cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
STUDI IDENTIFIKASI DAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS JALAN KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU CILEGON) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Giyyar Tantra Dewa
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.306 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1992

Abstract

Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I merupakan jalur utama yang menghubungkan semua pabrik industri yang ada di Kawasan Industri Krakatau kota Cilegon. Panjang Jalan Asia Raya 2,705 km dan Jalan Eropa I 1,696 km dengan kondisi jalan tidak memenuhi syarat kemantapan karena banyak kerusakan dan tambalan pada permukaan jalan. Oleh karena itu diperlukan studi untuk mengidentifikasi kerusakan dan merencanakan tebal perkerasan yang tepat, efisien serta optimal agar dapat mengakomodir beban yang melintas diatasnyaserta sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokan kerusakan yang terjadi pada Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I menggunakan metode Bina Marga, serta merencanakan perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 dan perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003. Metodeini dipilih karena sudah disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Hasil yang diperoleh dari identifikasi kerusakan adalah luas total kerusakan 338,29 m (Jalan Asia Raya) dan 4710,9 m2 (Jalan Eropa I) dengan urutan prioritas kedua jalan tersebut adalah >7 (pemeliharaan rutin). Tebal perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 didapat tebal 72 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 59 cm untuk Jalan Eropa I. Tebal perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003 didapatkan tebal 31 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 26 cm untuk Jalan Eropa I.Jenis perkerasan kaku yang digunakan adalah beton bersambung tanpa tulangan
ANALISA SIMULASI KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG JALAN JENDRAL AHMAD YANI KOTA SERANG Arief Budiman; Muhammad Fakhruriza Pradana; Ayip Bakhrul Ulum
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.952 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1987

Abstract

Keberadaan persimpangan tidak dapat dihindari pada sistem lalu lintas perkotaan, dimana diperlukan pengaturan pergerakan di persimpangan dengan menggunakan lampu lalu lintas. Meski demikian, banyaknya simpang bersinyal yang terdapat di Kota Serang menimbulkan permasalahan tersendiri. Permasalahan yang terkadang terjadi adalah kendaaraan yang harus selalu berhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Tentu saja hal ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara. Untuk itu, perlu dilakukananalisa terhadap koordinasi ketiga simpang tersebut, agar pergerakan yang melintasi jalan tersebut dapat lancar, dengan begitu dapat membuat kondisi lalu lintas di Kota Serang menjadi lebih baik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey langsung pada ketiga simpang. Adapun data yang diambil adalah volume kendaraan yang melalui tiap simpang, waktu sinyal, kecepatan tempuh kendaraan yang melalui ketiga simpang, dan geometrik simpang. Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkankondisi eksisting simpang yang akan menjadi acuan dalam merencanakan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi. Simpang dengan waktu siklus yang baru kemudian dikoordinasikan menggunakan diagram waktu-jarak. Dari hasil analisa, diketahui bahwa ketiga simpang pada ruas Jalan Jendral Ahmad Yani belum terkoordinasi. Untuk itu, dilakukanlah perhitungan perbaikan kinerja simpang dengan merubah waktu siklus, didapatkan waktu siklus baru sebesar 139 detik. Waktu siklus semua simpang disamakan untuk mempermudah koordinasi sinyal. Dari kecepatan eksisting yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu 38 km/jam maka didapatkan koordinasi sinyal setelah menggeser waktu offset, didapat bandwidth sebesar 57 detik untuk arah dari Barat dan 56 detik dari arah Timur serta didapatkan effesiensibandwidth sebesar 41,01 % dan 40,29 % lebih besar dari 40% (syarat efisiensi bandwidth)
PERKUATAN LENTUR PELAT BENTANG 5 METER DENGAN PENAMBAHAN PLAT BAJA MENGGUNAKAN PEREKAT EPOXY Soelarso .
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.224 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1993

