Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2017)"
:
9 Documents
clear
STUDI EFEKTIVITAS CONTRA FLOW DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA SIMPANG
Muhammad Fakhruriza Pradana;
Rindu Twidi Bethary;
Didi Maulana
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2176.241 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2015
Volume lalu lintas yang padat pada ruas Jalan Asia Raya menuju Simpang Damkar Kota Cilegon khususnya pada jam pulang kerja, sehingga mengakibatkan antrian panjang kendaraan pada sore hari. Untuk itulah Pihak Keamanan terkait yang ada di Kawasan Industri Krakatau Kota Cilegon melakukan uji coba “Contra Flow” pada ruas jalan keluar Kawasan Industri tersebut guna mengurangi kemacetan yang terjadi. Mekanisme teknis contra flow adalah dengan mengambil 1 lajur berlawanan dengan arah Jalan Asia Raya menuju Simpang Damkar Kota Cilegon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas contra flow pada jalan keluar Asia Raya, Kawasan Industri Krakatau Kota Cilegon. Serta dampak contra flow terhadap kinerja Simpang Damkar Kota Cilegon. Analisis kinerja simpang ini dilakukan dengan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.Data lalu lintas diperoleh melalui survei di lapangan pada hari kerja pada saat jam puncak sore. Penerapan sistem contra flow cukup efektif akan tetapi masih perlu di evaluasi karena dengan membandingkan hasil kinerja simpang kondisi existing dan kondisi pada saat penerapan contra flow derajat kejenuhannya = 0,97 melebihi dari ketentuan MKJI yaitu < 0,85, untuk tundaan rata-rata, kinerja simpang kondisi existing = 71,59 detik/smp, sedangkan Kinerja simpang kondisi saat penerapan contra flow = 68,88 detik/smp. Maka dapat disimpulkan waktu tempuh pada saat contra flow untuk melalui simpang mempunyai waktu yang lebih cepat di bandingkan dengan kinerja simpang kondisi existing
STUDI LINGKUNGAN KERJA DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DALAM LINGKUP DINAS CIPTA KARYA, BINA MARGA, DAN SUMBERDAYA AIR PROVINSI BANTEN
Andi Maddeppungeng;
Irma Suryani;
Dwi Novi Setiawati;
Asep Rudiyanto
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.252 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2016
Dalam perkembangan dunia konstruksi khususnya di Indonesia maka peranan perusahaan sangat penting dalam menunjang kesuksesan pembangunan dimana pada kenyataannya pembangunan merupakan prioritas utama masyarakat dalam menghadapi era globalisasi. Dalam dunia konstruksi dikenal dua jenisperusahaan yaitu kontraktor dan konsultan. Dalam penelitian ini akan diteliti bagaimana kesehatan keselamatan kerja dan kinerja perusahaan konstruksi berupa kontraktor yang berada dalam lingkup Dinas cipta karya, bina marga, dan sumber daya air provinsi banten.Konsep penelitian ini, mengembangkan variable kesehatan keselamatan kerja, variabel lingkungan kerja, dan variabel kinerja perusahaan Serta menguji pengaruh K3 dan Linkungan terhadap kinerja perusahaan kostruksi dalam dinas pekerjaan umum. Dengan menggunakan kuisoner sebagai alat ukur dan software AMOS v.18 (trial 30 hari) untuk aplikasi pengolahan data.Hasil menunjukkan bahwa pengaruh K3 terhadap kinerja perusahaan konstruksi pada hasil path diagram analisis adalah sebesar 0,594 atau 59,4%. Serta pengaruh lingkungan terhadap kinerja adalah sebesar 0,243 atau sebesar 24,3%. Sedangkan kolerasi lingkungan dan K3 terhadap kinerja sebesar 0,857 atau sebesar 85,7%.
