cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Perpustakaan
ISSN : 08531544     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin Perpustakaan merupakan sarana komunikasi informasi bagi pustakawan Universitas Islam Indonesia (UII) dan pustakawan dari luar UII. Media ini berfungsi untuk menampung, mendorong, melatih, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan menulis bagi para pustakawan. Selain itu Buletin Perpustakaan ini juga berfungsi untuk mengembangkan perpustakaan yang bernuansa Islami dan berwawasan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan" : 10 Documents clear
INOVASI DALAM PENGEMBANGAN KOLEKSI MERUPAKAN DAYA TARIK TERHADAP KUNJUNGAN PEMUSTAKA Sri Rejeki
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan sebagai lembaga informasi dan dokumentasi selalu berhadapan dengan berbagai masalah dan segala keterbatasannya. Keterbatasan itu antara lain berupa keterbatasan ruangan, keterbatasan tenaga, dana, waktu, fasilitas/perabot dan perlengkapan penunjang lainnya. Perpustakaan tidak perlu menghimpun semua informasi karena sebagian informasi tersebut tidak akan berguna jika tidak menunjang pada bidang kajiannya. Oleh sebab itu untuk dapat menunjang proses sesuai dengan program studi yang dimiliki, dalam melakukan seleksi perlu dibutuhkan tenaga-tenaga yang andal, terampil, dan cakap pada bidangnya. Di samping itu juga dibutuhkan alat seleksi (selection tools) sebagai pedoman dalam melakukan kerja, seperti katalog terbitan, desiderata, daftar tambahan buku, dan resensi atau timbangan buku. Satu hal lagi yang cukup penting sebagai pedoman adalah garis kebijakan dari pimpinan yang berisi visi, misi dan aturan dalam mengadakan bahan koleksi perpustakaan. Variasi koleksi dalam bidang pengembangan koleksi perpustakaan akan semakin menarik hati pemustaka apabila dilakukan secara cermat dan selektif terhadap kebutuhannya. Berdasarkan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa jenis koleksi perpustakaan yang sering dimanfaatkan saat berkunjung sebagian berupa buku teks. Pengguna tidak mempunyai keyakinan kalau bahan pustakan yang ada mencukupi keperluan pengguna informasi. Kondisi seperti ini disebabkan pengguna saat mencari koleksi yang dibutukan tidak ada di tempat, sehingga pengguna hanya mendapatkan informasi kalau koleksi yang dicari ada di tempat lain. Namun pengguna cukup merasa dibantu oleh pustakawan sebagai upaya untuk menemukan informasi yang sangat diperlukan. Pengguna sangat mengapresiasi pustakawan yang telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat informasinya salah satunya melalui penambahan dalam pengadaan bahan informasi perpustakaan, berdasarkan naskah hasil atau keluaran dari penerbitan yang terbaru.
LITERASI INFORMASI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM Teguh Prasetyo Utomo
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa di era digital saat sekarang ini terjadi apa yang kita kenal dengan sebutan ledakan informasi (information explosion). Problematika atas ledakan informasi dapat dilihat dari meningkatnya produksi maupun distribusi beraneka ragam informasi melalui media digital. Beragam informasi bercampur dan tersebar ke public, sehingga diperlukan keterampilan bagi publik untuk bisa memilah dan memilih informasi secara cepat, tepat dan efektif yang sudah kita kenal dengan istilah literasi informasi (information literacy skill). Dalam perspektif ajaran Islam pun kita bisa menemukan ajaran yang membahas tentang pentingnya literasi informasi ini. Dalam menerima informasi, umat Islam diajarkan untuk tidak serta merta menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa melakukan terlebih dahulu tabayyun atau klarifikasi terhadap informasi terkait. Dengan demikian, ketika publik memiliki kemampuan literasi informasi yang baik, maka dampak negatif yang ditimbulkan dari ledakan informasi yang terjadi di era digital saat ini akan bisa diminimalisai.