Abstract

Apabila struktur tidak mampu menahan beban tetapi struktur tetap ingin dipertahankan, maka salah satu penyelesiannya adalah dengan perkuatan pada struktur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas lentur, kekakuan, daktilitas dan pola retak plat jembatan dengan penambahan plat bajamenggunakan perekat epoxy. Pada penelitian ini dibuat benda uji sebanyak 4 buah pelat yang terdiri dari 2 buah pelat kontrol, 1 buah pelat perkuatan 60% dan 1 buah pelat perkuatan 120%. Benda uji berupa pelat dengan dimensi 1800 mm x 1000 mm x 100 mm dengan tulangan tarik berdiameter 10 mm sebanyak 13 buah dan tulangan tekan berdiameter 10 mm sebanyak 7 buah. Benda uji ditempatkan pada loading frame dengan tumpuan sendi rol pada kedua ujungnya dan dibebani dengan beban roda terpusat ditengah bentang. Pembebanan dilakukanbertahap dengan hydraulic jack hingga mencapai runtuh. Analisis numerik menggunakan program analisis non-linier ATENA V2.1.9 dilakukan dalam penelitian ini untuk membandingkan hasil dari eksperimen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan silinder beton rata-rata (f’) = 43,290 MPa, tegangan leleh rata-rata (fy) tulangan D10 = 299,729 MPa, tegangan leleh rata-rata (fy) plat perkuatan = 500,482 MPa. Hasil pengujian kuat lentur benda uji PK1, PK2, PP60% dan PP120% berturut-turut adalah 97000 N, 94000 N, 159000 N dan 173000 N. Hal ini berarti pelat mengalami persentase peningkatan kuat lentur sebesar 66,492% dan 81,151% secara berturut-turut untuk PP60% dan PP120% terhadap PK. Kenaikan kekakuan lentur juga terjadi sebesar 37,055% untuk PP60% dan 81,480% untuk PP120% terhadap pelat kontrol (PK). Daktilitas pelat PP60% dan PP120% turun berturut-turut sebesar 8,591% dan 15,455% terhadap pelat kontrol
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA JASA TERHADAP KINERJA KERETA API (STUDI KASUS : KERETA API KALIMAYA TUJUAN MERAK-JAKARTA) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Yudanto Ardi
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.1 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1988

Abstract

Pada awal peluncuran KA Kalimaya pada tanggal 28 oktober 2012, KA ini merupakan permintaan dari Pemerintah Provinsi Banten, karena dalam perkembangan perekonomian dan transportasi untuk Provinsi Banten belum memiliki pelayanan kereta api yang cepat, aman, dan nyaman untuk melayani masyarakat Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja kereta api Kalimaya tujuan Merak – Jakarta.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan perhitungan IPA (Important Performance Analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah kapasitas tempat duduk dalam satu rangkaian KA Kalimaya yang berjumlah 424, dan sampel yang digunakan sebanyak 207 penumpang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data variabel X (Kinerja) dan variabel Y (Harapan) diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert. atribut pelayanan berjumlah 18 merupakan penjabaran dari aspek keselamatanperjalanan dan keandalan, ketepatan waktu, kemudahan layanan, kenyamanan, dan kecepatan dan perpindahan. Hasil penggambaran pada diagram kartisius adalah Kuadran A (V8, V10, V), Kuadran B (V1, V2, V3, V4, V15, V16, dan V17), Kuadran C (V5, V7, dan V9), dan Kuadran D (V). Dari hasil pengujian tersebut Kuadran A menjadi sangat penting karena inilah yang dinilai sangat penting oleh pengguna, sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan penggunanya. Berikut ini adalah yang termasuk dalam Kuadran A dan semoga cepat dilaksanakan peningkatannya, Kemudahan orang-orangberkebutuhan khusus (penyandang cacat, lansia, ibu hamil, dan ibu membawa balita) mendapat pelayanan, Kenyamanan ergonomi/posisi tempat duduk, Kebersihan kereta di dalam dan toilet, dan Harga tiket perjalanan
PEMANFAATAN LIMBAH BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PAVING BLOCK Zulmahdi Darwis; Soelarso .
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.589 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1994

