsumen akhir dan kedua produsen ke pengecer, kemudian ke konsumen akhir. Biaya total pendistribusian terasi bombana yang dikeluarkan oleh setiap saluran yaitu saluran I biaya total pendistribusian yang dikeluarkan sebesar Rp20.290,17, sedangkan biaya total pendistribusian yang dikeluarkan oleh saluran II sebesar Rp36.315,25. Efisiensi distribusi yang didapatkan dari setiap saluran yaitu saluran I dengan nilai 2,19 sedangkan saluran II yaitu dengan nilai 4,58 dalam kategori nilai efisien. Pedagang terasi bombana melakukan saluran distribusi pertama karena biaya yang dikeluarkan dalam mendistribusikan produk terasi bombana jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai jual terasi bombana juga dapat mempermudah pedagang dalam memperkenalkan produk dan kualitas dari produk terasi bombana. Proses yang dilalui saluran distribusi kedua yaitu mulai dari persiapan porduk terasi, selanjutnya produk tersebut sementara di simpan ke gudang sambil menunggu pengecer. Setelah pengecer datang, proses selanjutnya yaitu pengangkutan untuk di bawa ke Pasar Bombana. Biaya total pendistribusian didapatkan dari biaya tetap yang dijumlahkan dengan biaya variabel. Saluran distribusi terasi bombana termasuk dalam kategori efisien.Kata Kunci : Efisiensi, Distribusi, Terasi Bombana
ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) MENGGUNAKAN METODE SEBAR DAN METODE GANTUNG PADA TAMBAK DI DESA LAKAWALI PANTAI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN Vian, Ade; Yusuf, Sarini; Ruslaini, -
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.077 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i2.20275

Abstract

ABSTRAK Permintaan G. verrucosa sebagai penghasil agar terus menunjukan peningkatan baik pasar domestik maupun dunia. Saat ini masyarakat di Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili  Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan telah menemukan cara dan mengelola usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode sebar dan metode gantung namun belum mengetahui metode apa yang lebih menguntungkan jika menggunakan luas lahan yang sama.  Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keuntungan budidaya  rumput laut menggunakan metode sebar dan metode gantung di daerah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu sebanyak 10 responden dari 35 pada pembudidaya rumput laut yang menggunakan metode sebar dan hanya 1 pembudidaya yang menggunakan metode gantung sehingga dipilih sebagai responden.  Lama pemeliharan rumput laut pada kedua metode budidaya tersebut adalah 30 hari dan dihitung sebagai satu kali siklus produksi.  Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan rumus analisis total biaya yang terdiri dari biaya tetap, biaya tidak tetap, penerimaan dan keuntungan.  Uji tdigunakan untuk mengetahui perbandingan keuntungan dari kedua metode budidaya rumput laut. Dari hasil analisis diketahui bahwa rata-rata keuntungan budidaya rumput laut dengan metode sebar adalah Rp  3.076.548/siklus/Ha dan metode gantung sebesar Rp  9,046,651/siklus/Ha. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa budidaya rumput laut dengan metode gantung lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode sebar sehingga pembudidaya disarankan untuk beralih menggunakan metode gantung untuk meningkatkan keuntungan usaha budidaya rumput laut.  Kata Kunci : Total Biaya, Penerimaan, Keuntungan, Uji t, Gracilaria verrucosa
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) MENGGUNAKAN ALAT HORIZONTAL NET (STUDI KASUS DI KELURAHAN KATOBENGKE KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU) Sima, Nur; Kasim, Ma'ruf; Nurdiana, -
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 3 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.646 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i3.20280

Abstract

ABSTRAK Rumput laut K. alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia pada umumnya di Sulawesi Tenggara pada khususnya. Alat yang digunakan pada kegiatan budidaya rumput laut salah satunya yaitu Horizontal Net dimana bentuk alat tersebut adalah persegi empat, alat ini juga dapat melindungi rumput laut dari berbagai kotoran, serangan hama dan alat ini tidak memerlukan biaya dan tenaga pengikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan usaha budidaya rumput laut yang menggunakan alat  Horizontal Net. Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan apakah usaha budidaya rumput laut (K. alvarezii) menggunakan alat Horizontal Net layak dijalankan atau tidak.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dimana kasusnya adalah pelaku usaha budidaya rumput laut yang menggunakan alat Horizontal Net di Kelurahan Katobengke Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Data yang dipeoleh dianalisis menggunakan analisis Net Present Value (NPV), Revenue Cost Ratio (R/C), Internal Rate Of Return (IRR) dan Payback Period (PBP). Hasil analisis kelayakan NPV positif 342.031.587, dengan tingkat suku bunga 12,5% diperoleh nilai R/C Ratio >1 (1,28), IRR 25% dan PBP selama 3.9 tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha budidaya rumput laut (K. alvarezii) yang menggunakan alat Horizontal Net di Kelurahan Katobengke Kecamatan Betoambari Kota Baubau layak untuk dikembangkan. Kata kunci: Rumput laut, Metode Horizontal Net, Analisis Kelayakan Usaha

Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4: NOVEMBER 2022: JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 7, No 3: AGUSTUS 2022: JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 7, No 2: MEI 2022 : JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 7, No 1: FEBRUARI 2022 : JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 6, No 4 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 6, No 3 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 6, No 2 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 6, No 1 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 5, No 4 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 5, No 3 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 5, No 1 (2020): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 4 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan More Issue