cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
ANALISIS KINERJA TIGA RUAS JALAN UTAMA KOTA CILEGON Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.26 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1246

Abstract

Kota Cilegon adalah sebuah kota di provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut pulau jawa, di tepi Selat Sunda. Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Baja mengingat kota ini menghasilkan 6 juta ton baja setiap tahunnya di kawasan industri Krakatau steel.. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja ruas-ruas jalan utama kota cilegon, terutama pada ruas jalan Jendral sudirman, Jendral ahmad yani, dan jalan Raya cilegon, serta mengetahui karakteristik pergerakan kendaraan yang mel ewati ketiga ruas jalan tersebut yang dilengkapi dengan perbandingan volume kendaraan total pada setiap ruas yang di analisa. Metode yang digunakan untuk melakukan penelitian dengan analisis kinerja ruas jalan perkotaan sesuai dengan yang terdapat pada MKJI 1997 serta peraturan mentri perhubungan yang berlaku, dimulai denganpengumpulan data survey kendaraan, pengolahan data dengan panduan MKJI 1997 serta hasil penelitian yang di tampilkan dengangrafik, dari metode diatas. Hasil yang diperoleh Analisis kinerja ruas pada masingmasing ruas yang diteliti memiliki Tingkat pelayanan yang baik secara menyeluruh. Namun kinerja ruas terburuk didapat pada ruas jalan Jendral Sudirman pada hari kerja yang memiliki nilai DS (derajat kejenuhan) sebesar 0,84 dengan tingkat pelayanan D.Pergerakan yang terjadi dimulai pada ruas jalan jendral sudirman menuju jalan jendral ahmad yani sampai ke jalan raya cilegon memiliki jenis pergerakan yang sama. Dimana ruas jalan jendral sudirman selalu memiliki volume tertinggi untuk pergerakan kendaraan yang terjadi.Untuk pergerakan jenis kendaraan terdapat beberapa hasil yang didapat dimana untuk kendaraan jenis sepeda motor dan mobil penumpang dipengaruhi oleh faktor kenyamanan sedangkan untuk kendaraan berat dipengaruhi oleh kebutuhan pengiriman barang dan jasa
ANALISIS BANJIR SUNGAI CISADANE (Studi Kasus Ruas Sungai Jalan Tol Jakarta – Merak KM 19 sampai dengan Bendung Pasar Baru) Restu Wigati; Amatullah Radhiyah
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.949 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1627

Abstract

DAS Cisadane merupakan salah satu DAS di Provinsi Banten dan Jawa Barat dengan daerah tangkapan seluas 1.411 km2. Daerah tangkapan yang luas dan konversi lahan yang tinggi menyebabkan potensi banjir di wilayah DAS Cisadane.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi terjadinya banjir pada ruas sungai jalan tol Jakarta – Merak km 19 sampai dengan bendung Pasar Baru terhadap debit banjir rencana Q50 dan Q100 serta memberikan usulan penanganannya. Penelitian ini menggunakan data hujan yang diperoleh selama 16 tahun, peta DAS Cisadane, gambar penampang melintang dan memanjang sungai Cisadane. Analisis debit banjir rencana menggunakan Metode Hasper, Melchior, HSS Nakayasu, dan HSS Snyder. Perhitungan debit rencana tersebut digunakan untuk menganalisis banjir menggunakan program HEC-RAS di 20 titik tinjauan.Hasil penelitian menunjukkan debit banjir Q50 sebesar 2529,235 m3/det dan Q100 sebesar 2740,577 m3/det dimana pada semua lokasi titik tinjauan mengalami banjir. Upaya penanganan banjir yang dapat dilakukan untuk jangka pendek yaitu dengan melakukan normalisasi alur sungai dan pembangunan tanggul, untuk jangka panjang perlu dilakukan upaya konservasi lahan pada daerah aliran sungai, eko – hidraulik, regulasi, beserta pemeliharaannya.
PERENCANAANPONDASI BORED PILEPADA PROYEK PEMBANGUNANCENTRAL NATURAL GAS (STUDI KASUS STASIUN GAS INDUK PERTAMINA BITUNG-TANGERANG) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Muhammad Fadhil Choliq
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.748 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1718