Abstract

Konstruksi perkerasan dengan paving block merupakan konstruksi ramah lingkungan, karena memiliki kemampuan untuk ditembus air hujan, sehingga tidak banyak mengganggu konservasi air tanah. Pengembangan kawasan-kawasan hunian lebih lanjut akan memacu meningkatnya kebutuhan bahanbangunan. Limbah padat industri khususnya limbah padat hasil pembakaran batu bara pada boiler yang dihasilkan PT. Styrindo Mono Indonesia seperti bottom ash yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, perlu dimanfaatkan agar mengatasi pencemaran tersebut, dengan digunakan sebagai bahan baku pembuatan paving block. Bottom ash pada penelitian ini sebagai bahan baku paving block, menggunakan perbandingan 1:4 dengan kondisi bottom ash terlebih dahulu dicuci dan dikeringkan dalam oven selama ±24jam. Bottom ash dicuci dan dikeringkan oleh cahaya matahari, lalu bottom ash dalam kondisi alami. Dengan komposisi bottom ash sebagai pengganti pasir, abu batu, screening, dan pengganti semua agregat. Jumlah benda uji sebanyak 180 buah paving block untuk pengujian kuat tekan dan 15 buah untuk pengujianpenyerapan air dan pengujian densitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bottom ash sebagai bahan baku dapat meningkatkan kuat tekan pada perbandingan 1:4, baik bottom ash dengan kondisi dicuci lalu dikeringkan dalam oven selama ± 24 jam, dicuci lalu dikeringkan oleh cahaya matahari maupun bottom ash alami tanpa dicuci dan dikeringkan, masuk dalam mutu B (SNI 03-0691-1996). Hasil kuat tekan paving block tertinggi didapat pada komposisi C2 yaitu 1BA:2AB:1SC dengan kondisi bottom ash alami,sebesar 28.75 Mpa pada umur 56 hari. Hasil pengujian penyerapaan air menunjukan bahwa penggunaan bottom ash pada komposisi A4 yaitu 1AH:2AB:1BA dan komposisi C2 yaitu 1BA:2AB:1SC, menghasilkanlebih baik dengan mutu B (SNI 03-0691-1996) yaitu sebesar 5.6 % untuk komposisi A4 dan 4.8 % untuk komposisi C2
PERENCANAAN TEBAL LAPIS PERKERASAN KAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2003 DAN METODE BEAM ON ELASTIC FOUNDATION Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary; Dicki Dian Purnama
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.202 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1989

Abstract

Sebuah pusat kegiatan (termasuk rencana pembangunan pelabuhan Bojonegara serta adanya PLTU Suralaya) mensyaratkan adanya akses yang mudah dan cepat untuk mencapai lokasi. Karenanya diperlukan jalan yang mampu melayani kondisi lalu lintas yang terjadi pada jalan tersebut. Termasuk tebal perkerasan yang kuat untuk menahan beban kendaraan selama umur rencana.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari tebal lapis perkerasan jalan hasil perhitungan metode Bina Marga 2003 dan metode Beam On Elastic Foundation kemudian membandingkan hasil dari kedua perhitungan tersebut. Serta mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan untuk tebal perkerasan dengan metode Bina Marga 2003.Dari hasil perhitungan menggunakan kedua metode dengan nilai CBR tanah dasar 4%, pondasi bawah berupa CBK (Campuran Beton Kurus) setebal 10 cm, didapatkan tebal perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 setebal 23 cm sedangkan dengan metode Beam On Elastic Foundation didapat tebal perkerasan setebal 20 cm. Didapat biaya perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 sebesar Rp. 4.017.179.633,- /km
ANALISIS SITE SPECIFIC RESPONSE SPECTRA GEMPA BERDASARKAN PARAMETER DINAMIS TANAH UNTUK WILAYAH CILEGON Enden Mina; Rama Indera Kusuma
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.766 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1990

Abstract

Prediksi site specific response gempa suatu daerah lokal merupakan langkah penting dalam mengestimasi pengaruh gempa. Kondisi tanah lokal mempengaruhi karakteristik gelombang gempa yang datang merambatselama terjadi gempa. Umumnya data tanah yang digunakan dalam analisis respon tanah terhadap gempa menggunakan hasil uji geoteknik Standard Penetration Test (SPT) berupa nilai N (pukulan Hammer) yangdikorelasikan dengan parameter dinamis tanah seperti kecepatan gelombang geser (Vs) atau maksimum modulus geser (Gmaks). Untuk mendapatkan Site specific response spectra wilayah Cilegon diperlukan Pengumpulan data gempa yang dapat mewakili kejadian gempa di wilayah Cilegon dengan periode ulang 500 tahun serta data teknistanah baik fisik maupun mekanis dan uji SPT tanah. Hasil yang ingin didapatkan dari Site specific response spectra untuk wilayah Cilegon dapat memberikan input untuk melengkapi data percepatan gempa dilokasi ini untuk desain rencana bangunan yang mempertimbangkan aspek kegempaan
ANALISIS BANJIR SUNGAI CILIWUNG (STUDI KASUS RUAS SUNGAI LENTENG AGUNG-MANGGARAI) Restu Wigati; Wahyudin .
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.413 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1985

