cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 7 Documents clear
PERANCANGAN APLIKASI MAGIC CARD AUGMENTED REALITY PADA GERAK DASAR TARI SUNDA Azkia Ismiati; Fuja Siti Fujiawati; Alis Triena Permanasari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12909

Abstract

Abstract : Technology today is growing rapidly, one example of the development of technology today is augmented reality. Based on the phenomenon of utilization of augmented reality technology in various fields, but the utilization of augmented reality technology has not been found in identifying the basic motion of Sundanese dance. This Sundanese Dance Basic Movement Card application aims to design and test the feasibility of an application that can be used as a learning innovation. The method used in this study is the ADDIE model, which consists of several stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The test was conducted by 4 material experts, 4 media experts and 30 respondents. The test results to material experts are 89.68%, the test results to media experts are 92.70% and the test results to reponden by 91.42% with the category of Augmented Reality Magic Card Application on Sundanese Dance Basic Motion is very feasible to use Keywords : Application Augmented Reality, Sundanese Dance Basics  Abstrak : Teknologi saat ini berkembang semakin pesat, salah satu contoh perkembangan teknologi saat ini adalah augmented reality. Berdasarkan fenomena pemanfaatan teknologi augmented reality di berbagai bidang, namun pemanfaatan teknologi augmented reality belum ditemukan dalam mengidentifikasi gerak dasar tari Sunda. Aplikasi Kartu Gerakan Dasar Tari Sunda ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan sebagai inovasi pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE, yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pengujian dilakukan oleh 4 ahli materi, 4 ahli media dan 30 responden. Hasil pengujian kepada ahli materi yaitu sebesar 89.68%, hasil pengujian kepada ahli media yaitu sebesar 92.70% dan hasil pengujian kepada reponden sebesar 91.42% dengan kategori Aplikasi Magic Card Augmented Reality Pada Gerak Dasar Tari Sunda sangat layak untuk digunakan. Kata Kunci : Aplikasi, Augmented Reality, Gerak Dasar Tari Sunda 
INOVASI JATHILAN PRODI SENDRARIYA SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN KEEKSISANNYA DI YOGYAKARTA Asep Saepudin; Subuh Subuh; Sabatinus Prakasa
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12442

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to find out the various innovations made by Sendrariya Prodi Group in maintaining its existence in the Jathilan lovers community.  A descriptive method of analysis is used in this research which is to explain the existing data followed by analysis. The research phase includes data collection, classification, and analysis. Data collection is conducted through observation, interviews, and documents, while data analysis is conducted in the research laboratory after all data is collected.  Prodi Sendrariya is one of the lumping horse art communities or communities that is currently popular among actors and connoisseurs of Art in Yogyakarta. Prodi Sendrariya was established on December 24, 2017. This group chose to innovate in its art to stand out from other communities in Yogyakarta. Sendrariya is one of the groups that follow the development of the market by preparing what the public wants through its various innovations. The results of the research were obtained that Prodi Sendrariya has made various innovations to keep the group exists in the community, among others in the pattern of performances (including governance, costumes, performance packaging, working on other genres outside Jathilan) as well as incorporating jaipong drum instruments into the group in various performances. Kendang jaipong functioned to accompany Balinese, Banyuwangi, Banyumas, Javanese, and Sundanese style performances. 
ORNAMENTASI REBABAN ULOH ABDULLAH PADA LAGU TONGGERET DALAM SAJIAN KILININGAN Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.13028