ANALISIS SISTEM DINAMIK KETERSEDIAAN BAJA TULANGAN SEBAGAI INFRASTRUKTUR (Studi Kasus: Kota Cilegon )
Andi Maddeppungeng;
Yantri Septiani T
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.803 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2017
Infrastruktur merupakan sistem fisik yang di buat untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi. Upaya untuk mempercepat ketersediaan infrastruktur yang layak dan memadai adalah harus ditunjang oleh sumber daya material dan peralatan yang memiliki waktu pendek sehinggatingkat ketercapaian infrastruktur dapat lebih tinggi. Ketersediaan material yang memungkinan untuk mencapai kondisi tersebut adalah baja, salah satu jenis baja yang sering di konsumsi di Indonesia adalah baja tulangan, penggunaan baja tulangan ini relatif lebih besar pemakaiannya apabila dibandingkan dengankomunitas baja yang lain, hampir 90% bangunan konstruksi akan menggunakan baja tulangan sebagai main struktur. Di provinsi banten sediri terdapat beberapa pabrik penyuplai kebutuhan Baja Tulangan terbesar salah satunya adalah PT Krakatau Wajatama yang berada di kota Cilegon. Agar dapat memenu hi kebutuhan tersebut, dapat dilakukan dengan cara melakukan study dan mengambil kebijakan dengan teknik simulasi guna memenuhi kebutuhan baja tulangan di kota cilegon pada masa yang akan datang yaitu denganpendekatan System dynamic. Faktor pembentuk system yaitu produksi dan konsumsi, kemudian hubungan sebab akibat antara faktor satu dengan lainya diamati menggunakan causal loop diagram dan selanjutnya model diformulasikan untuk melihat prilaku model kemudian di lakukan uji validasi.Berdasarkan hasil Permodelan dan simulasi, disusun skenario kebijakan yang ditempuh untuk meramalkan persediaan. Hasil analisis mengidentifikasikan bahwa produksi dan Konsumsi Baja Tulangan di Kota Cilegon pada tahun 2006-2025 mengalami kenaikan dan penurunan atau fluktuatif, namun demikianPT krakatau Wajatama masih dapat memenuhi kebutuhan Baja Tulangan di kota cilegon, karena pembangunan Infastruktur di kota Cilegon Sangat sedikit sehingga Permintaan atau konsumsi Baja Tulangan relatif kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak perlu ada penambahan pabrik Baja Tulangan di Kota Cilegon
STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN FLY ASH TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS BERDASARKAN VARIASI KADAR AIR OPTIMUM (Studi Kasus Jalan Raya Bojonegara, Kab. Serang )
Rama Indera Kusuma;
Enden Mina;
Akbar Prasetio Utomo
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.995 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2012
Tanah merupakan dasar dari suatu konstruksi bangunan sipil yang menerima dan menahan beban dari suatu struktur di atasnya. Terdapat beberapa masalah yang harus dihadapi oleh seorang insinyur sipil di lapangan, dimana lokasi di daerah Jalan Raya Bojonegara KM 19 Kabupaten Serang memiliki karakteristik tanah yang kurang baik sehingga mengalami kerusakan pada jalan. Untuk menambah kekuatan dan memperbaiki daya dukungnya perlu salah satu metode yang dilakukan upaya stabilisasi pada tanah di lokasi tesebut. Penambahan abu terbang merupakan salah satu cara stabilisasi tanah ekspansif yang paling efektif, karena abu terbang bersifat pozzolan yang dapat mengikat mineral tanah menjadi padat, sehingga dapat mengurangi kembang susut tanah dan menambahkan nilai kekuatan tanah.Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi klasifikasi tanah, indeks plastisitas tanah dan mengetahui nilai kuat tekan bebas serta pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik tanah dalam kondisi eksisting.Kadar air benda uji diambil dari hasil pemadatan proctor untuk campuran benda uji menggunakan kadar air optimum dengan variasi campuran abu terbang 0%, 10%, 20%,dan 30%.Dari hasil pengujian diperoleh tanah yang di stabilisasi dengan fly ash pada variasi 0%, 10%, 20%, dan 30% menunjukkan adanya peningkatan nilai daya dukung, dan menurunkan batas plastis, batas cair tanah serta nilai berat jenis tanah. Nilai UCT (Unconfined Compression Test) terbesar terdapat pada tanah campuran dengan kadar fly ash sebesar 30% dengan pemeraman selama 28 hari yaitu sebesar 2.4 kg/cm kenaikan nilai kuat tekan sebesar 36.1% dari nilai kuat tekan awal tanpa bahan campuran, penambahan fly ash menurunkan nilai batas plastis dan batas cair serta menurunkan nilai berat jenis
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DI LIMA WILAYAH DI INDONESIA TERHADAP BEBAN GEMPA DAN BEBAN ANGIN BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN SNI 1727-2013
Soelarso Soelarso;
Baehaki Baehaki;
Akhmad Mursyidan
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4637.461 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2018
Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik utama diantaranya lempeng eurasia, lempeng indo-australia dan lempeng pasifik. Hal ini menjadi penyebab Indonesia sering mengalami peristiwa gempa bumi sehingga perlu analisis yang baik terhadap beban gempapada struktur bangunan. Selain beban gempa, beban angin merupakan beban yang perlu direncanakan sebagai beban lateral karena semakin tinggi struktur bangunan maka beban lateral akan semakin besar.Penelitian ini membahas tentang analisis struktur gedung bertingkat 9 lantai tipikal yang ditempatkan pada lokasi yang berbeda di lima wilayah Indonesia diantaranya Meulaboh Aceh, Kota Padang, Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua terhadap beban gempa (statik ekivalen dan respons spektrum)dan beban angin berdasarkan SNI 1726-2012 dan SNI 1727-2013.Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai simpangan terbesar akibat beban gempa sebesar 389,565 mm (Timika papua), 384.175 mm (Meulaboh Aceh), 349.47 mm (Kota Padang), 338.14 mm (Bantul Yogyakarta) dan 283,64 mm (Lebak Banten). Simpangan akibat beban angin sebesar 1.2155 mm (Lebak Banten, Bantul Yogyakarta dan Timika Papua), 3.025 mm (Kota Padang) dan 5.445 mm (Meulaboh Aceh). Simpangan yang terjadi tidak melebihi simpangan ijin yang disyaratkan. Struktur gedung aman terhadap kinerja stabilitas P-delta dan torsi sesuai SNI 1726-2012. Kontribusi akibat beban angin pada struktur gedung tidak terlalu signifikan dibanding beban gempa hal ini karena kecepatan angin tidak terlalu besar dan struktur pada gedung yang tidak terlalu tinggi
EVALUASI KINERJA PELAYANAN STASIUN KERETA API BOGOR DI KOTA BOGOR, JAWA BARAT
Dwi Esti Intari;
Irma Suryani;
Iswati Septya
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (732.146 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2013
Stasiun Bogor merupakan Stasiun KA yang berada di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Stasiun Bogor termasuk kedalam kelas Stasiun Besar. Namun pembangunan dan perbaikan saat ini terus dilakukan di Stasiun Bogor, hal ini karena memiliki kendala tidak cukupun tuk melayani volume penumpang pengguna jasa. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana kondisi Stasiun Bogor saat ini dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor, Kota Bogor.Penelitian ini menggunakan metode survey lapangan dengan melakukan pengamatan di Stasiun Bogor untuk mengevaluasi kondisi Stasiun Bogor saat ini yang akan dibandingkan dengan ketentuan Permenhub No. 48 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Apidan penyebaran kuisioner tentang pelayanan Stasiun Bogor secara langsung kepengguna jasa dengan menggunakan metode perhitungan ServQual (Service Quality).Hasil pengamatan langsung kondisi Stasiun Bogor, Stasiun Bogor memenuhi 88,2% fasilitas yang diatur dalam Permenhub No. 48 tahun 2015. Secara keseluruhan persepsi dan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan Stasiun Bogor adalah belum memuaskan, hal ini dapat dilihat dengan nilai GAP yang masih minus
BETON NON-PASIR DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT LOKAL DARI MERAK
Zulmahdi Darwis;
Baehaki Baehaki;
Hery Supriyadi
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.516 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2019
Indonesia merupakan Negara yang sedang berkembang dengan peningkatan pembangunan di setiap wilayah sedang berlangsung. Akibat dari meningkatnya pembanguan tersebut, kebutuhan akan bahan kontruksi pun akan meningkat salah satunya beton. Beton mengalami inovasi-inovasi terbaru seperti betonnon-pasir. Kekuatan beton non-pasir sangat dipengaruhi oleh faktor air semen dan jenis agregatnya. Penggunaan agregat lokal dari Merak sudah terjamin mutunya untuk digunakan dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh agregat terhadap pembuatan beton non-pasir agar dihasilkan proporsi campuran yang ideal yaitu memberikan dampak positif terhadap kuat tekan, daya serap air, dan kuat lentur yang sesuai dengan kondisi di setiap wilayah.Penelitian ini merencanakan beton non-pasir dengan menggunakan Portland Pozzolan Cement dengan nilai faktor air semen 0,40. Metode penelitian ini yaitu dengan membandingkan penggunaan semen agregat dengan perbandingan rasio semen agregat 1:4, 1:6, 1:8, 1:10. Jumlah benda uji sebanyak 72 buah, dengan rincian 48 kuat tekan, 12 daya serap air, 12 kuat lentur. Dalam penelitian ini menggunakan cetakan silinder 15 cm x 30 cm dan cetakan balok 60 cm x 15 cm x 15 cm.Hasil pengujian ini menunjukan bahwa penggunaan rasio semen agregat 1:6 memberikan nilai kuat tekan dan kuat lentur tertinggi yang masing-masing sebesar 3,712 MPa dan 0,963 N/mm. Sedangkan untuk nilai daya serap air, nilai terbesar terdapat pada rasio semen agregat 1:4 sebesar 4,775%. Proporsi optimum pada penelitian ini adalah rasio semen agregat 1:6
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA-LABA PADA GEDUNG SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD ) 1 PUSAT PEMERINTAHAN TANGERANG SELATAN
Enden Mina;
Rama Indera Kusuma;
Nursoliha .