ALIH MEDIA KOLEKSI PERSIAPAN MENUJU DIGITAL LIBRARY Umi Wardanah
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Digital merupakan sebuah sistem perpustakaan yang menggunakan fasilitas elektronik dalam menyampaikan informasi dari sumber-sumber informasi yang dimiliki. Fasilitas elektronik yang digunakan dapat menjakau secara luas melalui komputer, telepon, internet, intranet dan piranti-piranti lain yang berkembang saat ini. Perpustakaan digital dapat diartikan juga sebagaimana sekumpulan kegiatan yang menggabungkan koleksi-koleksi, macam-macam layanan dan sumber daya manusia untuk mendukung penuh siklus penciptaan, diseminasi, pemanfaatan dan penyimpanan data informasi, serta pengetahuan. Dan sekumpulan kegiatan tersebut semua dalam bentuk format yang telah dievaluasi, diatur, diarsip dan disimpan dalam data base. Perpustakaan digital dapat juga merupakan sebuah konsep penggunaan internet atau intranet serta teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan. Penerapan sistem perpustakaan digital ini akan sangat membantu pustakawan dan para pengguna perpustakaan dalam temu kembali informasi secara cepat. Bagi pustakawan, sistem ini akan membantu pekerjaan mereka melalui fungsi-fungsi otomasi yang tersedia, sehingga proses pengelolaan perpustakaan akan menjadi lebih efektif dan efisien. Pengembangan koleksi perpustakaan dari koleksi cetak ke koleksi perpustakaan elektronik (digital) merupakan hal yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pencari informasi dan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Melalui perpustakaan digital, pemakai dapat mengakses sumber informasi perpustakaan lewat jarak jauh, lebih mudah, lebih murah, lebih  efektif dan efisien. Perpustakaan pada masa mendatang dituntut untuk mengembangkan kultur-kultur baru sesuai dengan perkembangan, dan meningkatkan mutu pelayanan bagi para pemustaka yang harus mulai diperlakukan sebagai customers. Sehingga akan segera terlihat bahwa kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana layanan secara teknis semakin meningkat dimasa yang akan datang. Berkaitan dengan peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana inilah pengembangan  perpustakaan yang berbasis aplikasi teknologi informasi, menjadi sangat mendesak untuk segera dipersiapkan dan diterapkan mulai dari sekarang.
PROMOSI ROTASI DAN DEMOSI PUSTAKAWAN Bambang Hermawan
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan memiliki peran paling penting bagi kemajuan perpustakaan salah satunya dengan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu pengembangan dan pengoptimalan kinerja pustakawan di Perpustakaan Universitas Islam Indonesia adalah dengan rotasi kerja.  Sedangkan demosi berarti perubahan jabatan menuju jenjang atau jabatan yang lebih rendah dan didasari oleh pertimbangan turunnya prestasi dan konduite (kemampuan) kerja karyawan yang bersangkutan. Dari pengertian di atas, sudah cukup jelas bahwa demosi adalah kebalikan dari promosi (kenaikan jabatan ke jenjang yang lebih tinggi). Proses demosi memang bukanlah proses yang mudah, tetapi dalam beberapa kasus harus dilakukan. Demosi di Universitas Islam Indonesia di awali dengan surat yang pada isinya surat tersebut adanya instruksi pendaftaran kompetensi kepala Divisi dan Kepala Urusan, diawali surat tersebut sudah ada worning bahwa yang tidak mendaftar dan mengikuti kompetisi akan di dilakukan Demosi.
ROTASI KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PUSTAKAWAN Suharti AD
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotasi kerja atau perpindahan pustakawan dari unit kerja satu ke unit kerja yang lain atau dari satu bagian ke bagian yang lain untuk pengembangan pustakawan memang sangat diperlukan. Rotasi kerja bisa berupa promosi, alih tugas atau demosi. Pustakawan sebagai pejabat fungsional dituntut untuk mengumpulkan angka kredit dari berbagai aspek sesuai dengan jenjang jabatannya. Melalui rotasi diharapkan pustakawan bisa mengembangkan diri dan mampu mengumpulkan angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan jabatan dan pangkatnya dengan lancar sampai pangkat dan jabatan maksimal yang bisa dicapai sesuai peraturan yang berlaku. Lingkungan kerja yang baru, teman baru, bidang kerja baru diharapkan mampu meningkatkan semangat kerja sehingga kinerja pustakawan akan lebih meningkat dan lebih produktif.
