Ni Made Dian Kurniasari
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU BULLYING REMAJA AWAL DI DENPASAR Gusti Ayu Rusma Windiyana Putri; Ni Made Dian Kurniasari; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan perilaku negatif yang dapat menyebabkan masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku bullying remaja awal di Denpasar. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini yaitu siswa dan siswi kelas VII dan VIII sejumlah 279, dipilih dengan multistage random sampling. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik responden, perilaku bullying, pengetahuan, sikap, konsep diri, stress akademik, situasi keluarga, konformitas teman sebaya, iklim sekolah, dan media menggunakan kuesioner dalam jaringan (daring) kobotoolbox. Data dianalisis menggunakan metode SEM. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi perilaku bullying remaja awal di Denpasar adalah 83,15% dengan kategori rendah. Bullying verbal paling sering dilakukan remaja awal dengan kategori rendah (71,68%) dan kategori tinggi (1,43%). Bullying psikologis dilakukan remaja awal dengan kategori rendah (46,95%) dan bullying fisik dengan kategori rendah (44,09%). Faktor yang signifikan memengaruhi perilaku bullying adalah situasi keluarga (total efek= -0,20), konformitas teman sebaya (total efek=0,17), iklim sekolah (total efek= -0,18), dan media (total efek=2,14). Perilaku bullying remaja awal di Kota Denpasar masih relatif tinggi, perlu adanya dukungan dari berbagai sektor untuk dapat mengontrol perilaku dan menurunkan prevalensi perilaku bullying. Kata Kunci: Bullying, Faktor Bullying, Remaja Awal, SEM ABSTRACT Bullying is a negative behavior that can cause mental health problems. This study aims to determine the factors that affecting the bullying behavior of young adolescents in Denpasar City. This is quantitative analytic research with cross-sectional design. The sample of this research is students of class VII and VIII, 279 young adolescents were selected by multistage random sampling. Data collected were respondents' characteristics, bullying behavior, knowledge, attitudes, self-concept, academic stress, family situations, peer conformity, school climate, and the media using an online questionnaire kobotoolbox. The results showed that the prevalence of bullying behavior young adolescents in Denpasar is 83,15% with low category. Verbal bullying was highest in low category (71.68%) and high category (1.43%) followed by psychological bullying in low category (46.95%) and physical bullying in low category (44.09%). Significant factors influencing young adolescent bullying behavior are family situation (total effect = -0,20), peer conformity (total effect = 0.17), school climate (total effect = -0.18), and media (total effect = 2.14). Bullying behavior of young adolescents in Denpasar City is still relatively high, support from various sectors is required to control behavior and reduce the prevalence of bullying behavior. Key Words: Bullying, Bullying Factors, Young Adolescent, SEM
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN PEREMPUAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Gusti Ayu Purnama Dewi; Ni Made Dian Kurniasari; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.474 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada kesehatan reproduksi. Prevalensi kekerasan perempuan di dunia maupun di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan kasus kekerasan dapat disebabkan oleh faktor seperti pengetahuan dan sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kekerasan perempuan dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi di Kota Denpasar Tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 96 siswi kelas VII dan VIII SMP yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dan simple random sampling. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstuktur dan data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian didapatkan 78,1% remaja putri memiliki pengetahuan baik, 15,6% memiliki pengetahuan cukup, dan 6,3% memiliki pengetahuan kurang. Hasil untuk sikap terhadap kekerasan perempuan didapatkan 67,7% remaja putri memiliki sikap baik dan 32,3% memiliki sikap cukup. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan baik serta lebih dari setengah memiliki sikap menolak kekerasan perempuan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan peran guru BK dan juga mengaktifkan peran PIK-R dalam upaya meningkatkan pemahaman para remaja tentang dampak negatif jangka panjang dari kekerasan, sehingga para remaja tersebut memiliki keberanian untuk melapor bila menjadi korban kekerasan dikemudian hari. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, kekerasan terhadap perempuan (KtP), kesehatan reproduksi, remaja putri ABSTRACT Violence against women is a public health problem because it impacts reproductive health. The prevalence of female violence in the world and in Indonesia has increased from year to year. Increased cases of violence can be caused by factors such as knowledge and attitudes. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes level of young women about female violence and its impact on reproductive health in Denpasar City in 2017. This research is a quantitative descriptive study with cross-sectional design. The research sample was 96 class VII and VIII junior high school students, who selected by multistage random sampling and simple random sampling techniques. Knowledge and attitude data collection was carried out using a structured questionnaire and the data were analyzed descriptively. The results showed 78.1% of young women had good knowledge, 15.6% had sufficient knowledge, and 6.3% had less knowledge. The results for attitudes towards female violence obtained 67.7% of young women had good attitudes and 32.3% had sufficient attitudes. It can be concluded that the majority of young women have a good level of knowledge and more than half have attitudes to resist female violence. It is suggested to the school to increase the role of BK teachers and also activate the role of PIK-R in an effort to increase the understanding of adolescents about the long-term negative effects of violence, so that these youth have the courage to report if they become victims of violence in the future. Keywords: knowledge, attitudes, violence against women (KtP), reproductive health, adolescent girls
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI LANSIA PADA POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN : ANALISIS JALUR Ni Made Vidya Pratiwi; Ketut Tangking Widarsa; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p01

Abstract

ABSTRAKPartisipasi lansia di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan II masih jauh di bawah target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi lansia pada Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 120 lansia yang dipilih dari 6 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Data dukungan kader, petugas kesehatan, dan keluarga serta pengetahuan dan sikap lansia dikumpulkan dengan wawancara. Sebaliknya tingkat partisipasi lansia diukur dari jumlah kehadiran yang tercatat di register register Posyandu. Data dianalisis dengan metode analisis jalur dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dukungan kader tidak berpengaruh terhadap partisipasi, pengetahuan, dan sikap lansia (p > 0,05). Dukungan tenaga kesehatan berpengaruh secara tidak langsung melahui peningkatan pengetahuan dan sikap dengan loading factor sebesar 0,09 dan 0,27 secara berurutan. Sebaliknya dukungan keluarga berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui pengetahuan dan sikap dengan total efek 0,127 (p<0,05). Pengetahuan berpengaruh secar langsung dan tidak langsung terhadap partisipasi melalui sikap dengan total efek 0,785 (p<0,05). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa dukungan kader tidak berpengaruh terhadap partisipasi lansia, sebaliknya dukungan keluarga dan petugas kesehatan berpengaruh melalui peningkatan pengetahuan lansia. Oleh karena itu dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar dioptimalkan.Kata Kunci : Lansia, Posyandu lansia, Partisipasi.
ANALISIS LAMA RAWAT INAP PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI PEMBEDAHAN MASTEKTOMI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH TAHUN 2016 Debby Amanda Putri Tarigan; Ni Made Dian Kurniasari; Ketut Hari Mulyawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.678 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia jenis kanker tertinggi yang diderita wanita adalah kanker payudara dengan angka kejadian 2,2% dari 1000 perempuan (Depkes RI, 2012). Salah satu jenis pengobatan yang dapat dilakukan pasien kanker adalah dengan melakukan pembedahan mastektomi sehingga pasien harus rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan masektomi dan faktor yang mempengaruhinya di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Desain penelitian menggunakan analitik kohort retrospektif. Sebanyak 89 sampel penelitian yaitu pasien yang menjalani pembedahan mastektomi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada tahun 2016 diambil secara acak sederhana. Pengumpulan data berasal dari catatan rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Kaplan Meier, Log Rank dan Regresi Cox. Hasil penelitian menunjukkan median lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 adalah 9 hari. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stadium pasien kanker payudara (HR=7,19 , 95%CI= 2,88-17,95) dan riwayat kemoterapi yang dilakukan pasien (HR = 5,47 , 95%CI = 3,12-9,59) terhadap lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi, serta dari penelitian ini dapat dilihat bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur (HR= 1,37, 95%CI = 0,85-2,21) dan ukuran tumor (HR=2.63, 95%CI= 0,79-8,68) terhadap lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi. Kata kunci: Kanker Payudara, Lama Rawat Inap, Pembedahan Mastektomi ABSTRACT In Indonesia the highest type of cancer suffered by women is breast cancer with an incidence rate of 2.2% of 1000 women (Depkes RI, 2012). One type of treatment that can be done by cancer patients is by performing a mastectomy surgery so that patients must be hospitalized. The purpose of this study was to determine the length of stay of breast cancer patients undergoing masectomy surgery and the factors that influenced it at Sanglah Central General Hospital. This research was conducted at the Sanglah Central General Hospital. The study design used a retrospective cohort analytic. A total of 89 study samples, namely patients who underwent mastectomy surgery at Sanglah Central General Hospital in 2016, were taken by simple random sampling. Data collection comes from the patient's medical record. Data analysis was performed with Kaplan Meier statistical tests, Log Rank and Cox Regression. The results showed the median length of stay for breast cancer patients undergoing mastectomy surgery at Sanglah Hospital Denpasar in 2016 was 9 days. The analysis showed a significant relationship between the stage of breast cancer patients (HR = 7.19, 95% CI = 2.88-17.95) and the history of chemotherapy performed by patients (HR = 5.47, 95% CI = 3 , 12-9,59) to the length of stay of breast cancer patients undergoing mastectomy surgery, and from this study it can be seen that there is no significant relationship between age (HR = 1.37, 95% CI = 0.85-2, 21) and tumor size (HR = 2.63, 95% CI = 0.79-8.68) to the length of stay of breast cancer patients undergoing mastectomy surgery. Keywords: Breast Cancer, Length of Hospitalization, Mastectomy Surgery
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR TERHADAP DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN METODE SADARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA TAHUN 2017 A.A Istri Cinya Dewi; Desak Nyoman Widyanthini; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.607 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p08

Abstract

ABSTRAKKanker tertinggi yang diderita wanita di Provinsi Bali masih ditempati oleh kanker payudara dan terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014 terdapat 198 kasus kanker payudara dengan CFR sebesar 2%, sedangkan pada tahun 2015 kejadian kanker payudara meningkat menjadi 380 kasus dengan CFR sebesar 10% . Kasus tertinggi terdapat di Kota Denpasar sebanyak 65% atau 248 kasus dengan CFR sebesar 15%. Dari sebelas Puskesmas yang ada di Kota Denpasar, 15% kasus kanker payudara berada di Puskesmas III Denpasar Utara dan kasus kematian sebanyak 3 orang terdapat di Kelurahan Peguyangan di wilayah Puskesmas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi sebanyak 7920 WUS, dengan sampel sebanyak 94 responden yang diambil dengan teknik Cluster sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian 47,87% responden memiliki pengetahuan cukup, 53,19% bersikap kurang dan sebagian besar WUS (63,83%) tidak melakukan SADARI. Adanya kencendrungan tingkat pengetahuan yang paling banyak pada kategori cukup maka dapat menyebabkan sikap yang kurang pula, kemudian dapat berkaitan dengan rendahnya WUS yang melakukan deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode SADARI ABSTRACTBreast cancer is the highest cancer suffered by women in Bali Province and its number continues to increase every year. In 2014, there were 198 breast cancer cases with CFR of 2%, meanwhile in 2015 the incidence of breast cancer increased to 380 cases with 10% CFR. The highest cases found in Denpasar City