cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
KEDUDUKAN TARI MACANAN DALAM MASYARAKAT BLORA Slamet Slamet; Elinta Budy
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.413 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2529

Abstract

Tari Macanan merupakan bagian dalam pertunjukan Barongan Blora yang menggunakan topeng besar berbentuk harimau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan tari Macanan dalam masyarakat Blora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Tari Macanan merupakan simbol totemisme dari masyarakat Blora. Tari Macanan berfungsi sebagai sarana masuk dan keluarnya roh yang diyakini masyarakat sebagai pelindung. 
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM PERTUNJUKAN “DEMI MASA”: SEBUAH KAJIAN TARI KARYA ALFIYANTO Ratna Komala Sari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.628 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2530

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang identitas femininitas yang direpresentasikan oleh penari dengan menunjukan keberagaman ekspresi dari sisi maskulin-femininnya pada pertunjukan Demi Masa: Bongkar Kandang karya Alfiyanto. Pertunjukan ini menjadi hal penting bagi penulis, sehingga mesti diungkapkan karena di dalam pertunjukan tari kontemporer ini dibentuk oleh beragam wacana dan isu yang terkandung di dalamnya. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas performatifitas para penari kontemporer sebagai perempuan di kampung pada umumnya, isu budaya, gender, keperkasaan perempuan, simbol-simbol yang ditampilkan oleh penari perempuan dalam sebuah karya tari. Tulisan ini menggunakan perspektif kajian gender dan teori semiotika untuk menyoroti sejauh mana citra sosial perempuan dalam pertunjukan tari sebagai sosok yang ‘maskulin’, dan yang ‘feminin’, juga sejauh mana kemungkinan resepsi para apresiator dalam melihat penggunaan penari perempuan yang ‘maskulin’ dan ‘feminin’ tersebut berimplikasi pada wacana dalam konteks budaya kapitalis dan patriarki.  
PEMBELAJARAN SENI PENCAK SILAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Toni Yudha Pratama
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2531

Abstract

Anak-anak dengan hambatan Intelektual, kondisi fisiknya hampir tidak berbeda dengan anak normal lainnya, begitu juga dengan perkembangan gerak dan kondisi kesehatan. Tapi untuk anak-anak tunagrahita moderat, banyak masalah kesehatan dan fisik dibatasi oleh Mosier, Grossman dan Dingman, 1965, Barlow, 1978, Patton; 1986 di Delphie (2005: 30) 'bahwa mereka mengalami gangguan gerak perkembangan, tingkat pertumbuhan abnormal, gangguan sensorik terutama pada persepsi penglihatan dan pendengaran'. Selain itu, menurut Martasuta (1983: 4), 'anak tunagrahita menunjukkan kurangnya citra diri dan konsep diri, dan menunjukkan angka di bawah normal dalam hal ukuran, kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan kecepatan'. Dengan demikian, tunagrahita anak sangat membutuhkan aktivitas gerak menumbuhkan dalam upaya meningkatkan kemampuan gerak serta kebugaran fisik. Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dan pengumpulan hasil penelitian dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang sistematis, logis dan menyeluruh dalam mengendalikan kondisi. Diskusi, ada peningkatan tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita yang berusia 12 tahun ke atas setelah diberi pengobatan dalam bentuk pelatihan pencak silat selama 6 minggu dengan satu minggu tiga kali latihan selama 20-30 menit. Dari hasil perhitungan menggunakan uji rank Wilcoxon ditandai, diperoleh Thit = 0 dan T tabel 0 atau T hitung 0 ≤ T tabel 0. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pencak silat secara teratur dan terarah berpengaruh terhadap tingkat kebugaran fisik anak tunagrahita. berusia 12 tahun ke atas di SKh X Kota Serang. 
MODEL PENCIPTAAN KARYA LAGU ANAK POPULER YANG BERANGKAT DARI NILAI TRADISI Catur Surya Permana; Ridwan Sigit
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.173 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2511

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana bentuk yang baik dalam membuat karya musik untuk anak khususnya mengangkat nilai tradisi, sehingga luaran yang ingin dicapai peneliti agar insan akademis khususnya mahasiswa seni musik mampu untuk membuat ataupun mengonsep sebuah karya musik untuk anak, yang nantinya akan membantu mahasiswa dan insan akademis lainnya untuk bersaing dalam industri musik secara global. Menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan pada musikologi, dengan teori Ilmu Bentuk Analisis, Harmoni, komposisi dan litelatur mengenai nilai tradisi ke’Sunda’an, maka dari dasar tersebut diperoleh dengan cara menganalisis karya lagu anak yang didapat langsung dari sumber yaitu rekaman kaset ataupun audiovisualnya, literatur, serta pengaplikasian secara langsung yang erat kaitannya dengan penelitian. Hasil yang diharapkan mendapatkan pola-pola bentuk musik, lirik, melodi, serta akor yang mampu menggambarkan atau mencirikan sebuah karya musik pop anak yang merepresentasikan nilai tradisi.  
SELERA SENI DAN KESALAHPAHAMAN SENI Hadiyatno Hadiyatno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.308 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2532