BUDAYA BACA UNTUK KEMAJUAN SUATU BANGSA Joko Sugeng Prianto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang penulisan artikel ini karena penulis melihat budaya baca di negeri ini masih rendah sehingga perlu dimotivasi dengan tulisan ini agar budaya baca masyarakat negeri ini dapat meningkat. Tujuan dari penulisan artikel ini menggugah pembaca agar menyadari pentingnya budaya baca untuk kemajuan suatu individu dalam masyarakat suatu bangsa yang akhirnya dapat menciptakan komunitas masyarakat komunitas bangsa ini mempunyai budaya baca yang tinggi sehingga negeri dan bangsa ini dapat maju dan menang dalam persaingan global ini. Metode dalam tulisan ini menggunakan studi literatur dan observasi pengamatan kegiatan dalam masyarakat lingkungan penulis yang berhubungan dengan tema dalam artikel ini. Budaya membaca merupakan syarat mutlak menuju masyarakat informasi yang merupakan ciri dari masyarakat modern. Suatu bangsa dapat memenangkan persaingan apabila mempunyai rakyat yang gemar membaca dan terus belajar di era globalisasi ini yang perkembangan iptek sangat cepat. Dapat sampaikan bahwa ilmu pengetahuan  merupakan ikon dari terbentuknya peradaban yang tinggi, maju dan modern. Karena dengan ilmu pengetahuan akan menemukan temuan baru yang dapat membuat hidup manusia lebih enak, mudah dan sejahtera. Ilmu pengetahuan mempunyai peranan penting dalam mengubah peradaban suatu bangsa.
KEAMANAN INFORMASI DALAM KERANGKA DARING DAN MANAJEMEN RISIKO PERPUSTAKAAN Sungadi Sungadi
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang manajemen risiko perpustakaan antara lain terdiri dari: identifikasi risiko, evaluasi dan pengukuran risiko serta cara pengelolaan risiko. Fokus lain yang di bahas pada manajemen risiko perpustakaan adalah terkait dengan tipe-tipe risiko yaitu risiko murni dan risiko spekulatif. Kedua tipe ini masing-masing terdiri dari risiko statis dan risiko dinamis. Risiko murni statis muncul dari kondisi keseimbangan tertentu misalnya kebakaran atau kebanjiran merupakan risiko yang muncul dari kondisi alam yang tertentu. Risiko dinamis muncul dari perubahan kondisi tertentu, misalnya perubahan kondisi pelanggan (pemustaka), perubahan teknologi, munculnya jenis-jenis layanan iformasi yang baru dan lain-lain. Transaksi Internet (web) tunduk pada berbagai ancaman keamanan informasi. Kepercayaan konsumen (pemustaka) merupakan hal mendasar dalam transaksi web dan dipengaruhi oleh persepsi keamanan informasi. Alasan utama yang menyebabkan konsumen (pemustaka) kekurangan e-informasi adalah salah satunya risiko keamanan yang dirasakan terkait dengan transaksi online. Ada hubungan tertentu antara masalah keamanan elektronik dan sikap dan perilaku pelanggan informasi online. Keamanan pelanggan dalam lingkungan e-informasi adalah masalah penelitian yang sedang berlangsung terutama di bidang jasa elektronik termasuk bidang jasa perpustakaan saat ini. Makalah ini juga mencoba mengidentifikasi, mengilustrasikan dan menganalisis arah saat ini dan masa depan dalam masalah konsumen (pemustaka) dan kekhawatiran risiko keamanan informasi yang dirasakan. Juga untuk mengilustrasikan status terkini dari masalah keamanan, kepercayaan dan kekhawatiran akan sikap dan perilaku transaksi online.
CARA CERDAS MEMAHAMI BACAAN Anton Risparyanto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat memahami isi dari bacaan yang terdapat dalam suatu cerita yang dimuat dalam buku  atau makalah diperlukan suatu cara yang cerdas, sehingga dapat  mengetahui dan memahaminya. Tulisan ini ditujukan kepada pembaca yang mengalami kesulitan dalam memahami sutu bacaan, agar dapat mengetahui isi yang terjkandung di dalamnya dengan mudah dan cepat. Adapun hasil dari penulisan ini diperoleh berbagai cara atau strategi dalam memahami tulisan dengan cepat dan mudah yang terdapat pada suatu dokumen. Strategi dan cara tersebut di antaranya melalui   pengintegrasian ide utama, sub ide, detail ide yang terdapat dalam ranting suatu kalimat, penyebab terjadinya suatu masalah, waktu dan tempat kejadian, membaca yang disertai dengan penggambaran obyek kejadian dan dampak yang ditimbulakan dari peristiwa yang terjadi.