with 65% or 248 cases and 15% CFR. A 15% of them were found in working area of Puskesmas III North Denpasar with 3 fatalities found in Kelurahan Peguyangan. This study aimed to identify knowledge, attitude and behaviour related to early breast cancer detection using breast self-examination among reproductive age women in the working area of Puskesmas III North Denpasar 2017. This was a descriptive quantitative study with cross-sectional design. There were 7,920 population of reproductive age women, then a sample of 94 women were derived using a Cluster Sampling technique. Data were gained through interview using structured questionnaire and analysed descriptively. The results showed that 47,87% respondents had enough knowledge; 53,19% had less attitude and 63,83% had not practiced early breast cancer detection using breast self-examination. Most of the respondents only had enough knowledge, which might lead to their lack of attitude and also caused less practiced of breast self-examination.Keywords: knowledge, attitude and behaviour, early breast cancer detection using breast self-examination
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMETAKAN DISTRIBUSI SASARAN PEMANTAUAN KESEHATAN IBU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR SELATAN Ni Made Dian Kurniasari; Putu Ayu swandewi astuti; Tangking Widarsa; Hari Mulyawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 1 (2012): Juni (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.628 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i01.p04

Abstract

Indonesian Maternal Mortality Rate (MMR) in 2007 was 228 per 100.000 live births. A program toreduce MMR was Local Area Monitoring of Maternal Health and was conducted by Public HealthCenters (PHCs) throughout Indonesia. This study aims to apply geographic information system(GIS) as a tool to provide maps which describe the target of local area monitoring of maternalhealth, the distribution of maternity health centers, and level of poverty in the catchment area ofSouth Denpasar I PHC in November to December 2010.This study used descriptive research with a cross sectional approach. Samples were pregnant women, mothers that had giving birth and maternity health centers in the catchment area ofSouth Denpasar I PHC from November to December 2010.The results showed GIS can be used to create maps to describe various data of maternal healththat relates to Local Area Monitoring. The type of maps that were generated for this study werechoropleth maps, dot density maps, point location maps, a combination of choropleth maps withpoint location maps and bu? ering maternity health center maps.The recommendation is that PHCs should consider using GIS as a tool for presenting data relatedto local area monitoring of maternal health. More advanced uses of GIS as a tool to analyze dataand to visualize the results of other research which is related to maternal health and geographicconditions is worth exploring.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUMAH SAKIT IBU ANAK PERMATA HATI KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015-2017 Dea Eka Manuwati Ramandey; Ni Made Dian Kurniasari; Desak Nyoman Widyanthini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.711 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia pada balita di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan utama, dilihat dari tingginya angka kepadatan penduduk setiap tahunnya. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor faktor yang menyebabkan terjadinya pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di RSIA Permata Hati Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control study). Sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 80 diantaranya 40 ibu yang memiliki balita tidak pneumonia sebagai kelompok kontrol dan 40 ibu yang memiliki balita pneumonia sebagai kelompok kasus. Pengambilan sampel pada kasus dengan simple random sampling dan pada kontrol dengan purposive sampling. Dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan yang mempengaruhi pada kejadian pneumonia pada balita adalah faktor jenis kelamin (OR= 3,095 95% CI=1,134-8,530;p=0,013), berat badan lahir (OR=12,666 95% CI=2,540-119,627;p=0,0002), pemberian vitamin A (OR=25,705 95% CI=5,610-238,625;p=0,0001),ASI ekslusif (OR=16,333 95% CI=4,628-64,082 ;p= 0,0001),paparan asap rokok (OR=3,44 95% CI=1,191-10,294;p=0,010). Simpulan dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi determinan pneumonia pada balita adalah faktor