Abstract

Berbicara atau membahas tentang seni dan perkembangan seni, atau juga menyangkut batasan batasan dalam seni dan berkesenian, barangkali sangatlah sukar dan menyulitkan. Kita mencoba memulai dengan membahas tentang batasan seni, karena seni bukanlah benda mati seperti halnya batu, maka seni akan selalu sulit untuk dibatasi, sebab seni itu pergerakan bersama perkembangan waktu sangatlah dinamis, selalu berubah-ubah dan selalu menuju perkembangan. Kemudian munculah pertanyaan.  Bagaimana menyangkut kesalahpahaman dalam menafsirkan seni dan juga berbicara mengenai selera seni yang berbeda, baik itu berlaku untuk seniman, begitu juga untuk penanggapnya? Penulisan jurnal ini bukan tanpa alasan kalau harus ditulis oleh penulis. Mengingat kesalapahaman dan selera seni yang berlaku antara seniman maupun penanggapnya, seringkali menjadi pedebatan yang abadi sepanjang masa. Inilah sukar dan rumitnya dunia seni, di satu sisi dalam hakikat seni yang selalu mencari keindahan, di sisi lain nilai-nilai originalitas, subjektivitas dan selera selalu berseberangan satu dengan lainnya dalam tanggapan, dalam hal ini kemudian, memunculkan kesalahpahaman dalam seni dan selera. Seni tidaklah menyoal tentang salah dan benar, tetapi menyangkut pendekatan untuk mendapatkan jawaban indah dan kurang indah, itu saja ! sederhana dan tidak rumit sepertinya. 
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH KOMPOSISI TARI Dwi Junianti Lestari; Alis Triena Permanasari; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.312 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2513

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan model Project Based Learning (PJBL) untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, yang mendeskripsikan dan mengungkapkan tentang proses dan hasil kreativitas pembelajaran komposisi tari pada mahasiswa pendidikan sendratasik FKIP Untirta. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan sendratasik FKIP Untirta konsentrasi tari semester VI tahun akademik 2017/2018 yang menempuh mata kuliah komposisi tari berjumlah 10 mahasiswa. Objek penelitian adalah kreativitas, proses dan hasil karya tari. Produk karya tari berfungsi sebagai bahan menguji dan menilai kompetensi peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kreativitas mahasiswa dalam mata kuliah komposisi tari, dapat dilihat dari proses dan hasil yang ditampilkan pada saat pementasan. Sedangkan rekomendasi dalam penelitian ini, perlu manajemen waktu yang baik agar produk yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan. Selain itu penerapan PjBL dapat merangsang kemampuan menyampaikan ide maupun gagasan berupa produk tari. 
TAN DESENG TOKOH SENI SUNDA PADA MASYARAKAT TIONGHOA DI WILAYAH KOTA BANDUNG Asep Wasta; Henri Nusantara
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.415 KB) | DOI: 10.30870/jpks.v2i2.2528

Abstract

Tulisan ini berjudul Tan Deseng Tokoh Seni Sunda Pada Masyarakat Tionghoa di Wilayah Kota Bandung. Penelitian ini berusaha mengungkap biografi Tan Deseng dan  upaya-upaya nya dalam  pembelajaran seni  dan budaya Sunda  terutama pada  kalangan  etnis Tionghoa  yang  berada di wilayah kota Bandung dan sekitarnya. Kiprahnya dalam dunia seni yang dilakukannya merupakan  salah satu upaya pembauran melalui pendekatan budaya  Sunda. Untuk membedah permasalahan tersebut digunakan cara pandang keilmuan dalam   ruang lingkup  etnomusikologis dengan pendekatan sejarah, sosiologi dan anthropologi (cultural transmission procces) dengan fokus pada kajian biorafis untuk mengungkap kesenimanan dan upaya-upaya yang dilakukan  Tan Deseng dan kontribusinya bagi upaya upaya pembauran di wilayah kota Bandung. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma deksriptif analitik.   

Page 1 of 1 | Total Record : 7