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (623.793 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.2014
Gedung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)1 Pusat Pemerintahan Tangerang Selatan dengan luas 784 m2 yang berada di Jl. Raya Maruga Pamulang II adalah salah satu bangunan yang menggunakan pondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL).Pondasi Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) merupakan kombinasikonstruksi bangunan bawah konvensional yang merupakan perpaduan pondasi plat beton pipih menerus yang di bawahnya disatukan oleh rib-rib tegak. Kombinasi ini menghasilkan kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan sehingga membentuk sebuah pondasi yang memiliki kekakuan (rigidity) jauh lebih tinggi dibandingkan sistem pondasi dangkal lainnya. Pondasi ini bisa digunakan untuk gedung 2 - 8 lantai dan mampu bekerja seperti perahu yang diterjang ombak ketika mendapatkan goncangan gempa.Penelitian ini membahas mengenai daya dukung dan penurunan pondasidimana perhitungannya menggunakan software ETABS untuk mengetahui beban pada setiap kolom, metode Mayerhof pada perhitungan daya dukung pondasi, metode Newmark untuk menghitung tekanan pada lapisan tanah serta software PLAXIS untuk daya dukung dan penurunan pondasi.Berdasarkan hasil analisa diperoleh beban total kolom maximum hasil dari ETABSsebesar 20505,14 KN, daya dukung ultimit (qult) dengan menggunakan metode Mayerhof diperoleh sebesar 737.426912 KN/m2, nilai Safety Factor (SF) secara manual adalah sebesar 8.05. sedangkan nilai SF yang dihasilkan dari software plaxis yaitu 13,6.Menurut analisa penurunan total pondasi konstruksi sarang laba-laba (KSLL) adalah sebesar sebesar 14,539 cm sedangkan hasil pemodelan pada PLAXIS didapat nilai penurunan sebesar 13,5 cm. Dimana yang penurunan terjadi lebih kecil dari penurunan yang disyaratkan sehingga dapat disimpulkan pondasi KSLL cukup aman
ANALISIS PARAMETER MODEL TANAH NONLINEAR ELASTOPLASTIC MENGGUNAKAN PLAXIS 2D UNTUK STUDI KASUS GALIAN-DALAM
Woelandari Fathonah
Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (968.365 KB)
|
DOI: 10.36055/jft.v6i1.3166
Penelitian ini difokuskan pada penentuan parameter model tanah nonlinear elastoplastic dengan melakukan prediksi balik paramater tanah. Prediksi balik parameter tanah dilakukan dengan cara menentukan parameter preliminary terlebih dahulu dengan menggunakan persamaan konstitutif standar setelah itu, dilakukan prediksi balik melalui curve fitting. Prediksi balik dilakukan dengan bantuan Plaxis 2D yaitu dengan mencocokkan hasil pengujian dengan soil test pada Plaxis 2D. Model konstitutif tanah yang digunakan yaitu model Mohr Coulomb, Hardening Soil dan Soft Soil. Dari ketiga model tanah yang digunakan menunjukkan hasil prediksi balik yang baik. Tetapi untuk model Hardening soil menunjukkan kurva stress-strain nya lebih mendekati dengan hasil laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan terhadap dua studi kasus galian dalam.