PENGEMBANGAN KODE ETIK PROFESI PUSTAKAWAN Ismanto Ismanto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan adalah lembaga pengelola informasi yang diadakan untuk kepentingan pengguna atau user dalam pemanfaatan suatu kebutuhan informasi. Perpustakaan memiliki para ahli dalam pengelolaannya, yaitu pustakawan. Keberadaan profesi  pustakawan sangat berpengaruh di perpustakaan agar lebih baik lagi untuk masa akan datang dalam memenuhi standart etika hubungan antar rekan pustakawan atau hubungan antar profesi lain. Pustakawan sebagai sebuah profesi tentu mempunyai kode etik sebagai.  Kode etik dalam lingkup profesi pustakawan  sangatlah berguna dalam mengatur hubungan antar sesama profesi maupun dengan masyarakat. Tujuan kode etik adalah sebagai pedoman untuk menjaga kehormatan, martabat, citra seorang yang professional. Sangat mengedepankan martabat profesi dan menjaga pandangan ataupun kesan dari pihak luar maupun masyarakat. Disamping itu untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggotanya, baik lahir maupun batin. Kode Etik diperlukan bahkan wajib diberlakukan kepada para tenaga professional, seperti pustakawan. Kode etik profesi juga untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. Sebagai payung, pengawas dan mengontrol  kode etik profesi pustakawan adalah lembaga atau organisasi profesi yang bertugas mengatur dan menetapkan prinsip-prinsip profesionalisme dan etika pustakawan.  
GRADASI PERAN PUSTAKAWAN DALAM PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN Gaib Suwasana
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 1 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pustakawan adalah seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan atau ijazah minimal D2 sampai dengan Sarjana ilmu perpustakaan dan informasi, dan atau seseorang yang memiliki keahlian setingkat sarjana di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dan atau bidang pendidikan lain dengan ketentuan dan prasyarat yang menjadi ketentuan kepustakawanan. Seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan dengan ijazah minimal D2 sampai dengan sarjana sebagai orang yang menguasai ilmu pengetahuan dan seseorang yang ahli dibidangnya (Badudu, 1994)[1]. Atau dapat dikatakan dengan kata lain pustakawan adalah seorang yang mempunyai ilmu atau ahli di bidang pengetahuan perpustakaan dan informasi. Pustakawan sebagai seorang ahli mempunyai tanggung-jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga diwajibkan selalu mengembangkan dan meningkatkan ilmu yang ditekuninya. Fungsi lain seorang pustakawan selain tugas-tanggung jawab dalam pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka atau sumber informasi di perpustakaan, promosi dan pelaksanaan pemasyarakatan koleksi perpustakaan, pendokumentasian, dan menginformasikan koleksi yang dimiliki, juga melakukan pengkajian serta pengembangan organisasi perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Terkait dengan bidang keahliannya pustakawan melaksanakan evaluasi dan kajian yang hal ini bertalian erat dengan kegiatan penelitian dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, sebagai wujud pengabdian profesi dalam mendukung kepustakawanannya. Maka seorang pustakawan dituntut selalu mengembangkan keilmuannya berdasarkan kebutuhan masyarakat yang setiap saat berubah dan berkembang. Mengembangkan wawasan dan skill melalui kelanjutan studi, mengikuti training-training pada kegiatan ilmiah, mengikuti kegiatan seminar untuk peningkatan kompetensinya, mengikuti kegiatan workshop, teknik penulian baik menulis buku maupun menulis naskah-naskah publikasi, dapat juga melaksanakan kegiatan tutorial pendidikan dan pengajaran dibidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Seiring dengan perkembangan dunia digital “digital age”, perkembangan dunia elektronis “electronic age”, mengharuskan kita untuk mempersiapkan diri dalam bersikap dan berperilaku profesional dalam melaksanakan kegiatan kerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab. Pengelolaan manajemen data-data elektronis cepat atau lambat akan berperan menggantikan sumber-sumber data tercetak. Penguasaan manajemen sumber data elektronis dan kemampuan dalam penyediaan fasilitas penunjang akses ini diharapkan sudut pandang orang terhadap profesi pustakawan berubah, karena berorientasi selalu pada pemenuhan kebutuhan dan kepuasan masyarakat pencari informasi ( F.W. Lanchaster;1982 ).

Page 1 of 1 | Total Record : 10