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan sungai yang memiliki fungsi yang sangat penting dan memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena sungai ini mengalir melalui tengah Kota Jakarta, melintasi banyak perkampungan dan perumahan padat penduduk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi terjadinya banjir di Sungai Ciliwung pada ruas Lenteng Agung-Manggarai dengan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan harian selama 16 tahun dari 4 stasiun hujan, peta DAS Ciliwung, gambar melintang dan memanjang SungaiCiliwung. Langkah perhitungannya dimulai dari pemilihan data curah hujan harian, metode kurva massa ganda, analisis hujan DAS dengan poligon Thiessen, analisis frekuensi, uji Chi-Kuadrat dan uji Smirnov Kolmogorov, dilanjutkan dengan analisis hujan rencana kala ulang 50 tahun, analisis debit rencana kala ulang 50 tahun dengan Metode Hasper, Melchior, HSS Nakayasu, HSS Gama 1. Hasil dari perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjir dengan program HEC-RAS. Lokasi yang diujikan ada15 titik di sepanjang ruas sungai Lenteng Agung-Manggarai. Hasil penelitian menunjukan besar debit kala ulang 50 tahun adalah 379,99 m3/s. Lokasi yang terkena banjir adalah Sta K.A Manggarai, SMA N 8 Jakarta, Jln Gudang Peluru, Carrefour MT Haryono, Jln. Pengadegan, Kampung Cililitan, Kampung Tanjung, Jln. Munggang, Jln. Kayu Manis, Kampung KelurahanGedong. Berdasarkan hasil dari analisis HEC-RAS adalah pada lokasi yang terjadi banjir, dimensi sungainya perlu di normalisasi dan pendimensian ulang
PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN PADA PERUMAHAN PONDOK CILEGON INDAH KOTA CILEGON Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Muhamad Ferhad
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.781 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1991

Abstract

Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI) memiliki kurang lebih 5087 unit rumah yang dapat membangkitkan pergerakan menuju pusat kegiatan seperti perkantoran, pendidikan, dan lain-lain yang berada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan bangkitan pergerakan serta menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bangkitan pergerakan pada perumahan PCIsehingga dapat disiapkan langkah antisipasi apabila terjadi permasalahan transportasi yang disebabkan pembangunan perumahan sejenis atau pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini dilakukan terhadap 98 kepala keluarga yang bermukim di perumahan PCI dengan menggunakan metode sampling acak sederhana. Hasil survey dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20. Model terbaik untuk bangkitan pergerakan pada perumahan PCI adalah Y = 0,256 + 0,748X6+ 0,839X7 + 0,115X8 dengan R2= 0,872, F-hitung = 220,449 dan thitung masing-masing 2,965, 12,779, 21,042, 2,429 dan SEE = 0,34627 dimana X6 adalah jumlah anggota keluarga bekerja, X7 adalah jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X8 adalah jumlah mobil
NORMALISASI SUNGAI CIBEBER HM 21 + 00 SAMPAI DENGAN HM 36 + 00 (PANJANG 1500 METER) Restu Wigati; Soedarsono .; Ai Nur Azizah
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.991 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1986

Abstract

Sungai Cibeber merupakan salah satu sungai di DAS Cibeber yang pemanfaatannya untuk kebutuhan irigasi yang terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir yang mengalir di Sungai Cibeber dan untuk mengetahui apakah Sungai Cibeber ini masih mampu atau tidak untuk menampung kelebihan air dari debit yang direncanakan. Analisis yang dilakukan meliputi perhitungan hujan kawasan dengan menggunakan data curah hujan stasiun Cilegon dan stasiun Keramat Watu tahun 2000 – 2011 dengan rumus Rata-Rata Aljabar, Analisa Frekuensi untuk menentukan parameter statistik, penentuan distribusi probabilitas menggunakan Uji ChiKuadrat dan Uji Smirnov-Kolmogorof, penentuan debit banjir periode ulang 25 dan 50 tahun menggunakan rumus Rasional dan Weduwen, pengecekkan dimensi saluran eksisting di beberapa titik yang sering mengalami kondisi banjir, normalisasi penampang melintang Sungai Cibeber di beberapa titik yang mengalami banjir. Hasil analisis data diperoleh distribusi yang cocok yaitu Distribusi Gumbel dengan nilai debit banjir rancangan pada kala ulang 25 tahun adalah 109,41 m3/s dan kala ulang 50 tahun adalah 123,005 m/s. Kondisi eksisting Sungai Cibeber di 8 titik yang ditinjau saat ini tidak aman terhadap debit yangdirencanakan. Analisis dimensi sungai yang terpilih adalah alternatif 3 untuk dapat menyelesaikan banjir dengan dimensi yang berbeda-beda pada setiap titik

Page 1 of 1 | Total Record : 10