Abstract

Studi perencanaan pondasi bored pile ( tiang bor) dilakukan pada proyek pembangunan CNG Mother and Daughter Station berlokasi di Bitung Tangerang. Pondasi tiang bor pada proyek ini direncanakan untuk menahan beban kompresor gas.Tujuan dari studi ini adalah menghitung daya dukung kelompok pondasi tiang   bor  dan  penurunannya. Serta merencanakan pile cap dan pondasi tiang bor dengan merencanakan dimensi dan kebutuhan tulangan yang dibutuhkan. Metode-metode  yang   digunakan  dalam penelitian ini adalah metode Meyerhof dengan data hasil Standar Penetration Test (SPT) dan metode Skempton dan O’neil Reese dengan data properties tanah hasil uji laboratorium. Hasil analisis dibandingkan juga dengan menggunakan software GEO5 v.17. Hasil analisis perhitungan daya dukung pondasi tiang bor menunjukan  bahwa  daya  dukung  kelompok  tiang   berdasarkan Meyerhof untukadalah 272,78 ton dengan SF = 5,65 dan penurunannya 0,67cm, berdasarkan Skempton dan O’neil and Reese dengan data hasil uji laboratorium adalah 321,664 ton dengan SF=6,67 dan penurunannya 1,176cm, dan berdasarkan program GEO5 v.17 adalah 716,543 ton denganSF= 6,24 dan hasil penurunannya1,09cm. Analisis perhitungan tahanan beban lateral pondasi tiang bor menghasilkan  tahanan beban lateral pada tiang kelompok didapat 65,911 ton dengan defleksi tiang kelompok 0,00355 cm. Rencana Penulangan dan dimensi pile cap diperoleh dimensi pile cap 2,6 m x 7 m x 0,85 m dengan tulangan tarik sebesar D22-100 dan tulangan tekan sebesar D19-100 dengan jarak sengkang sebesar 250 mm dan dimensi tiang bor diameter 0,4 m dengan tulangan longitudinal tekan lentur sebesar 8 D19, serta tulangan geser (sengkang spiral) sebesar D19-150
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA JASA TERHADAP KINERJA KERETA API (STUDI KASUS : KERETA API KALIMAYA TUJUAN MERAK-JAKARTA) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Yudanto Ardi
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.1 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1988

Abstract

Pada awal peluncuran KA Kalimaya pada tanggal 28 oktober 2012, KA ini merupakan permintaan dari Pemerintah Provinsi Banten, karena dalam perkembangan perekonomian dan transportasi untuk Provinsi Banten belum memiliki pelayanan kereta api yang cepat, aman, dan nyaman untuk melayani masyarakat Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja kereta api Kalimaya tujuan Merak – Jakarta.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan perhitungan IPA (Important Performance Analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah kapasitas tempat duduk dalam satu rangkaian KA Kalimaya yang berjumlah 424, dan sampel yang digunakan sebanyak 207 penumpang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data variabel X (Kinerja) dan variabel Y (Harapan) diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert. atribut pelayanan berjumlah 18 merupakan penjabaran dari aspek keselamatanperjalanan dan keandalan, ketepatan waktu, kemudahan layanan, kenyamanan, dan kecepatan dan perpindahan. Hasil penggambaran pada diagram kartisius adalah Kuadran A (V8, V10, V), Kuadran B (V1, V2, V3, V4, V15, V16, dan V17), Kuadran C (V5, V7, dan V9), dan Kuadran D (V). Dari hasil pengujian tersebut Kuadran A menjadi sangat penting karena inilah yang dinilai sangat penting oleh pengguna, sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan penggunanya. Berikut ini adalah yang termasuk dalam Kuadran A dan semoga cepat dilaksanakan peningkatannya, Kemudahan orang-orangberkebutuhan khusus (penyandang cacat, lansia, ibu hamil, dan ibu membawa balita) mendapat pelayanan, Kenyamanan ergonomi/posisi tempat duduk, Kebersihan kereta di dalam dan toilet, dan Harga tiket perjalanan
POLA RETAK PADA STRUKTUR PELAT JEMBATAN BETON BERTULANG Soelarso .
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.372 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2007