Abstract

Abstract : Each juru rebab has style rebaban its own rendition of a song. The difference will be felt and heard through ornamentation or reureueus used at the time of the rendition of a song, either karawitan gending (instrumental) or by sekar gending (a mixture of vocals and instruments). This research using the method of kualitatif with the approach of musicality comparison or comparative studies, between ornamentation rebaban Uloh Abdullah with Caca Sopandi and Bah Endi on the song of Tonggeret in kiliningan. Through the process of writing notation and analysis of the melodies and of the amount of ornamentation used from each juru rebab, then Uloh Abdullah has a characteristic style of rebaban different with the two figures comparison. The peculiarities of these can be felt on the number of motifs and ornamentation that is used as: gedag gancang, kosod gancang, kosod lambat, bintih, galeong maling, and getet. Techniques ngeset begins with a forward and topped off with the pull of when it will end the sentence the melody of the song. Galeong maling characterizes the self as well as the passion of the dominant use is transfer between torolok with kosod gancang and besot used on each of the displacement kenongan or goongan. Keywords : ornamentation, Rebaban,Style Uloh Abdullah, The Song Of Tonggeret, Kiliningan.  Abstrak : Setiap juru rebab mempunyai gaya rebaban tersendiri dalam membawakan sebuah lagu. Perbedaan tersebut akan terasa dan terdengar melalui ornamentasi atau reureueus yang digunakan pada saat membawakan sebuah lagu, baik secara karawitan gending (instrumental) atau secara sekar gending (campuran vokal dan instrumen). Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan musikalitas perbandingan atau studi komparatif, antara ornamentasi rebaban Uloh Abdullah dengan Caca Sopandi dan Bah Endi pada lagu Tonggeret dalam kiliningan. Melalui proses pentranskripsian dan analisis terhadap melodi serta macam jumlah ornamentasi yang digunakan dari masing-masing juru rebab, maka Uloh Abdullah mempunyai ciri gaya mandiri senggol rebaban yang berbeda dengan dua tokoh pembandingnya. Kekhasan tersebut dapat dirasakan pada jumlah dan motif ornamentasi yang digunakan seperti: gedag gancang, kosod gancang, kosod lambat, bintih, galeong maling, dan getet. Teknik ngeset diawali dengan maju dan diakhiri dengan tarikan ketika akan mengakhiri kalimat melodi lagu. Galeong maling menjadi ciri khas mandiri serta senggol yang dominan digunakan adalah perpadan antara torolok dengan kosod gancang dan besot yang digunakan pada setiap perpindahan kenongan atau goongan. Kata Kunci : Ornamentasi, Rebaban, Gaya Uloh Abdullah, Lagu Tonggeret, Kiliningan.
ANALISIS ETNOGRAFI ALAT MUSIK TRADISIONAL GESO’-GESO’ DARI TORAJA Aris Bidang; Wahyu Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12296

Abstract

Abstrak              Kata Kunci : Etnografi, Geso’-geso’, Musik Tradisional, Toraja              Salah satu karya seni alat musik tradisional yang unik di Toraja yaitu Geso’-geso’, alat musik Geso’-geso’ merupakan musik tradisional yang bunyinya bersumber dari senar. Geso’-geso’ di desain dengan sederhana dan mempunyai ruang yang disebut resonator yang dibuat dari tempurung kelapa dan  juga dari kulit hewan contohnya biawak sebagai penutupnya. Geso’-geso’ terdiri dari finger board tapi tidak mempunyai freat tapi uniknya senar yang digunakan alat musik ini hanya satu. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan cara digesek mengunakan alat khusus penggesek yang di buat dari serabut ijuk (kajo). 
MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN BERKESENIAN Ria Intani T
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12908

Abstract

Abstract: The Character Education Strengthening Program or abbreviated as PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) began to be implemented in the formal education environment (schools) in the even semester of the 2017-2018 school year. There are many definitions regarding the term character. One of them, according to the Directorate General of Primary and Secondary Education, Ministry of Education, Culture, Research and Technology, character is defined as a way of thinking and behaving that characterizes each individual to live and work together, both within the family, community, nation and state. In fact, there are many ways to build character education. Not only in the formal education environment through school subjects, but also outside formal education through the arts. The purpose of this research is to disseminate insight into the breadth of ways in building character education. This research is descriptive with the methods used are observation, active participation, and interviews. The results of the study show that "teaching" about character is indirectly obtainable through art. Among them in terms of interaction, cooperation, tolerance, skills, courage, joy, and knowledge of local arts.            Keywords: Character Education, arts.    Abstrak: Program Penguatan Pendidikan Karakter atau yang disingkat dengan PPK mulai diberlakukan di lingkungan pendidikan formal (sekolah) pada semester genap tahun ajaran 2017-2018. Banyak definisi berkenaan dengan istilah karakter. Salah satunya menurut Ditjen Mendikdasmen Kementerian Pendidikan Nasional adalah bahwa karakter diartikan sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sesungguhnya banyak cara untuk membangun pendidikan karakter. Bukan hanya di lingkungan pendidikan formal melalui mata pelajaran, melainkan pula di luar pendidikan formal melalui  berkesenian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menebarkan wawasan akan keluasan cara dalam membangun pendidikan karakter. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode yang digunakan pengamatan, partisipasi aktif, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui berkesenian secara tidak langsung mendapatkan “pengajaran” tentang karakter. Di antaranya dalam hal berinteraksi, kerja sama, toleransi, keterampilan, keberanian, kegembiraan, dan pengetahuan tentang kesenian lokal.            Kata kunci: Pendidikan karakter, kesenian. 
RANCANGAN BUKU AJAR SEJARAH TARI DENGAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Dwi Junianti Lestari; Alis Triena P; Fuja Siti Fujiawati; Arif Permana Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.13666