anak dan lingkungannya. Kata kunci: Pneumonia, Balita, Faktor-faktor ABSTRACT Pneumonia is an acute infection process that affects the lung tissue (alveoli). Pneumonia in toddlers in Indonesia is still a major health problem, seen from the high population density each year. One effort to reduce it is by knowing the factors that cause pneumonia. This study aims to determine the factors that influence the incidence of pneumonia in infants at RSIA Permata Hati, Klungkung Regency. This type of research uses a quantitative analytical approach with a case control study. The samples of this study were 80 of them 40 mothers who had no pneumonia as a control group and 40 mothers who had pneumonia as a case group. Sampling in cases with simple random sampling and in controls with purposive sampling. With interviews using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis. The results showed that the determinant factors affecting the incidence of pneumonia in infants were gender (OR = 3,095 95% CI = 1,134-8,530; p = 0.013), birth weight (OR = 12,666 95% CI = 2,540-119,627; p = 0,0002), giving vitamin A (OR = 25,705 95% CI = 5,610-238,625; p = 0,0001), exclusive breastfeeding (OR = 16,333 95% CI = 4,628-64,082; p = 0,0001), smoke exposure cigarettes (OR = 3.44 95% CI = 1,191-10,294; p = 0.010). The conclusions of this study are the factors that influence the determinants of pneumonia in toddlers are the factors of children and their environment. Keywords: Pneumonia, toddler, the factors
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA RESTORAN DI KABUPATEN TABANAN: ANALISA REGRESI LOGISTIK Putu Melda Kuswandari; Ni Made Dian Kurniasari; Putu Ayu Swandewi Astuti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Tabanan memberlakukan peraturan kawasan tanpa rokok pada restoran, namun dalam penerapannya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penerapan KTR oleh pengelola dengan memerhatikan larangan merokok total pada restoran di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan crossectional. Sampel penelitian yaitu pengelola restoran yang berada di Kabupaten Tabanan. Besar sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 110 restoran, dengan jumlah yang berpartisipasi 87 restoran (79% response rate). Data dianalisis dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan restoran dalam menerapkan larangan merokok total sebesar 26,44%. Faktor yang memengaruhi kepatuhan penerapan KTR yaitu umur pengelola (OR=3,45; 95% CI: 1,10-10,84), pengetahuan pengelola (OR=3,56; 95% CI: 0,96-13,16), sikap pengelola (OR=2,45; 95% CI: 0,72-8,30), serta persepsi dampak bisnis pengelola (OR=4,62; 95% CI: 1,12-19,07) berpeluang meningkatkan kepatuhan KTR. Kepatuhan pengelola restoran di Kabupaten Tabanan terhadap penerapan larangan merokok total relatif rendah. Masih banyak terdapat indikator yang belum terpenuhi dalam implementasi kepatuhan restoran. Perlu adanya dukungan berbagai sektor dalam meningkatkan kepatuhan seperti pengelola, pengunjung, maupun pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Kata Kunci: rokok, kepatuhan, KTR, restoran. ABSTRACT Tabanan regency applied smoke-free by law (SFL) in restaurant but the implementation was still low. This study aimed to determine the factors that influence the compliance of the implementation of smoke-free area by restaurant owners through looking complete smoking ban restaurant in Tabanan Regency. This was a quantitative analytic study with a cross-sectional design. The study samples were restaurant owners/managers in Tabanan Regency. The number of sampling on this study was set by respondent’s rate respond (79% response rate). Data was analyzed using logistic regression. The results showed that the compliance of restaurant manager to total smoking ban was low (26.44%). The factors that influence compliance SFL such as the age of the manager (OR=3.45; 95% CI: 1.10-10.84), the manager's knowledge (OR=3.56; 95% CI: 0.96-13.16), the manager’s attitude (OR=2.45; 95% CI: 0.72-8.30), as well as the perception of the impact of the manager's business (OR=4.62; 95% CI:1.12-19.07) has significantly association with compliance. The compliance of restaurant managers in Tabanan Regency on the implementation of total smoking ban was relatively low. There are still many indicators that have not been fulfilled. There needs concrete support to improving the compliance such as managers, customers, and government as policy makers. Key Words: cigarrete, compliance, smoke-free area, restaurant.