Abstract

Pelat merupakan struktur yang menahan beban lentur dan diteruskan ke balok, sehingga pelat merupakan struktur yang menerima beban awal sebelum ke balok. Struktur pelat yang tipis harus cukup kaku menerima beban sehingga tidak terjadi kegagalan seperti hal nya retak.Penelitian ini berisikan pola retak yang terjadi pada pelat beton bertulang dimana dibandingkan hasil dari eksperimen dan penyelesaian secara numerik. Hasil dari perbandingan tersebut menunjukan retak yang terjadi pada pelat merupakan retak lentur dengan lebar retak awal 0,05 mm dan terjadi pada beban 16 KN
PERENCANAAN ULANG KEBUTUHAN GARDU TOL PADA GERBANG TOL CIKANDE Muhammad Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Febri Kurniawan
Jurnal Fondasi Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.572 KB) | DOI: 10.36055/jft.v6i2.2478

Abstract

Gerbang tol Cikande terletak di desa Julang kecamatan Cikande kabupaten Serang. Gerbang tol Cikande berfungsi sebagai sarana menuju jalan tol Tangerang – Merak. Dengan hadirnya akses menuju jalan tol diharapkan dapat mengurangi tingkat kepadatan di akses jalan Cikande yang didominasi oleh kawasan industri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan gardu tol pada volume kendaraan tertinggi dan jumlah gardu tol terbanyak yang beroprasi dalam satu hari pada gerbang tol Cikande.Berdasarkan hasil penelitian pada gerbang tol Cikande didapatkan hasil jam puncak terdapat  pada pukul 17:00 – 18:00 sebanyak 2037 kendaraan. Dan untuk kapasitas jumlah kendaraan keseluruhan selama 24 jam yang akan beralih pada jalan tol adalah sebanyak15438 kendaraan. Sedangkan untuk kebutuhan gardu tol paling banyak terjadi pada pukul 10:00 – 11:00 sebanyak 5 buah gardu tol, dengan rincian 2 buah gardu tol untuk gerbang masuk dan 3 buah gardu tol untuk gerbang keluar. Untuk meningkatkan kapasitas gerbang tol, penggunaan Gardu Tol Otomatis (GTO) dapat menjadi solusi. Dengan waktu pelayanan yang singkat yaitu maksiml 5 detik, sehingga kapasitas yang dihasilkan oleh Gardu Tol Otomatis (GTO) menjadi lebih besar
ANALISIS PERILAKU STRUKTUR PADA SISTEM GANDA APARTEMEN 9 LANTAI MENGGUNAKAN METODE TIME HISTORY ANALYSIS SESUAI PERATURAN SNI 1726:2012 Baehaki Baehaki; Soelarso Soelarso; Nurlaela Fitria
Jurnal Fondasi Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.958 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i1.3304

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah jalur gempa pasifik dan jalur gempa asia sehingga sangat berpotensi mengalami gempa, karena itu Indonesia termasuk dalam jalur lingkaran api pasifik. Besarnya parameter gempa dan respon spektrum diatur dalam SNI 1726:2012 yang merupakan revisi dari SNI 1726:2002. Penelitian ini membahas tentang sistem ganda apartemen 9 lantai yang meliputi dinding geser dan tigaelemen struktur utama yaitu balok, kolom dan joint, menggunakan analisis riwayat waktu dengan 3 rekaman gempa yaitu El Centro, Northridge dan Friuli yang disetarakan dengan gempa di Serang dengan tanah keras dan dimodelkan pada program ETABS v.9.6. Hasil penelitian ini menunjukan struktur gedung apartemen 9 lantai memiliki jenis sistem ganda dengan rangka pemikul momen khusus. Analisis simpangan pada gedung apartemen 9 lantai untuk arah x dan y tidak melampaui batas ijin yang ditentukan dalam SNI 1726:2012, translasi tanpa mengalami torsi terjadi di mode 1 dan 2, dan Gaya geser dasar yang didapatkan sebesar 11443.5 kNm untuk time history dan 3466.62 kNm untuk statik ekuivalen
ANALISA SIMPANGAN PADA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI MENGGUNAKAN SNI 03-1726-2002 DAN RSNI 03-1726-201X Soelarso Soelarso; Zulmahdi Darwis Darwis
Jurnal Fondasi Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.723 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i1.1225