Abstract

Abstract : This study aims to design an Android-based augmented reality textbook on dance history. Augmented reality is a technology that can be used as an interactive educational medium and as a new nuance in learning dance history. In this study, using books as course materials for students specializing in performing arts education at Sultan Ageng Tirtayasa University as well as Android devices (Internet data network access) to enrich Educational materials with 3D models, sounds, animations and other textual information. The development method used to create augmented reality applications is SDLC (Software Development Life Cycle) with waterfall technique, which is a classic sequential approach in software development. Dance history textbooks with Android-based augmented reality can be an alternative learning medium that can bring new nuance to the lesson. Keywords: Dance History Books, augmented reality, Android.  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk merancang buku ajar sejarah tari dengan teknologi augmented reality berbasis Android. Augmented reality merupakan teknologi yang dapat digunakan baik sebagai media edukasi interaktif dan nuansa baru dalam pembelajaran sejarah tari. Dalam penelitian ini menggunakan buku sebagai media perkuliahan mahasiswa jurusan pendidikan seni pertunjukan FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa serta gawai berbasis android (akses jaringan data internet) sehingga memperkaya materi ajar dengan model 3D, suara, animasi, dan teks tambahan sebagai pelengkap informasi. Untuk metode pengembangan yang dilakukan untuk membangun aplikasi augmented reality ini adalah SDLC (Software Development Life Cycle) dengan teknik waterfall yang merupakan sebuah metode klasik yang bersifat sekuensial dalam pembuatan perangkat lunak. Buku ajar sejarah tari dengan teknologi augmented reality berbasis android dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat memberikan nuansa baru dalam perkuliahan. Kata Kunci : Buku Sejarah Tari, Augmented Reality, Android.
PERSEPSI SISWA SMA DI BANDAR LAMPUNG TERHADAP PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI PLATFORM SENI PERTUNJUKAN VIRTUAL Afrizal Yudha Setiawan; Nabilla Kurnia Adzan; Ricky Warman Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v6i2.12902

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa SMA di Bandar Lampung terhadap pemanfaatan media sosial sebagai platform seni pertunjukan virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik one shoot/pengukuran yang dilakukan satu kali. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner dengan skala likert 1-5. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA di Bandar Lampung memiliki persepsi yang cukup baik terhadap pemanfaatan media sosial sebagai platform seni pertunjukan virtual. Dari 372 responden, sebanyak 154 atau 41,40% responden memiliki persepsi yang baik, 192 atau 51,61% responden memiliki persepsi cukup baik, 19 atau 5,11% responden memiliki persepsi kurang baik, dan 7 atau 1,88% responden memiliki persepsi tidak baik. Persepsi siswa dalam penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor minat, sikap, motivasi, apresiasi, dan harapan. Faktor minat, sikap, dan motivasi berada pada kategori “Cukup Baik”, dengan persentase 58,87%; 59,41%; dan 49,46%; sedangkan faktor apresiasi dan harapan berada pada kategori “Baik” dengan persentase 61,83%; dan 81,99%.Kata Kunci: persepsi siswa, seni pertunjukan virtual, media sosial.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7