PERSEPSI SISWA TERHADAP MEDITASI TRANSCENDENTAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL SISWA SMA NEGERI BALI MANDARA Putu Sathyani Parmita; Ni Komang Ekawati; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.902 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p09

Abstract

ABSTRAK SMA Bali Mandara adalah sekolah yang menerapkan pendidikan berasrama dengan aktivitas yang sangat padat dimulai dari pukul 04.45 sampai dengan pukul 22.00 WITA, banyak siswa yang mengalami kelelahan bakhan tertidur saat kegiatan belajar mengajar, untuk mengatasi hal itu disekolah ini menerapkan program non akademik Meditasi Transcendental, namun dalam melaksanakan meditasi ini ada beberapa siswa yang tidak bisa melakukan meditasi bersama di sore hari karena masih ada kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap program Meditasi Transcendental sebagai upaya meningkatkan kesehatan mental siswa SMA Negeri Bali Mandara. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang informan dan 3 informan kunci. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekhnik purposive sampling. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Meditasi Transcendental mampu memberikan istirahat yang sangat dalam, sehingga siswa merasa lebih segar dan bugar dalam menjalani aktivitas yang padat. Selain dapat menghilangkan rasa cemas, khawatir, kelelahan dan stres, meditasi ini juga mampu meningkatkan konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran. Pengetahuan siswa terhadap meditasi ini cukup baik, persepsi siswa secara umum positif menerima kegiatan meditasi Transcendental. Bagi siswa yang mengambil SKS lebih disarankan untuk meditasi sore secara bersama. Kata kunci : SMA Bali Mandara, Meditasi Transcendental ABSTRACT Bali Mandara High School is a school that implements boarding education with very dense activities starting from 04:45 to 22:00 WITA, many students who experience fatigue will fall asleep during teaching and learning activities, to overcome this in the school implement non-academic programs Transcendental Meditation, but in carrying out this meditation there are some students who cannot do meditation together in the afternoon because there are still teaching and learning activities. The purpose of this study was to determine students' perceptions of the Transcendental Meditation program as an effort to improve the mental health of Bali Mandara High School students. The design of this research is descriptive qualitative with a phenomenological design. The number of informants in this study were 8 informants and 3 key informants. The sampling technique in this study uses purposive sampling technique. The method used is in-depth interviews and observation. The results of this study indicate that Transcendental Meditation is able to provide very deep rest, so students feel fresher and fitter in undergoing solid activities. Besides being able to eliminate anxiety, worry, fatigue and stress, this meditation is also able to increase the concentration of students in following the lesson. Students 'knowledge of meditation is quite good, students' perceptions are generally positive about receiving Transcendental meditation activities. For students who take SKS it is recommended to have afternoon meditation together. Keywords: Bali Mandara High School, Transcendental Meditation
DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 6-24 BULAN DI KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Seshia Arma Dwi Permata; I Ketut Tangking Widarsa; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.768 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p04

Abstract

ABSTRAKASI eksklusif merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja selama minimal enam bulan tanpa memberikanmakanan pendamping ASI (MP-ASI) lainnya. Pemerintah Indonesia telah menggalakkan program pemberian ASIEksklusif sejak tahun 1990 dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Nasional Cakupan ASI Eksklusif sebesar80% (Depkes, 2015). Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah target yang telah ditetapkan.Bahkan cakupan ASI eksklusif di Denpasar tahun 2016 menurun tajam hingga mencapai 46,1% saja. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu yangmemiliki bayi usia 6-24 bulan di Kota Denpasar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian analitikkuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas IDenpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Utara, jumlah sampel sebanyak 96 orang dan menggunakan teknikmultistage random sampling melalui pembagian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengahresponden mendapatkan dukungan yang baik dari suami, baik itu dukungan dukungan informasional (66,7%),dukungan penilaian (63,5%), dukungan instrumental (62,5%), dan dukungan emosional (61,5%). Disimpulkanbahwa dukungan suami memiliki pengaruh sebesar 80,2% dimana terdapat dua variabel yang berpengaruhpositif terhadap pemberian ASI eksklusif yaitu dukungan informasional (OR: 124,15; 95% CI: 10,50 - 1467,23) sertadukungan instrumental (OR: 15,75; 95% CI: 2,40 - 103,31), yang masih dalam kategori kurang adalah suami jarangmenyediakan peralatan ASI perah dan jarang membimbing ibu cara memerah dan memberikan ASI perahkepada bayi. Disarankan untuk meningkatkan peran serta suami dengan cara memberikan edukasi sejak dinioleh petugas kesehatan khususnya bidan terkait ASI eksklusif sehingga suami dapat memberikan dukunganyang positif kepada ibu.Kata kunci : Dukungan Suami, ASI eksklusif, bayi usia 6-24