Abstract

Perencanaan gempa merupakan kajian untuk menghasilkan efisiensi dan desain struktur yang tahan terhadap gaya gempa. Kajian perencanaan gempa harus menggunakan prosedur dan peraturan perencanaan yang terbaru. Peraturan perencanaan struktur gedung tahan gempa di Indonesia sendiri umumnya selaludiperbaharui guna mengakomodir perkembangan iptek dan selalu menyesuaikan dengan kondisi kebutuhan perencanaan struktur gedung. Peraturan perencanaan struktur gedung yang baru adalah RSNI 031726-2002 tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Perencanaan gempa menghasilkan simpangan yang disyaratkan tidak boleh melebihi simpangan izin menurut peraturan yang digunakan.Perhitungan gempa pada struktur gedung 10 lantai dihitung dengan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung dan SNI 03-1729-2002 dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung Dan Non Gedung Rumah Dan Gedung RSNI 03-1726-201X. Nilai gaya gempa yang didapatkan dianalisis menggunakan program bantuan komputer yaitu ETABS v.9.6. untuk mendapatkan simpangan yang simpangannya tidak boleh melebihi simpangan yang disyaratkan.Gaya gempa terbesar didapat dengan menghitung gempa menurut peraturan yang baru yaitu RSNI 031726-201X. Karena pada peraturan yang baru direncanakan dengan dengan kemungkinan terlewati besarannya selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2 persen. Simpangan terbesar berada pada gempa yang didistribusikan pada joint struktur sedangkan gempa yang didistribusikan pada pusat massa simpangannya kecil.Kata Kunci : Simpangan, SNI 03-1729-2002, RSNI 03-1726-201X
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG BERPENGARUH DI TAHAP CONSTRUCTION PADA PROYEK EPC TERHADAP KINERJA WAKTU Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary
Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.056 KB) | DOI: 10.36055/jft.v4i2.1240

Abstract

Proyek EPC memiliki item pekerjaan meliputi Engineering, Procurement, dan Construction yang dapat menyebabkan terjadinya risiko yang berdampak pada kinerja waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ditahap construction yang mempengaruhi kinerja waktu proyek, penyebab sertasolusi/tindakan dari faktor risiko yang didapat dari penelitian ini.Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden, kemudian data kuesioner tersebut dianalisa menggunakan software SPSS ver.21 yaitu analisa deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji Kruskal Wallis, uji Mann-Whitney kemudian untuk mendapatkan faktor yang berpengaruh menggunakan korelasi nonparametris dengan Rank Spearman kemudian hasil tersebut dilanjutkan dengan validasi ke pakar untuk mengetahui penyebab dan solusi/tindakan dari faktor faktor tersebut.Hasil dari analisa nonparametris tersebut didapatkan ada 7 variabel yang berpengaruh di tahap construction pada proyek EPC terhadap kinerja waktu, namun dipilih 3 yang memiliki korelasi kuat, yaitu kurangnya teknisi spesialis, manajemen proyek yang buruk, dan kesalahan perencanaan.
ANALISIS BANJIR MENGGUNAKAN SOFTWARE HEC-RAS 4.1.0 (Studi Kasus Sub DAS Ciberang HM 0+00 - HM 34+00) Restu Wigati; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.757 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1261

Abstract

Salah satu fenomena alam yang mengancam keberadaan hidup manusia dibeberapa wilayah di Indonesia setiap masuk musim penghujan yaitu banjir.Setiap tahun Kabupaten Lebak umumnya mengalami banjir terutama di daerah masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. Hal ini disebabkan berkurangnya kapasitas penampang sungai sehingga dimensi sungai tidak mampu menampung debit yang ada dan menyebabkan Sungai Ciberang meluap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya debit banjir Sungai Ciberang dengan Q50 dan mengidentifikasi daerah rawan banjir serta memberikan solusi masalah banjir yang terjadi di Sungai Ciberang.Pada Penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder berupa Curah hujan harian selama 19 tahun dan data dimensi penampang melintang sub-DAS Ciberang. hasil hitungan hujan rencana dengan kala ulang 50 tahun yaitu 105,875 mm, hujan jam-jaman durasi 6 jam dengan durasi puncak pada jam ke 3 yaitu = 57,713 mm sedangkan debit rencana dengan metode HSS SCS didapat nilai debit puncak sebesar 523,174m3/s, adapun dengan menggunakan metode HSS Snyder didapat sebesar 1228,162 m/s, langkah dilanjutkan menggunakan softwareHEC-RAS 4.1.0 untuk mengetahui kapasitas tampung sungai dengan menggunakan debit Snyder.Setelah dianalisis menggunakan software, sub-DAS Ciberang tidak dapat menampung debit aliran yang terjadi, oleh karenanya perlu adanya perbaikan sungai berupa normalisasi sungai dan peninggian tanggul

Page 4 of 31 | Total Record : 303